Info Buku Komisi Kateketik KWI Tahun 2018: Pelajaran Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti

Buku Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti ini disusun berdasarkan Kurikulum 2013. Sebagaimana kita ketahui bahwa kurikulum 2013 merupakan pengembangan Kurikulum berbasis kompetensi (KBK) yang telah dilaksanakan pada tahun 2014, dan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) 2006 yang mencakup kompetensi sikap, pengetahuan dan keterampilan secara terpadu. Kurikulum 2013 diberlakukan berdasarkan analisis kebutuhan dunia pendidikan di masa kini maupun masa depan, terutama dalam menghadapi tantangan global agar memiliki kompetensi SDM yaitu bertakwa kepada Tuhan, berpikir jernih, kritis, mempertimbangkan segi etis dan moral atas suatu tindakan atau permasalahan, menjadi warga negara yang bertanggungjawab, mengerti dan toleran terhadap pandangan yang berbeda, memiliki kemampuan hidup dalam dalam masyarakat yang mengglobal, memiliki minat luas dalam kehidupan, dan sebagainya.

Tujuan pemberlakuan Kurikulum 2013 ditegaskan dalam UU Sisdiknas No.20 tahun 2003, yaitu untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggungjawab.

Apabila Kurikulum 2013 dibandingkan dengan kurikulum sebelumnya, paling tidak terdapat empat elemen perubahan yang terletak pada standar kelulusan, standar isi, standar proses dan standar penilaian. Dari keempat elemen perubahan tersebut, standar proses mengalami perubahan yang mendasar. Kekhasan kurikulum 2013 bukan hanya terletak pada proses pembelajaran yang dilakukan secara pendekatan saintifik. Perubahan mendasar lebih-lebih terdapat pada proses pembelajarannya, dari siswa diberi tahu menjadi siswa aktif mencari tahu, sehingga pembelajaran berpusat pada siswa (kompetensi siswa). Perubahan juga pada sumber pembelajaran. Jika sebelumnya, guru merupakan satu-satunya sumber belajar, pada pembelajaran sekarang ini, proses pembelajaran dilakukan berbasis pada aneka sumber belajar, sehingga pemanfaatan teknologi informasidan komunikasi menjadi sangat relevan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran. Di sisi lain, walaupun proses pembelajaran berpusat pada siswa, kiranya para pendidik tetap dituntut untuk menyajikan proses pembelajaran yang kreatif dengan berbagai pendekatan sesuai dengan karakter tema pembelajaran maupun keadaan siswa, kelas dan situasi setempat.

Komisi Kateketik KWI bekerja sama dengan Penerbit PT Kanisius Yogyakarta, menyusun buku Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti ini mulai dari Kelas 1 SD sampai dengan kelas 12 SMA, baik buku Guru maupun buku Siswa dengan sub judul masing sesuai jenjang pendidikan. Buku SD bersub judul “Belajar Mengenal Yesus. Buku SMP, “Belajar Mengikuti Yesus”. Buku SMA bersub judul “Diutus sebagai Murid Yesus. Subjudul dipilih berdasarkan tahapan perkembangan iman anak (siswa) yang mulai dari pembiasaan atau pengenalan iman, kemudian tahapan pemahaman yang ditandai dengan karakter siswa yang sedang mencari jati dirinya. Pada jenjang SMA, kiranya siswa sudah memiliki kemampuan untuk menghayati dan bahkan menjadi saksi atas imannya. Isi buku ini tetap mengacu pada Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar serta rancangan pembelajaran dalam Silabus Kurikulum 2013. (Daniel Boli Kotan, staf dan penulis Buku Komkat KWI).