Bimbingan Teknis Pelaksanaan Kurikulum 2013 untuk Guru-Guru dan Pengawas Pendidikan Agama Katolik di Keuskupan Agung Ende

Para Guru dan Pengawas peserta Bimtek Kurikulum 2013, KA. Ende berlatih menyusun RPP dan Penilaian Hasil Belajar

Foto: Para Guru dan Pengawas peserta Bimtek Kurikulum 2013, KA. Ende berlatih menyusun RPP dan Penilaian Hasil Belajar

*********
Komisi Kateketik Konferensi Wali Gereja Indonesia (Komkat KWI) bekerjasama dengan Komisi Kateketik Keuskupan Agung Ende menyelenggarakan bimbingan teknis (Bimtek) Kurikulum 2013 bagi guru/pengawas Pendidikan Agama Katolik se Keuskupan Agung Ende bertempat di Pondok Bina Olangari Ende dan berlangsung dari tgl 1 Juli s.d. 3 Juli 2018.

Strategi, Pendekatan, Metode, Teknik, dan Model Pembelajaran, Apa Bedanya?? (Daniel B. Kotan)

Tahun ajar 2017/2018 segera berakhir. Siswa kelas akhir seperti SMA dan SMK dan sejenisnya telah memperoleh hasil ujian akhir nasional, sementara SMP dan SD segera menyusul sesuai rencana yang sudah ditetapkan kemendikbud. Sekarang siswa-siswi kelas di bawahnya mulai bersiap untuk ujian kenaikan kelas. Pasca pengumumam kenaikan kelas, guru kembali disibukan dengan persiapan untuk rencana kerja pada tahun ajaran baru 2018/2019. Hal ini merupakan sebuah kewajiban dari seorang guru, termasuk guru mapel Pendidikan Agama Katolik atau Katekis.

Berkaitan dengan tugas administratif penting ini, para guru mempersiapkan perangkat pembelajaran seperti Silabus, Prota (program tahunan), Promes (Program semester), Menganalisis KI dan KD, membuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran), Kaldik (Kalender Pendidikan), menghitung minggu dan hari efektif, Rancangan penilaian, Program remidial dan Program Pengayaan, dan lain sebagainya. Dalam membuat perangkat pembelajaran seperti yang tersebut di atas, pemahaman akan istilah-istilah menjadi cukup penting sebagai landasan berpijak dalam mengaplikasikannya.

Kontekstualisasi Berkatekese

Mgr. Paskalis Bruno Syukur, OFM (Ketua Komkat KWI)

Konstektualisasi Katekese adalah usaha – usaha menghidupkan pribadi Yesus Kristus dan ajaran-Nya (mengaktualkan Yesus Kristus), bagaimana membuat orang sekarang ini menyakini bahwa Yesus membawa kebenaran, kebaikan dan keindahan hidup kepada semua manusia sepanjang masa (kita dan bangsa Indonesia). Permasalahan yang dihadapi sekarang“Apakah umat Katolik sebagai pelaku aktif Katekese mau membangun hidupnya untuk tujuan mewujudkan hidup bangsa dan masyarakat Indonesia berdasarkan kepercayaan akan Yesus Kristus”?. Untuk itu dalam rubrik kali ini akan sekilas melihat tentang Katekese Kebangsaan sebagai Konstualisasi Katekese untuk menjawab permasalahan tersebut.

Soal Berkatekese

Katekese Paus Fransiskus: Kekudusan Berarti Mencintai

Tuhan memanggil semua orang Kristen menjadi orang suci – bukan menjadi orang kudus yang pasif, tetapi orang-orang nyata yang menyediakan waktu berdoa dan menunjukkan perhatian penuh kasih kepada orang lain dengan tindakan yang paling sederhana, kata Paus Fransiskus dalam dokumen barunya tentang kekudusan.
“Jangan takut pada kekudusan. Itu tidak akan menghilangkan energi, vitalitas, atau kegembiraan Anda,” tulis Bapa Suci dalam Gaudete et Exsultate (Bersukacita dan bergembiralah), nasehat kerasulannya tentang “panggilan menuju kekudusan di dunia saat ini.”

Paus Fransiskus menandatangani ekshortasi apostoliknya pada 19 Maret, bertepatan dengan Pesta Santo Joseph, dan Vatikan merilisnya pada 9 April.
Banyak bagian dari dokumen itu ditulis dengan kata ganti orang kedua, berbicara langsung kepada individu yang membacanya.
“Dengan anjuran apostolik ini saya ingin menekankan terutama pada panggilan untuk kekudusan yang Tuhan sampaikan kepada kita masing-masing, panggilan yang dia juga alamatkan, secara pribadi, kepada Anda,” tulisnya pada bagian awal.

Katekese Paus Fransiskus pada Pesan Paskah 2018 bagi Kota dan Dunia (Urbi et Orbi)

Saudara dan saudari terkasih, Selamat Hari Paskah!

Yesus bangkit dari kematian!

Pesan ini bergema di Gereja di seluruh dunia, bersama dengan nyanyian Alleluia: Yesus adalah Tuhan; Bapa telah membesarkannya dan dia tinggal selamanya di tengah-tengah kita.
Yesus telah menubuatkan kematian dan kebangkitan-Nya dengan menggunakan gambaran (analogi-red) gandum. Dia berkata: “Kecuali sebutir gandum jatuh ke bumi dan mati, itu tetap sendirian; tetapi jika ia mati, ia menghasilkan banyak buah ”(Yoh. 12:24). Dan inilah tepatnya yang terjadi: Yesus, biji gandum yang disemai oleh Allah di dalam alur-alur bumi, mati, dibunuh oleh dosa dunia. Dia tinggal dua hari di dalam makam; tetapi kematiannya mengandung kasih Tuhan dalam segala kekuatannya, dilepaskan dan dimanifestasikan pada hari ketiga, hari yang kita rayakan hari ini: Paskah Kristus Tuhan.

Pages

Subscribe to KomKat KWI RSS