Katekese Paus Fransiskus: Menjadi Garam Dunia dan Terang Dunia

Paus Fransiskus mengajak umat beriman kristiani menjadi orang kristen sejati yang dapat memberi sesuatu yang bermakna bagi hidup sesama. Umat kristiani hendaknya tidak bersinar terang bagi dirinya sendiri tetapi dapat membawa terang bagi sesama di sekitar serta bagi seluruh umat manusia. Demikianlah siaran radio Vatican hari selasa (7/6/15) mengutip kotbah Paus Fransiskus dalam misa harian di gereja Casa Santa Marta, tempat kediaman Sri Paus.

Berdasarkan bacaan Injil hari itu, Paus Fransisikus mengutip ajaran Yesus kepada murid-muridnya "kamu adalah garam dunia", "kamu adalah terang dunia". Setiap orang kristiani, demikian Paus, harus menjadi garam dan terang. Orang kristiani tidak boleh mementingkan diri sendiri: garam harus menambah rasa dan cahaya harus menerangi lainnya.

Paus melanjutkan kotbahnya dengan pertanyaan: "apa yang harus dilakukan oleh orang Kristen agar garam jangan sampai kehabisan, sehingga minyak untuk menyalakan lampu tidak habis?"

Paus Fransiskus Beraudensi dengan Imam Besar Al Azhar Mesir, Sheik Ahmed Muhammad Al-Tayyib; Dialog Antar Katolik - Islam untuk Perdamaian dan Keadilan di Dunia

Paus Fransiskus menerima Imam Besar Al-Azhar Sheik Ahmed Muhammad Al-Tayyib di Vatikan.

Radio Vatikan memberitakan bahwa pada hari senin (23/5/16) Paus Fransiskus menerima Imam besar Al-Azhar, Sheik Ahmed Muhammad Al-Tayyib.

Direktur Kantor Berita Vatikan Pater Federico Lombardi SJ mengatakan bahwa pertemuan sekitar 30 menit itu "penuh persahabatan". Imam besar Mesir didampingi oleh delegasi penting, seperti: Dr. Abbas Shouman, Wakil Al-Azhar; Dr. Mahmaoud Hamdi Zakzouk, anggota Dewan Ulama Senior Al-Azhar dan Direktur Pusat Dialog Al-Azhar; Hakim Mohamed Mahmoud Abdel Salam, penasihat Imam besar; Dr. Mohie Afifi Afifi Ahmed, sekretaris jenderal Akademi Penelitian Islam; Duta Besar Mahmoud Abdel Gawad, Penasehat Diplomatik ; Mr. Tamer Tawfik, dan Mr Ahmad Alshourbagy, Sekretaris Kedua. Delegasi didampingi oleh Duta Besar Republik Mesir untuk Tahta Suci, Mr. Hatem Seif Elnasr.

Pater Lombardi menyatakan bahwa Pertemuan Paus dan Imam besar Mesir ini dalam rangka silahturahmi dan dialog antara Gereja Katolik dan Islam.Keduanya membahas tentang komitmen bersama baik dari pemerintah maupun setiap agama besar untuk perdamaian di dunia, penolakan kekerasan dan terorisme, situasi umat Kristen dalam konteks konflik dan ketegangan di Timur Tengah dan perlindungan terhadap mereka (sumber Vatican Radio - English Section, translated by Daniel B. Kotan)

Selengkapnya silakan membaca artikel dari berita radio vatican berikut ini..

Indonesian Youth Day 2016; Merayakan Kemajemukan

Setelah Keuskupan Manado ditetapkan KWI pada sidang tahun 2015 lalu sebagai tuan rumah Indonesian Youth Day (IYD) 2016, Keuskupan Manado pun bergerak cepat mempersiapkan segala sesuatu baik secara fisik maupun rohani untuk mensukseskan pelaksanaan kegiatan Orang Muda Katolik se-Indonesia itu. Panitia IYD Keuskupan Manado dikomandani Rm. John Montolalu, Pr yang juga sebagai Sekertaris Keuskupan Manado. Secara fisik, sedang dibangun sebuah venue utama yang berbentuk amphitheater di Desa Lotta, berdampingan dengan wisma Lorenzo pusat kateketik-pastoral Keuskupan Manado. Persiapan secara rohani pun digiatkan antara lain dengan doa novena dan mengiringi Salib IYD sambil mendaraskan Doa Kerahiman Ilahi dan Rosario dari stasi-ke stasi .

Seiring perkembangan jaman, IYD ini nampaknya sangat penting. Para waligereja Indonesia pun merestui dan mendukung kegiatan OMK ini. Disadari bahwa orang muda dalam perjumpaannya dengan kenyataan dunia, perlu saling berjumpa,memberi kesaksian dan saling meneguhkan. Salah satu wujud perjumpaan ini adalah melalui kegiatan Indonesian Youth Day, yang menghimpun sebanyak mungkin orang muda Katolik dari seluruh penjuru nusantara, untuk berjumpa, memberi kesaksian dan saling meneguhkan.

Berikut adalah informasi dari Kantor Berita Katolik Asia (UCAN) tentang persiapan panitia nasional IYD yang diselenggarakan oleh panitia nasional IYD sepekan yang lalu di kantor KWI Jakarta. (Daniel B.Kotan).

Katekese Paus Fransiskus: "Uang dan Kekuasaan Membahayakan Gereja"

Paus Fransiskus menandaskan bahwa jalan Yesus adalah melayani orang lain. Sri Paus mendesak umat Kristiani untuk mengatasi godaan duniawi. Ambisi manusia untuk mencapai puncak kekuasaan, demikian Paus dapat menghancurkan manusia yang lain . Pernyataan itu disampaikan saat kotbahnya pada Misa pagi di kediaman Santa Marta, hari Selasa 17/05/16.

Dari bacaan Injil tentang murid-murid Yesus yang saling bertengkar atau berdebat tentang siapa yang terbesar di antara mereka, Paus merefleksikan tentang bahaya uang, ambisi dan kesombongan. Yesus mengingatkan kita bahwa Dia datang di antara kita "untuk melayani", bukan "untuk dilayani." Keduniawian adalah musuh Allah dan membelah Gereja.

Mengulangi kembali bacaan Kitab Suci bahwa Yesus datang untuk melayani, Paus mengatakan Kristus telah menunjukkan kepada kita jalan yang benar dari kehidupan Kristen yaitu pelayanan dan kerendahan hati.

Selanjutnya bacalah teks lengkap homili misa Paus Fransiskus di kediamnnya Santa Marta yang disiarkan oleh radio Vatikan (sesi bahasa Inggris) pada hari selasa 17 Mei 2017 (Daniel B.Kotan).

Katekese Paus Fransiskus, Keluarga Sebagai Sebuah Komunitas yang Istimewa!

Fakta bahwa Yesus mengasihi keluarganya sehingga, ketika dia mengumpulkan murid-murid pertama sekitar dirinya, ia ingin kembali membuat sesuatu yang sangat mirip dengan keluarga dan membentuk Gereja sebagai keluarga spiritual, di mana kita hidup sebagai saudara dan saudari.

Kita benar-benar beruntung! Paus mengajarkan kita bahwa kita memiliki dua rumah di mana untuk hidup bersama dan mengalami kehadiran Tuhan: keluarga dan paroki. Dia ingin keduanya untuk menjaga pintu terbuka lebar untuk menyambut semua orang, sehingga tidak ada yang dikecualikan dari keajaiban persaudaraan. ( http://bit.ly/1TzMrzR)

Sumber: Radio Vatikan/12/5/16
Gambar: Radio Vatikan

Paus Fransiskus mengirimkan surat kepada Koptik Patriark pada Hari Persahabatan

(Radio Vatikan) Tanggal 10 Mei diperingati sebagai hari ulang tahun pertemuan pertama antara Paus Paulus VI, Uskup Roma, dan kepala Gereja Ortodoks Koptik, Paus Shenouda III, yang berlangsung 43 tahun yang lalu. Hari ini (10 Mei-red) , pada hari Persahabatan antara Koptik dan Katolik, Paus Fransiskus telah menulis untuk yang mulia Tawadros II, Paus Alexandria dan Patriarkh Tahta Santo Markus

Dalam suratnya kepada kepala Gereja Ortodoks Koptik di Mesir, Paus Fransiskus menyatakan kegembiraannya atas " jaminan spiritual yang lebih dalam" antara kedua komunitas, dan berterima kasih kepada Tuhan untuk "langkah-langkah yang telah diambil bersama-sama sepanjang jalan rekonsiliasi dan persahabatan". Dia melanjutkan dengan mengatakan, "meskipun kita masih dalam perjalanan menuju hari ketika kita akan berkumpul sebagai salah satu di meja Ekaristi yang sama, kita harus bisa mewujudkan itu, bahkan sekarang mulai mewujudkan persekutuan yang mempersatukan kita". Paus Fransiskus juga mengatakan dalam suratnya bahwa Koptik dan Katolik "dipanggil untuk menawarkan tanggungjawab bersama yang didirikan di atas Injil", dalam menghadapi tantangan kontemporer, khususnya di Timur Tengah, di mana orang-orang Kristen terus menghadapi penganiayaan sehari-hari. "Karena kita terus ziarah duniawi dan jika kita belajar untuk menanggung satu sama lain sebagai beban dan untuk bertukar warisan yang kaya dari tradisi kita masing-masing, maka kita akan melihat lebih jelas bahwa apa yang menyatukan kita lebih besar dari apa yang memisahkan kita." (radio vatican translated by Daniel B.Kotan)

Berikut teks surat utuh berbahasa Inggris oleh Paus Fransiskus

Surat Gembala Uskup Bogor Untuk Hari Komunikasi Sosial Sedunia ke-50 “Mengkomunikasikan Kerahiman Allah Secara Konkret”

Saudara-saudariku yang selalu berada dalam limpah Kerahiman Allah,

Pesan Paus Fransiskus Untuk Hari Komunikasi Sosial Sedunia Tahun 2016: Komunikasi dan Kerahiman: Suatu Perjumpaan yang Memerdekakan

Hari Komunikasi Sosial (Komsos) Dunia, satu-satunya perayaan di seluruh dunia yang dicanangkan oleh Konsili Vatikan II (“Inter Mirifica”, 1963), dirayakan di banyak negara atas rekomendasi dari para uskup dunia pada hari Minggu sebelum Pentakosta. Pada tahun 2016 ini hari Kosmsos jatuh pada tanggal 8 Mei.

Dewan Komunikasi Sosial Kepausan menetapkan tema Hari Komunikasi Sedunia tahun 2016, yaitu Komunikasi dan Kerahiman: Perjumpaan yang Memerdekakan. Tema ini berkaitan juga dengan Tahun Jubelium Kerahiman Ilahi, Tahun rahmat yang diserukan oleh Paus Fransiskus. Bapa Suci menghendaki agar Hari Komunikasi Sedunia dapat menjadi kesempatan yang tepat untuk merefleksikan secara mendalam hubungan komunikasi dan kerahiman Allah hidup kita sehari-hari. Berikut pesan lengkap Paus Fransiskus untuk Hari Komunikasi Sedunia tahun 2016 (DBK).

Pages

Subscribe to KomKat KWI RSS