Renungan Minggu Adven Ke 2, 7 Desember 2025

Kita memasuki Minggu Adven Kedua, masa yang mendekat dan penuh harapan, kita disadarkan lagi untuk mempersiapkan jalan bagi Tuhan yang datang.
Bacaan-bacaan hari ini merangkai sebuah kisah yang bergerak dari nubuat kuno tentang kedatangan Mesias, panggilan Paulus untuk hidup dalam keselarasan dan harapan hingga seruan mendesak untuk pertobatan.

Bacaan dari Kitab Yesaya memberikan kita gambaran penuh harapan tentang Mesias yang akan datang. Yesaya menubuatkan bahwa dari tunggul Isai, akan muncul Tunas, dan dari akarnya akan tumbuh Cabang.

Tunas ini dipenuhi Roh Tuhan, yaitu Roh hikmat dan pengertian, Roh nasihat dan keperkasaan, Roh pengenalan dan takut akan Tuhan. ini adalah buah-buah Roh yang penting dan harus diusahakan, supaya kita bisa menjadi manusia yang adil dan berguna.
Ia tidak akan menghakimi berdasarkan apa yang dilihat mata-Nya atau memutuskan berdasarkan apa yang didengar telinga-Nya; melainkan dengan kebenaran. Nubuat Yesaya ini menampilkan lanjutan yang menyadarkan kita bahwa dengan buah-buah Roh kita mampu bertindak secara benar dan tepat.

Puncak dari nubuat ini adalah visi tentang perdamaian universal, sebuah gambaran yang kita kenal dari masa Adven. Nubuat ini mengingatkan kita, bahwa kedatangan Mesias bukan hanya mendatangkan sukacita, tetapi juga damai sejahtera yang melingkupi semua, karena Dia adalah Raja Semesta alam yang telah kita rayakan sebelum masa adven dimulai.

Surat Rasul Paulus kepada jemaat di Roma menghubungkan nubuat kuno dengan pemenuhannya seperti nubuat Yesaya dalam bacaan pertama. Rasul Paulus menegaskan bahwa segala sesuatu yang tertulis dalam Kitab Suci adalah untuk pengajaran kita, supaya kita memiliki pengharapan karena sabda Allah dan penghiburan dari Kitab Suci. Rasul Paulus mendorong kita untuk hidup selaras satu sama lain, sesuai dengan kehendak Kristus, sehingga kita dapat memuliakan Allah Bapa, Allah Putra dan Allah Roh Kudus dengan satu suara.Harapan kita dalam Adven adalah harapan yang menyatukan, yang melampaui perbedaan, dan yang berakar pada janji Allah yang setia.

Injil Matius menghadirkan sosok Yohanes Pembaptis yang muncul di padang gurun Yudea dengan satu seruan tunggal: “Bertobatlah, sebab Kerajaan Surga sudah dekat!”
Banyak orang datang kepadanya untuk dibaptis di Sungai Yordan, namun, Yohanes tidak segan menegur mereka yang datang tanpa ketulusan hati, terutama orang Farisi dan Saduki.

Dia mengingatkan bahwa hubungan darah dengan Abraham tidak cukup untuk keselamatan dibutuhkan juga perubahan hati yang nyata. Yohanes adalah jembatan antara Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Dia mempersiapkan kita untuk menerima Dia yang lebih berkuasa.

Seruan Yohanes Pembaptis untuk “mempersiapkan jalan Tuhan” adalah juga seruan bagi kita, bagaimana kita bisa meluruskan jalan-jalan di padang gurun kehidupan kita yang sibuk dan penuh tantangan. Dan hal pertama yang penting untuk dilakukan adalah bertobat. Pertobatan merupakan pintu masuk kita untuk mempersiapkan diri dan rohani kita untuk menyambut Tuhan yang akan datang.

Jika kita menyimpan dendam, itu adalah jalan berliku yang perlu diluruskan.
Jika kita mengabaikan yang membutuhkan, itu adalah ketidakadilan yang harus diperbaiki, agar keadilan Mesias dapat bersemi di hati kita.
Jika kita hidup dalam kekacauan, perpecahan, iri hati maka kita akan gagal menyambut satu sama lain seperti Kristus menyambut kita.

Mempersiapkan jalan, berarti membuka diri dan membiarkan Roh Allah yang kudus menyingkirkan kebiasaan buruk, pikiran negatif, dan keterikatan duniawi berlebih, dengan terlebih dahulu kita menyadari dan mengakuinya, bukan karena Allah tidak tahu tetapi karena Ia ingin kita membuka diri kita.

Mari kita berseru ke dalam diri kita, sudahkan saya memperbaiki diri saya? berseru kepada diri kita, apakah saya memperbaiki hubunganku dengan sesama? Berseru pada diri kita, apakah saya siap mengakui kelemahan saya?

Tuhan selalu siap memulihkan kita. mari kita memperbaiki diri kita demi kebaikan hidup dunia dan akhirat. Amin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *