Pertemuan Komkat Regio Nusa Tenggara 2017: Mengembangkan Katekese Keluarga Di Regio Nusra Pada Era Digital

Komisi Kateketik Regio Nusa Tenggara ( KOMKAT NUSRA) mengadakan Pertemuan Tahunan XXXVI di Wisma Sharon- Keuskupan Larantuka selama lima hari, Selasa, 26 – Jumat, 30 Agustus 2017. Pertemuan ini diikuti oleh 30 peserta, utusan dari Keuskupan-keuskupan Se-Regio Nusra (Keuskupan Agung Ende, Keuskupan Agung Kupang, Keuskupan Larantuka, Keuskupan Maumere, Keuskupan Atambua, Keuskupan Weetebula, Keuskupan Ruteng dan Keuskupan Denpasar) . Hadir juga Sekretaris Eksekutif Komkat KWI Rm Leo Sugiyono, MSC dan staf Komkat KWI : Bapak Daniel Boli Kotan, Bapak A.Didiek Dwinarmiyadi,dan Ibu Chatarina Setyo Winarti.

Pertemuan Komkat Nusra ini merupakan kegiatan rutin tahunan. Sebetulnya Raker Komkat Regio Nusra XXXVI ini dilaksanakan di Keuskupan Weetebula, namun dalam rapat terbatas para Ketua Komisi Kateketik Regio Nusra di Makasar dalam sela-sela Pertemuan Nasional Komisi Kateketik Indonesia, disepakati untuk dilangsungkan di Larantuka agar bisa bersama merayakan pesta perak Imamat dari Ketua Komkat Regio Nusra, Rm. Frans Emanuel da’Santo,Pr. Tema yang diangkat dalam Pertemuan Komkat NUSRA XXXVI adalah, “KATEKESE DI ERA DIGITAL:MENGEMBANGKAN KATEKESE KELUARGA DI REGIO NUSRA.” Tema ini merupakan respon dan tindak lanjut dari Pernas Komisi Kateketik Indonesia Tahun 2016 di Makasar dan PERPAS X Regio NUSRA di Mataloko-Keuskupan Agung Ende.

PERNAS XI Komisi Kateketik se-Indonesia di Makasar menerima program kerja Komisi Kateketik Regio Nusra dan merekomendasikan untuk dilaksanakan oleh Komisi Kateketik Regio Nusra di masing-masing Keuskupan. Berikut Program Kerja Komisi Kateketik Regio Nusra hasil Pernas XI Komisi Kateketik Indonesia:
Raker Komkat Regio Nusra diawali dengan Perayaan Ekaristi, dipimpin oleh Rm. Fransiskus Emmanuel da’Santo, Pr (Ketua Penghubung Komkat Regio Nusra), didampingi oleh Rm.Eduard Jebarus,Pr (Direktur Sekretariat Pastoral Keuskupan Larantuka) dan Rm.Leo Sugiyono, MSC. Dalam kotbahnya Rm.Frans Emanuel da’Santo mengatakan, dua point penting dalam warta Firman Tuhan yang dibacakan dalam perayaan Ekaristi yakni pertama, perlu senantiasa menderngarkan Firman Tuhan dan yang kedua, setelah mendengar, perlu melaksanakan firman Tuhan yang didengar tersebut. Dan kepada mereka yang mendengar dan melaksanakan firman Tuhan itu, Yesus mengatakan dialah ibu-Ku dan dialah saudara-Ku.

Acara pembukaan dimulai dengan Sambutan Ketua Penghubung Komkat Regio Nusra, Rm.Fransiskus Emanuel da’Santo, dilanjutkan dengan Sambutan Sekretaris Eksekutif Komkat KWI,Rm.Leo Sugyono,MSC., dan Sambutan Direktur Sekpas Keuskupan Larantuka yang mewakili Uskup, RM.Eduard Jebarus, Pr., sekaligus membuka kegiatan secara resmi. Selanjutnya diteruskan dengan laporan kegiatan tahun 2016/2017 dari masing-masing Komkat Keuskupan yang kemudian didalami bersama. Dari keseluruhan laporan Komkat masing-masing Keuskupan, ada banyak mutiara yang telah ditemukan dalam karya pastoral Katekese yang dilakukan, meskipun di sana sini masih ada berbagai tantangan dan permasalahan. Salah satu tantangan yang dihadapi antara lain: Pasca Pernas XI Komisi Kateketik Indonesia di Makasar, belum semua Komkat Keuskupan di Regio Nusra melaksanakan program yang direncanakan bersama dalam Pernas XI tersebut karena harus menuntaskan program dan agenda kerja Komkat dari masing-masing Keuskupan. Beberapa program kerja selama tahun 2016-2017 yang menjadi fokus kegiatan Komkat dari masing-masing Keuskupan antara lain :
1.Komkat Keuskupan Agung Kupang: Program Unggulannya lebih mengfokuskan pada kegiatan pendampingan dan pemberdayaan “Para Penjaga Rumah Katekese” atau para Katekis, karena seringkali dikeluhkan umat bahwa para fasilitator katekese dari kalangan umat awam kurang diminati oleh umat ketimbang dari kalangan kaum berjubah (Para imam, diakon,frater).

2. Komkat Keuskupan Atambua: Program unggulannya pada dua kegiatan yakni : Diklat bagi para fasilitator Katekese Umat dan Pertemuan Akhbar Para Katekis Keuskupan Atambua.

3. Komkat Keuskupan Larantuka
Kegiatan unggulannya adalah pelatihan bagi para fasilitator Katekese Umat sebelum APP dan AAP. Selain itu dibuat juga kegiatan pelatihan dan pendampingan bagi para katekis di masing-masing Dekenat se-Keuskupan Larantuka.

4. Komkat Keuskupan Weetebula
Beberapa program kegiatan yang dilaksanakan antara lain sebagai berikut: Bekerjasama dengan Kementerian Agama setempat dalam penyusunan soal-soal ujian para siswa (SD,SMP,SMA/SMK). Pelatihan dan pembekalan bagi para katekis dan guru agama menjelang APP dan AAP. Menyusun bahan pendampingan bagi guru agama tentang animasi misioner. Sesuai Pernas Komkat Indonesia di Makasar, Komkat Keuskupan Weetebula diminta untuk menyusun bahan Katekese Orang Dewasa tentang Gereja di tengah praktek adat yang membelenggu, tugas ini telah dikerjakan dan sedang diuji cobakan dalam kegiatan katekese umat.

5. Komkat Keuskupan Maumere
Beberapa program kegiatan yang dilaksanakan adalah bekerjasama dengan kementerian agama dalam penyusunan soal-soal ujian, melibatkan para frater untuk turba katekese ke Paroki-Paroki. Menyusun dan mencetak bahan katekese untuk Advent dengan tema: Bersama Keluarga Kudus Nazaret Kita Menantikan Kelahiran Kristus, Sambil Berjuang Terus Untuk Meningkatkan Kesadaran Tentang Perlibdungan Anak. Selain itu menyusun dan mencetak bahan Katekese APP 2017 dengan tema: Keluarga Berwawasan Ekologi.

6. Komkat Keuskupan Agung Ende
Mengadakan pelatihan dan pembekalan bagi para anggota Komisi Kateketik Keuskupan Agung Ende bekerjasama dengan Kementerian Agama. Membentuk paguyuban katekis dan mendampingi dalam penyusunan program kerjanya. Mengadakan pelatihan bagi para fasilitator Katekese Umat di Kevikepan Ended an Kevikepan Bajawa. Sedangkan Katekese Digital masih dalam proses sosialisasi.

7. Komkat Keuskupan Ruteng
Ada banyak kegiatan yang dilakukan oleh Komkat Keuskupan Ruteng dalam mengisi tahun pewartaan dengan tema-tema katekese bagi umat antara lain: tema tentang Ekologis, Pengelolaan Sampah, Migrant Perantau, yang dilaksanakan di semua jenjang usia(Anak-Anak, Remaja dan Dewasa). Selain itu Komkat Ruteng juga melaksanakan kegiatan pelatihan fasilitator katekese umat bagi para pastor paroki dan pastor rekan untuk mendukung karya pewartaan. Juga diadakan pelatihan fasilitator di setiap Kevikepan, serta pelatihan dan sosialisasi katekese umat di lingkungan Asrama dan Biara/Konggregasi.

8. Komkat Keuskupan Denpasar
Beberapa kegiatan yang menjadi fokus perhatian Komkat Keuskupan Denpasar. Pertama yang rutin adalah menyusun dan mencetak bahan APP dan AAP serta memberikan pelatihan dan pembekalan bagi para fasilitator Katekese Umat sesuai permintaan. Untuk tahun ini mengingat Keuskupan Denpasar sedang menyiapkan pelaksanaan Sinode IV Keuskupan Denpasar maka Komkat Keuskupan Denpasar bekerjasama dengan anggota tim Puspas yang ada dalam Bidang Pembinaan Iman (BPI) menyusun bahan Katekese Bulanan secara tematis sesuai dengan tema Sinode IV Keuskupan Denpasar yakni :“Menjadi Gereja yang Beriman Tangguh, Mandiri dan Mampu Bersaksi dalam Masyarakat Majemuk.” Bahan ini telah dicetak dan Didistribusikan kepada umat sejak awan Januari 2017 dan telah dilaksanakan setiap bulannya. Hanya saja pada bulan masa pra Paskah, bahan tematisnya sesuai tema APP Nasional. Sedangkan pada bulan September 2017 memakai bahan dari BKSN Regio Nusra. Mengenai Katekese Digital, sudah disosialisasikan namun belum bisa dilaksanakan seluruhnya dengan media digital, mengingat sinyal bermasalah, fasilitator dan umat belum semuanya trampil menggunakan media digital secara online, dan lain-lain.
Pada hari kedua tanggal 27 September diisi dengan pemberian materi dari Tim Komkat KWI tentang Arah dan Program Kerja Komkat KWI, dibawakan oleh Rm.Leo Sugiyono, MSC,(Sekretaris Eksekutif Komkat KWI). Materi kedua diberikan oleh Bapak Didiek Dwinarmiyadi mengenai hasil-hasil yang telah disepakati dalam Pernas Komkat KWI di Makasar serta beberapa motivasi dan peneguhan. Pada malam hari para ketua Komkat dari masing-masing Keuskupan mengadakan rapat terbatas untuk mendiskusikan tindak lanjut program kegiatan yang telah disepakati bersama dalam Pernas Komisi Kateketik Indonesia di Makasar, dan Pemilihan Ketua Penghubung Komisi Kateketik Regio Nusra yang baru untuk menggantikan Ketua Penghubung Komkat Regio Nusra sebelumnya yang sudah tiga periode menjabat sebagai penghubung regio. Hari ketiga tanggal 28 September 2017 diawali dengan Pembekalan K-13,oleh bapak Daniel Boli Kotan dilanjutkan dengan Diskusi/tanya-jawab.

Beberapa Kesepakatan Dan Rencana Tindak Lanjut

Dalam Raker Komisi Kateketik kali ini terjadi pemilihan Ketua dan Sekretaris Penghubung Komkat Regio Nusra untuk periode yang baru, tiga tahun ke depan (2018-2020). Para peserta pertemuan Komisi Kateketik Regio Nusa Tenggara XXXVI melalui musyawarah-mufakat, secara aklamasi memilih Rm.Agusinus Sugiyarto, Pr.,(dari Komkat Keuskupan Denpasar) untuk menjadi Ketua Penghubung Komkat Regio Nusra, menggantikan Rm.Franssiskus Emanuel da’ Santo yang telah 3 periode menjalankan tugas sebagai Ketua Penghubung Komkat Regio Nusra. Untuk membantu Ketua Penghubung yang baru, peserta juga memilih dua orang Sekretaris yakni: Sekretaris I : Blasius Naya Manuk (Komkat Keuskupan Denpasar) dan Sekretaris II: Sr. Xaveria,PRR dari (Komkat Keuskupan Weetebula). Komkat Regio Nusra juga memandang perlunya mengundang Tim Komkat KWI mengadakan pelatihan K-13 untuk menhadapi pemberlakuan K-13 tahun 2018 bagi para Ketua Komkat Regio Nusra dan Staf ( 3 orang untuk masing-masing Keuskupan). Dan untuk Raker Komkat Regio Nusra XVII Tahun 2018 mendatang, diputuskan akan dilaksanakan di Keuskupan Weetebula.
Sedangkan untuk menindaklanjut hasil PKKI XVI di Makasar, Para Ketua Komisi Kateketik Regio Nusra sepakat untuk membagi tugas penyusulan modul Katekese Umat kepada masing-masing Keuskupan sesuai 6 tema yang diprogramkan oleh Komkat Regio Nusra dalam PKKI XVI tersebut. Pembagian Penyusunan Modul Katekese Umat untuk masing-masing Komkat Keuskupan sebagai berikut:

1.Untuk Komkat Keuskupan Agung Ende :
Menyusun Modul Katekese Umat bagi Orang Dewasa dengan tema: “Kerja Keras dan Pola Hidup Hemat untuk Mengatasi Masalah Kemiskinan.”

2.Untuk Komkat :Keuskupan Ruteng:
Menyusun Modul Katekese Umat tentang Migran dan Perantau,

3.Untuk Komkat Keuskupan Weetebula:
Menyusun Modul Katekese Umat tentang : Gereja dan Tugas Pembebasan dari Praktek Adat yang Membelenggu.

4.Untuk Komkat Keuskupan Denpasar:
Menyusun Modul Katekese Umat tentang Perkawinan Beda Agama dengan tema:
a.Allah Bapa, Allah Putera dan Allah Roh Kudus yang Berbelaskasih dan Menyayangi Semua Umat.
b.Pendidikan Anak Dalam Keluarga Nikah Beda Agama.

5.Untuk Komkat Keuskupan Agung Kupang:
Menyusun Modul Katekese Umat dengan tema:
a.Pendidikan Agama Dalam Keluarga Nikah Beda Gereja
b.Menghargai Pluralisme, Toleran dan Menghormati Perbedaan.

6.Untuk Komkat Keuskupan Maumere :
Menyusun Modul Katekese Umat tentang: Bahaya Penyakit Sosial: Perjudian, Narkoba, Miras, dan Perselingkuhan.

7.Untuk Komkat Keuskupan Larantuka:
Menyusun Modul Katekese Sesuai Jenjang Usia, Secara Khusus Untuk Orang Dewasa.

8.Untuk Komkat Keuskupan Atambua :
Menusus Modul Katekese Sesuai Jenjang Usia, Secara Khusus Untuk Anak dan Remaja.

(Sekretariat Komkat KWI)

Foto-1: Peserta Pertemuan Komkat Regio Nusra
Foto-2: Serah terima penghubung Regio Nusra dari Rm. Festo kepada Rm. Aguas