Multimedia Pembelajaran dalam Kurikulum 2013

multimedia komkat-kwi.jpg

Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Kemendikbud menyelenggarakan workshop tentang pengembangan media pembelajaran di sekolah, khususnya untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP). Kegiatan ini berlangsung di hotel Ibis, Slipi, Jakarta dari tgl. 29 s.d. 31 Juli 2015. Peserta yang hadir dalam pertemuan ini adalah para pengembang Kurikulum 2013 dari Pusat Kurikulum serta guru-guru, dosen, dan para praktisi pendidikan di lapangan. Tujuan kegiatan ini adalah menghasilkan draft skenario untuk pembuatan multumedia pembelajaran dari semua matapelajaran (termasuk mapel Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti) di Sekolah Menengah Pertama. Materi pokok diambil dari Kurikulum 2013 serta buku teks pelajaran yang telah diterbitkan oleh Puskurbuk-Mendikbud. Tim penyusun naskah skenario pembuatan multimedia pembelajaran Pendidikan Agama Katolik yang hadir adalah Bp. Daniel Boli Kotan dari Komkat KWI Jakarta, dan Bp. Maman Sutarman dari Bimas Katolik – Kanwil Kemenag, Jawa Barat. Keduanya adalah anggota tim penyusun Kurikulum 2013, (matapelajaran Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti) dibawah koordiansi Komisi Kateketik KWI, Jakarta.

Untuk mengetahui tentang peranan multimedia pembelajaran pada Kurikulum 2013, berikut kami sampaikan secara garis besar makna, manfaat serta prinsip multimedia dalam dunia pendidikan di sekolah khususnya dalam proses pembelajaran.

Multimedia adalah media yang menggabungkan dua unsur atau lebih media yang terdiri dari teks, grafik, gambar, foto, audio, dan animasi secara terintegrasi. Multimedia terbagi menjadi dua kategori, yaitu: multimedia linear, dan multimedia interaktif. Multimedia linear adalah suatu multimedia yang tidak dilengkapi dengan alat pengontrol apapun yang dapat dioperasikan oleh pengguna. Multimedia ini berjalan sekuensial (berurutan), contohnya TV dan film.

Multimedia interaktif adalah suatu multimedia yang dilengkapi dengan alat pengontrol yang dapat dioperasikan oleh pengguna, sehingga pengguna dapat memilih apa yang dikehendaki untuk proses selanjutnya. Contoh multimedia interaktif adalah: multimedia pembelajaran interaktif, aplikasi game dll.

Sedangkan pembelajaran diartikan sebagai proses penciptaan lingkungan memungkinkan terjadinya proses belajar. Jadi dalam pembelajaran yang utama adalah bagaimana siswa belajar. Belajar dalam pengertian aktivitas mental siswa dalam berinteraksi dengan lingkungan yang menghasilkan perubahan perilaku yang bersifat relatif konstan. Dengan demikian aspek yang menjadi penting dalam aktivitas belajar dan pembelajaran adalah lingkungan. Bagaimana lingkungan ini diciptakan dengan menata unsur-unsurnya sehingga dapat merubah perilaku siswa.

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa multimedia pembelajaran dapat diartikan sebagai aplikasi multimedia yang digunakan dalam proses pembelajaran, dengan kata lain untuk menyalurkan pesan (pengetahuan, ketrampilan dan sikap) serta dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemauan yang belajar sehingga secara sengaja proses belajar terjadi, bertujuan dan terkendali.

Manfaat Multimedia Pembelajaran
-Secara umum manfaat yang dapat diperoleh adalah proses pembelajaran lebih menarik, lebih interaktif, jumlah waktu mengajar dapat dikurangi, kualitas belajar dapat ditingkatkan, dan proses belajar mengajar dapat dilakukan dimana dan kapan saja, serta sikap belajar siswa dapat ditingkatkan.

-Sedangkan keunggulan multimedia pembelajarn adalah sebagai berikut.
1.Memperbesar benda yang sangat kecil dan tidak tampak oleh mata, seperti kuman, bakteri, elektron, dan lain-lain.
2.Memperkecil benda yang sangat besar, yang tidak mungkin dihadirkan di sekolah, seperti gajah, rumah, gunung dan lain-lain.
3.Menyajikan benda atau peristiwa yang kompleks, rumit dan berlangsung cepat atau lambat, seperti sistem tubuh manusia, bekerjanya suatu mesin, beredarnya planet Mars, berkembangnya bunga dan lain-lain.
4.Menyajikan benda atau peristiwa yang jauh, seperti bulan, bintang, salju dan lain-lain.
5.Menyajikan benda atau peristiwa yang berbahaya, seperti letusan gunung berapi, harimau, racun dan lain-lain.
6.Meningkatkan daya tarik dan perhatian siswa.

Prinsip Penggunaan Multimedia pembelajaran
– Multimedia pembelajaran diciptakan untuk tujuan positif, sehingga jika ada akibat-akibat negatif, maka mungkin perlu dipertimbangkan faktor-faktor lainnya. Misalnya, apakah multimedia pembelajaran yang kita buat sudah sesuai dengan kebutuha siswa? apakah sudah digunakan dengan benar?
– Tidak semua materi pelajaran dapat kita buat multimedia pembelajaran. Perlu dipertimbangkan kompleksitas materi. Multimedia pembelajaran cocok digunakan untuk materi-materi yang sulit dan butuh daya imajinasi, sehingga siswa dapat membayangka dengan mudah.

Multimedia Pembelajaran Pendidikan Agama Katolik
Berdasarkan pengamatan penulis di Direktorat SMP, matapelajaran Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti, kelas VII semester satu telah dibuat beberapa media pembelajaran dalam bentuk video. Media pembelajaran ini dibuat berdasarkan prinsip 5 M dalam Kurikulum 2013. Sementara pada workshop kali ini telah disusun draft skenario dari beberapa topik di semua Kompetensi Dasar pada kelas VIII dan kelas IX. Menurut rencana draft skenario ini akan dimatangkan kembali pada pertemuan beriktnya dan selanjutnya dibuat dalam bentuk fil digital oleh tim teknis dari Dikdasmen – Kemendikbud.

Daniel Boli Kotan
Komisi Kateketik KWI – Jakarta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *