Renungan Sabtu Suci: “Habis Gelap, Terbitlah Terang”

Bacaan: Mrk. 16:1-7.

Malam ini adalah malam penuh sukacita dengan upacara cahaya. Cahaya kebangkitan Tuhan Yesus Kristus yang telah mengalahkan kegelapan maut dan dosa. Cahaya yang menghalau segala macam kegelapan hidup manusia, entah dosa, derita, kegagalan, tak ada harapan, putus asa, hilang harapan dan sebagainya. Cahaya kebangkitan Kristus telah memberikan suatu harapan baru, suatu janji, suatu kebahagiaan yang luar biasa dan istimewa. Bahwa segala kesulitan dan kegagalan dalam hidup, bisa saja membuat kita kecewa dan putus asa; malah terkadang kita mempertanyakan keterlibatan dan campurtangan Allah dengan kehadiarn-Nya dalam kehidupan kita yang sering gelap dan tak berpengharapan. Bagi Tuhan, tidak ada jalan buntu.

Malam ini kita bermandikan cahaya kebangkitan karena Kristus yang bangkit telah mengalahkan kegelapan hidup kita. Dia bangkit. Dia hidup. Dia yang hidup di antara orang-orang mati. Maka baiklah kalau saat ini kita membiarkan diri kita, hati dan hidup kita, tingkah laku kita “dibakar” oleh terang cahaya Kristus dari lilin kebangkitan-Nya dan membiarkan diri “dicuci” dan “direciki” dan dibersihkan oleh air suci yang pada malam ini direciki ke atas kita; agar malam sukacita ini menjadi malam terindah karena Yesus bangkit, Ia telah mengalahkan kematian, Ia telah mengalahkan dunia. Cahaya-Nya menembus hati, hidup dan segala sudut kehidupan kita yang gelap.

Bacaan-bacaan malam ini mengajak kita untuk semakin menghayati peran Allah dalam seluruh hidup kita sebagai orang beriman. Allah pencipta dan pemilik kehidupan, memanggil kita untuk mengalami kebaikan dan kasih-Nya yang luar biasa. Kepada kita makhluk ciptaan-Nya yang paling istimewa diberi-Nya kuasa atas dunia dan segala isinya. Dalam kejatuhan dan dosa, kita diajak untuk bangkit mengalami Allah yang penuh belaskasih, yang rela mengutus Putera-Nya menebus dan menyelamatkan kita. Dan seperti bangsa Israel yang dibebaskan dari perbudakan Mesir dan diselamatkan melewati laut merah, kita pun telah dibenamkan dan dibersihkan dalam air pembaptisan untuk mengalami karya keselamatan Allah. Dan menjadi nyata dalam penebusan oleh sengsara, wafat dan kebangkitan Kristus. Kita bersyukur atas karya besar Allah yang sungguh istimewa bagi kita. Dari gelap menuju terang-Nya. Seperti cahaya lilin paskah, yang lebur dan memberi terang, semoga dengan peristiwa malam ini, kitapun berani lebur dalam kasih dan kebangkitan Kristus, agar memberi sukacita dan damai bagi orang-orang di sekitar kita. Kita menjadi manusia baru, yang beralih dari kegelapan menuju terang cahaya kebangkitan.

Kristus bangkit, Kristus jaya, Kristus mulia. Dan dengan penuh sukacita kita merayakan malam ini dengan semangat baru, karena kita telah dibaharui, ditebus dan diselamatkan, menjadi baru, menjadi terang, cahaya bagi orang lain. Dengan demikian kita dapat menjumpai Kristus yang bangkit di Galilea hidup dan keluarga kita, di komunitas dan tempat kerja kita. Di sana kita mengalami perjumpaan dengan Kristus yang bangkit. Alleluia. ***

 

Rm. Fransiskus Emanuel da Santo, Pr; Sekretaris Komkat KWI.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *