Hari Kedua Sidang Sinodal KWI: Mengheningkan Cipta bagi Para Pahlawan Bangsa Indonesia

sidang sinodal hari kedua.jpg

Memasuki hari ke dua Sidang Sinodal KWI, sebagaimana biasanya diawali dengan ibadat. Uskup Agung Medan, Mgr. A.B.Sinaga OFM Cap yang memimpin ibadat ini dalam kata pengantarnya mengingatkan bahwa secara liturgis, hari ini merupakan hari peringatan St. Leo Agung. Santo ini adalah seorang Paus bergelar Paus Leo I. Ia lahir di Tuscany tahun 390 M dan merupakan Paus pertama (pontifikat 440-461) yang memperoleh gelar “Agung”. Paus Leo Agung ini menggantikan Paus Sixtus III pada tgl. 29 September 440 saat Gereja menghadapi prahara disintegrasi kerajaan Romawi, ajaran sesat Manichaeanisme, Pelagianisme, Prisciallisme, Nestorianisme dan lain-lain. Paus Leo tampil dan menegakkan wewenang spiritual kepausaan dan Gereja sebagai sumber stabilitas dan kebijaksanaan (sebelumnya banyak wewenang paus didelegasikan kepada uskup diocesan lokal). Tanpa kenal lelah, Paus Leo I ini memperjuangkan Gereja yang satu, kudus, katolik, dan apostolik. Paus ini jugalah yang menetapkan bahwa semua uskup adalah pangeran-pangeran Gereja yang bertanggungjawab menjaga kemurnian dan kelangsungan ajaran Gereja.

Mgr. Sinaga juga mengingatkan bahwa hari ini, bangsa Indonesia memperingati jasa para pahlawan bangsa. Karena itu, demikian Mgr. Sinaga, “kita perlu hening sejenak untuk mengenang, menghormati para pahlawan yang telah mengorbankan jiwa dan raganya bagi bangsa dan negara Indonesia”. Setelah mengheningkan cipta acara dilanjutkan dengan ibadat untuk memulai sidang sinodal hari kedua dengan agenda mendengar laporan kerja dari Komisi/Lembaga/Sekretariat/Departemen (KLSD) KWI serta evaluasi terhadap kinerja dari KLSD tersebut (Daniel Boli Kotan).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *