Laporan Komisi Kateketik KWI Pada Sidang Sinodal KWI – 2014

Rm. Leo-1.jpg

Pada Sidang Sinodal Konferensi Waligereja Indonesia tahun 2014 ini, setiap Komisi, Lembaga, Departemen, Sekretariat menyampaikan laporan kegiatan kerja di unitnya masing-masing. Sekretaris Komisi Kateketik KWI, RP. Leo Sugiono, MSC menyampaikan laporan (pertanggungjawaban) kegiatan kerja Komisi Kateketik KWI kepada para Uskup se-Indonesia, tgl. 7 November 2014 di ruang Sidang KWI. Berikut adalah laporan kegiatan Komkat KWI dalam satu tahun terakhir.

I. PENDAHULUAN
Sebagaimana dimaksudkan dalam Direktorium Anggaran Rumah Tangga KWI, tujuan dari keberadaan Komisi Kateketik KWI adalah membantu Waligereja membuat kebijakan dalam bidang katekese dan merencanakan, melaksanakan serta mengkoordinasikan kegiatan-kegiatan kateketik pada tingkat nasional. Kemudian fungsinya: memantau dan mempelajari situasi masyarakat sebagai konteks katekese, menggalakkan kegiatan katekese, membangun kerjasama, mengadakan kunjungan ke daerah, memikirkan dan mengusahakan kesejahteraan para katekis, memprakarsai lokakarya dan pertemuan kateketik, penerbitan buku dan mendokumentasikan hasil-hasil kegiatan.
Sampai saat ini Komisi Kateketik telah menyelenggarakan begitu banyak kegiatan sejalan dengan direktorium ART-KWI tersebut di atas. Kegiatan dalam skala nasional yang rutin dan berkesinambungan adalah: Pertemuan Kateketik antar Keuskupan se-Indonesia (PKKI) setiap empat tahun sekali. PKKI menghasilkan arah dasar dan model katekese dalam konteks Indonesia. Kemudian Pernas Katekis. Pernas Katekis adalah pertemuan nasional Katekis lapangan dari setiap keuskupan, diadakan setiap lima tahun sekali. Kegiatan ini diselenggarakan dengan tujuan membangun kembali spiritualitas dan panggilan para katekis sebagai pewarta sabda.

II. FOKUS KEGIATAN
a. Penyusunan Buku Pendidikan Agama Katolik dan Budipekerti Beserta Sosialisasinya
Pemerintah telah memberlakukan Kurikulum 2013 secara resmi. Pelaksanaan kurikulum dimulai secara bertahap. Awal tahun ajaran 2013/2014 pemerintah memberlakukan Kurikulum 2013 di sekolah, walaupun masih terbatas pada sekolah-sekolah yang telah ditunjuk oleh pemerintah (sekitar 6000 sekolah), untuk kelas 1, 3, 7 dan 10. Awal tahun ajaran 2014/2015, diberlakukan secara umum untuk setiap sekolah, yang meliputi kelas 1,2, 3, 4, 7, 8, 10 dan 11, dan awal tahun ajaran 2015/2016 diberlakukan di semua sekolah, mulai kelas 1 s.d kelas 12.
Buku Pendidikan Agama Katolik dan Budipekerti yang telah selesai dibuat dan dicetak oleh Kemendikbud yaitu: Buku siswa dan Guru SD kelas I, II, IV, V, VII, VIII, X dan XI. Sedangkan Buku Guru dan siswa kelas III, VI, IX dan XII semenrata dalam tahap akhir penulisan. Buku-buku PAK dan Budi Pekerti ditulis oleh para Guru yang berada di sekitar Jakarta, yaitu: Susi Bonardi, Yeni Suria, Daniel Boli Kotan, Didi Kasmudi, Atrik Wibowo, Maman Sutarman, FX. Dapiyanto, Sulisdwiyanto, Sulis Bayu Setiawan, dan P. Leo Sugiyono, MSC. Sedangkan penelaah dari penyusunan buku PAK ini adalah Rm. Adi Susanto, SJ, Bpk. Benny Mite (Dosen Atmajaya) dan Rm. V. Darmin Mbula, OFM.Komkat KWI bekerjasama dengan Dirjen Bimas Katolik dalam mensosialisasikan dan kegiatan pelatihan Kurikulum 2013 dengan sasaran para guru agama katolik, penilik sekolah, kepala sekolah, serta staf yayasan persekolahan katolik di beberapa daerah.

b. Pertemuan para Dosen Kateketik Se-Indonesia
Komisi Kateketik KWI bekerjasama dengan Komisi Seminari KWI menyelenggarakan pertemuan para dosen kateketik STFT dan STKAT/STIPAS se- Indonesia. Kegitan ini sebagai tindaklanjut dari pesan pastoral Sidang KWI 2011 tentang katekese yang menekankan perlunya peningkatan mutu dan peranan lembaga pendidikan pastoral katekese dan lembaga pendidikan calon imam dalam menyiapkan para katekis dan imam sebagai pewarta yang handal. Dalam rangka itulah, untuk pertama kalinya dalam sejarah, Komisi Kateketik KWI bekerjasama dengan Komisi Seminari KWI menyelenggarakan pertemuan para dosen kateketik STFT dan STKAT/STIPAS se-Indonesia di Hotel Puri Avia, Cipayung Bogor, 29 Mei s/d 1 Juni 2014, dengan mengambil tema “Panggilan Gereja Berkatekese Sesuai Tuntutan Zaman”.

c. Sosialisasi Hasil PKKI-X: Berkatekese di Era Digital
Dalam PKKI-X, digambarkan situasi masyarakat di Era digital dan bagaimana peluang Gereja dalam berkatekese, sebagai berikut: Katekese merupakan komunikasi iman, baik pengetahuan maupun pengalaman iman, untuk meneguhkan, menghayati dan mengembangkan iman sampai terbentuk perilaku beriman yang dewasa dan mampu menghadapi berbagai tantangan kehidupan. Di era digital, proses katekese mengintegrasikan budaya digital dan dapat menggunakan teknologi digital atau wahana virtual sebagai sarana untuk berkatekese.Pada tahun 2014, sosialisasi dan pelatihan berkatekese di era digital difokuskan untuk para guru agama katolik di sekolah, yang telah terlaksana diberbagai tempat dan lembaga sekolah. Sosialisasi dan pelatihan katekese digital juga dilaksanakan bagi para pendamping kelompok-kelompok kategorial yang tergabung dalam komisi keluarga se-Indonesia. Pertemuan ini, bekerja sama dengan Komisi Keluarga, yang berlangsung di Puri Avia Bogor.

d. Penyusunan Modul Katekese di Era Digital
Terbitnya modul ini diharapkan dapat mencerahkan seluruh umat tentang pentingnya memahami dan menyadari berkembangnya sarana komunikasi digital serta pengaruhnya dalam kehidupan sehari-hari. Juga keterkaitannya dengan tugas pewartaan Gereja, agar para pewarta dapat merencanakan suatu bentuk katekese yang tepat guna dalam menjawab kebutuhan Gereja di era digital seperti sekarang ini. Buku ini terdiri dari dua bagian, yang pertama tentang gagasan dasar katekese di era digital, dan bagian kedua berisi tentang modul katekese umat tentang Hidup di Era digital. Modul ini telah selesai disusun dan telah dicetak oleh penerbit Kanisius. Cetakan pertama pada bulan Mei 2014 telah habis dan kini sedang dicetak kembali dengan beberapa perbaikan, setelah mendapat masukan dari rapat pleno Komkat KWI dan para peserta pelatihan katekese digital yang telah berkatekese umat dengan menggunakan modul ini.

III. RENCANA KERJA TAHUN 2015
Rencana Kerja Komkat KWI tahun 2015 adalah sebagai berikut:Sosialisasi hasil PKKI X dan pelatihan berkatekese di era digital, Sosialisasi dan Pelatihan untuk para guru PAK dan Budiperkerti, Pernas Katekis 2015, Penerbitan Buku Pendalaman Iman, Mengambil bagian dalam kegiatan antar komisi, Persiapan PKKI-XI

IV. PENUTUP
Secara umum semua kegiatan yang menjadi fokus Komkat KWI tahun ini dapat terlaksana dengan baik. Namun demikian ada beberapa tantangan dan hambatan yang kami hadapi, misalnya: menyangkut kurikulum 2013, buku guru maupun siswa yang telah dijanjikan pemerintah belum sampai di tangan guru maupun siswa. Hal ini sangat mengganggu proses pembelajaran setiap sekolah yang telah diwajibkan melaksanakan kurikulum. Masih begitu banyak para guru yang belum menerima sosialisasi dan pelatihan tentang kurikulum baru ini. Kemudian dalam pertemuan Dosen kateketik, sangat disayangkan bahwa belum bisa diikuti semua dosen kateketik, dengan alasan yang bervariasi, termasuk masalah waktu yang bertepatan dengan akreditasi. Semoga pertemuan selanjutnya bisa mengalokasikan waktu yang tepat. Demikian juga dalam sosialisasi dan pelatihan katekese digital, masih banyak para imam dan katekis yang memandang bahwa katekese digital belum mendesak untuk dilaksanakan, katekese digital hanya bisa dilaksanakan di pulau Jawa saja.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *