Mirifica.net

Subscribe to Mirifica.net feed Mirifica.net
Bishops' Conference of Indonesia
Updated: 2 hours 22 min ago

16 Hari Penuh Cinta: “Kampanye Kesetaraan Antara Laki-Laki dan Perempuan Sebagai Citra Allah”

Fri, 24/11/2017 - 09:11
Kesetaraan antara laki-laki dan perempuan sebagai Citra Allah adalah kehendak Allah. Tapi dalam praktek kehidupan sehari-hari, sering berbeda dengan rencana Allah. Butuh kesadaran yang harus dimulai dari keluarga untuk mempraktekkan kesetaraan.

HARGAI SETIAP PEKERJAAN

Setiap jenis kerja adalah sama pentingnya. Kerja rumah tangga dan kerja kantor memiliki nilai yang setara dalam menunjang keberlangsungan hidup keluarga. Namun kerja rumah tangga seringkali dianggap remeh dan menjadi tanggung jawab perempuan saja. Bukankah pekerjaan merawat anak-anak , dan segala macam kerja rumah tangga adalah bagian dari karya merawat dan mengembangkan kehidupan? Tuhan pasti tidak bermaksud bahwa pekerjaan tersebut hanya untuk kaum perempuan. Jika jumlah jam kerja rumah tangga dihitung secara profesional maka nilai rupiah yang harus dibayarkan menjadi dua kali lipat dari UMR. Dalam Kampanye Kesetaraan Perempuan dan Laki-Laki sebagai Citra Allah, Suami-Isteri, dan anak-anak diajak untuk berbagi peran dalam melaksanakan kerja rumah tangga. Lewat kerja rumah tangga, anggota keluarga saling melayani dan belajar mengharagai pekerjaan Rumah Tangga.

HARGAI PASANGAN & ANAK

Tuhan menciptakan laki-laki, ketika Dia menjadi perempuan dari tulang rusuk manusia. Penciptaan dari tulang rusuk tidak dapat menjadi alasan untuk merendahkan perempuan dan menempatkannya di bawah laki-laki.

Perjalanan hidup berkeluarga pada umumnya penuh dengan tantangan. Menghargai pasangan dan anak adalah  salaah satu  kunci yang membuat keluarga tetap mampu bertahan menghadapi segala tantangan. Untuk menguat saling menghargai  antar anggota keluarga maka kami mengajak keluarga-keluarga membiasakan mempraktekkan 3 bahasa cinta dalam kehidupan sehari-hari di dalam dan di luar rumah. Ketiga bahasa cinta itu adalah, TERIMA KASIH, MINTA TOLONG, DAN MINTA MAAF. Maaf adalah kata sakti yang perlu dibiasakan dalam komunikasi sehari-hari dengan pasangan dan anak sebagai wujud saling menghargai.

PUASA GADGET UNTUK DIALOG KELUARGA

Keluarga di era digital menghadapi tantangan yang beragam. Salah satunya dalah sulitnya terjalin komunikasi yang berkwalitas dalam keluarga, karean masing-masing sibuk dengan HP dan gadgetnya. Maka dalah gerakan bersama ini, Sekretariat Gender KWI mengajak keluarga-keluarga untuk menyisihkan waktu guna mengadakan dialog di dalam keluarga. Untuk itu, dianjurkan setiap anggota keluarga dapat meluangkan satu hari dengan berpuasa HP atau Gadget.

TENTANG 16 HARI KAMPANYE ANTI KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN

Kampanye 156 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan (16 Days of Activism Against Violence ) adalah kampanye Internasional gender. Kampanye ini dimulai pada tanggal 25 November yang bertepatan dengan Hari Internasional untuk Penghapusan Kekerasan terhadap Perempuan sampai dengan 10 Desember sebagai Hari Hak Asasi Manusia (HAM) Internasional. Pemilihan tanggal ini sebagai strategi untuk menghubungkan antara kekerasan berbasis gender sebagai pelanggaran hak asasi manusia.

Indonesia adalah salah satu dari 192 negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa yang menandatangani berbagai dokumen konvensi Internasional yang artinya bersedia untuk mengadakan berbagai upaya untuk memperbaiki kualitas hidup warganya. Sembilan konvensi sudah ditandatangani bahkan diratifikasi dalam undang-undang oleh Negara dan semua pihak yang bersentuhan langsung dengan masyarakat khususnya perempuan dan anak.

Gereja, ahli dalam kemanusiaan, mempunyai minat abadi terhadap apapun yang menyangkut laki-laki dan perempuan. Setelah Konsili Vatikan II, ajaran-ajaran Gereja senantiasa menekankan bahwa laki-laki dan perempuan diciptakan setara menurut citra Allah (Bdk. Kej 1:26-27). Perbedaan laki-laki dan perempuan dikehendaki Allah karena mempunyai makna yang dalam dan tujuan yang khas, yakni untuk mengembangkan kehidupan. Laki-laki dan perempuan diciptakan untuk saling melengkapi dan memperkaya serta dipanggil untuk membangun relasi yang penuh kasih (Surat Gembal KWI Tahun 2004).

Dengan tema kampanye tahun 2017 “Kedamaian di Rumah Membawa Kedamaian Dunia”  (From Peace in The Home to Peace in The World: Make Education Safe for All), kami mengajak seluruh umat beriman untuk ikut terlibat dalam kampanye di Keuskupan, Paroki dan Lingkungan sesuai dengan konteks permasalahan yang dihadapi. Tujuannya adalah untuk meningkatkan pemahaman mengenai kekerasan berbasis gender sebagai isu HAM; meningkatkan kerjasama untuk mengupayakan penghapusan kekerasan terhadap perempuan dan anak; menunjukkan solidaritas kelompok perempuan sedunia dalam melakukan upaya penghapusan segala bentuk kekerasan terhadap perempuan.

Artikel ini dikirim oleh Sekretariat Gender dan Pemberdayaan Perempuan (SGPP) Konferensi Waligereja Indonesia

 

 

Brevir Pagi, Jumat, 24 November 2017 PEKAN BIASA XXXIII – O PEKAN I Pw S. Andreas Dung Lac, ImdkkMrt (M)

Fri, 24/11/2017 - 04:00
PEMBUKAAN
P: Ya, Allah, bersegeralah menolong aku.
U: Tuhan, perhatikanlah hambaMu.
Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus, seperti pada permulaan, sekarang dan sepanjang segala abad. Amin
Alleluya.MADAH
Marilah kita bernyanyi
Dengan gembira memuji
Kejayaan para kudus
Yang dibunuh demi Kristus.

Berkat imannya yang kuat
Dan dibantu oleh rahmat
Mereka bertekad bulat
Setya sampai akhir hayat.

Meskipun diancam maut
Tidaklah mereka takut
Sebab Tuhan mendampingi
Dengan kuasa ilahi.

Mari mohon pada Tuhan
Agar kita digabungkan
Pada rombongan pahlawan
Sepanjang segala zaman. Amin.

PENDARASAN MAZMUR

Antifon
Ya Tuhan, terimalah kurban sejati di atas mesbahMu.

Mazmur 50 (51)

Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setiaMu,*
menurut besarnya rahmatMu, hapuskanlah kesalahanku.

Bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku,*
dan cucilah aku dari dosaku.

Kusadari pelanggaranku,*
dosaku selalu membayang di hadapan mataku.

Terhadap Engkau, terhadap Engkaulah aku berdosa,*
yang jahat di hadapanMu kulakukan.

Jadi ternyata Engkau adil bila menghukum aku,*
dan tepatlah keputusanMu.

Sungguh aku dilahirkan dalam kesalahan,*
dan dalam dosa aku dikandung ibu.

Sungguh Engkau berkenan akan ketulusan hati,*
Engkau meresapkan kebijaksanaan ke dalam batinku.

Bersihkanlah aku, agar aku jadi murni,*
basuhlah aku agar jadi putih melebihi salju.

Sampaikanlah kabar sukacita kepadaku,*
semoga hati yang Kauremukkan bersorak gembira.

Palingkanlah wajahMu dari dosaku,*
hapuskanlah segala kesalahanku.

Ciptakanlah hati murni bagiku, ya Allah,*
baharuilah semangat tabah dalam batinku.

Janganlah Kaubuang aku dari hadapanMu,*
janganlah Kauambil rohMu yang kudus dari padaku.

Kembalikanlah kepadaku kegembiraan atas keselamatanMu,*
dan berilah aku semangat yang rela.

Maka aku akan mengajarkan sikap hatiMu kepada orang berdosa,*
supaya mereka kembali kepadaMu.

Lepaskanlah aku dari dosa pembunuhan, ya Allah penyelamatku,*
maka aku akan memashyurkan keadilanMu.

Ya Tuhan, sudilah membuka bibirku,*
supaya mulutku mewartakan pujianMu.

Engkau tak berkenan akan kurban sembelihan,*
kurban bakar yang kupersembahkan, tidak Kausukai.

Persembahan kepada Allah, ialah jiwa yang menyesal,*
hati remuk redam takkan Kautolak.

Kemuliaan kepada Bapa dan putera dan Roh Kudus.
Seperti pada permulaan sekarang, selalu dan sepanjang segala abad. Amin.

Antifon
Ya Tuhan, terimalah kurban sejati di atas mesbahMu.

Antifon
Seluruh keturunan Israel dinyatakan benar oleh Tuhan dan dimuliakan.

Yes 45,15-26

Sungguh, Engkaulah Allah yang tersembunyi,*
Allah Israel, penyelamat.

Semua penyembah berhala malu tersipu-sipu,*
pergilah mereka penuh kehinaan.

Tetapi Israel diselamatkan Tuhan,*
dengan keselamatan kekal.

Kamu tak akan malu tersipu-sipu,*
untuk selama-lamanya.

Sebab demikianlah firman Tuhan, pencipta langit,*
Dialah Allah yang membentuk dan mengalaskan bumi.

Ia tidak menciptakan bumi kosong.*
tetapi sebagai kediaman manusia:

“Akulah Tuhan, tiada yang lain,†
Aku tidak berbicara sembunyi-sembunyi,*
tidak pernah di tempat yang gelap.

Tidak pernah Aku berkata kepada keturunan Yakub,†
‘sia-sialah kamu mencari Aku’.*
Akulah Tuhan yang berkata benar dan memberitahukan yang lurus.

Berhimpun dan marilah, kamu semua,*
yang diselamatkan dari antara sekalian bangsa.

Bodohlah orang, yang mengusung berhala dari kayu,*
yang berseru kepada dewa yang tidak mampu menyelamatkan.

Beritahukanlah dan kemukakanlah buktinya, bermufakatlah bersama,†
‘Siapakah dari sediakala memaklumkan masa depan?*
Siapa yang sudah lama memberitahukannya?’

Bukankah Aku, Tuhanmu yang memberitahukannya,†
tiada Allah lain kecuali Aku,*
kecuali Aku tak ada Allah yang benar dan menyelamatkan.

Bertobatlah kepadaKu untuk diselamatkan,*
hai segala ujung bumi.

Akulah Allah, tiada yang lain,†
Aku bersumpah demi diriKu sendiri,*
dari mulutKu keluarlah sabda jujur yang tak terbatalkan ini:

‘KepadaKu segala lutut bertekuk,*
demi Aku semua lidah bersumpah’.

Setiap orang akan berkata: Hanya pada Tuhanlah,*
kemenangan dan kekuatan.

KepadaNya kembali dengan malu,*
yang dulu melawan Dia.

Oleh Tuhan seluruh keturunan Israel,*
dinyatakan benar dan dimuliakan”.

Kemuliaan kepada Bapa dan putera dan Roh Kudus.
Seperti pada permulaan sekarang, selalu dan sepanjang segala abad. Amin.

Antifon
Seluruh keturunan Israel dinyatakan benar oleh Tuhan dan dimuliakan.

Antifon
Marilah menghadap Tuhan dengan sukaria.

Mazmur 99 (100)

Bersorak-sorailah bagi Tuhan, hai seluruh bumi,*
berbaktilah kepadaNya dengan gembira.

Marilah menghadap Tuhan dengan sukaria,*
ketahuilah bahwa Tuhan itu Allah.

Dialah pencipta, dan kita milikNya,*
kita umatNya, domba penggembalaanNya.

Masukilah pintu gerbangNya dengan lagu syukur,*
pelataranNya dengan puji-pujian.

Bersyukurlah kepadaNya, pujilah namaNya,*
sebab Tuhan itu baik.

Cinta kasihNya tetap selama-lamanya,*
dan kesetiaanNya turun-temurun.

Kemuliaan kepada Bapa dan putera dan Roh Kudus.
Seperti pada permulaan sekarang, selalu dan sepanjang segala abad. Amin.

Antifon
Marilah menghadap Tuhan dengan sukaria.

BACAAN SINGKAT
(2Kor 1,3-5)

Terpujilah Allah Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, Bapa yang penuh belaskasihan dan Allah sumber segala penghiburan. Ia menghibur kita dalam segala penderitaan, sehingga kita sanggup menghibur semua orang yang ditimpa bermacam-macam penderitaan, dengan penghiburan yang kita terima sendiri dari Allah. Sebab sebagaimana penderitaan Kristus melimpah dalam diri kita, demikian pula berlimpahlah penghiburan kita demi Kristus.

LAGU SINGKAT
P: Orang-orang jujur hidup,* Untuk selama-lamanya.
U: Orang-orang jujur hidup,* Untuk selama-lamanya.
P: Dan Tuhanlah ganjaran mereka.
U: Untuk selama-lamanya.
P: Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh kudus.
U: Orang-orang jujur hidup,* Untuk selama-lamanya.

Ant.Kidung: Berbahagialah orang yang dianiaya karena taat kepada Tuhan, sebab bagi mereka kerajaan Allah.

KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)

Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*
sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umatNya.

Ia mengangkat bagi kita seorang penyelamat yang gagah perkasa,*
putera Daud, hambaNya.

Seperti dijanjikanNya dari sediakala,*
dengan perantaraan para nabiNya yang kudus.

Untuk menyelamatkan kita dari musuh-musuh kita,*
dan dari tangan semua lawan yang membenci kita.

Untuk menunjukkan rahmatNya kepada leluhur kita,*
dan mengindahkan perjanjianNya yang kudus.

Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kita,*
akan membebaskan kita dari tangan musuh.

Agar kita dapat mengabdi kepadaNya tanpa takut,*
dan berlaku kudus dan jujur di hadapanNya seumur hidup.

Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah yang mahatinggi,*
sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalanNya.

Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umatNya,*
berkat pengampunan dosa mereka.

Sebab Allah kita penuh rahmat dan belaskasihan,*
Ia mengunjungi kita laksana fajar cemerlang.

Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,*
dan membimbing kita ke jalan damai sejahtera.

Ant.Kidung: Berbahagialah orang yang dianiaya karena taat kepada Tuhan, sebab bagi mereka kerajaan Allah.

DOA PERMOHONAN
Saudara-saudara, para martir wafat demi sabda Allah. Marilah kita memuji penebus kita, saksi yang setia, dan berkata:
U: Engkau telah menebus kami dengan darahMu.

Ya Tuhan, para martirMu rela mati untuk memberi kesaksian tentang iman mereka,* berikanlah kebebasan rohani kepada kami.

Para martirMu mengakui iman mereka sampai menumpahkan darahnya,* berilah kami kemurnian dan keteguhan iman.

Para martirMu mengikuti jejakMu dengan memanggul salib mereka,* semoga kami dengan berani menanggung kesukaran-kesukaran hidup.

Para martirMu membasuh pakaian mereka dalam darah Anakdomba,* semoga kami mengalahkan serangan hawa nafsu dan bujukan dosa.

BAPA KAMI
Bapa kami yang ada di surga,
dimuliakanlah namaMu.
Datanglah kerajaanMu.
Jadilah kehendakMu di atas bumi seperti di dalam surga.
Berilah kami rezeki pada hari ini.
Dan ampunilah kesalahan kami,
seperti kamipun mengampuni yang bersalah kepada kami.
Dan janganlah masukkan kami ke dalam percobaan,
Tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat. Amin

DOA PENUTUP
Allah yang kekal dan kuasa, berkat rahmatMu, santo Andreas Dung Lac dan kawan-kawan sudah rela menderita sengsara dan berani mati demi Kristus. Tolonglah kami, orang yang lemah ini, agar kamipun seumur hidup berani mengakui namaMu yang kudus. Demi Yesus Kristus, Puteramu dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persekutuan Roh kudus, sepanjang segala masa. Amin.

PENUTUP
P: (+) Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita ke hidup yang kekal.
U: Amin.

Sumber : Ibadat Harian Komisi Liturgi KWI

  

24 November St. Protasius

Fri, 24/11/2017 - 00:00

 

Uskup kedelapan Milan ini dibunuh bersama saudaranya, Gervasius.

Sumber dan gambar: Rimoldi, Antonio. 24 November 2008. Dalam santiebeati.it. Diakses pada 12 November 2017

Renungan Harian, Jumat: 24 November 2017, Luk. 19: 45-46

Thu, 23/11/2017 - 19:00

INDAKAN revolusioner itu harganya mahal. Keberanian Yesus untuk membersihkan Bait Allah dari praktik-praktik kecurangan dan ketidakadilan membuat Ia semakin dibenci oleh para Imam dan pemimpin bangsa Yahudi. Tindakan Yesus mengganggu stabilitas kenyamanan dan kemapanan para pemimpin tersebut. Sementara nuansa yang sangat berbeda ditampilkan oleh Kitab Makabe. Di sana digambarkan sukacita bangsa Israel karena Bait Allah yang telah selesai dibangun dan betapa mereka penuh semangat untuk menghias Bait Allah tersebut dengan ornamen-ornamen indah sebagai persembahan bagi Allah.

Dulu orang Israel penuh sukacita atas Bait Allah karena itu berarti Allah berdiam bersama mereka. Di zaman Yesus, sukacita itu berganti dengan ketidakadilan dan kecurangan yang membuat Bait Allah bagaikan sarang penyamun.

Yesus mengingatkan orang Israel supaya bertobat dan kembali kepada sukacita yang pada masa lalu dialami leluhur mereka. Tetapi pertobatan memang bukan perkara sederhana. Ketika manusia berniat untuk bertobat, ia harus berani mengubah dirinya secara revolusioner. Masalahnya, itu berarti harus mengorbankan kemapanan dan kenyamanan diri. Di sinilah tantangan bagi orang beriman. Beranikah kita mengubah cara hidup, membangun habitus baru untuk hidup seturut kehendak Allah? Atau kita memilih bertahan dengan segala kenyamanan seperti mereka yang menolak Yesus?

Tuhan Yesus, cairkanlah hatiku yang beku dan tuntunlah aku kepada pertobatan yang sejati. Amin.

Renungan Harian ini diambil dari Buku “Ziarah Batin 2017”, Diterbitkan oleh Penerbit OBOR, Jakarta

 

 

Brevir Sore, Kamis: 23 November 2017 Pekan Biasa XXXIII – O PEKAN I – HARI BIASA

Thu, 23/11/2017 - 16:00

PEMBUKAAN
P: Ya, Allah, bersegeralah menolong aku.
U: Tuhan, perhatikanlah hambaMu.
Kemuliaan kepada Bapa dan putera dan Roh Kudus.
Seperti pada permulaan sekarang, selalu dan sepanjang segala abad. Amin.
Alleluya.

MADAH
Yesus Kristus Putra Bapa
Yang menjadi manusia
Kaulah cahaya dunia
Yang mencerahkan semua.

Bila semuanya lenyap
Engkau akan tinggal tetap
Bila segalanya musnah
Engkau tetap berkuasa.

Bila fajar tampil lagi
Terbit hari yang abadi
Kau meraja selamanya
Berjaya bersama Bapa. Amin.

PENDARASAN MAZMUR

Antifon
Ya Tuhan, aku berseru, dan Engkau menyembuhkan daku; Engkau kupuji selama-lamanya.

Mazmur 29 (30)

Aku akan memuliakan Dikau, ya Tuhan, sebab Engkau membebaskan daku,*
dan tidak membiarkan musuh bersukacita atas kemalanganku.

Ya Tuhan, Allahku, aku berseru,*
dan Engkau telah menyembuhkan daku.

Hidupku telah Kauselamatkan dari alam maut, ya Tuhan,*
nyawaku Kaubebaskan dari liang kubur.

Bernyanyilah bagi Tuhan, hai orang yang dikasihiNya,*
persembahkan syukur kepada namaNya yang kudus.

Sesaat saja Tuhan murka, tetapi baik hati seumur hidup,*
semalam saja aku menangis, fajar membawa sukacita.

Semasih aku sejahtera, aku berkata ,*
“Aku takkan goyah untuk selama-lamanya”.

Tuhan, tatkala Engkau berkenan, aku kuat dan aman,*
kini Kaupalingkan wajahMu dari padaku, maka tak berdayalah aku.

KepadaMu, ya Tuhan, aku berseru,*
Tuhanku, kasihanilah aku.

Apa gunanya bagiMu, jika nyawaku dicabut?*
Apa gunanya, jika aku turun ke dalam liang kubur?

Dapatkah debu memuliakan Dikau,*
atau mewartakan kesetiaanMu?

Dengarkanlah, ya Tuhan, kasihanilah aku,*
Tuhan, jadilah penolong bagiku.

Ratapku telah Kaujadikan tarian gembira,†
pakaian kabungku Kautanggalkan,*
pakaian pesta Kaukenakan padaku.

Maka aku bernyanyi bagiMu, dan takkan diam lagi,*
Tuhan Allahku, Engkau kupuji selama-lamanya.

Kemuliaan kepada Bapa dan putera dan Roh Kudus.
Seperti pada permulaan sekarang, selalu dan sepanjang segala abad. Amin.

Antifon
Ya Tuhan, aku berseru, dan Engkau menyembuhkan daku; Engkau kupuji selama-lamanya.

Antifon
Berbahagialah orang, bila kejahatannya tidak diperhitungkan Tuhan.

Mazmur 31 (32)

Berbahagialah orang, bila dosanya diampuni,*
dan kesalahannya dihapus oleh Tuhan.

Berbahagialah orang, bila kejahatannya tidak diperhitungkan Tuhan,*
dan tulus ikhlas hatinya.

Selama kusembunyikan dosaku, batinku tertekan,*
dan aku mengeluh sepanjang hari.

Siang malam aku sangat Kautekan,*
tenagaku lenyap, bagaikan diisap udara yang panas.

Maka kuakui dosaku di hadapanMu,*
dan kesalahanku tidak kusembunyikan.

Aku berkata: “Kuakui segala dosaku di hadapan Tuhan”,*
maka semua kesalahanku Kauampuni.

Sebab itu hendaknya orang saleh berdoa kepadaMu,*
di waktu kesesakan.

Bila terjadi banjir besar,*
ia tak akan dilanda.

Engkaulah pelindungku dalam kesesakan,*
Engkau membebaskan dan menggembirakan daku.

“Aku akan menunjukkan jalan yang harus kautempuh,*
Aku akan menasihati dan mendampingi engkau.

Jangan berlaku seperti kuda atau keledai yang tak berakal,*
yang harus dikendalikan dengan kekang”.

Nasib orang berdosa sengsara belaka,*
tetapi orang yang percaya kepada Tuhan dilimpahi kasih setia.

Bersorak gembiralah dalam Tuhan, hai orang saleh,*
bersorak-sorailah, hai orang jujur.

Kemuliaan kepada Bapa dan putera dan Roh Kudus.
Seperti pada permulaan sekarang, selalu dan sepanjang segala abad. Amin.

Antifon
Berbahagialah orang, bila kejahatannya tidak diperhitungkan Tuhan.

Antifon
Allah memberi Kristus kekuasaan, kehormatan dan kerajaan, dan semua bangsa mengabdi kepadaNya.

Why 11,17-18;12,10-12

Kami mengucap syukur kepadaMu, ya Tuhan,*
Allah yang mahakuasa, yang ada dahulu dan sekarang.

Sebab Engkau telah memangku kekuasaanMu yang besar,*
dan mulai memerintah sebagai raja.

Semua bangsa marah,†
maka tibalah kemurkaanMu,*
tibalah saat orang mati dihakimi.

Dan tibalah saat memberi ganjaran kepada para hambaMu,†
yaitu para nabi, para kudus dan semua orang takwa,*
baik yang kecil maupun yang besar.

Sekarang telah tiba keselamatan,†
kekuatan dan pemerintahan Allah kita,*
telah tiba kekuasaan raja yang diurapiNya.

Karena si pendakwa, saudara-saudara kita telah dijatuhkan,*
yang mendakwa mereka siang malam di hadapan Allah kita.

Tetapi mereka mengalahkan dia berkat darah Anakdomba,*
dan berkat kesaksian mereka.

Mereka tidak segan-segan mempertaruhkan nyawanya,*
oleh karena itu bersukacitalah, hai surga dan para penghuninya.

Kemuliaan kepada Bapa dan putera dan Roh Kudus.
Seperti pada permulaan sekarang, selalu dan sepanjang segala abad. Amin.

Antifon
Allah memberi Kristus kekuasaan, kehormatan dan kerajaan, dan semua bangsa mengabdi kepadaNya.

BACAAN SINGKAT
(1 Ptr 1,6-9)
Hendaknya kamu gembira, biarpun kini harus berdukacita karena mengalami bermacam-macam percobaan. Memang perlu kamu dicobai, agar terbukti bahwa kepercayaanmu tahan uji. Bukankah kepercayaanmu lebih berharga daripada emas yang diuji dengan api, supaya murni. Maka kamu akan mendapat pujian dan kemuliaan serta hormat pada hari penampakan Yesus Kristus. Biarpun tidak dapat melihat Dia sekarang, toh kamu percaya dan mengasihiNya. Dari sebab itu kamu bergembira dengan sukacita yang tak terkatakan, sebab sudah mulai menikmati kebahagiaan surgawi dan akan mencapai tujuan kepercayaanmu, yakni keselamatan.

LAGU SINGKAT
P: Tuhan memberi kita makanan,* Yang paling lezat.
U: Tuhan memberi kita makanan,* Yang paling lezat.
P: Ia memuaskan kita dengan madu terbaik.
U: Yang paling lezat.
P: Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus.
U: Tuhan memberi kita makanan,* Yang paling lezat.

Antifon Kidung
Tuhan menurunkan orang yang berkuasa dari takhta, dan mengangkat yang hina-dina.

KIDUNG MARIA
(Luk 1,46-5)
Aku mengagungkan Tuhan,*
hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.

Sebab Ia memperhatikan daku,*
hambaNya yang hina ini.

Mulai sekarang aku disebut: yang bahagia,*
oleh sekalian bangsa.

Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang mahakuasa,*
kuduslah namaNya.

Kasih sayangNya turun-temurun,*
kepada orang yang takwa.

Perkasalah perbuatan tanganNya,*
dicerai-beraikanNya orang yang angkuh hatinya

Orang yang berkuasa diturunkanNya dari takhta,*
yang hina-dina diangkatnya.

Orang lapar dikenyangkanNya dengan kebaikan,*
orang kaya diusirNya pergi dengan tangan kosong

Menurut janjiNya kepada leluhur kita,*
Allah telah menolong Israel, hambaNya.

Demi kasih sayangNya kepada Abraham serta keturunannya,*
untuk selama-lamanya.

Kemuliaan kepada Bapa dan putera dan Roh Kudus.
Seperti pada permulaan sekarang, selalu dan sepanjang segala abad. Amin.

Antifon Kidung
Tuhan menurunkan orang yang berkuasa dari takhta, dan mengangkat yang hina-dina.

DOA PERMOHONAN
Marilah kita memuji Allah, pembantu kita dan dasar seluruh harapan kita. Hendaklah kita berdoa dengan penuh bakti:
U: Pandanglah putera-puteraMu, ya Tuhan.

Tuhan Allah kami, Engkau telah mengikat perjanjian abadi dengan umatMu,* semoga kami tetap mengenangkan karyaMu yang agung.

Sempurnakanlah para imam dalam cintakasihMu,* dan berkatilah umatMu senantiasa agar tetap sehati-sejiwa.

Semoga kami membangun dunia ini bersama Engkau,* dan janganlah usaha kami sia-sia.

Utuslah pekerja-pekerja ke panenanMu,* agar namaMu semakin dijunjung tinggi oleh para bangsa.

Terimalah arwah sanak saudara dan kaum kerabat kami ke dalam kalangan para kudusMu,* dan satukanlah kami juga kelak dengan mereka.

BAPA KAMI
Bapa kami yang ada di surga,
dimuliakanlah namaMu.
Datanglah kerajaanMu.
Jadilah kehendakMu di atas bumi seperti di dalam surga.
Berilah kami rezeki pada hari ini.
Dan ampunilah kesalahan kami,
seperti kamipun mengampuni yang bersalah kepada kami.
Dan janganlah masukkan kami ke dalam percobaan,
Tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat. Amin

DOA PENUTUP
Ya Allah, Engkau menyinari malam dengan cahayaMu, dan sesudah gelap Kauterbitkan terang. Semoga kami menempuh malam ini tanpa gangguan setan, supaya besok pagi dapat menghadap Engkau untuk mengucapkan syukur kepadaMu. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persekutuan Roh Kudus, sepanjang segala masa. Amin

PENUTUP
P: Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita ke hidup yang kekal.
U: Amin.

 

Sumber : Ibadat Harian Komisi Liturgi KWI

Pesan Natal Bersama PGI-KWI 2017

Thu, 23/11/2017 - 10:47

PESAN NATAL BERSAMA
PERSEKUTUAN GEREJA-GEREJA DI INDONESIA (PGI)
DAN KONFERENSI WALIGEREJA INDONESIA (KWI)
TAHUN 2017

“Hendaklah Damai Sejahtera Kristus Memerintah Dalam Hatimu!”
(Kol. 3:15a)

Saudara-saudari terkasih dalam Kristus,
Natal adalah perayaan kelahiran Sang Juru Selamat dan Raja Damai. Perayaan ini mengajak kita untuk menyimak kembali pesan utamanya. Karena kasih-Nya yang begitu besar kepada manusia, Allah telah mengutus Putra-Nya ke dunia (bdk. Yoh 3:16). Putra-Nya itu mengosongkan diri sehabis-habisnya dan menjadi manusia seperti kita (bdk. Flp 2:7). Ia datang untuk memberi kita hidup yang berkelimpahan (bdk. Yoh 10:10). Ia, yang adalah Raja Damai dan Imanuel, Allah-beserta-kita, datang untuk membawa damai sejahtera kepada dunia, seperti yang diwartakan para malaikat kepada para gembala,Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi, dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya (Luk 2:14).
Bagi kita umat Kristiani, kelahiran Sang Raja Damai merupakan suatu momentum untuk membaharui hidup pribadi maupun hidup bersama. Sebagai umat beriman, yang dilahirkan kembali, kita harus membuka diri agar damai sejahtera Kristus benar-benar memerintah dalam hati kita (bdk. Kol 3:15a). Kita mendambakan damai sejahtera, baik dalam hidup pribadi maupun dalam hidup bersama. Kita merindukan suatu bumi yang penuh damai dan umat manusia yang makin bersaudara. Hanya dengan demikian, kita akan mengalami sukacita sejati.
Saudara-saudari terkasih dalam Kristus,
Sudah sepatutnya kita semua berusaha menemukan makna dan relevansi perayaan Natal bagi kita umat Kristiani dan bagi bangsa Indonesia. Perayaan Natal seharusnya menjadi momentum indah bagi kita untuk menyadari kembali tugas perutusan serta komitmen kita, sebagai elemen bangsa dan negara tercinta ini. Kondisi dan situasi bangsa Indonesia saat ini merupakan tantangan sekaligus panggilan bagi kita untuk merenungkan dan menarik secara lebih seksama makna dari seruan Santo Paulus, “Hendaklah damai sejahtera Kristus memerintah dalam hatimu, karena untuk itulah kamu telah dipanggil menjadi satu tubuh. Dan bersyukurlah” (Kol 3:15a). Kata-kata Paulus ini seharusnya mendorong kita untuk terus-menerus mengupayakan terwujudnya damai sejahtera, karena hanya dengan demikian kita memahami makna sejati Natal.
Sebagai anak-anak Allah, sumber damai kita, kita harus mewujudkan komitmen kristiani kita, yakni menjadi pembawa damai (bdk. Mt 5:9).
Saat ini kita sedang cemas. Persatuan kita sebagai bangsa Indonesia sedang terancam perpecahan. Keresahan dan kecemasan itu semakin terasa beberapa tahun belakangan ini. Ada pihak-pihak yang, entah secara samar-samar atau pun secara terang-terangan, tergoda untuk menempuh jalan dan cara yang berbeda dengan konsensus dasar kebangsaan kita, yaitu Pancasila. Hal itu terlihat dalam banyak aksi dan peristiwa: dalam persaingan politik yang tidak sehat dan yang menghalalkan segala cara, dalam fanatisme yang sempit, bahkan yang tidak sungkan membawa-bawa serta agama dan kepercayaan, dan dalam banyak hal lainnya. Dengan demikian, hasrat bangsa kita untuk menciptakan damai sejahtera menjadi sulit terwujud.
Cita-cita luhur bangsa Indonesia, sebagaimana diungkapkan dalam Pembukaan UUD 1945, untuk menciptakan persatuan, keadilan sosial dan damai sejahtera, bukan saja di antara kita, tetapi juga di dunia, masih perlu kita perjuangkan terus bersama-sama. Sistem dan mekanisme demokrasi masih perlu kita tata dan benahi terus agar mampu mewujudkan secara efektif cita-cita bersama kita. Tentu saja hal ini tidaklah mudah.
Sebagai elemen bangsa, yang adalah kawanan kecil, kita, umat Kristiani tidak mampu menyelesaikan semua persoalan yang kita hadapi hanya dengan mengandalkan kekuatan sendiri. Inilah saatnya bagi kita untuk membiarkan damai Kristus memerintah dalam hati. Damai Kristus, yang memerintah dalam hati kita, merupakan kekuatan yang mempersatukan dan merobohkan tembok pemisah, Karena Dialah damai sejahtera kita, yang telah mempersatukan kedua pihak dan yang telah merubuhkan tembok pemisah, yaitu perseteruan (Ef 2:14). Hanya dengan damai Kristus yang menguasai hati kita, kita akan dimampukan untuk membuka diri, merangkul dan menyambut sesama anak bangsa dan bersama mereka merajut kesatuan dan melangkah bersama menuju masa depan yang semakin cerah.
Inspirasi dan kekuatan spiritual yang mendorong kita untuk mewujudkan kesatuan dan untuk sungguh-sungguh melibatkan diri dalam pembangunan bangsa dan negara Indonesia yang tercinta, kita timba dari kabar sukacita Yesaya: Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putra telah diberikan kepada kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai. Besar kekuasaannya, dan damai sejahtera tidak akan berkesudahan di atas takhta Daud dan di dalam kerajaannya, karena ia mendasarkan dan mengokohkannya dengan keadilan dan kebenaran dari sekarang sampai selama-lamanya(Yes 9:5-6).
Saudara-saudari terkasih dalam Kristus
Kita selalu mendambakan damai sejati, yang dilandaskan pada keadilan dan kebenaran. Isi kabar sukacita Natal adalah kelahiran Sang Messias, yang akan mengokohkan Kerajaan-Nya, yaitu kerajaan keadilan dan kebenaran, di mana kita semua adalah warganya. Sebagai warga Kerajaan itu kita ditantang untuk memperjuangkan kesatuan, persaudaraan, kebenaran dan keadilan serta damai sejahtera. Memperjuangkan keadilan, memperkecil jurang kaya dan miskin, memberantas korupsi, merobohkan tembok pemisah atas nama suku, agama dan ras adalah mandat Injili yang mesti kita perjuangkan di bumi Indonesia ini.
Ketika kita sendiri berusaha memberikan kesaksian dalam usaha mewujudkan keadilan, kebenaran, damai sejahtera dan persaudaraan, tentu kita patut mawas diri. Mungkin kita masih menutup diri dalam kenyamanan hidup menggereja, sehingga lalai mewujudkan diri sebagai garam dan terang dunia. Mungkin kita sendiri masih enggan mengulurkan tangan kasih dan persaudaraan kepada sesama anak bangsa, terutama kepada mereka yang kecil dan terpinggirkan. Bukankah damai sejahtera hanya dapat terwujud ketika kita berhasil mengalahkan kepentingan diri demi kebaikan bersama? Bukankah Raja Damai yang lahir ke dunia menyadarkan kita bagaimana Dia telah mengosongkan diri-Nya dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia (Fil 2:7)?
Saudara-saudari terkasih dalam Kristus
Sebagai warga Kristiani, kita sendiri ditantang untuk tak henti-hentinya mewujudkan damai sejahtera, kerukunan dan persaudaraan di antara kita. Karena itu, kita patut bersyukur atas hasil kerja keras dari Komisi Gereja Lutheran dan Katolik untuk menggalang persatuan. Selama 500 tahun, kita merajut kerukunan dan kehangatan persaudaraan di antara kita dengan jatuh bangun. Dari Juru Selamat, yang adalah Jalan, Kebenaran dan hidup (Yoh 14:6), kita belajar untuk merendahkan diri dan membuka diri satu sama lain. Dalam semangat itulah, kita belajar mengulurkan kebaikan dan kasih kepada sesama. Kita belajar saling mengampuni dan memaafkan. Jika ada kasih dan damai dalam hati kita masing-masing, kita akan bersukacita dan dapat bersama-sama mewujudkan komunitas ekumenis. Dengan bersatu sebagai umat Kristiani, kesaksian kita tentang kerukunan dan persaudaraan kepada masyarakat majemuk di negeri ini lebih berarti dan meyakinkan.
Selain rukun dengan sesama, damai yang dibawa Sang Juru Selamat juga mengajak kita untuk berdamai dengan segenap ciptaan. Saat ini ciptaan sedang menjerit karena segala kerusakan yang telah kita timpakan padanya. Tanpa tanggungjawab kita menggunakan dan menyalah-gunakan kekayaan yang ditanamkan Allah di dalamnya. Mewujudkan damai sejahtera dengan alam ciptaan berarti bertanggungjawab memulihkan keutuhannya. Selain itu, kita wajib mewujudkan keadilan dalam hidup bersama, karena alam merupakan sumber hidup yang disediakan Tuhan bagi semua manusia, dan bahwa segala sesuatu bersatu dan tertuju kepada Kristus sebagai kepala (Kol 1:15-22). Dengan demikian, masih ada banyak yang perlu kita kerjakan untuk menciptakan kerukunan dan persaudaraan, sementara dilain pihak kita patut selalu bersyukur karena karya besar Tuhan yang kita alami bersama.
Semoga perayaan Natal mendorong dan menyemangati kita semua untuk belajar dan mengembangkan kemampuan menerima perbedaan dan menyukurinya sebagai kekayaan kehidupan bersama kita di negeri ini. Marilah kita menghidupi dan mengembangkan damai sejahtera yang merupakan anugerah dari Allah, dengan jalan merangkul sesama, merawat ciptaan serta memajukan kerukunan dan persaudaraan di antara kita. Hanya dengan demikian, kita dapat memberi kesaksian bahwa damai sejahtera Kristus memerintah dalam hati kita. Selamat Natal, Tuhan memberkati.
SELAMAT NATAL 2017 DAN TAHUN BARU 2018
Jakarta, 22 November 2017
Atas nama

PERSEKUTUAN GEREJA-GEREJA KONFERENSI WALIGEREJA
DI INDONESIA (PGI) INDONESIA (KWI)

Pdt. Dr. Henriette T.H-Lebang Mgr. Ignatius Suharyo
Ketua Umum Ketua

Pdt. Gomar Gultom Mgr. Antonius S. Bunjamin, OSC
Sekretaris Umum Sekretaris Jendral

Brevir Pagi, Kamis: 23 November 2017 Pekan Biasa XXXIII – O PEKAN I – HARI BIASA

Thu, 23/11/2017 - 04:00

PEMBUKAAN
P: Ya Allah, bersegeralah menolong aku.
U: Tuhan, perhatikanlah hambaMu.
Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Seperti pada permulaan, sekarang, selalu dan sepanjang segala abad. Amin.
Alleluya.

MADAH
Bapa penguasa waktu
Lihat kini fajar baru
Mulai memancarkan sinar
Lambang cahaya yang benar.

Rahmat baru ditawarkan
Terselubung kejadian
Yang menyampaikan undangan
Untuk berbakti berkurban.

Kami sambut kesempatan
Melayani Kristus Tuhan
Yang hadir dalam sesama
Tersembunyi namun nyata.

S’moga pengabdian kami
Dijiwai Roh ilahi
Dijadikan karya Putra
Demi kemulyaan Bapa. Amin.

PENDARASAN MAZMUR

Antifon
Kumandangkanlah bunyimu, hai kecapi, menyingsinglah, hai fajar.

Mazmur 56 (57)

Kasihanilah aku, ya Allah, kasihanilah aku,*
kepadaMulah aku berlindung.

Dalam naungan sayapMu aku berlindung,*
sampai malapetaka berlalu.

Aku berseru kepada Allah yang maha-tinggi,*
kepada Allah yang menjamin hidupku.

Semoga dari surga Ia menyelamatkan daku,†
dan mengusir mereka yang menganiaya aku,*
semoga Allah mencurahkan kasih setiaNya.

Aku berbaring seolah-olah di tengah kawanan singa,*
yang suka menerkam orang.

Giginya bagaikan tombak dan panah,*
lidahnya laksana pedang terasah.

Nyatakanlah kemegahanMu di langit, ya Allah,*
dan sinarilah bumi dengan kemuliaanMu.

Musuh memasang jaring terhadap langkahku,*
tetapi aku meloloskan diri.

Mereka menggali lubang di muka kakiku,*
tetapi mereka sendiri terperosok di dalamnya.

Hatiku siap sedia, ya Allah,*
untuk bernyanyi dan melagukan mazmur.

Bangunlah, hai jiwaku, kumandangkanlah bunyimu, hai kecapi,*
menyingsinglah, hai fajar.

Ya Tuhan, aku hendak memujiMu di tengah segala bangsa,*
di tengah segala bangsa aku bermazmur bagiMu.

Sebab besarlah kasihMu, setinggi langit,*
dan kesetiaanMu menjangkau awan.

Nyatakanlah kemegahanMu di langit, ya Allah,*
dan sinarilah bumi dengan kemuliaanMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan putera dan Roh Kudus.
Seperti pada permulaan sekarang, selalu dan sepanjang segala abad. Amin.

Antifon
Kumandangkanlah bunyimu, hai kecapi, menyingsinglah, hai fajar.

Antifon
Tuhan berfirman: UmatKu akan Kulimpahi dengan anugerah.

Yer 31,10-14

Dengarkanlah firman Tuhan, hai bangsa-bangsa,*
wartakanlah ke pulau-pulau yang jauh:

“Tuhan dahulu mencerai-beraikan umat Israel,†
tetapi Ia akan menghimpunkannya kembali,*
dan menjaganya seperti gembala menjaga kawanannya.

Bangsa Yakub sudah diselamatkan Tuhan,*
dan ditebus dari musuh yang menguasainya.

Dengan sorak-sorai mereka mendaki gunung Sion,*
dan berseri-seri karena kebaikan Tuhan.

Sebab Tuhan menganugerahkan gandum, minyak dan anggur,*
anakdomba dan sapi.

Hati mereka segar, bagaikan taman yang diairi,*
dan takkan pernah mereka kehausan.

Para pemudi menari berbaris,*
dan tua muda bersukaria.

Kesedihan mereka akan Kuubah menjadi kesukaan,*
Kuhibur dan Kugembirakan mereka sesudah kesusahan.

Para imam Kusenangkan dengan kurban,*
dan umat Kulimpahi dengan anugerah.

Kemuliaan kepada Bapa dan putera dan Roh Kudus.
Seperti pada permulaan sekarang, selalu dan sepanjang segala abad. Amin.

Antifon
Tuhan berfirman: UmatKu akan Kulimpahi dengan anugerah.

Antifon
Tuhan agung dan sangat terpuji di kota Allah kita.

Mazmur 47 (48)

Tuhan agung dan sangat terpuji,*
di kota Allah kita.

GunungNya yang kudus menjulang megah,*
menggirangkan seluruh bumi.

Bagi kita gunung Sion itu gunung Allah,*
kota raja agung.

Allah tinggal dalam puri-purinya,*
Ia sendirilah yang ternyata menjadi bentengnya.

Raja-raja bersekutu,†
dan maju serentak,*
untuk menyerang kota Allah.

Demi melihatnya mereka tercengang,*
dan terhalau lari ketakutan.

Di sana mereka gemetar ketakutan,*
mereka merintih kesakitan seperti wanita yang melahirkan.

Engkau menghancurkan mereka,*
seperti topan timur menghancurkan kapal besar.

Seperti pernah kita dengar,†
kini kita alami di kota Tuhan semesta alam,*
di kota Allah kita.

Allah yang menjadi bentengnya,*
untuk selama-lamanya.

Kami mengenangkan kasih setiaMu, ya Allah,*
dalam rumahMu yang kudus.

Seperti Engkau berkuasa di seluruh dunia,*
demikianpun Engkau dipuji sampai ke ujung bumi.

TindakanMu adil semuanya,*
hendaknya gunung Sion bersukacita.

Semoga semua kota Yehuda bersorak-sorai,*
karena karya penyelamatanMu.

Kelilinglah Sion, edarilah dia,*
hitunglah menaranya yang kokoh.

Perhatikanlah seluruh temboknya,*
tinjaulah benteng-bentengnya.

Maka kamu dapat mengisahkan kepada anak cucumu,*
bahwa Dia itulah Allah.

Dialah Allah kita untuk selama-lamanya,*
Dialah yang memimpin kita.

Kemuliaan kepada Bapa dan putera dan Roh Kudus.
Seperti pada permulaan sekarang, selalu dan sepanjang segala abad. Amin.

Antifon
Tuhan agung dan sangat terpuji di kota Allah kita.

BACAAN SINGKAT
(Yes 66,1-2)
Beginilah firman Tuhan: Langit adalah takhtaKu, dan bumi tumpuan kakiKu. Rumah apakah yang dapat kamu dirikan bagiKu? Tempat apakah yang dapat menjadi kediamanKu? Bukankah tanganKu sendiri membuat segala sesuatu, dan semuanya itu milikKu: sabda Tuhan! Inilah orang yang Kuperhatikan: yang tertindas dan patah semangat, orang yang takut akan sabdaKu.

LAGU SINGKAT
P: Aku berseru dengan segenap hati,* Kabulkanlah doaku, ya Tuhan.
U: Aku berseru dengan segenap hati,* Kabulkanlah doaku, ya Tuhan.
P: PeraturanMu akan kupelihara.
U: Kabulkanlah doaku, ya Tuhan.
P: Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus.
U: Aku berseru dengan segenap hati,* Kabulkanlah doaku, ya Tuhan.

Antifon Kidung
Marilah kita mengabdi kepada Tuhan dengan berlaku kudus, maka Ia akan membebaskan kita dari tangan musuh.

KIDUNG ZAKARIA
(Luk 1,68-79)
Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*
sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umatNya.

Ia mengangkat bagi kita seorang penyelamat yang gagah perkasa,*
putera Daud, hambaNya.

Seperti dijanjikanNya dari sediakala,*
dengan perantaraan para nabiNya yang kudus.

Untuk menyelamatkan kita dari musuh-musuh kita,*
dan dari tangan semua lawan yang membenci kita.

Untuk menunjukkan rahmatNya kepada leluhur kita,*
dan mengindahkan perjanjianNya yang kudus.

Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kita,*
akan membebaskan kita dari tangan musuh.

Agar kita dapat mengabdi kepadaNya tanpa takut,*
dan berlaku kudus dan jujur di hadapanNya seumur hidup.

Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah yang mahatinggi,*
sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalanNya.

Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umatNya,*
berkat pengampunan dosa mereka.

Sebab Allah kita penuh rahmat dan belaskasihan,*
Ia mengunjungi kita laksana fajar cemerlang.

Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,*
dan membimbing kita ke jalan damai sejahtera.

Kemuliaan kepada Bapa dan putera dan Roh Kudus.
Seperti pada permulaan sekarang, selalu dan sepanjang segala abad. Amin.

Antifon Kidung
Marilah kita mengabdi kepada Tuhan dengan berlaku kudus, maka Ia akan membebaskan kita dari tangan musuh.

DOA PERMOHONAN
Kristus menerangi hari ini dengan cahayaNya. Marilah kita bersyukur kepadaNya dan berseru:
U: Berkatilah kami, ya Tuhan,dan kuduskanlah kami.

Engkau telah mempersembahkan diri sebagai kurban pelunas dosa kami,* maka terimalah kiranya rencana dan usaha kami hari ini.

Engkau telah menggembirakan mata kami dengan kurnia terang baru,* semoga Engkau terbit di hati kami laksana bintang kejora.

Semoga kami hari ini bersabar hati terhadap semua orang,* agar kami dapat menjadi pengikutMu.

Berbelaskasihlah terhadap kami, ya Tuhan pada pagi ini,* supaya perbuatan kami menggembirakan hatiMu sepanjang hari.

BAPA KAMI
Bapa kami yang ada di surga,
dimuliakanlah namaMu.
Datanglah kerajaanMu.
Jadilah kehendakMu di atas bumi seperti di dalam surga.
Berilah kami rezeki pada hari ini.
Dan ampunilah kesalahan kami,
seperti kamipun mengampuni yang bersalah kepada kami.
Dan janganlah masukkan kami ke dalam percobaan,
Tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat. Amin

DOA PENUTUP
Allah yang kekal dan kuasa, pada pagi hari ini kami panjatkan doa ke hadapan hadiratMu. Semoga kegelapan dosa Kaulenyapkan dari hati kami, supaya kami sampai kepada cahaya sejati, yakni Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persekutuan Roh Kudus, sepanjang segala masa. Amin

PENUTUP
P: Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita ke hidup yang kekal.
U: Amin.

Sumber : Ibadat Harian Komisi Liturgi KWI

23 November St. Sesilia Yu So-sa

Thu, 23/11/2017 - 00:00

 

Seoul, 1761 – 1839

Ibu dari St. Paul Chong Hasang dan Jung Hye ini dirampas segala harta miliknya dan ditangkap karena imannya. Duabelas kali ia dihakimi dan dihukum pukul, selama hampir 18 tahun dan akhirnya meninggal di penjara Bo-jeong.

Sumber dan gambar: Arduino, Fabio. 8 Oktober 2006. Dalam santiebeati.it. Diakses pada 12 November 2017

Renungan Harian, Kamis: 23 November 2017, Luk.19:41-44

Wed, 22/11/2017 - 19:00

EORANG gadis kecil mendapat hadiah sebuah kalung “mainan” dari ayahnya. Meski mainan, tetapi kilau manik-maniknya sangat memikat hati gadis kecil itu. Dengan bangga setiap hari ia memakai kalung itu, kadang sambil bergaya di depan cermin. Sekian minggu berselang, ayahnya datang dan bertanya, “Boleh ayah minta kalungmu?” Gadis itu menggeleng. Tiga kali ayahnya bertanya dan selalu ditanggapi dengan penolakan. Bahkan gadis itu menjadi kesal lantaran mengira ayahnya ingin mengambil kalung kesayangannya. Lalu ayahnya pergi. Yang tidak diketahui oleh gadis kecil itu, di genggaman tangan ayahnya ada sebuah kalung emas asli nan berkilau yang tadinya hendak ditukar dengan kalung mainan tersebut.

“Jika engkau mengerti apa yang perlu untuk damai sejahteramu”… tetapi semuanya sekarang tersembunyi bagimu” (Luk. 19:42).

Yesus menangis melihat manusia yang begitu kokoh berpegang pada benteng keselamatan yang mereka bangun dengan segala kemegahan. Benteng keselamatan sejati sungguh tersembunyi sehingga tak dapat dijadikan sandaran atau jaminan pengharapan. Di sini sebuah pertanyaan ditujukkan kepada kita, apakah kita mau terus berpegang pada kemuliaan yang tampak atau pada rahmat Allah yang tersembunyi?

Ya Allah, bukalah mataku supaya tidak disilaukan oleh yang fana dan mampu melihat rahmat-Mu yang tersembunyi. Amin.

Brevir Siang, Rabu: 22 November 2017 PEKAN BIASA XXXIII – O PEKAN I Pw S. Sesilia, Perawan-Martir (M)

Wed, 22/11/2017 - 10:00

PEMBUKAAN
P: Ya, Allah, bersegeralah menolong aku.
U: Tuhan, perhatikanlah hambaMu.
Kemuliaan kepada Bapa dan putera dan Roh Kudus.
Seperti pada permulaan sekarang, selalu dan sepanjang segala abad. Amin.
Alleluya

MADAH
Marilah kita bernyanyi
Bagi penebus ilahi
Dengan iman dan harapan
Penuh cinta yang bertahan.

Sambil mohon dibebaskan
Dari tipu daya lawan
Agar selalu setia
Dalam mengabdi sesama.

Terpujilah Allah Bapa
Bersama Putra tercinta
Yang memperoleh Roh suci
Pembaharu muka bumi. Amin.

PENDARASAN MAZMUR

Antifon
Terpujilah Engkau, ya Tuhan; ajarkanlah ketetapanMu kepadaku.

Mazmur 118 (119),9-16

Bagaimana kaum muda dapat mempertahankan hidupnya tanpa cela?*
Dengan memperhatikan firmanMu.

Dengan segenap hati aku mencari Engkau,*
jangan biarkan aku menyimpang dari perintahMu.

Dalam hatiku kusimpan sabdaMu,*
agar aku jangan berdosa terhadapMu.

Terpujilah Engkau, ya Tuhan,*
ajarkanlah ketetapanMu kepadaku.

Bibirku akan mewartakan,*
segala ucapan mulutMu.

Aku bergembira atas perintahMu,*
melebihi segala harta.

TitahMu selalu kurenungkan,*
jalanMu selalu kuamat-amati.

KehendakMulah kesukaanku,*
firmanMu takkan kulupakan.

Kemuliaan kepada Bapa dan putera dan Roh Kudus.
Seperti pada permulaan sekarang, selalu dan sepanjang segala abad. Amin.

Antifon
Terpujilah Engkau, ya Tuhan; ajarkanlah ketetapanMu kepadaku.

Antifon
Langkahku menempuh jalan perintahMu, ya Tuhan.

Mazmur 16 (17) I

Tuhan, dengarkanlah permohonanku yang jujur,*
perhatikanlah seruanku.

Indahkanlah doaku,*
yang keluar dari hati yang ikhlas.

Semoga Engkau menjatuhkan keputusan bagiku,*
sebab Engkau tahu siapa yang benar.

Bila Engkau menguji hatiku,†
dan menelitinya waktu malam,*
bila Engkau mengusut aku, Engkau takkan mendapatkan kejahatan.

Mulutku tidak berdusta, tidak seperti orang lain,*
sabda bibirMu selalu kuperhatikan.

Langkahku menempuh jalan perintahMu,*
maka kakiku tidak goyah.

Aku berseru kepadamu, sebab Engkau mendengarkan daku, ya Allah,*
condongkanlah telingamu kepadaku, dengarkanlah kataku.

Tunjukkanlah keagungan kasih setiaMu,*
Engkau penyelamat orang yang berlindung kepadaMu.

Dengan kekuasaanMu Kauselamatkan mereka,*
dari tangan kaum durhaka.

Peliharalah aku bagaikan biji mata,*
sembunyikan daku di bawah naungan sayapMu.

Lindungilah aku terhadap orang berdosa yang menguasai aku,*
terhadap musuh yang dengan geram mengepung aku.

Kemuliaan kepada Bapa dan putera dan Roh Kudus.
Seperti pada permulaan sekarang, selalu dan sepanjang segala abad. Amin.

Antifon
Langkahku menempuh jalan perintahMu, ya Tuhan.

Antifon
Bangkitlah, Tuhan, luputkan daku dari orang berdosa.

Mazmur 16 (17) II

Mereka tak kenal belaskasihan,*
mereka bicara dengan angkuh.

Kini mereka mengerumuni aku,*
mengintai hendak mengempaskan daku ke tanah.

Rupanya seperti singa yang siap menerkam,*
seperti singa muda yang mengendap-endap di persembunyian.

Bangkitlah, Tuhan, hadapi dan rebahkanlah mereka,†
dengan pedangMu luputkan daku dari orang berdosa,*
dengan kuasaMu bebaskan daku dari kematian.

Karena kejujuranku aku memandang wajahMu,*
waktu bangun aku menikmati hadiratMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan putera dan Roh Kudus.
Seperti pada permulaan sekarang, selalu dan sepanjang segala abad. Amin.

Antifon
Bangkitlah, Tuhan, luputkan daku dari orang berdosa.

BACAAN SINGKAT
(1Ptr 5,10-11)
Allah, sumber segala rahmat, telah memanggil kamu dalam Kristus kepada kemuliaanNya yang kekal. Ia akan melengkapi, meneguhkan, menguatkan dan mengokohkan kamu, sesudah kamu menderita sejurus lamanya. Dialah yang berkuasa sepanjang segala abad. Amin.

P: Orang kudus yang berharap kepada Tuhan.
U: Akan dikuatkan dan takkan jatuh.

DOA PENUTUP
Allah yang mahakuasa dan mahamurah, Engkau memberi kami kesempatan untuk sebentar menarik nafas di tengah hari ini. Pandanglah kiranya pekerjaan yang sudah kami mulai, dan perbaikilah kekurangan dalam usaha kami. Semoga seluruh pekerjaan dapat kami selesaikan seturut kesukaan hatiMu. Demi Kristus, pengantara kami. Amin

PENUTUP
P: Marilah memuji Tuhan.
U: Syukur kepada Allah.

Sumber : Ibadat Harian Komisi Liturgi KWI

Brevir Pagi, Rabu: 22 November 2017 PEKAN BIASA XXXIII – O PEKAN I Pw S. Sesilia, Perawan-Martir (M)

Wed, 22/11/2017 - 04:00
PEMBUKAAN
P: Ya, Allah, bersegeralah menolong aku.
U: Tuhan, perhatikanlah hambaMu.
Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus, seperti pada permulaan, sekarang dan sepanjang segala abad. Amin
Alleluya.MADAH
Kristus sumber kemurnian
Dan tumpuan kemartiran
yang mengganjar keduanya
Dengarkanlah doa hamba.

Perawan tabah dan murni
Yang kami kenangkan ini
Merebut dua mahkota
Sebagai martir dan dara.

Semoga berkat doanya
Kaulebur semua dosa
yang pernah kami lakukan
Tergoda bujukan lawan.

Mulyalah Engkau ya Tuhan
Yang lahir dari perawan
Bersama Bapa dan RohNya
Sepanjang segala masa. Amin.

PENDARASAN MAZMUR

Antifon
Tuhan, dalam terangMu kami melihat cahaya.

Mazmur 35 (36)

Dosa berbisik di lubuk hati pendosa,*
“Tak perlu takut akan Allah”.

Dosa mengelabui matanya,*
guna menutup kesalahannya.

Si pendosa menuturkan kejahatan dan tipu daya,*
tak pernah ia berlaku bijaksana dan berbuat baik.

Di atas ranjang ia merencanakan kejahatan,†
ia menempuh jalan yang tidak baik,*
dan tidak menolak yang jahat.

Ya Tuhan, kasihMu seluas langit,*
dan setiaMu menjangkau awan.

Bagaikan gunung tinggi keadilanMu,†
hukumMu bagaikan samudera raya,*
manusia dan hewan Kaulindungi.

Amat berhargalah kasih setiaMu, ya Tuhan,*
umat manusia bernaung di bawah sayapMu.

Mereka Kaupuaskan dengan kelimpahan rumahMu,*
dan Kauberi minum dari saluran kebahagiaan.

PadaMulah sumber kehidupan,*
dalam terangMu kami melihat cahaya.

Semoga tetaplah kasihMu bagi orang yang mencintai Engkau,*
dan setiaMu bagi mereka yang tulus hati.

Janganlah sicongkak menginjak hambaMu,*
janganlah tangan pendosa menghancurkan daku.

Orang yang berbuat jahat sudah jatuh,*
mereka dicampakkan dan tak dapat bangun lagi.

Kemuliaan kepada Bapa dan putera dan Roh Kudus.
Seperti pada permulaan sekarang, selalu dan sepanjang segala abad. Amin.

Antifon
Tuhan, dalam terangMu kami melihat cahaya.

Antifon
Tuhan, Engkau agung dan mulia, kuasaMu mengagumkan.

Ydt 16,2-3,15-19

Angkatlah nyanyian untuk Allahku dengan iringan rebana,*
bernyanyilah bagi Tuhan dengan bunyi genderang.

Lagukanlah bagiNya kidung baru,*
luhurkan dan sebutkanlah namaNya.

Sebab Allah telah menghancurkan perang,*
Tuhanlah namaNya.

Aku akan bermadah bagi Tuhan,*
madah baru bagi Allahku.

Tuhan, Engkau agung dan mulia,*
kuasaMu mengagumkan tiada bandingnya.

Segala ciptaanMu mengabdi padaMu,*
Engkau berfirman, maka segalanya terjadi.

Engkau mengutus RohMu untuk menciptakan semua,*
tak ada yang dapat melawan titahMu.

Sekalipun gunung rebah beserta dasarnya,†
sekalipun wadas luluh bagaikan lilin dihadapan wajahMu,*
namun Engkau tetap mengasihi orang yang takwa.

Tiada kurban layak bagiMu, meski harum sekalipun,*
bahkan yang paling baikpun tidak bernilai di hadapanMu.

Tetapi orang yang takwa,*
dia itulah besar selama-lamanya.

Kemuliaan kepada Bapa dan putera dan Roh Kudus.
Seperti pada permulaan sekarang, selalu dan sepanjang segala abad. Amin.

Antifon
Tuhan, Engkau agung dan mulia, kuasaMu mengagumkan.

Antifon
Segala bangsa, elukanlah Allah dengan sorak-sorai.

Mazmur 46 (47)

Segala bangsa bertepuktanganlah,*
elukanlah Allah dengan sorak-sorai.

Sebab Tuhan itu Allah yang agung dan dahsyat,*
raja besar atas seluruh bumi.

Semua bangsa ditaklukkan bagi kita,*
sekalian suku ditundukkanNya.

Bagi kita dipilihNya tanah pusaka,*
kebanggaan Yakub, kekasihNya.

Allah Tuhan kita telah naik, diiringi sorak-sorai,*
diiringi bunyi sangkakala.

Bernyanyilah bagi Allah dengan melagukan mazmur,*
bermazmurlah bagi raja kita.

Sebab Allah merajai semesta alam,*
nyanyikanlah mazmur penuh seni.

Allah merajai segala bangsa,*
bersemayam atas takhtaNya yang kudus.

Para pemimpin bangsa menggabungkan diri,*
dengan umat Allah Abraham.

Sebab Allah menguasai para raja,*
sangat agunglah Dia.

Kemuliaan kepada Bapa dan putera dan Roh Kudus.
Seperti pada permulaan sekarang, selalu dan sepanjang segala abad. Amin.

Antifon
Segala bangsa, elukanlah Allah dengan sorak-sorai.

BACAAN SINGKAT (2Kor 1,3-5)
Terpujilah Allah Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, Bapa yang penuh belaskasihan dan Allah sumber segala penghiburan. Ia menghibur kita dalam segala penderitaan, sehingga kita sanggup menghibur semua orang yang ditimpa bermacam-macam penderitaan, dengan penghiburan yang kita terima sendiri dari Allah. Sebab sebagaimana penderitaan Kristus melimpah dalam diri kita, demikian pula berlimpahlah penghiburan kita demi Kristus.

LAGU SINGKAT

P: Tuhanlah kekuatanku,* Aku hendak memuji Dia.
U: Tuhanlah kekuatanku,* Aku hendak memuji Dia.
P: Ia telah menyelamatkan daku.
U: Aku hendak memuji Dia.
P: Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh kudus.
U: Tuhanlah kekuatanku,* Aku hendak memuji Dia.

Ant.Kidung:
Ketika fajar menyingsing, Sesilia berseru: Hai tentara Kristus, buanglah pekerjaan kegelapan dan kenakanlah senjata cahaya.

KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)

Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*
sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umatNya.

Ia mengangkat bagi kita seorang penyelamat yang gagah perkasa,*
putera Daud, hambaNya.

Seperti dijanjikanNya dari sediakala,*
dengan perantaraan para nabiNya yang kudus.

Untuk menyelamatkan kita dari musuh-musuh kita,*
dan dari tangan semua lawan yang membenci kita.

Untuk menunjukkan rahmatNya kepada leluhur kita,*
dan mengindahkan perjanjianNya yang kudus.

Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kita,*
akan membebaskan kita dari tangan musuh.

Agar kita dapat mengabdi kepadaNya tanpa takut,*
dan berlaku kudus dan jujur di hadapanNya seumur hidup.

Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah yang mahatinggi,*
sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalanNya.

Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umatNya,*
berkat pengampunan dosa mereka.

Sebab Allah kita penuh rahmat dan belaskasihan,*
Ia mengunjungi kita laksana fajar cemerlang.

Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,*
dan membimbing kita ke jalan damai sejahtera.

Ant.Kidung:
Ketika fajar menyingsing, Sesilia berseru: Hai tentara Kristus, buanglah pekerjaan kegelapan dan kenakanlah senjata cahaya.

DOA PERMOHONAN
Saudara-saudara, para martir telah wafat demi sabda Allah. Marilah kita memuji penebus kita, saksi yang setia, dan berkata:
U: Engkau telah menebus kami dalam darahMu.
P: Ya Tuhan, para martirMu rela mati untuk memberi kesaksian tentang iman mereka,* berikanlah kebebasan rohani kepada kami.

Para martirMu mengakui iman mereka sampai menumpahkan darahnya,* berilah kami kemurnian dan keteguhan iman.

Para martirMu mengikuti jejakMu dengan memanggul salib mereka,* semoga kami dengan berani menanggung kesukaran-kesukaran hidup.

Para martirMu membasuh pakaian mereka dalam darah Anakdomba,* semoga kami mengalahkan serangan hawa nafsu dan bujukan dosa.

BAPA KAMI
Bapa kami yang ada di surga,
dimuliakanlah namaMu.
Datanglah kerajaanMu.
Jadilah kehendakMu di atas bumi seperti di dalam surga.
Berilah kami rezeki pada hari ini.
Dan ampunilah kesalahan kami,
seperti kamipun mengampuni yang bersalah kepada kami.
Dan janganlah masukkan kami ke dalam percobaan,
Tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat. Amin

DOA PENUTUP
Tuhan yang maharahim, indahkanlah kiranya doa kami dan dengarkanlah permohonan kami berkat jasa santa Sesilia. Demi Yesus Kristus, pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persekutuan Roh Kudus, sepanjang segala masa. Amin

PENUTUP
P: (+) Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita ke hidup yang kekal.
U: Amin.

Sumber : Ibadat Harian Komisi Liturgi KWI

 

22 November St. Petrus Esqueda Ramirez

Wed, 22/11/2017 - 00:00

 

Meksiko, 29 April 1887 – Meksiko, 22 November 1927

Sang imam yang berfokus pada katekese anak-anak. Ia mendirikan sejumlah pusat studi dan sekolah untuk pendidikan katekis. Petrus ditangkap karena menjadi imam, lalu dipukul oleh seorang prajurit yang berkata, “Sekarang kamu pasti menyesal karena menjadi imam.” Petrus (Pedro) menjawab, “Tidak, tidak sama sekali, saya hanya rindu melihat langit.” Di hari eksekusinya, anak-anak didiknya datang mengelilinginya; ia berkata, “Jangan bolos belajar katekismus, atau sekali-kali berpaling dari doktrin Kristiani.” Ia ditembak tiga kali.

Sumber dan gambar: Pettiti, Gianpiero. 29 Desember 2008. Dalam santiebeati.it. Diakses pada 12 November 2017

Renungan Harian, Rabu: 22 November 2018, Luk.19:11-28

Tue, 21/11/2017 - 19:00

ERUMPAMAAN yang dikisahkan Yesus menegaskan sebuah pertanyaan penting: “Ketika Kerajaan Allah datang, diriku akan dijumpai Allah sebagai hamba yang bagaimana?” Bacaan-bacaan hari ini memberi gambaran tentang bagaiman manusia memilih menjadi hamba yang pantas atau tidak. Kitab Makabe memperlihatkan keteguhan iman ibu dan ketujuh anaknya yang dengan gagah berani menyambut kematian demi kesetiaan kepada Allah.

Sementara di dalam Injil Lukas, kita menjumpai hamba-hamba yang dengan cara masing-masing bersikap terhadap kepercayaan yang diberikan tuannya. Salah satu hamba itu memilih untuk tidak peduli dan tidak mau terlibat dalam pengelolaan kekayaan tuannya. Ketika Allah datang, aku akan dijumpai-Nya sebagai figur yang mana? Ibu dan anak-anak yang setia? Hamba-hamba yang bertanggung jawa dan bisa dipercaya?

Renungan Harian ini diambil dari Buku “Ziarah Batin 2017”, Diterbitkan oleh Penerbit OBOR, Jakarta

 

Renungan Harian, Rabu: 22 November 2018, Luk.19:11-28

Tue, 21/11/2017 - 19:00

ERUMPAMAAN yang dikisahkan Yesus menegaskan sebuah pertanyaan penting: “Ketika Kerajaan Allah datang, diriku akan dijumpai Allah sebagai hamba yang bagaimana?” Bacaan-bacaan hari ini memberi gambaran tentang bagaiman manusia memilih menjadi hamba yang pantas atau tidak. Kitab Makabe memperlihatkan keteguhan iman ibu dan ketujuh anaknya yang dengan gagah berani menyambut kematian demi kesetiaan kepada Allah.

Sementara di dalam Injil Lukas, kita menjumpai hamba-hamba yang dengan cara masing-masing bersikap terhadap kepercayaan yang diberikan tuannya. Salah satu hamba itu memilih untuk tidak peduli dan tidak mau terlibat dalam pengelolaan kekayaan tuannya. Ketika Allah datang, aku akan dijumpai-Nya sebagai figur yang mana? Ibu dan anak-anak yang setia? Hamba-hamba yang bertanggung jawa dan bisa dipercaya?

Renungan Harian ini diambil dari Buku “Ziarah Batin 2017”, Diterbitkan oleh Penerbit OBOR, Jakarta

 

Brevir Sore, Selasa: 21 November 2017 PEKAN BIASA XXXIII – O PEKAN I Pw Santa Perawan Maria Dipersembahkan kepada Allah (P)

Tue, 21/11/2017 - 16:00
PEMBUKAAN
P: Ya, Allah, bersegeralah menolong aku.
U: Tuhan, perhatikanlah hambaMu.
Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus, seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang segala abad. Amin
AlleluyaMADAHSalam bintang laut
Bunda Yesus Kristus
Sebab engkau ikut
Membantu penebus.

Tolonglah yang papa
Bimbinglah yang buta
Hiburlah yang duka
Sembuhkan yang luka.

Kami mohon iman
Mohon pengharapan
Supaya bertahan
Dalam cinta Tuhan.

Terpujilah Bapa
Bersama Putera
Serta RohNya pula
Selama-lamanya. Amin.

PENDARASAN MAZMUR

Antifon
Tuhan memberikan kemenangan kepada raja yang diurapiNya.

Mazmur 19

Semoga Tuhan mendengarkan doamu dalam kesesakan,*
dan kekuasaan Allah Yakub melindungi engkau.

Hendaklah Tuhan mengirim pertolongan dari tempat kudus,*
dan menyokong engkau dari gunung Sion.

Hendaklah Ia mengingat segala persembahanmu,*
dan berkenan pada kurban bakaranmu.

Semoga Tuhan memenuhi keinginan hatimu,*
dan membuat rencanamu berhasil.

Maka kita akan merayakan kemenanganmu,†
dan mengangkat panji dengan menyerukan nama Allah kita,*
semoga Tuhan mengabulkan semua doamu.

Kini aku tahu, bahwa Tuhan memberikan kemenangan,*
kepada yang diurapiNya.

Dari surga Tuhan mengabulkan doanya,*
dengan kemenangan gilang-gemilang, karya tanganNya.

Yang satu memegahkan kereta, yang lain membanggakan kuda,*
tetapi kita menyerukan nama Tuhan, Allah kita.

Mereka tersandung dan rebah,*
tetapi kita tetap tegak dan bertahan.

Tuhan, berikanlah kemenangan kepada raja,*
jawablah pada waktu kami berseru.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus, seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang segala abad. Amin

Antifon
Tuhan memberikan kemenangan kepada raja yang diurapiNya.

Antifon
Kami akan bernyanyi dan bermadah atas keperkasaanMu.

Mazmur 20,2-8.14

Karena kuasaMu, ya Tuhan, raja bergembira,*
atas penyelamatanMu ia bersukaria.

Keinginan hatinya telah Kaupenuhi,*
permintaan doanya tidak Kautolak.

Sejak dahulu Kaukurniai dia berkat berlimpah,*
di atas kepalanya Kautaruh mahkota emas murni.

Hidup dimintanya; Kauberikan kepadanya,*
umur panjang untuk selamanya.

Besarlah kemuliaannya berkat pertolonganMu,*
keagungan dan semarak Kau anugerahkan kepadanya.

Kaujadikan dia berkat untuk selamanya,*
seri wajahMu membahagiakan dia.

Sungguh, raja berjaya akan Tuhan,*
dan karena kasih setia Allah yang mahatinggi ia tidak goyah.

Bangkitlah, ya Tuhan, dan nyatakanlah kuasaMu,*
kami akan bernyanyi dan bermadah atas keperkasaanMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus, seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang segala abad. Amin

Antifon
Kami akan bernyanyi dan bermadah atas keperkasaanMu.

Antifon
Tuhan, Engkau telah menganugerahi kami martabat raja dan imam di hadapan Allah kita.

Why 4,11; 5,9.10-12

Sudah sepatutnyalah, ya Tuhan dan Allah kami,*
Engkau menerima puji-pujian, hormat dan kuasa.

Sebab Engkau telah menciptakan segala sesuatu,*
dan karena kehendakMu semua yang ada dijadikan.

Layaklah Anakdomba menerima gulungan kitab,*
dan membuka ketujuh meterainya

Sebab Engkau telah disembelih,†
dan dengan darahMu Engkau telah menebus kami bagi Allah,*
dari setiap suku, bahasa, kaum dan bangsa.

Engkau telah menganugerahi kami,†
martabat raja dan imam di hadapan Allah kita,*
dan kami akan merajai dunia.

Layaklah Anakdomba yang disembelih itu,†
menerima kuasa dan kekayaan,*
hikmat dan kekuatan, hormat, kemuliaan dan puji-pujian.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus, seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang segala abad. Amin

Antifon
Tuhan, Engkau telah menganugerahi kami martabat raja dan imam di hadapan Allah kita.

BACAAN SINGKAT
(Gal 4,4-5)

Ketika sudah sampai saat yang ditetapkan Allah, Ia mengutus PuteraNya. PuteraNya itu dilahirkan dari seorang wanita dan hidup di bawah hukum Taurat, supaya mereka semua yang tunduk pada hukum itu, dibebaskan olehNya dan diangkat menjadi anak Allah.

LAGU SINGKAT
P: Salam Maria, penuh rahmat,* Tuhan sertamu.
U: Salam Maria, penuh rahmat,* Tuhan sertamu.
P: Terpujilah engkau di antara wanita, dan terpujilah buah tubuhmu. U: Tuhan sertamu.
P: Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus.
U: Salam Maria, penuh rahmat,* Tuhan sertamu.

Ant.Kidung:
Santa Maria, bunda Allah, perawan nirmala, baik Tuhan dan kenisah Roh kudus, engkaulah yang paling menyenangkan hati Tuhan kita Yesus Kristus.

KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)

Aku mengagungkan Tuhan,*
hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.

Sebab Ia memperhatikan daku,*
hambaNya yang hina ini.

Mulai sekarang aku disebut: yang bahagia,*
oleh sekalian bangsa.

Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang mahakuasa,*
kuduslah namaNya.

Kasih sayangNya turun-temurun,*
kepada orang yang takwa.

Perkasalah perbuatan tanganNya,*
dicerai-beraikanNya orang yang angkuh hatinya

Orang yang berkuasa diturunkanNya dari takhta,*
yang hina-dina diangkatnya.

Orang lapar dikenyangkanNya dengan kebaikan,*
orang kaya diusirNya pergi dengan tangan kosong

Menurut janjiNya kepada leluhur kita,*
Allah telah menolong Israel, hambaNya.

Demi kasih sayangNya kepada Abraham serta keturunannya,*
untuk selama-lamanya.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus, seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang segala abad. Amin

Ant.Kidung:
Santa Maria, bunda Allah, perawan nirmala, baik Tuhan dan kenisah Roh kudus, engkaulah yang paling menyenangkan hati Tuhan kita Yesus Kristus.

DOA PERMOHONAN

Marilah kita memuji Allah, Bapa yang mahakuasa, dan bersuka ria di hadapanNya. Sebab Ia telah merahmati santa Maria yang disebut bahagia oleh semua bangsa. Maka hendaklah kita berdoa dengan rendah hati:
U: Terimalah doa Maria dan kasihanilah kami.
P: Engkau telah mengangkat Maria menjadi bunda yang bermurah hati,* semoga semua orang yang ditimpa mara bahaya mengalami cintanya.

P: Engkau menghendaki Maria sebagai ibu keluarga di rumah Yesus dan Yusuf,* semoga berkat doanya semua ibu memupuk cinta kasih dalam rumah tangganya.

P: Engkau menguatkan Maria, ketika ia berdiri di kaki salib, dan menggembirakan hatinya dengan kebangkitan PuteraMu,*hiburkanlah orang yang bersusah dan kuatkanlah harapan mereka.

P: Engkau membuka hati Maria untuk mendengarkan sabdaMu dan menyerahkan dirinya kepadaMu sebagai hamba yang setia,* semoga berkat doanya, kami menjadi hamba dan murid PuteraMu.

P: Engkau telah memahkotai Maria di surga,* semoga semua arwah bersuka ria di dalam kerajaanMu bersama para kudus.

BAPA KAMI
Bapa kami yang ada di surga,
dimuliakanlah namaMu.
Datanglah kerajaanMu.
Jadilah kehendakMu di atas bumi seperti di dalam surga.
Berilah kami rezeki pada hari ini.
Dan ampunilah kesalahan kami,
seperti kamipun mengampuni yang bersalah kepada kami.
Dan janganlah masukkan kami ke dalam percobaan,
Tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat. Amin

DOA PENUTUP
Tuhan, sumber rahmat dan kurnia, peringatan santa perawan Maria kami rayakan. Semoga karena doa dan permohonannya kami dipenuhi dengan rahmat-Mu. Demi Yesus Kristus, pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persekutuan Roh Kudus, sepanjang segala masa. Amin

PENUTUP
P: (+) Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita ke hidup yang kekal.
U: Amin.

Sumber : Ibadat Harian Komisi Liturgi KWI

Brevir Siang, Selasa: 21 November 2017 PEKAN BIASA XXXIII – O PEKAN I Pw Santa Perawan Maria Dipersembahkan kepada Allah (P)

Tue, 21/11/2017 - 10:00

PEMBUKAAN
P: Ya Allah, bersegeralah menolong aku.
U: Tuhan, perhatikanlah hambaMu.
Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus, seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang segala abad. Amin
Alleluya.

MADAH
Tuhan Allah mahaluhur
Hari dan malam Kauatur
Terang gelap bergiliran
Silih ganti berurutan.

Senja hari yang mendekat
Melambangkan akhir hayat
Yang bagi umat beriman
Membuka keabadian.

Kabulkanlah doa kami
Ya Allah Bapa surgawi
Bersama Putra dan RohMu
Sekarang serta selalu. Amin.

PENDARASAN MAZMUR

Antifon
Berbahagialah orang yang hidup menurut sabda Tuhan.

Mazmur 118 (119),1-8

Berbahgialah mereka yang hidupnya tidak bercela,*
yang hidup menurut sabda Tuhan.

Berbahagialah yang berpegang teguh pada perintah Tuhan,*
yang mencari Tuhan dengan segenap hati.

Yang tidak melakukan kejahatan,*
tetapi selalu mengikuti bimbingan Tuhan.

Engkau telah menyampaikan titahMu,*
supaya ditepati dengan sungguh-sungguh.

Semoga tetaplah jalan hidupku,*
untuk melaksanakan ketetapanMu.

Maka aku takkan kecewa,*
sebab aku menjalankan segala perintahMu.

Aku akan memuliakan Dikau dengan hati tulus,*
dalam mempelajari hukumMu yang adil.

Aku akan berpegang teguh pada ketetapanMu,*
janganlah aku Kautinggalkan sama sekali.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus, seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang segala abad. Amin

Antifon
Berbahagialah orang yang hidup menurut sabda Tuhan.

Antifon
Hatiku bergembira, karena Engkau menyelamatkan daku, ya Tuhan.

Mazmur 12 (13)

Berapa lama lagi, ya Tuhan, Engkau melupakan daku sama sekali?*
Berapa lama lagi Kausembunyikan wajahMu dari padaku?

Berapa lama lagi hatiku harus merana,*
dan bersedih sepanjang hari?

Berapa lama lagi musuhku masih bermegah-megah melawan daku?*
Pandanglah, jawablah aku, ya Tuhan, Allahku.

Buatlah mataku bersinar, jangan sampai aku tertidur dalam maut,†
agar musuh jangan berkata: “Dia kukalahkan”,*
dan lawan jangan menyoraki kemalanganku.

Tapi aku percaya akan kasih setiaMu,†
hatiku bergembira karena Engkau menyelamatkan daku,*
aku bernyanyi bagiMu karena kebaikanMu terhadapku.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus, seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang segala abad. Amin

Antifon
Hatiku bergembira, karena Engkau menyelamatkan daku, ya Tuhan.

Antifon
Allah telah membiarkan semua orang tidak taat, agar semua memperoleh kerahimanNya.

Mazmur 13 (14)

Orang dungu berpikir: “Tidak ada Allah”,†
Busuk dan jijik perbuatannya,*
tidak seorangpun yang berbuat baik.

Dari surga Tuhan memandang manusia,*
apakah ada orang arif yang mencari Allah?

Tetapi semuanya tersesat, semua telah bejat,*
tak ada yang berbuat baik, seorangpun tidak.

Tidak pernah sadarkah orang jahat,†
yang menelan habis umatku seperti makanan,*
orang jahat yang tidak mau mengakui Allah?

Pasti, ia akan gentar ketakutan,*
sebab Allah mendampingi orang yang jujur.

Biarlah harapan orang miskin ditertawakan,*
namun Tuhan melindunginya.

Siapakah dari Sion yang menyelamatkan Israel?†
Tuhan, Dia memulihkan nasib umatNya,*
sehingga Yakub bersorak-sorai dan Israel bersukacita.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus, seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang segala abad. Amin

Antifon
Allah telah membiarkan semua orang tidak taat, agar semua memperoleh kerahimanNya.

BACAAN SINGKAT
(Zak 9,9)

Bersorak-sorailah sekuat tenagamu, hai puteri Sion!
Gemakanlah suaramu, hai puteri Yerusalem! Lihatlah, rajamu datang kepadamu. Ia jujur dan jaya.

P: Berbahagialah rahim perawan Maria.
U: Yang telah mengandung Putera Bapa.

DOA PENUTUP
Ya Allah, Engkau telah mewahyukan kepada Petrus rencanaMu untuk menyelamatkan bangsa-bangsa kafir. Semoga pekerjaan kami menyenangkan hatiMu dan berguna untuk memajukan rencana keselamatan yang telah Kautetapkan dalam cinta kasihMu. Demi Kristus, pengantara kami. Amin.

PENUTUP
P: Marilah memuji Tuhan.
U: Syukur kepada Allah.

Sumber : Ibadat Harian Komisi Liturgi KWI

Brevir Pagi, Selasa: 21 November 2017 PEKAN BIASA XXXIII – O PEKAN I Pw Santa Perawan Maria Dipersembahkan kepada Allah (P)

Tue, 21/11/2017 - 04:00
PEMBUKAAN
P: Ya Allah, bersegeralah menolong aku.
U: Tuhan, perhatikanlah hambaMu.
Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus, seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang segala abad. Amin
Alleluya.MADAH

O ratu kami yang mulya
Luhur tiada taranya
Engkau merangkul memangku
Tuhan Allah penciptamu.

Pintu yang ditutup Hawa
Dibuka putera bunda
Engkaupun turut berjasa
Membukakan gerbang surga.

Kami anggap tugas luhur
Untuk mengucapkan syukur
Dengan menyanyikan madah
Atas anugerah Allah.

Dimuliakanlah Bapa
Bersama Putra dan RohNya
Yang melimpahkan kurnia
Kepada bunda Maria. Amin.

PENDARASAN MAZMUR
dari hari Minggu I

Ant.1: Berbahagialah engkau, santa Maria, sebab dari padamulah datang penyelamat dunia. Maka engkau bergembira dan mulia di hadirat Tuhan. Doakanlah kami pada Puteramu, (M.P. Alleluya)

Mazmur 62

Ya Allah, Engkaulah Allahku,*
aku mencari Engkau.

Hatiku haus dan rindu akan Dikau,*
seperti tanah kering dan tandus merindukan air.

Demikian aku ingin memandang Engkau di tempat kediamanMu,*
untuk merasakan kekuatan dan kemuliaanMu.

Sebab kasih setiaMu lebih baik dari pada hidup,*
bibirku memegahkan Dikau

Aku akan memuji Engkau seumur hidupku,*
menadahkan tangan kepadaMu.

Hatiku Kaukenyangkan dengan santapan lezat,*
mulutku memuji Engkau sambil bersyukur.

Di tempat tidurku aku memuji Engkau,*
aku merenungkan Dikau sepanjang malam.

Sebab Engkau yang menolong aku,*
di bawah naungan sayapMu aku bersorak.

Jiwaku melekat padaMu,*
tangan kananMu menopang aku.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus, seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang segala abad. Amin

Ant.1: Berbahagialah engkau, santa Maria, sebab dari padamulah datang penyelamat dunia. Maka engkau bergembira dan mulia di hadirat Tuhan. Doakanlah kami pada Puteramu, (M.P. Alleluya)

Ant.2: Santa Maria, engkaulah kebanggaan Yerusalem, sukacita Israel dan kehormatan umat Allah, (M.P. Alleluya)

Dan 3,57-88.56

Pujilah Tuhan, segala karya Tuhan,*
pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan, semua malaikat Tuhan,*
pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan seluruh isi surga,*
pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan, segala air di atas langit,*
angkasa raya Tuhan, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, matahari dan bulan,*
segala bintang di langit, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, hujan dan embun,*
angin dan taufan, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, api dan panas-terik,*
hawa sejuk dan dingin, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, kabut dan gerimis,*
halilintar dan awan, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, siang dan malam,*
terang dan gelap, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, seluruh bumi,*
pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan, gunung dan bukit,*
segala yang tumbuh di bumi, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, segala mata air,*
lautan dan sungai, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, segala yang hidup di dalam air,*
unggas di udara, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, binatang buas dan jinak,*
semua manusia, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, umat Israel,*
pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan, para Imam,*
semua pelayanNya, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, orang yang takwa,*
semua yang suci dan rendah hati, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, Ananya, Azarya dan Misael,*
pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Marilah kita memuji Bapa, Putera dan Roh kudus,*
memuji dan meluhurkan Dia selama-lamanya.

Kidung ini tidak ditutup dengan ‘Kemuliaan’.

Ant.2: Santa Maria, engkaulah kebanggaan Yerusalem, sukacita Israel dan kehormatan umat Allah, (M.P. Alleluya)

Ant.3: Perawan Maria, bersukacitalah, sebab engkau diperkenankan melahirkan Kristus penyelamat kita, (M.P. Alleluya)

Mazmur 149

Nyanyikanlah bagi Tuhan lagu baru,*
pujilah Dia dalam himpunan umatNya.

Hendaknya Israel bergembira atas Penciptanya,*
dan warga Sion bersuka-cita atas Rajanya.

Hendaknya mereka memuji namaNya dengan tari-tarian,*
bermazmur bagiNya dengan rebana dan kecapi.

Sebab Tuhan berkenan kepada umatNya,*
memahkotai yang hina-dina dengan keselamatan.

Hendaknya orang takwa bersukaria atas kejayaannya,*
bersorak-sorai dengan gembira.

Hendaknya mereka memuji Tuhan dengan suara lantang,*
sambil memegang pedang yang tajam.

Begitu hendaklah mereka membalas kejahatan para bangsa,*
dan menjatuhkan hukuman kepada mereka;

Membelenggu para rajanya,*
dan mengikat pemukanya dengan rantai besi.

Dengan demikian terlaksana keputusan Allah,*
tugas terhormat bagi umatNya.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus, seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang segala abad. Amin

Ant.3: Perawan Maria, bersukacitalah, sebab engkau diperkenankan melahirkan Kristus penyelamat kita, (M.P. Alleluya)

BACAAN SINGKAT
(lh. Yes 61,10)

Aku bersuka ria dalam Tuhan, dan jiwaku bersorak-sorai dalam Allah. Aku dikenakan dandanan keselamatan dan diselubungi dengan pakaian kejujuran, bagaikan mempelai berhiaskan ratna mutu manikam.

LAGU SINGKAT

P: Tuhan memilih Maria,* Dan mencintai dia.
U: Tuhan memilih Maria,* Dan mencintai dia.
P: Tuhan menerima Maria ke dalam kemuliaan.
U: Dan mencintai dia.
P: Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus.
U: Tuhan memilih Maria,* Dan mencintai dia.

Ant.Kidung:
Berbahagialah engkau, Maria, sebab engkau telah percaya. Sabda Tuhan akan terlaksana padamu, alleluya.

KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)

Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*
sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umatNya.

Ia mengangkat bagi kita seorang penyelamat yang gagah perkasa,*
putera Daud, hambaNya.

Seperti dijanjikanNya dari sediakala,*
dengan perantaraan para nabiNya yang kudus.

Untuk menyelamatkan kita dari musuh-musuh kita,*
dan dari tangan semua lawan yang membenci kita.

Untuk menunjukkan rahmatNya kepada leluhur kita,*
dan mengindahkan perjanjianNya yang kudus.

Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kita,*
akan membebaskan kita dari tangan musuh.

Agar kita dapat mengabdi kepadaNya tanpa takut,*
dan berlaku kudus dan jujur di hadapanNya seumur hidup.

Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah yang mahatinggi,*
sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalanNya.

Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umatNya,*
berkat pengampunan dosa mereka.

Sebab Allah kita penuh rahmat dan belaskasihan,*
Ia mengunjungi kita laksana fajar cemerlang.

Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,*
dan membimbing kita ke jalan damai sejahtera.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus, seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang segala abad. Amin

Ant.Kidung:
Berbahagialah engkau, Maria, sebab engkau telah percaya. Sabda Tuhan akan terlaksana padamu, alleluya.

DOA PERMOHONAN
Penyelamat kita telah sudi lahir dari perawan Maria. Marilah kita menyembah Kristus dan berkata:
U: Semoga bundaMu mendoakan kami, ya Tuhan.
P: Kristus, matahari sejati, perawan Maria telah mendahului Engkau seperti fajar mendahului siang,* semoga kami hidup dalam cahaya kedatanganMu.

P: Sabda kekal, Engkau telah memilih Maria menjadi bundaMu yang tak bernoda,* bebaskanlah kami dari noda dosa.

P: Penyelamat kami, pada saat penderitaan dan wafatMu, bundaMu berdiri di kaki salib,* semoga berkat doanya, kami mengambil bagian dalam penderitaanMu dengan gembira hati.

P: Yesus yang mahamurah, ketika terpaku pada salib, Engkau menyerahkan Maria kepada Yohanes sebagai bundanya,* semoga kami hidup selaku putera Maria yang sejati.

BAPA KAMI
Bapa kami yang ada di surga,
dimuliakanlah namaMu.
Datanglah kerajaanMu.
Jadilah kehendakMu di atas bumi seperti di dalam surga.
Berilah kami rezeki pada hari ini.
Dan ampunilah kesalahan kami,
seperti kamipun mengampuni yang bersalah kepada kami.
Dan janganlah masukkan kami ke dalam percobaan,
Tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat. Amin

DOA PENUTUP
Tuhan, sumber rahmat dan kurnia, peringatan santa perawan Maria kami rayakan. Semoga karena doa dan permohonannya kami dipenuhi dengan rahmat-Mu. Demi Yesus Kristus, pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persekutuan Roh Kudus, sepanjang segala masa. Amin

PENUTUP
P: (+) Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita ke hidup yang kekal.
U: Amin.

Sumber : Ibadat Harian Komisi Liturgi KWI

21 November Beato Jose Vila Barri

Tue, 21/11/2017 - 00:00

 

Bersama 13 rohaniwan lain, mereka mati martir dalam pengejaran kaum Kristen. Di persembunyian, mereka tetap berdoa rosario dan brevir setiap hari.

Sumber dan gambar: Anonim. 24 Februari 2015. Dalam santiebeati.it. Diakses pada 12 November 2017

Renungan Harian, Selasa: 21 November 2017, Luk. 19:1-10

Mon, 20/11/2017 - 19:00

ZAKHEUS adalah pemungut cukai yang bertindak tidak adil terhadap sesama. Tetapi ia juga korban dari kebencian masyarakat. Ia diberi label orang berdosa dan seakan selamanya ia harus membawa label atau cap itu ke mana pun ia pergi. Seakan tidak ada lagi kemungkinan atau kesempatan baginya untuk bertobat dan menjalani hidup yang lebih baik. Dengan kata lain, Zakheus adalah orang yang dikerdilkan oleh kebencian dan label yang diberikan masyarakat kepadanya. Perjumpaan Zakheus dengan Yesus adalah kritik bagi cara kita memperlakukan orang yang bersalah.

Zakheus bukan orang yang menikmati kejahatannya. Ia ingin dibebaskan, tetapi tidak dimungkinkan oleh stigma dan perlakukan masyarakat. Tetapi, ia tetap ingin mengalahkan kekerdilannya dengan memanjat pohon untuk bertemu Yesus. Ia berusaha keras melampaui batas dirinya untuk bertemu dengan Yesus. Bukanlah ini suatu tanda pertobatan?

Lalu, perjumpaan dengan Yesus mengubah segalanya. Yesus tidak mengatakan sesuatu yang luar biasa. Ia hanya memberi Zakheus kesempatan untuk mewujudkan niat pertobatannya. Kemudian, terjadilah sukacita itu. Zakheus bertobat dan berbagi sukacita dengan orang miskin dan semua roang yang pernah menjadi korban kejahatannya. Penghakiman dan kebencian hanya akan membuat orang terpenjara, sedangkan belas kasih dan pengampunan memerdekakan manusia.

Tuhan Yesus, curahkanlah semangat belas kasih kepadaku supaya aku tidak mudah menghakimi sesama, melainkan menerima setiap orang dengan kasih. Amin.

Renungan Harian ini diambil dari Buku “Ziarah Batin 2017”, Diterbitkan oleh Penerbit OBOR, Jakarta

Kredit Foto     : Zakheus

Brevir Sore, Senin: 20 November 2017 PEKAN BIASA XXXIII – O PEKAN I – HARI BIASA

Mon, 20/11/2017 - 16:00

PEMBUKAAN
P: Ya, Allah, bersegeralah menolong aku.
U: Tuhan, perhatikanlah hambaMu.
Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus, seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang segala abad. Amin
Alleluya.

MADAH
Allah pencipta semesta
Yang mengatur segalanya
Siang Kauhiasi terang
Malam Kaujadikan tenang.

S’moga istirahat kami
Membuat kuat kembali
Jiwa raga yang tertekan
Oleh beban pekerjaan.

Hari mengayunkan langkah
Malam mendekatlah sudah
Kami menyanyikan lagu
Untuk bersyukur padaMu.

Kabulkanlah doa kami
Ya Bapa yang baik hati
Bersama Putra dan RohMu
Sekarang serta selalu. Amin.

PENDARASAN MAZMUR

Antifon
Tuhan memperhatikan orang miskin.

Mazmur 10 (11)

Pada Tuhan aku berlindung: mengapa Engkau berkata kepadaku,*
“Terbanglah ke gunung bagaikan burung!

Sebab dari tempat yang gelap orang jahat merentangkan busur,†
memasang anak panah pada talinya,*
untuk memanah orang yang tulus hati.

Kalau hilang segala pegangan,*
apa daya orang benar?”

Tuhan ada di dalam baitNya yang kudus,*
Tuhan bertakhta di surga.

PandanganNya selalu mengamat-amati,*
sorotan mataNya menguji manusia.

Tuhan menguji orang yang benar dan yang jahat,*
Ia membenci mereka yang mencintai kelaliman.

Dengan api dan belerang dihujaniNya penjahat,*
dihanguskanNya mereka dengan angin panas.

Sebab Tuhan adil, Ia mengasihi keadilan,*
Ia memandang orang benar.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus, seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang segala abad. Amin

Antifon
Tuhan memperhatikan orang miskin.

Antifon
Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.

Mazmur 14 (15)

Tuhan, siapa boleh menumpang di kemahMu,*
siapa boleh tinggal di gunungMu yang suci?

Yaitu orang yang hidup tanpa cela dan berlaku jujur,†
yang berkata benar dalam hatinya,*
dan tidak memfitnah dengan lidahnya.

Yang tidak berbuat jahat terhadap saudaranya,*
tidak mendatangkan nista kepada sesama.

Yang menjauhi orang berdosa,*
dan memberi hormat kepada yang takwa.

Yang berpegang pada sumpah, meskipun rugi,*
tidak meminjamkan uang dengan makan riba.

Yang tak mau memungut uang suap,*
untuk merugikan orang tak bersalah.

Barang siapa berbuat demikian,*
tidak akan goyah selama-lamanya.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus, seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang segala abad. Amin

Antifon
Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.

Antifon
Allah memilih kita menjadi anakNya dengan perantaraan PuteraNya.

Ef 1,3-10

Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus,†
yang telah memberkati kita dalam Kristus,*
dengan segala berkat rohani di surga.

Sebab dalam Kristus, Allah telah memilih kita,†
sebelum menciptakan jagat raya,*
supaya kita kudus dan tak bercela di hadapanNya.

Dengan cinta, Allah telah menentukan kita menjadi puteraNya,†
dengan perantaraan Yesus Kristus,*
karena kerelaan kehendakNya.

Supaya terpujilah rahmatNya yang mulia,†
yang dianugerahkanNya kepada kita,*
dalam Putera yang dikasihiNya.

Dalam Kristus, kita telah memperoleh penebusan berkat darahNya,†
yaitu pengampunan atas segala pelanggaran kita,*
menurut kekayaan rahmatNya yang dilimpahkanNya kepada kita.

Dengan segala hikmat dan kebijaksanaan,†
Allah telah menyatakan rencana kehendakNya kepada kita,*
Sekadar kerelaan yang diikhtiarkanNya dalam Kristus sejak dahulu.

Untuk menggenapkan segala jaman,†
yaitu menyatukan segala sesuatu di surga dan di bumi,*
dalam diri Kristus sebagai kepala.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus, seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang segala abad. Amin

Antifon
Allah memilih kita menjadi anakNya dengan perantaraan PuteraNya.

BACAAN SINGKAT
(Kol 1,9b-11)
Semoga kamu menerima segala hikmat dan pengertian yang benar untuk mengetahui kehendak Tuhan dengan sempurna. Maka hidupmu akan layak di hadapanNya dan berkenan kepadaNya dalam segala hal. Kamu akan menghasilkan buah dalam segala pekerjaan baik, dan bertumbuh dalam pengetahuan sejati tentang Allah. Kamu akan diperkuat dengan segala kekuatan seturut daya kemuliaan Allah untuk menanggung segala sesuatu dengan tekun dan sabar penuh sukacita.

LAGU SINGKAT
P: Sembuhkanlah jiwaku,* Sebab aku telah berdosa.
U: Sembuhkanlah jiwaku,* Sebab aku telah berdosa.
P: Aku berkata: Tuhan, kasihanilah aku.
U: Sebab aku telah berdosa.
P: Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus.
U: Sembuhkanlah jiwaku,* Sebab aku telah berdosa.

Antifon Kidung
Aku mengagungkan Tuhan, sebab Allah memperhatikan daku, hambaNya yang hina ini.

KIDUNG MARIA
(Luk 1,46-5)
Aku mengagungkan Tuhan,*
hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.

Sebab Ia memperhatikan daku,*
hambaNya yang hina ini.

Mulai sekarang aku disebut: yang bahagia,*
oleh sekalian bangsa.

Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang mahakuasa,*
kuduslah namaNya.

Kasih sayangNya turun-temurun,*
kepada orang yang takwa.

Perkasalah perbuatan tanganNya,*
dicerai-beraikanNya orang yang angkuh hatinya

Orang yang berkuasa diturunkanNya dari takhta,*
yang hina-dina diangkatnya.

Orang lapar dikenyangkanNya dengan kebaikan,*
orang kaya diusirNya pergi dengan tangan kosong

Menurut janjiNya kepada leluhur kita,*
Allah telah menolong Israel, hambaNya.

Demi kasih sayangNya kepada Abraham serta keturunannya,*
untuk selama-lamanya.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus, seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang segala abad. Amin

Antifon Kidung
Aku mengagungkan Tuhan, sebab Allah memperhatikan daku, hambaNya yang hina ini.

DOA PERMOHONAN
Allah sudah mengikat perjanjian abadi dengan umatNya, dan Ia tidak berhenti berbuat baik terhadap kita. Sebab itu marilah kita berterimakasih kepadaNya, dan penuh kepercayaan berdoa:
U: Peliharalah umatMu, ya Tuhan.

Selamatkanlah umatMu, ya Tuhan,* dan berkatilah milik pusakaMu.

Satukanlah semua orang kristen,* supaya dunia percaya kepada Kristus yang telah Kauutus.

Limpahkanlah rahmatMu kepada kaum kerabat dan sanak saudara kami,* supaya mereka menyerahkan diri kepada Kristus.

Tunjukkanlah cinta kasihMu kepada semua orang yang berada dalam sakrat maut,* supaya mereka melihat keselamatanMu.

Rahimilah kiranya semua orang mati,* dan satukanlah mereka dengan para kudus yang beristirahat dalam Kristus.

BAPA KAMI
Bapa kami yang ada di surga,
dimuliakanlah namaMu.
Datanglah kerajaanMu.
Jadilah kehendakMu di atas bumi seperti di dalam surga.
Berilah kami rezeki pada hari ini.
Dan ampunilah kesalahan kami,
seperti kamipun mengampuni yang bersalah kepada kami.
Dan janganlah masukkan kami ke dalam percobaan,
Tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat. Amin

DOA PENUTUP
Ya Tuhan, kami mengagungkan Dikau dalam ibadat sore ini. Engkau telah memperhatikan Maria, hambaMu yang hina dina itu untuk menyelamatkan kami. Maka angkatlah kami juga, supaya menikmati kepenuhan penebusanMu. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persekutuan Roh Kudus, sepanjang segala masa. Amin

PENUTUP
P: Semoga Tuhan memberkati Kita, melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita ke hidup yang kekal.
U: Amin.

Sumber : Ibadat Harian Komisi Liturgi KWI

Pages