Pada tgl 5 Juni 2005, Paus Benediktus XVI berbicara tentang pengabdian kepada Hati Kudus Yesus ketika ia memimpin doa Angelus.
“Dalam bahasa alkitabiah, ‘hati’ menunjukkan pusat orang di mana sentimen dan niatnya tinggal,” katanya. “Di Hati Penebus kita memuja kasih Allah bagi umat manusia, kehendak Allah untuk keselamatan universal, kemurahan-Nya yang tak terbatas.”
“Oleh karena itu, berlatih devosi kepada Hati Kudus Kristus berarti memuja Hati yang, setelah mencintai kita sampai akhir, ditusuk oleh tombak dan dari atas kayu Salib dicurahkan darah dan air, sumber kehidupan baru yang tidak ada habisnya,” demikian kata Paus Benediktus XVI .
Akar Pengabdian Kepada Hati Kudus
Awal dari pengabdian ini dapat ditelusuri kembali ke para Bapa Gereja termasuk St Ambrosius, St Jerome, St Augustine, St Irenaeus, St Hippolytus dari Roma dan St Justin Martyr. Pada abad ke-11, pengabdian ini diperbarui dalam tulisan biara-biara Benedictine dan Cistercian. Salah satu contoh terkenal adalah doa “O Sacred Head Surrounded” abad ke-12 yang disusun oleh St Bernard dari Clairvaux.
Dari akhir abad ke-13 hingga ke-16, pengabdian terus menyebar, tetapi sebagian besar tetap menjadi pengabdian pribadi. Perayaan liturgi pertama Hati Kudus dirayakan di Prancis pada tahun 1670 oleh St. John Eudes yang telah meminta persetujuan dari Uskup setempat. Namun, mempopulerkan pengabdian zaman modern ini terkait dengan St Margareta Maria Alacoque, seorang biarawati Perancis yang belajar tentang pengabdian dari serangkaian penampakan Yesus kepadanya antara 1673 dan 1675.
Santa Margareta Maria Alacoque
Dilahirkan pada 1647 di Burgundy, Prancis, Santa Margareta Maria Alacoque adalah anak kelima dari tujuh anak orangtuanya. Pada 1671, ia bergabung dengan sebuah biara, menjadi biarawati yang tertutup dari Ordo Visitasi.
Santa Margareta menerima beberapa wahyu pribadi dari Hati Kudus, yang pertama pada 27 Desember 1673, dan yang terakhir delapan belas bulan kemudian. Wahyu-wahyu ini termasuk bentuk pengabdian yang menguraikan fitur-fitur utamanya, seperti penerimaan Komuni Kudus pada hari Jumat pertama setiap bulan, adorasi Ekaristi pada Jam Suci pada hari Kamis, dan perayaan pesta Hati Kudus Yesus.
Dalam visinya, Santa Margareta Maria juga menerima dua belas janji dari Yesus bagi mereka yang menghormati Hati Kudus-Nya. Beberapa dari mereka termasuk bahwa Yesus akan memberikan penyembah kedamaian, kenyamanan dan kekudusan dan “semua rahmat yang diperlukan untuk kehidupan mereka”, dan memberkati setiap tempat di mana gambar Hati Kudus disingkapkan dan dihormati.
Setelah Santa Margareta wafat pada tahun 1690, pengabdian kepada Hati Kudus terus tumbuh dalam popularitas sebagian karena upaya para Fransiskan dan para Yesuit. Adalah Paus Pius IX yang menjadikan Pesta Hati Kudus sebagai perayaan wajib di Gereja universal, dan hari itu ditetapkan pada hari Jumat setelah Hari Raya Tubuh Kristus.( by Benedict Mayaki, SJ/vaticannews.va/terj. Daniel Boli Kotan).
Oleh Fr. Benedict Mayaki, SJ

