Praedicamus

Para Pemuda Lintas Agama Bersatu Melawan radikalisme dan Intoleransi

Lebih dari 3.000 orang muda dari komunitas agama yang berbeda berkumpul di Semarang, ibu kota Provinsi Jawa Tengah, untuk menghadiri pertemuan antaragama. Mereka (kaum muda) berkomitmen untuk "mengembangkan sikap inklusif dan untuk memerangi segala bentuk radikalisme dan intoleransi dalam masyarakat Indonesia".

Pertemuan itu diselenggarakan pada tanggal 5 Maret oleh Komisi hubungan Antaragama Keuskupan Agung Semarang dan dengan lima universitas (tiga Islam, satu umum, satu Katolik). Pertemuan ini dihadiri oleh pemuda Indonesia dari 71 komunitas yang berbeda. Pertemuan tersebut dipimpin oleh Rm. Lukas Awi Tristanto, sekretaris Komisi Hubungan Antaragama Keuskupan Agung Semarang dan dihadiri oleh Walikota Semarang, Hendrar Prihadi yang mengatakan: "! Mereka yang tidak bersedia menerima keragaman, meninggalkan Indonesia"

Berbicara kepada Fides, Rm. Lukas Awi Trisanto mengatakan bahwa acara antaragama memiliki tujuan utama yaitu "membangun persaudaraan sejati dan menolak intoleransi": "Menjadi bagian dari komunitas agama di Indonesia berarti mengakui iman seseorang bersama orang lain yang mengaku agama yang berbeda", katanya.

Rapat Pleno Pengurus Lengkap Komkat KWI 2017

Sekretariat Komisi Kateketik KWI menyelenggarakan Rapat Pengurus Lengkap di Wisama Samadi, Kalender, Jakarta Timur. Rapat tahunan 2017 ini diselenggarakan di wisma Samadi, Kalender Jakarta pada tgl. 23 s.d. 25 Februari 2017. Rapat Pelno dibuka oleh Ketua Komisi Kateketik KWI, Mgr Paskalis Bruno Syukur, OFM. Dewan pengurus lengkap Komkat KWI terdiri dari Ketua, Sekretaris, ahli kateketik, ahli kemasyarakatan, wakil- wakil dari enam regio Komkat Keuskupan, wakil lembaga pendidikan kateketik dan pastoral, wakil lembaga pendidikan Filsafat-Teologi (Seminari Tinggi), serta undangan khusus P. Hartono, MSF dari Komisi Keluarga KWI yang hadir sebagai narasumber pada hari pertama rapar pleno.

Dewan Kardinal dengan nama C-9 menyatakan kesetiaan kepada Paus Fransiskus

Pertemuan kedelapan belas antara Bapa Suci dengan Dewan Kardinal atau Kelompok Kardinal C-9, yang dimulai tanggal 13 Februari 2017 berakhir tanggal 15 Februari 2017. Di awal pertemuan, setelah menyalami Bapa Suci, koordinator kelompok itu Kardinal Oscar Andrés Rodríguez Maradiaga berterima kasih kepada Paus Fransiskus atas sambutan Natal dari Paus untuk Kuria Romawi tanggal 22 Desember 2016. Dalam sambutan itu, Paus mendorong dan membimbing karya Dewan itu.

Kardinal Rodríguez berbicara atas nama semua anggota Dewan. Menyangkut peristiwa yang baru-baru terjadi, Dewan Kardinal berjanji akan memberikan dukungan penuh pada karya Paus, seraya meyakinkan bahwa mereka akan selalu dekat dan setia kepada figur dan Magisterium Paus Fransiskus.

Pertemuan para anggota Dewan Kardinal itu berlangsung setiap pagi dari pukul 9:00 hingga 12: 30, dan setiap sore dari pukul 16:30 hingga 19:00. Dalam pertemuan kali ini, mereka melanjutkan pembicaraan mengenai berbagai Dikasteri Kuria. Secara khusus, mereka melanjutkan diskusi tentang Kongregasi Evangelisasi Bangsa-Bangsa (Propaganda Fide), Kongregasi Gereja-Gereja Oriental, dan Dewan Kepausan untuk Dialog Antaragama.

Paus Fransiskus; Umat jalankan dan cari cara baru menyebarkan pesan belas kasih Allah

Paus Fransiskus meminta kepada umat Katolik untuk menjalankan dan mencari “cara-cara baru” dalam menyebarkan pesan belas kasih Allah. Pesan Paus ini disampaikan 17 Januari 2017 kepada peserta Kongres Apostolik Dunia tentang Belas Kasih ke-4 (WACOM4) oleh Uskup Agung Lyon Kardinal Philippe Barbarin. Kardinal asal Perancis itu ditunjuk oleh Paus sebagai delegasi pribadinya untuk pertemuan internasional itu. WACOM4 berlangsung di Filipina dari tanggal 16 hingga 20 Januari 2017 dengan tema “Persekutuan dalam Belas Kasih, Misi untuk Belas Kasih” (Dipanggil oleh Belas Kasih, Dikirim untuk Belas Kasih). Paus mendesak umat beriman untuk mempraktekkan karya belas kasih dengan cara-cara baru. “Dia ingin agar kalian tahu bahwa dia sepenuhnya senang dengan Kongres Dunia tentang Belas Kasih keempat kita ini,” kata Kardinal Barbarin dalam Misa di Quadricentennial Pavilion Universitas Santo Thomas di Manila. “Dia juga ingin agar kalian mencari jawaban yang tepat terhadap masalah-masalah sosial saat ini,” kata kardinal. Kardinal itu akan juga menyampaikan pesan resmi Paus kepada para delegasi WACOM di Balanga, Bataan, 20 Januari 2017, hari terakhir pertemuan Gereja internasional itu.

Katekese Paus Fransiskus: Rajin Beribadah Tanpa Berbuat Baik, Percuma

Paus Fransiskus mengatakan, tak ada gunanya jika seseorang rajin beribadah tetapi tak berbuat baik dalam hidup sehari-hari.

Pemimpin Gereja Katolik sedunia itu menyebut mereka yang rajin beribadah di gereja tetapi tak berbuat baik sebagai "burung beo".

"Jika saya katakan bahwa saya seorang Katolik dan rajin ke gereja, tetapi kemudian tak mau bicara dengan orangtua, tak mau membantu orang miskin, menengok orang sakit, itu tak menunjukkan iman saya, jadi percuma," kata Paus kepada para pemuda di desa Guidonia, tak jauh dari Roma.

"Mereka yang tak berbuat baik bukan apa-apa selain burung beo, hanya kata-kata," tambah Paus seperti dikutip harian La Stampa.

Iman Kristiani, ujar Paus, harus diwujudkan dalam tiga hal yaitu kata-kata, hati, dan perbuatan.

Dalam temu wicara dengan warga desa itu, Paus mengaku seringkali hal paling sulit dilakukan adalah memaafkan orang yang menyakiti kita.

"Sangat sulit, saya kenal seorang perempuan tua yang sangat tegar, cerdas, tetapi sering dipukul suaminya. Anda tetap harus memaafkan tetapi memang sulit untuk melupakan," tambah Paus.

Seruan Pastoral KWI Menyambut Pilkada Serentak 2017; Pilkada Yang Bermartabat Sebagai Perwujudan Kebaikan Bersama

Saudara-saudari yang terkasih.

Bangsa kita akan menyelenggarakan Pilkada serentak untuk kedua kalinya. Jumlah daerah yang akan melaksanakan Pilkada adalah 7 (tujuh) provinsi, 18 (delapan belas) kota, dan 76 (tujuh puluh enam) Kabupaten yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Tahapan penting yang harus kita ketahui adalah masa kampanye tanggal 26 Oktober – 11 Februari 2017, masa tenang tanggal 12-14 Februari. Waktu pemungutan dan penghitungan suara dilaksanakan tanggal 15 Februari. Masa rekapitulasi suara adalah tanggal 16-27 Februari dan saat penetapan calon terpilih tanpa sengketa adalah 8-10 Maret.

Melalui Pilkada kita memilih pemimpin daerah yang akan menduduki jabatan hingga lima tahun ke depan. Marilah kita jadikan Pilkada sebagai sarana dan kesempatan untuk memperkokoh bangunan demokrasi dan upaya nyata mewujudkan kebaikan bersama. Sikap ini dianjurkan oleh ajaran Gereja: “Hendaknya semua warga negara menyadari hak maupun kewajibannya untuk secara bebas menggunakan hak suara mereka guna meningkatkan kesejahteraan umum” (Gaudium et Spes 75). Oleh karena itu, kita harus berpartisipasi dalam Pilkada dengan penuh tanggungjawab berpegang pada nilai-nilai kristiani dan suara hati.

Saudara-saudari yang terkasih,

Seruan Pastoral KWI 2016: Stop Korupsi; Membedah dan Mencegah Mentalitas serta Perilaku Koruptif

Pada 10 November Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) telah mengadakan Sidang tahunan 2016 di gedung kator KWI, Jln. Cut Mutiah 10, Jakarta Pusat. Sidang berlangsung dari 31 Oktober hingga 10 Nopember 2016. Pada hari terkahir sidang, tgl. 10 Nopember yang bertepatan dengan hari pahlawan nasional, para Waligereja Indonesia mengeluarkan Seruan Pastoral berjudul "Stop Korupsi; Membedah dan Mencegah Mentalitas serta Perilaku Koruptif". Berikut kami sampaikan seruan pastoral selengkapnya.

Pesan Natal Bersama PGI-KWI Tahun 2016: “Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di Kota Daud.” (Lukas 2:11)

Saudari-Saudara umat Kristiani di Indonesia,

Setiap merayakan Natal hati kita dipenuhi rasa syukur dan sukacita. Allah berkenan turun ke dunia, masuk ke dalam hiruk-pikuk kehidupan kita. Allah bertindak memperbaiki situasi hidup umat-Nya. Berita sukacita itulah yang diserukan oleh Malaikat: “Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud” (Luk 2:11).

Belarasa Allah itu mendorong kita untuk melakukan hal yang sama sebagaimana Dia lakukan. Inilah semangat atau spiritualitas inkarnasi. Keikutsertaan kita pada belarasa Allah itu dapat kita wujudkan melalui upaya untuk menyikapi masalah-masalah kebangsaan yang sudah menahun.

Dalam perjuangan mengatasi masalah-masalah seperti itu, kehadiran Juruselamat di dunia ini memberi kekuatan bagi kita. Penyertaan-Nya menumbuhkan sukacita dan harapan kita dalam mengusahakan hidup bersama yang lebih baik. Oleh karena itu, kita merayakan Natal sambil berharap dapat menimba inspirasi, kekuatan dan semangat baru bagi pelayanan dan kesaksian hidup, serta memberi dorongan untuk lebih berbakti dan taat kepada Allah dalam setiap pilihan hidup.

Pages

Subscribe to RSS - Praedicamus