Paus Fransiskus bergabung secara virtual dengan tujuh orang muda penyandang cacat dan berkebutuhan khusus di Google Hangout untuk kedua kalinya sebagai Paus untuk berbagi nasehat, dorongan dan bercanda.
“Masing-masing kita memiliki harta,” kata Paus kepada orang-orang muda tersebut selama sesi Kamis di Google Hangout-nya.
Dia mengatakan ketika “kita berbagi harta kita sendiri dengan orang lain, harta itu akan diperoleh lagi secara berlipat ganda berasal dari orang lain”.
“Apa yang ingin saya katakan adalah harta yang masing-masing Anda miliki tidak boleh disembunyikan. Kadang-kadang Anda harus melakukan sedikit permainan berburu harta karun. Tapi begitu Anda menemukannya, berbagilah, karena ketika Anda berbagi, Anda akan menerima harta dari orang lain.”
Dia mendorong kaum muda untuk terus maju, seraya mengatakan bahwa apa yang mereka lakukan “membantu kita semua memahami bahwa hidup adalah harta yang indah, tapi hanya masuk akal jika kita membagikannya”.
Ketujuh orang muda yang berpartisipasi dalam sesi Google Hangout dengan Paus Fransiskus berasal dari seluruh penjuru dunia, termasuk Spanyol, India, Brasil dan Amerika Serikat.
Setiap peserta memiliki kesempatan berbicara secara spontan kepada Paus tanpa teks tentang diri mereka sendiri dan cara mereka menggunakan teknologi untuk membantu mereka yang cacat.
Kemudian Paus Fransiskus merespons masing-masing mereka, dan berbicara sebentar satu persatu tentang harta masing-masing yang mereka miliki.
Percakapan itu termasuk pesan serius, dan juga bercanda.
Ketika ditanya oleh Alicia berusia 17 tahun dari Spanyol jika ia suka mengambil gambar Paus dan men-download-nya ke komputer, Paus Fransiskus menjawab dengan bercanda, seraya mengatakan “terus terang, saya seperti boneka dengan mesin. Saya tidak tahu bagaimana bekerja dengan komputer.”
Yesaya, yang bergabung dari Nebraska, meminta Paus apa yang dia lakukan ketika ia menghadapi sesuatu yang sulit. Paus menjawab dengan mengatakan bahwa “pertama-tama saya mencoba untuk tidak marah. (Saya mencoba) bersikap tenang”. “Setelah itu saya mencoba mencari cara untuk mengatasinya. Dan jika saya tidak bisa mengatasi, saya bertahan sampai saya melihat cara mengatasi hal itu,” katanya. “Kita tidak boleh takut. Kita semua mampu mengatasi (situasi sulit). Kita hanya perlu waktu untuk memahami, kecerdasan untuk mencari jalan dan keberanian untuk maju. Tapi, jangan pernah takut.”
Sumber: ucanews.com

