Praedicamus

Workshop K13 untuk Guru-Guru Agama Katolik Keuskupan Bandung

Komisi Kateketik Keuskupan Bandung menyelenggarakan workshop satu hari (11/6/16) Kurikulum 2013 untuk guru-guru Agama Katolik, jenjang SD, SMP dan SMA di Auditorium, gedung Dewan Karya Pastoral Keuskupan Bandung. Guru-guru yang hadir sekitar 60 orang, mereka berasal dari sekolah-sekolah dibawah yayasan-yayasan pendidikan Katolik sekeuskupan. Workshop sehari ini didampingi oleh narasumber dari Komisi Kateketik KWI, P. Leo Sugiyono, MSC dan Daniel Boli Kotan. Materi yang disampaikan oleh kedua narasumber adalah latar belakang pengembangan Kurikulum 2013 termasuk dinamika perubahan atau revisi yang telah dilakukan sejak tahun 2015, filosofi Kurikulum 2013, desain kurikulum 2013, penilaian hasil belajar dan rancangan rencana pembelajaran (RPP).

Umat Katolik meningkatkan iman dengan melindungi lingkungan hidup

Umat Katolik di Sri Lanka merayakan Hari Lingkungan Hidup Sedunia dengan mempromosikan ensiklik Paus Fransiskus, Laudato si’, sebagai cara meningkatkan iman mereka dengan melindungi lingkungan hidup.

Kithu Dana Pubuduwa, gerakan pembaruan Katolik terbesar di Sri Lanka, menyelenggarakan sebuah acara di Sri Prasansa Ramaya di Ragama, Keuskupan Agung Kolombo, 3-5 Juni, untuk fokus pada Laudato si’.

Acara ini terdiri dari pameran, konferensi mini melalui video, teknik budidaya pupuk organik, film pendek dan pementasan budaya.
“Kami membagikan terjemahan ensiklik itu kepada berbagai kelompok untuk membuat ide-ide dan melakukan melalui proses melihat, menilai dan bertindak sehubungan dengan krisis ekologi dan lingkungan yang kita hadapi saat ini,” kata Delryn Wanigaratne, anggota panitia acara tersebut.

Hari Lingkungan Hidup Sedunia, yang ditetapkan oleh Program Lingkungan Hidup Perserikatan Bangsa-Bangsa, diperingati setiap 5 Juni dan bertujuan membantu masyarakat mengambil tindakan untuk melindungi alam dan bumi.

Radio Vatikan: Kekuatan Moral Agama Menanggulangi Masalah Pengungsi dan Iklim Global

Apa kontribusi dari dialog antaragama untuk memerangi perubahan iklim? Menurut Perwakilan Khusus untuk Agama dan Urusan Global Shaun Casey dari Departemen Luar Negeri, AS, banyak hal yang dapat kita sumbangkan! Dalam wawancara dengan Tracey McClure dari Radio Vatikan, (2/5/16) Casey menceritakan keterlibatannya dalam Konferensi Perubahan Iklim PBB di Paris (30 November - 12 Desember 2015) dan bagaimana kantornya tergelitik melihat partisipasi begitu banyak kelompok agama.

"Kami menemukan bahwa di seluruh dunia dan seluruh agama, ada semacam keharusan moral untuk mendorong dunia untuk datang bersama-sama dan mendapatkan konvensi yang kuat untuk sedapat mungkin mengurangi perubahan iklim" kata Casey. "Jadi, kami melakukan banyak pertemuan antar-agama di antara komunitas agama yang mendukung kami untuk mencapai konvensi terbaik dan terkuat untuk menanggulangi bersama perubahan iklim .
Kami menemukan semua agama di dunia memiliki beberapa bentuk organisasi - apakah itu adalah Gereja Katolik, apakah itu Protestan, Ortodoks - Patriark Ekumenis Bartolomeus yang dikenal sebagai patriark 'hijau' karena ia menemukan perubahan iklim sebagai dekade masalah teologis Kristen juga merupakan masalah moral yang kuat.

Cassey juga menandaskan bahwa organisasi-organisasi dalam agama Sikh, Hindu, Muslim yang memiliki kepedulian, perhatian untuk memerangi perubahan iklim. Dialog antar-agama dapat memberikan sumbangan pemikiran bagi para pemimpin negara untuk membuat keputusan bersama dalam upaya menanggulangi perubahan iklim.

Informasi Selengkapnya bacalah berita dari Radio Vatikan berikut ini yang disirakan pada tgl. 2 Juni 2016 melalui situsnya di http://en.radiovaticana.va/news/2016/06/02/ (Daniel Boli Kotan)

Workshop Kurikulum 2013 Tingkat SMP Guru Agama Katolik Se-Propinsi Kalimantan Tengah Di Palangka Raya

Bimas Katolik, Kantor Wilayah Kementerian Agama Propinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menyelanggarakan workshop Kurikulum 2013 selama empat hari (25 s.d. 28 Mei) di hotel Shinta Barito, Palangkaraya. Kegiatan workshop dibuka langsung oleh Pembimas Katolik Kalteng bp. Wilhelmus Ndoa yang dihadiri sekitar 70 guru agama katolik SMP yang datang dari berbagai kabupaten/kota di Kalteng. Dalam pengarahannya, Bp. Wilem menjelaskan tentang comitmen Bimas Katolik Kalteng untuk meningkatkan kualitas guru pendidikan agama Katolik menghadapi pemberlakuan Kurikulum 2013 melalui kegiatan-kegiatan pelatihan atau workshop seperti ini. Karena itu, demikian Pak Wilem, para guru yang datang jauh-jauh dari berbagai daerah di Kalteng hendaknya menggunakan kesempatan yang baik dan langka ini untuk menyerap apa saja yang disampaikan para narasumber kurikulum 2013 yang juga sebagai penyusun kurikulum nasional dan penulis buku teks pelajaran Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti. "Bertanyalah terus apabila anda merasa belum terlalu paham tentang materi tertentu..." demikian pesan Pembimaskat asal Ende Flores ini.

Imam Besar Al-Azhar, Sheik Ahmed Muhammad Al-Tayyib : Agama-Agama Harus Bekerja Bersama untuk Perdamaian Dunia

Kantor berita Vatikan merilis konperensi pers pertemuan Imam Besar Al-Azhar Sheik Ahmed Muhammad Al-Tayyib dengan Paus Fransiskus. Radio Vatikan dalam siarannya memberitakan bahwa Imam Besar Al-Azhar, Sheik Ahmed Muhammad Al-Tayyib, setelah bertemu dengan Sri Paus Frannsiskus mengatakan bahwa sekarang waktunya telah tiba bagi "wakil dari agama-agama ilahi" untuk secara kuat dan konkret mengubah umat manusia menuju kasih dan damai sehingga manusia dapat menghindari krisis besar yang menimbulkan penderitaan manusia sekarang ini.

Kepada perwakilan dari Radio Vatikan dan surat kabar Vatikan L'Osservatore Romano hari Senin (23/5) Imam Besar dari Mesir itu menyampaikan kesannya bahwa Paus Fransiskus adalah orang yang sangat cinta damai, seorang yang mengikuti ajaran Kristen, yang merupakan agama cinta dan perdamaian, orang yang menghormati agama lain. Paus Fransiskus, menurut Imam besar dari Mesir itu adalah seorang yang juga menguduskan hidupnya untuk melayani orang miskin dan melarat, dan yang mengambil tanggung jawab untuk orang-orang pada umumnya; ia adalah seorang pertapa, yang telah meninggalkan kesenangan fana kehidupan duniawi. Semua ini adalah kualitas hidup paus Fransiskus dan oleh karena itu kami ingin bertemu beliau dalam rangka untuk bekerja sama bagi kemanusiaan dalam bidang yang lebih luas karena kita memiliki banyak kesamaan.

Untuk informasi yang lebih lengkap silahkan membaca naskah asli dari hasil konperensi pers imam besar Al-Azhar yang dirilis oleh Kantor Berita Vatikan dan disiarkan oleh radio Vatikan (23/5/16) pada halaman di bawah ini. (Daniel B. Kotan).

Indonesian Youth Day 2016; Merayakan Kemajemukan

Setelah Keuskupan Manado ditetapkan KWI pada sidang tahun 2015 lalu sebagai tuan rumah Indonesian Youth Day (IYD) 2016, Keuskupan Manado pun bergerak cepat mempersiapkan segala sesuatu baik secara fisik maupun rohani untuk mensukseskan pelaksanaan kegiatan Orang Muda Katolik se-Indonesia itu. Panitia IYD Keuskupan Manado dikomandani Rm. John Montolalu, Pr yang juga sebagai Sekertaris Keuskupan Manado. Secara fisik, sedang dibangun sebuah venue utama yang berbentuk amphitheater di Desa Lotta, berdampingan dengan wisma Lorenzo pusat kateketik-pastoral Keuskupan Manado. Persiapan secara rohani pun digiatkan antara lain dengan doa novena dan mengiringi Salib IYD sambil mendaraskan Doa Kerahiman Ilahi dan Rosario dari stasi-ke stasi .

Seiring perkembangan jaman, IYD ini nampaknya sangat penting. Para waligereja Indonesia pun merestui dan mendukung kegiatan OMK ini. Disadari bahwa orang muda dalam perjumpaannya dengan kenyataan dunia, perlu saling berjumpa,memberi kesaksian dan saling meneguhkan. Salah satu wujud perjumpaan ini adalah melalui kegiatan Indonesian Youth Day, yang menghimpun sebanyak mungkin orang muda Katolik dari seluruh penjuru nusantara, untuk berjumpa, memberi kesaksian dan saling meneguhkan.

Berikut adalah informasi dari Kantor Berita Katolik Asia (UCAN) tentang persiapan panitia nasional IYD yang diselenggarakan oleh panitia nasional IYD sepekan yang lalu di kantor KWI Jakarta. (Daniel B.Kotan).

Ketua KWI, Mgr Ignatius Suharyo: Gereja Katolik Menolak Hukuman Mati

Ketua Presidium Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) Mgr Ignatius Suharyo menegaskan bahwa Gereja Katolik menolak penerapan hukuman mati. Ignatius menjelaskan bahwa dalam ensiklik Evangelium Vitae yang diterbitkan tahun 1995, Paus Yohanes Paulus II menghapuskan status persyaratan untuk keamanan publik dari hukuman mati dan menyatakan bahwa dalam masyarakat modern saat ini, hukuman mati tidak dapat didukung keberadaannya.

“Dengan tegas Gereja Katolik menolak hukum mati tanpa kualifikasi apapun,” ujar Mgr Suharyo dalam diskusi Hukuman Mati di Negara Demokrasi, di kampus Unika Atma Jaya, Jakarta, Selasa (17/5/2016), seperti dilansir Kompas.com.

Mgr Ignatius menjelaskan, Gereja Katolik menolak hukuman mati karena Gereja berpandangan setiap orang harus menghormati hidup manusia. Alasan kedua, menurut Mgr Suharyo, hidup adalah suci karena hidup merupakan hak asasi manusia yang diberikan langsung oleh Tuhan. “Hidup adalah suci karena hanya manusia yang diciptakan untuk dirinya sendiri,” kata uskup agung Jakarta ini.

Surat Gembala Uskup Bogor Untuk Hari Komunikasi Sosial Sedunia ke-50 “Mengkomunikasikan Kerahiman Allah Secara Konkret”

Saudara-saudariku yang selalu berada dalam limpah Kerahiman Allah,

Pages

Subscribe to RSS - Praedicamus