Pakai Kisah Tipuan Ular ke Hawa, Paus Fransiskus Soroti Berita Palsu

VATICAN CITY, KOMPAS.com - Pemimpin Gereja Katolik Roma sedunia, Paus Fransiskus menyinggung masalah berita palsu dalam pesannya di Hari Komunikasi Dunia, pada Rabu (24/1/2018).

Dia menggambarkan keterkaitan antara fenomena berita palsu dengan kisah alkitab tentang Adam, Hawa, ular, dan buah terlarang.
Paus menyebut peristiwa Hawa yang tertipu oleh ular sebagai kasus berita palsu pertama.

"Kita perlu membuka kedok apa yang disebut sebagai taktik ular, yang juga digunakan oleh mereka yang menyamarkan diri untuk menyerang," katanya.
Paus Fransiskus menggunakan kisah Adam dan Hawa dari Kitab Kejadian di Perjanjian Lama, untuk menyoroti tidak ada disinformasi yang tidak berbahaya.
Menurutnya, mempercayai kepalsuan dapat memiliki konsekuensi yang mengerikan.

Dalam kisah Kejadian, ular meyakinkan Hawa dan kemudian Adam untuk memakan buah terlarang dari pohon pengetahuan tentang kebaikan dan kejahatan. Hal itu menyebabkan mereka terusir dari Taman Eden.

Penjelasan Alkitab Tentang Korupsi

Pengantar

Bagaimana Alkitab menceritakan tentang korupsi? Dari Kitab Kejadian sampai Wahyu kata ‘korupsi’ hampir tidak ditemukan. Akan tetapi, untuk menunjuk substansi tindakan ‘korupsi’, Alkitab menggunakan terminologi ‘mencuri’. Dalam ‘dekalog’ atau ‘sepuluh firman’ mencuri itu termasuk salah satu dosa atau kejahatan yang digarisbawahi oleh Allah sendiri. Mencuri berarti mengambil barang yang bukan miliknya. Tidak dikatakan secara eksplisit dalam Alkitab tentang mencuri barang milik bersama. Ada sejumlah kisah dalam Alkitab yang menceritakan korupsi yang berarti mencuri barang milik bersama sesuai dengan termilogi sekarang. Kisah-kisah tersebut memberikan informasi kepada kita bahwa korupsi merupakan persoalan klasik yang sudah terjadi sejak zaman Perjanjian Lama.
Korupsi dalam Keluarga

Tags: 

Paus Fransiskus Tegur Uskup dan Umat yang Berfoto saat Misa

VATIKAN, KOMPAS.com - Paus Fransiskus mengungkap kritikannya akan penggunaan telepon genggam yang dinilai kadang sudah sangat berlebihan dan melampaui batas.

Dalam kesempatan misa di Alun-alun Santo Petrus, Rabu (8/11/2017), Paus mengajak beberapa uskup, pastor dan umat untuk khusyuk berdoa dan bukan mengambil kesempatan untuk berfoto.

"Pada saat pendeta yang memimpin ibadah mengatakan 'angkat hati kita' bukan berarti 'angkat telepon genggam kita' dan mulai mengambil foto," kata Paus mengkritik orang-orang yang hadir di Alun-alun Santo Petrus.
"Sangat menyedihkan saat saya merayakan misa dan melihat banyak ponsel yang diangkat. Tidak hanya oleh para umat, tapi juga para pastor dan uskup. Tolonglah!" tambah Paus dikutip AFP.

Paus asal Argentina yang telah berusia 80 tahun itu memang tidak asing dengan media sosial, terutama Twitter, yang akunnya telah memiliki hingga lebih dari 14 juta pengikut.

Beri Pesan Natal, Paus Fransiskus Serukan Perdamaian di Yerusalem

VATICAN CITY, KOMPAS.com - Pemimpin Gereja Katolik, Paus Fransiskus, menyerukan adanya perdamaian di Yerusalem di antara Israel dan Palestina.

Seruan itu disampaikan dalam pesan Natal "Urbi et Orbi" (Untuk Kota dan Dunia) di Basilika Santo Petrus, Vatikan, Senin (25/12/2017).

Fransiskus berkata, dia melihat adanya kehadiran Yesus Kristus dalam diri anak-anak di Tepi Barat, Yerusalem, maupun Jalur Gaza yang terus menderita akibat tensi yang meninggi antara Israel dan Palestina. Tensi terjadi pasca-Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel 6 Desember.

Kepada puluhan ribu umat Katolik yang memadati basilika, Fransiskus mengajak mereka untuk mendoakan proses negosiasi perdamaian yang masih berlangsung. "Semoga tercipta solusi final bagi kedua negara yang berujung kepada perdamaian, dan pengakuan batas kedaulatan masing-masing," ujar Fransiskus dilansir dari kantor berita AFP.

Selain Yerusalem, paus ke-266 dalam sejarah Gereja Katolik itu juga mengharapkan Semenanjung Korea tetap kondusif.

KOMISI KATEKETIK KWI: SELAMAT NATAL DAN TAHUN BARU

KETUA KOMISI KATEKETIK KWI, MGR PASKALIS BRUNO SYUKUR, OFM
SEKRETARIS EKSEKUTIF KOMISI KATEKETIK KWI, RP. LEO SUGIYONO, MSC
BESERTA SELURUH PENGURUS LENGKAP DAN STAF HARIAN KOMISI KATEKETIK KWI
MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA NATAL, 25 DESEMBER 2017 DAN SELAMAT
MENYONGSONG TAHUN BARU 2018.

KEPADA YANG MULIA PARA BAPA USKUP INDONESIA, PARA IMAM, BIARAWAN DAN BIARAWTI
UMAT AWAM, KHUSUSNYA PARA KATEKIS DI SELURUH INDONESIA.

SEMOGA KITA TERUS MENJADI PEMBAWA DAMAI SEJAHTERA BAGI SESAMA

SEKRETARIAT KOMKAT KWI
Jl. Cut Mutiah 10, Jakarta

Pages

Subscribe to KomKat KWI RSS