Bacaan I :2 Taw 36:14-16.19-23
Bacaan II :Ef 2:4-10
Bacaan Injil : Yoh 3:14-21
Ada sebuah gua dalam tanah yang sungguh gelap gulita. Gua itu belum pernah melihat terang atau cahaya. Oleh karena itu ia tidak tahu dan tidak mengerti apa itu cahaya. Pada suatu saat matahari mengundangnya untuk keluar dari dalam tanah, mengunjunginya supaya ia bisa mengenal apa itu cahaya. Si gua memenuhi undangan itu. Ketika dia tiba di matahari, ia sangat kagum dan heran karena ia belum pernah melihat cahaya sebelumnya. Ia merasa sungguh senang dan bahagia.
Gua itu merasa undangan si matahari perlu dibalasnya. Ia merasa berhutang budi. Ia pun mengundang matahari turun untuk mengunjunginya pada suatu saat nanti. Matahari pun memenuhi undangan sahabatnya itu. Pada suatu saat sahabatnya matahari datang dengan cahayanya yang terang benderang. Gua itu kaget setengah mati karena kegelapan yang biasa menyelimutinya tiba-tiba menghilang. Gua itu merasa bahagia karena dia menyadari dirinya menjadi terang, berbentuk dan berwarna! Ia menjadi lebih jelas!! Sejak saat itu banyak orang datang mengunjungi dan mengaguminya. Terang telah membuat dia berubah!.
Gua gelap membutuhkan terang. Kita manusia pun membutuhkan terang. Kota-kota membutuhkan terang. Suatu kota tanpa terang merupakan bencana. Bayangkan saja lampu lalu lintas di suatu kota tiba-tiba mati. Mungkin akan terjadi banyak bencana tabrakan.
***
Dalam perjalanan hidup kita, juga ada lampu atau terang yang membimbing jalan hidup kita. Lampu atau terang itu mengarahkan jalan hidup kita secara tepat. Dan terang hidup kita ialah Kristus.
Dalam Perjanjian Lama Kristus dilambangkan dengan ular yang ditinggikan oleh Musa pada sebatang tiang. Yang memandang ular itu selamat dan tidak mati. Supaya kita selamat kita harus melihat dan beriman kepada Kristus. Beriman kepada Kristus berarti kita harus menerima Dia sebagai yang lahir dari atas, dari Allah. Dan Dia akan menarik kita ke atas. Tidak percaya kepada Kristus sama dengan menghukum dirinya sendiri. Sebab dengan tidak percaya itu kita memutuskan hubungan kita dengan sumber kehidupan dan dengan sendirinya menuju kematian.
Kristus yang ditinggikan adalah Terang yang membawa arah dan menunjuk jalan kepada keselamatan. Ia membuat warna-warni kehidupan menjadi jelas. Kita yang mengikuti dan percaya kepada Yesus diharapkan pula melancarkan terang kepada keluarga-keluarga dan lingkungan, agar manusia lain dibebaskan dari kegelapan!! Terang itu harus bisa memberi terang, memberi arti dan arah bagi kehidupan manusia, juga di dalam penderitaan dan kesulitan-kesulitan mereka! Itu tugas dari terang.
Kristus itu terang dunia. Kita para pengikut-Nya dipanggil pula untuk menjadi terang bagi dunia, bagi sesama. Ia pernah berkata: “Kamu adalah garam dan terang” Kita hendaknya berusaha untuk mewujudkan harapan Kristus itu. Tidak perlu dengan perbuatan-perbuatan besar, tetapi dengan perbuatan-perbuatan kecil yang sederhana.
Diceriterakan bahwa seorang pelukis bertemu dengan temannya yang sedang sedih. Temannya itu seperti sangat tertekan dan putus asa oleh beban hidup. Untuk menghibur temannya itu, si pelukis mengajak temannya itu supaya ia mau dilukis olehnya. Lalu ia mulai melukis. Lukisan itu agak berbeda dengan penampilan temannya. Dalam lukisan itu wajah temannya nampak ceria, kepalanya tegak, dadanya tegap, matanya bersinar penuh harapan dan mulut tersenyum penuh keyakinan. Sesudah selesai melukis, ia menyodorkan lukisan itu kepada temannya sambil berkata: “Ini salah satu lukisanku yang terbaik!!” Temannya sebentar mengamati lukisan itu, agak tertegun, dan kemudian berkata: “Kamu pikir saya seperti itu?”
“Ya!” jawab si pelukis. Lalu temannya dengan mantap berkata: “Kalau begitu, demi Tuhan, saya akan coba!”.
Si pelukis itu telah menjadi terang bagi temannya di jalan hidupnya.
Sekali lagi: untuk menjadi terang bagi sesama perbuatan-perbuatan kecil mungkin sudah memadai. Misalnya jika kita bisa tersenyum kepada orang lain. Senyuman sama sekali tidak merugikan kita, tetapi memberi kepada sesama yang luar biasa. Senyum memperkaya orang yang menerima, tanpa menjadikan orang yang memberikannya lebih miskin. Senyum hanya memerlukan waktu sebentar, namun ingatan akan senyuman itu bisa tinggal selamanya. Senyuman menciptakan kebahagiaan dalam pergaulan, memupuk kemauan baik dalam bekerja dan merupakan simbol persahabatan. Senyuman membuat orang yang lelah merasa santai, menguatkan orang yang putus asa, memberi kehangatan kepada orang yang sedih, dan merupakan obat bagi yang bermasalah. Tapi senyuman tak dapat dibeli, diminta, dipinjam ataupun dicuri, karena senyuman adalah sesuatu yang tidak berharga kecuali kepada dia yang kita mau berikan…..Jadi tersenyumlah……terang akan berkedip dalam kehidupan sesama kita!nn

