Bacaan: Yer. 20:7-9; Rm. 12:1-2; Mat. 16:21-27.
Untuk menjadi anggota suatu kelompok atau organisasi selalu memenuhi sejumlah persyaratan. Menjadi pegawai entah swasta atau negri orang harus lulus seleksi dengan sejumlah persyaratan. Untuk masuk suatu lembaga pendidikan/sekolah tingkat manapun sejumlah syarat harus dipenuhi, Jika tidak ia tidak lolos dan tidak pantas, ditolak atau tidak diterima. Mengapa ada syarat dan tuntutan demikian? Karena dibutuhkan mutu atau kualitas dari para calon. Dengan demikian, orang akan dengan sungguh-sungguh menjadi pribadi yang berkualitas dalam karya, pelayanan, pendidikan maupun dalam hidup.
Menjadi murid dan pengikut Yesus, juga ada tuntutan dan syarat yang harus dipenuhi oleh para murid dan pengikut-Nya. Bila tidak memenuhi syarat ini, ia tidak pantas menjadi menjadi murid dan pengikut Yesus yang berkualitas. Injil hari ini menampilkan tuntutan Yesus sebagai syarat menjadi murid atau pengikut-Nya. Syarat itu adalah: menyangkal diri, memikul salib dan mengikuti Dia. “Setiap orang yang mau mengikuti Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya, dan mengikuti Aku” (Mat. 16:24).
Menyangkal diri berarti mengatakan “tidak” kepada diri sendiri dan “ya” kepada Allah. Menyangkal diri berarti harus melupakan dirinya sendiri dan menjadikan Allah hal yang paling penting dalam hidup. Allah menjadi segalanya. Selanjutnya, memikul salib berarti berkorban, tabah, rela menderita dan bersedia meninggalkan segala kesenangan serta kenikmatan hidup karena telah mengikuti Kristus.
Salib bagi sementara orang adalah beban. Karena itu orang berusaha untuk mengelakannya, menghindar dan tak mau menerimanya. Tapi bagi murid dan pengikut Yesus, salib adalah bagian yang tak terpisahkan dari seorang murid Yesus. Jalan Yesus adalah jalan salib, jalan penderitaan. Tuntutan dan syarat ini memang tidak mudah. Menyangkal diri dan memikul salib setiap hari, mau mengatakan bahwa tiada kemuliaan tanpa salib dan penderitaan, tiada kebangkitan tanpa kematian dan tiada keberhasilan tanpa pengorbanan. Inilah jalan yang ditempuh Yesus, dan karena itu juga wajib hukumnya bagi setiap murid dan pengikut Yesus. Karena hanya dengan itu kemuliaan dan kebahagiaan dapat diraih. Orang tidak bisa menggunakan jalan pintas dengan cara memperoleh kebahagiaan tanpa usaha, mau kaya dengan cara mencuri atau korupsi dan menipu, mau berhasil dengan cara nyontek.
Semoga kita menjadi murid dan pengikut yang berkualitas dengan memenuhi syarat ini, menyangkal diri dan memikul salib setiap hari dengan sukacita sambil berjalan bersama Yesus yang telah menunjukkan jalan itu bagi kita. Tidak ada jalan lain dan tidak ada pilihan lain. Karena hanya dengan begitu kita memperoleh kemuliaan dan kebahagiaan. Tuhan memberkati kita.
*****
Ditulis oleh Rm. Frans Emanuel Da Santo, Pr; Sekretaris Komkat KWI

