Paus Fransiskus: Jangan takut menapaki jalan persaudaraan, membangun jembatan antara manusia

Budaya belas kasih diperlukan sehingga tak seorang pun nampak tidak dipedulikan atau tak seorang pun menghindar saat menyaksikan penderitaan sesamanya. “Jangan takut,” kata Paus Fransiskus, “untuk menapaki jalan persaudaraan dan membangun jembatan antara manusia.”

Paus berbicara dengan “Delegasi Katolik untuk Kerjasama”, lembaga internasional untuk pelayanan sukarela yang dijalankan oleh Gereja di Perancis. Lembaga yang memiliki relawan misi di lebih dari 50 negara itu bekerja dalam solidaritas dengan Gereja-Gereja dan komunitas-komunitas lokal untuk menangani proyek-proyek pengembangan.

Kepada lembaga yang merayakan ulang tahun berdirinya yang ke-50 itu, Paus Fransiskus menegaskan bahwa melalui prakarsa, rencana dan tindakan mereka “kalian membuat Gereja miskin terlihat, yang bersimpati dengan orang-orang yang menderita, terpinggirkan dan dikecualikan.”

Selain meminta mereka meningkatkan budaya belas kasih, Bapa Suci menegaskan bahwa selama ini kata “solidaritas” banyak digunakan sehingga kehilangan maknanya, dan kenyataannya lebih dari sekedar tindakan murah hati.

Dewan Kardinal dengan nama C-9 menyatakan kesetiaan kepada Paus Fransiskus

Pertemuan kedelapan belas antara Bapa Suci dengan Dewan Kardinal atau Kelompok Kardinal C-9, yang dimulai tanggal 13 Februari 2017 berakhir tanggal 15 Februari 2017. Di awal pertemuan, setelah menyalami Bapa Suci, koordinator kelompok itu Kardinal Oscar Andrés Rodríguez Maradiaga berterima kasih kepada Paus Fransiskus atas sambutan Natal dari Paus untuk Kuria Romawi tanggal 22 Desember 2016. Dalam sambutan itu, Paus mendorong dan membimbing karya Dewan itu.

Kardinal Rodríguez berbicara atas nama semua anggota Dewan. Menyangkut peristiwa yang baru-baru terjadi, Dewan Kardinal berjanji akan memberikan dukungan penuh pada karya Paus, seraya meyakinkan bahwa mereka akan selalu dekat dan setia kepada figur dan Magisterium Paus Fransiskus.

Pertemuan para anggota Dewan Kardinal itu berlangsung setiap pagi dari pukul 9:00 hingga 12: 30, dan setiap sore dari pukul 16:30 hingga 19:00. Dalam pertemuan kali ini, mereka melanjutkan pembicaraan mengenai berbagai Dikasteri Kuria. Secara khusus, mereka melanjutkan diskusi tentang Kongregasi Evangelisasi Bangsa-Bangsa (Propaganda Fide), Kongregasi Gereja-Gereja Oriental, dan Dewan Kepausan untuk Dialog Antaragama.

Katekese Paus Fransiskus pada hari Orang Sakit sedunia; “Tatapan Maria, Hiburan Orang yang Menderita,”

Hari Orang Sakit Sedunia (HOSS), yang ditetapkan oleh Santo Paus Yohanes Paulus II di tahun 1993, dirayakan setiap tahun pada Hari Raya Santa Perawan Maria dari Lourdes, 11 Februari. Tahun ini diperingati sebagai perayaan HOSS ke-25.

Hari Orang Sakit Sedunia (HOSS), yang ditetapkan oleh Santo Paus Yohanes Paulus II di tahun 1993, dirayakan setiap tahun pada Hari Raya Santa Perawan Maria dari Lourdes, 11 Februari. Tahun ini diperingati sebagai perayaan HOSS ke-25.

Katekese Paus Fransiskus: Jemaat Kristiani Harus Menjadi Simbol Harapan yang Hidup

Paus Fransiskus pada hari Rabu (08/02/2017) mendorong umat beriman untuk berusaha menjadi simbol harapan yang hidup bagi semua orang.

Berbicara selama audiensi general mingguan di aula Paul VI, Paus Fransiskus melanjutkan katekesenya tentang harapan Kristiani, khususnya dalam masa kegelapan dan kesulitan, harapan bukanlah kebajikan yang mudah.

Mengutip dari surat Rasul Paulus kepada jemaat di Tesalonika, Paus Fransiskus mengatakan bahwa Paulus mendorong anggota Gereja perdana untuk saling membantu dalam harap, melalui doa bersama dan hal-hal praktis bagi mereka yang membutuhkan.

“Kita harus saling membantu, dalam kebutuhan hidup setiap hari, tetapi juga ketika membutuhkan harapan.” Paus Fransiskus melihat secara khusus pada mereka yang memiliki tanggung jawab untuk menyediakan pendampingan pastoral, yang di satu sisi memiliki kekuatan dan kemampuan akan pelayanan ilahi, tetapi di lain pihak membutuhkan penghargaan, pengertian, dan dukungan dari semua pihak.

Menggarisbawahi bahwa harapan Kristiani bersifat personal juga bersifat komunitarian, Paus Fransiskus mengatakan bahwa bantuan dan dukungan harus diberikan khususnya kepada orang miskin, yang lemah dalam iman, yang menderita dan mereka yang hampir putus asa.

Pesan Prapaskah 2017 Paus Fransiskus: “Sabda adalah Anugerah, Orang Lain adalah Anugerah”

Saudara-saudari,

Prapaskah adalah suatu permulaan baru, suatu jalan yang menghantar ke suatu tujuan pasti Paskah: Kemenangan Kristus akan maut. Dan masa ini senantiasa menyerukan suatu undangan yang kuat kepada pertobatan: Seorang kristiani dipanggil untuk kembali kepada Allah “dengan segenap hatimu” (Yoel 2:12), agar tidak berpuas diri dengan suatu kehidupan yang biasa-biasa saja, tetapi bertumbuh dalam persahabatan dengan Tuhan. Yesus adalah sahabat setia yang tidak pernah meninggalkan kita. Pun ketika kita berdosa, Ia menunggu dengan sabar kembalinya kita kepada Dia dan, dengan penantian ini, Ia menyatakan kesiapsedian-Nya untuk mengampuni (Homili, Misa 8 Januari 2016)

Sifat, Objek dan Tugas Katekese (3)

Tugas katekese memenuhi tujuannya Objek katekese diwujudkan dalam berbagai tugas namun saling berhubungan. Untuk melaksanakan tugas ini, katekese tentu saja mendapat inspirasi dari cara Yesus membina para murid-Nya. Dia menyatakan kepada mereka berbagai dimensi Kerajaan Allah: “kepada kamu diberikan karunia untuk memgetahui rahasia-rahasia Kerajaan surga” (Mat 13:11). Ia mengajr mereka berdoa (Lukas11:2). Dia menekankan kepada mereka sikapsikap Injili dan menyiapkan mereka untuk tugas perutusan (Lukas 10:1). Tugas-tugas katekese berhubungan dengan pendidikan dari dimensi-dimensi iman yang berbeda-beda, karena katekese merupakan pembinaan Kristen yang utuh, “terbuka bagi segala faktor kehidupan kristiani yang utuh. Karena inamika batinnya, iman harus dikenal, dirayakan, dihayati dan diterjemahkan ke dalam doa. Katekese harus memupuk dam menyburkan setiap dimensi ini. Namun, iman dihayati oleh komunitas Kristiani dan diwartakan dalam perutusan: Iman yang diwartakan dan dialami bersama-sama. Katekese juga harus memberi semangat dan dorongan bagi dimensi ini. Konsili Vatikan II mengungkapkan tugas-tugas ini sebagai berikut: “ ...

Tags: 

Katekese Paus Fransiskus: Harapan Kristiani adalah Belajar untuk Hidup dalam Pengharapan

Paus Fransiskus pada hari Rabu (01/02/2017) mengundang semua orang Kristiani untuk “menggunakan harapan keselamatan sebagai helm (1Tesalonika 5:8), dalam pengertian bahwa kebangkitan Kristus, objek dari harapan kita adalah pasti.”

Paus Fransiskus mengutip Surat Pertama Paulus kepada jemaat Tesalonika selama audiensi mingguan di Aula Paul VI, di mana dia melanjutkan katekesenya tentang harapan Kristiani.

Paus Fransiskus mengingat kembali kesegaran dan keindahan pewartaan jemaat perdana komunitas Tesalonika pada waktu itu yang digambarkan sebagai selalu “berakar dalam iman yang dirayakan dengan antusiasme dan sukacita kebangkitan Tuhan Yesus”, meskipun ada banyak kesulitan dan cobaan.

Paus Fransiskus mencatat bagaimana surat Rasul Paulus ini lebih tepat waktu dibandingkan sebelumnya karena, “sebelum misteri kematian, dan kehilangan orang yang paling kita sayangi, kita orang Kristiani ditantang untuk berharap dengan kuat pada janji Tuhan akan hidup abadi.”

Harapan Kristiani, Paus melanjutkan, “adalah harapan yang sudah penuh dan pastinya akan diberikan kepada kita semua.” Paus Fransiskus menggambarkan hal ini seperti seorang wanita yang sadar bahwa dia hamil, menunggu setiap hari sampai momen lahirnya bayi.

Paus Fransiskus: “Yesus Selalu Bersama dengan Kita tetapi Tidak Pernah Mencari Popularitas”

Jika kita tetap mengarahkan pandangan kita pada Yesus, kita akan menemukan dengan rasa kagum bahwa Dia mecintai kita secara personal. Itulah pesan misa pagi Paus Fransiskus pada hari Selasa (31/01/2017) di Casa Santa Marta.

Yesus tidak mencari Populatitas, tetapi selalu ada di tengah-tengah umat

Penulis Surat Ibrani mendorong kita untuk bergerak dalam iman, “dengan ketekunan, mengarahkan pandangan kepada Yesus”. Dalam Injl hari ini, Yesus mencari dan menjumpai kita. Paus Fransiskus menjelaskan bahwa Dia selalu dekat dengan kita, “Dia selalu ada dalam karamaian”:

Pages

Subscribe to KomKat KWI RSS