Praedicamus

Pesan Natal Bersama PGI dan KWI Tahun 2017; “Hendaklah Damai Sejahtera Kristus Memerintah Dalam Hatimu!” (Kol. 3:15a)

Tradisi setiap tahun di Indonesia, menjelang perayaan Natal, 25 Desember, Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) dan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) mengeluarkan Pesan Natal Bersama kepada umat Kristiani di seluruh Indonesia. pada tahun 2017, pesan Natal bersama mengambil tema “Hendaklah Damai Sejahtera Kristus Memerintah Dalam Hatimu!” (Kol. 3:15a)

Pesan Sidang KWI 2017: Panggilan Gereja Membangun Tata Dunia

Segenap umat Katolik yang terkasih,

Konferensi Waligereja Indonesia menyelenggarakan sidang tahunan pada tanggal 6-16 November 2017 di Jakarta. Sidang dimulai dengan hari studi yang mengangkat tema “Gereja Yang Relevan dan Signifikan: Panggilan Gereja Menyucikan Dunia.” Tema tersebut diolah dengan mendengarkan masukan para narasumber, didalami dalam diskusi kelompok, dipaparkan dalam rapat pleno, dan dilengkapi dengan catatan dari pengamat proses. Dengan hari studi itu, kami semakin menyadari panggilannya untuk ikut membangun tata dunia serta mengajak seluruh umat dan masyarakat untuk lebih memahami situasi kebangsaan saat ini, memperkuat suara kenabian Gereja di zaman sekarang, dan membangun kehidupan berbangsa yang lebih baik.

Katekese Paus Fransiskus; Buah yang dihasilkan oleh konflik adalah kematian

Paus Fransiskus merayakan Hari Raya Pengenangan Arwah Semua Orang Beriman, Kamis 2 November 2017, dengan memperingati semua orang yang meninggal dalam perang, seraya mengingatkan umat manusia agar tidak melupakan pelajaran masa lalu dan bahwa satu-satunya buah yang dihasilkan oleh konflik adalah kematian.
Paus mengungkapkan kata-kata peringatan yang keras kepada para penghasut perang dalam homili di Monumen Peringatan dan Pemakaman Perang AS Nettuno sekitar 50 kilometer selatan Roma.

Linda Bordoni dari Radio Vatikan melaporkan, dalam kesempatan itu Paus mengulangi lagi keyakinannya bahwa “peperangan menghasilkan tidak lebih dari kuburan dan kematian.” Paus juga menegaskan bahwa dia memilih berkunjung ke pemakaman perang sebagai pertanda bahwa “kini umat manusia sepertinya tidak belajar dari pelajaran masa lalu, atau tidak ingin mempelajarinya.”

Monumen itu adalah tempat peristirahatan terakhir bagi ribuan orang yang tewas dalam operasi militer yang dilakukan untuk membebaskan Italia (dari Sisilia ke Roma) dari Nazi Jerman. Kapel di pemakaman itu berisi daftar 3095 orang yang hilang.

Paus Fransiskus Menegaskan tentang Pentingnya Kerja Sama Internasional untuk memerangi pelecehan dan eksploitasi anak-anak secara online

Pada akhir pekan, 7 Oktober 2017, radio vatican menyampaikan sebuah laporan tentang audiensi umum Paus Fransiskus di alun-alun lapangan Basilika St.Petrus, Vatikan. Pada audensi tersebut, Paus Fransiskus mengumumkan akan diadakannya pertemuan pra-sinode untuk mendengarkan suara, keraguan dan kritik kaum muda, pembaruan tentang kerja sama internasional untuk memerangi pelecehan dan eksploitasi anak-anak secara online di sebuah kongres yang disponsori oleh Gereja. Gereja memusatkan perhatian pada isu berita palsu dalam pesan Hari Komunikasi sedunia. Kita, demikian radio Vatican melaporkan, akan merenungkan bagaimana orang-orang Kristen harus menanggapi, dan mendengar dari seorang saksi mata (Paus Fransiskus) yang hadir pada saat pembukaan Vatikan Kedua 55 tahun yang lalu. (Sumber Radio Vatican, diterjemahkan oleh Daniel Boli Kotan)

Sumber artikel dan gambar: http://en.radiovaticana.va/news/2017/10/06/vatican_weekend_for_october_7...

Paus Fransiskus Mengeluarkan Dekrit Penting bagi Gereja di Asia

Paus Fransiskus telah mengeluarkan sebuah dekrit yang meningkatkan wewenang gereja-gereja lokal dan dekrit itu memiliki arti khusus bagi gereja-gereja di Asia.
Dekrit atau motu proprio seperti yang lazim dalam bahasa gereja, memungkinkan gereja-gereja lokal di seluruh dunia untuk mengambil keputusan sendiri dalam mengembangkan dan menyetujui teks-teks yang digunakan dalam perayaan sakramen.

Kontrol terhadap teks liturgis dan formula sakramen telah menjadi kontroversi bagi banyak gereja, termasuk konferensi para uskup di Asia seperti di Jepang.
Selama 20 tahun terakhir, Vatikan telah secara langsung menantang sebuah petunjuk khusus dari Konsili Vatikan II yang meminta proses revisi dan persetujuan teks-teks ini untuk mengikutsertakan gereja-gereja lokal dan dengan para ahli dalam bahasa setempat daripada pejabat Vatikan.

Pages

Subscribe to RSS - Praedicamus