Paus Fransiskus pada Jumat (17/1/15 – red) memperingatkan keluarga-keluarga terkait “ancaman keluarga”, termasuk materialisme dan gaya hidup yang merusak keluarga.
Paus menyampaikan pernyataan tersebut kepada sekitar 16.000 orang Filipina yang menghadiri pertemuan di antara keluarga dan Bapa Suci pada malam di hari kedua kunjungannya ke Filipina. “Tekanan terhadap kehidupan keluarga saat ini sangat banyak,” kata Paus Fransiskus, seraya menambahkan bahwa di Filipina, “situasi ekonomi dan masalah keuangan telah menyebabkan keluarga-keluarga terpisah untuk mencari pekerjaan di luar negeri.”
Pada pertemuan tersebut, Ediza Pumarada, yang suaminya bekerja di luar negeri, mengisahkan kepada Paus tentang sejumlah kesulitan yang dia hadapi sebagai ibu tunggal.
“Kami terpisah tiga tahun setelah kami menikah, membuat saya cemas dan hidup serba tidak pasti,” kata Pumarada, seraya menambahkan bahwa beban psikologis dan emosional kadang “sulit untuk diatasi.”
Dia mengatakan bahwa perhatian terhadap putri dan keluarga mereka maka ia mengambil dua peran sebagai ayah dan sebagai ibu, ini telah menjadi “tantangan nyata”.
“Menjaga hubungan cinta kami dan membangun saling percaya di antara kami, meskipun kami terpisah bahkan lebih menantang,” kata Pumarada.
Sekitar 15 juta pekerja Filipina yang bekerja di lebih dari 230 negara, demikian Migrante, sebuah kelompok migran.
Pada penerbangannya ke Manila pada Kamis, Paus Fransiskus mengisahkan bahwa ia kagum dengan para pekerja Filipina.
“Saya melihat para pekerja Filipina, mereka telah meninggalkan negara mereka, mencari kehidupan yang lebih baik, meninggalkan ayah dan ibu, serta anak-anak mereka,” kata Paus.
Materialisme dan gaya hidup yang merusak
Dalam pertemuannya dengan keluarga-keluarga pada Jumat, Paus Fransiskus mencatat bahwa sementara banyak orang di Filipina hidup dalam kemiskinan parah, “keluarga lain terjebak dalam materialisme dan gaya hidup yang merusak kehidupan keluarga”.
“Dunia kita membutuhkan keluarga-keluarga yang baik dan tangguh untuk mengatasi ancaman ini,” kata Paus Fransiskus kepada hadirin, seraya menambahkan bahwa “setiap ancaman terhadap keluarga merupakan ancaman bagi negara itu sendiri”.
“Lindungi keluarga Anda,” katanya. “Lihat di dalamnya harta terbesar negara Anda dan memelihara mereka selalu dengan doa dan kasih karunia sakramen,” kata Paus Fransiskus.
Dia menyerukan penghormatan terhadap kehidupan dan kelahiran sebagai sesuatu “kesucian setiap kehidupan manusia dari hamil hingga mati secara alami”.
Paus meminta keluarga-keluarga Filipina untuk memiliki kepedulian sebagai “murid misionaris Yesus” dan bersedia keluar dari rumah tangga Anda dan memperhatikan saudara-saudara kita yang paling membutuhkan”.
“Saya meminta Anda terutama untuk menunjukkan kepedulian terhadap mereka yang tidak memiliki keluarga mereka sendiri, khususnya mereka yang sudah lanjut usia dan anak-anak yatim-piatu. Jangan biarkan mereka merasa terisolasi, dan merasa ditinggalkan,” kata Paus.
Sumber artikel :ucanews.com
Sumber gambar: www.telegraph.co.uk/news/

