Praedicamus

Workshop Kurikulum 2013 Di Keuskupan Weetebula – Sumba

Komisi Kateketik Keuskupan Weetebula menyelenggarakan workshop Kurikulum 2013, mapel Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti . Kegiatan yang berlangsung di Pusat Pastoral Katikuloku Sumba Tengah ini melibatkan para kepala bidang pendidikan Bimas Katolik Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumba Barat Daya, Sumba Barat, Sumba Tengah dan Sumba Timur. Kegiatan workshop yang berlangsung dari tanggal 26 s.d. 29 April ini dibuka dengan perayaan ekaristi yang dipimpin oleh bapak Uskup Weetebula, Mgr Edmund Woga CSsR didampingi imam-imam co-selebrant, P. Simon Tenda, CSsR (Direktur Puspas), P. Leo Sugiyono, MSC (sekretaris Komkat KWI), serta dua imam lainnya dari Puspas Keuskupan Weetebula.

Workshop Kurikulum 2013 Tingkat Sekolah Dasar Guru Agama Katolik Kalteng Angkatan II

Bimas Katolik Kantor Wilayah Kementerian Agama propinsi Kalimantan Tengah menyelenggarakan Workshop Kurikulum 2013 bagi guru-guru Tingkat Sekolah Dasar Angkatan II se-Kalimantan Tengah. Kegiatan yang berlangsung dari tanggal 20 s.d. 23 April 2016 ini dihadiri 52 peserta guru utusan dari seluruh kabupaten kota di Kalimantan Tengah. Kepala Bimas Katolik Propinsi Kalimantan Tengah, Bp. Wilhelmus Ndoa dalam sambutan dan pengarahannya menjelaskan bahwa tujuan workshop ini adalah untuk meningkatkan kualitas guru agama Katolik yang terampil, kreatif dan inovatif sesuai semangat dan cita-cita kurikulum baru (2013). Peningkatan kualitas SDM (guru) merupakan tanggungjawab semua pihak termasuk pemerintah. Untuk itu Bimas Katolik, Kantor Wilayah Kementerian Agama Kalimantan Tengah secara bertahap mengadakan pendidikan dan pelatihan bagi para guru agama katolik SD, SMP, SMA di propinsi Kalteng.

Menyiapkan Buku Pengayaan Pendidikan Agama Katolik, Kurikulum 2013

Penerbit Kanisius Yogyakarta bekerja sama dengan Komisi Kateketik KWI mengadakan rapat dengan para penulis buku pelajaran pendidikan agama Katolik di Yogyakarta. Pertemuan yang di rumah retret susteran St. Dominikus, Maguwo, dari tanggal 6 dan 7 April ini untuk mendiskusikan tentang bagaimana menyiapkan buku-buku pengayaan pendidikan agama Katolik berdasarkan Kurikulum 2013 K13). Sejak pemberlakuan K13, di lapangan guru-guru mengalami kesulitan memperoleh buku-buku teks pelajaran yang disediakan oleh pemerintah (kemendikbud). Untuk membantu guru-guru dalam menyiapkan kegiatan pembelajaran maka kita perlu menyiapkan buku alternatif yang tetap merujuk pada Kurikulum 2013. Menurut rencana buku-buku ini sudah bisa digunakan pada tahun ajar 2017/2018 (DBK).

Kunjungan Studi Mahasiswa FKIP-IP. Teologi Unika Atma Jaya Jakarta ke Komkat KWI

Sekitar 18 Mahasiswa semester dua dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, program studi Ilmu Pendidikan Teologi, Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Jakarta berkunjung ke sekretariat Komkat KWI dalam rangka studi tentang Sejarah Katekese (pewartaan) Gereja Katolik Indonesia. Dosen pendamping, DR. Yap Fulan pada acara perkenalan menjelaskan bahwa tujuan kehadiran para mahasiswanya di Komkat KWI adalah untuk mendapatkan informasi secara langsung dari sumbernya tentang sejarah katakese Gereja Katolik Indonesia dari dulu hingga sekarang.

Ratusan Instruktur Nasional Siap Melatih Guru

Mendikbud Anies Baswedan sedang memberikan pengarahan
Mendikbud Anies Baswedan mengenakan rompi kepada perwakilan instruktur nasional k13

Sebanyak 598 instruktur nasional siap melatih guru mengenai materi-materi yang terkandung di dalam Kurikulum 2013 yang telah direvisi. Instruktur nasional ini terdiri dari guru, kepala sekolah, pengawas sekolah, widyaiswara, dan dosen.

Hal ini dikemukakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan saat menutup pelatihan Kurikulum 2013 bagi instruktur nasional yang berlangsung selama lima hari. Pelatihan berakhir Kamis (24/3) di Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pegawai Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Sawangan, Depok, Jawa Barat.

Meski pelatihan 52 jam ini sudah berakhir, saya harap proses belajar tetap berlanjut. Kembangkan sebanyak-banyaknya teknik mengajar. Temukan hal yang baru dan bagikan agar bahan yang ada semakin kaya," tutur Anies.

Peserta pelatihan instruktur nasional berjumlah 666 orang. Jumlah ini terdiri dari 120 orang tingkat SD, 135 orang tingkat SMP, 224 orang tingkat SMA, serta 187 orang untuk SMK. Dari seleksi, terpilih 598 orang.

SELAMAT PESTA PASKAH 2016

PIMPINAN DAN STAF KOMISI KATEKETIK KWI
MENGUCAPKAN SELAMAT PESTA PASKAH KEPADA
PARA BAPAK USKUP, PARA IMAM, BRUDER, SUSTER, KATEKIS,
SERTA UMAT KATOLIK DI SELURUH INDONESIA DAN DIMANA SAJA
SEMOGA DENGAN MERAYAKAN PESTA KEBANGKITAN YESUS KRISTUS
KITA SEMUA SEMAKIN BERSEMANGAT DALAM KARYA PEWARTAAN INJIL,
MENJADI SAKSI-SAKSI KRISTUS DALAM HIDUP DAN KARYA KITA DI BUMI INDONESIA.

SEKRETARIAT KOMISI KATEKETIK KWI
JL, Cut Mutiah No.10, Menteng, Jakarta Pusat

Kardinal Giuseppe Versaldi desak para pendidik dan teolog memberikan kesaksian

Seorang pejabat tinggi Vatikan menantang para pendidik Katolik dan teolog di Filipina untuk mempraktekkan apa yang mereka wartakan dan menjadi “saksi yang kredibel” tentang ajaran Gereja. “Kita perlu memberikan kesaksian,” kata Kardinal Giuseppe Versaldi, Prefek Kongregasi Pendidikan Katolik Vatikan, dalam sebuah simposium di Universitas Ateneo de Manila, 10 Maret.

Dia mengatakan empat suster dari Kongregasi Misionaris Cinta Kasih (MC) yang ditembak mati oleh teroris di Yaman pekan lalu adalah “saksi … demi iman mereka.”

Berbicara sebelum pertemuan para pendidik Katolik, teolog, superior religius, dan seminaris, Kardinal Versaldi mengatakan bahwa “kesucian adalah sesuatu yang lebih meyakinkan” guna menarik orang ke Gereja.

Kardinal Versaldi berada di Manila untuk menyampaikan pidato pada simposium teologi internasional dua hari yang disponsori oleh Sekolah Tinggi Teologi Loyola yang dikelola Yesuit.
“Untuk mempraktekkan dan bersaksi tentang iman kita adalah sesuatu yang sangat praktis,” katanya, seraya menambahkan bahwa penting “menjadi saksi” Injil.

Uskup Maumere, Mgr Gerulfus Kherubim Pareira SVD Mengajak Seluruh Umat Awam dan Kaum Religius untuk Memperbaharui Diri di Tahun Kerahiman

Uskup Maumere Mgr Gerulfus Kherubim Pareira SVD mengajak umatnya di Keuskupan Maumere untuk membaharui diri dan mengalami Allah yang maharahim dalam rahmat rekonsiliasi. Rekonsiliasi dengan Allah dimungkinkan melalui misteri Paskah dan pengantaraan Gereja, lanjut uskup seraya menegaskan bahwa Allah selalu dan terus-menerus secara baru dan mengejutkan siap dan tidak pernah lelah mengampuni.

“Karena itu pada Tahun Yubileum Kerahiman ini saya mengajak umat, para imam, biarawan-biarawati di Keuskupan Maumere ini untuk membarui diri, mengalami Allah yang maharahim dalam rahmat rekonsiliasi melalui penerimaan Sakramen Tobat. Sakramen ini adalah tanda nyata belas kasih Allah kepada kita,” tulis Mgr Kherubim dalam Surat Gembala Prapaskah 2016 yang dibacakan di gereja-gereja di 36 paroki di Keuskupan Maumere pada hari Minggu, 14 Februari 2016.

Dalam kaitan itu, uskup itu menegaskan bahwa Keuskupan Maumere akan mengambil bagian dalam prakarsa “24 Jam bagi Tuhan” dalam bentuk penyembahan atau adorasi Sakramen Mahakudus (Adorasi) seperti yang dianjurkan oleh Paus Fransiskus.

Pages

Subscribe to RSS - Praedicamus