Mirifica.net

Subscribe to Mirifica.net feed Mirifica.net
Bishops' Conference of Indonesia
Updated: 1 hour 39 min ago

30 Mei, St. Matius Kalemba

4 hours 55 min ago

 

Kampala, Uganda, 30 Mei 1886

Beranjak dari agama Maomethate, ia dibaptis menerima Kristus, lalu berkarya mewartakan iman Kristen. Raja Mwanga yang tidak senang dengan perbuatan Matius segera menghukumnya dengan siksaan sampai mati.

sumber dan gambar: Pettiti, Gianpiero. 12 Juni 2007. Dalam santiebeati.it. Diakses pada 19 Mei 2017.

Brevir Sore, Senin: 29 Mei 2017, PEKAN VII PASKAH – O PEKAN III HARI MINGGU PASKAH VII

Mon, 29/05/2017 - 16:00

PEMBUKAAN

P: Ya Allah, bersegeralah menolong aku

U: Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus, seperti pada permulaan, sekarang, selalu  dan sepanjang segala abad. Amin

Alleluya

DOA TOBAT

U: Saya mengaku kepada Allah yang mahakuasa dan kepada saudara sekalian,

bahwa saya telah berdosa dengan pikiran dan perkataan,

dengan perbuatan dan kelalaian.

Saya berdosa, saya sungguh berdosa.

Oleh sebab itu saya mohon kepada santa perawan Maria,

kepada para malaikat dan orang kudus dan kepada saudara sekalian,

supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita.

P: Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan menghantar kita ke hidup yang kekal.

U : Amin.

MADAH

Menjelang datangnya malam

Kami menghadap wajahMu

Untuk menghaturkan salam

Sambil mohon doa restu.

Sambutlah dalam tanganMu

Hidup serta segalanya

Simpanlah dalam hatiMu

Harapan kami semua.

Ya Allah Bapa surgawi

Bersama Putra dan RohMu

Kabulkanlah doa kami

Sekarang serta selalu. Amin.

PENDARASAN MAZMUR

Hal 357

 

Antifon

Tuhan, Engkau sabar dan penuh kasih setia

Mazmur 85 (86)

Terpujilah Allah yang menghibur kami dalam segala penderitaan (2Kor 1,3.4)

Dengarkanlah doaku, ya Tuhan, jawablah aku, *

sebab aku miskin dan bersengsara.

Peliharalah aku, karena aku mengasihi Engkau, *

selamatkanlah hambaMu yang percaya kepadaMu.

Engkaulah Allahku, kasihanilah aku, ya Tuhanku,*

kepadaMulah aku berseru sepanjang hari.

Gembirakanlah hati hambaMu,*

sebab kepadaMulah kuarahkan hatiku, ya Tuhan.

Sebab Engkau baik hati dan suka mengampuni, ya Tuhanku, *

Engkau penuh kasih setia bagi semua orang yang berseru kepadaMu.

Ya Tuhan, dengarkanlah doaku,*

perhatikanlah suara permohonanku.

Pada hari kesesakan aku berseru kepadaMu,*

sebab Engkau pasti menjawab aku.

Tidak ada dewata yang menyamai Engkau, ya Tuhanku,*

tak ada karya yang setara dengan karyaMu.

Segala bangsa akan datang menyembah Engkau *

dan akan memuliakan namaMu , ya Tuhanku.

Sungguh agung Engkau dan megah karyaMu,*

Engkaulah Allah dan tiada lain.

Ajarkanlah ketetapanMu kepadaku, ya Tuhan,*

agar aku hidup setia dan takwa dengan sebulat hati.

Aku bersyukur kepadaMu dengan segenap hatiku, ya Allah, Tuhanku,*

dan  memuliakan namaMu untuk selama-lamanya.

Sebab kasihsetiaMu berlimpah terhadapku,*

Engkau melepaskan daku dari alam maut.-

Ya Allah, orang yang angkuh telah bangkit menyerang aku, †

segerombolan orang sombong ingin mencabut nyawaku, *

mereka tidak mengindahkan Dikau.

Tetapi Engkaulah Allah penyayang dan pengasih, †

Tuhan yang sabar, penuh kasih dan setia, *

perhatikanlah dan kasihanilah aku.

Curahkanlah kekuatanMu kepada hambaMu *

dan selamatkanlah putra sahayaMu.

Nyatakanlah suatu tanda kebaikan bagiku, †

supaya musuhku melihatnya dan menjadi malu; *

semoga Engkau menolong dan menghibur aku, ya Tuhan.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus, seperti pada permulaan, sekarang, selalu  dan sepanjang segala abad. Amin

Antifon

Tuhan, Engkau sabar dan penuh kasih setia

BACAAN SINGKAT

1 Tes 5,9-10

Kita ditetapkan Allah untuk memperoleh keselamatan demi Tuhan kita Yesus Kristus. Kristus telah wafat untuk kita, supaya kita tetap hidup bersatu dengan Dia, baik waktu berjaga maupun waktu tidur.

LAGU SINGKAT

P:  Ke dalam tanganMu kuserahkan diriku, ya Tuhan, penyelamatku.

U: Ke dalam tanganMu kuserahkan diriku, ya Tuhan, penyelamatku

P: Engkaulah penebusku, ya Allah yang benar.

U: Ya Tuhan, penyelamatku.

P: Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh kudus.

U: Ke dalam tanganMu kuserahkan diriku, ya Tuhan, penyelamatku.

KIDUNG SIMEON

Antifon

Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Kidung Simeon (Luk 2,29-32)

Sekarang Tuhan, perkenankanlah hambaMu berpulang *

dalam damai sejahtera, menurut sabdaMu.

Sebab aku telah melihat keselamatanMu *

yang Kausediakan di hadapan segala bangsa.

Cahaya untuk menerangi para bangsa *

dan kemuliaan bagi umat Mu Israel.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus, seperti pada permulaan, sekarang, selalu  dan sepanjang segala abad. Amin

Antifon

Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

DOA PENUTUP

Ya Tuhan, berilah kami istirahat yang menyegarkan badan. Semoga benih sabdamu yang kami taburkan dalam kegiatan kami pada hari ini, Kautumbuhkan sampai berbuah masak bagi panenanMu yang abadi. Demi Kristus, pengantara kami. Amin

PENUTUP

P: Semoga Allah yang mahakuasa menganugerahkan istirahat dalam naungan belaskasihanNya.

U: Amin.

 

SUMBER BREVIR HARIAN: Ibadat Harian Komisi Liturgi KWI

 

Kumpul Bocah Katolik Se-Dekanat Selatan Keuskupan Purwokerto

Mon, 29/05/2017 - 12:46

MIRIFICA.News, Cilacap – Lebih dari 900 anak mengikuti “Kumpul Bocah Katolik se Dekanat Selatan, Keuskupan Purwokerto”, Minggu (28/5) kemarin. Acara dlangsungkan di  Perguruan Imaculata Cilacap.

“Selain untuk Paskah Bersama, kegiatan ini dirayakan juga untuk menumbuhkan rasa persaudaraan anak-anak se-dekenat Selatan, keuskupan Purwokerto,” ujar Ketua Panitia Kumpul Bocah, Theresia Sukrismiati.

Theresia mengatakan  anak-anak dari  seluruh paroki di Dekenat Selatan Purwokerto seperti Paroki St Stefanus Cilacap, Paroki St Mikael,Gombong, Paroki St Theresia Majenang, Paroki St Yosef Pekerja Karanganyar, Paroki St Yohannes Vianney Kebumen, Paroki Tyas Dalem Kroya, dan Paroki St Yoseph, Sidareja dilibatkan dalam acara tersebut.

Ia pun mengharapkan melalui acara itu  iman anak di Dekenat Selatan Purwokerto semakin dikuatkan dan  mereka semakin rajin ke gereja.

Terkait tema perayaan yakni “Keluarga Bahagia akan Menumbuhkan Panggilan Anak”, Dekanus Selatan Purwokerto, Romo Sulpicius Parjono dalam homilinya mengatakan tumbuh-kembangnya panggilan anak sangat bergantung pada kehidupan iman orang tua.

“Panggilan hidup anak tergantung pada kehidupan iman dalam keluarga,,” ungkap Romo Parjono.

Stand panggilan Tarekat MSC dan PBHK/Foto: Thomas Sutasman

Selesai mengikuti misa bersama, anak-anak lalu diajak mengunjungi stand tarekat OMI, MSC, Projo, PBHK, OP, ADM, SFSC, dan FMMI di halaman Kapel Santo Eugenius de Mazenod.

Melalui defile yang dimulai dari halaman Akademi Maritim Nusantara (AMN) Cilacap menuju Kapel Santo Eugenius de Mazenod, setiap kontingen menampilkan kekhasan parokinya.

Semarak perayaan itu diisi juga dengan berbagai perlombaan seperti Cerdas Cermat, Bakiak, Puzle, Mewarnai Gambar, dan Estafet Lilin Menyala (Thomas Sutasman, Komsos Paroki Cilacap).

Persiapan AYD di Palembang Jos!

Mon, 29/05/2017 - 10:05

“Asian Youth Day Joss.. Joss..
Indonesia Joss..”
Jargon ini membahana di Pendopo Paroki Santo Petrus palembang. Minggu (28/5) sekitar 120an Orang Muda Katolik Dekenat 1 Keuskupan Agung Palembang hadir dalam ‘Joyful Rosary’ yakni Rosario bagi orang muda katolik yang ada di keuskupan agung palembang dalam rangkaian acara persiapan menuju Asian Youth Day 2017.
Meskipun cuaca hujan namun tidak mematahkan semangat bagi kawula muda dekenat 1 untuk berkumpul dan berdinamika. Acara diawali dengan Animasi dan Dinamika untuk membangkitkan semangat para peserta yang hadir. selanjutnya acara diawali dengan Ibadat sore yang dipimpin oleh RD Tugiyo, Moderator OMK Dekenat 1 Palembang. Dalam renungan singkatnya, romo tugiyo mengatakan bahwa apa yang kita imani selama ini sungguh mengantar kita kepada keselamatan sejati karena Allah memakai kita untuk karya keselamatan melalui perantaraan Bunda Maria kita bersama memuliakan Tuhan. Dengan dipimpin oleh Roh Allah kita memohon karunia Roh Allah untuk memohon karunia Roh Kudus, Berdoa dalam Roh dan kebenaran, sehingga bisa mengatakan sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan, Terjadilah padaku menurut perkataanMu. Semoga kita semua mampu memiliki iman yang tangguh seperti Bunda Maria agar boleh menimba inspirasi dalam menyambut Asian Youth Day 2017 agar sukses dan iman kita teguh, harap Romo Tugiyo.
Usai renungan singkat, ibadat dilanjutkan dengan mendaraskan doa Rosario Bersama untuk sukses terselenggaranya Asian Youth Day 2017 secara umum dan suksesnya Days in Diocese Archdiocese of Palembang (DID AYD) dimana Keuskupan Agung Palembang juga dipilih menjadi tuan rumah live ini bagi 8 keuskupan yakni Keuskupan India, Keuskupan Malaysia, Keuskupan Agung Palembang, Keuskupan Agung Medan, Keuskupan Padang, Keuskupan Tanjung Karang, Keuskupan Pangkal Pinang dan Keuskupan Sibolga.
Hadir pula dalam ‘Joyful Rosary’, RP Blasius Sukoto SCJ Moderator Komisi Kepemudaan Keuskupan Agung Palembang yang juga sebagai ketua panitia DID AYD 2017. Beliau memberikan sambutan singkat selesai rosario. Romo sukoto berharap semua yang terlibat dalam DID AYD KAPal mau menyatukan ide dan pendapat dalam perhelatan DID AYD KAPal yang tinggal beberapa waktu lagi. Dikesempatan ini juga romo sukoto berterimakasih kepada setiap paroki dan seksi yang sudah dibentuk untuk membantu mempersiapkan acara DID AYD KAPal 2017 ini.
RP Wahyu Tri Haryadi SCJ sebagai sie acara DID AYD KAPal pun memberikan keterangan tentang Asian Youth Day dan DID AYD. “gereja katolik memiliki media untuk mewartakan sukacita lewat berbagai pertemuan seperti salah satunya adalah Asian Youth Day ini. acara ini merupakan acara rutin 3 tahun sekali dengan tujuan untuk memperomosikan budaya solidaritas dikalangan OMK Asia dan membangun kesadaran yang mendalam mengenai tugas mereka di gereja dan masyarakat. Tema AYD 2017 yang diselenggarakan di Indonesia sebagai tuan rumah dan Keuskupan Agung Semarang sebagai center acara pada tanggal 30 juli – 6 agustus mendatang adalah Joyful Asian Youth! Living the Gospel in Multicultural Asia. Maksudnya adalah bahwa kita hidup bersama dengan orang yang beda dan beragam budanyanya. Nah disini kita diharapkan mampu membagi kebudayaan kita, sukacita kita bagi negara asia yang akan mengunjungi kita demikian mereka juga akan membagi kebudayaan mereka untuk kita. Nah apa yang terjadi dengan KAPal? Ini adalah pekerjaan gereja di Keuskupan Agung Palembang dan bukan ‘tamu’ komkep saja. Apa yang harus dibuat dan bagaimana paroki bekerja sama dengan panitia yang sudah dibentuk, tutur Romo Wahyu.
Selanjutnya Pyndhi dari Komisi Kepemudaan Keuskupan Agung Palembang memberikan materi tentang rangkaian acara dan kegiatan yang akan dilakukan selama DID AYD KAPal pada bulan Juli – Agustus mendatang dimana akan ada 251 peserta dari berbagai negara dan keuskupan regio sumatera akan live in di Palembang ini.
Rangkaian acara pun diakhiri dengan Deklarasi Kesiapan OMK Dekenat 1 Palembang dalam mensukseskan Days in Diocese Archdiocese of Palembang.

 

**Octa Sianturi/Aldian Sinurat

Brevir Siang, Senin: 29 Mei 2017, PEKAN VII PASKAH – O PEKAN III HARI MINGGU PASKAH VII

Mon, 29/05/2017 - 10:00

PEMBUKAAN

P: Ya, Allah, bersegeralah menolong aku.

U: Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan  kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus, seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang segala abad. Amin

Alleluya.

MADAH

Engkau Tuhan raja mulya

Yang mengatur segalanya

Fajar pagi Kauterbitkan

Panas siang Kaukobarkan.

Padamkan api sengketa

Yang memisahkan sesama

Teguhkan s’mangat berpadu

Yang menyatukan sekutu.

Kabulkanlah doa kami

Ya Allah Bapa surgawi

Bersama Putra dan RohMu

Sekarang serta selalu. Amin.

PENDARASAN MAZMUR

Antifon

Aku selalu mengindahkan perintahMu, ya Tuhan, sebab dengan sabdaMu Engkau menghidupkan daku, alleluya.

Mazmur 118 (119),89-96

Ya Tuhan, firmanMu bertahan selama-lamanya,*

tetap teguh melebihi surga.

KesetiaanMu berlaku turun-temurun,*

kokoh kuat melebihi bumi.

Firman dan kesetiaanMu tetap bertahan,*

segala-galanya mengabdi kepadaMu.

Sekiranya hukumMu bukan kesayanganku,*

niscaya aku binasa dalam sengsaraku.

Untuk selamanya aku takkan melupakan sabdaMu,*

sebab dengan sabdaMu Engkau menghidupkan daku.

MilikMulah aku, maka selamatkan daku,*

sebab aku selalu mengindahkan perintahMu.

Orang berdosa mengikhtiarkan kebinasaanku,*

tetapi aku memperhatikan ketetapanMu.

Kulihat segala kesempurnaan ada batasnya,*

tetapi perintahMu sempurna tanpa batas.

Kemuliaan  kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus, seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang segala abad. Amin

Antifon

Aku selalu mengindahkan perintahMu, ya Tuhan, sebab dengan sabdaMu Engkau menghidupkan daku, alleluya.

Antifon

Tuhan, Engkaulah kepercayaanku, sejak masa mudaku, alleluya.

Mazmur 70 (71) I

Padamu, ya Tuhan, aku berlindung,*

jangan sekali-kali aku dikecewakan.

Bebaskan dan belalah aku, karena Engkau adil,*

dengarkan dan selamatkanlah aku!

Jadilah bagiku tempat berteduh,†

gua perlindungan yang aman;*

sebab Engkaulah kekuatan dan pertahananku.

Ya Allah, luputkanlah aku dari tangan orang berdosa,*

dari cengkeraman orang lalim dan bengis

Sebab Engkaulah harapanku, ya Tuhan,*

kepercayaanku sejak masa mudaku.

KepadaMulah aku bertopang sejak dikandung ibuku,†

sejak aku lahir Engkaulah kekuatanku,*

Engkau selalu kupuji.

Bagi banyak orang aku menjadi sasaran serangan,*

tetapi Engkaulah tempat perlindunganku yang aman.

Aku selalu menyanyikan pujian kepadamu,*

memuliakan Dikau sepanjang hari.

Janganlah menolak aku pada masa tuaku,*

jangan tinggalkan daku, bila kekuatanku surut.

Sebab musuhku sudah bersekongkol melawan daku,*

orang yang mengincar nyawaku berunding bersama:

“Allah telah meninggalkan dia,*

kejar dan tangkaplah dia, sebab tak ada pembelanya.”

Ya Allah, janganlah jauh dari padaku,*

Allahku, segeralah menolong aku!

Kemuliaan  kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus, seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang segala abad. Amin

Antifon

Tuhan, Engkaulah kepercayaanku, sejak masa mudaku, alleluya.

Antifon

Semoga juga pada masa tuaku, tidak Kautinggalkan daku, alleluya.

Mazmur 70 (71) II

Tuhan, aku selalu berharap padaMu,*

dan meningkatkan pujianMu.

Aku menceritakan keadilanMu sepanjang hari,*

mewartakan karya keselamatanMu yang tak terduga.

Aku datang ke rumah Allah yang megah,*

untuk mewartakan karya Tuhan yang luhur.

Ya Tuhan, sejak kecil aku Kaubimbing,*

dan sampai sekarang aku mewartakan kebijaksanaanMu.

Semoga juga pada masa tuaku,*

aku tidak Kautinggalkan, ya Allah,

agar aku masih dapat mewartakan kekuasaanMu,*

kepada semua yang datang ke rumahMu yang megah.

KeadilanMu, ya Allah, menjangkau awan,†

karena Engkau melakukan perbuatan yang agung,*

ya Allah, siapakah menyamai Engkau?

Engkau membiarkan daku mengalami banyak kesusahan dan malapetaka,*

namun Engkau akan menghidupkan daku kembali.

Engkau akan mengangkat aku dari alam maut,*

menguatkan dan menghibur aku di masa tuaku.

Maka aku akan bersyukur kepadaMu dengan iringan celempung,*

atas kesetiaanMu, ya Allahku.

Aku akan memetik kecapi bagiMu,*

Allah Israel yang kudus.

Bibirku akan bersorak gembira sambil bermazmur bagiMu,*

dan hatiku yang Kauselamatkan akan bersorak-sorai.

Dan juga lidahku akan menuturkan keadilanMu sepanjang hari,*

sebab Engkau mempermalukan orang yang merencanakan celakaku.

Kemuliaan  kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus, seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang segala abad. Amin

Antifon

Semoga juga pada masa tuaku, tidak Kautinggalkan daku, alleluya.

BACAAN SINGKAT

(Kol 2,9.10a.12)

Seluruh kepenuhan Allah menjelma dalam Kristus dan meresapi kamu juga demi Kristus. Sebab kamu telah dikuburkan dalam pembaptisan bersama Kristus dan dibangkitkan juga bersama Dia berkat iman akan kekuatan Allah yang membangkitkan Kristus dari alam maut.

P: Tuhan sungguh telah bangkit, alleluya.

U: Dan memperlihatkan diri kepada Simon, alleluya.

DOA PENUTUP

Allah yang mahakudus, semoga kekuatan RohMu turun atas kami, agar kami mematuhi kehendakMu dengan setia dan mengamalkannya dalam cara hidup kami. Demi Yesus Kristus, pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persekutuan Roh Kudus, sepanjang segala masa. Amin

PENUTUP

P: Marilah memuji Tuhan.

U: Syukur kepada Allah.

 

SUMBER: Ibadat Harian Komisi Liturgi KWI

 

Brevir Pagi, Senin: 29 Mei 2017, PEKAN VII PASKAH – O PEKAN III HARI MINGGU PASKAH VII

Mon, 29/05/2017 - 04:00

PEMBUKAAN

P: Ya Allah, bersegeralah menolong aku.

U: Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan  kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus, seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang segala abad. Amin

Alleluya.

MADAH

O sungguh menggembirakan

Bahwa Yesus Kristus Tuhan

Yang tersalib di Golgota

Bertakhta di sisi Bapa.

Marilah kita bersyukur

Memuji Allah yang luhur

Sambil mohon kepadaNya

Kerinduan akan surga.

Kita turut bahagia

Bersama seisi surga

Atas kemulyaan Tuhan

Yang jaya tak terkalahkan.

Mulyalah Engkau ya Tuhan

Yang naik ke atas awan

Serta Bapa dan Roh suci

Mulyalah kekal abadi. Amin.

PENDARASAN MAZMUR

Antifon

Jiwa ragaku bersorak-sorai kepada Allah yang hidup, alleluya.

Mazmur 83 (84) Rindu akan rumah Tuhan

Di sini kita tidak mempunyai tempat tinggal yang tetap; kita mencari kediaman abadi (Ibr 13,14)

Betapa menyenangkan kediamanMu,*

ya Tuhan semesta alam!

Hatiku rindu mendambakan pelataran rumah Tuhan;*

jiwa ragaku bersorak-sorai kepada Allah yang hidup.

Bahkan burung pipit mendapat tempat,*

dan burung layang-layang bersarang di rumahMu.

Mereka meletakkan anak-anaknya dekat mezbahMu,*

yan Tuhan semesta alam, rajaku dan Allahku.

Berbahagialah orang yang diam di rumahMu,*

yang selalu memuji Engkau.

Berbahagialah orang yang menimba kekuatan dari padaMu,*

yang suka berziarah ke rumahMu.

Lembah kering yang mereka lintasi,*

berubah menjadi sumber air berkat hujan pertama.

Mereka berjalan dari kota ke kota,*

hendak menghadap Allah di gunung Sion.

Tuhan, Allah semesta alam, dengarkanlah doaku,*

condongkanlah telingaMu, ya Allah Yakub.

Lihatlah, ya Allah, raja agung,*

pandanglah raja yang Kauurapi.

Lebih baik satu hari di pelataranMu,*

dari pada seribu hari di tempat lain.

Lebih baik berdiri di ambang pintu rumah Allah,*

dari pada diam di rumah orang berdosa.

Sebab Tuhan Allah adalah raja yang agung dan murah hati,*

Ia memberikan kasih dan kemuliaan.

Tuhan menganugerahkan kebahagiaan,*

kepada orang yang hidup tanpa cela.

Tuhan semesta alam,*

berbahagialah orang yang percaya kepadaMu.

Kemuliaan  kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus, seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang segala abad. Amin

Antifon

Jiwa ragaku bersorak-sorai kepada Allah yang hidup, alleluya.

Antifon

Rumah Tuhan menjulang tinggi, ke sana mengalirlah sekalian bangsa, alleluya.

Yes 2,2-5 Gunung kediaman Tuhan menjulang tinggi

Semua bangsa akan datang dan sujud menyembah Engkau, ya Tuhan (Why 15,4)

Pada akhir zaman, gunung Tuhan akan berdiri kokoh kuat,†

di antara puncak gunung-gemunung,*

dan menjulang tinggi di atas semua bukit.

Semua bangsa akan mengalir ke sana,*

dan banyak kaum akan datang seraya berkata:

“Mari kita berziarah ke gunung Tuhan,*

naik ke rumah Allah Yakub.

Semoga Ia menunjukkan jalanNya kepada kita,*

dan kita akan mengikuti bimbinganNya.”

Sebab dari gunung Sion lahirlah hukum,*

dan dari Yerusalem sabda Tuhan.

Tuhan akan menguasai semua bangsa,*

dan menghakimi sekalian rakyat.

Mereka akan menempa pedangnya menjadi cangkul,*

dan tombaknya menjadi sabit.

Bangsa yang satu takkan menghunus pedang lawan bangsa yang lain,*

dan mereka takkan lagi mengadakan latihan perang.

Hai keluarga Yakub, datanglah ke mari,*

marilah kita hidup dalam cahaya Tuhan.

Kemuliaan  kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus, seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang segala abad. Amin

Antifon

Rumah Tuhan menjulang tinggi, ke sana mengalirlah sekalian bangsa, alleluya.

Antifon

Katakanlah di antara para bangsa: Tuhanlah raja, alleluya.

Mazmur 95 (96) Tuhan raja dan hakim dunia

Mereka menyanyikan lagu baru di hadapan takhta di depan Anakdomba (lh. Why 14,3)

Nyanyikanlah lagu baru bagi Tuhan!†

Bernyanyilah bagi Tuhan, hai seluruh bumi!*

Bernyanyilah bagi Tuhan, pujilah namaNya.

Kabarkanlah setiap hari keselamatan Tuhan,†

ceritakanlah kemuliaanNya di antara bangsa-bangsa,*

dan karyaNya yang agung di antara segala suku.

Sebab Tuhan mahaagung dan sangat terpuji,†

Ia dahsyat melebihi segala dewata!*

Sebab dewa-dewa para bangsa sesunggguhnya tidak ada.

Tuhan yang menciptakan langit,†

agung dan semaraklah Ia,*

kekuatan dan kemuliaan memenuhi rumahNya yang kudus.

Sampaikanlah kepada Tuhan, hai segala suku bangsa,†

sampaikanlah kepada Tuhan kemuliaan dan kuasa,*

serukanlah namaNya yang mulia.

Bawalah persembahan, masuklah di pelataran rumahNya,†

bersembahsujudlah kepada hadiratNya,*

gemetarlah di hadapan Tuhan, hai seluruh bumi.

Katakanlah di antara para bangsa: “Tuhanlah raja!†

Ia meneguhkan jagat, tak tergoyangkan,*

Ia menghakimi para bangsa dengan adil.”

Bersukalah langit, bergembiralah bumi!*

Bergemuruhlah lautan beserta isinya!

Bersoraklah ladang dan segala tumbuhannya,*

bergembiralah segala pohon di hutan.

Bersukarialah di hadapan Tuhan, sebab Ia datang,*

Ia datang menghakimi dunia.

Ia akan menghakimi dunia dengan adil,*

dan para bangsa dengan tepat.

Kemuliaan  kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus, seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang segala abad. Amin

Antifon

Katakanlah di antara para bangsa: Tuhanlah raja, alleluya.

BACAAN SINGKAT

(Rom 10,8b-10)

Sabda Allah dekat padamu, yakni di dalam mulutmu dan di dalam hatimu. Itulah sabda iman yang kami wartakan. Sebab engkau akan diselamatkan, jika engkau mengaku dengan mulut bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dengan hati bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari alam maut. Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.

LAGU SINGKAT

P: Tuhan bangkit dari kubur,* Alleluya, alleluya.

U: Tuhan bangkit dari kubur,* Alleluya, alleluya.

P: Sesudah disalibkan bagi kita.

U: Alleluya, alleluya.

P: Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus.

U: Tuhan bangkit dari kubur,* Alleluya, alleluya.

Antifon Kidung

Di dunia kamu akan dianiaya, tetapi tabahkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia, alleluya.

KIDUNG ZAKARIA

(Luk 1,68-79)

Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*

sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umatNya.

Ia mengangkat bagi kita seorang penyelamat yang gagah perkasa,*

putera Daud, hambaNya.

Seperti dijanjikanNya dari sediakala,*

dengan perantaraan para nabiNya yang kudus.

Untuk menyelamatkan kita dari musuh-musuh kita,*

dan dari tangan semua lawan yang membenci kita.

Untuk menunjukkan rahmatNya kepada leluhur kita,*

dan mengindahkan perjanjianNya yang kudus.

Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kita,*

akan membebaskan kita dari tangan musuh.

Agar kita dapat mengabdi kepadaNya tanpa takut,*

dan berlaku kudus dan jujur di hadapanNya seumur hidup.

Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah yang mahatinggi,*

sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalanNya.

Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umatNya,*

berkat pengampunan dosa mereka.

Sebab Allah kita penuh rahmat dan belaskasihan,*

Ia mengunjungi kita laksana fajar cemerlang.

Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,*

dan membimbing kita ke jalan damai sejahtera.

Kemuliaan  kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus, seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang segala abad. Amin

Antifon Kidung

Di dunia kamu akan dianiaya, tetapi tabahkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia, alleluya.

DOA PERMOHONAN

Bapa telah memuliakan Yesus dan mengangkatNya menjadi ahliwaris dan pemilik semua bangsa. Marilah kita meluhurkan Dia dan berdoa:

U: Selamatkanlah kami demi kemenanganMu, ya Tuhan.

P: Ya Kristus, dengan kemenanganMu Engkau telah menghancurkan pintu gerbang maut serta meremukkan dosa dan kematian,* semoga kami hari ini menang atas dosa berkat kekuatanMu.

U: Selamatkanlah kami demi kemenanganMu, ya Tuhan.

P: Engkau telah melenyapkan kuasa kematian dan memberi kami kehidupan baru,* semoga kami hari ini dapt menempuh jalan hidup yang baru itu.

U: Selamatkanlah kami demi kemenanganMu, ya Tuhan.

P: Engkau telah menganugerahkan kehidupan kepada orang-orang mati dan membimbing seluruh umat manusia dari kematian kepada kehidupan,* berilah rahmat kehidupanMu kepada semua orang yang kami jumpai.

U: Selamatkanlah kami demi kemenanganMu, ya Tuhan.

P: Engkau telah menggembirakan murid-muridMu dan menggemparkan penjaga kuburMu,* kurniakanlah kegembiraan sejati kepada semua orang yang taat kepadaMu.

U: Selamatkanlah kami demi kemenanganMu, ya Tuhan.

BAPA KAMI

Bapa kami yang ada di surga,

dimuliakanlah namaMu.

Datanglah kerajaanMu.

Jadilah kehendakMu di atas bumi seperti di dalam surga.

Berilah kami rezeki pada hari ini.

Dan ampunilah kesalahan kami,

seperti kamipun mengampuni yang bersalah kepada kami.

Dan janganlah masukkan kami ke dalam percobaan,

Tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat. Amin

DOA PENUTUP

Allah yang mahakudus, semoga kekuatan RohMu turun atas kami, agar kami mematuhi kehendakMu dengan setia dan mengamalkannya dalam cara hidup kami.Demi Yesus Kristus, pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persekutuan Roh Kudus, sepanjang segala masa. Amin

PENUTUP

P: Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita ke hidup yang kekal.

U: Amin.

 

 

SUMBER: IbadatHarian Komisi Liturgi KWI

29 Mei, Sta. Ursula Ledochowska

Mon, 29/05/2017 - 00:00

 

Loosdorf, Austria, 17 April 1865 – Roma, 29 Mei 1939

Pada usia 21, ia bergabung sebagai Ursulin di Krakow. Ia menghabiskan hari-harinya untuk membantu orang di antara Rusia, Swedia, dan Finlandia. Pada 1920, ia membentuk kongregasi baru, Ursulin Hati Kudus Yesus.

sumber dan gambar: Borrelli, Antonio. 18 April 2002. Dalam santiebeati.it. Diakses pada 19 Mei 2017.

Brevir Sore 2, Minggu: 28 Mei 2017, PEKAN VII PASKAH – O PEKAN III HARI MINGGU PASKAH VII

Sun, 28/05/2017 - 23:48

PEMBUKAAN

P: Ya, Allah, bersegeralah menolong aku.

U: Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus, seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang segala abad. Amin

Alleluya.

MADAH

Datanglah Roh mahasuci

Kunjungilah hati kami

Penuhilah dengan rahmat

Agar suci dan selamat.

Engkaulah penghibur kami

Rahmat Allah mahatinggi

Engkaulah pancaran cinta

Yang menguatkan segala.

Engkau tangan kanan Bapa

Yang membagikan kurnia

Engkau sudah dijanjikan

Oleh Yesus Kristus Tuhan.

Tolonglah kami, Roh suci

Dengan pengaruh ilahi

Agar mengikuti Putra

Slalu mengasihi Bapa. Amin.

PENDARASAN MAZMUR

Antifon

Setelah menyucikan dunia dari dosa, Tuhan kini bertakhta di surga di sisi Allah yang mahaagung, alleluya.

Mazmur 109 (110),1-5.7 Almasih: raja dan imam

Kristus harus memegang pemerintahan sebagai raja sampai Allah meletakkan semua musuh di bawah kakiNya (1 Kor 15,25)

Tuhan berfirman kepada baginda: “Duduklah di sisi kananKu,*

sampai musuh musuhmu Kujadikan tumpuan kakimu.”

Tuhan meluaskan kekuasaan baginda dari kediamanNya di Sion:*

“Berkuasalah atas para musuh.

Engkau berkuasa sejak kelahiranmu, di atas gunung yang suci,*

sejak engkau terkandung, sejak fajar masa mudamu”.

Tuhan telah bersumpah dan tidak menyesal:*

“Engkaulah imam seperti Melkisedek, untuk selama-lamanya”.

Tuhan mendampingi baginda,*

pada hari kemurkaanNya raja-raja dihancurkanNya.

Tuhan menyertai baginda dalam segala usaha,*

agar baginda berlangkah maju dengan gagah perkasa.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus, seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang segala abad. Amin

Antifon

Setelah menyucikan dunia dari dosa, Tuhan kini bertakhta di surga di sisi Allah yang mahaagung, alleluya.

Antifon

Tuhan menganugerahkan keselamatan kepada umatNya, alleluya.

Mazmur 110 (111) Agunglah karya Tuhan

Agung dan mengagumkan segala karyaMu, ya Tuhan, Allah yang mahakuasa (Why 15,3)

Aku bersyukur kepada Tuhan dengan segenap hati,*

dalam lingkungan orang jujur dan di tengah umat.

Agunglah karya Tuhan,*

layak diselidiki oleh orang yang mengaguminya.

Agung dan semarak karya Tuhan,*

keadilanNya tetap selamanya.

PerbuatanNya yang agung pantas dikenang,*

Tuhan itu pengasih dan penyayang.

Kepada orang takwa diberikanNya santapan,*

Ia selalu ingat akan perjanjianNya.

Kepada umatNya Ia membuktikan kekuasaanNya,*

dengan menganugerahinya milik pusaka para bangsa.

Adil dan benarlah karya tanganNya,*

segala titahNya teguh.

PerintahNya ditetapkan untuk selama-lamanya,*

diberikan dengan tulus dan jujur.

DianugerahkanNya keselamatan kepada umatNya,†

diikatNya perjanjian untuk selama-lamanya,*

kudus dan dahsyatlah namaNya.

Sikap yang takwa itu pangkal kebijaksanaan,†

besarlah ganjaran bagi orang yang berpegang padanya,*

terpujilah Tuhan selama-lamanya.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus, seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang segala abad. Amin

Antifon

Tuhan menganugerahkan keselamatan kepada umatNya, alleluya.

Antifon

Alleluya. Tuhan kita sudah menjadi raja. Marilah kita bersorak-sorai dan memuliakan Dia, alleluya.

Why 19,1-7 Pernikahan Anak domba

Alleluya.

Pokok keselamatan, kemuliaan dan kekuasaan ialah Allah kita,*

karena benar dan adillah segala keputusanNya.

Alleluya.

Alleluya.

Pujilah Allah kita, hai sekalian hambaNya,*

semua yang takwa, baik kecil maupun besar.

Alleluya.

Alleluya.

Sebab Tuhan, Allah kita yang mahakuasa,*

sudah menjadi raja.

Alleluya.

Alleluya.

Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai,*

marilah kita memuliakan Tuhan.

Alleluya.

Alleluya.

Hari pernikahan Anakdomba telah tiba,*

dan mempelaiNya sudah siap berhias.

Alleluya.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus, seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang segala abad. Amin

Antifon

Alleluya. Tuhan kita sudah menjadi raja. Marilah kita bersorak-sorai dan memuliakan Dia, alleluya.

BACAAN SINGKAT

(Ibr 10,12-14)

Kristus mempersembahkan hanya satu kurban demi dosa-dosa. Lalu Ia duduk di sebelah kanan Allah sampai selama-lamanya, sambil menantikan saat musuh-musuhNya dijadikan tumpuan kakiNya. Dengan satu kurban Ia menyempurnakan orang yang dikuduskanNya untuk selama-lamanya.

LAGU SINGKAT

P: Tuhan sungguh telah bangkit,* Alleluya, alleluya.

U: Tuhan sungguh telah bangkit,* Alleluya, alleluya.

P: Dan memperlihatkan diri kepada Simon.

U: Alleluya, alleluya.

P: Kemuliaan.

U: Tuhan sungguh telah bangkit,* Alleluya, alleluya.

AntifonKidung

Apabila penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan memberi kesaksian tentang Aku, alleluya.

KIDUNG MARIA

(Luk 1,46-5)

Aku mengagungkan Tuhan,*

hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.

Sebab Ia memperhatikan daku,*

hambaNya yang hina ini.

Mulai sekarang aku disebut: yang bahagia,*

oleh sekalian bangsa.

Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang mahakuasa,*

kuduslah namaNya.

Kasih sayangNya turun-temurun,*

kepada orang yang takwa.

Perkasalah perbuatan tanganNya,*

dicerai-beraikanNya orang yang angkuh hatinya

Orang yang berkuasa diturunkanNya dari takhta,*

yang hina-dina diangkatnya.

Orang lapar dikenyangkanNya dengan kebaikan,*

orang kaya diusirNya pergi dengan tangan kosong

Menurut janjiNya kepada leluhur kita,*

Allah telah menolong Israel, hambaNya.

Demi kasih sayangNya kepada Abraham serta keturunannya,*

untuk selama-lamanya.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus, seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang segala abad. Amin

Antifon Kidung

Apabila penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan memberi kesaksian tentang Aku, alleluya.

DOA PERMOHONAN

Kristus Tuhan kita telah wafat, bangkit dan selalu menjadi perantara kita. Maka marilah kita memohon padaNya dengan gembira:

U: Raja pemenang, dengarkanlah kami.

P: Kristus, cahaya dan keselamatan segala bangsa,* curahkanlah api Roh kudus atas kami yang mewartakan kebangkitanMu.

U: Raja pemenang, dengarkanlah kami.

P: Semoga umat Israel menyadari bahwa pengharapannya terpenuhi dalam Engkau, ya Kristus,* dan seluruh bumi mengenal kemuliaanMu.

U: Raja pemenang, dengarkanlah kami.

P: Semoga kami bersatu dengan para kudusMu,* dan bersama mereka kelak dapat melepaskan lelah, dan beristirahat dari segala jerih payah.

U: Raja pemenang, dengarkanlah kami.

P: Engkau telah mengalahkan musuhMu, yakni kematian, maka kalahkanlah musuhMu dalam diri kami juga,* agar kami dapat hidup bagiMu, pemenang yang takkan mati lagi.

U: Raja pemenang, dengarkanlah kami.

P: Engkau taat sampai mati, dan bertakhta di sebelah kanan Bapa,* perkenankanlah saudara-saudaraMu masuk ke dalam kerajaanMu yang mulia.

U: Raja pemenang, dengarkanlah kami.

BAPA KAMI

Bapa kami yang ada di surga,

dimuliakanlah namaMu.

Datanglah kerajaanMu.

Jadilah kehendakMu di atas bumi seperti di dalam surga.

Berilah kami rezeki pada hari hari ini.

Dan ampunilah kesalahan kami,

seperti kamipun mengampuni yang bersalah kepada kami.

Dan janganlah masukkan kami ke dalam percobaan,

Tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat. Amin

DOA PENUTUP

Allah, penyelamat kami, kami percaya bahwa Kristus sudah bersatu dengan Dikau dalam keagungan. Semoga Ia selalu menyertai kamu sampai akhir zaman, seperti dijanjikanNya. Sebab Dialah PuteraMu dan  pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Bapa dalam persekutuan Roh Kudus, sepanjang segala masa. Amin.

PENUTUP

P: Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita ke hidup yang kekal.

U: Amin.

 

SUMBER: Ibadat Harian Komisi Liturgi KWI

 

Renungan Harian, Senin: 29 Mei 2017, Yoh. 16:29-33

Sun, 28/05/2017 - 19:00

ENUNTUN orang kepada jalan yang baik dan benar bukanlah pekerjaan yang mudah dan sederhana. Bahwasannya pekerjaan itu membutuhkan kualitas diri yang mumpuni dan kredibilitas pribadi yang dapat dipercaya oleh orang lain. Kalau tidak memiliki kualifikasi diri demikian, kita sulit diterima dengan baik, apalagi untuk membawa sesama pada suatu bentuk kehidupan yang baru.Situasi seperti inilah yang sedang melanda dunia kita saat ini. Kita tengah mengalami” krisis kepercayaan” dalam hampir semua aspek kehidupan. Dengan demikian perubahan dalan tatanan hidup bersama pun agak sulit terwujud. Sebab orang tidak membutuhkan bualan kata-kata yang indah dan banyak, tetapi terutama kesaksian hidup nyata yang mampu mengubah serta memikat hati banyak orang.

Akan tetapi, kita tidak boleh khawatir dengan keadaan itu. Sebab Tuhan Yesus telah meneguhkan kita dengan sabda-Nya: kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia. Itu artinya, bukan terutama kita sendiri yang berkarya untuk menyatakan kebaikan kepada dunia, melainkan Tuhan sendirilah yang berkarya dalam diri kita. Dia akan menyanggupkan kita untuk bersaksi dengan benar dan mengantar banyak orang kepada-Nya. Hal ini sungguh nyata dalam karya pewartaan Paulus di Efesus. Oleh karena kuasa Tuhan yang bekerja di dalam diri, banyak orang yang memberikan dirinya untuk dibaptis. Dalam hal ini,  tindakan” membaptis “ mempunyai makna yang lebih dalam, yakni pemberihan, pembaruan dan pemurnian diri seseorang dari pengaruh dosa, dan membawanya pada rahmat ilahi. Kesaksian hidup kita sehari-hari pun hendaknya bisa membuat orang lain memberikan dirinya.” Dibaptis”.dibarui dalam kasih.

Ya Tuhan, berilah aku kesanggupan untuk menjadi saksi-mu dalam kehidupan sehari-hari agar semakin banyak orang yang percaya pada-Mu. Amin.

 

Foto: Ilustrasi (Ist)

 

 

Misa Penutupan PKSN KWI, Uskup Vincentius Sensi Potokota: Modus Komunikasi Hendaknya Bernada Kabar Baik

Sun, 28/05/2017 - 16:42

MIRIFICA. News, Purwokerto – Saat semua dihadapkan pada kenyataan sosiologis dan psikologis dimana cara berkomunikasi masih  jauh dari memadai,  dibutuhkan langkah cepat dan tepat untuk memacu dan mengejar perkembangan teknologi dan informasi.

“Ini bukan perkataan saya, tapi merupakan kesimpulan para ahli etika berkomunikasi,” ujar uskup Vincentius Sensi Potokota ketika membawa homili pada misa Penutupan PKSN KWI 2017 di Gereja Katedral Purwokerto, Minggu (28/5/2017).

Uskup Agung Ende itu mengatakan kehadiran dan  perkembangan alat-alat komunikasi saat ini harusnya membantu manusia dalam menyebarkan  nilai-nilai positif bagi masyarakat dan gereja.

Uskup kelahiran Saga, Detusoko, Ende, Nusa Tenggara Timur berpandangan ternyata masih ada kealpaan nurani, ada kealpaan hati, ada keterpurukan etika dalam berkomunikasi sehingga alat-alat komunikasi tidak lagi berfungsi sebagaimana mestinya.

Meneguhkan – Uskup Agung Ende, Mgr. Vincentius Sensi Potokota ketika menyampaikan homilinya pada misa penutupan PKSN KWI 2017/Foto: Komsos KWI

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Uskup Vincentius  tak menyangkal bahwa dalam mempengaruhi dan menggiring perilaku komunikasi kita secara tidak bermartabat kadang kemudian menyalahkan teknologi.

“Bukan teknologinya, tapi cara kita berkomunikasi yang salah, itu masalahnya.”

Di hadapan ribuan umat yang memadati gereja Katedral Kristus Raja, Purwokerto, ia lalu menghantar umat pada sebuah pertanyaan reflektif, yakni apakah sebagai gereja realitas yang telanjang di hadapan mereka saat ini dapat dihadapi dengan sebaik mungkin?

“Yang pasti, dengan semua yang berkehendak baik dengan Gereja umat diajak menyadari realitas perkembangan teknologi informasi dengan penuh kekaguman dan kebanggaan,” ujar uskup Vincentius.

Terkait tema perayaan PKSN KWI 2017, “Jangan Takut, Aku Besertamu: Komunikasikan Iman dan Harapan”, uskup Vincentius mengatakan tema itu sesungguhnya mengungkapkan keyakinan Yesaya.

Dengan tema itu, demikian kata Uskup Vincentius,  umat Katolik diharapkan dapat kembali menggaungkan keyakinan Yesaya supaya tidak boleh  takut, nurani dan etika manusia  tidak boleh rapuh dalam perilaku berkomunikasi.

Selain itu, ia menambahkan, lewat tema tersebut diungkapkan pula sikap iman gereja yang jelas, disampaikan dalam bentuk arahan untuk berperilaku berkomunikasi yg benar dan bermartabat.

“Setiap modus berkomunikasi kita hendaknya bernada kabar baik, termasuk dalam postingan kita,” kata uskup Vincentius.

Menurutnya, khabar baik itu adalah khabar yang membangkitan harapan, khabar yang membangkitkan semangat orang-orang yang sedang patah hatinya,  khabar yang memberi peneguhan  bagi orang yang sedang frustrasi.

Uskup Vincentius mengingatkan umat bahwa keyakinan iman Kristiani tentang khabar baik itu adalah sesuatu yang menyelamatkan, yang bersumber pada sumber segala khabar baik, yakni Yesus sendiri.

Ikut mendampingi uskup Vincentius, administrator Keuskupan Purwokerto, Romo Tarsisius Puryatno, Sekretaris Komisi KOMSOS KWI, Romo Kamilus Pantus dan sejumlah Romo dari sejumlah keuskupan di Indonesia.

Dari bangku umat, tampak hadir pula uskup emeritus keuskupan Purwokerto, Mgr. Sunarka. Meski telah pensiun, Mgr. Sunarka selalu hadir dan setia mengkuti seluruh rangkaian perayaan PKSN KWI 2017.

Misa penutupan PKSN KWI 2017 pada Minggu (28/5/2017) merupakan puncak dari seluruh rangkaian perayaan Pekan Komunikasi Sosial Nasional KWI tahun 2017. Diselenggarakan dalam rangka memperingarti Hari Komunikasi Sosial Sedunia Ke-51.

Sejak dibuka pada Senin, (22/5/2017) lalu oleh Ketua Komisi Komsos KWI, Mgr. Hilarion Datus Lega,  perayaan Pekan Komunikasi Sosial Nasional KWI  telah diisi dengan berbagai kegiatan seperti  acara pembukaan berupa penyambutan secara tradisional, misa pembukaan.  Rangkaian kegiatan lainnya berturut-turut workshop audiovisual, workshop menulis kreatif, literasi media, lomba debat, character building, seminar nasional PKSN 2017, dan malam pagelaran budaya.

PKSN KWI 2017 ditutup secara resmi oleh Mgr, Vincentius. Sebelum berkat penutup, uskup Vincentius melakukan tiga kali pemukulan gong gendang sebagai tanda berakhirnya seluruh rangkaian perayaan PKSN KWI 2017. Seremoni pemukulan gong disaksikan juga oleh administrator Keuskupan Purwokerto, Romo Tarsisius Puryatno dan Sekretaris Komisi Komsos KWI, Romo Kamilus Pantus.

“Keuskupan Purwokerto dipilih sebagai tuan rumah PKSN 2017 berdasarkan pertemuan bersama Romo Puryatno pada November 2016 di Hening Griya,” kenang Romo Kamilus, saat memberikan sambutan penutupnya

“Sukses PKSN 2017 merupakan buah kerja keras panitia dan umat di keuskupan Purwokerto,”  pungkasnya, yang langsung disambut gemuruh tepuk tangan umat yang hadir.

 

 

 

Mgr Sensi Potokota Tutup PKSN

Sun, 28/05/2017 - 15:44

EKARISTI penutupan Pekan Komunikasi Sosial Nasional (PKSN) di Hari Komunikasi Sosial Sedunia ke-51 berlangsung meriah di Gereja Katedral Kristus Raja, Keuskupan Purwokerto, Minggu (28/5/2017). Ekaristi dipimpin Mgr. Vincensius Sensi Potokota sebagai selebran utama didampingi para Romo delegasi komsos dari berbagai keuskupan.

Dalam homilinya, Uskup Keuskupang Agung Ende ini mengajak seluruh umat untuk selalu menggunakan ‘Lensa Kacamata Yesus’ dalam berkomunikasi khususnya di era digital saat ini.

Sesuai tema besar yang dicanangkan sendiri oleh Bapa Paus Fransiskus dalam hari komunikasi tahun ini “Jangan Takut. Komunikasikan Iman dan Harapan”, Mgr Sensi mengajak seluruh umat untuk menyampaikan kabar baik di tengah situasi dunia yang penuh dengan kecemasan, ketakukan dan tantangan rapuhnya akhlak, serta nurani manusia.

Kabar baik itu membangkitkan semangat yang patah, menyembuhkan stres. Bukan sebaliknya justru menimbulkan kecemasan dan ketakutan. “Bagi warga gereja, segala sumber kabar baik itu Yesus sendiri. Karena apa saja yang datang dari Yesus adalah kabar baik”jelas Mgr Sensi.

Konsekuensinya, kita harus menggunakan kacamata Yesus. Kita harus terus menampilkan kehadiran Yesus dalam setiap kata, setiap saat, dan setiap berkomunikasi lewat berbagai media apa pun. “Ketika hendak menyebarkan sesuatu kepada semua orang di media mainstream atau media sosial, kita harus tunjukkan kehadiran Allah,”ujar Mgr. Sensi.

Usai sambutan dan ucapan terima kasih dari Administrator Keuskupan Purwokerto Romo Tarsisius Puryatno dan Sekretaris Eksekutif Komisi Komsos KWI Romo Kamilus Pantus, seluruh rangkaian kegiatan selama sepekan PKSN resmi ditutup Mgr. Sensi dengan pemukulan gong.

Orkestra Iringi Misa Penutupan PKSN

Sun, 28/05/2017 - 12:46

OSKESTRA musik yang dibawakan oleh para pemusik dari Yogyakarta mengiringi Misa Penutupan Pekan Komunikasi Sosial Nasional (PKSN) di Gereja Katedral Kristus Raja, Purwokerto, Jawa Tengah, Minggu (28/5/2017).

“Kami nggak punya nama. Kami datang dari berbagai kelompok yang biasanya kumpul-kumpul bareng. Kebanyakan dari sekolah musik baik itu di ISI (Institut Seni Indonesia) maupun Universitas Negeri Yogya,”ujar salah satu pemain, Yulius Panon Pratama.

Pria yang kerap dikenal dengan nama Yus ini yang mengaransemen semua lagu yang dibawakan mereka. Sebanyak tujuh lagu dikerjakan tidak sampai seminggu. “Kami bahkan baru datang kemarin (Sabtu) dan baru latihan dua kali,”ujar Yus.

Para pemain pemusik oskestra ini didatangkan untuk mengiringi grup paduan suara Gita Swara dari Katedral Purwokerto yang bermain memukau umat yang hadir dalam Misa. Berawal dari paduan suara KKMK (Kelompok Karyawan Muda Katolik) 2011, grup koor ini kemudian berkembang dan diminati. Karena para peminat tidak hany datang dari para karyawan akhirnya kelompok ini membuka diri untuk semua kalangan. Beberapa remaja dan orang tua pun ikut gabung.

Brevir Siang, Minggu: 28 Mei 2017, PEKAN VII PASKAH – O PEKAN III HARI MINGGU PASKAH VII

Sun, 28/05/2017 - 10:00

PEMBUKAAN

P: Ya, Allah, bersegeralah menolong aku.

U: Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus, seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang segala abad. Amin

Alleluya.

MADAH

Ya Roh kudus sumber cinta

Serta Bapa dan Putera

Datanglah di tengah kami

Membawa hidup Ilahi

Gerakkanlah hati kami

Agar giat penuh bakti

Menyanyikan lagu puji

Mengamalkan cinta suci

Kabulkanlah doa kami

Ya Allah Bapa surgawi

Bersama Putera dan RohMu

Sekarang serta selalu. Amin.

PENDARASAN MAZMUR

Antifon

Dalam kesesakan aku berseru kepada Tuhan, Ia menjawab aku, alleluya.

Mazmur 117 (118)

Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik,*

kekal abadi kasih setiaNya.

Hendaklah Israel berkata:*

kekal abadi kasih setiaNya.

Hendaklah kaum Harun berkata:*

kekal abadi kasih setiaNya.

Hendaklah orang yang takwa berkata:*

kekal abadi kasih setiaNya.

Dalam kesesakan aku berseru kepada Tuhan,*

Ia menjawab dan melegakan daku.

Tuhan di pihakku, aku tidak takut.*

Apa yang dapat dilakukan manusia terhadapku?

Tuhan di pihakku, Ia penolongku.*

Aku melihat pembenciku tersipu-sipu.

Lebih baik berlindung pada Tuhan,*

dari pada percaya kepada manusia.

Lebih baik berlindung pada Tuhan,*

dari pada percaya kepada bangsawan.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus, seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang segala abad. Amin

Antifon

Dalam kesesakan aku berseru kepada Tuhan, Ia menjawab aku, alleluya.

Antifon

Tuhan bertindak dengan tangan Kuat, alleluya.

Segala bangsa mengepung aku,*

tapi berkat nama Tuhan mereka kubinasakan.

Mereka mengepung aku rapat-rapat,*

tapi berkat nama Tuhan mereka kubinasakan.

Mereka mengepung aku seperti lebah,†

seperti nyala api yang menjilat-jilat,*

tapi berkat nama Tuhan mereka kubinasakan.

Aku didesak-desak sampai terjatuh,*

tetapi Tuhan menolong aku.

Tuhanlah kekuatan dan pelindungku,*

Dialah kemenanganku

Suara gembira dan sorak-sorai,*

terdengar di perkemahan para pemenang.

“Tuhan bertindak dengan tangan kuat,*

tangan Tuhan mahakuasa.”

Aku tidak akan mati, aku tetap hidup,*

untuk mewartakan karya-karya Tuhan.

Tuhan sering menyiksa aku,*

namun tidak menyerahkan daku kepada maut.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus, seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang segala abad. Amin

Antifon

Tuhan bertindak dengan tangan Kuat, alleluya.

Antifon

Tuhanlah Allah, Dia menerangi kita, alleluya.

Bukalah bagiku gerbang kemenangan,*

supaya aku masuk dan bersyukur kepada Tuhan.

Inilah pintu gerbang Tuhan,*

para pemenang masuk ke dalamnya.

Syukur kepadaMu, sebab Engkau memenangkan daku,*

dan menjadi penyelamatku.

Batu yang dibuang oleh para pembangun,*

telah menjadi batu sendi.

Karya Tuhanlah itu,*

sangat mengagumkan kita.

Pada hari inilah Tuhan bertindak,*

mari kita rayakan dengan gembira.

Ya Tuhan, berilah kami keselamatan!*

Ya Tuhan, berilah kami kesejahteraan!

Terberkatilah yang datang demi nama Tuhan;†

kami memberkati kamu dari dalam rumah Tuhan,*

Tuhanlah Allah, Dia menerangi kita.

Beraraklah dengan membawa ranting berdaun,*

hiasilah tanduk-tanduk mesbah.

Allahkulah Engkau, Engkau kupuji,*

Allahku, Engkau kuagungkan.

Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik,*

kekal abadi kasih setiaNya.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus, seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang segala abad. Amin

Antifon

Tuhanlah Allah, Dia menerangi kita, alleluya.

BACAAN SINGKAT

(Ef 2,4-6)

Demi cintaNya yang amat besar, Allah telah mengasihi kita dengan kerahimanNya yang melimpah. Kita yang sudah mati karena dosa telah dihidupkan Allah bersama Kristus dan telah diselamatkan demi rahmat Kristus. Bersama Kristus Yesus pula kita dibangkitkan dan bersama Dia kita ditahtakan dalam surga.

P: Jika kita sudah mati bersama Kristus, alleluya.

U: Kita akan hidup bersama Kristus pula, alleluya.

DOA PENUTUP

Allah, penyelamat kami, kami percaya bahwa Kristus sudah bersatu dengan Dikau dalam keagungan. Semoga Ia selalu menyertai kamu sampai akhir zaman, seperti dijanjikanNya. Sebab Dialah PuteraMu dan  pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Bapa dalam persekutuan Roh Kudus, sepanjang segala masa. Amin.

PENUTUP

P: Marilah memuji Tuhan.

U: Syukur kepada Allah.

Sumber: Ibadat Harian Komisi Liturgi KWI

Brevir Pagi, Minggu: 28 Mei 2017, PEKAN VII PASKAH – O PEKAN III HARI MINGGU PASKAH VII

Sun, 28/05/2017 - 04:00

PEMBUKAAN

P: Ya Allah, bersegeralah menolong aku.

U: Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus, seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang segala abad. Amin

Alleluya.

MADAH

O sungguh menggembirakan

Bahwa Yesus Kristus Tuhan

Yang tersalib di Golgota

Bertakhta di sisi Bapa.

Marilah kita bersyukur

Memuji Allah yang luhur

Sambil mohon kepadaNya

Kerinduan akan surga.

Kita turut bahagia

Bersama seisi surga

Atas kemulyaan Tuhan

Yang jaya tak terkalahkan.

Mulyalah Engkau ya Tuhan

Yang naik ke atas awan

Serta Bapa dan Roh suci

Mulyalah kekal abadi. Amin.

PENDARASAN MAZMUR

Antifon

Tuhan meraja, berpakaian kemuliaan, alleluya.

Mazmur 92 (93) Memegahkan Tuhan pencipta

Tuhan, Allah kita yang mahakuasa, telah menjadi raja. Marilah kita bersukacita, bersorak-sorai dan memuliakan Dia (Why 19,6-7)

Tuhan meraja, berpakaian kemuliaan,*

dan kejayaan ikat pinggangNya.

Bumi Kaualaskan dengan kokoh tak tergoyangkan,†

takhtaMu teguh sejak dahulu,*

dari sediakala Engkau ada.

Air pasang meningkat, ya Tuhan,†

air pasang meningkatkan suaranya,*

air pasang meningkatkan deru geloranya.

Namun Tuhan dahsyat melebihi deru air pasang,†

hebat melebihi empasan samudera,*

agung melebihi angkasa raya.

TakhtaMu diteguhkan dari sediakala, ya Tuhan,*

rumahMu menggemakan pujian para kudus, untuk selama-lamanya.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus, seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang segala abad. Amin

Antifon

Tuhan meraja, berpakaian kemuliaan, alleluya.

Antifon

Semua makhluk akan memperoleh kebebasan mulia anak-anak Allah, alleluya.

Dan 3,57-88.56 Semua makhluk, pujilah Tuhan

Pujilah Allah kita, hai kamu para hambaNya (Why 19,5)

Pujilah Tuhan, segala karya Tuhan,*

pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan, semua malaikat Tuhan,*

pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan seluruh isi surga,*

pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan, segala air di atas langit,*

angkasa raya Tuhan, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, matahari dan bulan,*

segala bintang di langit, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, hujan dan embun,*

angin dan taufan, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, api dan panas-terik,*

hawa sejuk dan dingin, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, kabut dan gerimis,*

halilintar dan awan, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, siang dan malam,*

terang dan gelap, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, seluruh bumi,*

pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan, gunung dan bukit,*

segala yang tumbuh di bumi, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, segala mata air,*

lautan dan sungai, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, segala yang hidup di dalam air,*

unggas di udara, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, binatang buas dan jinak,*

semua manusia, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, umat Israel,*

pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan, para Imam,*

semua pelayanNya, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, orang yang takwa,*

semua yang suci dan rendah hati, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, Ananya, Azarya dan Misael,*

pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Marilah kita memuji Bapa, Putera dan Roh kudus,*

memuji dan meluhurkan Dia selama-lamanya.

(Kidung ini tidak ditutup dengan ‘Kemuliaan’).

Antifon

Semua makhluk akan memperoleh kebebasan mulia anak-anak Allah, alleluya.

Antifon

Kemegahan Tuhan mengatasi langit dan bumi, alleluya.

Mazmur 148 Pujian bagi Tuhan pencipta

Kepada Dia yang duduk di atas takhta dan kepada Anak domba disampaikanlah pujian, hormat, kemuliaan dan kuasa untuk selama-lamanya (Why 5,13)

Pujilah Tuhan dari surga,*

pujilah Dia di angkasa raya!

Pujilah Tuhan, semua malaikatNya,*

pujilah Dia, seluruh bala tentaraNya!

Pujilah Tuhan, matahari dan bulan,*

pujilah Dia, segala bintang yang gemerlapan!

Pujilah Tuhan, langit yang tertinggi,*

dan segala air di atas langit!

Hendaknya semua memuji nama Tuhan;*

Tuhan memberi perintah, maka terciptalah semuanya.

Tuhan menempatkan mereka untuk selama-lamanya,*

ketetapan Tuhan senantiasa berlaku.

Pujilah Tuhan di bumi,*

naga lautan dan segenap samudera raya,

api dan hujan es, salju dan kabut,*

angin badai, yang melaksanakan firmanNya.

Pujilah Tuhan, gunung-gemunung dan segala bukit,*

pohon buah dan segala pohon kayu,

binatang liar dan segala ternak,*

binatang melata dan burung bersayap.

Pujilah Tuhan, para raja di bumi dan segala bangsa,*

para penguasa dan segala suku di dunia;

para memuda dan pemudi,*

kaum tua berserta anak-anak.

Hendaknya mereka memuji nama Tuhan;*

sebab hanya nama Tuhanlah tinggi luhur.

Walaupun kemegahanNya mengatasi langit dan bumi,*

namun Tuhan sudi meningkatkan kekuatan bangsaNya.

Pujilah Tuhan, semua sahabatNya,*

hai Israel, umat yang dekat padaNya.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus, seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang segala abad. Amin

Antifon

Kemegahan Tuhan mengatasi langit dan bumi, alleluya.

BACAAN SINGKAT

(Kis 10,40-43)

Allah telah membangkitkan Yesus pada hari yang ketiga, dan dengan kuasa Allah, Yesus menampakkan diri, bukan kepada seluruh bangsa, tetapi kepada saksi-saksi, yang sebelumnya telah ditunjuk oleh Allah. Kamilah saksi-saksi itu, kami yang telah makan dan minum bersama-sama dengan Dia, setelah Ia bangkit dari alam maut. Kepada kami ditugaskan oleh Allah mewartakan kepada seluruh bangsa dan memberi kesaksian bahwa Yesuslah yang ditentukan Allah menjadi hakim atas orang yang hidup dan yang mati. Tentang Dialah semua nabi memberi kesaksian, bahwa barang siapa percaya kepadaNya akan mendapat pengampunan dosa demi namaNya.

LAGU SINGKAT

P: Kristus, Putera Allah yang hidup, kasihanilah kami,* Alleluya, alleluya.

U: Kristus, Putera Allah yang hidup, kasihanilah kami,* Alleluya, alleluya.

P: Engkau bangkit dari alam maut.

U: Alleluya, alleluya.

P: Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus.

U: Kristus, Putera Allah yang hidup, kasihanilah kami,* Alleluya, alleluya.

Antifon Kidung

Bapa, Aku telah memuliakan Dikau di dunia ini dengan menyelesaikan pekerjaan yang Kautugaskan, alleluya.

KIDUNG ZAKARIA

(Luk 1,68-79)

Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*

sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umatNya.

Ia mengangkat bagi kita seorang penyelamat yang gagah perkasa,*

putera Daud, hambaNya.

Seperti dijanjikanNya dari sediakala,*

dengan perantaraan para nabiNya yang kudus.

Untuk menyelamatkan kita dari musuh-musuh kita,*

dan dari tangan semua lawan yang membenci kita.

Untuk menunjukkan rahmatNya kepada leluhur kita,*

dan mengindahkan perjanjianNya yang kudus.

Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kita,*

akan membebaskan kita dari tangan musuh.

Agar kita dapat mengabdi kepadaNya tanpa takut,*

dan berlaku kudus dan jujur di hadapanNya seumur hidup.

Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah yang mahatinggi,*

sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalanNya.

Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umatNya,*

berkat pengampunan dosa mereka.

Sebab Allah kita penuh rahmat dan belaskasihan,*

Ia mengunjungi kita laksana fajar cemerlang.

Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,*

dan membimbing kita ke jalan damai sejahtera.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus, seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang segala abad. Amin

Antifon Kidung

Bapa, Aku telah memuliakan Dikau di dunia ini dengan menyelesaikan pekerjaan yang Kautugaskan, alleluya.

DOA PERMOHONAN

Kristus, sumber kehidupan, telah dibangkitkan oleh Allah. Kristus juga akan membangkitkan kita dengan kekuatanNya. Marilah kita berdoa:

U: Kristus, kehidupan kami, selamatkanlah kami.

P: Ya Kristus, cahaya yang cemerlang dalam kegelapan, raja kehidupan dan pemberi kesucian kepada semua insan,* semoga kami menjalani hari ini demi kemuliaanMu.

U: Kristus, kehidupan kami, selamatkanlah kami.

P: Tuhan, Engkau telah menempuh jalan penderitaan dan salib,* semoga kami menderita dan mati bersama Engkau, supaya dibangkitkan pula bersama Engkau.

U: Kristus, kehidupan kami, selamatkanlah kami.

P: Putera Bapa, guru dan saudara kami, Engkau telah mengangkat kami menjadi raja dan imam bagi Allah,* semoga kami dengan gembira hati menyampaikan kurban pujian kepadaMu.

U: Kristus, kehidupan kami, selamatkanlah kami.

P: Raja yang mulia, kami menantikan hari penampakanMu yang megah,* agar dapat memandang wajahMu dan menjadi serupa dengan Dikau.

U: Kristus, kehidupan kami, selamatkanlah kami.

BAPA KAMI

Bapa kami yang ada di surga,

dimuliakanlah namaMu.

Datanglah kerajaanMu.

Jadilah kehendakMu di atas bumi seperti di dalam surga.

Berilah kami rezeki pada hari ini.

Dan ampunilah kesalahan kami,

seperti kamipun mengampuni yang bersalah kepada kami.

Dan janganlah masukkan kami ke dalam percobaan,

Tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat. Amin

DOA PENUTUP

Allah, penyelamat kami, kami percaya bahwa Kristus sudah bersatu dengan Dikau dalam keagungan. Semoga Ia selalu menyertai kamu sampai akhir zaman, seperti dijanjikanNya. Sebab Dialah PuteraMu dan  pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Bapa dalam persekutuan Roh Kudus, sepanjang segala masa. Amin.

PENUTUP

P: Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita ke hidup yang kekal.

U: Amin.

 

SUMBER BREVIR HARIAN: IBADAT HARIAN KOMISI LITURGI KWI

28 Mei, St. Germanus dari Paris

Sun, 28/05/2017 - 00:00

 

Autun, Perancis, akhir abad V – Paris, 28 Mei 576

St. Germain-de-Pres adalah salah satu daerah indah di Paris sekarang, di mana terdapat sebuah gereja yang dibangun kembali pada 990. Gereja ini dibangun atas keinginan Raja Childerico, yang kemudian disumbangkan kepada St. Germanus. Waktu itu, beliau menjabat sebagai kepala biara Benediktin San Sinforiano. Ia-lah yang dipilih raja karena karunia menyembuhkan penyakit. Biara di sana menjadi salah satu biara terpenting di Paris, dan menjadi pusat kerohanian. St. Germanus kemudian diangkat menjadi uskup Paris. Ketika ia mati, jenazahnya dimakamkan di gereja tersebut.

sumber dan gambar: Mathon, Gerard. 13 November 2001. Dalam santiebeati.it. Diakses pada 19 Mei 2017.

Gelaran Wayang Diselingi Sajian Tari-tarian

Sat, 27/05/2017 - 23:41

GELARAN Wayang Wahyu dengan lakon Yudas Makabe rehat sejenak setelah tiga jam Ki Dalang Romo Handi Setyanto Pr menggelar drama kemartiran Salomonia dan anak-anaknya di hadapan Raja Antiokus Epifanes.

Dipandu oleh sang dalang sendiri sebagai pembawa acara, suguhan tari-tarian dari berbagai kelompok menyajikan ragam kesenian mulai dari tari tradisional Dayak, tari ngerong Banyumasan, dan tari kontemporer yakni campuran kesenian tradisional dan tari modern. Bahkan goyang Maumere yang sudah dimodifikasi pun ditampilkan.

Orang Muda Katolik (OMK) Cilacap dan Santo Yoseph Purwokerto Timur, kelompok Catholic Family Ministry, anggota Choice Purwokerto, dan para mahasiswa serta mahasiswi dari Akademi Maritim Nusantara Cilacap menjadi pengisi acara yang berhasil menyedot kembali perhatian warga mulai anak-anak hingga dewasa.

“Tak ketinggalan para ibu anggota wirosworo atau paduan suara dari Paroki St. Mikael Gombong yang menyanyikan lagu Nderek Dewi Maria, dan Tombo Ati ala Katolik. Yang membanggakan kali ini grup karawitan Sekar Setaman Kutoarjo yang mengiringi tembang yang mereka bawakan. “Mereka ini teman-teman muslim, lho. Karena itu terima kasih atas kerjasama dan kebaikan mereka,”kata Handi

Pergelaran Wayang Wahyu, Ki Dalang Romo Handi Setyanto Pr

Sat, 27/05/2017 - 19:40

SABTU (27/5) malam ini halaman Gedung Paschalis, Jl. Gereja, Purwokerto, Jawa Tengah dipenuhi warga yang menyaksikan pergelaran Wayang Wahyu dengan lakon Yudas Makabe, sebuah cerita yang diambil dari Kitab Suci.

Romo Agustinus Handi Setyanto Pr, Pastor Paroki Gombong, Jawa Tengah bertindak sebagai Ki Dalang diiringi para sinden dan penabuh gamelan dari Paguyuban Karawitan Sekar Setaman Kutoarjo dengan wiranggono Nyi Rahmawati.

Pejuang besar

Yudas Makabe (atau Yudas Makabeus, bahasa Ibrani: יהודה המכבי, Yehudah HaMakabi) adalah anak lelaki ketiga dari imam Yahudi Matatias. Yudas memimpin pemberontakan Makabe melawan Kerajaan Seleukus (167-160 SM) dan dipuji sebagai salah seorang pejuang terbesar dalam sejarah Yahudi, bersama-sama dengan Yosua, Gideon dan Daud.

Yudas adalah putra ketiga dari Matatias dari keluarga Hasmoni, seorang imam Yahudi dari desa Modiin. Pada 167 SM Matatias, bersama-sama dengan anak-anaknya yang lain, Yehuda, Eleazar, Simon, dan Yonatan, memulai suatu pemberontakan melawan penguasa Seleukus Antiokhus IV Epifanes, yang sejak 175 SM telah mengeluarkan berbagai keputusan yang melarang praktik-praktik keagamaan Yahudi. Setelah kematian Matatias pada 166 SM, Yehuda mengambil alih pimpinan pemberontakan itu sesuai dengan pesan ayahnya sebelum meninggal dunia. Kitab 1 Makabe memuji keberanian dan bakat kemiliteran Yehuda, mengatakan bahwa sifat-sifat tersebut membuat Yehuda sebagai pilihan yang tepat untuk menjadi panglima yang baru.

Pada hari-hari pertama pemberontakan itu, Yehuda mendapatkan nama keluarga Makabe. Beberapa penjelasan telah diajukan tentang nama keluarga ini. Salah satu pendapat mengatakan bahwa nama ini berasal dari kata dalam bahasa Arammaqqaba, “palu”, sebagai pengakuan atas keberaniannya dalam pertempuran. Ada pula kemungkinan bahwa nama Makabe adalah singkatan untuk ayat Torah Mi kamokha ba’elim YHWH, “Siapakah yang seperti Engkau, di antara para allah, ya Yahweh!” (Keluaran 15:11).

Mengingat keunggulan pasukan-pasukan Suriah pada dua tahun pertama pemberontakan ini, strategi Yudas adalah menghindari keterlibatan dengan pasukan regular Dinasti Seleukus, dan mengambil strategi perang gerilya, untuk memberikan kepada mereka rasa tidak aman. Strategi ini memungkinkan Yudas memperoleh serangkaian kemenangan. Di Nahal el-Haramiah, ia mengalahkan sebuah pasukan kecil Suriah di bawah komando Apollonius, yang terbunuh. Yudas merebut pedang Apollonius dan menggunakannya hingga matinya sebagai lambang balas dendam. Setelah Nahal el-Haramiah, banyak pasukan baru yang bergabung untuk mendukung perjuangan Yahudi.

 

Lawan Hoax, Dirjen Bimas Katolik: Ini Langkah Antisipasi Dari Kementerian Agama RI

Sat, 27/05/2017 - 13:15

MIRIFICA.News, Purwokerto – Media online dirasakan begitu mudah membantu  para pengguna berpartisipasi secara cepat dalam menyebarkan berita. Sayangnya, tidak semua berita yang disebarkan berdampak positif bagi masyarakat. Utamanya adalah berita hoax.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik Indonesia, Drs. Eusabius Binsasi mengatakan hal itu saat berbicara sebagai narasumber utama dalam Seminar Nasional Hari Komunikasi Sosial Nasional di Aula STIKOM Yos Sudarso, Sabtu (27/5/2017) di Purwokerto.

Ia mengatakan saaat ini pedagang-pedagang sayur itu seperti mobil penerangan, dia gantung hapnya untuk ikuti perkembangan berita di media sosial. Itu artinya, siapa saja sekarang dapat mengakses berita yang masuk di media sosial, termasuk berita-berita hoax.

Menurutnya,  hoax harus jadi tanggung jawab bersama.

“Semua perlu terlibat bersama melawan hoax,” ujar Eusabius.

Dalam kaitan dengan upaya melawan hoax itu, ia mengatakan saat ini Kementerian Agama Republik Indonesia telah melakukan beberapa langkah strategis. Pertama, Kemenag RI terus berusaha mendorong masyarakat untuk memanfaatkan media sosial secara benar berdasarkan ajaran agama masing-masing. 

Kedua, ia menambahkan, Kemenag RI juga telah mengeluarkan surat edaran yang isinya berupa 9 (sembilan) seruan terkait  ketentuan ceramah-ceramah di rumah-rumah ibadat.

Terkait poin kedua itu, Ia menjelaskan saat ini Kemenag RI bahkan tengah mengkaji beberapa perkembangan untuk membuat standar penceramah yang layak, ada semacam sertifikasi bagi para penceramah. “Melawan Hoax, menjaga hati, hati harus dimanfaatkan untuk menyaring berita yang benar,

Ada larangan dari setiap agama agar tidak berdusat, tidak berbohong, jangan berdusata dan bahkan jangan bersaksi dusta

Ketiga, bahwa pasal 28 ayat 2 UU IT juga telah membuat larangan dan sanksi-sanksi hukkum bagi para penyebar hoax. 

Ia pun mengajak semua peserta untuk menyikapi persoalan hoax secara bersama melalu tindakan nyata dan dalam kerja sama dengan pemerintah. Utamanya bagaimana membangun gerakan komunikasi iman agar memiliki pemahaman dan komitmen pada ajaran Gereja yakni melindungi martabat manusia dan menjaga perdamaian.

Selain itu, ia juga mengajak para pegiat komunkasi agar dapat memberikan pengeritan yang baik soal media komunikasi sosial, dan membantu setiap orang untuk turut berpartisipasi dalam memerangi hoax dan isu-isu intoleransi yang bepontesi menghancurkn bangsa, 

Ditanya Andriani, seorang peserta seminar tentang bagaimana menilai sebuah berita, ia mengatakan agar para mahasiswa dapat belajar memahami satu persoalan dari berbagai aspek. Kalau tidak seperti itu, katanya, apa yang diharapkan mahasiswa tidak berjalan baik.

“Mereka harus mampu beradaptasi dengan situasi dan mampu membedakan mana yang baik dan mana yang tidak baik,”ujarnya.

Lawan Hoaks dengan Hati Nurani

Sat, 27/05/2017 - 13:08

DIRJEN Bimas Katolik Kementerian Agama Eusabius Binsasi mengajak masyarakat untuk menggunakan hati nuraninya masing-masing bila dihadapkan pada berbagai macam berita yang diterimanya utamanya bila itu sifatnya bohong (hoaks) maupun palsu.

“Seperti kata Menteri Agama dalam tulisannya Melawan Hoax Menjaga Hati “Penyebaran pesan-pesan di berbagai media sosial cenderung meningkat dan mengganggu kehidupan bersama utamanya antarumat beragama. Tebaran informasi sampah tanpa verifikasi ini sudah sangat masif,”ujar Eusabius pada seminar puncak Pekan Komunikasi Sosial Nasional ke-51 di Aula STIKOM Purwokerto, Sabtu, (27/5).

Eusabius menyebutkan, tak hanya hoaks yang saat ini marak dan menyebar di media sosial melainkan juga pernyataan palsu yang dibuat meme dari para tokoh. Hasilnya membuat masyarakat mengalami skizofrenia informasi karena sudah menjadi penyakit yang berujung pada lunturnya nurani, hilangnya akal budi. “Yang pintar menjadi orang bodoh,”tegas Eusabius.

Selain Eusabius, tampil juga Pakar Teknologi Informasi Prof. Richardus Eko Indrajit, Wartawan Senior Harian Kompas Trias Kuncahyono dan Direktur Suara Surabaya Errol Jonathans.

Baik Errol maupun Trias yang mewakili media menyebutkan bahwa media mainstream memiliki tahapan-tahapan atau prosedur yang ketat untuk menyajikan sebuah berita sehingga layak disampaikan kepada masyarakat.

“Sayang, media baru sekarang ini justru mengedepankan kecepatan yang bisa jadi melupakan verifikasi. Di tempat kami, para wartawan sendiri harus menjalani pendidikan dan latihan hingga sembilan bulan. Tidak bisa kita hanya belajar dua atau tiga hari terus jadi wartawan hebat. Tidak bisa,”ujar Trias.

Karena itu, Errol menyebutkan, masyarakat seharusnya mengambil sumber dari media mainstream dan bukannya dari media sosial. Setiap wartawan selalu dituntut untuk cek dan ricek, verifikasi serta melakukan validasi. Strategi ini tidak digunakan oleh sebagian besar pengguna media sosial dalam proses penyebaran informasi.

Mengatasi masalah ini, Eko Indrajit menekankan bahwa kita tidak bisa menyalahkan teknologi. “Teknologi yang digunakan manusia untuk mempermudah. Kalau ada penyalahgunaan, jangan salahkan teknologinya atau media sosialnya, tapi salahkan manusianya,”ujar Eko.

Mengutip kata Paus Fransiskus yang menyampaikan pesannya berjudul “Jangan Takut Aku Bersertamu, Komunikasikan Harapan dan Iman” di Hari Komunikasi Sedunia yang jatuh pada hari Minggu, 28 Mei tahun ini, yang menentukan hitam putih medsos adalah pribadi di belakang teknologi. “Kalau orang itu baik maka kebaikan yang disebarkan saat mereka bermain di media sosial. Kalau orang itu jahat, maka kejahatannya bisa makin canggih dan tersebar.”tegas Eko.

 

 

Dirjen Bimas Katolik : Tak Hanya Hoaks, Plesetan Pernyataan Palsu Juga Beredar

Sat, 27/05/2017 - 12:18

MEDIA sosial saat ini menjadi wadah yang empuk  bagi menyebarnya berita hoaks dan isu-isu yang terkait dengan intoleransi. “Bahkan bukan hanya hoaks melainkan plesetan  pernyataan palsu para tokoh yang dibuat meme, menyebar kencang lewat berbagai media dan grup-grup WA (whatsapp),”ujar Dirjen Bimas Katolik Kementerian Agama Eusabius Binsasi pada seminar sehari puncak Pekan Komunikasi Sosial Nasional ke-51, di Aula STIKOM Yos Sudarso, Purwokerto, Sabtu (27/5/2017).

Penyebaran pesan melalui berbagai media terutama media sosial akhir-akhir ini meningkat dan cenderung mengganggu kehidupan bersama termasuk dalam kehidupan antarumat beragama.  “Orang mengalami yang namanya skizofrenia informasi, penyakit yang sudah sangat mengganggu karena berujung pada lunturnya nurani, hilangnya budi. Yang pintar seolah menjadi orang bodoh,”ujar Eus, demikian pria asal Flores ini disapa.

Karena itu dalam kaitannya dengan hoaks dan berita palsu, bukan hanya tanggung jawab pemerintah melainkan juga masyarakat. Pemerintah dalam hal ini Kemenag, kata Eus, sudah membuat banyak hal terkait dengan hoaks, plesetan, dan masalah informasi ini.

“Kemenag terus berupaya agar seluruh masyarakat memanfaatkan medsos secara bijak dengan menggunakan landasan agama masing- masing,”ujar Eus.

Menteri Agama, kata Eus bahkan telah mengirimkan seruan atau surat edaran berisi sembilan ketentuan ceramah agama untuk semua agama untuk membendung dan membatasi tersebarnya berita yang tidak benar. Bahkan, kemenag saat ini dikatakan Eus tengah mengkaji dimungkinkannya standarisasi dan sertifikasi bagi penceramah agama.

“Menteri agama juga pernah menulis status di twitter ‘Melawan Hoax Menjaga Hati’ yang
mengajak masyarakat agar memanfaatkan hati untuk menyaring hal yang tidak benar,”ujar Eus.

Pages