Mirifica.net

Subscribe to Mirifica.net feed Mirifica.net
Bishops' Conference of Indonesia
Updated: 16 min 1 sec ago

Brevir Siang, Jumat, 22 September 2017 Pekan Biasa XXIV – O PEKAN IV – HARI BIASA

1 hour 17 min ago

PEMBUKAAN

P: Ya, Allah, bersegeralah menolong aku.

U: Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus, seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang segala abad. Amin

Alleluya

MADAH

Sungguh agung cinta Tuhan

Yang tidak takut berkurban

Mautpun tak menghalangi

Kasih setya yang sejati.

Selalu siap mengabdi

Datang untuk melayani

Itulah semangat Tuhan

Yang harus kita wujudkan.

Terpujilah Allah Bapa

Bersama Putra tercinta

Yang memperoleh Roh suci

Pembaharu muka bumi. Amin.

PENDARASAN MAZMUR

Antifon

Makmurlah orang yang mencintai hukumMu, ya Tuhan.

Mazmur 118 (119),161-168

Kaum curang mengejar aku tanpa alasan,*

hatiku sungguh takut akan mereka.

Tetapi aku bergembira atas sabdaMu,*

seperti orang yang mendapat harta besar.

Aku benci dan muak terhadap dusta,*

tetapi hukumMu kucintai.

Tujuh kali sehari aku memuji Engkau,*

karena keputusanMu yang tepat.

Makmurlah orang yang mencintai hukumMu,*

tiada batu sandungan bagi mereka.

Aku mengharapkan keselamatanMu, ya Tuhan,*

aku menepati perintahMu.

Aku berpegang pada ketetapanMu,*

aku amat mencintainya.

Aku memperhatikan perintah dan ketetapanMu,*

sebab seluruh hidupku terbuka di hadapanMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus, seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang segala abad. Amin

Antifon

Makmurlah orang yang mencintai hukumMu, ya Tuhan.

Antifon

Himpunan umat beriman hidup sehati dan sejiwa.

Mazmur 132 (133)

Alangkah baik dan menyenangkan,*

tinggal bersama sebagai saudara.

Bagaikan minyak wangi di atas kepala,*

yang mencucuri janggut Harun dan menetesi jubahnya.

Bagaikan embun di gunung Hermon,*

bagaikan embun yang turun di bukit Sion.

Sebab di Sionlah Tuhan menurunkan berkat,*

dan menganugerahkan kehidupan untuk selama-lamanya.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus, seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang segala abad. Amin

Antifon

Himpunan umat beriman hidup sehati dan sejiwa.

Antifon

Ya Tuhan, belalah aku terhadap gangguan orang berdosa.

Mazmur 139 (140),1-9.13-14

Ya Tuhan, bebaskanlah aku dari orang jahat,*

lindungilah aku terhadap kekerasan.

Mereka merencanakan kejahatan,*

sepanjang hari mencari pertengkaran.

Seperti ular, mereka mengasah lidahnya,*

mulut mereka penuh racun ular berbisa.

Ya Tuhan, belalah aku terhadap gangguan orang berdosa,*

lindungilah aku terhadap kekerasan.

Mereka bermaksud menjatuhkan daku,*

dengan memasang jerat.

Orang yang kurang ajar membentangkan jaring,*

dan memasang perangkap di jalanku.

Aku berkata: “Ya Tuhan, Engkaulah Allahku,*

dengarkanlah seruan doaku.

Tuhan, ya Tuhanku, Engkaulah penyelamatku,*

lindungilah kepalaku pada hari pertempuran.

Ya Tuhan, janganlah Kaupenuhi keinginan orang berdosa,*

janganlah Kaudukung tipu muslihat mereka”.

Aku tahu, bahwa Tuhan adil terhadap orang tertindas,*

dan membela hak orang miskin.

Sungguh, orang jujur akan memuji namaMu,*

orang suci akan hidup di hadapan wajahMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus, seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang segala abad. Amin

Antifon

Ya Tuhan, belalah aku terhadap gangguan orang berdosa.

BACAAN SINGKAT

(Rom 12,17a.19b-21)

Janganlah membalas kejatan dengan kejahatan. Sebab ada tertulis: Pembalasan itu hakKu. Akulah yang akan menuntut pembalasan, firman Tuhan. Tetapi kalau seterumu lapar, berilah dia makan. Kalau ia haus, berilah dia minum. Janganlah kamu dikalahkan oleh kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan.

P: Kemurahan Tuhan berlangsung turun-temurun.

U: Bagi orang yang berpegang pada perjanjianNya.

DOA PENUTUP

Tuhan Yesus Kristus, ketika Engkau bergantung pada kayu salib demi keselamatan kami, dunia diliputi kegelapan di tengah hari. Terangilah kiranya jalan hidup kami, agar kami dapat mencapai kehidupan kekal. Sebab Engkaulah pengantara kami, sepanjang segala masa. Amin.

PENUTUP

P: Marilah memuji Tuhan.

U: Syukur kepada Allah.

Sumber: Ibadat Harian Komisi Liturgi KWI

Brevir Pagi, Jumat, 22 September 2017 Pekan Biasa XXIV – O PEKAN IV – HARI BIASA

7 hours 17 min ago

PEMBUKAAN

P: Ya Allah, bersegeralah menolong aku.

U: Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus, seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang segala abad. Amin

Alleluya.

MADAH

Meski Kristus ada di setiap waktu

Namun jangan tunda janganlah menunggu

Carilah wajahNya sekarangpun juga

Tanpa menantikan senja.

Kristus sungguh ada dalam diri kita

Meski kita hina meski kita papa

Carilah wajahNya serukan namaNya

Kita pasti dibimbingNya.

Ya Bapa surgawi tolonglah hambaMu

Agar mengikuti Roh Kudus selalu

Hingga hari ini kami sungguh mampu

Mencari wajah PutraMu. Amin.

PENDARASAN MAZMUR

Antifon

Ciptakanlah hati murni bagiku, ya Allah, dan baharuilah semangat tabah dalam batinku.

Mazmur 50 (51)

Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setiaMu,*

menurut besarnya rahmatMu, hapuskanlah kesalahanku.

Bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku,*

dan cucilah aku dari dosaku.

Kusadari pelanggaranku,*

dosaku selalu membayang di hadapan mataku.

Terhadap Engkau, terhadap Engkaulah aku berdosa,*

yang jahat di hadapanMu kulakukan.

Jadi ternyata Engkau adil bila menghukum aku,*

dan tepatlah keputusanMu.

Sungguh aku dilahirkan dalam kesalahan,*

dan dalam dosa aku dikandung ibu.

Sungguh Engkau berkenan akan ketulusan hati,*

Engkau meresapkan kebijaksanaan ke dalam batinku.

Bersihkanlah aku, agar aku jadi murni,*

basuhlah aku agar jadi putih melebihi salju.

Sampaikanlah kabar sukacita kepadaku,*

semoga hati yang Kauremukkan bersorak gembira.

Palingkanlah wajahMu dari dosaku,*

hapuskanlah segala kesalahanku.

Ciptakanlah hati murni bagiku, ya Allah,*

baharuilah semangat tabah dalam batinku.

Janganlah Kaubuang aku dari hadapanMu,*

janganlah Kauambil rohMu yang kudus dari padaku.

Kembalikanlah kepadaku kegembiraan atas keselamatanMu,*

dan berilah aku semangat yang rela.

Maka aku akan mengajarkan sikap hatiMu kepada orang berdosa,*

supaya mereka kembali kepadaMu.

Lepaskanlah aku dari dosa pembunuhan, ya Allah penyelamatku,*

maka aku akan memashyurkan keadilanMu.

Ya Tuhan, sudilah membuka bibirku,*

supaya mulutku mewartakan pujianMu.

Engkau tak berkenan akan kurban sembelihan,*

kurban bakar yang kupersembahkan, tidak Kausukai.

Persembahan kepada Allah, ialah jiwa yang menyesal,*

hati remuk redam takkan Kautolak.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus, seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang segala abad. Amin

Antifon

Ciptakanlah hati murni bagiku, ya Allah, dan baharuilah semangat tabah dalam batinku.

Antifon

Bersukacitalah, hai Yerusalem sebab dengan perantaraanmu semua orang akan dihimpun di hadapan Tuhan.

Tb 13,10-16

Pujilah Tuhan, hai para pilihanNya,*

berpestalah dengan gembira dan bersyukurlah kepadaNya.

Hai Yerusalem, kota suci,†

Allah menyiksa kamu karena perbuatanmu yang jahat,*

tetapi Ia akan mengasihani kembali orang-orang yang jujur.

Luhurkanlah Tuhan dengan selayaknya,†

bersyukurlah kepada raja yang kekal abadi,*

supaya rumahNya dibangun kembali bagimu dengan gembira.

Tuhan akan menghantar pulang semua tawananmu,*

dan engkau akan bersukacita selama-lamanya.

Engkau bermandikan cahaya gemilang, hai Yerusalem,*

dan seluruh bumi sujud hormat kepadamu.

Dari jauh bangsa-bangsa datang kepadaMu,*

membawa persembahan sebagai tanda bakti bagi Tuhanmu.

Mereka memandang tanahmu sebagai tanah suci,*

dan menyerukan nama Tuhan di tengahmu.

Hai Yerusalem, engkau akan bersukacita atas putera-puterimu,†

sebab mereka semua diberkati Tuhan,*

dan dihimpun di hadapanNya.

Berbahagialah semua yang mencintai engkau,*

yang bersukacita atas damai sejahteramu.

Pujilah Tuhan, hai hatiku, pujilah Tuhan Allah kita,*

sebab Ia membebaskan kotaNya Yerusalem dari segala penderitaannya.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus, seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang segala abad. Amin

Antifon

Bersukacitalah, hai Yerusalem sebab dengan perantaraanmu semua orang akan dihimpun di hadapan Tuhan.

Antifon

Pujilah Allahmu, hai Sion, Ia mengutus sabdaNya ke bumi.

Mazmur 147 (147B)

Megahkanlah Tuhan, hai Yerusalem,*

pujilah Allahmu, hai Sion.

Sebab Ia menguatkan palang pintu gerbangmu,*

Ia memberkati para pendudukmu.

Sebab Ia memberikan kesejahteraan kepada daerahmu,*

dan mengenyangkan dikau dengan gandum yang paling baik.

Ia mengutus sabdaNya ke bumi,*

dengan segera firmanNya berlari.

DiturunkanNya salju seperti bulu domba,*

dihamburkanNya embun beku bagaikan abu.

DilemparkanNya hujan es seperti kerikil,*

siapa dapat menahan dinginnya?

Ia bersabda lagi, maka es mencair kembali,*

Ia menyuruh anginNya bertiup, maka air mengalir.

Dialah yang menyampaikan firmanNya kepada Yakub,*

ketetapan dan hukumNya kepada Israel.

Ia tidak berbuat demikian kepada segala bangsa,*

hukum-hukumNya tidak mereka kenal.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus, seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang segala abad. Amin

Antifon

Pujilah Allahmu, hai Sion, Ia mengutus sabdaNya ke bumi.

Bacaan Singkat

(Gal 2,19b-20)

Aku disalibkan bersama Kristus. Namun aku hidup, tetapi bukan aku sendiri, melainkan Kristuslah yang hidup dalam diriku. Aku hidup dalam kepercayaan akan Putera Allah, yang mengasihi aku dan menyerahkan diriNya bagiku.

Lagu Singkat

P: Aku berseru kepada Tuhan yang mahatinggi,* Karena Ia mengasihani aku.

U: Aku berseru kepada Tuhan yang mahatinggi,* Karena Ia mengasihani aku.

P: Ia mengutus pertolongan dari surga dan membebaskan daku.

U: Karena Ia mengasihani aku.

P: Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus.

U: Aku berseru kepada Tuhan yang mahatinggi,* Karena Ia mengasihani aku.

Antifon Kidung

Allah kita penuh rahmat dan belaskasihan; Ia mengunjungi kita laksana fajar cemerlang.

KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)

Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*

sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umatNya.

Ia mengangkat bagi kita seorang penyelamat yang gagah perkasa,*

putera Daud, hambaNya.

Seperti dijanjikanNya dari sediakala,*

dengan perantaraan para nabiNya yang kudus.

Untuk menyelamatkan kita dari musuh-musuh kita,*

dan dari tangan semua lawan yang membenci kita.

Untuk menunjukkan rahmatNya kepada leluhur kita,*

dan mengindahkan perjanjianNya yang kudus.

Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kita,*

akan membebaskan kita dari tangan musuh.

Agar kita dapat mengabdi kepadaNya tanpa takut,*

dan berlaku kudus dan jujur di hadapanNya seumur hidup.

Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah yang mahatinggi,*

sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalanNya.

Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umatNya,*

berkat pengampunan dosa mereka.

Sebab Allah kita penuh rahmat dan belaskasihan,*

Ia mengunjungi kita laksana fajar cemerlang.

Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,*

dan membimbing kita ke jalan damai sejahtera.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus, seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang segala abad. Amin

Antifon Kidung

Allah kita penuh rahmat dan belaskasihan; Ia mengunjungi kita laksana fajar cemerlang.

DOA PERMOHONAN

Allah menaruh perhatian terhadap setiap insan yang diciptakanNya dan yang ditebus dalam PuterNya. Hendaklah kita menyerahkan diri kepadaNya dan berdoa:

U: Teguhkanlah karyaMu dalam hati kami, ya Tuhan.

P: Allah yang mahamurah, arahkanlah langkah kami menuju kesucian sejati,* agar kami memikirkan yang benar, adil dan luhur.

U: Teguhkanlah karyaMu dalam hati kami, ya Tuhan.

P: Demi namaMu, ya Tuhan, janganlah tinggalkan kami,* dan janganlah Kaubatalkan perjanjianMu.

U: Teguhkanlah karyaMu dalam hati kami, ya Tuhan.

P: Terimalah kami yang menyesali dosa dengan randah hati,* karena Engkau tak pernah menolak orang yang remuk redam.

U: Teguhkanlah karyaMu dalam hati kami, ya Tuhan.

P: Engkau telah memanggil kami dalam Kristus untuk berbicara sebagai nabi,* semoga kami mewartakan Injil tanpa takut.

U: Teguhkanlah karyaMu dalam hati kami, ya Tuhan.

BAPA KAMI

Bapa kami yang ada di surga,

dimuliakanlah namaMu.

Datanglah kerajaanMu.

Jadilah kehendakMu di atas bumi seperti di dalam surga.

Berilah kami rezeki pada hari ini.

Dan ampunilah kesalahan kami,

seperti kamipun mengampuni yang bersalah kepada kami.

Dan janganlah masukkan kami ke dalam percobaan,

Tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat. Amin

DOA PENUTUP

Ya Tuhan, dengan rendah hati kami mohon kepadaMu, limpahkanlah rahmatMu kepada kami dan doronglah kami selalu untuk menjalankan perintahMu. Semoga kami Kauhibur selama kehidupan sekarang, dan Kauzinkan menikmati kebahagiaan yang akan datang. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persekutuan Roh Kudus, sepanjang segala masa. Amin

PENUTUP

P: Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita ke hidup yang kekal.

U: Amin.

Sumber: Ibadat Harian Komisi Liturgi KWI

22 September St. Inocentius dan Vitale

11 hours 18 min ago

 

Dua prajurit yang hidup di akhir abad tiga ini lolos dari pembantaian di Agauno (Sekarang Saint-Maurice, Swiss). Mereka nantinya mati martir di situ setelah memutuskan untuk berevangelisasi bagi umat lokal.

Sumber dan gambar: Arduino, Fabio. 25 Februari 2006. Dalam santiebeati.it. Diakses pada 19 September 2017

Siraman Rohani, Jumat: 22 September 2017 – Setiap Anggota Gereja Kristus Harus Merasa Memiliki Dan Bertanggungjawab Menghidupkannya, Lukas 8:1-3

Thu, 21/09/2017 - 19:00

Saudara-saudari…

Pada satu kesempatan saya mengunjungi satu Lingkungan. Saya diminta untuk merayakan Misa di sana. Lingkungan ini memiliki gedung Gereja yang megah. Pastor Parokinya tinggal jauh dari Lingkungan ini, tetapi dia rajin mengunjungi umat di sana. Yang sangat menarik dari Lingkungan ini adalah kerja sama antara anggota dan pastor parokinya. Semua anggota memiliki nomor hp dari sesama anggota. Kalau ada berita menyangkut Lingkungan, langsung saja diinfokan lewat hp dan semua datang ke Gereja. Semua anggota dilibatkan dalam urusan apa saja. Pastornya diberi makan oleh umat. Umat juga berlomba-lomba menyiapkan yang terbaik untuk pastornya. Kalau ada yang sakit, semua rame-rame mengunjungi yang sakit. Sesudah Misa pada hari Minggu, saya diundang mengunjungi anak cacat dari satu keluarga. Saya begitu terharu melihat begitu banyak orang di rumah anak cacat ini. Masing-masing membawa sumbangan untuk keluarga ini. Satu sikap yang patut dicontohi.

Saudara-saudari… Pengalaman yang saya alami ini sepertinya sama seperti yang kita dengar lewat Injil hari ini. Yesus berjalan keliling dari desa ke desa memberitakan Injil, menyembuhkan orang sakit. Yesus tidak pergi sendirian. Ia didampingi oleh para murid-Nya, baik laki-laki maupun wanita. Yesus selalu melibatkan siapa saja yang berkehendak baik untuk bekerja bersama Dia. Sudah dari awal karya-Nya di dunia ini Yesus sudah memanfaatkan para murid-Nya untuk bekerja bersama Dia. Yesus sadar bahwa kehadiran fisik-Nya di dunia ini sangat bersifat sementara. Karena itu dari sejak awal Ia sudah melibatkan para murid-Nya untuk bekerjasama dengan Dia dan mengajar mereka bagaimana menangkap manusia agar masuk menjadi anggota Gereja-Nya dan bersatu bersama Dia.

Hari ini kita dengar bahwa beberapa wanita yang sudah disembuhkan oleh Yesus Kristus ikut bersama Dia pergi mewartakan kabar Gembira dengan cara dan talenta mereka sendiri. Wanita ini melayani seluruh rombongan dengan harta kekayaan mereka. Dari segi adat istiadat Yahudi, wanita sesunggguhnya tidak boleh tampil di pablik. Tetapi Yesus membiarkan wanita itu tampil. Ia mengangkat harga diri wanita dan selalu percaya bahwa wanita juga bisa tampil dan bekerja dengan sangat baik dalam rangka menyukseskan karya keselamatan manusia. Yesus tidak membeda-bedakan. Yesus sadar bahwa semua manusia baik laki-laki maupun wanita sama di hadapan Allah dan mereka juga bisa dipercayakan untuk mengerjakan tugas misi-Nya.

Saudara-saudari… Kalau kita amati realitas kehidupan Gereja kita sekarang, begitu banyak kaum wanita yang sangat aktip dan terlibat dalam kegiatan apa saja dalam Gereja Kristus. Kita harus bangga dan sampaikan ucapan terima kasih kepada kaum wanita yang begitu setia dan sangat bertanggungjawab menghidupkan Gereja Kristus. Sewaktu ditanya, mengapa kaum wanita begitu setia menjaga dan menghidupkan Gereja kristus? Beberapa ibu menjawab: “Sebagai ibu, kami merasakan kedekatan kami dengan Kristus. Kalau Mama Maria selalu mendampingi Anaknya dengan sabar dan setia, kami pun punya perasaan yang sama. Kami merasa sangat bertanggungjawab untuk menghidupkan Gereja Kristus.” Jawaban ibu-ibu ini bisa menjadi satu inspirasi untuk bapa-bapa. Sebagai laki-laki, kita pun mengikuti teladan St. Yusuf yang begitu setia dan bekerja keras untuk menghidupi Yesus Kristus dan mendapingi Bunda Maria selama hidupnya.

Kita berdoa semoga kita semua, baik laki-laki maupun wanita selalu merasakan bahwa Gereja Kristus adalah milik kita dan kita semua bertanggungjawab untuk menghidupkannya. Kalau kita semua selalu bekerjasama bersama Kristus, pasti kepala Gereja kita, yaitu Yesus Kristus akan selalu merasa bahagia.

Kita memohon Bunda Maria untuk selalu mendoakan kita. Amin

Brevir Sore, Kamis: 21 September 2017 PEKAN BIASA XXIV – O PEKAN IV PESTA SANTO MATIUS, RASUL DAN PENGARANG INJIL (Merah)

Thu, 21/09/2017 - 16:00

PEMBUKAAN

P: Ya, Allah, bersegeralah menolong aku.

U: Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan putera dan Roh Kudus.

Seperti pada permulaan sekarang, selalu dan sepanjang segala abad. Amin.

Alleluya.

MADAH

Langit bersorak gembira

Dan bumi bersukacita

Merayakan hari pesta

Para rasul yang mulia.

Diangkat menjadi duta

Bentara warta gembira

Mereka dikuasakan

Memberikan pengampunan.

S’moga pada akhir zaman

Pada saat pengadilan

Kami terima lindungan

Agar selamat dan aman.

Dimuliakanlah Bapa

Bersama Putra dan RohNya

Yang melimpahkan kurnia

Kepada kita semua. Amin.

PENDARASAN MAZMUR

Antifon

Kamulah yang tinggal besertaKu dalam cobaanKu.

Mazmur 115 (116B,10-19)

Aku tetap percaya, sekalipun aku berkata,*

“Aku ini sangat tertindas”;

sekalipun aku berkata dalam kebingunganku,*

“Semua orang penipu”.

Bagaimana akan kubalas,*

segala kebaikan Tuhan terhadapku?

Aku mengangkat piala untuk merayakan keselamatan,*

sambil menyerukan nama Tuhan.

Aku akan menepati nadarku kepada Tuhan,*

di depan seluruh umatNya.

Sungguh berhargalah di hadapan Tuhan,*

kematian para kekasihNya.

Ya Tuhan, aku hambaMu, aku anak sahayaMu,*

Engkau telah melepaskan belengguku.

Aku mempersembahkan kurban syukur kepadaMu,*

sambil menyerukan nama Tuhan.

Aku akan menepati nadarku kepada Tuhan,*

di depan seluruh umatNya,

di pelataran rumah Tuhan,*

di tengah kota Yerusalem.

Kemuliaan kepada Bapa dan putera dan Roh Kudus.

Seperti pada permulaan sekarang, selalu dan sepanjang segala abad. Amin.

Antifon

Kamulah yang tinggal besertaKu dalam cobaanKu.

Antifon

Aku berada di tengahmu sebagai pelayan.

Mazmur 125 (126)

Ketika Tuhan memulangkan tawanan Sion,*

kita seperti orang yang bermimpi.

Pada waktu itu mulut kita penuh dengan tertawa,*

dan lidah kita dengan sorak-sorai.

Bahkan bangsa-bangsa kafir mengakui,*

“Agunglah karya Tuhan bagi mereka”.

Sungguh agung karya Tuhan bagi kita,*

sebab itu kita bersukacita.

Tuhan telah memulihkan nasib kita,*

seperti sungai kering berair lagi di musim hujan.

Yang menabur dengan bercucuran air mata,*

akan menuai dengan bersorak-sorai.

Ia pergi dengan menangis sambil membawa kantong benihnya,*

ia pulang sambil bernyanyi membawa berkas panenannya.

Kemuliaan kepada Bapa dan putera dan Roh Kudus.

Seperti pada permulaan sekarang, selalu dan sepanjang segala abad. Amin.

Antifon

Aku berada di tengahmu sebagai pelayan.

Antifon

Kamu tidak lagi Kusebut hamba, melainkan sahabat, sebab segala yang Kudengar dari BapaKu telah Kunyatakan kepadamu.

Kidung Ef 1,3-10

Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus,†

yang telah memberkati kita dalam Kristus,*

dengan segala berkat rohani di surga.

Sebab dalam Kristus, Allah telah memilih kita,†

sebelum menciptakan jagat raya,*

supaya kita kudus dan tak bercela di hadapanNya.

Dengan cinta, Allah telah menentukan kita menjadi puteraNya,†

dengan perantaraan Yesus Kristus,*

karena kerelaan kehendakNya.

Supaya terpujilah rahmatNya yang mulia,†

yang dianugerahkanNya kepada kita,*

dalam Putera yang dikasihiNya.

Dalam Kristus, kita telah memperoleh penebusan berkat darahNya,†

yaitu pengampunan atas segala pelanggaran kita,*

menurut kekayaan rahmatNya yang dilimpahkanNya kepada kita.

Dengan segala hikmat dan kebijaksanaan,†

Allah telah menyatakan rencana kehendakNya kepada kita,*

Sekadar kerelaan yang diikhtiarkanNya dalam Kristus sejak dahulu.

Untuk menggenapkan segala jaman,†

yaitu menyatukan segala sesuatu di surga dan di bumi,*

dalam diri Kristus sebagai kepala.

Kemuliaan kepada Bapa dan putera dan Roh Kudus.

Seperti pada permulaan sekarang, selalu dan sepanjang segala abad. Amin.

Antifon

Kamu tidak lagi Kusebut hamba, melainkan sahabat, sebab segala yang Kudengar dari BapaKu telah Kunyatakan kepadamu.

BACAAN SINGKAT

(Ef 4,11-13)

Kristus mengangkat baik rasul maupun nabi, baik pewarta Injil maupun gembala dan pengajar umat untuk memperlengkapi para kudus bagi tugas pengabdian. Dengan demikian dibangun tubuh Kristus sampai kita semua akhirnya bersatu dalam iman dan benar-benar mengenal Putera Allah. Maka, kita menjadi manusia sempurna dan mencapai taraf kedewasaan Kristus yang sepenuh-penuhnya.

LAGU SINGKAT

P: Wartakanlah kemuliaan Allah,* Di antara bangsa-bangsa.

U: Wartakanlah kemuliaan Allah,* Di antara bangsa-bangsa.

P: Dan karyaNya yang agung.

U: Di antara bangsa-bangsa.

P: Kemuliaan.

U: Wartakanlah kemuliaan Allah,* Di antara bangsa-bangsa.

Antifon Kidung

Aku menginginkan kasih sayang, bukan persembahan, sabda Tuhan. Memang, aku datang bukannya untuk memanggil orang yang saleh, melainkan yang berdosa.

KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)

Aku mengagungkan Tuhan,*

hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.

Sebab Ia memperhatikan daku,*

hambaNya yang hina ini.

Mulai sekarang aku disebut: yang bahagia,*

oleh sekalian bangsa.

Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang mahakuasa,*

kuduslah namaNya.

Kasih sayangNya turun-temurun,*

kepada orang yang takwa.

Perkasalah perbuatan tanganNya,*

dicerai-beraikanNya orang yang angkuh hatinya

Orang yang berkuasa diturunkanNya dari takhta,*

yang hina-dina diangkatnya.

Orang lapar dikenyangkanNya dengan kebaikan,*

orang kaya diusirNya pergi dengan tangan kosong

Menurut janjiNya kepada leluhur kita,*

Allah telah menolong Israel, hambaNya.

Demi kasih sayangNya kepada Abraham serta keturunannya,*

untuk selama-lamanya.

Kemuliaan kepada Bapa dan putera dan Roh Kudus.

Seperti pada permulaan sekarang, selalu dan sepanjang segala abad. Amin.

Antifon Kidung

Aku menginginkan kasih sayang, bukan persembahan, sabda Tuhan. Memang, aku datang bukannya untuk memanggil orang yang saleh, melainkan yang berdosa.

DOA PERMOHONAN

Saudara-saudara, kita dibangun atas dasar kedua belas rasul. Marilah kita berdoa kepada Bapa yang mahakuasa bagi umatNya:

U: Ingatlah akan GerejaMu, ya Tuhan.

Ya Bapa, Kristus yang bangkit dari alam maut, menyatakan diri pertama-tama kepada para rasul,* semoga kami memberi kesaksian tentang Dia sampai ke ujung bumi.

Engkau telah mengutus PuteraMu ke dunia untuk mewartakan kabar gembira kepada orang papa,* semoga kami mewartakan Injil dengan ikhlas dan berani.

Engkau mengutus PuteraMu untuk menaburkan benih sabdaMu,* semoga sabdaMu membawa hasil yang menggembirakan hati.

Engkau mengutus PuteraMu untuk memperdamaikan dunia dengan Dikau dalam darahNya,* semoga semua orang hidup dalam damai dengan Dikau dan dengan sesamanya.

Engkau mentakhtakan PuteraMu di sisi kananMu dalam kemuliaan surgawi,* semoga orang beriman yang telah meninggal Kauterima dalam kerajaanMu.

BAPA KAMI

Bapa kami yang ada di surga,

dimuliakanlah namaMu.

Datanglah kerajaanMu.

Jadilah kehendakMu di atas bumi seperti di dalam surga.

Berilah kami rezeki pada hari ini.

Dan ampunilah kesalahan kami,

seperti kamipun mengampuni yang bersalah kepada kami.

Dan janganlah masukkan kami ke dalam percobaan,

Tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat. Amin

DOA PENUTUP

Allah yang mahamurah, kerahimanMu tiada taranya. Santo Mateus, pegawai pajak telah Kaupilih menjadi rasul. Semoga kami dikuatkan oleh teladannya dan dibantu oleh doa permohonannya, sehingga kamipun mengikuti Engkau dan mengikat diri padaMu dengan hati teguh. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persekutuan Roh kudus, sepanjang segala masa. Amin.

PENUTUP

P: Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita ke hidup yang kekal.

U: Amin.

Sumber: Ibadat Harian Komisi Liturgi KWI

Brevir Siang, Kamis: 21 September 2017 PEKAN BIASA XXIV – O PEKAN IV PESTA SANTO MATIUS, RASUL DAN PENGARANG INJIL (Merah)

Thu, 21/09/2017 - 10:00

PEMBUKAAN

P: Ya, Allah, bersegeralah menolong aku.

U: Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan putera dan Roh Kudus.

Seperti pada permulaan sekarang, selalu dan sepanjang segala abad. Amin.

Alleluya

MADAH

Kita bersama memuji

Tuhan Allah maha suci

Yang mengurniakan rahmat

Kepada seluruh umat.

Kita menyatakan hormat

Pada Tuhan penyelamat

Sambil sujud mohon berkat

Agar tabah lagi kuat.

Terpujilah Allah Bapa

Bersama Putra tercinta

Yang memperoleh Roh suci

Pembaharu muka bumi. Amin.

PENDARASAN MAZMUR

Antifon

Sabda Tuhan menyenangkan hati dan menerangi mata.

Mazmur 18B (19B)

Sabda Tuhan sempurna,*

menyegarkan jiwa.

Peraturan Tuhan teguh,*

membuat arif orang bersahaja.

Titah Tuhan tepat,*

menyenangkan hati.

Perintah Tuhan jelas,*

menerangi mata.

Hikmat Tuhan baik,*

tetap selamanya.

Keputusan Tuhan benar,*

adil selalu.

Lebih indah dari pada emas murni,*

lebih manis dari pada madu lebah.

Aku memperhatikan hukumMu,*

maka besarlah ganjaranku.

Siapa sadar akan pelanggarannya?*

Ampunilah dosa yang tak kusadari.

Lindungilah hambaMu terhadap keangkuhan,*

jangan aku dikuasai olehnya.

Maka hidupku suci,*

bebas dari pelanggaran besar.

Semoga Engkau berkenan akan ucapan mulutku,†

dan akan renungan hatiku di hadapanMu,*

ya Tuhan, padas dan penebusku.

Kemuliaan kepada Bapa dan putera dan Roh Kudus.

Seperti pada permulaan sekarang, selalu dan sepanjang segala abad. Amin.

Antifon

Sabda Tuhan menyenangkan hati dan menerangi mata.

Antifon

Tuhan akan bangkit untuk merajai bangsa-bangsa dengan adil.

Mazmur 7 – I

Ya Tuhan, Allahku, kepadaMu aku berlindung,*

selamatkan daku dari para pengejarku dan bebaskan daku.

Jangan sampai mereka menerkam aku seperti singa,*

dan menyeret aku, tanpa ada yang membebaskan.

Ya Tuhan, Allahku, jika aku bersalah,*

jika tanganku berbuat curang,

jika aku berbuat jahat terhadap kawan,*

atau merugikan lawan yang tak beralasan,

biarlah musuh mengejar dan menangkap aku,†

menginjak-injak hidupku ke tanah,*

melemparkan kemuliaanku ke dalam debu.

Bangkitlah, Tuhan, dalam kemurkaanMu,†

melawan amarah para penindasku,*

lindungilah aku dengan menjatuhkan hukuman.

Hendaklah bangsa-bangsa berkumpul mengelilingi Engkau,*

bertakhtalah dan rajailah mereka.

Engkaulah hakim segala bangsa,†

hakimilah aku sesuai dengan kejujuranku,*

dan menurut kesucian hatiku.

Semoga berakhirlah kejahatan orang berdosa,†

Teguhkanlah hati orang yang baik,*

ya Allah yang adil, yang menyelami lubuk hati.

Kemuliaan kepada Bapa dan putera dan Roh Kudus.

Seperti pada permulaan sekarang, selalu dan sepanjang segala abad. Amin.

Antifon

Tuhan akan bangkit untuk merajai bangsa-bangsa dengan adil.

Antifon

Allah hakim yang adil dan kuat, penyelamat orang yang tulus hati.

Mazmur 7 II

Perisaiku ialah Allah,*

penyelamat orang yang tulus hati.

Allah itu hakim yang adil,*

amarahNya berkobar setiap hari.

Biar penindas mengasah pedang,*

melenturkan busur dan membidik;

namun bagi diri sendirilah ia menyiapkan senjata maut,*

dan menyalakan anak panahnya.

Ia mengandung kejahatan,*

ia hamil kelaliman dan melahirkan dusta.

Ia membuat lubang dan menggalinya,*

lalu terperosok sendiri ke dalamnya.

Begitulah kelaliman kembali kepada si jahat,*

dan kekerasan menimpa dia sendiri.

Aku bersyukur kepada Tuhan karena keadilanNya,*

dan bermazmur bagi nama Tuhan yang mahatinggi.

Kemuliaan kepada Bapa dan putera dan Roh Kudus.

Seperti pada permulaan sekarang, selalu dan sepanjang segala abad. Amin.

Antifon

Allah hakim yang adil dan kuat, penyelamat orang yang tulus hati.

BACAAN SINGKAT

Kis 5,12a.14

Rasul-rasul mengerjakan pelbagai tanda dan mukjizat di tengah rakyat. Dan semakin bertambahlah jumlah  orang yang percaya kepada Tuhan, baik pria maupun wanita.

P: Mereka memelihara sabda Allah.

U: Dan segala peraturan Tuhan.

DOA PENUTUP

Allah yang mahamurah, kerahimanMu tiada taranya. Santo Mateus, pegawai pajak telah Kaupilih menjadi rasul. Semoga kami dikuatkan oleh teladannya dan dibantu oleh doa permohonannya, sehingga kamipun mengikuti Engkau dan mengikat diri padaMu dengan hati teguh. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persekutuan Roh kudus, sepanjang segala masa. Amin.

PENUTUP

P: Marilah memuji Tuhan.

U: Syukur kepada Allah.

Sumber: Ibadat Harian Komisi Liturgi KWI

Brevir Pagi, Kamis: 21 September 2017 PEKAN BIASA XXIV – O PEKAN IV PESTA SANTO MATIUS, RASUL DAN PENGARANG INJIL (Merah)

Thu, 21/09/2017 - 04:00

PEMBUKAAN

P: Ya Allah, bersegeralah menolong aku.

U: Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Seperti pada permulaan, sekarang, selalu dan sepanjang segala abad. Amin.

Alleluya.

MADAH

O para rasul mulia

Duta raja yang kuasa

Didikan guru utama

Yang mengatasi segala.

Di Yerusalem surgawi

Penuh cahaya ilahi

Kalian menjadi dasar

Bagi Gereja yang benar.

Kami rayakan pestamu

Kami kenangkan jasamu

Sambil mengucapkan syukur

Atas pengurbanan luhur.

Terpujilah Yesus Kristus

Yang sudah sudi mengutus

Rasul yang dipilih Bapa

Dipenuhi dengan RohNya. Amin.

PENDARASAN MAZMUR

Antifon

Inilah perintahKU, supaya kamu saling mencintai seperti Aku sudah mencintai kamu.

Mazmur 62 (63), 2-9

Ya Allah, Engkaulah Allahku,*

aku mencari Engkau.

Hatiku haus dan rindu akan Dikau,*

seperti tanah kering dan tandus merindukan air.

Demikian aku ingin memandang Engkau di tempat kediamanMu,*

untuk merasakan kekuatan dan kemuliaanMu.

Sebab kasih setiaMu lebih baik dari pada hidup,*

bibirku memegahkan Dikau

Aku akan memuji Engkau seumur hidupku,*

menadahkan tangan kepadaMu.

Hatiku Kaukenyangkan dengan santapan lezat,*

mulutku memuji Engkau sambil bersyukur.

Di tempat tidurku aku memuji Engkau,*

aku merenungkan Dikau sepanjang malam.

Sebab Engkau yang menolong aku,*

di bawah naungan sayapMu aku bersorak.

Jiwaku melekat padaMu,*

tangan kananMu menopang aku.

Kemuliaan kepada Bapa dan putera dan Roh Kudus.

Seperti pada permulaan sekarang, selalu dan sepanjang segala abad. Amin.

Antifon

Inilah perintahKU, supaya kamu saling mencintai seperti Aku sudah mencintai kamu.

Antifon

Tidak ada cinta yang lebih besar dari pada cinta seorang yang menyerahkan nyawa untuk sahabatnya.

Dan 3,57-88.56

Pujilah Tuhan, segala karya Tuhan,*

pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan, semua malaikat Tuhan,*

pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan seluruh isi surga,*

pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan, segala air di atas langit,*

angkasa raya Tuhan, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, matahari dan bulan,*

segala bintang di langit, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, hujan dan embun,*

angin dan taufan, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, api dan panas-terik,*

hawa sejuk dan dingin, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, kabut dan gerimis,*

halilintar dan awan, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, siang dan malam,*

terang dan gelap, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, seluruh bumi,*

pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan, gunung dan bukit,*

segala yang tumbuh di bumi, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, segala mata air,*

lautan dan sungai, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, segala yang hidup di dalam air,*

unggas di udara, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, binatang buas dan jinak,*

semua manusia, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, umat Israel,*

pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan, para Imam,*

semua pelayanNya, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, orang yang takwa,*

semua yang suci dan rendah hati, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, Ananya, Azarya dan Misael,*

pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Marilah kita memuji Bapa, Putera dan Roh kudus,*

memuji dan meluhurkan Dia selama-lamanya.

(Kidung ini tidak ditutup dengan ‘Kemuliaan’).

Antifon

Tidak ada cinta yang lebih besar dari pada cinta seorang yang menyerahkan nyawa untuk sahabatnya.

Antifon

Kamu sungguh sahabatKu, jikalau kamu melaksanakan yang Kuperintahkan kepadamu.

Mazmur 149

Nyanyikanlah bagi Tuhan lagu baru,*

pujilah Dia dalam himpunan umatNya.

Hendaknya Israel bergembira atas Penciptanya,*

dan warga Sion bersuka-cita atas Rajanya.

Hendaknya mereka memuji namaNya dengan tari-tarian,*

bermazmur bagiNya dengan rebana dan kecapi.

Sebab Tuhan berkenan kepada umatNya,*

memahkotai yang hina-dina dengan keselamatan.

Hendaknya orang takwa bersukaria atas kejayaannya,*

bersorak-sorai dengan gembira.

Hendaknya mereka memuji Tuhan dengan suara lantang,*

sambil memegang pedang yang tajam.

Begitu hendaklah mereka membalas kejahatan para bangsa,*

dan menjatuhkan hukuman kepada mereka;

Membelenggu para rajanya,*

dan mengikat pemukanya dengan rantai besi.

Dengan demikian terlaksana keputusan Allah,*

tugas terhormat bagi umatNya.

Kemuliaan kepada Bapa dan putera dan Roh Kudus.

Seperti pada permulaan sekarang, selalu dan sepanjang segala abad. Amin.

Antifon

Kamu sungguh sahabatKu, jikalau kamu melaksanakan yang Kuperintahkan kepadamu.

BACAAN SINGKAT: 869

(Ef 2,19-22)

Kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan sewarga dengan para kudus dan anggota keluarga Allah. Kamu dibangun diatas dasar para rasul dan para nabi, dan Kristus Yesuslah batu sendinya. Dalam Tuhan seluruh bangunan tumbuh, tersusun rapih menjadi bait Allah yang kudus. Dalam Dia kamupun turut dibangun menjadi tempat kediaman Allah, dalam Roh.

LAGU SINGKAT: 870

P: Mereka Kautetapkan sebagai pemimpin,* Di seluruh dunia.

U: Mereka Kautetapkan sebagai pemimpin,* Di seluruh dunia.

P: Mereka mewartakan namaMu, ya Tuhan.

U: Di seluruh dunia.

P: Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus.

U: Mereka Kautetapkan sebagai pemimpin,* Di seluruh dunia.

Renungan Sabda Allah  (merenungkan)

KIDUNG ZAKHARIA

Antifon Kidung

Yesus melihat seorang bernama Mateus duduk di kantor pajak. Ia berkata kepadanya: “Mari, ikutilah Aku”. Mateus bangun dengan segera dan mengikuti Yesus.

KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)

Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*

sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umatNya.

Ia mengangkat bagi kita seorang penyelamat yang gagah perkasa,*

putera Daud, hambaNya.

Seperti dijanjikanNya dari sediakala,*

dengan perantaraan para nabiNya yang kudus.

Untuk menyelamatkan kita dari musuh-musuh kita,*

dan dari tangan semua lawan yang membenci kita.

Untuk menunjukkan rahmatNya kepada leluhur kita,*

dan mengindahkan perjanjianNya yang kudus.

Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kita,*

akan membebaskan kita dari tangan musuh.

Agar kita dapat mengabdi kepadaNya tanpa takut,*

dan berlaku kudus dan jujur di hadapanNya seumur hidup.

Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah yang mahatinggi,*

sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalanNya.

Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umatNya,*

berkat pengampunan dosa mereka.

Sebab Allah kita penuh rahmat dan belaskasihan,*

Ia mengunjungi kita laksana fajar cemerlang.

Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,*

dan membimbing kita ke jalan damai sejahtera.

Kemuliaan kepada Bapa dan putera dan Roh Kudus.

Seperti pada permulaan sekarang, selalu dan sepanjang segala abad. Amin.

Antifon Kidung

Yesus melihat seorang bernama Mateus duduk di kantor pajak. Ia berkata kepadanya: “Mari, ikutilah Aku”. Mateus bangun dengan segera dan mengikuti Yesus.

DOA PERMOHONAN

Saudara tercinta, kita telah menerima warisan surgawi dari para rasul. Marilah kita mengucap syukur kepada Bapa kita atas semua kurniaNya, dan berkata:

U: KepadaMu paduan para rasul bersyukur, ya Tuhan.

Terpujilah Engkau, ya Tuhan, sebab para rasul telah menyampaikan kepada kami perjamuan tubuh dan darah Kristus,* yang memuaskan dan menyegarkan kami.

Terpujilah Engkau karena para rasul telah menyediakan bagi kami santapan sabda,* yang menerangi dan menggembirakan kami.

Terpujilah Engkau karena Gereja kudus telah Kaudirikan atas para rasul,* dan kami kaupersatukan menjadi satu umat.

Terpujilah Engkau sebab Engkau telah mempercayakan kepada para rasul pembaptisan dan pengampunan dosa,* yang menyucikan kami dari segala kejahatan.

BAPA KAMI

Bapa kami yang ada di surga,

dimuliakanlah namaMu.

Datanglah kerajaanMu.

Jadilah kehendakMu di atas bumi seperti di dalam surga.

Berilah kami rezeki pada hari ini.

Dan ampunilah kesalahan kami,

seperti kamipun mengampuni yang bersalah kepada kami.

Dan janganlah masukkan kami ke dalam percobaan,

Tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat. Amin

DOA PENUTUP

Allah yang mahamurah, kerahimanMu tiada taranya. Santo Mateus, pegawai pajak telah Kaupilih menjadi rasul. Semoga kami dikuatkan oleh teladannya dan dibantu oleh doa permohonannya, sehingga kamipun mengikuti Engkau dan mengikat diri padaMu dengan hati teguh. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persekutuan Roh kudus, sepanjang segala masa. Amin.

PENUTUP

P: Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita ke hidup yang kekal.

U: Amin.

Sumber: Ibadat Harian Komisi Liturgi KWI

21 September St. Eusebius

Thu, 21/09/2017 - 00:00

 

Secara sukarela, ia menghadap pemerintah yang menyalahkan Eusebius karena mengikut Kristus. Ia dihukum; darahnya dibiarkan mengalir lewat luka hukuman; banyak siksaan yang akhirnya tidak menggoyahkan imannya.

Sumber dan gambar: Sfair, Pietro. 9 September 2001. Dalam santiebeati.it. Diakses pada 19 September 2017

Renungan Harian, Kamis: 21 September 2017, Mat. 9: 9-13

Wed, 20/09/2017 - 19:00

UATU kali ada pertemuan bapak-bapak selama seminggu. Direncanakan akan berakhir pada hari minggu, tetapi panitia berubah pikiran. Supaya bisa bersama keluarga di akhir pecan, maka pertemuan dipadatkan. Di tempat itu jadwal penerbangan tidak selalu ada setiap hari, maka mereka tergesa-gesa agar tidak tertinggal pesawat.Bapak A menyenggol seorang anak yang jualan buah dan buahnya berceceran di lantai.Tetapi, karena terburu mengejar pesawat, Bapak A meninggalkan anak itu tanpa minta maaf dan membantu. Ada peserta lain, yakni Bapak B yang melihat kejadian itu, ia berbalik dan dari jauh ia melihat anak itu sedang meraba-raba di lantai berusaha mengumpulkan buah. Ternyata ia buta. Bapak B segera mendekat dan berkata: “Maaf Nak, pasti ini hari yang buruk bagimu.” Sambil mengumpulkan semua buah dalam keranjang, ia menghitung jumlah yang rusak dan memberikan uang kepada anak itu.

Tindakan Bapak B di atas merupakan perwujudan dari nasehat Paulus hari ini: “Hendaklah hidupmu sebagai orang yang dipanggil berpadanan dengan panggilan itu” Ef. 4:1). Matius juga menjadi teladan bagi kita dalam hal berpadanan dengan panggilan Yesus: “Ikutlah Aku!” dan Matius sungguh mengikuti Yesus dalam kata dan tindakan menjadi seorang pewarta Injil. Pertanyaan yang patut kita refleksikan sekarang adalah “apakah hidup kita sudah sepadan dengan kehendak Tuhan?”

Tuhan Yesus, jadikanlah aku terjemahan Injil yang hidup bagi sesamaku. Amin.

Sumber: Ziarah Batin 2017

Kredit Foto:

Brevir Sore, Rabu: 20 September 2017 Pekan Biasa XXIV – O Pekan IV Pw S. Andreas Kim Taegon, Imam dan Paulus Chong Hasang, dkkMrt – Korea (M)

Wed, 20/09/2017 - 16:00

PEMBUKAAN

P: Ya, Allah, bersegeralah menolong aku.

U: Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus, seperti pada permulaan, sekarang dan sepanjang segala abad. Amin

Alleluya.

MADAH

Kawan sekalian mari melambungkan

Nyanyian pujian untuk memulyakan

Angkatan pahlawan yang tak terkalahkan

Rela mati demi Tuhan.

Mereka dihina dibenci dunia.

Akhirnya disiksa hingga tak bernyawa

Namun sesungguhnya mereka berjaya

Hidup mulya selamanya.

Sungguh mengagumkan semangat pahlawan

Yang tak tergoncangkan di tengah siksaan

Di mana gerangan sumber ketabahan

Jika bukan dalam Tuhan?

Terpujilah Bapa Allah mahaesa

Terpujilah Putra penebus dunia

Yang mengutus RohNya di tengah Gereja

Untuk selama-lamanya. Amin.

PENDARASAN MAZMUR

Antifon

Terlalu ajaiblah bagiku pengetahuanMu, ya Tuhan.

Mazmur 138 (139),1-18.23-24 – I

Tuhan, Engkau menyelami dan mengenal aku,†

Engkau tahu bila aku duduk atau berdiri,*

dari jauh Engkau mengerti pikiranku.

Engkau tahu, bila aku berjalan atau berbaring,*

segala tingkah lakuku Kaumaklumi.

sebelum aku sempat mengucapkan sepatah katapun,*

Engkau telah mengetahui semuanya, ya Tuhan.

Engkau melingkungi aku dari muka dan dari belakang,*

dan menaruh tanganMu di atasku.

Terlalu ajaiblah bagiku pengetahuanMu,*

terlalu tinggi untuk kupahami.

Ke mana aku dapat pergi menjauhi RohMu,*

ke mana aku dapat lari menyingkiri wajahMu?

Kalaupun aku naik ke langit, Engkau ada di sana,*

kalaupun aku turun ke alam maut, di situpun Engkau ada.

Kalaupun aku terbang jauh dari timur,*

dan mendarat di ujung barat,

di sanapun lenganMu menuntun daku,*

dan tanganMu memegang aku.

Maka sadarlah aku,†

bahkan dalam kegelapan, Tuhan memperhatikan daku,*

dan di tengah malam aku bermandikan cahaya.

Kegelapanpun tidak gelap bagiMu,†

sebab malam bercahaya bagiMu bagaikan siang,*

dan kegelapan bagaikan terang.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus, seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang segala abad. Amin

Antifon

Terlalu ajaiblah bagiku pengetahuanMu, ya Tuhan.

Antifon

Aku, Tuhan, menyelidiki isi hati dan menguji sanubari. Aku menganugerahi setiap orang sesuai dengan hidupnya.

Mazmur 138 (139) – II

Engkaulah yang membentuk lubuk hatiku,*

Engkau melindungi aku sedari kandung ibuku.

Aku bersyukur kepadaMu, Allah yang mahatinggi,*

sebab agunglah Engkau.

Aku bersembah sujud di hadapanMu,*

sebab dahsyatlah karyaMu.

Dari dahulu Engkau mengenal isi hatiku,*

sanubariku tak tersembunyi bagiMu,

sejak aku dibentuk dalam selubung rahasia,*

dan diciptakan secara tak terselami.

PerhatianMu mengikuti hidupku tahap demi tahap,*

dan semuanya tercatat dalam kitabMu.

Segala hari hidupku sudah Kautentukan,*

sebelum aku dilahirkan.

Betapa mendalam pikiranMu, ya Allah,*

betapa padat maknanya.

Sekiranya kuhitung, banyaknya melebihi pasir,*

dan akhirnya aku belum juga menangkap sedikitpun.

Selamilah aku, ya Allah, dan ajuklah isi hatiku,*

ujilah aku dan dalamilah pikiranku.

Jagalah, jangan sampai jalan hidupku menyimpang,*

dan tuntunlah aku ke hidup abadi.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus, seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang segala abad. Amin

Antifon

Aku, Tuhan, menyelidiki isi hati dan menguji sanubari. Aku menganugerahi setiap orang sesuai dengan hidupnya.

Antifon

Dalam Kristus telah diciptakan segala sesuatu, dan segala sesuatu ada dalam Dia.

Kol 1,12-20

Marilah kita dengan sukacita mengucap syukur kepada Bapa,†

yang membuat kita layak mendapat bagian,*

dalam warisan gemilang para kudus.

Ia telah merebut kita dari kuasa kegelapan,*

dan memindahkan kita ke dalam kerajaan PuteraNya yang terkasih.

Dalam Kristus, kita mendapat penebusan,*

yaitu pengampunan dosa.

Kristuslah gambar Allah, Ia menampakkan yang tak kelihatan,*

Dialah yang pertama dari segala ciptaan.

Sebab dalam Kristus telah diciptakan segala sesuatu,*

baik di angkasa maupun di bumi;

Baik yang kelihatan maupun yang tak kelihatan,*

singgasana, kerajaan, pemerintah dan penguasa.

Segala sesuatu diciptakan dengan perantaraanNya dan untuk Dia,†

Ia mendahului segala sesuatu,*

dan segala sesuatu ada dalam Dia.

Kristuslah kepala tubuh, yaitu Gereja,†

Ia yang awal, yang pertama bangkit dari alam maut,*

supaya Ia lebih utama dalam segala sesuatu.

Sebab Allah berkenan bahwa seluruh kepenuhanNya diam dalam Kristus,†

dan dengan perantaraan Kristus,*

Allah memperdamaikan segala sesuatu dengan diriNya.

Baik yang di bumi maupun di angkasa,*

segala sesuatu diperdamaikan dalam darah Kristus yang tersalib.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus, seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang segala abad. Amin

Antifon

Dalam Kristus telah diciptakan segala sesuatu, dan segala sesuatu ada dalam Dia.

BACAAN SINGKAT

(1Ptr 4,13-14)

Saudara-saudara, sebenarnya kamu harus bersuka hati, bila turut memikul sebagian dari penderitaan Kristus, sebab dengan demikian kamupun akan turut bersukacita, bila Kristus akan tampak dalam kemuliaanNya. Alangkah bahagia kamu, kalau dicaci maki karena menjadi pengikut Kristus; sebab dengan demikian Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah, ada padamu.

LAGU SINGKAT

P: Bersukacitalah, hai orang-orang suci,* Dan bergembiralah dalam Tuhan.

U: Bersukacitalah, hai orang-orang suci,* Dan bergembiralah dalam Tuhan.

P: Bermadah-madahlah, hai orang jujur.

U: Dan bergembiralah dalam Tuhan.

P: Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh kudus.

U: Bersukacitalah, hai orang-orang suci,* Dan bergembiralah dalam Tuhan.

Ant.Kidung: Para kudus bergembira di surga, sebab mereka mengikuti jejak Kristus. Mereka mempertaruhkan nyawa demi Kristus, sehingga kini bertakhta di surga bersama Dia.

KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)

Aku mengagungkan Tuhan,*

hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.

Sebab Ia memperhatikan daku,*

hambaNya yang hina ini.

Mulai sekarang aku disebut: yang bahagia,*

oleh sekalian bangsa.

Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang mahakuasa,*

kuduslah namaNya.

Kasih sayangNya turun-temurun,*

kepada orang yang takwa.

Perkasalah perbuatan tanganNya,*

dicerai-beraikanNya orang yang angkuh hatinya

Orang yang berkuasa diturunkanNya dari takhta,*

yang hina-dina diangkatnya.

Orang lapar dikenyangkanNya dengan kebaikan,*

orang kaya diusirNya pergi dengan tangan kosong

Menurut janjiNya kepada leluhur kita,*

Allah telah menolong Israel, hambaNya.

Demi kasih sayangNya kepada Abraham serta keturunannya,*

untuk selama-lamanya.

Ant.Kidung: Para kudus bergembira di surga, sebab mereka mengikuti jejak Kristus. Mereka mempertaruhkan nyawa demi Kristus, sehingga kini bertakhta di surga bersama Dia.

DOA PERMOHONAN

Raja para martir sudah mempersembahkan diri dalam perjamuan malam terakhir dan menyerahkan hidupNya di salib. Marilah kita mengucap syukur kepadaNya dengan berkata:

U: Kami memuliakan Dikau, ya Tuhan.

P: Kami memuliakan Dikau, ya Tuhan, sebab Engkau telah mengasihi kami sampai akhir. Engkaulah penyelamat kami, Engkaulah sumber kekuatan dan teladan bagi setiap martir.

U: Kami memuliakan Dikau, ya Tuhan.

P: Engkau memanggil semua orang berdosa yang bertobat, kepada kehidupan abadi.

U: Kami memuliakan Dikau, ya Tuhan.

P: Hari ini kami mempersembahkan darah perjanjian baru yang Kaucurahkan demi pengampunan dosa.

U: Kami memuliakan Dikau, ya Tuhan.

P: Berkat rahmatMu kami tetap bertekun dalam iman sampai pada hari ini.

U: Kami memuliakan Dikau, ya Tuhan.

P: Kami percaya bahwa arwah orang beriman Kauterima dalam kemuliaanMu.

U: Kami memuliakan Dikau, ya Tuhan.

BAPA KAMI

Bapa kami yang ada di surga,

dimuliakanlah namaMu.

Datanglah kerajaanMu.

Jadilah kehendakMu di atas bumi seperti di dalam surga.

Berilah kami rezeki pada hari ini.

Dan ampunilah kesalahan kami,

seperti kamipun mengampuni yang bersalah kepada kami.

Dan janganlah masukkan kami ke dalam percobaan,

Tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat. Amin

DOA PENUTUP

Ya Allah, Engkaulah cahaya orang beriman dan gembala umat manusia. Santo Andreas Kim Taegon, santo Paulus Chong Hasang dan kawan-kawan martir, Kautetapkan dalam Gereja untuk menggembalakan domba-dombaMu dengan perkataan, dan membimbing mereka dengan teladan. Semoga dengan bantuannya kami berpegang pada iman yang diajarkannya dengan perkataan, dan berpijak pada jalan yang dirintisnya dengan teladan.

Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan  pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persekutuan Roh Kudus, sepanjang segala masa. Amin

PENUTUP

P: (+) Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita ke hidup yang kekal.

 

U: Amin.

Sumber: Ibadat Harian Komisi Liturgi KWI

 

Brevir Siang, Rabu: 20 September 2017 Pekan Biasa XXIV – O Pekan IV Pw S. Andreas Kim Taegon, Imam dan Paulus Chong Hasang, dkkMrt – Korea (M)

Wed, 20/09/2017 - 10:00

PEMBUKAAN

P: Ya, Allah, bersegeralah menolong aku.

U: Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus, seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang segala abad. Amin

Alleluya.

MADAH

Marilah kita bernyanyi

Bagi penebus ilahi

Dengan iman dan harapan

Penuh cinta yang bertahan.

Sambil mohon dibebaskan

Dari tipu daya lawan

Agar selalu setia

Dalam mengabdi sesama.

Terpujilah Allah Bapa

Bersama Putra tercinta

Yang memperoleh Roh suci

Pembaharu muka bumi. Amin.

PENDARASAN MAZMUR

Antifon

Aku berseru kepadaMu, ya Tuhan, aku berharap akan firmanMu.

Mazmur 118 (119),145-152

Aku berseru dengan segenap hati, ya Tuhan, jawablah aku,*

ketetapanMu hendak kupegang.

Aku berseru kepadaMu: selamatkanlah aku!*

PerintahMu akan kutepati.

Pagi-pagi buta aku telah bangun dan memohon pertolonganMu,*

aku berharap pada firmanMu.

Semalam-malaman mataku tertuju kepadaMu,*

untuk merenungkan janjiMu.

Dengarkanlah suaraku sesuai dengan kasih setiaMu,*

ya Tuhan, hidupkanlah aku seturut hukumMu.

Orang yang mengejar aku semakin mendekat,*

mereka menjauh dari hukumMu.

Tetapi Engkau dekat, ya Tuhan,*

dan segala perintahMu benar.

Sejak lama aku mengakui ketetapanMu,*

sebab Engkau menetapkannya dari sediakala.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus, seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang segala abad. Amin

Antifon

Aku berseru kepadaMu, ya Tuhan, aku berharap akan firmanMu.

Antifon

Tuhan tahu bahwa pikiran manusia sia-sia belaka.

Mazmur 93 (94) – I

Ya Allah pembalas, ya Tuhan,*

ya Allah pembalas, tampillah!

Engkau yang menghakimi bumi, bangkitlah,*

balaslah perbuatan orang sombong.

Masih berapa lamakah, ya Tuhan,*

masih berapa lamakah orang berdosa memegahkan diri?

Mereka memuntahkan kata-kata yang kurang ajar,*

para penjahat itu menyombongkan diri.

Mereka menindas umatMu, ya Tuhan,*

menghancurkan milik pusakaMu.

Mereka membunuh janda dan orang asing,*

menewaskan anak yatim piatu.

Mereka berpikir: Tuhan tidak melihat,*

dan Allah Yakub tidak memperhatikan.

Kapan engkau insaf, hai orang bodoh,*

hai orang dungu, kapan engkau berakal sehat?

Tuhan yang memberi telinga, masakan tidak mendengar,*

dan yang membuat mata, masakan tidak melihat!

Tuhan yang memimpin para bangsa, masakan tidak menghukum,†

Tuhan yang mengajar manusia, masakan tidak tahu!*

Tuhan tahu bahwa pikiran manusia sia-sia belaka.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus, seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang segala abad. Amin

Antifon

Tuhan tahu bahwa pikiran manusia sia-sia belaka.

Antifon

Tuhan menjadi pembelaku yang perkasa, dan Allahku menjadi pelindungku.

Mazmur 93 (94) – II

Berbahagialah orang yang Kaudidik, ya Tuhan,*

yang Kauajari hukumMu.

Kauberi dia ketenangan sesudah kesedihan,*

sedangkan untuk orang berdosa disediakan kubur.

Sebab Tuhan takkan meninggalkan umatnya,*

Ia takkan menolak milik pusakanya.

Sebab keputusan Tuhan akan mengembalikan keadilan,*

dan kehormatan orang jujur akan dipulihkan.

Siapa yang bangkit menolong aku melawan para penjahat,*

siapa yang mendukung aku melawan kaum durjana.

Andaikan Tuhan tidak menolong aku,*

niscaya sudah lama aku meringkuk di alam maut.

Ketika kukira, aku akan jatuh,*

kasih setiaMu menegakkan daku, ya Tuhan.

Ketika kesusahan menekan batinku,*

penghiburanMu menggembirakan daku.

Masakah hakim yang lalim bisa bersekutu dengan Dikau,*

masakan para pengacau mendapat perlindunganMu!

Mereka bersekongkol mau merenggut nyawa orang jujur,*

menjatuhkan hukuman atas orang yang tak bersalah.

Tetapi Tuhan menjadi pembelaku yang perkasa,*

dan Allahku menjadi pelindungku.

Tuhan membalas kejahatan mereka,†

Ia membinasakan kaum durhaka itu,*

ya, Tuhan Allah kita membinasakan mereka.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus, seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang segala abad. Amin

Antifon

Tuhan menjadi pembelaku yang perkasa, dan Allahku menjadi pelindungku.

Bacaan singkat (1Ptr 5,10-11)

Allah, sumber segala rahmat, telah memanggil kamu dalam Kristus kepada kemuliaanNya yang kekal. Ia akan melengkapi, meneguhkan, menguatkan dan mengokohkan kamu, sesudah kamu menderita sejurus lamanya. Dialah yang berkuasa sepanjang segala abad. Amin.

P: Orang kudus yang berharap kepada Tuhan.

U: Akan dikuatkan dan takkan jatuh.

DOA PENUTUP

Allah yang mahakuasa dan mahamurah, Engkau memberi kami kesempatan untuk sebenar menarik nafas di tengah hari ini, Pandanglah kiranya pekerjaan yang sudah kami mulai, dan perbaikilah kekurangan dalam usaha kami. Semoga seluruh pekerjaan dapat kami selesaikan seturut kesukaan hatiMu. Demi Kristus, pengantara kami. Amin.

PENUTUP

P: Marilah memuji Tuhan.

U: Syukur kepada Allah.

Sumber: Ibadat Harian Komisi Liturgi KWI

 

Brevir Pagi, Rabu: 20 September 2017 Pekan Biasa XXIV – O Pekan IV Pw S. Andreas Kim Taegon, Imam dan Paulus Chong Hasang, dkkMrt – Korea (M)

Wed, 20/09/2017 - 04:00

PEMBUKAAN

P: Ya, Allah, bersegeralah menolong aku.

U: Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus, seperti pada permulaan, sekarang dan sepanjang segala abad. Amin

Alleluya.

Madah

Marilah kita bernyanyi

Dengan gembira memuji

Kejayaan para kudus

Yang dibunuh demi Kristus.

Berkat imannya yang kuat

Dan dibantu oleh rahmat

Mereka bertekad bulat

Setya sampai akhir hayat.

Meskipun diancam maut

Tidaklah mereka takut

Sebab Tuhan mendampingi

Dengan kuasa ilahi.

Mari mohon pada Tuhan

Agar kita digabungkan

Pada rombongan pahlawan

Sepanjang segala zaman. Amin.

PENDARASAN MAZMUR

Antifon

Hatiku siap sedia, ya Allah, hatiku siap sedia.

Mazmur 107 (108)

Hatiku siap sedia, ya Allah,*

untuk bernyanyi dan melagukan mazmur.

Bagunlah, hai hatiku, berkumandanglah, hai kecapi,*

menyingsinglah, hai fajar.

Ya Tuhan, aku hendak memuji Engkau di tengah segala bangsa,*

bersama seluruh rakyat aku bermazmur bagiMu.

Sebab besarlah kasihMu, setinggi langit,*

dan kesetiaanMu menjangkau awan.

Nyatakanlah kemegahanmMu di surga, ya Allah,*

dan sinarilah bumi dengan kemuliaanMu.

Berilah aku kemenangan dengan tangan kuat,*

selamatkanlah umatMu yang Kaucintai.

Allah telah berfirman dari surga,*

“Dengan gembira tanah Sikem Kujadikan bagian jarahanKu,

lembah Sukot Kuukur,*

tanah Gilead dan Manasye manjadi milikKu.

Tanah Efraim Kujadikan topi bajaKu,*

Yehuda tongkat kerajaanKu, Moab tempat pembasuhanKu.

Tanah Edom Kujadikan kepunyaanKu,*

Filistea menggemakan lagu kemenangan”.

Siapa mengantar aku ke kota Petra?*

Siapa melantik aku menjadi raja Edom?

Bukankah Engkau, ya Allah! Masihkah Engkau membuang kami,*

dan tidak lagi menyertai bala tentara kami?

Berilah kami pertolongan terhadap musuh,*

sebab sia-sialah bantuan manusia.

Bersama Allah, kita berjuang gagah perkasa,*

Ia sendiri akan menginjak-injak para lawan kita.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus, seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang segala abad. Amin

Antifon

Hatiku siap sedia, ya Allah, hatiku siap sedia.

Antifon

Tuhan mengenakan padaku dandanan keselamatan dan pakaian kebenaran.

Yes 61,10-62,5

Aku sangat bergembira dalam Tuhan,*

dan bersorak riang dalam Allahku.

Sebab Tuhan telah mengenakan padaku dandanan keselamatan,*

dan menyelubungi aku dengan pakaian kebenaran.

Laksana pengantin pria mengenakan mahkota,*

dan mempelai wanita hiasan permata.

Seperti bumi menimbulkan tetumbuhan,*

dan ladang menumbuhkan benih,

demikian pula Tuhan Allah menumbuhkan kebenaran dan pujian,*

di hadapan segala bangsa.

Demi Sion aku akan mengumandangkan suara,*

demi Yersulalem aku akan giat bekerja,

sampai kesuciannya memancar bagaikan cahaya,*

dan keselamatannya bersinar laksana obor.

Segala bangsa akan melihat kesucianmu, hai Yerusalem,†

semua raja akan menyaksikan kemuliaanmu,*

engkau akan diberi nama baru oleh Tuhan.

Seperti sebuah mahkota engkau di tangan Tuhan,*

bagaikan tajuk engkau dipegang Allahmu.

Engkau tak lagi disebut: “Yang ditinggalkan”,*

negerimu tak lagi dinamakan: “Yang kesepian”.

Sebab namamu yang baru ialah: “KekasihKu”,*

“mempelaiKu” nama negerimu.

Karena Tuhan cinta padamu,*

negerimu menjadi mempelaiNya.

Sebagaimana seorang pemuda memperisteri gadis,*

demikian pula Allah pencipta akan menjadi suamimu.

Seperti seorang suami yang baru menikah suka akan isterinya,*

demikian pula Allahmu suka akan dirimu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus, seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang segala abad. Amin

Antifon

Tuhan mengenakan padaku dandanan keselamatan dan pakaian kebenaran.

Antifon

Aku hendak memuliakan Allahku seumur hidup.

Mazmur 145 (146)

Pujilah Tuhan, hai hatiku!†

Aku hendak memuliakan Tuhan seumur hidup,*

memujiNya selama hayat dikandung badan.

Jangan menaruh harapan pada orang-orang besar,*

pada manusia yang tak dapat meyelamatkan.

Bila melayang nyawanya, ia menjadi debu,*

hari itu juga buyarlah rencananya.

Berbahagialah orang yang mengharapkan pertolongan dari Allah Yakub,*

yang menaruh kepercayaan pada Tuhan, Allahnya.

Sebab Tuhan menjadikan langit dan bumi,*

menciptakan laut dan segala isinya.

Tuhan tetap setia terhadap orang yang dihina,*

menjamin keadilan bagi orang yang tertindas.

Tuhan memberi makan orang yang lapar,*

membebaskan orang yang terbelenggu.

Tuhan membuka mata orang buta,*

menegakkan orang yang bungkuk.

Tuhan melindungi orang asing,*

memelihara para yatim piatu dan janda.

Tuhan mengasihi orang jujur,*

tetapi orang berdosa digulingkanNya.

Tuhanlah raja selama-lamanya,*

Dialah Allahmu, hai Sion, turun-temurun.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus, seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang segala abad. Amin

Antifon

Aku hendak memuliakan Allahku seumur hidup.

BACAAN SINGKAT

(2Kor 1,3-5)

Terpujilah Allah Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, Bapa yang penuh belaskasihan dan Allah sumber segala penghiburan. Ia menghibur kita dalam segala penderitaan, sehingga kita sanggup menghibur semua orang yang ditimpa bermacam-macam penderitaan, dengan penghiburan yang kita terima sendiri dari Allah. Sebab sebagaimana penderitaan Kristus melimpah dalam diri kita, demikian pula berlimpahlah penghiburan kita demi Kristus.

LAGU SINGKAT

P: Orang-orang jujur hidup,* Untuk selama-lamanya.

U: Orang-orang jujur hidup,* Untuk selama-lamanya.

P: Dan Tuhanlah ganjaran mereka.

U: Untuk selama-lamanya.

P: Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh kudus.

U: Orang-orang jujur hidup,* Untuk selama-lamanya.

Ant.Kidung: Berbahagialah orang yang dianiaya karena taat kepada Tuhan, sebab bagi mereka kerajaan Allah.

KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)

Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*

sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umatNya.

Ia mengangkat bagi kita seorang penyelamat yang gagah perkasa,*

putera Daud, hambaNya.

Seperti dijanjikanNya dari sediakala,*

dengan perantaraan para nabiNya yang kudus.

Untuk menyelamatkan kita dari musuh-musuh kita,*

dan dari tangan semua lawan yang membenci kita.

Untuk menunjukkan rahmatNya kepada leluhur kita,*

dan mengindahkan perjanjianNya yang kudus.

Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kita,*

akan membebaskan kita dari tangan musuh.

Agar kita dapat mengabdi kepadaNya tanpa takut,*

dan berlaku kudus dan jujur di hadapanNya seumur hidup.

Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah yang mahatinggi,*

sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalanNya.

Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umatNya,*

berkat pengampunan dosa mereka.

Sebab Allah kita penuh rahmat dan belaskasihan,*

Ia mengunjungi kita laksana fajar cemerlang.

Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,*

dan membimbing kita ke jalan damai sejahtera.

Ant.Kidung: Berbahagialah orang yang dianiaya karena taat kepada Tuhan, sebab bagi mereka kerajaan Allah.

DOA PERMOHONAN

Saudara-saudara, para martir wafat demi sabda Allah. Marilah kita memuji penebus kita, saksi yang setia, dan berkata:

U: Engkau telah menebus kami dengan darahMu.

Ya Tuhan, para martirMu rela mati untuk memberi kesaksian tentang iman mereka,* berikanlah kebebasan rohani kepada kami.

Para martirMu mengakui iman mereka sampai menumpahkan darahnya,* berilah kami kemurnian dan keteguhan iman.

Para martirMu mengikuti jejakMu dengan memanggul salib mereka,* semoga kami dengan berani menanggung kesukaran-kesukaran hidup.

Para martirMu membasuh pakaian mereka dalam darah Anakdomba,* semoga kami mengalahkan serangan hawa nafsu dan bujukan dosa.

BAPA KAMI

Bapa kami yang ada di surga,

dimuliakanlah namaMu.

Datanglah kerajaanMu.

Jadilah kehendakMu di atas bumi seperti di dalam surga.

Berilah kami rezeki pada hari ini.

Dan ampunilah kesalahan kami,

seperti kamipun mengampuni yang bersalah kepada kami.

Dan janganlah masukkan kami ke dalam percobaan,

Tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat. Amin

DOA PENUTUP

Ya Allah, Engkaulah cahaya orang beriman dan gembala umat manusia. Santo Andreas Kim Taegon, santo Paulus Chong Hasang dan kawan-kawan martir, Kautetapkan dalam Gereja untuk menggembalakan domba-dombaMu dengan perkataan, dan membimbing mereka dengan teladan. Semoga dengan bantuannya kami berpegang pada iman yang diajarkannya dengan perkataan, dan berpijak pada jalan yang dirintisnya dengan teladan.

Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan  pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persekutuan Roh Kudus, sepanjang segala masa. Amin

PENUTUP

P: (+) Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita ke hidup yang kekal.

U: Amin.

Email ThisBlogThis!Share to TwitterShare to FacebookShare to Pinterest

Sumber: Ibadat Harian Komisi Liturgi KWI

 

20 September St. Joseph Maria de Yermo y Parres

Wed, 20/09/2017 - 00:00

 

Jalmolongan, Meksiko, 10 November 1851 – Puebla de Los Angeles, 20 September 1904

Pada usia 16 tahun, Joseph masuk Kongregasi Misi di Meksiko. Panggilannya berubah, membuat Joseph mengejar jalan imamat di Keuskupan Leon, dan ditahbiskan pada usia 27 tahun. Hatinya tersentuh untuk membangun rumah bagi anak terbuang, setelah ia menyaksikan babi yang menelan dua bayi yang baru lahir tapi dibuang di pinggir sungai. Tuhan mengutus empat orang muda yang bersedia membantu, sehingga berdirilah keluarga “Pelayan Hati Kudus Yesus dan Para Miskin” yang sampai sekarang menghimpun 700 suster. Ia juga mendirikan sejumlah sekolah, rumah sakit, panti jompo, panti asuhan, rumah rehabilitasi perempuan, dan pada akhir hayatnya, memimpin misi yang sukar di Meksiko Utara terhadap kaum Tarahumaras Indian. Ia dikanonisasi pada 21 Mei 2000 oleh St. Yohanes Paulus II.

Sumber dan gambar: Pettiti, Gianpiero. 16 Mei 2007. Dalam santiebeati.it. Diakses pada 19 September 2017

Renungan Harian, Rabu: 20 September 2017, Luk. 7: 31 – 35

Tue, 19/09/2017 - 19:00

“Jika aku terlambat, sudahlah engkau tahu bagaimana orang harus hidup sebagai keluarga Allah, yakni jemaat dari Allah yang hidup, tiang penopang dan dasar kebenaran” (1 Tim. 3:15). Pertanyaaan refleksi bagi kita: “Bagaimana kita harus hidup sebagai keluarga Allah?”Nasehat Santo Paulus dan penegasan Yesus di dalam Injil hari ini menjadi pedoman kita.Dalam hidup bersama kita harus mendasarkan diri kita pada Kristus sebagaimana pokok iman kita. Kita harus memiliki suatu prinsip dan keputusan dan tidak hidup dala garis “abu-abu” sebagaimana dalam Injil hari ini dikatakan: “ kami meniup seruling bagimu tetapi kamu tidak menari, kami menyanyikan kidung duka, tetapi kamu tidak menangis” (Luk. 7:32). “Jika “ya” katakanl “ya”dan jika “Tidak” katakanlah “Tidak” selebihnya adalah dari setan”.

Dalam konteks hidup kita yang kadang membuat ambigu oleh karena berbagai tawaran hendaknya kita memiliki suatu prinsip hidup bersama, yakni supaya kita sama-sama membangun tubuh mistik Kristus, yakni Gereja. Ini berarti kita harus menyingkirkan segala kepentingan pribadi, egoism, demi hidup bersama sebagai keluarga Allah: hidup rukun, damai, saling memaafkan, saling membantu dengan ikatan kasih dan persaudaraan.

Tuhan Yesus, semoga aku selalu mengusahakan kepentingan bersama dari pada kepentingan pribadi atau kelompokku. Mampukanlah aku untuk bertindak tegas pada diriku sendiri. Amin.

Sumber: Ibadat Harian Komisi Liturgi KWI

 

Brevir Sore, Selasa: 19 September 2017 Pekan Biasa XXIV – O PEKAN IV – HARI BIASA

Tue, 19/09/2017 - 16:00

PEMBUKAAN

P: Ya, Allah, bersegeralah menolong aku.

U: Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus, seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang segala abad. Amin

Alleluya.

MADAH

Bapa yang mahakuasa

Senja hari sudah tiba

Dengarkanlah madah kami

Pengungkapan isi hati

Hati dan suara kami

Bersatu padu memuji

Cinta kami kepadaMu

Tetaplah teguh selalu

Bila malam jadi gelap

Jangan iman hilang lenyap

S’moga malam diterangi

Sinar iman yang sejati

Kabulkanlah doa kami

Ya Bapa yang baik hati

Bersama Putra dan RohMu

Sekarang serta selalu. Amin

PENDARASAN MAZMUR

Antifon

Sekiranya aku sampai melupakan dikau, Yerusalem, biarlah tangan kananku dipotong.

Mazmur 136 (137),1-6

Di tepi sungai Babel kami duduk menangis,*

apabila teringat akan Sion.

Pada pohon gandarusa di tanah itu,*

kami gantungkan kecapi kami.

Di sana orang yang menawan kami,*

menyuruh kami menyanyikan lagu.

Orang yang memperbudak kami ,†

meminta lagu gembira,*

“Nyanyikanlah bagi kami lagu Sion!”

Bagaimana mungkin kami menyanyikan lagu Tuhan,*

di tanah asing?

Sekiranya aku sampai melupakan dikau, Yerusalem,*

biarlah tangan kananku dipotong.

Biarlah lidahku melekat pada langit-langitku,*

sekiranya aku tidak ingat akan dikau;

sekiranya akut tidak menjujung Yerusalem,*

menjadi mahkota sukacitaku.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus, seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang segala abad. Amin

Antifon

Sekiranya aku sampai melupakan dikau, Yerusalem, biarlah tangan kananku dipotong.

Antifon

Aku bermazmur bagiMu di hadapan para malaikat, ya Allahku.

Mazmur 137 (138)

Ya Tuhan, aku bersyukur kepadaMu dengan segenap hati,*

aku bermazmur bagiMu di hadapan para malaikat.

Aku bersujud ke arah rumahMu yang kudus,*

dan aku memuji namaMu.

Karena kasih dan kesetiaanMu,*

Engkau mengagungkan nama dan janjiMu, melebihi segala sesuatu.

Di kala aku berseru, Engkau mendengarkan aku,*

Engkau menambah kekuatan batinku.

Semua raja di bumi akan memuji Engkau, ya Tuhan,*

bila mereka mendengar sabdaMu.

Mereka akan memuliakan kedaulatan Tuhan,*

“Betapa agunglah kemuliaan Tuhan”.

Meskipun Tuhan mahaagung, Ia memperhatikan orang hina,*

meskipun mahatinggi, Ia sudi mendengarkan daku.

Bila aku berada dalam kesesakan,*

peliharalah hidupku terhadap amarah musuh.

Ulurkanlah tanganMu dan selamatkan daku,*

belalah aku seumur hidupku.

Kasih setiaMu, ya Tuhan, tetap selama-lamanya,*

karya tanganMu takkan gagal.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus, seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang segala abad. Amin

Antifon

Aku bermazmur bagiMu di hadapan para malaikat, ya Allahku.

Antifon

Layaklah Anakdomba yang disembelih itu menerima kemuliaan dan hormat.

Why 4,11; 5,9.10-12

Sudah sepatutnyalah, ya Tuhan dan Allah kami,*

Engkau menerima puji-pujian, hormat dan kuasa.

Sebab Engkau telah menciptakan segala sesuatu,*

dan karena kehendakMu semua yang ada dijadikan.

Layaklah Anakdomba menerima gulungan kitab,*

dan membuka ketujuh meterainya

Sebab Engkau telah disembelih,†

dan dengan darahMu Engkau telah menebus kami bagi Allah,*

dari setiap suku, bahasa, kaum dan bangsa.

Engkau telah menganugerahi kami,†

martabat raja dan imam di hadapan Allah kita,*

dan kami akan merajai dunia.

Layaklah Anakdomba yang disembelih itu,†

menerima kuasa dan kekayaan,*

hikmat dan kekuatan, hormat, kemuliaan dan puji-pujian.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus, seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang segala abad. Amin

Antifon

Layaklah Anakdomba yang disembelih itu menerima kemuliaan dan hormat.

BACAAN SINGKAT

(Kol 3,16)

Semoga sabda Kristus berakar dan bertumbuh subur dalam hatimu. Hendaknya kamu saling mengajar dan menasihati dengan bijaksana. Lagukanlah mazmur dan madah pujian bagi Allah, terdorong oleh rahmat Roh kudus.

LAGU SINGKAT

P: Engkau telah melimpahi aku dengan kegembiraan,* Di hadapan wajahMu, ya Tuhan.

U: Engkau telah melimpahi aku dengan kegembiraan,* Di hadapan wajahMu, ya Tuhan.

P: Tangan kananMu menyediakan kebahagiaan sempurna.

U: Di hadapan wajahMu, ya Tuhan.

P: Kemuliaan kepada Bapa dan Putera da Roh Kudus.

U: Engkau telah melimpahi aku dengan kegembiraan,* Di hadapan wajahMu, ya Tuhan.

Antifon Kidung

Kerjakanlah perbuatan besar bagi kami, ya Tuhan, karena Engkau mahakuasa, dan kuduslah namaMu.

KIDUNG MARIA

(Luk 1,46-5)

Aku mengagungkan Tuhan,*

hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.

Sebab Ia memperhatikan daku,*

hambaNya yang hina ini.

Mulai sekarang aku disebut: yang bahagia,*

oleh sekalian bangsa.

Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang mahakuasa,*

kuduslah namaNya.

Kasih sayangNya turun-temurun,*

kepada orang yang takwa.

Perkasalah perbuatan tanganNya,*

dicerai-beraikanNya orang yang angkuh hatinya

Orang yang berkuasa diturunkanNya dari takhta,*

yang hina-dina diangkatnya.

Orang lapar dikenyangkanNya dengan kebaikan,*

orang kaya diusirNya pergi dengan tangan kosong

Menurut janjiNya kepada leluhur kita,*

Allah telah menolong Israel, hambaNya.

Demi kasih sayangNya kepada Abraham serta keturunannya,*

untuk selama-lamanya.

Kemuliaan kepada Bapa dan putera dan Roh Kudus.

Seperti pada permulaan sekarang, selalu dan sepanjang segala abad. Amin.

Antifon Kidung

Kerjakanlah perbuatan besar bagi kami, ya Tuhan, karena Engkau mahakuasa, dan kuduslah namaMu.

DOA PERMOHONAN

Kristus tetap menguatkan dan meneguhkan umatNya. Marilah kita meluhurkan Dia dan dengan segenap hati berdoa:

U: Kabulkanlah doa kami, ya Tuhan, yang kami puji.

Kristus, kekuatan kami, berikanlah iman dan ketabahan hati kepada setiap orang yang percaya kepadaMu,* sebab Engkau telah memanggil kami semua kepada kebenaranMu.

Tuhan, bimbinglah semua orang yang memegang tampuk pemerintahan,* agar mereka bertindak seturut keinginan hatiMu dan memimpin kami dalam damai.

Engkau telah memuaskan orang banyak dengan roti,* maka ajarlah kami untuk membagi milik kami sendiri dengan orang yang lapar.

Semoga para pemimpin negara tidak memperhatikan hanya kepentingan negaranya sendiri,* tetapi menaruh perhatian terhadap kepentingan seluruh umat manusia.

Berikanlah kiranya kebangkitan dan kebahagiaan kepada saudara-saudara kami yang telah meninggal,* bila Engkau datang kelak untuk dimuliakan dalam semua orang beriman.

BAPA KAMI

Bapa kami yang ada di surga,

dimuliakanlah namaMu.

Datanglah kerajaanMu.

Jadilah kehendakMu di atas bumi seperti di dalam surga.

Berilah kami rezeki pada hari ini.

Dan ampunilah kesalahan kami,

seperti kamipun mengampuni yang bersalah kepada kami.

Dan janganlah masukkan kami ke dalam percobaan,

Tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat. Amin

DOA PENUTUP

Tuhan yang mahamurah, kami berdoa di hadapan hadiratMu dan mohon dengan bersembah sujud, semoga ucapan bibir kami ini tetap kami renungkan dalam hati. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persekutuan Roh Kudus, sepanjang segala masa. Amin

PENUTUP

P: Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita ke hidup yang kekal.

U: Amin.

Sumber: Ibadat Harian Komisi Liturgi KWI

Sampaikan Syukur dan Terima Kasihnya, Pastor Tom Uzhunnalil: Saya Tidak Takut pada Senjata

Tue, 19/09/2017 - 15:45

PASTOR Tom Uzhunnalil , Misionaris Salesian yang dibebaskan setelah 18 tahun mendekam dalam penjara oleh ISIS, tak henti-hentinya menyampaikan ucapan terima kasih kepada siapapun atas segala doa dan bantuan yang telah diberikan kepadanya. Ucapan terima kasih itu ia sampaikan dalam suatu upacara pembaruan komitmennya  untuk kembali berkarya melayani Tuhan.

“Berkat doa dan bantuan yang telah anda berikan kepada saya melalui Allah akhirnya saya pun dibebaskan” kata Tom pada Sabtu (16/9) di Roma. Tom mengatakan bahwa ia tidak tahu harus  bagaimana membalas semua kebaikan itu, namun ia berkeyakinan Tuhan akan membalas dan memberkati semua kebaikan  dari mereka yang telah mendoakan dan menolongnya.

“Semoga suatu hari nanti kita dapat berkumpul bersama untuk memuji Allah, karena kita memiliki satu tujuan, dan bahwa tujuan itu nyata adanya. Semoga itu terjadi, kita bersyukur, kita berterima kasih kepada Tuhan yang telah membebaskan saya dari penjara selama 18 tahun, saya adalah pelayan-Nya, maka saya akan membiarkan Tuhan untuk menggunakan saya seturut kehendak-Nya”, katanya saat konferensi pers di Biara Pusat Salesian, Roma.

Pastor Tom menegaskan pembebasan dirinya merupakan bentuk campur tangan Tuhan, dan karena itu menjadi suatu kewajiban untuk mendoakan dan mengurbankan diri bagi sesama lain yang sedang menderita di berbagai belahan dunia, di negaranya India, di banyak negara lainnya, baik orang Kristen, Islam, Hindu, dan semua orang yang berkehendak baik. Ia meyakini bahwa banyak orang telah menunjukkan kehendak baik mereka hingga ia pun dibebaskan.

“Saya tidak percaya pada senjata, senjata terbaik melawan musuh adalah cinta, doa, pengampunan”, pungkasnya.

 

Berita lengkap dapat dibaca di Catholic Agency News, dipublikasi pada tanggal 16 September 2017 oleh Hannah Brockhaus.

 

Brevir Siang, Selasa: 19 September 2017 Pekan Biasa XXIV – O PEKAN IV – HARI BIASA

Tue, 19/09/2017 - 10:00

PEMBUKAAN

P: Ya, Allah, bersegeralah menolong aku.

U: Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus, seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang segala abad. Amin

Alleluya.

MADAH

Tuhan Allah mahaluhur

Hari dan malam Kauatur

Terang gelap bergiliran

Silih ganti berurutan.

Senja hari yang mendekat

Melambangkan akhir hayat

Yang bagi umat beriman

Membuka keabadian.

Kabulkanlah doa kami

Ya Allah Bapa surgawi

Bersama Putra dan RohMu

Sekarang serta selalu. Amin.

PENDARASAN MAZMUR

Antifon

Berbahagialah kamu, jikalau kamu mengetahui dan melaksanakan ini.

Mazmur 118 (119),137-144

Betapa adillah Engkau, ya Tuhan,*

betapa benar keputusanMu!

PerintahMu Kautetapkan dengan jujur,*

segalanya dengan setia.

Musuhku berikhtiar membinasakan daku,*

sebab mereka tidak ambil pusing akan hukumMu.

SabdaMu sungguh teruji,*

hambaMu mencintainya.

Aku ini kecil dan hina,*

namun aku tidak melupakan perintahMu.

KeputusanMu tepat, ya Allah kekal,*

dan hukumMu benar.

Meski dirundung duka dan nestapa,*

aku tetap suka akan kebijaksanaanMu.

Berilah aku pengertian akan hukumMu, ya Allah kekal,*

supaya aku memperoleh kehidupan.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus, seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang segala abad. Amin

Antifon

Berbahagialah kamu, jikalau kamu mengetahui dan melaksanakan ini.

Antifon

Semoga doaku sampai ke hadiratMu, ya Tuhan.

Mazmur 87 (88) I

Ya Tuhan, Allah penyelamatku,*

siang malam aku berseru kepadaMu.

Semoga doaku sampai ke hadiratMu,*

dengarkanlah jeritan tangisku.

Sebab hatiku tersesak kesusahan bertimbun-timbun,*

dan hidupku mendekati ambang maut.

Aku dianggap sudah turun ke liang kubur,*

seperti orang yang kehilangan hayat.

Di alam mautlah kediamanku,*

seperti orang yang mati terbunuh aku berbaring dalam kubur.

Seperti orang yang tidak lagi Kauingat,*

terpisah dari cintamu.

Kaucampakkan daku ke lubang terdalam,*

ke tubir yang gelap gulita.

Aku tertindih oleh amarahMu,*

dan keberanganMu melumpuhkan daku.

Handai taulanku kaujauhkan dari padaku,*

Kaujadikan daku haram bagi mereka.

Aku terkurung, tak dapat lolos,*

mataku kabur tersesak derita.

Sehari-hari aku berseru kepadaMu, ya Tuhan,*

kepadaMu kutadahkan tanganku.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus, seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang segala abad. Amin

Antifon

Semoga doaku sampai ke hadiratMu, ya Tuhan.

Antifon

Aku berseru kepadaMu, ya Tuhan, janganlah Kausembunyikan wajahMu dari padaku.

Mazmur 87 (88) II

Adakah Engkau berkarya bagi orang mati!*

Masakan arwah bangkit untuk memuji Engkau!

Adakah kasihMu dikisahkan dalam kubur,*

dan kesetiaanMu di daerah kebinasaan!

Adakah karyaMu yang agung dikenal dalam kegelapan,*

dan keadilanMu di tempat tiada ingatan.

Namun aku, ya Tuhan, aku berseru kepadaMu,*

pagi-pagi doaku membubung ke hadapanMu.

Mengapa Engkau menolak aku, ya Tuhan,*

mengapa menyembunyikan wajahMu dari padaku?

Sedari masa mudaku aku malang dan terancam maut,*

aku menanggung kemurkaanMu dan merana.

Banjir keberanganMu melanda aku,*

kedahsyatan amarahMu membinasakan daku.

Aku seperti dikepung ombak terus-menerus,*

makin lama aku makin terdesak.

Kaum kerabatku Kaujauhkan dari padaku,*

tinggal kegelapanlah yang menemani aku.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus, seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang segala abad. Amin

Antifon

Aku berseru kepadaMu, ya Tuhan, janganlah Kausembunyikan wajahMu dari padaku, alleluya.

BACAAN SINGKAT

(1Yoh 3,17-18)

Barang siapa mempunyai harta benda dan melihat saudaranya menderita kekurangan, namun menutup hatinya terhadap saudaranya itu, bagaimana mungkin kasih Allah tinggal dalam hatinya? Anak-anakku, hendaklah kita mengasihi bukan dengan kata-kata belaka, melainkan dengan perbuatan yang nyata.

P: Orang baik menaruh belaskasihan dan memberi pinjaman.

U: Ia akan dikenang selama-lamanya.

DOA PENUTUP

Ya Allah, Engkau telah mewahyukan kepada Petrus rencanaMu untuk menyelamatkan bangsa-bangsa kafir. Semoga pekerjaan kami menyenangkan hatiMu dan berguna untuk memajukan rencana keselamatan yang telah Kautetapkan dalam cinta kasihMu. Demi Kristus, pengantara kami. Amin.

PENUTUP

P: Marilah memuji Tuhan.

U: Syukur kepada Allah.

Sumber: Ibadat Harian Komisi Liturgi KWI

Ulasan Eksegetis Bacaan K.S Minggu Biasa XXVA

Tue, 19/09/2017 - 09:54

Rekan-rekan,

Pengisi rubrik ini meminta saya berbicara mengenai perumpamaan dalam Mat 20:1-16 yang dibacakan pada hari Minggu XXV tahun A ini. Ceritanya tentu sudah anda kenal. Pagi-pagi benar seorang pemilik kebun anggur menawarkan pekerjaan dengan upah sedinar sehari. Upah sedinar memang lazim bagi pekerja harian waktu itu. Tentu saja para pencari kerja menerima. Sang empunya kebun itu kemudian juga mengajak orang yang belum mendapat pekerjaan pada pukul sembilan, dua belas, tiga, dan bahkan sampai pukul lima sore – sejam sebelum usai jam kerja. Masalahnya begini. Tiap pekerja, entah yang datang satu jam sebelum tutup hari, entah yang mulai pagi-pagi mendapat upah sama: satu dinar. Maka yang datang pagi tidak puas, kok upahnya sama dengan yang bekerja satu jam saja. Pemilik kebun menegaskan, bukannya ia berlaku tak adil. Kan tadi sudah saling sepakat mengenai upah sedinar. Ia merasa merdeka memberi upah sedinar juga kepada yang datang belakangan. Jawaban ini menukas rasa iri hati orang yang melihat ia bermurah hati kepada orang lain. Sebenarnya kata-kata itu bukan hanya ditujukan kepada pekerja yang protes melainkan kepada siapa saja yang membaca dan pendengar perumpamaan.

Nafkah Harian dan Keadilan Bagi Semua

Rekan-rekan, perumpamaan ini kerap menjadi sandungan bagi rasa keadilan baik pada zaman dulu maupun sekarang. Tidak perlu kita poles permasalahannya. Justru perumpamaan itu dimaksud untuk membuat kita semakin mencermati anggapan kita sendiri mengenai keadilan. Kita diajak menyadari bahwa keadilan tak bisa ditafsirkan secara sepihak tanpa merugikan pihak lain. Dan pihak lain di sini ialah orang-orang yang baru mendapat pekerjaan setelah hari hampir lewat. Para pekerja yang merasa mendapat upah terlalu sedikit sebenarnya tidak melihat sisi yang lebih dasar dari keadilan, yakni kesempatan yang sama bagi semua orang untuk mendapat nafkah. Orang yang tak puas itu sebenarnya beruntung karena langsung mendapat pekerjaan tanpa perlu menunggu. Upah yang dijanjikan juga jelas dan wajar. Sudah terjamin. Tetapi ada banyak orang yang tak seberuntung mereka. Ada yang masih menganggur sampai siang dan bahkan sampai sore hari karena tak ada yang memberi pekerjaan. Dari mana mereka akan mendapat nafkah bagi hari itu? Apa mereka harus melewatkan malam hari dengan perut kosong? Apa rasa keadilan yang begini tidak muncul?

Sering terdengar, urusan mereka sendirilah bila tidak berhasil mendapat nafkah penyambung hidup. Tetapi hidup dalam Kerajaan Surga tidak demikian. Di situ tersedia kesempatan yang sama baiknya bagi siapa saja. Inilah yang dalam perumpamaan tadi digambarkan dengan tindakan pemilik kebun keluar menawarkan pekerjaan bagi mereka yang kedapatan masih menganggur pada jam sembilan, tengah hari, tiga sore dan bahkan sejam sebelum waktu kerja usai. Mereka yang masih menunggu rezeki tidak ditinggalkan sendirian. Inilah keadilan yang diberlakukan dalam Kerajaan Surga.

Yesus pernah mengajarkan agar kita berdoa kepada Bapa yang ada di surga, mohon diberi “rezeki pada hari ini”, maksudnya, nafkah penyambung hari ke hari. Apa yang kita rasakan kita bila kita ada dalam keadaan mereka yang belum mendapatkannya? Orang-orang ini tidak bakal dilupakan.

Perihal Kerajaan Surga

Kawan-kawan ingat, perumpamaan ini diceritakan Yesus dengan maksud untuk menjelaskan perihal Kerajaan Surga. Ia sudah sering mengajarkan bagaimana kehidupan kita di bumi ini bisa menjadi ruang leluasa bagi kehadiran Yang Mahakuasa. Oleh karena itulah saya menyampaikannya kembali dengan ungkapan Kerajaan Surga. Akan lebih mudah terbayang adanya wahana, ruang batin.

Mark dan Luc lebih suka menyebutnya Kerajaan Allah. Intinya sama, tetapi kedua rekan itu lebih menggarisbawahi yang hadir di dalam ruang batin itu, yakni Allah sendiri. Saya sendiri lebih menyoroti diri kita sebagai ruang tadi. Pemikiran saya ini ada latar belakangnya. Mari kita tengok kembali kisah penciptaan, khususnya yang terjadi pada hari kedua (Kej 1:6-8). Bukankah pada hari kedua itu Allah menjadikan langit? Dan yang dinamai-Nya langit itu berperan memisahkan air yang di bawah dan air yang di atas. Karena itulah mulai ada ruang bagi ciptaan-ciptaan berikutnya, yakni daratan, laut, tumbuh-tumbuhan, hewan sampai kepada manusia.

Boleh saya sebutkan, dalam bahasa Ibrani (dan Aram, dan Yunani), kata untuk langit yang kita bicarakan itu sama dengan kata bagi surga, yakni “syamaim” (Aram “syemaya”, Yunani “ouranos”). Berkat “syamaim” yang diciptakan tadi, berkat surga, maka bumi beserta isinya, dan khususnya manusia, terlindung. Jadi surgalah yang membendung kekuatan-kekuatan gelap serta kekacauan yang ada di seputar ciptaan yang dilambangkan dengan air-air. Jadi Pencipta menghendaki wahana kehidupan ini sejak awal dilingkupi oleh surga. Bila gagasan Kitab Kejadian di atas diikuti, maka ciptaan bersama isinya tentunya juga dimaksud agar semakin menjadi tempat kehadiran-Nya. Oleh karena itu, Kerajaan Surga boleh dibayangkan sebagai wahana yang luas tak berbatas yang semakin terisi siapa saya yang ingin masuk berlindung di dalamnya. Yang datang terlebih dahulu atau yang sudah lama menunggu dan baru masuk belakangan akan mendapatkan tempat.

Yesus datang mewartakan bahwa Kerajaan Surga benar-benar sudah ada di dekat. Ia mengajak orang banyak bertobat – ber-metanoia yang artinya bukan semata-mata kapok dari berbuat jahat dan banting setir, melainkan berwawasan luas melampaui yang sudah-sudah, maksudnya, tidak mengurung diri dalam pandangan-pandangan sendiri, tetapi mulai berpikir jauh ke depan meluangkan diri bagi kehadiran ilahi.

Penerapan

Dalam masyarakat kami dulu ada gagasan bahwa semua tindakan di bumi ini cepat atau lambat akan mendapat ganjaran sepadan di sini atau di akhirat, begitu pula kejahatan akan mendapat hukuman setimpal. Semacam balasan dari atas sana dengan menggunakan cara-cara seperti yang ada di dunia. Pendapat ini katanya ada juga dalam masyarakat anda. Kata para ahli, alam pikiran seperti ini ada di mana-mana. Memang ajaran ini menjadi pengontrol perilaku individu. Tapi bila hanya itu, orang akan bertanya-tanya, bagaimana dengan orang yang tidak dapat berbuat banyak? Apa hanya sedikit ganjarannya nanti? Jadi nanti di akhirat ada tingkat-tingkat menurut ukuran yang kita kenal sekarang? Dengan perumpamaan hari ini Yesus mengajak orang menyadari bahwa Kerajaan Surga itu berkembang dengan kemurahan hati Allah dan bukan dengan prinsip ganjaran bagi perbuatan di bumi.

Apakah perumpamaan itu memuat sindiran bagi kita manusia yang cenderung bertabiat mau mengambil lebih? Yang mudah iri bila melihat orang lain beruntung? Ah, tak usah kita pakai Injil untuk menyindir. Dan bukan itulah maksud saya. Yesus kiranya juga tidak bertujuan menyampaikan kritik moral sosial yang perlu kita khotbah-khotbahkan. Tujuannya ialah mengabarkan cara hidup dalam Kerajaan Surga. Pikir punya pikir memang perlakuan istimewa bagi yang masuk kerja belakangan itu termasuk warta mengenai Kerajaan Surga. Kemurahan ilahi juga tidak dapat diukur dengan banyak sedikitnya kerja. Bila diukur dengan cara itu akan tidak klop dan Kerajaan Surga akan menjadi perkara jual beli jasa. Lha nanti akan bermunculan spekulannya, berikut calo-calonya, termasuk KKN-nya sekalian!

Ada catatan penting. Orang-orang yang bekerja sejam itu mendapat upah karena juga bekerja sungguh-sungguh. Sedinar itu tidak dihadiahkan begitu saja. Seandainya mereka hanya enak-enak nongkrong di kebun, apa akan mendapat upah? (Ingat orang yang diberi satu talenta tetapi malah menguburkannya! Ia akhirnya tak dapat apa-apa, malah talenta itu diambil daripadanya. Lihat Mat 25:14-30, terutama ay. 24 dst. ) Upah tetap imbalan bagi usaha dan kerja yang nyata. Dan kerja penuh, tidak separo-separo. Yang bekerja hanya sejam itu juga bekerja penuh. Kan tak bisa lebih. Satu jam kemudian sudah tutup hari. Yang datang jam enam pagi ukurannya ya sehari penuh.

Kawan-kawan, Kerajaan Surga itu ditawarkan kepada orang yang berada dalam keadaan yang berbeda-beda. Ada yang sudah menunggu lama tapi tak kunjung mendapatkannya. Kalau dilihat dari sudut pandang ini, boleh jadi kita bisa lebih memahami kenapa pemilik kebun itu bermurah hati. Dan juga kita-kita yang boleh jadi merasa patut mendapat lebih akan merasa tidak perlu menuntut. Apakah kita tidak malah senang ada makin banyak orang yang diajak bekerja? Paling tidak pekerjaan kita bisa jadi ringan! Dan bagaimana bila yang datang terakhir itu justru kita sendiri?

Salam,
Matt

Kredit Foto: https://www.google.com/

 

Brevir Pagi, Selasa: 19 September 2017 Pekan Biasa XXIV – O PEKAN IV – HARI BIASA

Tue, 19/09/2017 - 04:00

PEMBUKAAN

P: Ya Allah, bersegeralah menolong aku.

U: Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus, seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang segala abad. Amin

Alleluya.

MADAH

Gelap berkurang, malam hampir hilang

Fajar gemilang menyebarkan terang.

Marilah kita memanjatkan doa

Kepada Bapa.

Semoga Bapa berbelaskasihan

Membimbing kita dalam pengabdian

Dan merestui karya darma bakti

Sepanjang hari.

Ya Bapa kami, sudilah kabulkan

Harapan hati yang kami ungkapkan

Secara tulus demi Yesus Kristus

Dalam Roh Kudus. Amin.

PENDARASAN MAZMUR

Antifon

Aku hendak bermazmur bagiMu, ya Tuhan, aku hendak hidup tanpa cela.

Mazmur 100 (101)

Aku hendak menyanyikan kasih setia dan hukumMu,*

aku hendak bermazmur bagiMu, ya Tuhan.

Aku hendak hidup tanpa cela,*

bilakah Engkau datang kepadaku?

Aku hendak hidup dengan suci dalam rumahku,*

hal-hal yang jahat takkan kuperhatikan.

Aku membenci perbuatan orang murtad,*

aku tidak bergaul dengan mereka.

Aku menjauhkan diri dari penipu,*

tak mau kenal dengan orang jahat.

Orang yang sembunyi-sembunyi mengumpat teman akan kubungkam,*

orang sombong dan tinggi hati tidak kusukai.

Mataku tertuju kepada rakyatku yang setia,*

supaya mereka tinggal bersama aku.

Orang yang hidup dengan tidak bercela,*

akan mendukung aku.

Orang yang melakukan tipu daya,*

tidak akan diam dalam rumahku.

Orang yang berbicara dusta,*

tidak bertahan di bawah pandanganku.

Bagaikan ternak sembelihan akan kubinasakan,*

semua orang durjana di dalam negeri.

Akan kulenyapkan dari kota Tuhan,*

semua orang yang melakukan kejahatan.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus, seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang segala abad. Amin

Antifon

Aku hendak bermazmur bagiMu, ya Tuhan, aku hendak hidup tanpa cela.

Antifon

Janganlah Kautarik kembali belaskasihanMu, ya Tuhan.

Dan 3,26.27.29.34-41

Terpujilah Engkau, Allah leluhur kami,*

terberkatilah namaMu yang mulia selama-lamanya.

Sebab Engkau adil dalam segala karya,*

yang Kaukerjakan bagi kami.

Sungguh, kami telah berdosa dan berbuat jahat dengan meninggalkan Dikau,*

sungguh, kami sangat berdosa.

Demi namaMu, janganlah kami Kautolak untuk selamanya,*

janganlah Kaubatalkan perjanjianMu.

Janganlah Kautarik kembali belasihanMu demi Abraham, sahabatMu,*

demi Ishak, hambaMu, dan demi Israel, orang suciMu.

Kepada merekalah telah Kaujanjikan keturunan sebanyak bintang di langit,*

sebanyak pasir di pantai laut.

Aduh, Tuhan, kami menjadi lebih kecil dari pada segala bangsa,*

kami direndahkan di seluruh bumi karena dosa kami.

Dewasa ini tak ada lagi pemimpin, nabi ataupun penguasa,*

tiada lagi kurban bakar, kurban sembelihan, persembahan ataupun dupa.

Bahkan tempat untuk buah bungaranpun tiada lagi,*

sehingga kami tidak dapat memperoleh belaskasihanMu.

Namun terimalah hati kami yang remuk redam,†

bagaikan kurban domba dan lembu,*

bagaikan ribuan anak domba yang tambun.

Demikianpun terimalah persembahan kami hari ini,*

sebab orang yang berharap kepadaMu takkan dikecewakan.

Maka kini kami mengikuti Engkau dengan segenap hati,*

dan dengan takwa kami mencari wajahMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus, seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang segala abad. Amin

Antifon

Janganlah Kautarik kembali belaskasihanMu, ya Tuhan.

Antifon

Ya Allah, aku hendak melagukan nyanyian baru bagiMu.

Mazmur 143 (144), 1-10

Terpujilah Tuhan, pelindungku,*

yang mengajar tanganku bertempur dan lenganku berperang.

Dialah pengasih dan pembelaku,*

Dialah benteng dan pembebasku.

Dialah panglimaku, padaNya aku berharap,*

Dialah yang menundukkan para bangsa kepadaku.

Ya Tuhan, apakah manusia, sehingga Kauperhatikan,*

siapakah dia, sehingga Kaupelihara?

Manusia sesungguhnya angin belaka,*

hari hidupnya laksana bayang berlalu.

Ya Tuhan, bungkukkanlah langitMu dan turunlah,*

sentuhlah gunung-gemunung, sehingga berasap.

Lontarkanlah kilatMu dan cerai-beraikanlah musuh,*

lepaskanlah panahMu dan kacau-balaukan mereka.

Ulurkanlah tanganMu dari surga,†

tariklah dan lepaskan daku dari banjir,*

dan dari tangan orang asing.

Mereka membualkan fitnah dan dusta,*

dan mengangkat tangan untuk bersumpah palsu.

Ya Allah, aku hendak melagukan nyanyian baru bagiMu,*

dan bermazmur bagiMu dengan iringan kecapi.

Sebab Engkaulah yang memberikan kemenangan kepada rajaMu,*

Engkaulah yang membebaskan Daud, hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus, seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang segala abad. Amin

Antifon

Ya Allah, aku hendak melagukan nyanyian baru bagiMu.

BACAAN SINGKAT

(Yes 55,1)

Hai kamu sekalian yang kehausan, datanglah ke air; walaupun tidak punya uang, datanglah! Datanglah saja, ambil gandum dan makan, ambil anggur dan susu tanpa bayar.

LAGU SINGKAT

P: Perhatikanlah suaraku, ya Tuhan,* Aku berharap pada sabdaMu.

  1. Perhatikanlah suaraku, ya Tuhan,* Aku berharap pada sabdaMu.

P: Aku bangun pagi-pagi dan berseru.

U: Aku berharap pada sabdaMu.

P: Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus.

U: Perhatikanlah suaraku, ya Tuhan,* Aku berharap pada sabdaMu.

Antifon Kidung

Selamatkanlah kami dari tangan semua lawan yang membenci kami, ya Tuhan.

KIDUNG ZAKARIA

(Luk 1,68-79)

Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*

sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umatNya.

Ia mengangkat bagi kita seorang penyelamat yang gagah perkasa,*

putera Daud, hambaNya.

Seperti dijanjikanNya dari sediakala,*

dengan perantaraan para nabiNya yang kudus.

Untuk menyelamatkan kita dari musuh-musuh kita,*

dan dari tangan semua lawan yang membenci kita.

Untuk menunjukkan rahmatNya kepada leluhur kita,*

dan mengindahkan perjanjianNya yang kudus.

Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kita,*

akan membebaskan kita dari tangan musuh.

Agar kita dapat mengabdi kepadaNya tanpa takut,*

dan berlaku kudus dan jujur di hadapanNya seumur hidup.

Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah yang mahatinggi,*

sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalanNya.

Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umatNya,*

berkat pengampunan dosa mereka.

Sebab Allah kita penuh rahmat dan belaskasihan,*

Ia mengunjungi kita laksana fajar cemerlang.

Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,*

dan membimbing kita ke jalan damai sejahtera.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus, seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang segala abad. Amin

Antifon Kidung

Selamatkanlah kami dari tangan semua lawan yang membenci kami, ya Tuhan.

DOA PERMOHONAN

Allah menguatkan pengharapan dan menggembirakan hati kita. Ia memberi kita kesempatan untuk memuji Dia pada pagi ini. Sebab itu marilah kita dengan penuh kepercayaan berkata:

U: Dengarkanlah kami, ya Tuhan, demi kemuliaanMu.

Kami bersyukur kepadaMu, ya Allah dan Bapa Tuhan Yesus, penyelamat kami,* atas pengetahuan dan kehidupan abadi yang Kauberikan dalam Dia.

Anugerahilah kami kerendahan hati,* supaya kami saling mengabdi dalam Kristus.

Penuhilah kami dengan RohMu,* supaya kami saling mencintai dengan tulus ikhlas.

Engkau telah memerintahkan manusia untuk bekerja guna menaklukkan dunia,* semoga kami bekerja untuk memuliakan Dikau dan menguduskan saudara-saudara kami.

BAPA KAMI

Bapa kami yang ada di surga,

dimuliakanlah namaMu.

Datanglah kerajaanMu.

Jadilah kehendakMu di atas bumi seperti di dalam surga.

Berilah kami rezeki pada hari ini.

Dan ampunilah kesalahan kami,

seperti kamipun mengampuni yang bersalah kepada kami.

Dan janganlah masukkan kami ke dalam percobaan,

Tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat. Amin

DOA PENUTUP

Ya Tuhan, kuatkanlah kiranya iman kami kepadaMu dan sempurnakanlah madah pujian kami, supaya kami dapat menghasilkan buah surgawi. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persekutuan Roh Kudus, sepanjang segala masa. Amin

PENUTUP

P: Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita ke hidup yang kekal.

U: Amin.

Sumber: Ibadat Harian Komisi Liturgi KWI

Uskup Australia: Meme Sebagai Alat Evangelisasi Terkini

Tue, 19/09/2017 - 03:48

Tidak jarang kita temukan relasi dan interaksi ‘gaul’ antara kaum berjubah dan umat. Uskup Auksilier Keuskupan Agung Sydney, Mgr. Richard Umbers, termasuk salah satu subjeknya. Rohaniwan Opus Dei ini menggunakan humor daring dan meme (Ide sosial yang disampaikan biasanya melalui gambar disertai keterangan singkat) sebagai alat evangelisasi.

Mgr. Richard percaya, bahwa humor Kristiani daring dapat menggapai bagian dunia modern yang sedang dalam proses sekularisasi. Tommy Tighe, si “Catholic Hipster” menyebut sang uskup sebagai “Benar-benar orang dan benar-benar uskup”, seperti terpampang di keterangan pribadi akun Twitter Mgr. Richard @BishopUmbers.

Baik dalam seni, budaya daring, sampai diskusi politik, umat beriman seharusnya dapat menjadi teladan tentang cara berevangelisasi dan menanggapi tantangan realita sosial zaman ini. Mgr. Richard menyebut ensiklik “Laudato Si” sebagai contoh dari Bapa Suci bagaimana menghidupi iman sambil menyuarakan budaya kontemporer.

Uskup termuda di Australia ini (Ditahbiskan pada usia 45 tahun 2016) mulai mendekatkan diri pada media sosial enam tahun lalu: dari Twitter sampai membuat lelucon dengan meme. Mgr. Richard menegaskan bahwa ia suka dengan meme karena cocok dengan selera humornya.

Menyadari keterbatasan talentanya, ia merasa bahwa meme adalah jawaban dari visi artistiknya yang tidak butuh bakat tinggi, ujarnya kepada Catholic News Agency.

Salah satu meme karya Mgr. Richard di akun Twitternya @BishopUmbers (sudah diterjemahkan)

SATU KOIN DUA SISI

Mgr. Richard sadar akan dampak negatif yang bisa saja tergiring dari bentuk evangelisasi ini. Percakapan apapun dapat berujung kepada miskomunikasi dan perpecahan. Ia menganjurkan kepada umat beriman untuk menjadi diri sendiri ketika berevangelisasi digital, dan mempertimbangkan dengan matang apapun yang hendak diketik.

Satu hal yang Mgr. Richard juga tekankan, yakni kepemilikan iman dan refleksi diri ketika umat beriman menyebarkan meme dan bersuara di media sosial. Bilamana terjadi kesalahpahaman dan gesekan, beliau menekankan bahwa kembali ke humor dan kesadaran akan kesalahpahaman itu sendiri akan menyejukkan suasana kembali.

“Meme (dan semua bentuk pendekatan daring) benar-benar mengekspresikan siapa diri Anda, dan saya pikir inilah awal sebuah evangelisasi. Ini bukan sebuah gerakan, tapi bentuk sharing dari refleksi dan pikiran Anda,” katanya kepada Catholic News Agency.

sumber: Mena, Adelaide. 15 September 2017. Dalam catholicnewsagency.com. Diakses pada 19 September 2017
foto: nzcatholic.org.nz

Pages