Mirifica.net

Subscribe to Mirifica.net feed Mirifica.net
Bishops' Conference of Indonesia
Updated: 1 hour 51 min ago

Brevir Sore, Jumat Prapaskah I, 23 Februari 2018

4 hours 23 min ago
PEMBUKAAN P: Ya, Allah, bersegeralah menolong aku. U: Tuhan, perhatikanlah hambaMu. Kemuliaan kepada Bapa dan putera dan Roh Kudus. Seperti pada permulaan sekarang, selalu dan sepanjang segala abad. Amin MADAH Yesus Engkau menganjurkan Supaya kami bertahan Dalam pantang dan puasa Agar slamat sejahtera. Dampingilah para umat Yang kini ingin bertobat Ampunilah dosa kami Yang sungguh …

Brevir Siang, Jumat Prapaskah I, 23 Februari 2018

10 hours 23 min ago
PEMBUKAAN P: Ya, Allah, bersegeralah menolong aku. U: Tuhan, perhatikanlah hambaMu. Kemuliaan kepada Bapa dan putera dan Roh Kudus. Seperti pada permulaan sekarang, selalu dan sepanjang segala abad. Amin. MADAH Sungguh agung cinta Tuhan Yang tidak takut berkurban Mautpun tak menghalangi Kasih setya yang sejati. Selalu siap mengabdi Datang untuk melayani Itulah semangat Tuhan Yang …

Brevir Pagi, Jumat Prapaskah I, 23 Februari 2018

17 hours 24 min ago
PEMBUKAAN P: Ya Allah, bersegeralah menolong aku. U: Tuhan, perhatikanlah hambaMu. Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Seperti pada permulaan, sekarang, selalu dan sepanjang segala abad. Amin. MADAH Kristus surya keadilan Kini fajar Kaudatangkan Enyahkanlah kegelapan Tampilkanlah kehidupan. S’moga pertobatan kami Di masa Prapaska ini menurunkan rahmat ampun Atas dosa yang bertimbun. Bila …

Dr. Paulinus Yan Olla, MSF Diangkat Menjadi Uskup Tanjung Selor

Thu, 22/02/2018 - 20:30
Paus Fransiskus telah menunjuk Uskup untuk Keuskupan Tanjung Selor,  RP. Paulinus Yan Olla MSF, yang saat ini menjabat sebagai  Rektor mahasiswa teologan MSF di Malang. Pengumuman Pengangkatannya disampaikan oleh Mgr. Prof. Dr. Henricus Pidyarto Gunawan, O.Carm, di Malang 22 Februari 2018, setelah Doa Brevir sore bersama. Dr. Paulinus Yan Olla MSF lahir pada tanggal 22 …

Renungan Harian, Jumat: 23 Februari 2018, Mat. 5:20-26

Thu, 22/02/2018 - 19:00
DA seorang bijaksana yang memelihara dua ekor anjing warna hitam dan putih. Dua-duanya besar dan kuat. Anjing hitam suka menggigit siapa saja dan buas terhadap mangsanya. Anjing putih memiliki insting jauh lebih baik untuk membedakan mana tamu yang baik dan tidak baik, maka ia menjadi penjaga rumah yang baik. Ketika ditanya kepada pemiliknya, mana yang …

Rev. Billy Graham di Mata Tokoh Agama dan Politik

Thu, 22/02/2018 - 16:51
TOKOH evangelist terkenal dari AS, Rev. Billy Graham menghembuskan nafas terakhirnya pada Rabu dinihari (21/2/2018). Juru Bicara Graham, Mark DeMoss, mengatakan pendeta Graham telah lama menderita kanker, pneumonia dan penyakit lain. Sosok Pendeta Graham dikenal luas karena ia pernah menjadi penasihat rohani untuk beberapa Presiden AS. Selain itu, ia juga dikenal karena kesanggupannya dalam mentransformasi …

Brevir Sore: Kamis Prapaskah I, 22 Februari 2018

Thu, 22/02/2018 - 15:00
PEMBUKAAN P: Ya, Allah, bersegeralah menolong aku. U: Tuhan, perhatikanlah hambaMu. Kemuliaan kepada Bapa dan putera dan Roh Kudus. Seperti pada permulaan sekarang, selalu dan sepanjang segala abad. Amin MADAH Yesus Engkau menganjurkan Supaya kami bertahan Dalam pantang dan puasa Agar slamat sejahtera. Dampingilah para umat Yang kini ingin bertobat Ampunilah dosa kami Yang sungguh …

Brevir Siang, Kamis Prapaskah I, 22 Februari 2018

Thu, 22/02/2018 - 09:00
PEMBUKAAN P: Ya, Allah, bersegeralah menolong aku. U: Tuhan, perhatikanlah hambaMu. Kemuliaan kepada Bapa dan putera dan Roh Kudus. Seperti pada permulaan sekarang, selalu dan sepanjang segala abad. Amin. MADAH Kita bersama memuji Tuhan Allah maha suci Yang mengurniakan rahmat Kepada seluruh umat. Kita menyatakan hormat Pada Tuhan penyelamat Sambil sujud mohon berkat Agar tabah …

Brevir Pagi: Kamis Prapaskah I, 22 Februari 2018

Thu, 22/02/2018 - 02:00
PEMBUKAAN P: Ya Allah, bersegeralah menolong aku. U: Tuhan, perhatikanlah hambaMu. Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Seperti pada permulaan, sekarang, selalu dan sepanjang segala abad. Amin. MADAH Kristus surya keadilan Kini fajar Kaudatangkan Enyahkanlah kegelapan Tampilkanlah kehidupan. S’moga pertobatan kami Di masa Prapaska ini menurunkan rahmat ampun Atas dosa yang bertimbun. Bila …

Renungan Harian, Kamis: 22 Februari 2018, Mat. 16:13-19

Wed, 21/02/2018 - 19:00
STILAH “Gembala” sering disebut dalam Kitab Suci mulai dari Kitab Kejadian sampai Wahyu. Yesus menyebut dirinya Gembala Baik, maka patutlah kita meneladani-Nya. Petrus telah mendapatkan mandat langsung dari Tuhan Yesus untuk menggembalakan domba-domba-Nya. Ada beberapa prinsip yang seharusnya dimiliki seorang gembal seperti yang disampaikan Petrus. Pertama, penggembalaan harus dilakukan dengan sukarela sesusia dengan kehendak Allah. …

Brevir Sore: Rabu Prapaskah I, 21 Februari 2018

Wed, 21/02/2018 - 14:48
RABU I – SORE PEMBUKAAN P: Ya, Allah, bersegeralah menolong aku. U: Tuhan, perhatikanlah hambaMu. MADAH Yesus Engkau menganjurkan Supaya kami bertahan Dalam pantang dan puasa Agar slamat sejahtera. Dampingilah para umat Yang kini ingin bertobat Ampunilah dosa kami Yang sungguh kami sesali. Bersihkanlah hati kami Di masa prapaska ini Agar pantas merayakan Hari kebangkitan …

Brevir Siang: Rabu Prapaskah I, 21 Februari 2018

Wed, 21/02/2018 - 09:46
RABU I – SIANG PEMBUKAAN P: Ya, Allah, bersegeralah menolong aku. U: Tuhan, perhatikanlah hambaMu. Madah Marilah kita bernyanyi Bagi penebus ilahi Dengan iman dan harapan Penuh cinta yang bertahan. Sambil mohon dibebaskan Dari tipu daya lawan Agar selalu setia Dalam mengabdi sesama. Terpujilah Allah Bapa Bersama Putra tercinta Yang memperoleh Roh suci Pembaharu muka …

Brevir Pagi: Rabu Prapaskah I, 21 Februari 2018

Wed, 21/02/2018 - 02:45
RABU I – PAGI PEMBUKAAN P: Ya Tuhan, sudilah membuka hatiku. U: Supaya mulutku mewartakan pujianMu. Pembukaan: Ant. Marilah kita menyembah Kristus Tuhan, yang digoda dan disiksa untuk kita. MAZMUR 94 (95) Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan, bersorak-sorai bagi penyelamat kita. Menghadap wajahNya dengan lagu syukur, menghormatiNya dengan pujian. Tuhanlah Allah yang agung, merajai segala dewa. …

Renungan Harian, Rabu: 21 Februari 2018, Luk. 11:29-32

Tue, 20/02/2018 - 19:00
ERTOBATAN” merupakan sebuah kata yang familiar dan sekaligus perintah yang sering disebut dalam Kitab Suci untuk dijalankan oleh umat manusia. Perintah ini gampang dilagalkan, tetapi tak mudah dilakukan. Pertobatan di satu sisi merupkan pilihan kita, tetapi di sisi yang lain merupakan karunia Allah berkat tuntuntunan Roh Kudus. Nabi Yunus diutus Tuhan untuk mewartakan pertobatan kepada …

Brevir Sore: Selas Prapaskah I, 20 Februari 2018

Tue, 20/02/2018 - 14:41
SELASA I – SORE PEMBUKAAN P: Ya, Allah, bersegeralah menolong aku. U: Tuhan, perhatikanlah hambaMu. MADAH Yesus Engkau menganjurkan Supaya kami bertahan Dalam pantang dan puasa Agar slamat sejahtera. Dampingilah para umat Yang kini ingin bertobat Ampunilah dosa kami Yang sungguh kami sesali. Bersihkanlah hati kami Di masa prapaska ini Agar pantas merayakan Hari kebangkitan …

Brevir Siang: Selasa Prapaskah I, 20 Februari 2018

Tue, 20/02/2018 - 09:38
SELASA I – SIANG PEMBUKAAN P: Ya, Allah, bersegeralah menolong aku. U: Tuhan, perhatikanlah hambaMu. Madah Tuhan Allah mahaluhur Hari dan malam Kauatur Terang gelap bergiliran Silih ganti berurutan. Senja hari yang mendekat Melambangkan akhir hayat Yang bagi umat beriman Membuka keabadian. Kabulkanlah doa kami Ya Allah Bapa surgawi Bersama Putra dan RohMu Sekarang serta …

Brevir Pagi: Selasa Prapaskah I, 20 Februari 2018

Tue, 20/02/2018 - 02:37

SELASA I – PAGI

PEMBUKAAN
P: Ya Tuhan, sudilah membuka hatiku.
U: Supaya mulutku mewartakan pujianMu.

Pembukaan: Ant. Marilah kita menyembah Kristus Tuhan, yang digoda dan disiksa untuk kita.

MAZMUR 94 (95)

Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan,
bersorak-sorai bagi penyelamat kita.
Menghadap wajahNya dengan lagu syukur,
menghormatiNya dengan pujian.

Tuhanlah Allah yang agung,
merajai segala dewa.
Dasar bumi terletak di tanganNya,
puncak gunungpun milikNya.
MilikNyalah laut, Dia membuatnya,
daratanpun buatan tanganNya.

Mari bersujud dan menyembah,
berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kita.
Dialah Allah kita, kita umatNya,
Dialah gembala kita, kita kawananNya.

Hari ini dengarkanlah suaraNya:
“Jangan bertegar hati seperti di Meriba,
seperti di Masa, di padang gurun;
ketika leluhurmu mencobai Aku,
walau menyaksikan karya Ku yang agung.

Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;
maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,
mereka tidak mengerti maksud bimbinganKu.
Sebab itu Aku bersumpah dalam murkaKu:
Mereka takkan beristirahat bersama Aku.”

Ant. Marilah kita menyembah Kristus Tuhan, yang digoda dan disiksa untuk kita.

MADAH

Kristus surya keadilan
Kini fajar Kaudatangkan
Enyahkanlah kegelapan
Tampilkanlah kehidupan.

S’moga pertobatan kami
Di masa Prapaska ini
menurunkan rahmat ampun
Atas dosa yang bertimbun.

Bila tiba hari paska
Perkenanankan para hamba
Bersorak kegembiraan
Merayakan kebangkitan.

Ya Tritunggal mahasuci
Trimalah pujian kami
Yang kami lambungkan ini
Dengan ikhlas penuh bakti. Amin.

Ant.1: Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya akan mendaki gunung Tuhan.

Mazmur 23

Milik Tuhanlah bumi dan segala isinya,*
jagat dan semua penghuninya.

Sebab Tuhan yang mendasarkan bumi atas laut,*
menegakkannya atas samudera raya.

Siapakah boleh mendaki gunung Tuhan,*
siapakah berdiri di tempatNya yang kudus?

Yang bersih tangannya dan murni hatinya,*
yang tidak bersikap curang dan tidak bersumpah palsu.

Dia yang menerima berkat Tuhan,*
dan memperoleh balas jasa dari Allah, penyelamatnya.

Orang demikianlah yang mencari Tuhan,*
yang menghadap hadirat Allah Yakub.

Tinggikanlah tiangmu, hai gapura-gapura,+
dan lebarkanlah dirimu, gerbang abadi,*
supaya masuklah Raja mulia.

Siapakah Raja mulia itu?+
Tuhan yang perkasa dan perwira,*
Tuhan yang jaya dalam peperangan.

Tinggikanlah tiangmu, hai gapura-gapura,+
dan lebarkanlah dirimu, gerbang abadi,*
supaya masuklah Raja mulia.

Siapakah Raja mulia itu?+
Tuhan semesta alam,*
Dialah Raja mulia.

Ant.1: Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya akan mendaki gunung Tuhan.

Ant.2: Pujilah Tuhan yang adil, agungkanlah raja kekal.

Tb 13,1-9

Terpujilah Allah yang hidup selama-lamanya,*
kerajaanNya tetap untuk segala abad.

Allah menyiksa dan mengasihani,+
Allah mematikan dan menghidupkan,*
tak seorangpun lolos dari kuasaNya.

Luhurkanlah Allah di hadapan bangsa-bangsa, hai umat Israel,+
sebab kita disebarkan di antara mereka,*
untuk mewartakan keagunganNya.

Luhurkanlah Dia di hadapan semua orang,+
sebab Dialah Tuhan, Dialah Allah kita,*
Dialah Bapa kita sepanjang segala abad.

Allah menyiksa kita karena kita jahat,*
namun Ia akan mengasihani kita lagi.

Dan mengumpulkan kita dari antara semua bangsa,*
tempat kita terpencar-pencar.

Jika kamu dengan segenap hati bertobat kepada Tuhan,*
Dan melakukan kebenaran;

Maka Tuhan akan berbalik kepadamu,*
dan tidak lagi menyembunyikan wajahNya.

Saksikanlah karya agung yang akan dikerjakan Tuhan bagimu,*
dan bersyukurlah dengan suara lantang.

Pujilah Tuhan yang adil,*
agungkanlah raja kekal.

Adapun aku, aku meluhurkan Tuhan di tanah pembuangan,*
mewartakan kuasaNya kepada bangsa yang berdosa ini.

Bertobatlah, kaum pendosa, dan lakukanlah yang baik di hadapan Tuhan,*
barangkali Tuhan akan berbelaskasihan kepadamu.

Aku hendak mengagungkan Allahku, raja surga,*
dan memuliakan keagunganNya dengan segenap hati.

Ant.2: Pujilah Tuhan yang adil, agungkanlah raja kekal.

Ant.3: Patutlah orang saleh memuji-muji Allah.

Mazmur 32

Bersoraklah, orang jujur, bagi Tuhan,*
patutlah orang saleh memuji-muji.

Bersyukurlah kepada Tuhan: dengan kecapi,*
bermazmurlah bagiNya dengan iringan gambus.

Nyanyikanlah lagu baru bagi Tuhan,*
padukanlah seruanmu dengan petikan dawai.

Sebab firman Tuhan selalu benar,*
segala sesuatu dikerjakanNya dengan setia.

Tuhan mencintai keadilan dan hukum,*
bumi penuh dengan kasih setiaNya.

Oleh firman Tuhan langit dijadikan,*
dan segala bintang oleh nafas mulutNya.

Bagaikan dalam kantung, air laut dikumpulkanNya,*
dan samudera raya dalam bejana.

Hendaknya segenap bumi takut akan Tuhan,*
semua penduduk gemetar terhadapNya.

Sebab Tuhan berfirman, maka semua terjadi,*
Dia memerintahkan, maka semua ada.

Tuhan menggagalkan rencana para bangsa,*
Ia meniadakan maksud segala kaum.

Rencana Tuhan tetap selamanya,*
rencana Tuhan turun-temurun.

Berbahagialah bangsa yang Allahnya Tuhan,*
umat yang terpilih menjadi milikNya.

Dari surga Allah mengamati,*
memandang umat manusia.

Dari kediamanNya Ia menilik,*
semua penduduk bumi.

Hati setiap orang dibentukNya,*
segala tingkah laku diselamiNya.

Raja tak akan menang karena besarnya tentara,*
orang perkasa takkan selamat karena kekuatannya.

Kuda tidak berguna untuk merebut kemenangan,*
betapapun kuat dan tangkasnya.

Sebab Tuhan menjaga hambaNya yang takwa,*
yang berharap akan kasih setiaNya.

Untuk melepaskan mereka dari maut,*
dan menghidupi mereka di masa kelaparan.

Maka kita berharap akan Tuhan,*
Dialah penolong dan perisai kita.

Demi Dialah hati kita bergembira,*
pada namaNya yang kudus kita percaya.

Tunjukkanlah kiranya kasih setiaMu, ya Tuhan,*
sebab padaMulah kami berharap.

Ant.3: Patutlah orang saleh memuji-muji Allah.

Bacaan Singkat (Yl 2,12-13)

Berbaliklah kepadaKu dengan sepenuh hatimu, dengan puasa dan ratap tangismu. Hendaknya tidak saja kausobek pakaianmu, tetapi sobeklah juga hatimu, dan berbaliklah kepada Tuhan, Allahmu, sebab Ia mahapengasih dan penyayang, lagi sabar dan kaya akan rahmat; Iapun sedih melihat kemalanganmu.

Lagu Singkat

P: Tuhan akan melepaskan daku dari perangkap,* Dan dari jerat musuh. U: Tuhan. P: Dari lawan yang memfitnah. U: Dan dari jerat musuh. P: Kemuliaan. U: Tuhan.

Ant. Kidung: Tuhan, ajarilah kami berdoa, seperti Yohanes telah mengajar murid-muridnya.

KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)

Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*
sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umatNya.

Ia mengangkat bagi kita seorang penyelamat yang gagah perkasa,*
putera Daud, hambaNya.

Seperti dijanjikanNya dari sediakala,*
dengan perantaraan para nabiNya yang kudus.

Untuk menyelamatkan kita dari musuh-musuh kita,*
dan dari tangan semua lawan yang membenci kita.

Untuk menunjukkan rahmatNya kepada leluhur kita,*
dan mengindahkan perjanjianNya yang kudus.

Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kita,*
akan membebaskan kita dari tangan musuh.

Agar kita dapat mengabdi kepadaNya tanpa takut,*
dan berlaku kudus dan jujur di hadapanNya seumur hidup.

Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah yang mahatinggi,*
sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalanNya.

Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umatNya,*
berkat pengampunan dosa mereka.

Sebab Allah kita penuh rahmat dan belaskasihan;*
Ia mengunjungi kita laksana fajar cemerlang.

Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,*
dan membimbing kita ke jalan damai sejahtera.

Ant. Kidung: Tuhan, ajarilah kami berdoa, seperti Yohanes telah mengajar murid-muridnya.

Doa Permohonan:

Kristus telah menyerahkan diri kepada kita sebagai roti yang turun dari surga. Marilah kita memuji Dia dan berdoa kepadaNya:
U: Kristus, roti kehidupan, kuatkanlah kami.
P: Ya Tuhan, Engkau menguatkan kami dengan perjamuan ekaristi,* semoga kami mengambil bagian sepenuhnya dalam kurban PaskaMu.
P: Semoga kami menyimpan sabdaMu dalam hati yang baik dan tulus ikhlas,* supaya kami menghasilkan buah dengan tekun dan tabah.
P: Semoga kami giat bekerja sama dengan Dikau dalam menyempurnakan dunia,* sehingga damaiMu yang diwartakan oleh Gereja lebih mudah diterima.
P: Kami telah berdosa, ya Tuhan, kami telah berdosa,* hapuskanlah kesalahan kami dan selamatkanlah kami.

Bapa Kami

Doa Penutup

Tuhan, kerinduan kami, pandanglah umatMu ini. Semoga dalam menjalani masa tobat, hati kami selalu bergembira karena rindu akan Dikau. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup …

PENUTUP
P: Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita kehidup yang kekal.
U: Amin.

Renungan Harian, Selasa: 20 Februari 2018, Mat. 6:7-15

Mon, 19/02/2018 - 19:00

ADA saat kita tertekan oleh beban kehidupan yang berat, kita berharap beban itu secepatnya hilang. Kita merasa cemas, mungkin juga mengeluh. Dalam kecemasan, kita mengharapkan campur tangan Tuhan untuk menyelesaikannya. Kecemasan itu pulalah yang dialami bangsa Israel ketika akan kembali ke Yerusalem. Namun, Tuhan menghendaki sebuah proses yang harus mereka alami. Proses itu digambarkan sebagai berikut: Agar rotu dapat dimakan, petani haru menabur dan menanam benih gandum; agar benih gandum yang ditanam bisa tumbuh subur, maka perlu pengairan yang baik, agar ada air yang mengairi bumi, maka perlu hujan dari langit. Ini menunjukkan bahwa cara kerja Tuhan tidak seperti yang kita pikirkan. Biasanya manusia menginginkan bahwa segala sesuatu haruslah instan. Namun, bagi Tuhan proses lebih penting ketimbang hasil yang instan.

Bagaikan air yang menyegarkan dan menumbuhkan benih, demikian juga Sabda Tuhan itu meneguhkan, menghidupkan dan memberikan daya dahsyat bagi mereka yang sungguh menerimanya dengan hati. Sehingga sabda Tuhan itu tidak pernah sia-sia, tetapi akan menghasilkan buah kebaikan. Sesuai dengan Injil Matius hari ini, Yesus mengajarkan kepada kita suatu doa yang setiap kali kita daraskan. Namun, pertanyaannya adalah apakah kita telah menghayati dan melakukan isi doa Bapa Kami tersebut dalam tindakan nyata setiap hari? Pertolongan Allah membutuhkan keterlibatan manusia. Oleh karena itu, partisipasi kita sangat diharapkan, misalnya, kerelaan mengampuni orang lain sehingga kita pun mengalami kasih dan pengampunan.

Ya Allah, aku meyakini bahwa Engkau memiliki rencana bagiku masing-masing, berilah aku kekuatan supaya dalam setiap pergumulan hidup ini aku tetap setia kepada-Mu. Amin.

Sumber: Ziarah Batin 2018, Penerbit Obor, Jakarta

Ulasan Eksegetis Bacaan K.S Minggu Prapaskah II/B

Mon, 19/02/2018 - 15:00

Terang Batin Dan Hikmat

Rekan-rekan yang baik!
Dikisahkan dalam Mrk 9:2-10 (Injil  Minggu Prapaskah II tahun B) bagaimana Yesus mengajak tiga orang muridnya, yakni Petrus, Yakobus, dan Yohanes naik ke sebuah gunung yang tinggi. Di sana mereka melihat sisi lain dari pribadi Yesus. Ia “berubah rupa dan pakaiannya pun bersinar putih berkilauan”. Tampak juga kepada mereka Elia dan Musa yang sedang berbicara dengan Yesus. Petrus spontan ingin mendirikan tiga kemah bagi masing-masing. Saat itu juga terdengar suara yang menyatakan bahwa “Inilah Anak-Ku yang terkasih , dengarkanlah dia!” Ketika para murid “memandangi sekeliling”, artinya sadar kembali masih menjejak bumi ini, hanya Yesus seorang dirilah yang mereka lihat. Apa arti peristiwa penampakan kemuliaan ini? Apa maksud larangan agar para murid tidak menceritakan penglihatan mereka sebelum “Anak Manusia” bangkit dari antara orang mati? (ay. 9-10)

Pada awal petikan disebutkan “enam hari kemudian”. Markus bermaksud merangkaikan kejadian ini dengan pengakuan Petrus bahwa Yesus itu Mesias (Mrk 8:29) dan pernyataan Yesus sendiri bahwa dirinya sepenuhnya hidup dan dibimbing Yang Maha Kuasa, juga dalam mengalami penderitaan. Inilah artinya Anak Manusia (8:31). Sebutan ini muncul kembali pada akhir petikan ini. Selang waktu enam hari dalam Injil Markus tidak usah diartikan sebagai 6 x 24 jam. Itu cara menyebut tenggang waktu yang cukup untuk menyadari pengalaman batin mengenai pernyataan-pernyataan tadi. Dalam petikan yang diperdengarkan hari ini, pengalaman tadi didalami lebih lanjut.

Gunung Yang Tinggi

Dalam Alkitab acap kali gunung yang tinggi digambarkan sebagai tempat orang bertemu dengan Yang Maha Kuasa dalam kebesaran-Nya. Di situ Ia menyatakan kehendak-Nya. Di puncak Sinai turunlah Sabda Tuhan kepada Musa; di sana juga Musa menerima loh batu , yakni Taurat, yang kemudian dibawakan kepada umat dan menjadi pegangan hidup mereka (Kel 24: 12-18). Juga nabi Elia berjalan 40 hari 40 malam sampai ke gunung Horeb dan di sana ia menerima penugasan dari Allah untuk menunjukkan kewibawaan-Nya kepada raja Israel (1Raj 19:8-18). Pembaca zaman itu akan segera menangkap motif berjumpa dengan Allah di gunung yang tinggi dengan penugasan khusus seperti terjadi pada Elia dan Musa. Tokoh-tokoh itu juga tampil dalam peristiwa kali ini.

Dalam petikan hari ini dikatakan Yesus membawa serta Petrus, Yakobus, dan Yohanes ke atas gunung. Apa artinya pengisahan ini? Mereka ini murid-murid paling dekat. Ketiga murid itu juga nanti jelas-jelas disebut Markus diajak Yesus menyertainya di taman Getsemani (Mrk 14:33, bdk. Mat 26:37). Mereka diperbolehkan menyelami batin Yesus, baik sisi kebesarannya, seperti kali ini, maupun sisi paling manusiawinya nanti di Getsemani. Yesus itu pribadi yang bisa dikenali dan membiarkan diri dikenali. Dan pengalaman ini betul-betul bisa ikut dialami. Sejauh mana mereka dapat memasukinya adalah soal lain. Yang penting ada orang-orang yang mengikutinya yang diajak berbagi pengalaman batin. Pengalaman batin yang mana?

Berubah Rupa

Di atas gunung itu Yesus “berubah rupa”. Pakaiannya jadi putih berkilauan. Dalam cara bicara orang waktu itu, pakaian membuat sosok yang berpakaian itu dilihat dan dikenal. Jadi maksudnya, sosok Yesus dilihat sebagai penuh cahaya. Kerap gambaran ini ditafsirkan sebagai pernyataan kebesarannya. Dan memang benar. Namun ada latar yang dalam yang patut dikenali pula. Rumus berkat dalam Bil 6:25 dapat membantu kita mengerti kedalamannya. Ayat ini ialah salah satu dari tiga pasang berkat yang boleh diucapkan oleh imam Harun bagi umat (Bil 6:24-27). Bunyinya: “Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia”. Sinar yang terpancar dari wajah Tuhan dijajarkan dengan kasih karunia yang diberikan-Nya. Dengan latar alam pikiran ini, bisa dipahami bila sosok Yesus menjadi terang bercahaya itu karena dipenuhi kasih karunia Yang Maha Kuasa. Sebentar kemudian juga terdengar suara dari awan-awan “Inilah AnakKu yang terkasih!” Pembaca zaman kini sebaiknya menyadari bahwa kita tidak diajak melihat peristiwa itu atau diajak membayang-bayangkannya. Yang disampaikan di situ ialah pengalaman batin ketiga murid terdekat tadi. Saat itu mereka melihat Yesus sebagai orang yang terberkati secara khusus, sebagai orang yang disinari terang wajah Yang Maha Kuasa, dan menerima kasih karunia-Nya. Pengalaman inilah yang mereka bagikan kepada generasi selanjutnya lewat Injil. Karena itu, kita dapat ikut menikmati buahnya tanpa mendapat penampakan seperti itu sendiri. Pengalaman rohani dalam retret dan latihan rohani acap kali lebih baik dibahasakan sebagai menikmati buah hasil pengalaman para murid tadi daripada sebagai penglihatan mistik secara langsung.

Dalam Pengkhotbah 8:1 disebutkan, hikmat kebijaksanaan membuat wajah orang menjadi bersinar. Yesus ditampilkan Injil sebagai orang yang penuh dengan hikmat kebijaksanaan. Hikmat kebijaksanaan ialah ujud kehadiran ilahi yang nyata di tengah-tengah masyarakat manusia. Dikatakan juga dalam ayat kitab Pengkhotbah tadi bahwa sinar wajah berkat kebijaksanaan tadi mengubah “kekerasan wajah” orang. Dalam cara bicara Ibrani, wajah yang terang bersinar berlawanan bukan dengan wajah gelap dan sayu, melainkan dengan wajah penuh ungkapan kekerasan, kelaliman dan menakutkan. Dalam diri Yesus kini berdiamlah kebijaksanaan ilahi. Cahaya kasih karunia ilahi inilah yang akan menyingkirkan sisi-sisi kekerasan dari kemanusiaan. Inilah yang mulai disadari ketiga murid tadi.

Suara Dari Atas

Ketiga murid tadi juga melihat Elia dan Musa bercakap-cakap dengan Yesus. Markus tidak menyebutkan isi pembicaraan mereka. Juga Matius tidak merincikannya. Boleh jadi memang Markus bermaksud mengatakan isi pembicaraan itu bukan hal penting lagi. Yang lebih penting ialah mengalami bahwa Yesus itu seperti tokoh-tokoh besar yang akrab dengan Allah sendiri. Dari Injil Lukas diketahui sedikit tentang pembicaraan mereka. Musa dan Elia disebutkan berbicara dengan Yesus mengenai “tujuan perjalanan”, Yunaninya “exodos”-nya, Yesus (Luk 9:31) yang kini sedang menuju Yerusalem. Di sanalah ia nanti membawa keluar kemanusiaan dari kungkungan keberdosaan menuju ke kehidupan baru. Tokoh-tokoh besar yang akrab dengan Allah itu kini menyertai perjalanan Yesus ke sana.

Bagaimanapun juga, reaksi Petrus yang dicatat ketiga Injil menunjukkan bahwa para murid tidak serta merta menangkap arti penglihatan tentang Elia dan Musa tadi. Petrus ingin mendirikan kemah bagi ketiga tokoh itu. Hikmat kebijaksanaan dan kasih karunia seolah-olah bisa dinikmati kehadirannya tanpa hubungan dengan umat manusia di luar sana. Ini malah cenderung membatasi ruang gerak kebijaksanaan.

Mereka mendengar suara dari atas yang menyatakan bahwa Yesus itu “AnakKu yang terkasih”. Artinya, ia sedemikian dekat dengan Dia yang ada di atas sana dan mendapatkan semua dari-Nya. Pernyataan tadi diikuti dengan seruan untuk mendengarkannya. Ia dapat memperdengarkan kebijaksanaan ilahi karena hikmat telah memenuhi dirinya.

Mengendapkan Pengalaman Batin

Ketika keluar dari pengalaman batin yang kuat tadi, ketiga murid itu hanya mendapati Yesus seorang diri. Mereka kembali ke pengalaman sehari-hari. Tapi kali ini keadaannya berbeda. Mereka baru saja melihat bagaimana Yesus mendapat terang ilahi sepenuh-penuhnya. Namun demikian, pengalaman batin ini masih perlu mereka endapkan agar tidak tercampur baur dan malah membuat mereka lupa daratan. Dalam bahasa sekarang, masih butuh diintegrasikan dengan kehidupan yang nyata, bukan untuk dibangga-banggakan.

Karena itulah mereka dilarang menyiarkan apa yang mereka lihat di gunung tadi. Bukannya mereka diminta merahasiakannya. Mereka diharapkan menyadari artinya bagi kehidupan mereka sendiri terlebih dahulu. Dikatakan, larangan itu diberikan sampai Anak Manusia dibangkitkan dari antara orang mati. Maksudnya, lebih dari sekedar menanti sampai waktu Paskah. Murid-murid diminta agar semakin menyadari siapa sebenarnya Yesus itu: dia yang nanti bangkit mengatasi maut, yang mendapat kasih karunia sedemikian penuh sehingga kematian nanti tak lagi menguasainya. Ia malah mendapatkan kehidupan baru bagi kemanusiaan.

Tidak usah orang zaman ini merasa terdorong melihat penampakan kebesaran Yesus seperti tiga murid tadi. Juga tidak semua murid Yesus waktu itu ikut melihatnya demikian. Bagian kita seperti bagian para pembaca Injil awal, yakni menyadari dan mengerti siapa Yesus itu lewat pengalaman batin ketiga murid tadi. Seperti mereka, baru bila kesadaran ini sudah menyatu dalam kehidupan, maka kita dapat merasa diperbolehkan menyiarkannya. Kita tidak diminta begitu saja menceritakan gebyarnya Yesus. Kita diajak menekuni siapa dia itu bagi kita dan bila sudah makin terang bagi kita sendiri, maka kita baru bisa membawakannya kepada orang lain. Yesus sendiri baru mulai memperkenalkan siapa Allah setelah ia dinyatakan sebagai Anak yang terkasih-Nya ketika dibaptis (Mrk 1:11 Mat 3:17 Luk 3:22) dan akan semakin membawakan-Nya ketika sekali lagi dinyatakan sebagai Anak-Nya yang terkasih dalam peristiwa di gunung kali ini (Mrk 9:7 Mat 17:5 Luk 9:35). Inilah teologi pewartaan yang disarankan dalam petikan Injil hari ini.

Dari Bacaan  Kedua (Rm 8:31a-34)

Dalam bagian suratnya kepada umat di Roma yang dibacakan kali ini, Paulus menegaskan bahwa orang yang percaya bakal dilindungi oleh Yang Mahakuasa sendiri tanpa hitung menghitung. Bahkan Ia rela mengorbankan orang yang paling dekat dengan-Nya sendiri, “anak-Nya”, demi membela kemanusiaan. Itulah pemahaman Paulus  mengenai peristiwa penyaliban Yesus – dan juga kebangkitannya yang menjadi tanda bahwa pengorbanannya tidak sia-sia.

Gambaran mengenai kebesaran serta kerelaan ilahi ini menggemakan kisah pengorbanan Abraham akan  Ishak yang diperdengarkan dalam bacaan  pertama (Kej 22:1-2; 9a,10-13, 15-18). Dalam kedua bacaan ini diketemukan kata serta gagasan “tidak menyayangkan” orang yang amat dekat dan dikasihi, lihat Kej 22:16 dan Rm 8:32. Dalam kitab Kejadian, kisah ini diceritakan bukan semata-mata untuk menampilkan keberanian serta iman Abraham melainkan terutama untuk menunjukkan betapa besarnya kesetiaan Allah sendiri pada janji-Nya kepada Abraham. Paulus memahami peristiwa ini lebih dalam. Seperti  Abraham yang tidak menyayangkan anaknya satu-satunya yang terkasih – Ishak – begitu pula Allah: Ia tidak menyayangkan Yesus, Anak-Nya, demi orang banyak. Inilah yang terpikir Paulus.

Tapi ada hal yang menarik yang dapat  diperhatikan lebih saksama. Dalam kisah Abraham, Ishak tidak jadi dikorbankan karena suruhan mengorbankan hanyalah batu ujian dan petunjuk mengenai kesetiaan. Yesus mati di  salib. Ia korban sungguhan. Allah berani kehilangan orang yang paling dekat pada-Nya agar banyak orang melihat keberanian-Nya dan percaya. Orang yang membiarkan diri dibuat percaya bakal selamat, bakal tahan dicobai. Tak bakal terhukum karena yang bakal bisa menghukum, yakni Allah dan Kristus yang kini duduk di sisi-Nya justru telah mau mengorbankan diri agar manusia tak terhukum. Inilah teologi Paulus. Ini juga penjelasan mengapa ia mengajak agar orang menjadi percaya akan kebesaran ilahi.

Salam hangat,
Kredit Foto: Transfigurasi (Doc.http://www.umanesimocristiano.org/)

Brevir Sore, Senin Prapaskah I, 19 Februari 2018

Mon, 19/02/2018 - 14:35

SENIN I – SORE

PEMBUKAAN
P: Ya, Allah, bersegeralah menolong aku.
U: Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

MADAH

Yesus Engkau menganjurkan
Supaya kami bertahan
Dalam pantang dan puasa
Agar slamat sejahtera.

Dampingilah para umat
Yang kini ingin bertobat
Ampunilah dosa kami
Yang sungguh kami sesali.

Bersihkanlah hati kami
Di masa prapaska ini
Agar pantas merayakan
Hari kebangkitan Tuhan.

Ya Tritunggal mahasuci
Trimalah pujian kami
Yang kami lambungkan ini
Dengan ikhlas penuh bakti. Amin.

Ant.1: Tuhan memperhatikan orang miskin.

Mazmur 10

Pada Tuhan aku berlindung: mengapa Engkau berkata kepadaku:*
“Terbanglah ke gunung bagaikan burung!

Sebab dari tempat yang gelap orang jahat merentangkan busur,+
memasang anak panah pada talinya,*
untuk memanah orang yang tulus hati.

Kalau hilang segala pegangan,*
apa daya orang benar?”

Tuhan ada di dalam baitNya yang kudus;*
Tuhan bertakhta di surga.

PandanganNya selalu mengamat-amati,*
sorotan mataNya menguji manusia.

Tuhan menguji orang yang benar dan yang jahat,*
Ia membenci mereka yang mencintai kelaliman.

Dengan api dan belerang dihujaniNya penjahat,*
dihanguskanNya mereka dengan angin panas.

Sebab Tuhan adil, Ia mengasihi keadilan,*
Ia memandang orang benar.

Ant.1: Tuhan memperhatikan orang miskin.

Ant.2: Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.

Mazmur 14

Tuhan, siapa boleh menumpang di kemahMu,*
siapa boleh tinggal di gunungMu yang suci?

Yaitu orang yang hidup tanpa cela dan berlaku jujur,+
yang berkata benar dalam hatinya,*
dan tidak memfitnah dengan lidahnya.

Yang tidak berbuat jahat terhadap saudaranya,*
tidak mendatangkan nista kepada sesama.

Yang menjauhi orang berdosa,*
dan memberi hormat kepada yang takwa.

Yang berpegang pada sumpah, meskipun rugi,*
tidak meminjamkan uang dengan makan riba.

Yang tak mau memungut uang suap,*
untuk merugikan orang tak bersalah.

Barang siapa berbuat demikian,*
tidak akan goyah selama-lamanya.

Ant.2: Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.

Ant.3: Allah memilih kita menjadi anakNya dengan perantaraan PuteraNya.

Ef 1,3-10

Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus,+
yang telah memberkati kita dalam Kristus,*
dengan segala berkat rohani di surga.

Sebab dalam Kristus, Allah telah memilih kita,+
sebelum menciptakan jagat raya,*
supaya kita kudus dan tak bercela di hadapanNya.

Dengan cinta, Allah telah menentukan kita menjadi puteraNya,+
dengan perantaraan Yesus Kristus,*
karena kerelaan kehendakNya.

Supaya terpujilah rahmatNya yang mulia,+
yang dianugerahkanNya kepada kita,*
dalam Putera yang dikasihiNya.

Dalam Kristus, kita telah memperoleh penebusan berkat darahNya,+
yaitu pengampunan atas segala pelanggaran kita,*
menurut kekayaan rahmatNya yang dilimpahkanNya kepada kita.

Dengan segala hikmat dan kebijaksanaan,+
Allah telah menyatakan rencana kehendakNya kepada kita,*
Sekadar kerelaan yang diikhtiarkanNya dalam Kristus sejak dahulu.

Untuk menggenapkan segala jaman,+
yaitu menyatukan segala sesuatu di surga dan di bumi,*
dalam diri Kristus sebagai kepala.

Ant.3: Allah memilih kita menjadi anakNya dengan perantaraan PuteraNya.

Bacaan Singkat (Rom 12,1-2)

Saudara-saudara, demi kerahiman Allah aku memperingatkan kamu: persembahkanlah tubuhmu sebagai kurban yang hidup, yang suci dan berkenan pada Allah. Itulah ibadatmu yang sejati. Janganlah kamu menyesuaikan diri dengan dunia ini, melainkan berubahlah menjadi manusia berbudi baru, sehingga kamu sanggup membedakan apa yang dikehendaki Allah, apa yang baik, apa yang berkenan padaNya, dan apa yang sempurna.

Lagu Singkat

P: Dengarkanlah aku, ya Tuhan,* Kasihanilah aku. U: Dengarkanlah. P: Sembuhkanlah aku, sebab aku berdosa di hadapanMu. U: Kasihanilah aku. P: Kemuliaan. U: Dengarkanlah.

Ant. Kidung: Segala sesuatu yang telah kamu lakukan untuk salah seorang dari saudaraKu yang paling hina ini, kamu lakukan untuk Aku.

KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)

Aku mengagungkan Tuhan,*
hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.

Sebab Ia memperhatikan daku,*
hambaNya yang hina ini.

Mulai sekarang aku disebut: yang bahagia,*
oleh sekalian bangsa.

Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang mahakuasa;*
kuduslah namaNya.

Kasih sayangNya turun-temurun,*
kepada orang yang takwa.

Perkasalah perbuatan tanganNya:*
dicerai-beraikanNya orang yang angkuh hatinya

Orang yang berkuasa diturunkanNya dari takhta;*
yang hina-dina diangkatnya.

Orang lapar dikenyangkanNya dengan kebaikan;*
orang kaya diusirNya pergi dengan tangan kosong

Menurut janjiNya kepada leluhur kita,*
Allah telah menolong Israel, hambaNya.

Demi kasih sayangNya kepada Abraham serta keturunannya,*
untuk selama-lamanya.

Ant. Kidung: Segala sesuatu yang telah kamu lakukan untuk salah seorang dari saudaraKu yang paling hina ini, kamu lakukan untuk Aku.

Doa Permohonan:

Tuhan Yesus Kristus telah menyelamatkan umatNya dari dosa. Marilah kita mohon dengan rendah hati:
U: Yesus, putera Daud, kasihanilah kami.
P: Ya Kristus, Engkau telah menyerahkan diri bagi Gereja untuk menguduskannya dengan pembasuhan air dan sabda kehidupan,* perbaharuilah dan sucikanlah kiranya GerejaMu dengan pertobatan.
P: Guru yang baik, tunjukkanlah kepada kaum muda-mudi jalan yang telah Kautetapkan bagi mereka masing-masing,* agar mereka berani menempuhnya dan menjadi bahagia.
P: Engkau berbelaskasihan terhadap semua orang yang menderita, dan memberi pengharapan dan kesembuhan kepada orang-orang sakit,* bukalah hati kami untuk menghibur mereka.
P: Semoga kami ingat akan martabat yang kami terima dalam pembaptisan,* sehingga kami hidup bagiMu dengan setia.
P: Berilah damai dan kemuliaan kepada orang yang telah berpulang,* dan terimalah kami kelak bersama mereka dalam kerajaanMu.

Bapa Kami

Doa Penutup

Ya Allah, penyelamat orang berdosa, bukalah hati kami untuk menerima ajaranMu. Semoga kami bertobat dari dosa dan memperoleh manfaat dari mati raga kami. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup …

PENUTUP
P: Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita kehidup yang kekal.
U: Amin.

Pages