Katekese Paus Fransiskus: Mendengarkan dan Saling Menyambut Kehadiran Satu Sama yang Lain

paus welcome.jpg

Paus Fransiskus sebelum membacakan doa Maria (saat doa angelus) pada hari Minggu (17/7/16) di Basilika St. Petrus, kota Vatikan mengajak para peziarah dan pengunjung yang hadir untuk menghayati pentingnya sikap saling mendengar dan saling menyambut satu sama lain. Bapa Suci, demikian siaran radio Vatikan, berbicara tentang pentingnya keramahtamahan. Paus menyebut keramahtamahan sebagai kebajikan Kristen sejati namun kadang-kadang dunia mengabaikannya.

Paus Fransiskus terinspirasi dari bacaan Injil Lukas hari Minggu yang menceritakan tentang Yesus diterima atau disambut di rumah dua bersaudara Marta dan Maria. Mereka berdua (Marta dan Maria) menawarkan keramahan dengan cara yang berbeda. Martha sedang sibuk mempersiapkan banyak hal (material) sementara Maria tetap duduk untuk mendengarkan kata-kata Yesus. Ketika Martha protes bahwa dia harus melakukan segala sesuatu, Yesus mengingatkan dia bahwa untuk menyambutnya banyak hal (materi duniawi) tidak diperlukan; memang, hanya satu hal yang diperlukan, kata Paus Fransiskus, yaitu mendengarkan Yesus, ” menunjukkan kepadanya sikap persaudaraan, sehingga ia merasa apa rasanya menjadi bagian dari keluarga, dan tidak di tempat penampungan sementara.”

Menempatkan bacaan Injil dalam konteks kehidupan saat ini, Paus Fransiskus memberi contoh. Ada banyak orang tinggal di panti jompo dan rumah penginapan (penampungan), tetapi tidak selalu di tempat ini keramahan dipraktekkan secara nyata. ” Beberapa lembaga yang melayani orang dari berbagai jenis penyakit, kesepian, dan marginalisasi tetapi kita kurang menemukan orang yang bersedia untuk mendengarkan mereka yang asing, terpinggirkan itu”

Paus mengingatkan bahwa kita dengan berbagai dimamika kehidupan, dengan berbagai masalah besar dan kecil, sehingga kurang meluangkan waktu untuk mendengarkan satu sama lain. Pada akhir wejangannya, Paus Fransiskus mengundang semua orang untuk mendedikasikan lebih banyak waktu untuk mendengarkan karena menurut Sri Paus, akar perdamaian adalah dalam kapasitas untuk saling mendengarkan! (Berita Radio Vatikan, terj. Daniel Boli Kotan).

Sumber: en.radiovaticana.va/news/2016/07/17/
Gambar: radiovaticana.va

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *