Ketika pluralisme tidak dihargai banyak orang di Indonesia, apa yang salah dengan — dan dalam — sistem pendidikan agama? Apakah pendidikan agama selama ini sia-sia tanpa pengaruh terhadap anak didik? Pendidikan agama macam apakah yang mampu menumbuhkan sikap menghargai pluralisme? Melalui pendidikan agama, nilai-nilai apa yang perlu ditumbuhkan pada anak didik agar ia menghargai pluralisme?
Untuk memperkaya wawasan kependidikan kita, khususnya para guru agama tentang bagaimana mendesain sebuah pembelajaran berwawasan pluralisme untuk menciptakan kerukunan hidup antar-umat beragama, maka berikut ini kami cuplik tulisan budayawan Kautsar Azhari Noer tentang Pluralisme dan Pendidikan di Indonesia; “Menggugat Ketidakberdayaan Sistem Pendidikan Agama” dalam buku ” Pluralisme, Konflik dan Pendidikan Agama di Indonesia”, oleh Th.Sumartana, dkk, yang diterbitkkan oleh Interfidei, Yogyakarta tahun 2001 (DBK).

