Praedicamus

Guru-Guru Agama Katolik Lembata Mendalami Kurikulum 2013

Komunitas Katekis (Guru Agama Katolik) Dekenat Lembata, Keuskupan Larantuka mengisi waktu liburan akhir tahun ajaran dengan mendalami bersama Kurikulum 2013 (K-13) yang kini sudah mulai diberlakukan secara bertahap di seluruh Indonesia.

Kegiatan yang berlangsung pada tgl. 8 Juli 2016 di gedung SMPN 4 Lamahora, kecamatan Nuba Tukan ini dihadiri sekitar 50 orang katekis (Guru Agama Katolik) dari jenjang SD, SMP dan SMA/SMK . Selain guru agama, hadir pula beberapa Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah. Ketua Komunitas Katekis Dekenat Lembata, Bp. Gregorius Sinu Pegang dalam sambutannya menyatakan bahwa pertemuan ini sangat penting bagi para guru agama katolik untuk mengenal lebih jauh tentang Kurikulum 2013 khususnya untuk matapelajaran Pendidikan Agama Katolik. Meski dalam suasana liburan, para guru ini tetap datang dari berbagai tempat di Lembata, karena merasa penting untuk mendapatkan informasi langsung dari sumber pembuat kurikulum 2013, khususnya mapel Pendidikan Agama Katolik yaitu Komkat KWI - Jakarta.

Workshop K13 untuk Guru-Guru Agama Katolik Keuskupan Bandung

Komisi Kateketik Keuskupan Bandung menyelenggarakan workshop satu hari (11/6/16) Kurikulum 2013 untuk guru-guru Agama Katolik, jenjang SD, SMP dan SMA di Auditorium, gedung Dewan Karya Pastoral Keuskupan Bandung. Guru-guru yang hadir sekitar 60 orang, mereka berasal dari sekolah-sekolah dibawah yayasan-yayasan pendidikan Katolik sekeuskupan. Workshop sehari ini didampingi oleh narasumber dari Komisi Kateketik KWI, P. Leo Sugiyono, MSC dan Daniel Boli Kotan. Materi yang disampaikan oleh kedua narasumber adalah latar belakang pengembangan Kurikulum 2013 termasuk dinamika perubahan atau revisi yang telah dilakukan sejak tahun 2015, filosofi Kurikulum 2013, desain kurikulum 2013, penilaian hasil belajar dan rancangan rencana pembelajaran (RPP).

Umat Katolik meningkatkan iman dengan melindungi lingkungan hidup

Umat Katolik di Sri Lanka merayakan Hari Lingkungan Hidup Sedunia dengan mempromosikan ensiklik Paus Fransiskus, Laudato si’, sebagai cara meningkatkan iman mereka dengan melindungi lingkungan hidup.

Kithu Dana Pubuduwa, gerakan pembaruan Katolik terbesar di Sri Lanka, menyelenggarakan sebuah acara di Sri Prasansa Ramaya di Ragama, Keuskupan Agung Kolombo, 3-5 Juni, untuk fokus pada Laudato si’.

Acara ini terdiri dari pameran, konferensi mini melalui video, teknik budidaya pupuk organik, film pendek dan pementasan budaya.
“Kami membagikan terjemahan ensiklik itu kepada berbagai kelompok untuk membuat ide-ide dan melakukan melalui proses melihat, menilai dan bertindak sehubungan dengan krisis ekologi dan lingkungan yang kita hadapi saat ini,” kata Delryn Wanigaratne, anggota panitia acara tersebut.

Hari Lingkungan Hidup Sedunia, yang ditetapkan oleh Program Lingkungan Hidup Perserikatan Bangsa-Bangsa, diperingati setiap 5 Juni dan bertujuan membantu masyarakat mengambil tindakan untuk melindungi alam dan bumi.

Radio Vatikan: Kekuatan Moral Agama Menanggulangi Masalah Pengungsi dan Iklim Global

Apa kontribusi dari dialog antaragama untuk memerangi perubahan iklim? Menurut Perwakilan Khusus untuk Agama dan Urusan Global Shaun Casey dari Departemen Luar Negeri, AS, banyak hal yang dapat kita sumbangkan! Dalam wawancara dengan Tracey McClure dari Radio Vatikan, (2/5/16) Casey menceritakan keterlibatannya dalam Konferensi Perubahan Iklim PBB di Paris (30 November - 12 Desember 2015) dan bagaimana kantornya tergelitik melihat partisipasi begitu banyak kelompok agama.

"Kami menemukan bahwa di seluruh dunia dan seluruh agama, ada semacam keharusan moral untuk mendorong dunia untuk datang bersama-sama dan mendapatkan konvensi yang kuat untuk sedapat mungkin mengurangi perubahan iklim" kata Casey. "Jadi, kami melakukan banyak pertemuan antar-agama di antara komunitas agama yang mendukung kami untuk mencapai konvensi terbaik dan terkuat untuk menanggulangi bersama perubahan iklim .
Kami menemukan semua agama di dunia memiliki beberapa bentuk organisasi - apakah itu adalah Gereja Katolik, apakah itu Protestan, Ortodoks - Patriark Ekumenis Bartolomeus yang dikenal sebagai patriark 'hijau' karena ia menemukan perubahan iklim sebagai dekade masalah teologis Kristen juga merupakan masalah moral yang kuat.

Cassey juga menandaskan bahwa organisasi-organisasi dalam agama Sikh, Hindu, Muslim yang memiliki kepedulian, perhatian untuk memerangi perubahan iklim. Dialog antar-agama dapat memberikan sumbangan pemikiran bagi para pemimpin negara untuk membuat keputusan bersama dalam upaya menanggulangi perubahan iklim.

Informasi Selengkapnya bacalah berita dari Radio Vatikan berikut ini yang disirakan pada tgl. 2 Juni 2016 melalui situsnya di http://en.radiovaticana.va/news/2016/06/02/ (Daniel Boli Kotan)

Workshop Kurikulum 2013 Tingkat SMP Guru Agama Katolik Se-Propinsi Kalimantan Tengah Di Palangka Raya

Bimas Katolik, Kantor Wilayah Kementerian Agama Propinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menyelanggarakan workshop Kurikulum 2013 selama empat hari (25 s.d. 28 Mei) di hotel Shinta Barito, Palangkaraya. Kegiatan workshop dibuka langsung oleh Pembimas Katolik Kalteng bp. Wilhelmus Ndoa yang dihadiri sekitar 70 guru agama katolik SMP yang datang dari berbagai kabupaten/kota di Kalteng. Dalam pengarahannya, Bp. Wilem menjelaskan tentang comitmen Bimas Katolik Kalteng untuk meningkatkan kualitas guru pendidikan agama Katolik menghadapi pemberlakuan Kurikulum 2013 melalui kegiatan-kegiatan pelatihan atau workshop seperti ini. Karena itu, demikian Pak Wilem, para guru yang datang jauh-jauh dari berbagai daerah di Kalteng hendaknya menggunakan kesempatan yang baik dan langka ini untuk menyerap apa saja yang disampaikan para narasumber kurikulum 2013 yang juga sebagai penyusun kurikulum nasional dan penulis buku teks pelajaran Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti. "Bertanyalah terus apabila anda merasa belum terlalu paham tentang materi tertentu..." demikian pesan Pembimaskat asal Ende Flores ini.

Pages

Subscribe to RSS - Praedicamus