Bimtek Kurikulum 13, Pendidikan Agama Katolik di Keuskupan Sintang

Peserta Bimtek Sintang

Komisi Kateketik KWI, bekerja sama dengan Komisi Kateketik Keuskupan Sintang mengadakan kegiatan bimbingan teknis (Bimtek) atau worksop kurikulum 2013 di kabupaten Melawi (20-21 okt) dan kabupaten Sintang(22-23 Okt). Kedua kebupaten ini berada dalam Keuskupan Sintang. Kegiatan Bimtek di kabupaten Melawi diadakan di rumah retret paroki di desa blimbing, sekitar 25 km dari paroki yang berada di kota Nangapino, ibu kota kabupaten Melawi.Sementara untuk kabupaten Sintang, kegiatan diselenggarakan di gedung aula pastoran gereja Katedral Keuskupan Sintang.

Pembukaan kegiatan Bimtek di Melawi dibuka oleh Bupati Melawi, Bp. Panji. Dalam sambutannnya, pak bupati menekankan pentingnya peran guru agama katolik baik dalam dunia pendidikan maupun dalam kehidupan masyarakat. Guru adalah orang yang harus menjadi panutan dalam kehidupan masyarakat, apalagi seorang guru agama yang memiliki nilai plus dalam urusan moralitas. Romo M Suwito, Ketua Komkat Keuskupan Sintang, sekaligus wakil regio Kalimantan dalam sambutan pembukaan menandasakan tentang peran penting guru agama Katolik dalam lehidupan menggereja dan hidup bermasyarakat. Guru agama katolik, demikian Romo Wito hendaknya memiliki semangat pelayanan yang tinggi selain memiliki profesionalitas yang baik. Banyak guru agama Katolik yang setelah menjadi PNS kurang terlibat aktif dalam kegiatan pembinaan iman umat (katekese) di paroki atau di lingkungan. Karena itu semangat, atau spiritualitas gru agama Katolik perlu dihidupkan kembali.

Bimtek Kurikulum 2013 menghadirkan dua narasumber dari tim kurikulum Komisi Kateketik KWI yaitu Bp Daniel Boli Kotan dan bp. Yohanes Sulis. materi yang diberikan adalah filosofi kurikulum 2013, desain kurikulum, sistem penilaian hasil belajar, rencana pembelajaran, teknik penyusunan soal-soal USBN, dan gerakan literasi sekolah.

Dalam sesi diskusi, baik itu Bimtek Melawi maupun Bimtek Sintang, para guru agama katolik merasa kesulitan mendapatkan buku teks pelajaran Pendidikan Agama katolik di sekolah. Berkaitan dengan masalah ini, narasumber menjelaskan bahwa ketidaksiapan buku pelajaran agama katolik itu hampir merata di seluruh Indonesia. Untuk mengatasi masalah tersebut maka Komkat KWI bekerja sama dengan penerbit Kanisius Yogyakarta menyusun buku PAK yang baru sesuai kurikulum 2013. Buku-buku tersebut telah siap dan para guru dapat menggunakannya.

Peserta pelatihan dalam kesan dan pesannya menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan pelatihan terbaik yang mereka alami. Bahkan sebagian besar peserta belum pernah mengikuti diklat kurikulum. Kesannya bahwa kegiatan ini sangat berguna dan bahkan membuka tabir kegelapan kurikulum 2013 yang sudah beberapa tahun berlangsung. Peserta berharap kegiatan ini tidak hanya satu kali tetapi bisa dilakukan beberapa kali untuk meningkatkan keterampilan dan profesionalitas guru agama katolik yang berada di Kalimantan Barat. (DBK)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *