Mirifica.net

Subscribe to Mirifica.net feed Mirifica.net
Bishops' Conference of Indonesia
Updated: 1 hour 28 min ago

Seumpama Harta dan Mutiara Terpendam

1 hour 42 min ago

SEUMPAMA HARTA DAN MUTIARA…


Rekan-rekan yang budiman!
Kerajaan Surga menjadi pokok pengajaran dalam serangkaian perumpamaan  yang disampaikan dalam Mat 13. Ketiga yang pertama dibacakan sebagai Injil Minggu Biasa XVI/A, yakni perumpamaan mengenai penabur beserta penjelasan khusus bagi para murid; perumpamaan mengenai lalang dan gandum dan penjelasannya yang mengapit perumpamaan biji sesawi dan ragi. Sesudah itu masih ada tiga perumpamaan lagi, yakni yang disampaikan sebagai  Injil Minggu Biasa XVII A (Mat 13:44-52). Dua yang pertama mengumpamakan Kerajaan Surga sebagai harta yang ditemukan di sebuah ladang (Mat 13:44) dan sebagai mutiara yang dicari saudagar (13:46). Yang menemukannya menjual seluruh miliknya agar dapat membeli ladang atau mutiara yang diinginkan itu. Dalam perumpaan yang ketiga (13:47-52), Kerajaan Surga diumpamakan sebagai jala besar yang menangkap macam-macam ikan. Nanti ikan yang baik dimasukkan dalam tempayan dan yang tak baik dibuang. Begitu pula, dikatakan di situ, orang jahat nanti akan dipisahkan para malaikat dari kumpulan orang baik. Tujuh perumpamaan ini dimaksud untuk memberi gambaran yang penuh mengenai Kerajaan Surga. Bagaimana tafsir keseluruhannnya? .

HARTA DAN MUTIARA
Minggu lalu disarankan untuk mengerti perumpamaan mengenai sesawi dan ragi begini: lha biji yang sekecil sesawi saja atau ragi sedikit saja sudah bisa mengembang besar, apalagi Kerajaan Surga! Dapat juga cara ini diterapkan pada perumpamaan mengenai harta yang ditemukan di ladang dan mutiara indah yang sejak lama diinginkan seorang saudagar. Namun demikian, bila dalam kedua perumpaan sebelumnya tadi pusat perhatian terletak pada kekuatan yang ada dalam Kerajaan Surga, kini pusat perhatian beralih kepada orang yang mencari kehadiran ilahi. Baik orang yang kaya seperti sang saudagar maupun orang yang boleh jadi hanya buruh tani saja menjual semua yang ada pada mereka agar dapat membeli barang yang diinginkannya. Bila harta di ladang dan mutiara indah dapat membuat orang sedia mempertaruhkan semua yang mereka miliki, apalagi Kerajaan Surga! Wajar bila orang merelakan apa saja yang dipegang hingga kini agar bisa masuk ke dalam Kerajaan itu.

Sebuah kotbah untuk merelakan segala milik kita demi yang lebih luhur? Sisi ini kadang-kadang terlalu digarisbawahi. Tetapi rasa-rasanya bukan itulah yang hendak disampaikan kedua perumpaan tadi. Pendengar yang menikmati kedua perumpaan tadi sudah rela dan sudah “menjual seluruh milik” mereka! Mereka yang menceritakan kembali perumpaan tadi juga tidak bermaksud meyakin-yakinkan orang banyak agar menjadi seperti kedua orang tadi. Bukan ajaran muluk-muluk yang cepat gembos bila menghadapi kenyataan-kenyataan di dunia ini. Tak banyak artinya bila perumpaan itu dianggap cuma menyerukan komitmen tunggal pada Kerajaan Surga. Ini sudah diandaikan. Lalu, apa warta yang dapat diperdengarkan bagi orang-orang pada zaman ini?

MERAIH YANG DINGINKAN
Apa inti kedua perumpaan kali ini? Orang yang menemukan harta di ladang dan kemudian memendamnya lagi di situ boleh jadi hanya buruh harian yang menggarap ladang yang bukan miliknya. Ia tidak memiliki tanah. Ia memang memiliki beberapa barang, tak banyak, tapi kiranya cukup untuk “menebus” ladang yang ada hartanya tadi. Tak perlu kita lanjutkan ke soal yuridik – ini kan perumpaan untuk mengajak pendengar berpikir. Apa yang membuat orang tadi bersukacita? Bukan semata-mata karena menemukan harta, melainkan karena melihat sebentar lagi ia bisa menjadi pemilik ladang yang ada harta karunnya! Dari sewaan menjadi milik, dari hidup kais pagi agi makan pagi menjadi orang yang terpandang. Ini cita-cita orang pada umumnya. Nah, menemukan Kerajaan Surga itu akan membuat orang menjadi pribadi yang terpandangm jadi orang yang mampu melaksanakan keinginan dan hasrat-hasrat.

Bagaimana dengan saudagar yang tentunya sudah jadi orang terpandang? Jangkauannya lain. Ia mencari yang terindah. Di situlah sumber kepuasannya. Begitulah nanti ia akan dikenal sebagai dia yang punya mutiara langka! Saudagar mana yang tidak ingin demikian? Orang yang sebetulnya sudah tidak butuh apa pun dalam hidup ini masih dapat juga menginginkan sesuatu yang langka. Begitulah daya tarik Kerajaan Surga digambarkan. Masih patut dicita-citakan, juga oleh orang yang serba berkecukupan.

Dalam tafsiran di atas Kerajaan Surga tidak lagi tampil sebagai tempat yang nun ada “di sana”, tak bergerak, sudah jadi. Yang tampil dalam perumpamaan itu ialah diri orang yang mencarinya dengan sungguh. Dan dalam menjalani ia mendapatkannya. Bila demikian maka Kerajaan Surga bisa menjadi bagian kehidupan. Juga keanekaan akan ikut termasuk di dalamnya. Jadi apa saja boleh, apa saja bisa? Wah ini perkara yang baru terjawab dengan perumpamaan mengenai jala yang besar. Marilah kita tanya Matt sendiri. Hanya dialah di antara para penulis Injil yang menceritakannya.

MACAM-MACAM TAPI…
GUS: Matt, mau tanya. Ini satu-satunya perumpamaan yang diangkap dari kehidupan nelayan. Mark dan Luc tak menyebutnya. Oom Hans juga tidak mencatatnya. Dapat dari mana?
MATT: Dari murid-murid Yesus yang mendengarnya dari dia sendiri. Kan juga begitu kata ilmu tafsir kalian.
GUS: Gini nih, apa bisa dikatakan perumpamaan jala ini gema perumpamaan lalang dan gandum?
MATT: Memang! Yang baik pada mulanya ada bersama dengan yang tak baik, semuanya diambil dan dipisahkan pada akhir. Dan malaikat-malaikatlah yang nanti mengerjakannya.
GUS: Jadi kekuatan dari atas sana sendiri. Dan kita diam saja?
MATT: Persis! Tapi diam itu bukan tak peduli lho.
GUS: Kalau begitu sebaiknya embiarkan diri dikenali sebagai yang baik oleh kekuatan-kekuatan ilahi tadi. Ya kan?
MATT: Kalau tidak terburu-buru, perumpamaan itu jadi jelas dengan sendirinya.
GUS: Masih penasaran. Jadi ikan yang tak baik itu mereka yang tidak mau dikenali Tuhan sebagai orang baik-baik? Boleh dibaca begitu?
MATT: Tentu saja perumpamaan baru berguna bila makin dipikirkan maknanya.
GUS: Kalau begitu, tak ada hitam putih begitu saja di jagad ini?
MATT: Lha iya, mana ada hidup yang hitam putih, kayak berselancar ikut instink rohani. Nggak asyik.
GUS: Kembali nih, bagaimana sikap tidak bersedia dikenali sebagai yang baik itu bisa digambarkan lebih jelas?
MATT: Kawan, ini soal pilihan. Orang kan bisa memilih begini atau begitu dan menjalaninya. Yang mau memilih Kerajaan Surga selamat. Yang tidak mau, ya tahu sendiri nanti, getun meratap sambil kertak gigi.
GUS: Kok serem amat. Boleh pula kan dikatakan, Kerajaan Surga itu dapat dimasuki oleh orang meluangkan diri bagi Yang Ilahi – menjadi orang baik – dikenali sebagai yang baik.
MATT: Lha mau penjelasan apa lagi. Kalau orang menjadi tempat hadirnya Tuhan, apa malaikat-malaikat tidak bakal mengenalinya sebagai orang yang baik?

BELAJAR DARI MATT
Terhenyak saya oleh penegasan Matt tadi. Tak nyana perumpamaan itu memuat ajaran kebatinan yang amat dalam, tapi juga yang tetap berpijak di bumi. Baik buruk ditampilkan dalam kaitan kesediaan manusia membiarkan diri didiami Yang Ilahi sendiri. Kita kadang-kadang lebih biasa berbicara mengenai kekuatan jahat merasuki orang. Kok tidak mengenai kekuatan ilahi yang mendiami batin ya? Berpikir ke situ maka pertanyaan yang diucapkan Yesus dalam ayat 51, “Mengertikah kamu semuanya itu?” tentu juga dimaksud bagi kita. Dan pembicaraan dengan Matt tadi boleh membuat kita ikut berani menjawab, “Ya kami mengerti.” Bila demikian maka kita bakal siap menerima ajaran yang termuat dalam ayat 52. “Setiap ahli Taurat yang menerima pelajaran tentang Kerajaan Surga akan mengeluarkan itu seumpama tuan rumah yang mengeluarkan harta yang baru dan yang lama.”

GUS: Matt, kau bicara mengenai ahli Taurat yang “menerima pelajaran” mengenai Kerajaan Surga. Di situ kaupakai kata Yunani “matheeteutheis”. Tentunya belajar dari guru yang hadir dalam batin dan bukan hanya mendengar dari orang-orang lain kan?
MATT: Ehm!
GUS: Kepegang nih. Kata “matheeteutheis” itu bunyinya membuat orang ingat akan namamu “Maththaios”. Kayak tanda tangan. Kau mengaku sebagai ahli Taurat yang telah banyak berguru tentang Kerajaan Surga dan mau mengundang siapa saja datang mendengarkan. Kepada tamu-tamu itu akan kauceritakan yang kauketahui sejak dulu dan yang baru saja kaupahami kini. Begitu kan maksudnya harta yang lama dan yang baru?
MATT: You’re the exegete!

Matt mau memberikan semua yang diketahuinya tentang Kerajaan Surga, baik dari khazanah Taurat maupun dari pengetahuan yang diperolehnya dari pergaulan dengan para murid Yesus sendiri. Dan tentu saja dari pengalaman rohani yang makin tumbuh. Ia sendiri bersedia diajari dan telah menerima pelajaran mengenai kehadiran Yang Ilahi dalam diri Yesus dan mau meneruskan semuanya kepada kita yang membaca Injilnya. Ini harta yang kedapatan terpendam di ladang. Ini mutiara indah yang menunggu.

Salam dari Leiden,

Kredit Foto: http://www.hoahocngaynay.com

Brevir Pagi, Kamis: 27 Juli 2017, PEKAN BIASA XVI – O PEKAN IV, HARI BIASA

4 hours 5 min ago

PEMBUKAAN
P: Ya Tuhan, sudilah membuka hatiku.
U: Supaya mulutku mewartakan pujianMu.

Pembukaan: Ant. Marilah menghadap Tuhan dengan sukacita.

MAZMUR 94 (95)

Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan,
bersorak-sorai bagi penyelamat kita.
Menghadap wajahNya dengan lagu syukur,
menghormatiNya dengan pujian.

Tuhanlah Allah yang agung,
merajai segala dewa.
Dasar bumi terletak di tanganNya,
puncak gunungpun milikNya.
MilikNyalah laut, Dia membuatnya,
daratanpun buatan tanganNya.

Mari bersujud dan menyembah,
berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kita.
Dialah Allah kita, kita umatNya,
Dialah gembala kita, kita kawananNya.

Hari ini dengarkanlah suaraNya:
“Jangan bertegar hati seperti di Meriba,
seperti di Masa, di padang gurun;
ketika leluhurmu mencobai Aku,
walau menyaksikan karya Ku yang agung.

Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;
maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,
mereka tidak mengerti maksud bimbinganKu.
Sebab itu Aku bersumpah dalam murkaKu:
Mereka takkan beristirahat bersama Aku”.

Kemuliaan kepada Bapa…
Seperti pada…

Ant. Marilah menghadap Tuhan dengan sukacita.

Madah

Bapa penguasa waktu
Lihat kini fajar baru
Mulai memancarkan sinar
Lambang cahaya yang benar.

Rahmat baru ditawarkan
Terselubung kejadian
Yang menyampaikan undangan
Untuk berbakti berkurban.

Kami sambut kesempatan
Melayani Kristus Tuhan
Yang hadir dalam sesama
Tersembunyi namun nyata.

S’moga pengabdian kami
Dijiwai Roh ilahi
Dijadikan karya Putra
Demi kemulyaan Bapa. Amin.

Ant.1: Semoga aku mengalami kasih setiaMu di waktu fajar, ya Tuhan.

Mazmur 142 (143),1-11

Ya Tuhan, dengarkanlah doaku,*
perhatikanlah permohonanku.

Demi kesetiaanMu jawablah aku,*
kabulkanlah doaku demi keadilanMu.

Janganlah mengajukan daku ke pengadilanMu,*
karena tak seorangpun dapat dibenarkan di hadapanMu.

Sebab musuh mengejar aku,*
dan mencampakkan nyawaku ke alam maut.

Ia menjebloskan daku ke dalam kegelapan,*
tiada bedanya aku dengan orang mati.

Semangatku lemah lesu dalam batinku,*
hatiku membeku dalam diriku.

Maka teringatlah aku akan masa lampau,+
aku mengenangkan segala karyaMu,*
dan merenungkan perbuatan tanganMu.

Aku menadahkan tanganku kepadaMu,*
aku haus akan Dikau bagaikan tanah yang tandus.

Ya Tuhan, datanglah segera dan jawablah aku,*
sebab habislah semangatku, ya Allah.

Janganlah wajahMu Kaupalingkan dari padaku,*
jangan sampai aku turun ke liang kubur.

Semoga aku mengalami kasih setiaMu di waktu fajar,*
sebab kepadaMu aku percaya.

Tunjukkanlah jalan yang harus kutempuh,*
sebab kepadaMu kuarahkan hatiku.

Bebaskanlah aku dari musuh, ya Tuhan,*
sebab padaMu aku berteduh.

Ajarlah aku melaksanakan kehendakMu,*
sebab Engkaulah Allahku.

Semoga kebaikan hatiMu menuntun daku,*
di jalan yang rata.

Demi namaMu, ya Tuhan, hidupkanlah aku,*
demi keadilanMu bebaskanlah aku dari musuh.

Ant.1: Semoga aku mengalami kasih setiaMu di waktu fajar, ya Tuhan.

Ant.2: Tuhan mengalirkan kesejahteraan ke Yerusalem bagaikan sungai.

Yes 66,10-14a

Bersukacitalah atas Yerusalem,+
bersorak-sorailah karena Sion,*
hai kamu semua yang mencintai dia.

Bergirang dan bergembiralah,*
hai kamu semua yang dulu berkabung bersama dia.

Semoga kamu dihibur dalam pelukannya yang mesra,*
dan dipuaskan dalam luapan kemuliaannya.

Sebab, demikianlah firman Tuhan,+
kesejahteraan Kualirkan ke Yerusalem bagaikan sungai,*
dan kemuliaan para bangsa Kulimpahkan kepadanya bagaikan bengawan.

Bagaikan bayi kamu akan digendong,*
kamu akan dibelai-belai dan dipangku.

Seperti seorang ibu menghibur anaknya,*
demikianpun Aku akan menghibur kamu.

Mengalami itu, kamu akan bersukaria,*
dan kamu akan mekar laksana bunga.

Ant.2: Tuhan mengalirkan kesejahteraan ke Yerusalem bagaikan sungai.

Ant.3: Betapa indahnya memuji Allah kita.

Mazmur 146 (147A)

Betapa indahnya memuji Allah kita,*
betapa manisnya meluhurkan Tuhan yang mulia.

Tuhan membangun kembali Yerusalem,*
Tuhan menghimpunkan umat Israel yang tercerai-berai.

Tuhan menghibur orang yang patah hati,*
dan menyembuhkan luka mereka.

Tuhan menentukan jumlah bintang,*
dan memberi nama kepada masing-masing.

Agunglah Tuhan kita dan mahakuasa,*
kearifanNya tidak terhingga.

Tuhanlah yang memberi hati kepada yang hina-dina,*
Ia menundukkan orang berdosa sampai ke debu.

Bernyanyilah bagi Tuhan dengan ucapan syukur,*
bermazmurlah bagi Allah dengan iringan kecapi.

Tuhanlah yang menutupi langit dengan awan,+
Ia menyediakan hujan bagi bumi,*
dan menumbuhkan rumput di lereng gunung.

Tuhanlah yang memberi makan kepada ternak,*
dan rezeki kepada burung gaggak.

Tuhan berkenan pada orang bukan karena kudanya yang cepat,*
bukan pula karena ototnya yang kuat,

tetapi Tuhan berkenan pada orang takwa,*
yang berharap pada kasih setiaNya.

Ant.3: Betapa indahnya memuji Allah kita.

Bacaan Singkat (Rom 8,18-21)

Sengsara zaman ini tidak sebanding dengan kemuliaan, yang akan dinyatakan kepada kita. Segala makhluk dengan rindu menantikan saat kemuliaan anak-anak Allah dinyatakan. Karena semua makhluk takluk kepada kesia-siaan, bukan karena kehendaknya sendiri, melainkan karena Dia yang telah menaklukkannya. Tetapi semua makhluk masih mempunyhai pengharapan akan dibebaskan dari belenggu kebinasaan, untuk memperoleh kebebasan mulia anak-anak Allah.

Lagu Singkat

P: Pagi hari, ya Tuhan,* Aku mengingat Engkau. U: Pagi. P: Sebab Engkau telah menjadi penolongku. U: Aku mengingat Engkau. P: Kemuliaan. U: Pagi.

Ant.Kidung: Tanamkanlah pengertian akan keselamatan dalam umatMu, ya Tuhan, dan ampunilah dosa kami.

KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)

Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*
sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umatNya.

Ia mengangkat bagi kita seorang penyelamat yang gagah perkasa,*
putera Daud, hambaNya.

Seperti dijanjikanNya dari sediakala,*
dengan perantaraan para nabiNya yang kudus.

Untuk menyelamatkan kita dari musuh-musuh kita,*
dan dari tangan semua lawan yang membenci kita.

Untuk menunjukkan rahmatNya kepada leluhur kita,*
dan mengindahkan perjanjianNya yang kudus.

Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kita,*
akan membebaskan kita dari tangan musuh.

Agar kita dapat mengabdi kepadaNya tanpa takut,*
dan berlaku kudus dan jujur di hadapanNya seumur hidup.

Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah yang mahatinggi,*
sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalanNya.

Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umatNya,*
berkat pengampunan dosa mereka.

Sebab Allah kita penuh rahmat dan belaskasihan,*
Ia mengunjungi kita laksana fajar cemerlang.

Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,*
dan membimbing kita ke jalan damai sejahtera.

Ant.Kidung: Tanamkanlah pengertian akan keselamatan dalam umatMu, ya Tuhan, dan ampunilah dosa kami.

Doa Permohonan

Allah menyelamatkan umatNya. Marilah kita memuji Dia dan berkata:
U: Engkaulah kehidupan kami, ya Tuhan.
P: Terpujilah Engkau, Bapa tuhan kami Yesus Kristus, sebab dalam rahmatMu yang berlimpah Engkau melahirkan kami kembali kepada suatu hidup penuh pengharapan,* karena kebangkitan Yesus Kristus dari alam maut.
P: Manusia telah Kauciptakan menurut citraMu dan Kauperbaharui dalam Kristus,* maka ciptakanlah kami kembali menjadi serupa dengan PuteraMu.
P: Hati kami sering menaruh kedengkian dan kebencian,* curahkanlah ke dalamnya cinta kasih, karunia Roh kudus.
P: Berikanlah pada hari ini pekerjaan kepada para penganggur, rezeki kepada orang yang lapar, kegembiraan kepada yang berduka,* rahmat dan keselamatan kepada semua orang.

Bapa Kami

Doa Penutup

Ya Tuhan, berilah kami pengertian sejati akan keselamatan, agar kami dapat mengabdi kepadaMu tanpa takut dan berlaku kudus dan jujur di hadapanMu seumur hidup. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup…

PENUTUP
P: Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita kehidup yang kekal.
U: Amin.

Sumber Brevir Harian: Ibadat Harian Komisi Liturgi KWI

 

Renungan Harian, Kamis: 27 Juli 2017, Mat. 13:10-17

Wed, 26/07/2017 - 19:00

MAN tidak muncul begitu saja dari dalam hati manusia. Setelah beberapa kali orang Israel mempertanyakan kepemimpinan Musa, Tuhan menampakkan diri di depan bangsa itu “supaya mereka senantiasa percaya” kepada Musa (bdk. Kel. 19:9). Yesus memilih menggunakan perumpamaan untuk berbicara kepada banyak orang. Ketika para murid menanyakan hal itu kepada-Nya, Yesus mengingatkan pada nubuat Yesaya (bdk. 6:10) bahwa “hati bangsa ini telah menebal, telinganya berat mendengar. Dan matanya melekat tertutup” (Mat. 13:15).

Ketika kata-kata yang langsung tidak diindahkan, diperlukan kesadaran yang tumbuh dari dalam diri seseorang. Kesadaran dan pertobatan memang tidak bisa didesakkan dari laur, melainkan harus ditentukan sendiri dari dalam. Iman kepada Tuhan dan kepercayaan pada kepemimpinan orang lain mesti dipupuk dari hati manusia. Mendengar dan melihat pesan ilahi di balik pengalaman dan peristiwa kehidupan juga tidak dengan sadar kita lakukan. Betapa banyak kejadian terlewati begitu saja tanpa kesan. Padahal semua itu dipakai Tuhan untuk mengarahkan diri kita agar siap mengalami hal-hal di depan kita. Kita seharusnya berusaha mendengar dan melihat dengan baik, sebab kesempatan untuk itu tidak akan datang dua kali.

Yesus. Tuhan dan Guru, Engkau menyebut berbahagia para pengikut-Mu yang setia mendengarkan sabda-Mu. Semoga aku dapat melihat dan mendengar dengan baik pesan-Mu dalam berbagai peristiwa hidupku. Amin.

Sumber: Ziarah Batin 2017

Kredit Foto: Ilustrasi (Ist)

Brevir Sore, Rabu: 26 Juli 2017, PEKAN BIASA XVI – O PEKAN IV

Wed, 26/07/2017 - 16:00

PEMBUKAAN
P: Ya, Allah, bersegeralah menolong aku.
U: Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Madah

Pada waktu senja ini
Malam mulai mendekat
Kami menyerahkan diri
Penuh pasrah dan hormat
KepadaMu Bapa kami
Sumber segala rahmat.

Kami bersyukur padaMu
Atas kurnia hari
Yang kini akan berlalu
Dan atas kasih suci
Yang Kaucurahkan selalu
Ke dalam hati kami.

Semoga kami semua
Yang khidmat menghadapMu
Siap menanggapi cinta
Dengan tiada ragu
Membaktikan jiwa raga
Demi kerajaanMu.

Terpujilah Allah Bapa
Tuhan mahakuasa
Terpujilah Yesus Kristus
Yang menjadi penebus
Terpujilah Roh ilahi
Penghibur yang sejati. Amin.

Ant.1: Terlalu ajaiblah bagiku pengetahuanMu, ya Tuhan.

Mazmur 138 (139),1-18.23-24 – I

Tuhan, Engkau menyelami dan mengenal aku,+
Engkau tahu bila aku duduk atau berdiri,*
dari jauh Engkau mengerti pikiranku.

Engkau tahu, bila aku berjalan atau berbaring,*
segala tingkah lakuku Kaumaklumi.

sebelum aku sempat mengucapkan sepatah katapun,*
Engkau telah mengetahui semuanya, ya Tuhan.

Engkau melingkungi aku dari muka dan dari belakang,*
dan menaruh tanganMu di atasku.

Terlalu ajaiblah bagiku pengetahuanMu,*
terlalu tinggi untuk kupahami.

Ke mana aku dapat pergi menjauhi RohMu,*
ke mana aku dapat lari menyingkiri wajahMu?

Kalaupun aku naik ke langit, Engkau ada di sana,*
kalaupun aku turun ke alam maut, di situpun Engkau ada.

Kalaupun aku terbang jauh dari timur,*
dan mendarat di ujung barat,

di sanapun lenganMu menuntun daku,*
dan tanganMu memegang aku.

Maka sadarlah aku,+
bahkan dalam kegelapan, Tuhan memperhatikan daku,*
dan di tengah malam aku bermandikan cahaya.

Kegelapanpun tidak gelap bagiMu,+
sebab malam bercahaya bagiMu bagaikan siang,*
dan kegelapan bagaikan terang.

Ant.1: Terlalu ajaiblah bagiku pengetahuanMu, ya Tuhan.

Ant.2: Aku, Tuhan, menyelidiki isi hati dan menguji sanubari. Aku menganugerahi setiap orang sesuai dengan hidupnya.

Mazmur 138 (139) – II

Engkaulah yang membentuk lubuk hatiku,*
Engkau melindungi aku sedari kandung ibuku.

Aku bersyukur kepadaMu, Allah yang mahatinggi,*
sebab agunglah Engkau.

Aku bersembah sujud di hadapanMu,*
sebab dahsyatlah karyaMu.

Dari dahulu Engkau mengenal isi hatiku,*
sanubariku tak tersembunyi bagiMu,

sejak aku dibentuk dalam selubung rahasia,*
dan diciptakan secara tak terselami.

PerhatianMu mengikuti hidupku tahap demi tahap,*
dan semuanya tercatat dalam kitabMu.

Segala hari hidupku sudah Kautentukan,*
sebelum aku dilahirkan.

Betapa mendalam pikiranMu, ya Allah,*
betapa padat maknanya.

Sekiranya kuhitung, banyaknya melebihi pasir,*
dan akhirnya aku belum juga menangkap sedikitpun.

Selamilah aku, ya Allah, dan ajuklah isi hatiku,*
ujilah aku dan dalamilah pikiranku.

Jagalah, jangan sampai jalan hidupku menyimpang,*
dan tuntunlah aku ke hidup abadi.

Ant.2: Aku, Tuhan, menyelidiki isi hati dan menguji sanubari. Aku menganugerahi setiap orang sesuai dengan hidupnya.

Ant.3: Dalam Kristus telah diciptakan segala sesuatu, dan segala sesuatu ada dalam Dia.

Kol 1,12-20

Marilah kita dengan sukacita mengucap syukur kepada Bapa,+
yang membuat kita layak mendapat bagian,*
dalam warisan gemilang para kudus.

Ia telah merebut kita dari kuasa kegelapan,*
dan memindahkan kita ke dalam kerajaan PuteraNya yang terkasih.

Dalam Kristus, kita mendapat penebusan,*
yaitu pengampunan dosa.

Kristuslah gambar Allah, Ia menampakkan yang tak kelihatan,*
Dialah yang pertama dari segala ciptaan.

Sebab dalam Kristus telah diciptakan segala sesuatu,*
baik di angkasa maupun di bumi;

Baik yang kelihatan maupun yang tak kelihatan,*
singgasana, kerajaan, pemerintah dan penguasa.

Segala sesuatu diciptakan dengan perantaraanNya dan untuk Dia,+
Ia mendahului segala sesuatu,*
dan segala sesuatu ada dalam Dia.

Kristuslah kepala tubuh, yaitu Gereja,+
Ia yang awal, yang pertama bangkit dari alam maut,*
supaya Ia lebih utama dalam segala sesuatu.

Sebab Allah berkenan bahwa seluruh kepenuhanNya diam dalam Kristus,+
dan dengan perantaraan Kristus,*
Allah memperdamaikan segala sesuatu dengan diriNya.

Baik yang di bumi maupun di angkasa,*
segala sesuatu diperdamaikan dalam darah Kristus yang tersalib.

Ant.3: Dalam Kristus telah diciptakan segala sesuatu, dan segala sesuatu ada dalam Dia.

Bacaan Singkat (1Yoh 2,3-6)

Tandanya kita mengenal Kristus ialah, bahwa kita mentaati perintahNya. Orang yang mengatakan bahwa ia mengenal Kristus, tetapi tidak mentaati perintahNya, ia itu pendusta, dan tidak ada kebenaran padanya. Akan tetapi orang yang memelihara sabda Yesus, benar-benar memiliki kasih Allah dengan sempurna. Dengan itulah kita ketahui bahwa kita berada di dalam Kristus. Barang siapa berkata, bahwa ia berada dalam Kristus, harus juga hidup seperti Kristus.

Lagu Singkat

P: Peliharalah kami, ya Tuhan,* Seperti biji mata. U: Peliharalah. P: Lindungilah kami di bawah naungan sayapmu. U: Seperti biji mata. P: Kemuliaan. U: Peliharalah.

Ant.Kidung: Ulurkanlah tanganMu yang perkasa, ya Tuhan; cerai-beraikanlah orang yang angkuh dan angkatlah yang hina-dina.

KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)

Aku mengagungkan Tuhan,*
hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.

Sebab Ia memperhatikan daku,*
hambaNya yang hina ini.

Mulai sekarang aku disebut: yang bahagia,*
oleh sekalian bangsa.

Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang mahakuasa,*
kuduslah namaNya.

Kasih sayangNya turun-temurun,*
kepada orang yang takwa.

Perkasalah perbuatan tanganNya,*
dicerai-beraikanNya orang yang angkuh hatinya

Orang yang berkuasa diturunkanNya dari takhta,*
yang hina-dina diangkatnya.

Orang lapar dikenyangkanNya dengan kebaikan,*
orang kaya diusirNya pergi dengan tangan kosong

Menurut janjiNya kepada leluhur kita,*
Allah telah menolong Israel, hambaNya.

Demi kasih sayangNya kepada Abraham serta keturunannya,*
untuk selama-lamanya.

Ant.Kidung: Ulurkanlah tanganMu yang perkasa, ya Tuhan; cerai-beraikanlah orang yang angkuh dan angkatlah yang hina-dina.

Doa Permohonan

Amat besarlah kemurahan hati Bapa abadi terhadap umatnya. Maka hendaklah kita bersukacita dan berkata:
U: Gembirakanlah orang yang berharap kepadaMu, ya Tuhan.
P: Tuhan, Engkau telah mengutus PuteraMu bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya,* semoga kematian Kristus menghasilkan buah berlimpah dalam diri kami.
P: Engkau menetapkan para imam menjadi hamba Kristus dan pembagi rahmatMu,* semoga mereka setia, bijaksana dan penuh cinta kasih.
P: Engkau memanggil orang yang Kaucintai untuk hidup membiara demi kerajaan surga,* semoga mereka mengikuti PuteraMu dalam kesetiaan sempurna.
P: Engkau telah menciptakan manusia sebagai pria dan wanita,* peliharalah kiranya semua keluarga dalam cinta sejati.
P: Engkau telah menghapus dosa manusia berkat kurban Kristus,* maka ampunilah dosa semua orang yang telah meninggal.

Bapa Kami

Doa Penutup

Tuhan yang mahamurah, Engkau suka memuaskan dengan anugerah surgawi orang yang haus akan kebenaran. Maka kami mohon, hendaklah Engkau bermurah hati dan melimpahkan kemewahan hartaMu kepada kami yang miskin ini. Demi Yesus Kristus, pengantara kami, yang hidup…

PENUTUP
P: Semoga Tuhan memberkati Kita, melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita ke hidup yang kekal.
U: Amin.

Sumber Brevir Harian: Ibadat Harian Komisi Liturgi KWI

 

Brevir Siang, Rabu: 26 Juli 2017, PEKAN BIASA XVI – O PEKAN IV

Wed, 26/07/2017 - 10:00

PEMBUKAAN
P: Ya, Allah, bersegeralah menolong aku.
U: Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Madah

Marilah kita bernyanyi
Bagi penebus ilahi
Dengan iman dan harapan
Penuh cinta yang bertahan.

Sambil mohon dibebaskan
Dari tipu daya lawan
Agar selalu setia
Dalam mengabdi sesama.

Terpujilah Allah Bapa
Bersama Putra tercinta
Yang memperoleh Roh suci
Pembaharu muka bumi. Amin.

Ant.1: Aku berseru kepadaMu, ya Tuhan, aku berharap akan firmanMu.

Mazmur 118 (119),145-152

Aku berseru dengan segenap hati, ya Tuhan, jawablah aku,*
ketetapanMu hendak kupegang.

Aku berseru kepadaMu: selamatkanlah aku!*
PerintahMu akan kutepati.

Pagi-pagi buta aku telah bangun dan memohon pertolonganMu,*
aku berharap pada firmanMu.

Semalam-malaman mataku tertuju kepadaMu,*
untuk merenungkan janjiMu.

Dengarkanlah suaraku sesuai dengan kasih setiaMu,*
ya Tuhan, hidupkanlah aku seturut hukumMu.

Orang yang mengejar aku semakin mendekat,*
mereka menjauh dari hukumMu.

Tetapi Engkau dekat, ya Tuhan,*
dan segala perintahMu benar.

Sejak lama aku mengakui ketetapanMu,*
sebab Engkau menetapkannya dari sediakala.

Ant.1: Aku berseru kepadaMu, ya Tuhan, aku berharap akan firmanMu.

Ant.2: Tuhan tahu bahwa pikiran manusia sia-sia belaka.

Mazmur 93 (94) – I

Ya Allah pembalas, ya Tuhan,*
ya Allah pembalas, tampillah!

Engkau yang menghakimi bumi, bangkitlah,*
balaslah perbuatan orang sombong.

Masih berapa lamakah, ya Tuhan,*
masih berapa lamakah orang berdosa memegahkan diri?

Mereka memuntahkan kata-kata yang kurang ajar,*
para penjahat itu menyombongkan diri.

Mereka menindas umatMu, ya Tuhan,*
menghancurkan milik pusakaMu.

Mereka membunuh janda dan orang asing,*
menewaskan anak yatim piatu.

Mereka berpikir: Tuhan tidak melihat,*
dan Allah Yakub tidak memperhatikan.

Kapan engkau insaf, hai orang bodoh,*
hai orang dungu, kapan engkau berakal sehat?

Tuhan yang memberi telinga, masakan tidak mendengar,*
dan yang membuat mata, masakan tidak melihat!

Tuhan yang memimpin para bangsa, masakan tidak menghukum,+
Tuhan yang mengajar manusia, masakan tidak tahu!*
Tuhan tahu bahwa pikiran manusia sia-sia belaka.

Ant.2: Tuhan tahu bahwa pikiran manusia sia-sia belaka.

Ant.3: Tuhan menjadi pembelaku yang perkasa, dan Allahku menjadi pelindungku.

Mazmur 93 (94) – I

Berbahagialah orang yang Kaudidik, ya Tuhan,*
yang Kauajari hukumMu.

Kauberi dia ketenangan sesudah kesedihan,*
sedangkan untuk orang berdosa disediakan kubur.

Sebab Tuhan takkan meninggalkan umatnya,*
Ia takkan menolak milik pusakanya.

Sebab keputusan Tuhan akan mengembalikan keadilan,*
dan kehormatan orang jujur akan dipulihkan.

Siapa yang bangkit menolong aku melawan para penjahat,*
siapa yang mendukung aku melawan kaum durjana.

Andaikan Tuhan tidak menolong aku,*
niscaya sudah lama aku meringkuk di alam maut.

Ketika kukira, aku akan jatuh,*
kasih setiaMu menegakkan daku, ya Tuhan.

Ketika kesusahan menekan batinku,*
penghiburanMu menggembirakan daku.

Masakan hakim yang lalim bisa bersekutu dengan Dikau,*
masakan para pengacau mendapat perlindunganMu!

Mereka bersekongkol mau merenggut nyawa orang jujur,*
menjatuhkan hukuman atas orang yang tak bersalah.

Tetapi Tuhan menjadi pembelaku yang perkasa,*
dan Allahku menjadi pelindungku.

Tuhan membalas kejahatan mereka,+
Ia membinasakan kaum durhaka itu,*
ya, Tuhan Allah kita membinasakan mereka.

Ant.3: Tuhan menjadi pembelaku yang perkasa, dan Allahku menjadi pelindungku.

Bacaan singkat (Kol 3,23-24)

Apapun juga yang kamu perbuat, kerjakanlah dengan segenap hati, bagaikan untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. Kamu tahu bahwa kamu akan menerima dari Tuhan warisan sebagai ganjaran. Kristuslah Tuhan yang kamu abdi.

P: Tuhan, Engkaulah milik pusaka dan warisanku.
U: Dalam tanganMulah nasibku.

Doa Penutup

Allah yang mahakuasa dan mahamurah, Engkau memberi kami kesempatan untuk sebentar menarik nafas di tengah hari ini, Pandanglah kiranya pekerjaan yang sudah kami mulai, dan perbaikilah kekurangan dalam usaha kami. Semoga seluruh pekerjaan dapat kami selesaikan seturut kesukaan hatiMu. Demi Kristus, pengantara kami. Amin.

PENUTUP
P: Marilah memuji Tuhan.
U: Syukur kepada Allah.

Sumber Brevir Harian: Ibadat Harian Komisi Liturgi KWI

 

Brevir Pagi, Rabu: 26 Juli 2017, PEKAN BIASA XVI – O PEKAN IV

Wed, 26/07/2017 - 04:00

PEMBUKAAN
P: Ya Tuhan, sudilah membuka hatiku.
U: Supaya mulutku mewartakan pujianMu.

Pembukaan: Ant. Pujilah Allah, hai seluruh bumi, sembahlah Tuhan dengan sukacita.

MAZMUR 94 (95)

Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan,
bersorak-sorai bagi penyelamat kita.
Menghadap wajahNya dengan lagu syukur,
menghormatiNya dengan pujian.

Tuhanlah Allah yang agung,
merajai segala dewa.
Dasar bumi terletak di tanganNya,
puncak gunungpun milikNya.
MilikNyalah laut, Dia membuatnya,
daratanpun buatan tanganNya.

Mari bersujud dan menyembah,
berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kita.
Dialah Allah kita, kita umatNya,
Dialah gembala kita, kita kawananNya.

Hari ini dengarkanlah suaraNya:
“Jangan bertegar hati seperti di Meriba,
seperti di Masa, di padang gurun;
ketika leluhurmu mencobai Aku,
walau menyaksikan karya Ku yang agung.

Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;
maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,
mereka tidak mengerti maksud bimbinganKu.
Sebab itu Aku bersumpah dalam murkaKu:
Mereka takkan beristirahat bersama Aku”.

Kemuliaan kepada Bapa…
Seperti pada…

Ant. Pujilah Allah, hai seluruh bumi, sembahlah Tuhan dengan sukacita.

Madah

Mari kita putra terang
Tampil maju dan berjuang
Diresapi s’mangat Kristus
Jadi abdi dengan tulus.

Jangan lupa mohon Tuhan
Agar kita diarahkan
Pada tujuan sejati
Setia sepanjang hari.

Allah cahaya sejati
Sinarilah hati kami
Agar mampu memantulkan
Kristus terang kehidupan.

Terpujilah Allah Bapa
Terpujilah Allah Putra
Bersama Roh Kudus pula
Sekarang dan selamanya. Amin.

Ant.1: Hatiku siap sedia, ya Allah, hatiku siap sedia.

Mazmur 107 (108)

Hatiku siap sedia, ya Allah,*
untuk bernyanyi dan melagukan mazmur.

Bagunlah, hai hatiku, berkumandanglah, hai kecapi,*
menyingsinglah, hai fajar.

Ya Tuhan, aku hendak memuji Engkau di tengah segala bangsa,*
bersama seluruh rakyat aku bermazmur bagiMu.

Sebab besarlah kasihMu, setinggi langit,*
dan kesetiaanMu menjangkau awan.

Nyatakanlah kemegahanMu di surga, ya Allah,*
dan sinarilah bumi dengan kemuliaanMu.

Berilah aku kemenangan dengan tangan kuat,*
selamatkanlah umatMu yang Kaucintai.

Allah telah berfirman dari surga,*
“Dengan gembira tanah Sikem Kujadikan bagian jarahanKu,

lembah Sukot Kuukur,*
tanah Gilead dan Manasye manjadi milikKu.

Tanah Efraim Kujadikan topi bajaKu,*
Yehuda tongkat kerajaanKu, Moab tempat pembasuhanKu.

Tanah Edom Kujadikan kepunyaanKu,*
Filistea menggemakan lagu kemenangan”.

Siapa mengantar aku ke kota Petra?*
Siapa melantik aku menjadi raja Edom?

Bukankah Engkau, ya Allah! Masihkah Engkau membuang kami,*
dan tidak lagi menyertai bala tentara kami?

Berilah kami pertolongan terhadap musuh,*
sebab sia-sialah bantuan manusia.

Bersama Allah, kita berjuang gagah perkasa,*
Ia sendiri akan menginjak-injak para lawan kita.

Ant.1: Hatiku siap sedia, ya Allah, hatiku siap sedia.

Ant.2: Tuhan mengenakan padaku dandanan keselamatan dan pakaian kebenaran.

Yes 61,10-62,5

Aku sangat bergembira dalam Tuhan,*
dan bersorak riang dalam Allahku.

Sebab Tuhan telah mengenakan padaku dandanan keselamatan,*
dan menyelubungi aku dengan pakaian kebenaran.

Laksana pengantin pria mengenakan mahkota,*
dan mempelai wanita hiasan permata.

Seperti bumi menimbulkan tetumbuhan,*
dan ladang menumbuhkan benih,

demikian pula Tuhan Allah menumbuhkan kebenaran dan pujian,*
di hadapan segala bangsa.

Demi Sion aku akan mengumandangkan suara,*
demi Yerusalem aku akan giat bekerja,

sampai kesuciannya memancar bagaikan cahaya,*
dan keselamatannya bersinar laksana obor.

Segala bangsa akan melihat kesucianmu, hai Yerusalem,+
semua raja akan menyaksikan kemuliaanmu,*
engkau akan diberi nama baru oleh Tuhan.

Seperti sebuah mahkota engkau di tangan Tuhan,*
bagaikan tajuk engkau dipegang Allahmu.

Engkau tak lagi disebut: “Yang ditinggalkan”,*
negerimu tak lagi dinamakan: “Yang kesepian”.

Sebab namamu yang baru ialah: “KekasihKu”,*
“mempelaiKu” nama negerimu.

Karena Tuhan cinta padamu,*
negerimu menjadi mempelaiNya.

Sebagaimana seorang pemuda memperisteri gadis,*
demikian pula Allah pencipta akan menjadi suamimu.

Seperti seorang suami yang baru menikah suka akan isterinya,*
demikian pula Allahmu suka akan dirimu.

Ant.2: Tuhan mengenakan padaku dandanan keselamatan dan pakaian kebenaran.

Ant.3: Aku hendak memuliakan Allahku seumur hidup.

Mazmur 145 (146)

Pujilah Tuhan, hai hatiku!+
Aku hendak memuliakan Tuhan seumur hidup,*
memujiNya selama hayat dikandung badan.

Jangan menaruh harapan pada orang-orang besar,*
pada manusia yang tak dapat meyelamatkan.

Bila melayang nyawanya, ia menjadi debu,*
hari itu juga buyarlah rencananya.

Berbahagialah orang yang mengharapkan pertolongan dari Allah Yakub,*
yang menaruh kepercayaan pada Tuhan, Allahnya.

Sebab Tuhan menjadikan langit dan bumi,*
menciptakan laut dan segala isinya.

Tuhan tetap setia terhadap orang yang dihina,*
menjamin keadilan bagi orang yang tertindas.

Tuhan memberi makan orang yang lapar,*
membebaskan orang yang terbelenggu.

Tuhan membuka mata orang buta,*
menegakkan orang yang bungkuk.

Tuhan melindungi orang asing,*
memelihara para yatim piatu dan janda.

Tuhan mengasihi orang jujur,*
tetapi orang berdosa digulingkanNya.

Tuhanlah raja selama-lamanya,*
Dialah Allahmu, hai Sion, turun-temurun.

Ant.3: Aku hendak memuliakan Allahku seumur hidup.

Bacaan Singkat (Ul 4,39-40a)

Camkanlah hari ini dan perhatikanlah, bahwa Tuhanlah Allah, baik di langit di atas maupun di bumi di bawah, dan tak ada Allah yang lain. Indahkanlah perintah dan peraturanNya yang kusampaikan kepadamu.

Lagu Singkat

P: Aku memuji Tuhan,* Setiap waktu. U: Aku. P: Madah pujian tetap bergema pada bibirku. U: Setiap waktu. P: Kemuliaan. U: Aku.

Ant.Kidung: Hendaklah kita mengabdi Tuhan seumur hidup.

KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)

Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*
sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umatNya.

Ia mengangkat bagi kita seorang penyelamat yang gagah perkasa,*
putera Daud, hambaNya.

Seperti dijanjikanNya dari sediakala,*
dengan perantaraan para nabiNya yang kudus.

Untuk menyelamatkan kita dari musuh-musuh kita,*
dan dari tangan semua lawan yang membenci kita.

Untuk menunjukkan rahmatNya kepada leluhur kita,*
dan mengindahkan perjanjianNya yang kudus.

Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kita,*
akan membebaskan kita dari tangan musuh.

Agar kita dapat mengabdi kepadaNya tanpa takut,*
dan berlaku kudus dan jujur di hadapanNya seumur hidup.

Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah yang mahatinggi,*
sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalanNya.

Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umatNya,*
berkat pengampunan dosa mereka.

Sebab Allah kita penuh rahmat dan belaskasihan,*
Ia mengunjungi kita laksana fajar cemerlang.

Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,*
dan membimbing kita ke jalan damai sejahtera.

Ant.Kidung: Hendaklah kita mengabdi Tuhan seumur hidup.

Doa Permohonan

Kristus, cahaya kemuliaan Bapa, telah menerangi kita dengan sabdaNya. Marilah kita mencintai Dia dan berdoa:
U: Kabulkanlah doa kami, ya raja yang mulia dan abadi.
P: Terpujilah Engkau, sumber dan tujuan iman kami,* sebab Engkau telah memanggil kami dari kegelapan untuk memasuki cahayaMu yang menakjubkan.
P: Engkau telah membuka mata orang buta dan telinga orang tuli,* maka tolonglah kami yang kurang percaya.
P: Tuhan, semoga kami tetap tinggal dalam cintaMu,* dan tidak pernah terpisah satu sama lain.
P: Semoga kami bertahan dalam cobaan, bersabar dalam kemalangan,* dan bersyukur dalam kemujuran.

Bapa Kami

Doa Penutup

Ya Tuhan, ingatlah kiranya akan perjanjian kudus yang telah Kaubaharui dalam darah Anakdomba. Semoga umatMu menerima pengampunan dosa dan kian hari kian menikmati keselamatan. Demi Yesus Kristus, PutraMu dan pengantara kami, yang hidup…

PENUTUP
P: Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita ke hidup yang kekal.
U: Amin.

Sumber Brevir Harian: Ibadat Harian Komisi Liturgi KWI

 

Brevir Sore, Selasa: 25 Juli 2017, PEKAN BIASA XVI – O PEKAN IV PESTA SANTO YAKOBUS, Rasul (M)

Tue, 25/07/2017 - 16:00

PEMBUKAAN

P: Ya, Allah, bersegeralah menolong aku.

U: Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan putera dan Roh Kudus.

Seperti pada permulaan sekarang, selalu dan sepanjang segala abad. Amin.

Alleluya.

MADAH

Langit bersorak gembira

Dan bumi bersukacita

Merayakan hari pesta

Para rasul yang mulia.

Diangkat menjadi duta

Bentara warta gembira

Mereka dikuasakan

Memberikan pengampunan.

S’moga pada akhir zaman

Pada saat pengadilan

Kami terima lindungan

Agar selamat dan aman.

Dimuliakanlah Bapa

Bersama Putra dan RohNya

Yang melimpahkan kurnia

Kepada kita semua. Amin.

PENDARASAN MAZMUR

Antifon

Yesus membawa serta Petrus, Yakobus, dan Yohanes, lalu Ia mulai merasa sedih dan gelisah.

Mazmur 115 (116B,10-19)

Aku tetap percaya, sekalipun aku berkata,*

“Aku ini sangat tertindas”;

sekalipun aku berkata dalam kebingunganku,*

“Semua orang penipu”.

Bagaimana akan kubalas,*

segala kebaikan Tuhan terhadapku?

Aku mengangkat piala untuk merayakan keselamatan,*

sambil menyerukan nama Tuhan.

Aku akan menepati nadarku kepada Tuhan,*

di depan seluruh umatNya.

Sungguh berhargalah di hadapan Tuhan,*

kematian para kekasihNya.

Ya Tuhan, aku hambaMu, aku anak sahayaMu,*

Engkau telah melepaskan belengguku.

Aku mempersembahkan kurban syukur kepadaMu,*

sambil menyerukan nama Tuhan.

Aku akan menepati nadarku kepada Tuhan,*

di depan seluruh umatNya,

di pelataran rumah Tuhan,*

di tengah kota Yerusalem.

Kemuliaan kepada Bapa dan putera dan Roh Kudus.

Seperti pada permulaan sekarang, selalu dan sepanjang segala abad. Amin.

Antifon

Yesus membawa serta Petrus, Yakobus, dan Yohanes, lalu Ia mulai merasa sedih dan gelisah.

Antifon

Yesus berkata kepada mereka: Berjaga dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam godaan.

Mazmur 125 (126)

Ketika Tuhan memulangkan tawanan Sion,*

kita seperti orang yang bermimpi.

Pada waktu itu mulut kita penuh dengan tertawa,*

dan lidah kita dengan sorak-sorai.

Bahkan bangsa-bangsa kafir mengakui,*

“Agunglah karya Tuhan bagi mereka”.

Sungguh agung karya Tuhan bagi kita,*

sebab itu kita bersukacita.

Tuhan telah memulihkan nasib kita,*

seperti sungai kering berair lagi di musim hujan.

Yang menabur dengan bercucuran air mata,*

akan menuai dengan bersorak-sorai.

Ia pergi dengan menangis sambil membawa kantong benihnya,*

ia pulang sambil bernyanyi membawa berkas panenannya.

Kemuliaan kepada Bapa dan putera dan Roh Kudus.

Seperti pada permulaan sekarang, selalu dan sepanjang segala abad. Amin.

Antifon

Yesus berkata kepada mereka: Berjaga dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam godaan.

Antifon

Raja Herodes mulai bersikap keras terhadap beberapa orang dari umat. Ia menyuruh supaya Yakobus, saudara Yohanes dibunuh dengan pedang.

Kidung Ef 1,3-10

Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus,+

yang telah memberkati kita dalam Kristus,*

dengan segala berkat rohani di surga.

Sebab dalam Kristus, Allah telah memilih kita,+

sebelum menciptakan jagat raya,*

supaya kita kudus dan tak bercela di hadapanNya.

Dengan cinta, Allah telah menentukan kita menjadi puteraNya,+

dengan perantaraan Yesus Kristus,*

karena kerelaan kehendakNya.

Supaya terpujilah rahmatNya yang mulia,+

yang dianugerahkanNya kepada kita,*

dalam Putera yang dikasihiNya.

Dalam Kristus, kita telah memperoleh penebusan berkat darahNya,+

yaitu pengampunan atas segala pelanggaran kita,*

menurut kekayaan rahmatNya yang dilimpahkanNya kepada kita.

Dengan segala hikmat dan kebijaksanaan,+

Allah telah menyatakan rencana kehendakNya kepada kita,*

Sekadar kerelaan yang diikhtiarkanNya dalam Kristus sejak dahulu.

Untuk menggenapkan segala jaman,+

yaitu menyatukan segala sesuatu di surga dan di bumi,*

dalam diri Kristus sebagai kepala.

Kemuliaan kepada Bapa dan putera dan Roh Kudus.

Seperti pada permulaan sekarang, selalu dan sepanjang segala abad. Amin.

Antifon

Raja Herodes mulai bersikap keras terhadap beberapa orang dari umat. Ia menyuruh supaya Yakobus, saudara Yohanes dibunuh dengan pedang.

BACAAN SINGKAT

(Ef 4,11-13)

Kristus mengangkat baik rasul maupun nabi, baik pewarta Injil maupun gembala dan pengajar umat untuk memperlengkapi para kudus bagi tugas pengabdian. Dengan demikian dibangun tubuh Kristus sampai kita semua akhirnya bersatu dalam iman dan benar-benar mengenal Putera Allah. Maka, kita menjadi manusia sempurna dan mencapai taraf kedewasaan Kristus yang sepenuh-penuhnya.

LAGU SINGKAT

P: Wartakanlah kemuliaan Allah,* Di antara bangsa-bangsa.

U: Wartakanlah kemuliaan Allah,* Di antara bangsa-bangsa.

P: Dan karyaNya yang agung.

U: Di antara bangsa-bangsa.

P: Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus.

U: Wartakanlah kemuliaan Allah,* Di antara bangsa-bangsa.

Antifon Kidung

Barang siapa ingin menjadi besar diantara kamu, hendaklah menjadi pelayanMu; dan barang siapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu, hendaklah menjadi hambaMu.

KIDUNG MARIA

(Luk 1,46-5)

Aku mengagungkan Tuhan,*

hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.

Sebab Ia memperhatikan daku,*

hambaNya yang hina ini.

Mulai sekarang aku disebut: yang bahagia,*

oleh sekalian bangsa.

Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang mahakuasa,*

kuduslah namaNya.

Kasih sayangNya turun-temurun,*

kepada orang yang takwa.

Perkasalah perbuatan tanganNya,*

dicerai-beraikanNya orang yang angkuh hatinya

Orang yang berkuasa diturunkanNya dari takhta,*

yang hina-dina diangkatnya.

Orang lapar dikenyangkanNya dengan kebaikan,*

orang kaya diusirNya pergi dengan tangan kosong

Menurut janjiNya kepada leluhur kita,*

Allah telah menolong Israel, hambaNya.

Demi kasih sayangNya kepada Abraham serta keturunannya,*

untuk selama-lamanya.

Kemuliaan kepada Bapa dan putera dan Roh Kudus.

Seperti pada permulaan sekarang, selalu dan sepanjang segala abad. Amin.

Antifon Kidung

Barang siapa ingin menjadi besar diantara kamu, hendaklah menjadi pelayanMu; dan barang siapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu, hendaklah menjadi hambaMu.

DOA PERMOHONAN

Saudara-saudara, kita dibangun atas dasar kedua belas rasul. Marilah kita berdoa kepada Bapa yang mahakuasa bagi umatNya:

U: Ingatlah akan GerejaMu, ya Tuhan.

P: Ya Bapa, Kristus yang bangkit dari alam maut, menyatakan diri pertama-tama kepada para rasul,* semoga kami memberi kesaksian tentang Dia sampai ke ujung bumi.

U: Ingatlah akan GerejaMu, ya Tuhan.

P: Engkau telah mengutus PuteraMu ke dunia untuk mewartakan kabar gembira kepada orang papa,* semoga kami mewartakan Injil dengan ikhlas dan berani.

U: Ingatlah akan GerejaMu, ya Tuhan.

P: Engkau mengutus PuteraMu untuk menaburkan benih sabdaMu,* semoga sabdaMu membawa hasil yang menggembirakan hati.

U: Ingatlah akan GerejaMu, ya Tuhan.

P: Engkau mengutus PuteraMu untuk memperdamaikan dunia dengan Dikau dalam darahNya,* semoga semua orang hidup dalam damai dengan Dikau dan dengan sesamanya.

U: Ingatlah akan GerejaMu, ya Tuhan.

P: Engkau mentakhtakan PuteraMu di sisi kananMu dalam kemuliaan surgawi,* semoga orang beriman yang telah meninggal Kauterima dalam kerajaanMu.

U: Ingatlah akan GerejaMu, ya Tuhan.

BAPA KAMI

Bapa kami yang ada di surga,

dimuliakanlah namaMu.

Datanglah kerajaanMu.

Jadilah kehendakMu di atas bumi seperti di dalam surga.

Berilah kami rezeki pada hari ini.

Dan ampunilah kesalahan kami,

seperti kamipun mengampuni yang bersalah kepada kami.

Dan janganlah masukkan kami ke dalam percobaan,

Tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat. Amin

DOA PENUTUP

Allah yang kekal dan kuasa, karya para rasul telah Kaukuduskan dengan darah santo Yakobus. Semoga umatMu dikuatkan oleh kesaksiannya dan senantiasa dilindungi oleh doanya. Demi Yesus Kristus, pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persekutuan Roh Kudus, sepanjang segala masa. Amin

PENUTUP

P: Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita ke hidup yang kekal.

U: Amin.

Sumber Brevir Harian: Ibadat Harian Komisi Liturgi KWI

 

Brevir Siang, Selasa: 25 Juli 2017, PEKAN BIASA XVI – O PEKAN IV PESTA SANTO YAKOBUS, Rasul (M)

Tue, 25/07/2017 - 10:00

PEMBUKAAN

P: Ya, Allah, bersegeralah menolong aku.

U: Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus, seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang segala abad. Amin

Alleluya.

MADAH

Tuhan Allah mahaluhur

Hari dan malam Kauatur

Terang gelap bergiliran

Silih ganti berurutan.

Senja hari yang mendekat

Melambangkan akhir hayat

Yang bagi umat beriman

Membuka keabadian.

Kabulkanlah doa kami

Ya Allah Bapa surgawi

Bersama Putra dan RohMu

Sekarang serta selalu. Amin.

PENDARASAN MAZMUR

Antifon

Berbahagialah kamu, jikalau kamu mengetahui dan melaksanakan ini.

Mazmur 118 (119),137-144

Betapa adillah Engkau, ya Tuhan,*

betapa benar keputusanMu!

PerintahMu Kautetapkan dengan jujur,*

segalanya dengan setia.

Musuhku berikhtiar membinasakan daku,*

sebab mereka tidak ambil pusing akan hukumMu.

SabdaMu sungguh teruji,*

hambaMu mencintainya.

Aku ini kecil dan hina,*

namun aku tidak melupakan perintahMu.

KeputusanMu tepat, ya Allah kekal,*

dan hukumMu benar.

Meski dirundung duka dan nestapa,*

aku tetap suka akan kebijaksanaanMu.

Berilah aku pengertian akan hukumMu, ya Allah kekal,*

supaya aku memperoleh kehidupan.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus, seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang segala abad. Amin

Antifon

Berbahagialah kamu, jikalau kamu mengetahui dan melaksanakan ini.

Antifon

Semoga doaku sampai ke hadiratMu, ya Tuhan.

Mazmur 87 (88) I

Ya Tuhan, Allah penyelamatku,*

siang malam aku berseru kepadaMu.

Semoga doaku sampai ke hadiratMu,*

dengarkanlah jeritan tangisku.

Sebab hatiku tersesak kesusahan bertimbun-timbun,*

dan hidupku mendekati ambang maut.

Aku dianggap sudah turun ke liang kubur,*

seperti orang yang kehilangan hayat.

Di alam mautlah kediamanku,*

seperti orang yang mati terbunuh aku berbaring dalam kubur.

Seperti orang yang tidak lagi Kauingat,*

terpisah dari cintamu.

Kaucampakkan daku ke lubang terdalam,*

ke tubir yang gelap gulita.

Aku tertindih oleh amarahMu,*

dan keberanganMu melumpuhkan daku.

Handai taulanku kaujauhkan dari padaku,*

Kaujadikan daku haram bagi mereka.

Aku terkurung, tak dapat lolos,*

mataku kabur tersesak derita.

Sehari-hari aku berseru kepadaMu, ya Tuhan,*

kepadaMu kutadahkan tanganku.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus, seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang segala abad. Amin

Antifon

Semoga doaku sampai ke hadiratMu, ya Tuhan.

Antifon

Aku berseru kepadaMu, ya Tuhan, janganlah Kausembunyikan wajahMu dari padaku.

Mazmur 87 (88) II

Adakah Engkau berkarya bagi orang mati!*

Masakan arwah bangkit untuk memuji Engkau!

Adakah kasihMu dikisahkan dalam kubur,*

dan kesetiaanMu di daerah kebinasaan!

Adakah karyaMu yang agung dikenal dalam kegelapan,*

dan keadilanMu di tempat tiada ingatan.

Namun aku, ya Tuhan, aku berseru kepadaMu,*

pagi-pagi doaku membubung ke hadapanMu.

Mengapa Engkau menolak aku, ya Tuhan,*

mengapa menyembunyikan wajahMu dari padaku?

Sedari masa mudaku aku malang dan terancam maut,*

aku menanggung kemurkaanMu dan merana.

Banjir keberanganMu melanda aku,*

kedahsyatan amarahMu membinasakan daku.

Aku seperti dikepung ombak terus-menerus,*

makin lama aku makin terdesak.

Kaum kerabatku Kaujauhkan dari padaku,*

tinggal kegelapanlah yang menemani aku.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus, seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang segala abad. Amin

Antifon

Aku berseru kepadaMu, ya Tuhan, janganlah Kausembunyikan wajahMu dari padaku, alleluya.

BACAAN SINGKAT

(Kis 5,12a.14)

Rasul-rasul mengerjakan pelbagai tanda dan mukjizat di tengah rakyat. Dan semakin bertambahlah jumlah orang yang percaya kepada Tuhan, baik pria maupun wanita.

P: Mereka memelihara sabda Allah.

U: Dan segala peraturan Tuhan.

DOA PENUTUP

Allah yang kekal dan kuasa, karya para rasul telah Kaukuduskan dengan darah santo Yakobus. Semoga umatMu dikuatkan oleh kesaksiannya dan senantiasa dilindungi oleh doanya. Demi Yesus Kristus, pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persekutuan Roh Kudus, sepanjang segala masa. Amin

PENUTUP

P: Marilah memuji Tuhan.

U: Syukur kepada Allah.

Sumber Brevir Harian: Ibadat Harian Komisi Liturgi KWI

 

Brevir Pagi, Selasa: 25 Juli 2017, PEKAN BIASA XVI – O PEKAN IV PESTA SANTO YAKOBUS, Rasul (M)

Tue, 25/07/2017 - 04:00
PEMBUKAAN P: Ya Allah, bersegeralah menolong aku. U: Tuhan, perhatikanlah hambaMu. Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Seperti pada permulaan, sekarang, selalu dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya. MADAH O para rasul mulia Duta raja yang kuasa Didikan guru utama Yang mengatasi segala. Di Yerusalem surgawi Penuh cahaya ilahi Kalian menjadi dasar Bagi Gereja yang benar. Kami rayakan pestamu Kami kenangkan jasamu Sambil mengucapkan syukur Atas pengurbanan luhur. Terpujilah Yesus Kristus Yang sudah sudi mengutus Rasul yang dipilih Bapa Dipenuhi dengan RohNya. Amin. PENDARASAN MAZMUR Antifon Ya Tuhan, hambaMu bersukacita atas karya keselamatanMu. Mazmur 62 (63), 2-9 Ya Allah, Engkaulah Allahku,* aku mencari Engkau. Hatiku haus dan rindu akan Dikau,* seperti tanah kering dan tandus merindukan air. Demikian aku ingin memandang Engkau di tempat kediamanMu,* untuk merasakan kekuatan dan kemuliaanMu. Sebab kasih setiaMu lebih baik dari pada hidup,* bibirku memegahkan Dikau Aku akan memuji Engkau seumur hidupku,* menadahkan tangan kepadaMu. Hatiku Kaukenyangkan dengan santapan lezat,* mulutku memuji Engkau sambil bersyukur. Di tempat tidurku aku memuji Engkau,* aku merenungkan Dikau sepanjang malam. Sebab Engkau yang menolong aku,* di bawah naungan sayapMu aku bersorak. Jiwaku melekat padaMu,* tangan kananMu menopang aku. Kemuliaan kepada Bapa dan putera dan Roh Kudus. Seperti pada permulaan sekarang, selalu dan sepanjang segala abad. Amin. Antifon Ya Tuhan, hambaMu bersukacita atas karya keselamatanMu. Antifon Bagaikan rumah di atas wadas, demikianlah hati wanita suci dilandaskan pada perintah Allah. Dan 3,57-88.56 Pujilah Tuhan, segala karya Tuhan,* pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya. Pujilah Tuhan, semua malaikat Tuhan,* pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya. Pujilah Tuhan seluruh isi surga,* pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya. Pujilah Tuhan, segala air di atas langit,* angkasa raya Tuhan, luhurkanlah Dia. Pujilah Tuhan, matahari dan bulan,* segala bintang di langit, luhurkanlah Dia. Pujilah Tuhan, hujan dan embun,* angin dan taufan, luhurkanlah Dia. Pujilah Tuhan, api dan panas-terik,* hawa sejuk dan dingin, luhurkanlah Dia. Pujilah Tuhan, kabut dan gerimis,* halilintar dan awan, luhurkanlah Dia. Pujilah Tuhan, siang dan malam,* terang dan gelap, luhurkanlah Dia. Pujilah Tuhan, seluruh bumi,* pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya. Pujilah Tuhan, gunung dan bukit,* segala yang tumbuh di bumi, luhurkanlah Dia. Pujilah Tuhan, segala mata air,* lautan dan sungai, luhurkanlah Dia. Pujilah Tuhan, segala yang hidup di dalam air,* unggas di udara, luhurkanlah Dia. Pujilah Tuhan, binatang buas dan jinak,* semua manusia, luhurkanlah Dia. Pujilah Tuhan, umat Israel,* pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya. Pujilah Tuhan, para Imam,* semua pelayanNya, luhurkanlah Dia. Pujilah Tuhan, orang yang takwa,* semua yang suci dan rendah hati, luhurkanlah Dia. Pujilah Tuhan, Ananya, Azarya dan Misael,* pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya. Marilah kita memuji Bapa, Putera dan Roh kudus,* memuji dan meluhurkan Dia selama-lamanya. (Kidung ini tidak ditutup dengan ‘Kemuliaan’). Antifon Bagaikan rumah di atas wadas, demikianlah hati wanita suci dilandaskan pada perintah Allah. Antifon Tangan Tuhan meneguhkan dia, maka ia akan diberkati selama-lamanya. Mazmur 149 Nyanyikanlah bagi Tuhan lagu baru,* pujilah Dia dalam himpunan umatNya. Hendaknya Israel bergembira atas Penciptanya,* dan warga Sion bersuka-cita atas Rajanya. Hendaknya mereka memuji namaNya dengan tari-tarian,* bermazmur bagiNya dengan rebana dan kecapi. Sebab Tuhan berkenan kepada umatNya,* memahkotai yang hina-dina dengan keselamatan. Hendaknya orang takwa bersukaria atas kejayaannya,* bersorak-sorai dengan gembira. Hendaknya mereka memuji Tuhan dengan suara lantang,* sambil memegang pedang yang tajam. Begitu hendaklah mereka membalas kejahatan para bangsa,* dan menjatuhkan hukuman kepada mereka; Membelenggu para rajanya,* dan mengikat pemukanya dengan rantai besi. Dengan demikian terlaksana keputusan Allah,* tugas terhormat bagi umatNya. Kemuliaan kepada Bapa dan putera dan Roh Kudus. Seperti pada permulaan sekarang, selalu dan sepanjang segala abad. Amin. Antifon Tangan Tuhan meneguhkan dia, maka ia akan diberkati selama-lamanya. BACAAN SINGKAT (Ef 2,19-20) Kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan sewarga dengan para kudus dan anggota keluarga Allah. Kamu dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dan Kristus Yesuslah batu sendinya. LAGU SINGKAT P: Mereka Kautetapkan sebagai pemimpin,* Di seluruh dunia. U: Mereka Kautetapkan sebagai pemimpin,* Di seluruh dunia. P: Mereka mewartakan namaMu, ya Tuhan. U: Di seluruh dunia. P: Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus. U: Mereka Kautetapkan sebagai pemimpin,* Di seluruh dunia. Antifon Kidung Yesus mengajak Petrus, Yakobus dan Yohanes, saudarannya, dan bersama-sama mereka mendaki sebuah gunung yang tinggi. Di depan mata mereka berubahlah rupa Yesus. KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79) Terpujilah Tuhan, Allah Israel,* sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umatNya. Ia mengangkat bagi kita seorang penyelamat yang gagah perkasa,* putera Daud, hambaNya. Seperti dijanjikanNya dari sediakala,* dengan perantaraan para nabiNya yang kudus. Untuk menyelamatkan kita dari musuh-musuh kita,* dan dari tangan semua lawan yang membenci kita. Untuk menunjukkan rahmatNya kepada leluhur kita,* dan mengindahkan perjanjianNya yang kudus. Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kita,* akan membebaskan kita dari tangan musuh. Agar kita dapat mengabdi kepadaNya tanpa takut,* dan berlaku kudus dan jujur di hadapanNya seumur hidup. Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah yang mahatinggi,* sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalanNya. Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umatNya,* berkat pengampunan dosa mereka. Sebab Allah kita penuh rahmat dan belaskasihan,* Ia mengunjungi kita laksana fajar cemerlang. Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,* dan membimbing kita ke jalan damai sejahtera. Kemuliaan kepada Bapa dan putera dan Roh Kudus. Seperti pada permulaan sekarang, selalu dan sepanjang segala abad. Amin. Antifon Kidung Yesus mengajak Petrus, Yakobus dan Yohanes, saudarannya, dan bersama-sama mereka mendaki sebuah gunung yang tinggi. Di depan mata mereka berubahlah rupa Yesus. DOA PERMOHONAN Saudara tercinta, kita telah menerima warisan surgawi dari para rasul. Marilah kita mengucap syukur kepada Bapa kita atas semua kurniaNya, dan berkata: U: KepadaMu paduan para rasul bersyukur, ya Tuhan. P: Terpujilah Engkau, ya Tuhan, sebab para rasul telah menyampaikan kepada kami perjamuan tubuh dan darah Kristus,* yang memuaskan dan menyegarkan kami. P: Terpujilah Engkau karena para rasul telah menyediakan bagi kami santapan sabda,* yang menerangi dan menggembirakan kami. P: Terpujilah Engkau karena Gereja kudus telah Kaudirikan atas para rasul,* dan kami kaupersatukan menjadi satu umat. P: Terpujilah Engkau sebab Engkau telah mempercayakan kepada para rasul pembaptisan dan pengampunan dosa,* yang menyucikan kami dari segala kejahatan. BAPA KAMI Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah namaMu. Datanglah kerajaanMu. Jadilah kehendakMu di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini. Dan ampunilah kesalahan kami, seperti kamipun mengampuni yang bersalah kepada kami. Dan janganlah masukkan kami ke dalam percobaan, Tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat. Amin DOA PENUTUP Allah yang kekal dan kuasa, karya para rasul telah Kaukuduskan dengan darah santo Yakobus. Semoga umatMu dikuatkan oleh kesaksiannya dan senantiasa dilindungi oleh doanya. Demi Yesus Kristus, pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persekutuan Roh Kudus, sepanjang segala masa. Amin PENUTUP P: Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita kehidup yang kekal. U: Amin. ======

Sumber Brevir Harian: Ibadat Harian Komisi Liturgi KWI

 

Renungan Harian, Selasa: 25 Juli 2017, Mat. 20: 20-28

Mon, 24/07/2017 - 19:00

EJANA tanah liat” (bdk. 2Kor.4:7) adalah gambaran yang sangat tepat bagi sosok manusia beriman, supaya senantiasa menyadari berbagai kelemahan yang masih melekat pada dirinya kendati sudah berjanji setia kepada Kristus. Kelemahan itu juga masih ada dalam diri Yakobus rasul yang kita rayakan pestanya hari ini. Ketika menanggapi permintaan ibu Yakobus soal posisi bagi anak-anaknya di Kerajaan Allah, Yesus mengingatkan, “Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan baransiapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu,, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan barangsiapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hambamu” (Mat. 20:26-27). Iman dan kesetiaan pada Kristus berati menempatkan diri di hadapan sesama sebagai pelayan. Artinya, seorang pengikut Kristus harus melepaskan ambisi pribadi dan kelekatan-kelekatan duniawi yang hanya akan menghalangi semangat kasih dalam pelayanan kepada sesama.

Ada yang mengatakan bahwa ambisi itu penting dalam perjuangan hidup di dunia. Tanpa ambisi, orang akan sulit bertahan dalam iklim yang mengutamakan presatasi. Akan tetapi, kita juga tahu bahw ambisi kita sering diarahkan pada kepentingan pribadi, sedangkan semangat Krisuts adalah pelayanan demi keselamatan banyak orang. Itu sebabnya, kita perlu berhati-hati dengan keinginan pribadi yang hendak kita paksakan dalam kebersamaan iman dengan orang lain.

Kristus Yesus, Tuhanku, Engkau memberikan diri-Mu sebagai sumber kekuatan bagiku dalam menjalani kehidupan, Semoga aku berani mengikuti teladan-Mu dan melayani orang lain, khsusunya ketika aku dipercaya untuk menjadi pemimpin. Amin.

Sumber: Ziarah Batin 2017

Kredit Foto: Bejana tanah liat/Ilustrasi (Ist)

Brevir Sore, Senin: 24 Juli 2017, Pekan Biasa XVI – O PEKAN IV – HARI BIASA (H)

Mon, 24/07/2017 - 16:00

PEMBUKAAN

P: Ya, Allah, bersegeralah menolong aku.

U: Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus, seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang segala abad. Amin

Alleluya.

MADAH

Allah pencipta semesta

Yang mengatur segalanya

Siang Kauhiasi terang

Malam Kaujadikan tenang.

S’moga istirahat kami

Membuat kuat kembali

Jiwa raga yang tertekan

Oleh beban pekerjaan.

Hari mengayunkan langkah

Malam mendekatlah sudah

Kami menyanyikan lagu

Untuk bersyukur padaMu.

Kabulkanlah doa kami

Ya Bapa yang baik hati

Bersama Putra dan RohMu

Sekarang serta selalu. Amin.

PENDARASAN MAZMUR

Antifon

Bersyukurlah kepada Tuhan, kekal abadi kasih setiaNya.

Mazmur 135 (136) – I

Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik,*

kekal abadi kasih setiaNya.

Bersyukurlah kepada Allah segala dewata,*

kekal abadi kasih setiaNya.

Bersyukurlah kepada Tuhan segala penguasa,*

kekal abadi kasih setiaNya.

Sebab hanya Tuhanlah yang mengerjakan karya agung,*

kekal abadi kasih setiaNya.

Bersyukurlah kepada Tuhan yang menciptakan langit dengan bijaksana,*

kekal abadi kasih setiaNya.

Kepada Tuhan yang membentangkan bumi di atas samudera raya,*

kekal abadi kasih setiaNya.

Bersyukurlah kepada Tuhan yang mebuat penerang yang besar,*

kekal abadi kasih setiaNya.

Matahari untuk menguasai siang,*

kekal abadi kasih setiaNya.

Bulan dan bintang untuk menguasai malam,*

kekal abadi kasih setiaNya.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus, seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang segala abad. Amin

Antifon

Bersyukurlah kepada Tuhan, kekal abadi kasih setiaNya.

Antifon

KaryaMu sungguh agung dan mengagumkan, ya Tuhan, Allah yang mahakuasa.

Mazmur 135 (136) – II

Bersyukurlah kepada Tuhan yang membunuh anak sulung Mesir,*

kekal abadi kasih setiaNya.

Yang mengantar umat Israel ke luar dari Mesir,*

kekal abadi kasih setiaNya.

Dengan tangan kuat dan lengan terentang,*

kekal abadi kasih setiaNya.

Bersyukurlah kepada Tuhan yang membelah Laut Merah,*

kekal abadi kasih setiaNya.

Yang menyeberangkan umat Israel melalui air,*

kekal abadi kasih setiaNya.

Yang mencampakkan Firaun dengan tentaranya ke dalam laut,*

kekal abadi kasih setiaNya.

Bersyukurlah kepada Tuhan yang memimpin umatNya melintasi padang gurun,*

kekal abadi kasih setiaNya.

Yang menaklukkan kerajaan besar,*

kekal abadi kasih setiaNya.

Yang membunuh raja-raja termasyhur,*

kekal abadi kasih setiaNya.

Sihon, raja bangsa Amori,*

kekal abadi kasih setiaNya.

Dan Og, raja negeri Basan,*

kekal abadi kasih setiaNya.

Bersyukurlah kepada Tuhan yang memberikan kerajaan mereka,*

kekal abadi kasih setiaNya.

Menjadi milik pusaka Israel, hambaNya,*

kekal abadi kasih setiaNya.

Bersyukurlah kepada Tuhan yang memperhatikan kemalangan kita,*

kekal abadi kasih setiaNya.

Yang membebaskan kita dari para penindas,

kekal abadi kasih setiaNya.

Bersyukurlah kepada Tuhan yang memberi makan segala makhluk,*

kekal abadi kasih setiaNya.

Bersyukurlah kepada Allah di surga,*

kekal abadi kasih setiaNya.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus, seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang segala abad. Amin

Antifon

KaryaMu sungguh agung dan mengagumkan, ya Tuhan, Allah yang mahakuasa.

Antifon

Allah telah merencanakan kehendakNya untuk menyatukan segala sesuatu dalam diri Kristus sebagai kepala.

Ef 1,3-10

Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus,†

yang telah memberkati kita dalam Kristus,*

dengan segala berkat rohani di surga.

Sebab dalam Kristus, Allah telah memilih kita,†

sebelum menciptakan jagat raya,*

supaya kita kudus dan tak bercela di hadapanNya.

Dengan cinta, Allah telah menentukan kita menjadi puteraNya,†

dengan perantaraan Yesus Kristus,*

karena kerelaan kehendakNya.

Supaya terpujilah rahmatNya yang mulia,†

yang dianugerahkanNya kepada kita,*

dalam Putera yang dikasihiNya.

Dalam Kristus, kita telah memperoleh penebusan berkat darahNya,†

yaitu pengampunan atas segala pelanggaran kita,*

menurut kekayaan rahmatNya yang dilimpahkanNya kepada kita.

Dengan segala hikmat dan kebijaksanaan,†

Allah telah menyatakan rencana kehendakNya kepada kita,*

Sekadar kerelaan yang diikhtiarkanNya dalam Kristus sejak dahulu.

Untuk menggenapkan segala jaman,†

yaitu menyatukan segala sesuatu di surga dan di bumi,*

dalam diri Kristus sebagai kepala.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus, seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang segala abad. Amin

Antifon

Allah telah merencanakan kehendakNya untuk menyatukan segala sesuatu dalam diri Kristus sebagai kepala.

BACAAN SINGKAT

(1Tes 3,12-13)

Semoga Tuhan mengembangkan kamu dalam cinta kasih yang melimpah kepada sesama umat dan kepada semua orang, seperti kamipun mengasihi kamu. Hendaknya Tuhan menguatkan hatimu, supaya kamu kudus dan tak bernoda di hadapan Allah dan Bapa kita, pada waktu Tuhan Yesus datang bersama semua orang kudusNya.

LAGU SINGKAT

P: Semoga doaku, ya Tuhan,* Tertuju kepadaMu.

U: Semoga doaku, ya Tuhan,* Tertuju kepadaMu.

P: Seperti asap dupa membubung ke hadiratMu.

  1. Tertuju kepadaMu.

P: Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus.

U: Semoga doaku, ya Tuhan,* Tertuju kepadaMu.

Antifon Kidung

Aku hendak mengagungkan Dikau selalu, ya Allahku.

KIDUNG MARIA

(Luk 1,46-5)

Aku mengagungkan Tuhan,*

hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.

Sebab Ia memperhatikan daku,*

hambaNya yang hina ini.

Mulai sekarang aku disebut: yang bahagia,*

oleh sekalian bangsa.

Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang mahakuasa,*

kuduslah namaNya.

Kasih sayangNya turun-temurun,*

kepada orang yang takwa.

Perkasalah perbuatan tanganNya,*

dicerai-beraikanNya orang yang angkuh hatinya

Orang yang berkuasa diturunkanNya dari takhta,*

yang hina-dina diangkatnya.

Orang lapar dikenyangkanNya dengan kebaikan,*

orang kaya diusirNya pergi dengan tangan kosong

Menurut janjiNya kepada leluhur kita,*

Allah telah menolong Israel, hambaNya.

Demi kasih sayangNya kepada Abraham serta keturunannya,*

untuk selama-lamanya.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus, seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang segala abad. Amin

Antifon Kidung

Aku hendak mengagungkan Dikau selalu, ya Allahku.

DOA PERMOHONAN

Yesus tidak pernah meninggalkan orang yang berharap kepadaNya. Marilah kita menghadap Dia dengan rendah hati dan berdoa:

U: Allah kami, kabulkanlah doa kami.

P: Kristus Tuhan, cahaya dunia, sinarilah umatMu dengan terang cahayaMu,* agar kami mewartakan kepada semua bangsa rahasia agung iman kami.

U: Allah kami, kabulkanlah doa kami.

P: Peliharalah semua imam dan para pelayan umatMu,* supaya dalam mewartakan Injil kepada orang lain, mereka sendiri mengabdi Engkau dengan setia.

U: Allah kami, kabulkanlah doa kami.

P: Dengan darahMu Engkau telah mendamaikan dunia,* maka singkirkanlah segala percekcokan dan hentikanlah peperangan.

U: Allah kami, kabulkanlah doa kami.

P: Bantulah para suami isteri dengan kelimpahan rahmatMu,* supaya mereka menampakkan hubungan mesra antara Engkau dan Gereja.

U: Allah kami, kabulkanlah doa kami.

P: Ampunilah dosa semua orag yang telah meninggal,* dan hiburlah mereka dalam belaskasihanMu bersama para kudus.

U: Allah kami, kabulkanlah doa kami.

BAPA KAMI

Bapa kami yang ada di surga,

dimuliakanlah namaMu.

Datanglah kerajaanMu.

Jadilah kehendakMu di atas bumi seperti di dalam surga.

Berilah kami rezeki pada hari ini.

Dan ampunilah kesalahan kami,

seperti kamipun mengampuni yang bersalah kepada kami.

Dan janganlah masukkan kami ke dalam percobaan,

Tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat. Amin

DOA PENUTUP

Tuhan Yesus, tinggallah kiranya bersama kami, karena hari sudah hampir malam. Sertailah kami di jalan, kobarkanlah hati kami dan bangkitkanlah pengharapan kami. Semoga kami mengenal Engkau dalam sabda Kitab suci dan dalam perjamuan ekaristi bersama saudara-saudara kami. Sebab Engkaulah pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Bapa dalam persekutuan Roh Kudus, sepanjang segala masa. Amin

PENUTUP

P: Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita ke hidup yang kekal.

U: Amin.

======

Sumber: Buku Ibadat Harian Ofisi Menurut Ritus Roma Diterbitkan Oleh PWI-Liturgi, 1995, Penerbit Nusa Indah Ende.

 

Brevir Siang, Senin: 24 Juli 2017 Pekan Biasa XVI – O PEKAN IV – HARI BIASA (H)

Mon, 24/07/2017 - 10:00

PEMBUKAAN

P: Ya, Allah, bersegeralah menolong aku.

U: Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus, seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang segala abad. Amin

Alleluya

MADAH

Engkau Tuhan raja mulya

Yang mengatur segalanya

Fajar pagi Kauterbitkan

Panas siang Kaukobarkan.

Padamkan api sengketa

Yang memisahkan sesama

Teguhkan s’mangat berpadu

Yang menyatukan sekutu.

Kabulkanlah doa kami

Ya Allah Bapa surgawi

Bersama Putra dan RohMu

Sekarang serta selalu. Amin.

PENDARASAN MAZMUR

Antifon

Teguhkanlah langkahku sesuai dengan janjiMu, ya Tuhan.

Mazmur 118 (119),129-136

SabdaMu mengagumkan, ya Tuhan,*

aku berpegang padanya.

Singkapkanlah firmanMu yang memberi terang,*

yang memberi pengertian kepada orang yang bersahaja.

Dengan mulut ternganga aku termengah-mengah,*

sebab aku rindu akan perintahMu.

Perhatikan daku dan kasihanilah aku,*

sebab aku cinta padaMu.

Teguhkanlah langkahku sesuai dengan janjiMu,*

janganlah kejahatan menguasai aku.

Bebaskanlah aku dari penindasan,*

supaya aku berpegang pada titahMu.

Pandanglah hambaMu dengan wajah berseri,*

ajarkanlah kehendakMu kepadaku.

Air mataku berlinang-linang,*

sebab banyak orang tidak berpegang pada hukumMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus, seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang segala abad. Amin

Antifon

Teguhkanlah langkahku sesuai dengan janjiMu, ya Tuhan.

Antifon

Hanya ada satu yang membuat hukum dan menjadi hakim. Siapakah engkau, sehingga engkau mau menghakimi sesamamu?

Mazmur 81 (82)

Allah memimpin sidang surgawi,*

menghakimi para dewata:

“Berapa lama lagi kamu menghakimi dengan lalim,*

dan memihak kepada orang jahat?

Belalah orang lemah dan yatim piatu,*

berilah keadilan kepada orang hina dan papa.

Luputkanlah orang lemah dan miskin,*

luputkanlah mereka dari tangan orang berdosa”.

Para dewata kehilangan akal berkeliaran dalam kegelapan,*

segala dasar bumi goyang.

“Tadinya kukira kamu semua dewata,*

putera Allah yang mahatinggi.

Nyatanya kamu mati seperti manusia,*

tewas seperti perwira gadungan”.

Bangkitlah, ya Allah, hakimilah bumi,*

rajailah sendiri segala bangsa.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus, seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang segala abad. Amin

Antifon

Hanya ada satu yang membuat hukum dan menjadi hakim. Siapakah engkau, sehingga engkau mau menghakimi sesamamu?

Antifon

Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.

Mazmur 119 (120)

Dalam kesesakanku aku berseru kepada Tuhan,*

dan Ia mendengarkan daku.

Ya Tuhan, lepaskanlah aku dari bibir pendusta,*

dan dari lidah penipu.

Tuhan pasti membalas kamu,*

Ia pasti mengganjar kamu, hai para penipu!

Dengan panah tajam dari busur tentara,*

dengan bara yang berpijar-pijar.

Celakalah aku entah aku tinggal jauh di daerah Mesekh,*

entah jauh di perkemahan Kedar!

Aku masih tinggal terlalu dekat juga,*

pada orang yang membenci perdamaian.

Kalau aku, perdamaianlah yang kubicarakan,*

sedangkan mereka hanya peperangan.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus, seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang segala abad. Amin

Antifon

Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.

BACAAN SINGKAT

(Im 20,26)

Hendaklah kamu kudus, sebab Aku Tuhanmu kudus. Aku telah memisahkan kamu dari bangsa-bangsa lain, supaya kamu menjadi milikKu.

P: Berbahagialah bangsa yang Allahnya Tuhan.

U: Umat yang terpilih menjadi milikNya.

DOA PENUTUP

Allah, Engkaulah Tuhan panenan dan pemelihara kebun anggur, Engkau membagikan tugas dan memberi balas jasa. Semoga kami bekerja keras sepanjang hari dan tidak bersungut-sungut melawan keputusanMu. Demi Kristus, pengantara kami. Amin.

PENUTUP

P: Marilah memuji Tuhan.

U: Syukur kepada Allah.

======

 

SUMBER BREVIR HARIAN: IBADAT HARIANKOMISI LITURGI KWI

 

Arsitektur Gereja: Ini Alasan Spiritual Di Balik Seni Pengembangan Jendela Kaca Patri Gereja

Mon, 24/07/2017 - 09:24

Seni arsitektural terbukti menjadi alat berharga dalam mengajarkan banyak kebenaran spiritual.

Dalam teologi Kristen, cahaya merupakan sebuah tema umum bernada spiritual. Dalam Kejadian, sabda Allah paling awal pada waktu menciptakan dunia adalah ”Jadilah terang’; Dan jadilah terang itu. Lalu Allah melihat bahwa terang itu baik ” (Kej. 1: 3-4).

Yesus bahkan melangkah lebih jauh dengan memperkenalkan dirinya sendiri sebagai terang itu. Ia berkata, “Akulah terang dunia; Barangsiapa yang mengikuti AKu ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, tetapi akan memiliki terang hidup “(Yoh. 8:12).

Dengan gagasan seperti itu,orang-orang Kristen kemudian menghabiskan banyak waktu dan energi untuk mengembangkan desain jendela di gereja-gereja. Desain jendela dengan nilai seni yang tinggi diyakini dapat menyalurkan cahaya matahari dan menghilangkan bayang-bayang kegelapan. Seni arsitektur Kristiani melihat jendela sebagai sarana untuk mengungkap kebenaran spiritual sambil tetap berpijak pada tujuan fungsional sesungguhnya.

Bebeberapa sumber menyebutkan, jendela yang terbuat dari kaca patri sebagaimana kita kenal hari ini tidak berasal dari abad ke-10. Sebab, jauh sebelum itu, orang Mesir dan Romawi telah mengembangkan sebuah teknik pembuatan kaca dengan sedikit warna, meskipun dengan teknologi berskala kecil.

Kaca Patri Tertua

Jendela kaca patri pada katedral Augsburg, Jerman/BBC

Jendela kaca patri tertua saat ini dapat ditemukan di Katedral Augsburg di Jerman. Jendela ini dibuat pada abad ke-11 dan merupakan bagian dari sebuah proyek pembuatan jendela kaca patri terbesar dan terindah. Kehadiran jendela kaca patri pada Katedral Augsburg itu tidak hanya untuk menyampaikan pesan spiritual tertentu seperti  bagaimana cahaya Tuhan menghancurkan kegelapan kita, namun juga terbukti menjadi alat katekese yang penting.

Pada periode abad pertengahan, jendela kaca patri menjadi sarana utama untuk mengajarkan kaum awam yang belum banyak tahu dan mengerti kisah dalam Alkitab. Seringkali, ukuran jendela kaca patri tergantung pada ukuran gereja, temanya juga beragam, diambil dari Kitab Kejadian hingga Wahyu. Namun, pada dasarnya  menyoroti kisah paling penting dalam kehidupan orang Kristiani, yakni sejarah Penyelematan oleh Kristus.

Seringkali, kisah dalam Alkitab yang digambarkan di jendela kaca patri pada Gereja juga dikaitkan dengan representasi singkat sejarah Gereja. Orang-orang kudus digambarkan pada jendela kaca patri Gereja sebagai inspirasi harian bagi orang yang berjuang dalam perjalanan iman Kristiani. Selain itu, kaca patri pada jendela Gereja juga digunaakan untuk melukiskan daya pikir akan pengetahuan ilahi dan bagaiman rahmat Allah turun dan menaungi hidup manusia.

Pengembangan seni kaca patri pada jendela Gereja mencapai puncaknya pada zaman Gothik. Kini, sejalan dengan perkembangan teknologi dari waktu ke waktu, ukuran jendela kaca patri pun semakin besar dan semakin rumit, dan ditandai dengan beragam macam simbol.

 

Sumber: Tulisan ini diramu dari beberapa sumber, sumber utama dapat dibaca  di  Aleteia.org

 

 

Brevir Pagi, Senin: 24 Juli 2017, Pekan Biasa XVI – O PEKAN IV – HARI BIASA

Mon, 24/07/2017 - 04:00

PEMBUKAAN
P: Ya Tuhan, sudilah membuka hatiku.
U: Supaya mulutku mewartakan pujianMu.

Pembukaan: Ant. Marilah kita bergembira di hadapan Tuhan dan memuji Dia dengan lagu syukur.

MAZMUR 94 (95)

Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan,
bersorak-sorai bagi penyelamat kita.
Menghadap wajahNya dengan lagu syukur,
menghormatiNya dengan pujian.

Tuhanlah Allah yang agung,
merajai segala dewa.
Dasar bumi terletak di tanganNya,
puncak gunungpun milikNya.
MilikNyalah laut, Dia membuatnya,
daratanpun buatan tanganNya.

Mari bersujud dan menyembah,
berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kita.
Dialah Allah kita, kita umatNya,
Dialah gembala kita, kita kawananNya.

Hari ini dengarkanlah suaraNya:
“Jangan bertegar hati seperti di Meriba,
seperti di Masa, di padang gurun;
ketika leluhurmu mencobai Aku,
walau menyaksikan karya Ku yang agung.

Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;
maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,
mereka tidak mengerti maksud bimbinganKu.
Sebab itu Aku bersumpah dalam murkaKu:
Mereka takkan beristirahat bersama Aku”.

Kemuliaan kepada Bapa…
Seperti pada…

Ant. Marilah kita bergembira di hadapan Tuhan dan memuji Dia dengan lagu syukur.

Madah

Sumber cahaya mulia
Yang menerangi dunia
Malam Kauhentikan sudah
Kauterbitkan fajar cerah.

Engkaulah terang sejati
Melebihi matahari
Dasar lubuk hati kami
Kausinari Kauselami

Terangilah diri kami
Ya Bapa yang murah hati
Dengan rahmat dan kasihMu
Agar selamat selalu

Terpujilah Allah Bapa
Bersama Putra tercinta
Dalam ikatan Roh suci
Sepanjang seluruh hari. Amin.

Ant.1: Ya Tuhan, penuhilah kami dengan kasih setiaMu waktu pagi.

Mazmur 89 (90)

Tuhan, Engkaulah pelindung kami,*
turun-temurun.

Sebelum gunung-gemunung dijadikan,+
sebelum bumi dan jagat dilahirkan,*
dari kekal sampai kekal Engkaulah Allah.

Engkau mengembalikan manusia kepada debu,*
dengan bersabda: “Kembalilah, hai anak Adam!”

Sebab bagiMu seribu tahun sama dengan hari kemarin,*
sama dengan satu giliran ronda malam.

Manusia hilang lenyap seperti mimpi,*
seperti rumput yang disabit.

Pagi-pagi berkembang dan berbunga,*
waktu sore layu dan kering.

Hari kami hancur luluh karena amarahMu,*
karena geram murkaMu kami remuk redam.

Kesalahan kami Kaubeberkan di hadapanMu,*
dan dosa kami yang tersembunyi terbongkar dalam pandanganMu.

Segala hari kami lenyap dalam murkaMu,*
segenap tahun kami hilang bagaikan nafas.

Batas umur kami tujuh puluh tahun,*
atau delapanpuluh jika kuat.

Dan hampir seluruhnya susah dan derita,*
dalam sekejap mata kami lenyap.

Mengapa gerangan Engkau murka begitu hebat?*
Mengapa orang takwa Kaumarahi?

Ajarlah kami meghitung-hitung hari hidup kami,
supaya kami beroleh budi yang arif.

Kembalilah kepada kami, ya Tuhan! Mengapa Engkau berlambat?*
Kasihanilah kami, para hambaMu!

Penuhilah kami dengan kasih setiaMu waktu pagi,*
supaya kami bernyanyi gembira seumur hidup.

Berilah kami kegembiraan seimbang dengan hari-hari penderitaan kami,*
seimbang dengan tahun-tahun kemalangan kami.

Perlihatkanlah karyaMu kepada para hambaMu,*
dan keagunganMu kepada anak-anak mereka.

Ya Tuhan, limpahkanlah kemurahanMu kepada kami,*
dan teguhkanlah pekerjaan tangan kami.

Ant.1: Ya Tuhan, penuhilah kami dengan kasih setiaMu waktu pagi.

Ant.2: Pujilah Tuhan di seluruh bumi.

Yes 42,10-16

Nyanyikanlah lagu baru bagi Tuhan,*
pujilah Dia di seluruh bumi.

Hendaklah laut seisinya bersorak-sorai,*
segala pulau dan semua penduduknya.

Hendaklah gurun beserta kota-kotanya bersukaria,*
semua perkampungan yang didiami suku Kedar.

Hendaklah penduduk bukit bersorak gembira,*
menggemakan seruannya dari puncak gunung.

Hendaklah mereka semua memuliakan Tuhan,*
mewartakan pujianNya di segala pulau.

Tuhan bergerak maju laksana pahlawan,*
bagaikan perwira Ia mengobarkan semangat.

Tuhan menyerukan pekik pertempuran,*
menghadapi lawan dengan gagah berani.

“Terlalu lama Aku membisu,*
terlalu lama Aku menahan diri.

Kini Aku hendak menjerit bagaikan wanita bersalin,*
ngap-ngap menghembuskan gelora murkaKu.

Aku hendak menghanguskan gunung dan bukit,*
membuat layu segala tetumbuhan.

Aku hendak mengubah bengawan menjadi lembah kersang,*
dan mengeringkan segala danau.

Tetapi orang buta akan Kutuntun di jalan,*
dan Kubimbing pada lorong yang tidak mereka lihat.

Kegelapan mereka akan Kuubah menjadi terang,*
dan jalan yang berlekuk liku Kujadikan rata”.

Ant.2: Pujilah Tuhan di seluruh bumi.

Ant.3: Pujilah nama Tuhan, hai umat yang berhimpun di rumah Tuhan.

Mazmur 134 (135),1-12

Pujilah nama Tuhan,*
pujilah karya Tuhan.

hai umat yang berhimpun di rumah Tuhan,*
di pelataran rumah Allah kita.

Pujilah Tuhan, sebab Tuhan itu baik,*
bermazmurlah bagi namaNya, sebab nama itu indah.

Sebab Tuhan telah memilih Yakub bagi diriNya,*
dan Israel sebagai milik pusakaNya

Sungguh kuakui, bahwa Tuhan itu agung,*
bahwa Tuhan kita melebihi segala dewata.

Tuhan melakukan semua yang dikehendakiNya,*
di langit dan di bumi, maupun di laut sampai ke dasar-dasarnya.

Tuhan membubungkan awan dari pinggir bumi,+
memanahkan kilat yang menyertai hujan,*
menyuruh angin ke luar dari sumbernya.

Tuhan memukul mati anak sulung Mesir,*
baik manusia maupun hewan.

Tuhan mendatangkan tanda dan mukjizat di tengah-tengah Mesir,*
melawan Firaun dan semua hambanya.

Tuhan menaklukkan bangsa-bangsa besar,*
dan membunuh raja-raja yang kuat.

Sihon, raja bangsa Amori, dan Og, raja negeri Basan,*
dan semua raja Kanaan.

Tuhan memberikan tanah mereka sebagai milik pusaka,*
sebagai milik pusaka kepada Israel, umatNya.

Ant.3: Pujilah nama Tuhan, hai umat yang berhimpun di rumah Tuhan.

Bacaan Singkat (Ydt 8,21b-23)

Ingatlah bahwa para leluhur kita diuji, apakah mereka benar-benar mengabdi Allahnya. Ingatlah bahwa bapa kita Abraham dicobai, dan bahwa ia menjadi sahabat Allah karena tahan uji dalam banyak kesesakan. Demikian pula Ishak, Yakub, Musa dan semua orang yang berkenan kepada Allah telah terbukti setia dalam aneka ragam kesusahan.

Lagu Singkat

P: Bersoraklah, orang jujur, bagi Tuhan,* Patutlah orang saleh memuji-muji. U: Bersoraklah. P: Nyanyikanlah lagu baru bagi Tuhan. U: Patutlah orang saleh memuji-muji. P: Kemuliaan. U: Bersoraklah.

Ant.Kidung: Terpujilah Tuhan, sebab Ia mengunjungi dan membebaskan kita.

KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)

Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*
sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umatNya.

Ia mengangkat bagi kita seorang penyelamat yang gagah perkasa,*
putera Daud, hambaNya.

Seperti dijanjikanNya dari sediakala,*
dengan perantaraan para nabiNya yang kudus.

Untuk menyelamatkan kita dari musuh-musuh kita,*
dan dari tangan semua lawan yang membenci kita.

Untuk menunjukkan rahmatNya kepada leluhur kita,*
dan mengindahkan perjanjianNya yang kudus.

Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kita,*
akan membebaskan kita dari tangan musuh.

Agar kita dapat mengabdi kepadaNya tanpa takut,*
dan berlaku kudus dan jujur di hadapanNya seumur hidup.

Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah yang mahatinggi,*
sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalanNya.

Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umatNya,*
berkat pengampunan dosa mereka.

Sebab Allah kita penuh rahmat dan belaskasihan,*
Ia mengunjungi kita laksana fajar cemerlang.

Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,*
dan membimbing kita ke jalan damai sejahtera.

Ant.Kidung: Terpujilah Tuhan, sebab Ia mengunjungi dan membebaskan kita.

Doa Permohonan

Kristus mendengarkan dan menyelamatkan semua orang yang berharap kepadaNya. Sebab itu marilah kita berdoa:
U: Terpujilah Engkau, Tuhan, kami berharap padaMu.
P: Kami mengucap syukur kepadaMu, sebab kerahimanMu tiada batasnya,* dan amat besarlah cinta kasih yang Kaulimpahkan kepada kami.
P: Setiap saat Engkau bekerja di dunia bersama dengan Bapa,* maka perbaharuilah segala seuatu dengan kuasa Roh kudus.
P: Bukalah kiranya mata hati kami,* supaya pada hari ini kami dapat mengimani karyaMu yang luhur.
P: Engkau memanggil kami hari ini untuk mengabdiMu,* semoga kami dapat menyalurkan rahmatMu kepada saudara-saudara kami.

Bapa Kami

Doa Penutup

Ya Allah, Engkau telah mempercayakan bumi ini kepada manusia untuk dipelihara dan dikerjakan. Engkau juga menganugerahkan tanah kepada kami untuk didiami dan digarap. Maka kami mohon kepadaMu, semoga kami pada hari ini bekerja dengan giat untuk memuliakan Dikau dan membantu sesama kami. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup…

PENUTUP
P: Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita kehidup yang kekal.
U: Amin.

Sumber Brevir Harian: Ibadat Harian Komisi Liturgi KWI

Renungan Harian, Senin: 24 Juli 2017, Mat. 12: 38-42

Sun, 23/07/2017 - 19:00

ARENA ketakutan melihat tentara Mesir yang mengejar, orang Israel mempertanyakan keputusan Musa membebaskan mereka dari penindasan. Akan tetapi, Tuhan justru menggunakan situasi itu untuk menampakkan kekuasaan-Nya melalui tangan Musa (bdk. Kel.14:16-18). Di masa yang berbeda, ketika menanggapi permintaan ahli Taurat dan orang Farisi akan tanda, Yesus menegur kekerasan hati mereka, padahal Ia yang hadir di antara mereka itu lebih daripada Yunus maupun Salomo (bdk. Mat. 12:41-42). Iman seseorang akan tercermin dalam reaksinya ketika mengalami situasi yang sulit atau berada dalam keraguan atas keputusannya sendiri. Seharusnya reaksi seseorang yang sungguh-sungguh beriman adalah mempercayakan hidupnya hanya kepada Tuhan dan berani berubah setelah mengalami peristiwa rahmat. Adalah mengeherankan bahwa pengalaman diselamatkan dari penindasan tidak serta-merta membuat manusia lelbih percaya pada peran Tuhan dalam hidupnya.

Berapa banyak tanda lagi yang masih kita perlukan? Hingga kini masih ada orang Kristiani yang ‘menuntut’ rahmat dan jawaban atas doanya kepada Tuhan sebagai syarat bahwa kalau itu didapatkan, ia akan tetap setia dalam imannya. Tuhan tidak dapat kita ‘atur’. Yang seharusnya kita atur adalah reaksi kita sendiri supaya jangan sampai menyia-nyiakan seluruh pengalaman iman yang sudah membentuk kehidupan kita.

Tuhan Yesus Kristus, kuasa-Mu selalu melampaui berbagai ketakutan dan keraguanku. Semoga aku lebih oeka melihat tanda-tanda kehadiran dan tindakan-Mu dalam berbagai peristiwa kehidupan. Amin.

Sumber: Ziarah Batin 2017

Kredit Foto: Musa memimpin bangsa Israel keluar dari Mesir/SangSabda-WordPress

Brevir Sore 2, Minggu: 23 Juli 2017, Pekan Biasa XVI – O PEKAN IV – HARI BIASA

Sun, 23/07/2017 - 16:00

PEMBUKAAN
P: Ya, Allah, bersegeralah menolong aku.
U: Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Madah

Pencipta cahaya mulya
Yang mengatur matahari
Pada awal masa purba
Kauciptakan langit bumi.

Pagi petang Kauhubungkan
Kauberi julukan hari
Senja sudah Kaudatangkan
T’rimalah pujian kami.

Kami sesal akan dosa
Ingin bersih dari noda
Agar dapat masuk surga
Mencapai pahala mulya.

Kabulkanlah doa kami
Ya Bapa yang baik hati
Bersama Putra dan rohMu
Sekarang serta selalu. Amin.

Ant.1: Engkau berkuasa sejak kelahiranMu, sejak fajar masa mudaMu, alleluya.

Mazmur 109 (110),1-5.7

Tuhan berfirman kepada baginda: “Duduklah di sisi kananKu,*
sampai musuh musuhmu Kujadikan tumpuan kakimu”.

Tuhan meluaskan kekuasaan baginda dari kediamanNya di Sion,*
“Berkuasalah atas para musuh.

Engkau berkuasa sejak kelahiranmu, di atas gunung yang suci,*
sejak engkau terkandung, sejak fajar masa mudamu”.

Tuhan telah bersumpah dan tidak menyesal,*
“Engkaulah imam seperti Melkisedek, untuk selama-lamanya”.

Tuhan mendampingi baginda,*
pada hari kemurkaanNya raja-raja dihancurkanNya.

Tuhan menyertai baginda dalam segala usaha,*
agar baginda berlangkah maju dengan gagah perkasa.

Ant.1: Engkau berkuasa sejak kelahiranMu, sejak fajar masa mudaMu, alleluya.

Ant.2: Berbahagialah yang haus akan kebenaran, sebab mereka akan dipuaskan Allah.

Mazmur 111 (112)

Berbahagialah orang takwa,*
yang sangat suka akan perintah Tuhan.

Anak cucunya akan berkuasa di bumi,*
keturunan orang jujur akan diberkati.

Rumah tangganya makmur dan sejahtera,*
kebaikannya tetap selama-lamanya.

Tuhan yang adil, pengasih dan penyayang,*
menjadi cahaya dalam kegelapan bagi orang yang lurus.

Orang baik menaruh belaksihan dan memberi pinjaman,*
ia melakukan urusannya penuh tanggung jawab.

Orang jujur tidak pernah akan goyah,*
ia akan dikenang selama-lamanya.

Ia tidak gentar akan kabar buruk,*
hatinya teguh, penuh kepercayaan kepada Tuhan.

Hatinya tenang, ia tidak takut,*
ia bersukacita karena mengalahkan musuh.

Dengan murah hati ia memberi derma kepada orang miskin,+
kebaikannya tetap selama-lamanya,*
kekuatannya tiada bandingnya.

Orang jahat melihatnya dan sakit hati,+
menggertakkan gigi, merana dan hancur lebur,*
usaha orang berdosa akan gagal.

Ant.2: Berbahagialah yang haus akan kebenaran, sebab mereka akan dipuaskan Allah.

Ant.3: Pujilah Allah kita, hai kamu para hambaNya, baik kecil maupun besar, alleluya.

Why 19,1-7

Alleluya.
Pokok keselamatan, kemuliaan dan kekuasaan ialah Allah kita,*
karena benar dan adillah segala keputusanNya.
Alleluya.

Alleluya.
Pujilah Allah kita, hai sekalian hambaNya,*
semua yang takwa, baik kecil maupun besar.
Alleluya.

Alleluya.
Sebab Tuhan, Allah kita yang mahakuasa,*
sudah menjadi raja.
Alleluya.

Alleluya.
Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai,*
marilah kita memuliakan Tuhan.
Alleluya.

Alleluya.
Hari pernikahan Anakdomba telah tiba,*
dan mempelaiNya sudah siap berhias.
Alleluya.

Ant.3: Pujilah Allah kita, hai kamu para hambaNya, baik kecil maupun besar, alleluya.

Bacaan singkat (Ibr 12,22-24)

Kamu sudah datang ke gunung Sion, ke kota Allah yang hidup, Yerusalem surgawi. Kamu masuk ke dalam kumpulan meriah ribuan malaikat, ke dalam jemaat anak-anak sulung yang namanya terdaftar di surga. Kamu sudah datang kepada Allah, hakim semua orang, kepada arwah orang-orang kudus dan kepada Yesus, pengantara perjanjian baru. DarahNya menyucikan kita dan berseru lebih nyaring dari pada darah Habel.

Lagu Singkat

P: Agunglah Tuhan kita,* Dan amat besarlah kekuasaanNya. U: Agunglah. P: HikmatNya tak terduga dalamnya. U: Dan amat besarlah kekuasaanNya. P: Kemuliaan. U: Kristus.

Ant.Kidung (Mi VI): Pohon baik tak menghasilkan buah buruk, dan pohon buruk tak dapat menghasilkan buah baik.

KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)

Aku mengagungkan Tuhan,*
hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.

Sebab Ia memperhatikan daku,*
hambaNya yang hina ini.

Mulai sekarang aku disebut: yang bahagia,*
oleh sekalian bangsa.

Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang mahakuasa,*
kuduslah namaNya.

Kasih sayangNya turun-temurun,*
kepada orang yang takwa.

Perkasalah perbuatan tanganNya,*
dicerai-beraikanNya orang yang angkuh hatinya

Orang yang berkuasa diturunkanNya dari takhta,*
yang hina-dina diangkatnya.

Orang lapar dikenyangkanNya dengan kebaikan,*
orang kaya diusirNya pergi dengan tangan kosong

Menurut janjiNya kepada leluhur kita,*
Allah telah menolong Israel, hambaNya.

Demi kasih sayangNya kepada Abraham serta keturunannya,*
untuk selama-lamanya.

Ant.Kidung: Pohon baik tak menghasilkan buah buruk, dan pohon buruk tak dapat menghasilkan buah baik.

Doa Permohonan

Setiap pemberian yang baik datang dari atas, diturunkan oleh Allah. Maka hendaklah kita bergembira dalam Tuhan dan berdoa dengan tekun:
U: Tuhan, kabulkanlah doa kami.
P: Bapa semesta alam dan Tuhan kami, Engkau telah mengutus PuteraMu ke dunia supaya namaMu dimuliakan di mana-mana,* teguhkanlah penyaksian GerejaMu di antara para bangsa.
P: Semoga kami terbuka bagi pewartaan para rasul,* dan hidup sesuai dengan kebenaran iman kami.
P: Engkau mencintai orang yang benar,* belalah perkara orang yang diperlakukan tidak adil.
P: Bebaskanlah para tawanan, terangilah orang buta,* bantulah orang yang diperas, lindungilah orang asing.
P: Penuhilah keinginan orang yang berpulang dalam damaiMu,* dan hantarkanlah mereka kepada kebangkitan berkat jasa PuteraMu.

Bapa Kami

Doa Penutup (Mi VIII)

Tuhan, pecipta alam semesta, berikanlah damai kepada dunia, agar umatMu dapat mengabdi kepadaMu dengan tenteram. Demi Yesus Kristus, Putramu dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Bapa dalam persekutuan Roh kudus, sepanjang masa. Amin.

PENUTUP
P: Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita kehidup yang kekal.
U: Amin.

Sumber Brevir Harian: Ibadat Harian Komisi Liturgi KWI

Brevir Siang, Minggu: 23 Juli 2017, Pekan Biasa XVI – O PEKAN IV – HARI BIASA

Sun, 23/07/2017 - 10:00

PEMBUKAAN
P: Ya, Allah, bersegeralah menolong aku.
U: Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Madah

Ya Roh kudus sumber cinta
Serta Bapa dan Putera
Datanglah di tengah kami
Membawa hidup Ilahi

Gerakkanlah hati kami
Agar giat penuh bakti
Menyanyikan lagu puji
Mengamalkan cinta suci

Kabulkanlah doa kami
Ya Allah Bapa surgawi
Bersama Putera dan RohMu
Sekarang serta selalu. Amin.

Ant.1: Barang siapa makan dari roti ini, akan hidup untuk selama-lamanya, alleluya.

Mazmur 22 (23)

Tuhanlah gembalaku, aku takkan berkekurangan,*
Ia membaringkan daku di padang rumput yang hijau.

Ia membimbing aku ke air yang tenang,*
dan menyegarkan daku.

Ia menuntun aku di jalan yang lurus,*
demi namaNya yang kudus.

Sekalipun berjalan dalam lembah yang kelam,*
aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku.

Tongkat kegembalaanMu,*
itulah yang menghibur aku.

Engkau menyediakan hidangan bagiku,*
di hadapan segala lawanku.

Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak,*
pialaku penuh melimpah.

Kerelaan dan kemurahanMu mengiringi aku,*
seumur hidup.

aku akan diam di dalam rumah Tuhan,*
sepanjang masa.

Ant.1: Barang siapa makan dari roti ini, akan hidup untuk selama-lamanya, alleluya.

Ant.2: Tuhan akan datang untuk dimuliakan dan dikagumi oleh umatNya yang kudus, alleluya.

Mazmur 75 (76)

Allah terkenal di Yehuda,*
di Israel namaNya termasyhur.

KemahNya berada di Salem,*
dan di Sion kediamanNya.

DihancurkanNya panah yang berkilat,*
perisai dan pedang dan perlengkapan perang.

Cemerlang Engkau dan mulia,*
lebih megah dari gunung abadi.

Orang gagah berani Kaujarahi,+
mereka terlelap dalam tidurnya,*
orang yang perkasa lenyap kekuatannya.

Ya Allah Yakub,*
hardikMu melumpuhkan kereta maupun kuda.

Ant.2: Tuhan akan datang untuk dimuliakan dan dikagumi oleh umatNya yang kudus, alleluya.

Ant.3: Bernadarlah dan bawalah persembahan untuk Tuhan AllahMu, alleluya.

Dahsyat Engkau, siapakah dapat bertahan di hadapanMu,*
terhadap hebatnya amarahMu.

Dari langit Kauperdengarkan keputusanMu,*
bumi takut dan tertegun.

pada waktu Allah bangkit untuk mengadili,*
dan menyelamatkan orang tertindas seluruh negeri.

Keberangan manusia bahkan menjadi pujianMu,*
dan amarahnya menambah keluhuranMu.

Bernadarlah dan penuhilah janjimu kepada Tuhan Allahmu,*
hendaknya para hamba Tuhan menyampaikan persembahan kepada Yang dahsyat.

Ia mematahkan semangat para penguasa,*
menakutkan para raja bumi.

Ant.3: Bernadarlah dan bawalah persembahan untuk Tuhan AllahMu, alleluya.

Bacaan singkat (Kid 8,6b-7)

Kuat bagaikan mautlah cinta, gigih laksana pratalalah cemburu. Nyalanya ibaratkan nyala api, bagaikan pijar Tuhan. Air yang banyak tidak kuasa memadamkan cinta, tiadapun sungai-sungai dapat menghanyutkannya.

P: Aku cinta padaMu ya Tuhan, kekuatanku.
U: Tuhanlah pelindung dan pembelaku.

Doa Penutup (Mi VIII)

Tuhan, pecipta alam semesta, berikanlah damai kepada dunia, agar umatMu dapat mengabdi kepadaMu dengan tenteram. Demi Yesus Kristus, Putramu dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Bapa dalam persekutuan Roh kudus, sepanjang masa. Amin.

PENUTUP
P: Marilah memuji Tuhan.
U: Syukur kepada Allah.

Sumber Brevir Harian: Ibadat Harian Komisi Liturgi KWI

Brevir Pagi, Minggu: 23 Juli 2017, Pekan Biasa XVI – O PEKAN IV – HARI BIASA

Sun, 23/07/2017 - 04:00

PEMBUKAAN
P: Ya Tuhan, sudilah membuka hatiku.
U: Supaya mulutku mewartakan pujianMu.

Pembukaan: Ant. Datanglah, hai umat Allah, marilah kita menyembah Tuhan, alleluya.

MAZMUR 94 (95)

Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan,
bersorak-sorai bagi penyelamat kita.
Menghadap wajahNya dengan lagu syukur,
menghormatiNya dengan pujian.

Tuhanlah Allah yang agung,
merajai segala dewa.
Dasar bumi terletak di tanganNya,
puncak gunungpun milikNya.
MilikNyalah laut, Dia membuatnya,
daratanpun buatan tanganNya.

Mari bersujud dan menyembah,
berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kita.
Dialah Allah kita, kita umatNya,
Dialah gembala kita, kita kawananNya.

Hari ini dengarkanlah suaraNya:
“Jangan bertegar hati seperti di Meriba,
seperti di Masa, di padang gurun;
ketika leluhurmu mencobai Aku,
walau menyaksikan karya Ku yang agung.

Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;
maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,
mereka tidak mengerti maksud bimbinganKu.
Sebab itu Aku bersumpah dalam murkaKu:
Mereka takkan beristirahat bersama Aku”.

Kemuliaan kepada Bapa…
Seperti pada…

Ant. Datanglah, hai umat Allah, marilah kita menyembah Tuhan, alleluya.

Madah

Allah hidup dan meraja
Alleluya, alleluya
Maut sudah dikalahkan
Hidup sudah dilimpahkan.
Alleluya, alleluya
Terpujilah Kristus Tuhan.

Hari ini hari Tuhan
Alleluya, alleluya
Hari penuh kesukaan
Hari raya kebangkitan
Alleluya, alleluya
Terpujilah Kristus Tuhan.

Mari kita bergembira
Alleluya, alleluya
Bersyukur sambil memuji,
Bermadah sambil bernyanyi
Alleluya, alleluya
Terpujilah Kristus Tuhan. Amin.

Ant.1: Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab kekal abadi kasih setiaNya, alleluya.

Mazmur 117 (118)

Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik,*
kekal abadi kasih setiaNya.

Hendaklah Israel berkata,*
kekal abadi kasih setiaNya.

Hendaklah kaum Harun berkata,*
kekal abadi kasih setiaNya.

Hendaklah orang yang takwa berkata,*
kekal abadi kasih setiaNya.

Dalam kesesakan aku berseru kepada Tuhan,*
Ia menjawab dan melegakan daku.

Tuhan di pihakku, aku tidak takut,*
Apa yang dapat dilakukan manusia terhadapku?

Tuhan di pihakku, Ia penolongku.*
Aku melihat pembenciku tersipu-sipu.

Lebih baik berlindung pada Tuhan,*
dari pada percaya kepada manusia.

Lebih baik berlindung pada Tuhan,*
dari pada percaya kepada bangsawan.

Segala bangsa mengepung aku,*
tapi berkat nama Tuhan mereka kubinasakan.

Mereka mengepung aku rapat-rapat,*
tapi berkat nama Tuhan mereka kubinasakan.

Mereka mengepung aku seperti lebah,+
seperti nyala api yang menjilat-jilat,*
tapi berkat nama Tuhan mereka kubinasakan.

Aku didesak-desak sampai terjatuh,*
tetapi Tuhan menolong aku.

Tuhanlah kekuatan dan pelindungku,*
Dialah kemenanganku

Suara gembira dan sorak-sorai,*
terdengar di perkemahan para pemenang.

“Tuhan bertindak dengan tangan kuat,*
tangan Tuhan mahakuasa”.

Aku tidak akan mati, aku tetap hidup,*
untuk mewartakan karya-karya Tuhan.

Tuhan sering menyiksa aku,*
namun tidak menyerahkan daku kepada maut.

Bukalah bagiku gerbang kemenangan,*
supaya aku masuk dan bersyukur kepada Tuhan.

Inilah pintu gerbang Tuhan,*
para pemenang masuk ke dalamnya.

Syukur kepadaMu, sebab Engkau memenangkan daku,*
dan menjadi penyelamatku.

Batu yang dibuang oleh para pembangun,*
telah menjadi batu sendi.

Karya Tuhanlah itu,*
sangat mengagumkan kita.

Pada hari inilah Tuhan bertindak,*
mari kita rayakan dengan gembira.

Ya Tuhan, berilah kami keselamatan!*
Ya Tuhan, berilah kami kesejahteraan!

Terberkatilah yang datang demi nama Tuhan,+
kami memberkati kamu dari dalam rumah Tuhan,*
Tuhanlah Allah, Dia menerangi kita.

Beraraklah dengan membawa ranting berdaun,*
hiasilah tanduk-tanduk mesbah.

Allahkulah Engkau, Engkau kupuji,*
Allahku, Engkau kuagungkan.

Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik,*
kekal abadi kasih setiaNya.

Ant.1: Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab kekal abadi kasih setiaNya, alleluya.

Ant.2: Alleluya, pujilah Tuhan, hai segala karya Allah, alleluya.

Dan 3,52-57

Terpujilah Engkau, Tuhan, Allah leluhur kami,*
kepadaMulah pujian selama segala abad.

Terpujilah namaMu yang mulia dan kudus,*
kepadaMulah pujian selama segala abad.

Terpujilah Engkau dalam baitMu yang mulia dan kudus,*
kepadaMulah pujian selama segala abad.

Terpujilah Engkau di atas takhta kerajaanMu,*
kepadaMulah pujian selama segala abad.

Terpujilah Engkau yang mendugai samudera raya,+
dan bersemayam di atas singgasana,*
kepadaMulah pujian selama segala abad.

Terpujiah Engkau di bentangan langit,*
kepadaMulah pujian selama segala abad.

Pujilah Tuhan, hai segala karya Allah,*
kepadaNyalah pujian selama segala abad.

Pujilah Bapa dan Putera dan Roh kudus,*
kepadaNyalah pujian selama segala abad.

(tanpa ‘Kemuliaan”).

Ant.2: Alleluya, pujilah Tuhan, hai segala karya Allah, alleluya.

Ant.3: Segala yang bernafas, pujilah Tuhan, alleluya.

Mazmur 150

Pujilah Tuhan di tempatNya yang kudus,*
pujilah Dia di angkasaNya yang gemilang.

Pujilah Dia karena karyaNya yang agung,*
pujilah Dia karena kemuliaanNya yang besar.

Pujilah Dia dengan bunyi sangkakala,*
pujilah Dia dengan kecapi dan celempung.

Pujilah Dia dengan rebana dan tari-tarian,*
pujilah Dia dengan gitar dan seruling.

Pujilah Dia dengan ceracap yang berdenting,+
Pujilah Dia dengan ceracap gemercing,*
segala yang bernafas, pujilah Tuhan.

Ant.3: Segala yang bernafas, pujilah Tuhan, alleluya.

Bacaan Singkat (2Tim 2,8.11-13)

Ingatlah bahwa Tuhan Yesus Kristus, putera Daud, telah bangkit dari alam maut. Benarlah perkataan ini: Jika kita mati dengan Dia, kita akan hidup dengan Dia; jika kita bertahan, kita akan ikut memerintah. Jika kita mengingkari Dia, Diapun akan mengingkari kita; jika kita tidak setia, Dia tetap setia, karena Ia tidak dapat mengingkari diriNya.

Lagu Singkat

P: Kami akan memuji Engkau, ya Allah,* Dan menyerukan namaMu. U: Kami. P: Kami akan mewartakan karyaMu yang agung. U: Dan menyerukan namaMu. P: Kemuliaan. U: Kami.

Ant.Kidung (Mi VIII): Tak seorangpun menyimpan anggur baru dalam kirbat yang tua. Tetapi anggur baru haruslah disimpan dalam kirbat yang baru.

KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)

Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*
sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umatNya.

Ia mengangkat bagi kita seorang penyelamat yang gagah perkasa,*
putera Daud, hambaNya.

Seperti dijanjikanNya dari sediakala,*
dengan perantaraan para nabiNya yang kudus.

Untuk menyelamatkan kita dari musuh-musuh kita,*
dan dari tangan semua lawan yang membenci kita.

Untuk menunjukkan rahmatNya kepada leluhur kita,*
dan mengindahkan perjanjianNya yang kudus.

Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kita,*
akan membebaskan kita dari tangan musuh.

Agar kita dapat mengabdi kepadaNya tanpa takut,*
dan berlaku kudus dan jujur di hadapanNya seumur hidup.

Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah yang mahatinggi,*
sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalanNya.

Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umatNya,*
berkat pengampunan dosa mereka.

Sebab Allah kita penuh rahmat dan belaskasihan,*
Ia mengunjungi kita laksana fajar cemerlang.

Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,*
dan membimbing kita ke jalan damai sejahtera.

Ant.Kidung: Tak seorangpun menyimpan anggur baru dalam kirbat yang tua. Tetapi anggur baru haruslah disimpan dalam kirbat yang baru.

Doa Permohonan

Allah yang mahakuasa dan mahabaik sungguh mencintai kita dan mengetahui apa yang kita perlukan. Marilah kita membuka hati bagi Allah, memuji Dia dan berkata:
U: Terpujilah Engkau, ya Tuhan, kami berharap padaMu.
P: Kami memuji Engkau, raja semesta alam, sebab Engkau memanggil kami, orang yang sesat dan berdosa,* untuk mengenal dan mengabdi Engkau, Allah yang benar.
P: Engkau telah membuka pintu kemurahanMu bagi kami, ya Allah,* semoga kami tak pernah menyimpang dari jalan kehidupan.
P: Kami merayakan kebangkitan PuteraMu yang tercinta,* semoga kami sepanjang hari dipenuhi dengan kegembiraan rohani.
P: Kurniakanlah, ya Tuhan, semangat doa kepada umat beriman,* supaya dalam segala-galanya kami tetap mengucap syukur kepadaMu.

Bapa Kami

Doa Penutup (Mi VIII)

Tuhan, pecipta alam semesta, berikanlah damai kepada dunia, agar umatMu dapat mengabdi kepadaMu dengan tenteram. Demi Yesus Kristus, Putramu dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Bapa dalam persekutuan Roh kudus, sepanjang masa. Amin.

PENUTUP
P: Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita kehidup yang kekal.
U: Amin.

Sumber Brevir Harian: Ibadat Harian Komisi Liturgi KWI

Renungan Harian, Minggu: 23 Juli 2017, Mat. 13:24-30 (13:24-43)

Sat, 22/07/2017 - 19:00

ITAB Kebijaksanaan Salomo menggambarkan dengan indah sikap Tuhan terhadap orang yang berdosa. Tuhan “menyayangkan segala-galanya, mengadili dengan belas kasihan, dan dengan sangat hati-hati memperlakukan mereka” (12:16-18). Tuhan begitu jauh berbela rasa hingga oleh Roh-Nya membantu manusia berdoa “dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan” (Rm. 8:26). Perumpamaan tentang gandum dan lalang yang dikisahkan Yesus pun membawa pesan bahwa kuasa dan kasih Tuhan merawat dengan sabar, baik orang yang saleh maupun orang yang berdosa, agar kelak bercahaya seperti matahari dalam Kerajaan Bapa (bdk. Mat. 13:30-43). Pemikiran manusia sering kali terlalu cepat hendak membasmi orang-orang yang berdosa, tetapi  cara pandang Kristus selalu membuka kesempatan agar mereka mengalami pertobatan dan diselamatkan. Ia sungguh-sungguh mengadili dengan belas kasihan karena ingin agar manusia kembali kepada-Nya.

Kita kadang-kadang memperlakukan orang lain sebagai ‘lalang’ yang mengganggu kebersamaaan iman, sehingga kita cenderung mau membuat mereka tidak betah berada di lingkungan kita. Cara pandang seperti ini berlawanan dengan pesan Yesus untuk belajar memberi kesempatan kepada orang lain karena mereka pun dipanggil menjadi pengikut-Nya. Kita perlu berhati-hati memperlakukan saudara-saudara ktia yang pernah terluka atau berbuat dosa, sebab Tuhan menyayangkan segala-galanya.

Yesus Tuhan jiwaku, perhatian dan pengertian-Mu melimpah bagi orang-orang berdosa untuk memenggil mereka kembali pada-Mu. Semoga aku pun mengungkapkan kasih dan perhatian kepada mereka tanpa cepat-cepat menghakimi. Amin.

Sumber: Ziarah Batin 2017

Kredit Foto: Ilustrasi (Ist)

Brevir Sore 1, Sabtu: 22 Juli 2017, Pekan Biasa XV – O PEKAN III – HARI BIASA

Sat, 22/07/2017 - 16:00

PEMBUKAAN
P: Ya, Allah, bersegeralah menolong aku.
U: Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Madah

Hari kan berlalu, namun cinta Allah
Pasti dekat s’lalu tidak kan berpisah.
Cemas tidak perlu, tak usah gelisah,
Hati harus tetap tabah.

Tinggallah ya Bapa, dampingilah kami
Dalam suka duka yang kami hadapi
Agar senantiasa kami mengimani
KehadiranMu yang sakti.

T’rimalah luapan rasa syukur kami
Atas kelimpahan kebaikan hati
Yang Kauperlihatkan pada hari ini
Ya Tuhan dan Allah kami.

Terpujilah Bapa pencipta semesta
Bersama Putera penebus dunia
Yang mengutus RohNya di tengah Gereja
Untuk tinggal selamanya. Amin.

Ant.1: Mohonkanlah damai sejahtera bagi Yerusalem.

Mazmur 121 (122)

Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku,*
“Mari kita pergi ke rumah Tuhan”.

Sekarang kami telah berdiri,*
di gerbangmu, hai Yerusalem!

Hai Yerusalem, engkau dibangun,*
sebagai kota yang rapat tersusun.

Suku bangsa berziarah kepadamu,*
suku bangsa Tuhan.

Untuk bersyukur kepada Tuhan,*
sesuai dengan peraturan Israel.

Di sanalah terdapat kursi pengadilan,*
kursi keluarga raja Daud.

Mohonkanlah damai sejahtera bagi Yerusalem,*
“Damai sejahtera bagi orang yang mencintai engkau!”

Semoga damai sejahtera turun atas wilayahmu,*
dan kemakmuran atas istanamu.

Atas nama semua saudara dan sahabatku,*
aku mengucapkan selamat kepadamu.

Demi bait Tuhan, Allah kita,*
aku memohonkan kebahagiaan bagimu.

Ant.1: Mohonkanlah damai sejahtera bagi Yerusalem.

Ant.2: Aku menantikan Tuhan lebih dari penjaga menantikan fajar.

Mazmur 129 (130)

Dari jurang yang dalam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan,*
Tuhanku, dengarkanlah seruanku.

Hendaklah telingaMu menaruh perhatian,*
kepada jeritan doaku.

Jika Engkau menghitung-hitung kesalahan, ya Tuhan,*
siapakah dapat bertahan?

Tetapi syukurlah Engkau suka mengampuni,*
sehingga orang mengabdi kepadaMu dengan takwa.

Aku berharap akan Tuhan,*
hatiku mengharapkan firmanNya.

Hatiku menantikan Tuhanku,*
lebih dari penjaga menantikan fajar.

Lebih dari penjaga menantikan fajar,*
Israel menantikan Tuhan.

Sebab pada Tuhanlah kasih setia,*
dan penebusan yang berlimpah-limpah.

Tuhanlah yang akan membebaskan Israel,*
dari segala kesalahannya.

Ant.2: Aku menantikan Tuhan lebih dari penjaga menantikan fajar.

Ant.3: Semoga dalam nama Yesus bertekuklah setiap lutut di surga tinggi dan di bumi.

Flp 2,6-11

Meskipun berwujud Allah,+
Kristus Yesus tidak mau berpegang teguh,*
pada kemuliaanNya yang setara dengan Allah.

Ia telah menghampakan diri,+
dengan mengambil keadaan hamba,*
dan menjadi sama dengan manusia.

Ia kelihatan sebagai seorang manusia dan merendahkan diri,+
karena taat sampai mati,*
sampai mati di salib.

Sebab itu Allah telah meninggikan Dia,+
dan menganugerahkan kepadaNya,*
nama yang melebihi segala nama.

Agar dalam nama Yesus,+
bertekuklah setiap lutut,*
di surga tinggi, di bumi dan di bawah bumi.

Agar setiap lidah mengakui,+
untuk kemuliaan Allah Bapa,*
Tuhanlah Yesus Kristus.

Ant.3: Semoga dalam nama Yesus bertekuklah setiap lutut di surga tinggi dan di bumi.

Bacaan Singkat (2Ptr 1,19-20)

Karena Kristus, sabda para nabi menjadi lebih teguh bagi kita. Baiklah kamu memperhatikannya, seperti seorang dalam kegelapan memperhatikan pelita yang bercahaya sampai fajar menyingsing dan bintang kejora terbit dalam hatinya. Perhatikanlah pertama-tama bahwa nubuat-nubuat Kitab suci tak boleh ditafsirkan sesuka hati. Sebab nubuat itu tak pernah timbul karena kehendak manusia. Tetapi berkat dorongan Roh kudus orang-orang berbicara atas nama Allah.

Lagu Singkat

P: Dari terbitnya matahari sampai terbenamnya,* Nama Tuhan patut dipuji. U: Dari. P: Kemuliaan Tuhan mengatasi langit. U: Nama Tuhan patut dipuji. P: Kemuliaan. U: Dari.

Ant.Kidung (Mi VIII): Hendaklah kamu pertama-tama menaruh perhatian pada kerajaan Allah dan manusia menjadi warganya yang baik. Yang lain-lain itu akan disediakan Allah bagimu, alleluya.

KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)

Aku mengagungkan Tuhan,*
hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.

Sebab Ia memperhatikan daku,*
hambaNya yang hina ini.

Mulai sekarang aku disebut: yang bahagia,*
oleh sekalian bangsa.

Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang mahakuasa,*
kuduslah namaNya.

Kasih sayangNya turun-temurun,*
kepada orang yang takwa.

Perkasalah perbuatan tanganNya,*
dicerai-beraikanNya orang yang angkuh hatinya

Orang yang berkuasa diturunkanNya dari takhta,*
yang hina-dina diangkatnya.

Orang lapar dikenyangkanNya dengan kebaikan,*
orang kaya diusirNya pergi dengan tangan kosong

Menurut janjiNya kepada leluhur kita,*
Allah telah menolong Israel, hambaNya.

Demi kasih sayangNya kepada Abraham serta keturunannya,*
untuk selama-lamanya.

Ant.Kidung: Hendaklah kamu pertama-tama menaruh perhatian pada kerajaan Allah dan manusia menjadi warganya yang baik. Yang lain-lain itu akan disediakan Allah bagimu, alleluya.

Doa Permohonan

Kristus menggembirakan semua orang yang berharap kepadaNya. Sebab itu marilah kita berdoa:
U: Pandanglah dan dengarkanlah kami, ya Tuhan.
P: Kristus, Engkaulah saksi yang setia, Engkau telah bangkit dari alam maut, dan dalam darahMu Engkau menyucikan kami dari dosa,* semoga kami tetap mengenangkan karyaMu yang luhur.
P: Semoga semua orang yang Kaupanggil sebagai pewarta Injil,* melayani rahasia kerajaanMu dengan tekun dan setia.
P: Raja damai, semoga RohMu memenuhi hati para pemimpin bangsa-bangsa,* supaya mereka memperhatikan orang yang miskin dan papa.
P: Bantulah semua orang yang dipandang hina karena suku atau warna kulit, karena tingkat hidup, bahasa atau agamanya,* agar hak dan mertabat mereka diakui sepenuhnya.
P: Terimalah semua orang yang telah meninggal dalam cintaMu dan ikut sertakanlah mereka dalam kebahagiaan,* bersama santa perawan Maria dan semua orang kudusMu.

Bapa Kami

Doa Penutup (Mi VIII)

Tuhan, pecipta alam semesta, berikanlah damai kepada dunia, agar umatMu dapat mengabdi kepadaMu dengan tenteram. Demi Yesus Kristus, Putramu dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Bapa dalam persekutuan Roh kudus, sepanjang masa. Amin.

PENUTUP

P: Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita kehidup yang kekal.
U: Amin.

Sumber Brevir Harian: Ibadat Harian Komisi Liturgi KWI

Pages