Katekese

Sifat, Objek dan Tugas Katekese (3)

Tugas katekese memenuhi tujuannya Objek katekese diwujudkan dalam berbagai tugas namun saling berhubungan. Untuk melaksanakan tugas ini, katekese tentu saja mendapat inspirasi dari cara Yesus membina para murid-Nya. Dia menyatakan kepada mereka berbagai dimensi Kerajaan Allah: “kepada kamu diberikan karunia untuk memgetahui rahasia-rahasia Kerajaan surga” (Mat 13:11). Ia mengajr mereka berdoa (Lukas11:2). Dia menekankan kepada mereka sikapsikap Injili dan menyiapkan mereka untuk tugas perutusan (Lukas 10:1). Tugas-tugas katekese berhubungan dengan pendidikan dari dimensi-dimensi iman yang berbeda-beda, karena katekese merupakan pembinaan Kristen yang utuh, “terbuka bagi segala faktor kehidupan kristiani yang utuh. Karena inamika batinnya, iman harus dikenal, dirayakan, dihayati dan diterjemahkan ke dalam doa. Katekese harus memupuk dam menyburkan setiap dimensi ini. Namun, iman dihayati oleh komunitas Kristiani dan diwartakan dalam perutusan: Iman yang diwartakan dan dialami bersama-sama. Katekese juga harus memberi semangat dan dorongan bagi dimensi ini. Konsili Vatikan II mengungkapkan tugas-tugas ini sebagai berikut: “ ...

Tags: 

Trihari Suci (Triduum) dan Minggu Paskah, Puncak Liturgi Gereja Katolik

Kamis Putih adalah hari pertama dari Tri Hari Suci Paskah. Pada hari tersebut kita merayakan kembali perjamuan Malam Terakhir yang dilakukan Yesus bersama 12 Rasul. Disebut sebagai perjamuan terakhir, karena pada malam itu Yesus mengadakan perjamuan yang terakhir bersama dengan murid-murid-Nya Malam itu, Yesus menunjukkan kasih-Nya hingga rela kehilangan nyawa bagi umat manusia. Pada malam itu Yesus menyerahkan tubuh dan Darah-Nya pada Bapa di Surga dalam wujud roti dan anggur yang diberikan kepada para rasul.

Perayaan pada Hari Kamis dalam Pekan Suci ini disebut Kamis Putih karena warna liturgi pada hari itu berwarna warna putih. Imam mengenakan kasula (jubah luar) berwarna putih. Bunga-bunga penghias altar juga sebaik mungkin warna putih. Warna putih ini melambangkan kemuliaan dan kesucian. Misa Kamis Putih sebaiknya dilaksanakan pada malam hari seperti Yesus melakukannya. Perayaan Kamis Putih sebagai perayaan khusus perjamuan Ekaristi yang diadakan oleh Tuhan Yesus pada Perjamuan Terakhir ini ditetapkan sejak Konsili Hippo (393 M).

Tags: 

Paket “Video Katekese Tujuh Sakramen Gereja”

Sebuah paket untuk menghidupkan proses katekese telah hadir di hadapan Anda. Paket ini disiapkan oleh Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) untuk menanggapi kebutuhan akan sarana katekese di tengah umat. Paket ini disebut “Video Katekese 7 Sakramen Gereja”. Di dalamnya, selain berisi 7 video (Sakramen Baptis, Sakramen Krisma, Sakramen Ekaristi, Sakramen Tobat, Sakramen Perkawinan, sakramen Imamat dan Sakramen Pengurapan Orang Sakit), juga berisi buku panduan bagaimana menggunakan video tersebut dalam pertemuan,. Pemandu atau katekis boleh berkreasi sesuai dengan kondisi setempat.

Paket ini adalah salah satu bantuan untuk membantu umat memahami dan menghayati sakramen-sakramen Gereja secara interaktif diantara peserta pertamuan dan antara peserta dan pemandu/katekis. Paket ini tidak akan menjawab semua persoalan yang menyangkut sakramen. Oleh sebab itu perlu dilengkapi dengan sarana-sarana lainnya.

Tags: 

Misa Jumat Pertama, Apa Maknanya?

Pada hari Jumad pertama dalam setiap bulan, Gereja Katolik mengadakan perayaan misa atau perayaan ekaristi kudus. Di Jakarta misalnya, perayaan ekaristi Jumad pertama tidak hanya dilaksanakan di gereja-gereja, tetapi juga di gedung-gedung perkantoran, baik pemerintah maupun swasta. Umat yang hadirpun membludak. Apa yang melatarbelakangi pelaksnaan misa jumad pertama atau biasa disebut dengan devosi kepada Hati Kudus Yesus ini? Berikut kami angkat tulisan Stefanus Tay & Ingrid Tay di website katolisitas.org. (DBK).

Tags: 

Katekese Keluarga: Mendidik Anak Secara Katolik (2)

Keluarga merupakan tempat pendidikan yang pertama dan utama bagi semua anak. Sayang, kepercayaan tersebut sering kali tidak diimbangi dan ditindaklanjuti dengan usaha mereka dalam mendidik anak-anak mereka di rumah. Tidak sedikitlah kiranya orang tua yang hanya mampu memberikan pendidikan jasmani dan intelektual kepada anak-anak. Mereka tidak mampu memberikan pendidikan rohani maupun moral dan sosial kepada anak-anak mereka sendiri.

Salah satu yang barangkali mendorong mereka berbuat demikian ialah terlalu besarnya kepercayaan mereka kepada para guru di sekolah dan kepada para pemimpin Gereja di paroki. Mereka mengira, anak-anak mereka akan menjadi baik asal saja anak-anak itu belajar di sekolah katolik dan cukup aktif di lingkungan katolik, entah di tingkat wilayah, entah di tingkat paroki.

Untuk Membantu orangtua dalam mendidik Iman anaknya, seksi Katekese dari Komunitas Beato Pio Campiddeli di Batam menerbitkan artikel yang diambil dari buku yang ditulis oleh pasangan suami-istri V.Pudjiono, yang aktif di lingkungan CFC (Couples For Christ atau Pasangan Suami-Istri untuk Kristus), dan bapak M.L.Oetomo, dosen senior di fakultas psikologi Universitas Katolik Soegijapranoto. Pasutri V.Pudjiono menyusun bagian I, sedang bapak M.L.Oetomo menyusun bagian II.

Artikel yang tentang pendidikan iman dalam keluarga ini serasa aktual dengan adanya perhatian Gereja terhadap isyu keluarga, baik Gereja partikular di Indonesia maupun Gereja universal. SAGKI 2015 pada bulan November mendatang bertemakan “Keluarga Katolik: Sukacita Injil”. Pada bulan Oktober 2015 nanti di Vatikan akan diselenggarakan sinode internasional tentang keluarga. Selain itu, pada pertemuan nasional katekis se-indonesia di bulan September 2015 dan Pertemuan Komisi Kateketik antar-Keuskupan se-Indonesia ke XI tahun 2016, temanyapun tentang katekese dalam keluarga.

Menyongsong peristiwa-peristiwa penting tersebut diatas, kami meng-share-kan kembali artikel yang diterbitkan oleh Komunitas Beato Pio Campidelli – Batam untuk memperkaya pemahaman semua saja tentang katekese - pastoral keluarga, khususnya menyongsong - peristiwa peristiwa penting tahun ini seperti SAGKI 2015 dan Sinode tentang Keluarga di Vatikan.

Tags: 

Model Katekese Remaja: Memahami Sakramen Ekaristi

Tema : Memahami Sakramen Ekaristi
Waktu : 90 menit
Peserta : Remaja Katolik di paroki atau lingkungan/Komunitas Basis

I.Pemikiran Dasar

Dalam kehidupan Gereja terdapat tujuh sakramen. Ketujuh sakramen ini sebagai bentuk persatuan Gereja dengan Kristus. Salah satu sakramen yang penting ialah Sakramen Ekaristi. Mengapa dikatakan penting? Sebab sakramen ini sebagai sumber dan puncak kehidupan Gereja, karena terkandung kekayaan iman Gereja yakni Yesus Kristus. Yesus sendiri yang menetapkan Ekaristi pada saat perjamuan terakhir sebagai tanda kenangan yang dipercayakan kepada Gereja. Dalam hal ini, Sakramen Ekaristi perlu dihayati oleh segenap anggota Gereja.

Tags: 

Katekese Keluarga: Mendidik Anak Secara Katolik (1)

Keluarga merupakan tempat pendidikan yang pertama dan utama bagi semua anak, terutama mereka yang mempunyai orang tua sendiri. Sayang, kepercayaan tersebut sering kali tidak diimbangi dan ditindaklanjuti dengan usaha mereka dalam mendidik anak-anak mereka di rumah. Tidak sedikitlah kiranya orang tua yang hanya mampu memberikan pendidikan jasmani dan intelektual kepada anak-anak. Mereka tidak mampu memberikan pendidikan rohani maupun moral dan sosial kepada anak-anak mereka sendiri.

Salah satu yang barangkali mendorong mereka berbuat demikian ialah terlalu besarnya kepercayaan mereka kepada para guru di sekolah dan kepada para pemimpin Gereja di paroki. Mereka mengira, anak-anak mereka akan menjadi baik asal saja anak-anak itu belajar di sekolah katolik dan cukup aktif di lingkungan katolik, entah di tingkat wilayah, entah di tingkat paroki.

Untuk Membantu kita dalam mendidik Iman anak kita, seksi Katekese komunitas Beato Pio Campiddeli menerbitkan artikel ini, yang diambil dari buku tipis, ditulis oleh pasangan suami-istri V.Pudjiono, yang aktif di lingkungan CFC (Couples For Christ atau Pasangan Suami-Istri untuk Kristus), dan bapak M.L.Oetomo, dosen senior di fakultas psikologi Universitas Katolik Soegijapranoto. Pasutri V.Pudjiono menyusun bagian I, sedang bapak M.L.Oetomo menyusun bagian II.

Tags: 

Katekese Liturgi; Suatu Keharusan

Berbagai usaha menjadikan perayaan Ekaristi menjadi menarik, mengesan, dan mengena telah dilakukan dalam berbagai bentuk, misalnya: perayaan Ekaristi yang disesuaikan dengan adat budaya tertentu, penggunaan bahasa dan budaya setempat, kehadiran para petugas liturgi yang trampil dan terlatih, tata ruang yang anggun dan berbagai usaha sejenisnya. Semua upaya ini patutlah kita sambut dengan penuh syukur, namun kiranya segala usaha tersebut lebih menekankan segi lahir dan kelihatan dari perayaan Ekaristi itu sendiri, serta belum begitu menyentuh alasan utama rendahnya tingkat partisipasi umat dalam perayaan Ekaristi, yakni motivasi yang tepat dan kurangnya pemahaman umat beriman akan hakekat perayaan Ekaristi.

Tags: 

Pages

Subscribe to RSS - Katekese