Praedicamus

Gerakan APP Nasional 2018: Membangun Solidaritas Sosial demi Keutuhan Ciptaan

Pengantar

"Melindungi dan Mengelola Sumber Hak Hidup Ekonomi Masyarakat Lokal" menjadi arah dasar gerak Kerasulan PSE KWI yang visioner, profetis dan profitis. Arah dasar ini mendasarkan diri pada spiritualitas inkarnatoris-transformatif yang berpangkal dari misteri penjelmaan Allah dalam hidup manusia, "Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita" (Yoh. 1, 14). Dalam proses inkarnasi itu, Firman Allah menunjukkan solidaritas dengan manusia, dengan "mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia" (Fil. 2,7), menunjukkan semangat belarasa kepada mereka yang menderita (Mat. 9, 36), dan mengupayakan hidup baru dan berkelimpahan dengan membawa kabar baik bagi orang miskin, pembebasan bagi tawanan, penglihatan bagi orang buta, dan pembebasan bagi orang tertindas dan memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang (Luk. 4, 18).

Pesan Prapaskah 2018, Paus Fransiskus Singgung Nabi-Nabi Palsu

Paus Fransiskus meminta umat Katolik agar selama Masa Prapaskah untuk berhati-hati terhadap “penjinak ular,” “tukang obat,” “penipu” yang menawarkan “solusi mudah dan cepat untuk mengatasi penderitaan.”

Pesan Prapaskah tersebut dirilis di Vatikan pada Selasa (6/2). Meskipun demikian, pesan ini bertanggal 1 November 2017 atau Hari Raya Semua Orang Kudus.
Bagi umat Katolik ritus Latin, Masa Prapaskah akan dimulai Rabu (14/2).

Dengan judul “Karena makin bertambahnya kedurhakaan, maka kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin” (Matius 24:12), pesan Prapaskah Paus Fransiskus menyinggung kotbah Yesus kepada para rasul di Bukit Zaitun dan mengingatkan tentang nabi-nabi palsu serta tipuan, keegoisan, keserakahan dan tidak adanya kasih.
Nabi palsu “bisa muncul sebagai ‘penjinak ular’ yang memanipulasi emosi orang untuk memperbudak orang lain dan membawa mereka ke mana pun mereka pergi,” kata Paus.

“Nabi palsu juga bisa menjadi ‘tukang obat’ yang menawarkan solusi mudah dan cepat untuk mengatasi penderitaan yang tidak lama kemudian hilang manfaatnya,” lanjutnya.

Pakai Kisah Tipuan Ular ke Hawa, Paus Fransiskus Soroti Berita Palsu

VATICAN CITY, KOMPAS.com - Pemimpin Gereja Katolik Roma sedunia, Paus Fransiskus menyinggung masalah berita palsu dalam pesannya di Hari Komunikasi Dunia, pada Rabu (24/1/2018).

Dia menggambarkan keterkaitan antara fenomena berita palsu dengan kisah alkitab tentang Adam, Hawa, ular, dan buah terlarang.
Paus menyebut peristiwa Hawa yang tertipu oleh ular sebagai kasus berita palsu pertama.

"Kita perlu membuka kedok apa yang disebut sebagai taktik ular, yang juga digunakan oleh mereka yang menyamarkan diri untuk menyerang," katanya.
Paus Fransiskus menggunakan kisah Adam dan Hawa dari Kitab Kejadian di Perjanjian Lama, untuk menyoroti tidak ada disinformasi yang tidak berbahaya.
Menurutnya, mempercayai kepalsuan dapat memiliki konsekuensi yang mengerikan.

Dalam kisah Kejadian, ular meyakinkan Hawa dan kemudian Adam untuk memakan buah terlarang dari pohon pengetahuan tentang kebaikan dan kejahatan. Hal itu menyebabkan mereka terusir dari Taman Eden.

Paus Fransiskus Tegur Uskup dan Umat yang Berfoto saat Misa

VATIKAN, KOMPAS.com - Paus Fransiskus mengungkap kritikannya akan penggunaan telepon genggam yang dinilai kadang sudah sangat berlebihan dan melampaui batas.

Dalam kesempatan misa di Alun-alun Santo Petrus, Rabu (8/11/2017), Paus mengajak beberapa uskup, pastor dan umat untuk khusyuk berdoa dan bukan mengambil kesempatan untuk berfoto.

"Pada saat pendeta yang memimpin ibadah mengatakan 'angkat hati kita' bukan berarti 'angkat telepon genggam kita' dan mulai mengambil foto," kata Paus mengkritik orang-orang yang hadir di Alun-alun Santo Petrus.
"Sangat menyedihkan saat saya merayakan misa dan melihat banyak ponsel yang diangkat. Tidak hanya oleh para umat, tapi juga para pastor dan uskup. Tolonglah!" tambah Paus dikutip AFP.

Paus asal Argentina yang telah berusia 80 tahun itu memang tidak asing dengan media sosial, terutama Twitter, yang akunnya telah memiliki hingga lebih dari 14 juta pengikut.

Beri Pesan Natal, Paus Fransiskus Serukan Perdamaian di Yerusalem

VATICAN CITY, KOMPAS.com - Pemimpin Gereja Katolik, Paus Fransiskus, menyerukan adanya perdamaian di Yerusalem di antara Israel dan Palestina.

Seruan itu disampaikan dalam pesan Natal "Urbi et Orbi" (Untuk Kota dan Dunia) di Basilika Santo Petrus, Vatikan, Senin (25/12/2017).

Fransiskus berkata, dia melihat adanya kehadiran Yesus Kristus dalam diri anak-anak di Tepi Barat, Yerusalem, maupun Jalur Gaza yang terus menderita akibat tensi yang meninggi antara Israel dan Palestina. Tensi terjadi pasca-Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel 6 Desember.

Kepada puluhan ribu umat Katolik yang memadati basilika, Fransiskus mengajak mereka untuk mendoakan proses negosiasi perdamaian yang masih berlangsung. "Semoga tercipta solusi final bagi kedua negara yang berujung kepada perdamaian, dan pengakuan batas kedaulatan masing-masing," ujar Fransiskus dilansir dari kantor berita AFP.

Selain Yerusalem, paus ke-266 dalam sejarah Gereja Katolik itu juga mengharapkan Semenanjung Korea tetap kondusif.

Pages

Subscribe to RSS - Praedicamus