Bertempat di Aula Sekolah Tinggi Pastoral (STIPAS), Palangkaraya, hadir kurang-lebih 250, guru dan calon guru agama Katolik (katekis) mengikuti pekan Katekese Pastoral. Para peserta tersebut sebagian besar adalah calon wisudawan-wisudawati dan sebagian lainnya adalah para alumni STIPAS yang sudah berkarya di seluruh wilayah keuskupan Palangkaraya, para mahasiswa/i di lembaga pendidikan tersebut serta para ketua Komisi Kateketik Regio Kalimantan. Kegiatan yang berlangsung dari tanggal 8 s.d. 11 Oktober 2014, diawali dengan retret (2 hari sebelumnya) untuk para calon wisudawan/i, dilanjutkan dengan workshop tentang kurikulum 2013 dan katekese era digital. Puncak dari acara ini adalah wisudah sarjana baru katekis.
Mgr. Sutrisno, pada kotbah misa pembukaan serta pada acara seremonial pembukaan workshop menandaskan bahwa pekan studi katekese – pastoral ini hendaknya dijadikan momentum yang sangat penting untuk merefleksikan perjalanan karya kita sebagai katekis, atau calon. Hendaknya setiap peserta saling menguatkan satu dengan yang lain melalui sharing pengalaman berpastoral.
Acara workshop diawali dengan sharing tentang karya katekese oleh para ketua Komisi Kateketik se-regio Kalimantan. Dari laporan para ketua Komkat regio Kalimantan (minus Komkat Banjarmasin, Samarinda, Tanjung Selor, dan Sanggau), terungkap banyak keprihatinan, sekaligus menjadi tantangan untuk karya katekese-pastoral bagi Gereja Kalimantan pada masa mendatang.
Workshop Kurikulum 2013 dan Katekese pada Era Digital dibawakan oleh P. Leo Sugiono, MSC dan Bp.Daniel Boli Kotan dari Komisi Kateketik KWI. Berkaitan dengan kurikulum 2013, peserta selain memperoleh paparan tentang desain kurikulum 2013, sistem penilaian dan rancangan Perencanaan pembelajaran (RPP), para peserta juga langsung praktik menyusun RPP yang kemudian dipresentasikan pada pleno umum untuk mendapat masukan perbaikan dari para narasumber dan peserta lainnya. (DBK).

