Bacaan I :Ul 18:15-20
Bacaan II :1 Kor 7:32-35
Bacaan Injil: Mrk 1:21-28
Dlam Injil hari minggu ini kita mendengar bagaimana Yesus mengusir setan dari seorang penduduk Kapernaum.Dan setan memang terusir.Tidak mungkin di mana ada Yesus setan bisa berada.Dengan kedatangan Yesus, Yang Kudus dari Allah, setan dan kekuasaan-Nya semakin terdesak.Injil hari minggu ini mengatakan cukup jelas kepada kita bahwa kekuasaan dan kerajaan setan semakin dipojokkan oleh datangnya Yesus, yang mulai mendirikan Kerajaan Allah di bumi ini.
Perjuangan Yesus merupakan perjuangan melawan kekuatan jahat yang menuntut kewaspadaan dan terutama hubungan dengan Allah sebagai sumber kekuatan. Perjuangan seperti ini menuntut seluruh kehidupan! Baru dalam kematian-Nya Yesus diakui sebagai orang yang diurapi Allah (Mrk 15:39).
Dengan pengusiran roh jahat itu, tampillah wajah Yesus yang sebenarnya. Pernyataan roh jahat, “Aku tahu siapakah Engkau: Yang Kudus dari Allah”, merupakan penegasan pengakuan yang menunjukkan kekuasaan Yesus berasal dari Allah. Orang yang memiliki kekuasaan penuh atas kejahatan adalah tokoh ilahi, tokoh yang dekat dengan Allah.
Kerajaan Allah yang diwartakan Yesus adalah Kerajaan kebaikan, kasih dan perhatian.Kejahatan tidak boleh bercokol di dalamnya.
Kiranya jelas untuk kita bahwa untuk mengusir setan tak ada cara lain daripada membuka diri dari lingkungan kita untuk kehadiran Tuhan. Hanya Tuhan yang berkuasa mengusir setan.Kalau kita tidak menerima kehadiran Tuhan dalam hidup kita, itu berarti kita mengundang setan masuk dalam lingkungan hidup kita. Setan sebenarnya tidak bisa datang kalau kita tidak mau!! Sebenarnya kitalah yang sering memberi keleluasaan supaya setan masuk ke dalam lingkungan hidup kita dengan menjauhkan Tuhan dari kehidupan kita.Kita berpayah-payah mengusir setan dengan cara-cara yang semakin mengokohkan kehadirannya.
Beberapa saat lalu terjadi di tanah Inggris sepasang suami istri Clifford membunuh anaknya Samantha, seorang gadis cilik yang manis berumur 8 tahun. Mereka membunuh anaknya dengan sebuah gunting, walaupun mereka sangat mencintai anaknya.Mengapa mereka membunuh anaknya?Sebabnya ialah karena mereka mengira setan telah memasuki diri anaknya.Untuk mengusir setan itu, biarlah anaknya dikorbankan.
Kita memang selalu takut setan.Kita mau supaya setan selalu jauh dari kita. Di desa-desa kita, masih banyak orang yang berhala, membawa korban kepada nenek moyang, supaya para arwah leluhur itu mengusir jauh-jauh setan dari lingkungan desa atau rumah mereka. Tetapi adakah dengan cara-cara ini setan dapat diusir dari lingkungan kita??
Setan rupanya senantiasa berusaha untuk memasuki dunia dengan segala cara.
Diceriterakan bahwa ketika nabi Nuh mau menanam anggur, setan yang senantiasa ingin tahu bertanya kepada Nuh, apa gunanya menanam anggur itu. Nabi Nuh menjawab: “Buah anggur itu enak rasanya. Orang bisa mendapatkan minuman keras dari padanya.Minuman anggur bisa membuat orang sangat senang, melupakan derita hidup!”Lalu setan menawarkan diri untuk tolong menyuburkan buah anggur itu.Setan menyiram pokok anggur itu dengan darah domba, monyet dan babi.
Itu makanya bila seseorang minum sedikit anggur, perilakunya akan manis dan menyenangkan seperti domba. Tetapi kalau ia minum agak banyak, lalu perilakunya akan menjadi seperti perilaku monyet. Kalau ia minum terlalu banyak, maka ia akan menjadi seperti babi!
Sekali lagi: Setan dan ulahnya akan memasuki dunia kita dengan segala cara.
Hanya ada satu cara untuk mengusirnya, yaitu menerima Kristus dan warta-Nya tentang Kerajaan Allah ke dalam diri dan dunia kita.
Sumber: Buku Homili Tahun B, oleh Rm. Yosef Lalu, Pr,
Penerbit Komkat KWI – Jakarta

