Katekese Paus Fransiskus; Kasih Allah adalah Dasar Harapan Kita

(Radio Vatikan) Hari rabu (5/4/17) Paus Fransiskus menyampaikan katekese tentang harapan hidup Kristen pada audensi umumnya di Lapangan Santo Petrus. Paus mengatakan bahwa kasih Allah yang tak terbatas adalah dasar untuk semua harapan kita.

Dengan merefleksikan Surat Pertama Rasul Petrus, Paus Fransiskus pada Audiensi Umum itu mengajak orang-orang Kristen untuk meniru penderitaan penebusan Tuhan melalui kesaksian kasih Allah yang tak terbatas seperti yang diungkapkan di atas kayu salib. Dia mengatakan kasih Allah dalam peristiwa kebangkitan adalah dasar dari semua harapan kita.

“Harapan kita itu tidaklah sebuah konsep semata, tidak sentimen, bukan ponsel, bukan tumpukan kekayaan! Harapan kita adalah seorang Pribadi, yaitu Tuhan Yesus yang kita kenal dan yang hidup dan ada di dalam kita dan di dalam saudara-saudara kita, karena Kristus telah bangkit.”

Bapa Suci juga mengatakan bahwa harapan Kristen bukan teoritis tetapi harus hidup dan disaksikan dalam kehidupan kita sehari-hari.

Harapan kita, demikian Paus, “tentu harus dilepaskan ke arah luar, mengambil bentuk yang indah dan jelas dari kelembutan, rasa hormat dan kebaikan terhadap sesama kita, ke titik mengampuni mereka yang membahayakan kita.”

Dia mengatakan ini kontras dengan sikap Mafioso, yang percaya “jahat bisa dikalahkan oleh kejahatan”, karena mereka “tidak memiliki harapan”.

Paus Fransiskus mengajak semua umat Kristiani untuk berani menderita baik di situasi besar maupun kecil dari kehidupan sehari-hari dan menjadi saluran berkat bukan kejahatan. Hal ini, kata Paus, “adalah proklamasi kasih Allah, cinta tanpa batas, yaitu tak habis-habisnya, yang tidak pernah habis dan merupakan dasar yang benar untuk harapan kita.” (Radio Vatikan, terj. Daniel B. Kotan)

Sumber: http://en.radiovaticana.va/news/2017/04/05/