Pendidikan Agama Katolik

Peraturan Presiden RI No. 87 Tahun 2017 Tentang Pendidikan Karakter. Bagaimana Implementasinya di Sekolah Katolik?

Presiden RI Joko Widodo, pada hari Rabu, 6 September 2017 secara resmi mengumumkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 87 Tahun 2017 tentang Pendidikan Karakter, menggantikan peraturan menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 23 Tahun 2017 tentang Hari Sekolah.

Perpres No.87 itu dikeluarkan setelah Permendikbud No 23/2017 tentang Hari Sekolah yang populer dengan sebutan 'full day school' ternyata mendapat banyak kritikan masyarakat, bahkan ada unjuk rasa beberapa kelompok masyarakat dibeberapa kota di Indonesia.

Dalam Perpres ini dijelaskan bahwa Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) merupakan; "Gerakan pendidikan di bawah tanggung jawab satuan pendidikan untuk memperkuat karakter peserta didik melalui harmonisasi olah hati, olah rasa, olah pikir, dan olah raga dengan pelibatan dan kerja sama antara satuan pendidikan, keluarga, dan masyarakat sebagai bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental"

Prof. Dr. Paulus Suparno, SJ, M.S.T; Sumbangan Ilmu Psikologi dan Pendidikan Pada Ilmu Kateketik

A.Pendahuluan
Anak zaman ini sering disebut anak generasi Z. Mereka mempunyai gaya, sifat, dan cara hidup yang berbeda dengan generasi sebelumnya. Mereka dicirikan sebagai dapat berpikir dan menanggapi banyak persoalan di saat yang sama (multitasking), selalu berpikir cepat, berpikir tidak linear, tidak mendalam, dan tergantung pada gadget. Relasi antar mereka lebih banyak melalui dunia maya bukan dengan dunia nyata. Perubahan ini jelas menyebabkan ilmu psikologis dan juga pendidikan mengalami perubahan. Ilmu Kateketik, yang mempelajari persoalan katekese-pendidikan iman, pada anak zaman ini jelas harus memperhatikan perubahan ini. Maka ilmu kateketik perlu mengerti perkembangan psikologi dan pendagogi yang sesuai dengan anak zaman ini, agar Warta Yesus dapat disampaikan tepat pada siswa/peserta yang hidup di zaman baru ini.

Payung Hukum yang Baru Tahun 2016 untuk Pelaksanaan Kurikulum 2013

Dalam upaya standarisasi pendidikan nasional kita saat ini , Pemerintah melalui Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, DR. Anies Baswedan telah menerbitkan sejumlah peraturan baru, diantaranya Permendikbud No.20,21,22,dan 23 Tahun 2016 tentang Standar Kompetensi Lulusan, Standar Isi, Standar Proses dan Standar Penilaian
Keempat peraturan menteri di atas pada dasarnya tidak terlepas dari upaya revisi Kurikulum 2013 yang saat ini sedang diterapkan di beberapa sekolah sasaran. Dengan kata lain, keempat peraturan menteri di atas menjadi landasan yuridis penerapan kurikulum 2013 yang telah direvisi tersebut.

Berikut ringkasan isi dari Permendikbud baru tersebut yang kiranya perlu diketahui oleh semua saja yang terlibat dalam dunia pendidikan, termasuk para guru pendidikan agama katolik di seluruh Indonesia (Daniel Boli Kotan).

SK Penetapan Sekolah Pelaksana Kurikulum 2013 Tahun 2016

Dalam rangka memberikan dasar hukum yang jelas bagi sekolah pelaksana Kurikulum 2013 tahun 2016 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah telah menetapkan SK DIRJEN DIKDASMEN tentang Penetapan Sekolah Pelaksana Kurikulum 2013 Tahun 2016. Berikut ini salinan SK tersebut.(DBK)

Sistem Penilaian Pembelajaran dalam Kurikulum 2013

Selain tersedianya kurikulum (standar isi dan standar proses) unsur penting lain yang harus dikuasai para guru untuk menjamin kualitas layananan pendidikan adalah mealakukan penilaian secara komprehensif sesuai dengan standar nasional pendidikan yang telah ditetapkan. Untuk menunjang kinerja guru, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah bekerjasama dengan Badan Penelitian dan Pengembangan (Pusat Penilaian Pendidikan dan Pusat Kurikulum dan Perbukuan) menyusun Panduan Penilaian pada Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. Sebagai model saja, di sini kami tampilkan garis besar sistem Penilaian Sekolah Dasar. Secara substatif, sistem penilaian di SD sama dengan di SMP dan SMA/SMK. Semua guru, termasuk guru matapelajaran Pendidikan Agama Katolik di semua jenjang pendidikan diharapkan sungguh memahami makna, prinsip, karakteristik, kompetensi dan teknik penilaian sehingga mampu memberikan penilaian hasil belajar para siswa/i dengan baik dan profesional yang dapat dipertanggungjawabkan. (DBK).

Desain Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dalam Kurikulum 2013

Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) adalah rencana yang menggambarkan prosedur dan pengorganisasian pembelajaran untuk mencapai satu kompetensi dasar yang ditetapkan dalam Standar Isi dan dijabarkan dalam silabus. Lingkup Rencana Pembelajaran paling luas mencakup satu kompetensi dasar yang terdiri atas satu indicator atau beberapa indicator untuk satu kali pertemuan atau lebih.

RPP merupakan persiapan yang harus dilakukan guru sebelum mengajar. Persiapan disini dapat diartikan persiapan tertulis maupun persiapan mental, situasi emosional yang ingin dibangun, lingkungan belajar yang produktif, termasuk meyakinkan pembelajar untuk mau terlibat secara penuh.

RPP dikembangkan secara rinci mengacu pada silabus, buku teks pelajaran. RPP mencakup: (1) identitas sekolah, mata pelajaran, dan kelas/semester; (2) alokasi waktu; (3) KI, KD, indikator pencapaian kompetensi; (4) materi pembelajaran; (5) kegiatan pembelajaran; (6) penilaian; dan (7) media/alat, bahan, dan sumber belajar.

Kajian Pengembangan Kurikulum 2013; Mapel Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti

Dalam usaha mewujudkan implementasi kurikulum 2013 guru dituntut secara professional merancang pembelajaran efektif dan bermakna, mengorganisasikan pembelajaran, memilih pendekatan pembelajarn yang tepat, menentukan prosedur pembelajaran dan pembentukkan kompetensi secara efektif, serta menetapkan kriteria keberhasilan yang semuanya tertuang dalam perangkat-perangkat pembelajaran. Guru mapel Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti pun dituntut untuk memiliki perangkat-perangkat pembelajaran itu. Dengan demikian guru mapel Pendidikan Agama Katolik sebagaimana guru mapel lainnya diharapkan memahami filososfi serta alur proses pengembangan kurikulum 2013. Berikut saya sajikan tulisan tentang "Kajian Pengembangan Kurikulum 2013, Mapel Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti". Semoga bermanfaat bagi para guru mapel  Pendidikan Agama Katolik yang berperan  penting sebagai eksekutor kurikulum di sekolah-sekolah.

Peran Katekese Umat dan Peran Pelajaran Pendidikan Agama Katolik di Sekolah (bag.2 dari 2 tulisan)

Materi dalam Pelajaran Agama Katolik umumnya diambil dari doktrin dan ajaran Gereja atau perikope-perikope Kitab Suci. Doktrin-doktrin dan perikope-perikope itu diproses dalam proses pembelajaran yang sedapat mungkin partisipatif dan eksploratif, supaya peserta didik dapat mengatahui dan memahaminya. Pengetahuan yang dicapai bukan saja bersifat reproduktif (mengulang apa dikatakan guru atau buku), tetapi juga produktif sebagai hasil eksplorasi peserta didik sendiri. Dalam Pelajaran Agama Katolik (PAK) dibutuhkan ketajaman penalaran.

Pages

Subscribe to RSS - Pendidikan Agama Katolik