Cerita Kehidupan

Kesaksian empat Yesuit: Bunda Maria bantu mereka selamat dari bom di Hiroshima

Kesaksian empat Yesuit, yang selamat dari bom atom di Hiroshima, Jepang dan dampak radiasinya, namun ada keajaiban berkat kekuatan Rosario. Tujuh puluh tahun lalu serangan nuklir oleh Amerika Serikat terhadap Hiroshima pada 6 Agustus dan Nagasaki pada 9 Agustus. Serangan terhadap Hiroshima menewaskan sekitar 80.000 orang dan mungkin sekitar 130.000 tewas akibat radiasi, sebagian besar warga sipil. Serangan terhadap Nagasaki menewaskan sekitar 40.000 dan menghancurkan sepertiga dari kota itu.

Dua Kantong yang Berbeda

Alkisah, ada seseorang yang sangat menikmati kebahagiaan dan ketenangan di dalam hidupnya. Orang tersebut mempunyai dua kantong. Pada kantong yang satu terdapat lubang di bawahnya, tapi pada kantong yang lainnya tidak terdapat lubang. Segala sesuatu yang menyakitkan yang pernah didengarnya seperti makian & sindiran, ditulisnya di sebuah kertas, digulung kecil, kemudian dimasukkannya ke dalam kantong yang berlubang. Tetapi semua yang indah, benar, dan bermanfaat, ditulisnya di sebuah kertas kemudian dimasukkannya ke dalam kantong yang tidak ada lubangnya. Pada malam hari, ia mengeluarkan semua yang ada di dalam saku yang tidak berlubang, membacanya, dan menikmati hal-hal indah yang sudah diperolehnya sepanjang hari itu. Kemudian ia merogoh kantong yang ada lubangnya, tetapi ia tidak menemukan apa pun. Maka ia pun tertawa dan tetap bersukacita karena tidak ada sesuatu yang dapat merusak hati dan jiwanya. Teman-teman.. Itulah yang seharusnya kita lakukan. Menyimpan semua yang baik di “kantong yang tidak berlubang”, sehingga tidak satupun yang baik yang hilang dari hidup kita. Sebaliknya, simpanlah semua yang buruk di “kantong yang berlubang”. Maka yang buruk itu akan jatuh dan tidak perlu kita ingat lagi. Namun sayang sekali..

Apa yang Istimewa Dari Seorang Wanita?

Seorang anak yang sudah remaja bertanya pada ayahnya.
Anak : “Ayah, mengapa seorang wanita itu sangat mudah menangis?”
Ayah : “Seorang wanita itu mudah menangis karena Allah menciptakan bahu yang cukup kuat untuk menopang dunia, namun harus cukup lembut untuk memberi kenyamanan!”
Anak : “Menopang dunia?”
Ayah : “Iya, karena wanita memiliki peranan sangat penting di dunia ini!”
Anak   : “Bisa ayah jelaskan apa yang istimewa dari seorang wanita?”
Ayah : “Allah memberikan kekuatan dari dalam untuk mampu melahirkan anak, dan menerima penolakan yang sering datang dari anak-anaknya. Allah memberi kekerasan untuk membuatnya tegar saat orang lain menyerah, namun dia mengasuh keluarganya dengan penderitaan dan kelelahan tanpa mengeluh.”
Anak : “Seistimewa itu yah.?”
Ayah : “Bukan hanya itu, Allah juga memberikan kepekaan untuk mencintai anak-anaknya dalam setiap keadaan. Bahkan ketika anak-anaknya bersikap sangat menyakiti hatinya.”
Anak : “Ternyata wanita itu sungguh luar biasa ya, ayah?!”
Ayah : “Masih ada lagi keistimewaan yang dimilik seorang wanita.”
Anak : “Apa itu yah?”

Dua Serigala

Pada suatu sore seorang tua dari Suku Indian Cherokee bercerita pada cucu-laki-nya tentang peperangan yang berlangsung di dalam diri orang-orang. Ia berkata: “Anakku, peperangan abadi antara dua "Serigala" terjadi di dalam diri kita semua.
Serigala yang satu adalah kejahatan. Dia adalah kemarahan, iri hati, dengki, cemburu, kesedihan, penyesalan, rakus, sombong, dendam, bersifat rendah, kebohongan, kebanggaan semu, merasa dirinya paling unggul, dan mementingkan diri sendiri”.

Serigala yang satunya lagi adalah kebaikan. Dia adalah kegembiraan, damai, cinta, harapan, ketenteraman, kebaikan hati, kebajikan, bisa merasakan penderitaan orang lain, kemurahan hati, kebenaran, rasa belas kasihan, dan kepercayaan.

Si cucu memikirkannya beberapa saat dan kemudian bertanya: “Serigala yang mana yang akan menang?”
Orang tua itu hanya menjawab: “Serigala yang kamu beri MAKAN.”
Serigala yang jahat ataupun serigala yang baik setiap hari diberi makan oleh pilihan pikiran kita. Apa yang kita pikirkan akan sedikit banyak muncul dalam kehidupan dan mempengaruhi gerak langkah kita.

Mengapa Allah Mau Menjadi Manusia?

Kisah Natal: Seorang pria dan burung-burung

Suatu ketika, ada seorang pria yang menganggap Natal sebagai sebuah takhayul belaka. Dia bukanlah orang yang kikir. Dia adalah pria yang baik hati dan tulus, setia kepada keluarganya dan bersih kelakuannya terhadap orang lain. Tetapi ia tidak percaya pada kelahiran Kristus yang diceritakan setiap gereja di hari Natal. Dia sungguh-sungguh tidak percaya. "Saya benar-benar minta maaf jika saya membuat kamu sedih," kata pria itu kepada istrinya yang rajin pergi ke gereja. "Tapi saya tidak dapat mengerti mengapa Tuhan mau menjadi manusia. Itu adalah hal yang tidak masuk akal bagi saya "
Pada malam Natal, istri dan anak-anaknya pergi menghadiri kebaktian tengah malam di gereja. Pria itu menolak untuk menemani mereka. "Saya tidak mau menjadi munafik," jawabnya. "Saya lebih baik tinggal di rumah. Saya akan menunggumu sampai pulang."

Pages

Subscribe to RSS - Cerita Kehidupan