UCAN Indonesia

Subscribe to UCAN Indonesia feed UCAN Indonesia
Sebuah layanan dari UCA News
Updated: 9 min 45 sec ago

Hati yang tertutup sulit menemukan arti kebangkitan

Fri, 21/04/2017 - 15:00

Iman Kristiani adalah rahmat dan hanya dapat dirasakan dalam hati oleh mereka yang ingin disentuh oleh kebangkitan, kata Paus Fransiskus.

“Hati yang tertutup, yang terlalu rasionalistik, tidak bisa memahami pesan Paskah yakni cinta Tuhan yang terwujud dalam kemenangan Kristus atas kematian,” kata Paus pada audiensi 19 April lalu.

“Betapa indahnya untuk mengetahui bahwa esensi dari iman Kristiani adalah bukan tentang kita mencari Tuhan tetapi Tuhan yang mencari kita,” kata paus.

Dalam renungannya tentang harapan, Paus mengambil Surat Paulus ke umat di Korintus di mana rasul menekankan kebangkitanan sebagai “inti dari dari iman Kristen.”

“Kristianitas lahir dari sini. Ini bukan sebuah sistem ideologi atau falsafah tapi jalan iman yang berawal dari sebuah kejadian yang disaksikan oleh para murid Yesus,” kata paus.

Santo Paulus yang mengisahkan tentang mereka yang menyaksikan kebangikan Kristus pada akhirnya menganggap dirinya sebagai orang yang tidak pantas mengingat bahwa dirinya pernah menjadi musuh bagi orang-orang Kristen awal.

St. Paulus bukan seorang anggota paduan suara. Dia seorang pembunuh pengikut Kristus yang bangga dengan keyakinannya. Tapi suatu hari sesuatu yang tidak pernah dibayangkan terjadi, yaitu pertemuan dengan Yesus yang bangkit dalam perjalanan ke Damaskus, kata paus.

Kejutan dari pertemuan dengan Yesus inilah yang semua orang Kristen harus alami, bahkan orang berdosa sekalipun, kata paus.

Seperti para murid yang melihat pintu makam Yesus terbuka, semua orang -pria dan wanita- bisa menemukan kebahagiaan, sukacita, dan kehidupan di mana sebelumnya mereka berpikir hanya ada kesedihan, kekalahan dan kegelapan, lanjut paus.

 

 

Baca juga: Closed hearts ‘unable to be surprised by the Resurrection’

Kelompok militan desak agar Asia Bibi segera digantung

Fri, 21/04/2017 - 13:17

Seorang pemimpin Islam di Pakistan mendesak agar Asia Bibi segera diekekusi, dan menuduh bahwa kegagalan negara untuk menghukumnya dalam kasus penistaan agama menyebabkan terjadi kasus penistaan pekan lalu oleh seorang pria.

Setelah Mashal Khan, seorang mahasiswa di Mardan dipukul, disiksa dan ditembak karena diduga menista agama, Mufti Muhammad Haneef Qureshi mengatakan bahwa pembunuhan terjadi karena Muslim sudah kehilangan kesabaran dengan sistem hukum yang ada, demikian laporan Catholic Culture. org.

“Jika pendosa dinyatakan menista oleh pengadilan tidak diberikan perpanjangan hukuman, para mahasiswa tidak akan melakukan hal seperti ini,” kata Mufti.

Ia juga mengatakan bahwa kejadian serupa akan terjadi jika orang merasa bebas untuk menghina sentimen agama lain.

Imam itu mendesak hukuman gantung bagi Asia Bibi, seorang Katolik yang sudah menjalani tujuh tahun dalam penjara, dihukum mati atas dugaan penistaan agama yang tidak ditemukan bukti yang cukup.

Pengajuan banding ke Mahkamah Agung atas kasusnya ditunda karena tekanan dari militan Islam.

 

Baca juga: Islamic leader calls for prompt execution of Asia Bib

Pemerintah di Mindanao adopsi program rehabilitasi narkoba Gereja

Fri, 21/04/2017 - 09:20

 

Provinsi-provinsi di Mindanao, Filipina bagian selatan, telah mengadopsi program rehabilitasi narkoba yang dikelola Gereja sebagai bagian dari perang melawan narkotika.

Program yang bertajuk “Pendampingan Pastoral Pengguna dan Pengedar Narkoba” (PAID-UP) telah diprakarsai oleh Keuskupan Marbel di Provinsi Cotabato Selatan.

Uskup Marbel Mgr Dinualdo Gutierrez mengatakan bahwa program ini dirancang untuk “memulihkan” para pengguna narkoba dan pecandu guna menjadikan mereka sebagai “orang yang kredibel, responsif, dan disiplin.”

Gubernur Cotabato Selatan Daisy Avance-Fuentes menandatangani kesepakatan dengan keuskupan itu untuk program “Surfacing Personalities Involved on Drugs”.

Sebanyak 8.363 pengguna dan pengedar narkoba telah menyerahkan diri kepada pihak berwenang di Provinsi Cotabato Selatan sejak Presiden Filipina Rodrigo Duterte meluncurkan kampanye anti-narkoba tahun lalu.

Uskup Gutierrez mengatakan bahwa program Gereja tersebut menggunakan strategi “belajar, berdoa, bertindak” dan mengajarkan tentang katekismus Gereja Katolik dan bercerita tentang kisah dalam Kitab Suci.

“Kami senang bahwa Gereja ada di sini untuk membantu kami,” kata Gubernur Fuentes.

“Kami harus mengakui bahwa kami tidak tahu apa yang harus dilakukan dengan masalah besar yang dihadapi kami,” tambahnya.

Program ini terdiri dari doa harian, kegiatan mingguan, pertemuan bulanan, konseling keluarga, dan “pertemuan memperkaya” keluarga.

Uskup Gutierrez mengatakan bahwa program ini bertujuan membuat para pecandu narkoba pada tujuan hidup dan “menemukan kebahagiaan di dalam Tuhan.”

Program Gereja juga telah diadopsi di provinsi-provinsi terdekat – Sarangani, Sultan Kudarat, dan di Kota Koronadal dan Kota General Santos.

Keuskupan Marbel, Mindanao bagian tengah, yang memiliki yurisdiksi atas Provinsi Cotabato Selatan dan provinsi Sarangani, dan bagian-bagian dari Provinsi Sultan Kudarat, merupakan rumah bagi hampir 1,9 juta orang, 75 persen di antaranya adalah umat Katolik.

Sumber: ucanews.com

 

Kardinal Sri Lanka kritik masalah sampah yang menewaskan 32 orang

Fri, 21/04/2017 - 08:00

Kardinal Malcolm Ranjith dari Kolombo mengeritik masalah sampah di Sri Lanka seminggu setelah tempat pembuangan akhir runtuh dan menewaskan 32 orang.

“Saya meminta kepada pemerintah untuk mencarikan solusi atas masalah sampah yang ramah lingkungan dan tidak membahayakan bagi manusia dan lingkungan hidup,” kata Kardinal Malcolm.

“Sangat baik jika dibentuk kebijakan nasiional untuk mengatasi masalah sampah,” kata kardinal dalam pernyataan pada 20 April.

Pernyataan itu dikeluarkan setelah tempat pembuangan sampah Meethotamulla, Kolombo runtuh pada 14 April dan menewaskan 32 orang dan menghancurkan rumah-rumah. Delapan orang dinyatakan hilang dan tim penyelamat masih terus melakukan pencarian.

Kardinal Malcolm menyampaikan dukacita kepada keluarga dari mereka yang terkena dampak dari kehilangan nyawa dan kerusakan rumah dan barang milik mereka.

“Kejadian yang mengerikan ini dengan jelas menunjukkan kepada kita bahwa membuang sampah di tempat yang berbeda bukan merupakan solusi atas masalah sampah,” kata kardinal.

Ratusan orang melakukan protes di beberapa tempat menolak keputusan kontroversial untuk tetap menggunakan tempat pembuangan itu di Kolombo pada 18-20 April. Beberapa demonstran mengatakan bahwa negara itu tidak bisa mengelola sampah dan mendesak agar dibangun tempat daur ulang sampah.

Menanggapi krisi tersebut, Presiden Sri Lanka Maithripala Sirisena menginstruksikan pada 19 April agar memberikan tempat tinggal bagi 98 keluarga yang rumahnya rusak karena rerutuhan sampah.

 

Baca juga: Colombo cardinal speaks out after garbage dump collapse 

Pemerkosa biarawati 11 tahun lalu akhirnya ditangkap

Thu, 20/04/2017 - 14:34

Polisi di negara bagian Madhya Pradesh, India, menangkap seorang pria yang menjadi tersangka dalam kasus pemerkosaan kelompok terhadap empat biarawati Katolik 11 tahun silam yang melarikan diri setelah diberikan kebebasan sementara.

Mahesh Chandra Jain, seorang petinggi kepolisian distrik Jhabua menyampaikan kepada media bahwa polisi menangkap Pidiya Singadia pada 18 April.

Singadia merupakan satu dari 18 orang yang menjadi tersangka dalam pemerkosaan secara berkelompok terhadap keempat biarawati Katolik di distrik Jhabua tahun 1998.

Pengadilan distrik  Jhabua pada bulan April 2001 mengganjar hukuman seumur hidup terhadap beberapa orang, termasuk Singadia, dan delapan lainnya mendapat hukuman 2-3 tahun.

Singadia, dipenjara di Rutan Pusat Indore, mendapat pembebasan sementara selama 10 hari tapi dia tidak kembali. Polisi kemudian memburunya dan menawarkan imbalan 10.000 rupees (US$200) bagi siapa saja yang bisa membantu menangkapnya.

Menurut Jain, Singadia hidup sebagai tenaga harian dan berpindah-pindah di Madhya Pradesh, Gujarat dan Rajasthan, dan sesekali mengunjungi desa asalnya. Seseorang kemudian memberitahu polisi tentang keberadaan Singadia di desanya, sehingga akhirnya ditangkap.

“Kami mendukung upaya kepolisian, meskipun itu sampai bertahun-tahun,” kata Uskup Jhabua Mgr Bishop Basil Bhuria kepada ucanews.com.

Uskup Bhuria mengatakan bahwa penangkapan itu menguatkan keyakinan kita pada kepolisian. Ia juga mengatakan bahwa umat Kristiani, yang menjadi minoritas di negara bagian itu, sudah banyak kali mengalami serangan dari kelompok Hindu sayap kanan.

“Penangkapan tersebut yang jelas membuat kita semakin percaya pada aparat kepolisian,” kata prelatus itu.

 

Baca juga: Man who raped Indian nun 11 years ago arrested

 

Orang tak dikenal mencoba membakar Gereja Katedral di Nepal

Thu, 20/04/2017 - 14:02

Sekelompok orang tak dikenal mencoba untuk membakar Katedral Asumapta di Kathmandu, tempat ibadah Katolik pertama di Nepal yang berpenduduk mayoritas Hindu.

Pastor Ignatius Rai, pastor paroki katedral mengatakan bahwa kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 3 pagi pada tanggal 18 April ketika orang tak dikenal masuk ke kompleks gereja.

Mereka menyalakan api yang lain merusak kediaman pastor dan bagian barat gereja. Sebuah mobil dan dua sepeda motor juga terbakar seluruhnya. Dilaporkan tidak ada korban.

“Ini mengejutkan. Komunitas Kristen setempat sekarang hidup dalam ancaman,” kata Pastor Rai kepada ucanews.com.

Insiden tersebut terjadi dua hari setelah komunitas Kristen di Nepal dan bagian lain negeri itu merayakan Paskah pada tanggal 16 April. Polisi saat ini sedang menyelidiki kasus tersebut.

Ini adalah kali kedua gereja menjadi sasaran. Sebuah bom meledak di sana pada tahun 2009, yang menewaskan tiga orang termasuk seorang siswi dan melukai 15 lainnya.

Pada tahun 2010, Ram Prasad Mainali, komandan Tentara Pertahanan Nepal, yang sedikit diketahui sebagai ekstremis Hindu, ditangkap sehubungan insiden tersebut.

“Kami panik. Tidak ada yang meninggalkan apapun di dalam gereja. Jadi kami tidak tahu apakah itu serangan pribadi atau oleh beberapa organisasi yang tidak puas,” kata Pastor Silas Bogati, mantan pastor paroki Katedral Asumpta.

Paroki tersebut mengutuk serangan tersebut dan mengeluarkan sebuah pernyataan yang meminta penyelidikan yang adil terhadap serangan tersebut.

“Gereja Katolik telah terlibat dalam pekerjaan sosial selama setengah dekade dan akan terus berlanjut meskipun sering terjadi serangan,” demikian pernyataan yang ditulis dalam bahasa Nepal, dan ditambahkan bahwa tidak boleh seorangpun membiarkan serangan tersebut untuk mengganggu keharmonisan umat beragama di negara tersebut. .

Nepal akan mengadakan pemilihan lokal pertama dalam dua dekade pada 14 Mei. Pemilu mendatang telah dilihat sebagai langkah signifikan menuju pelaksanaan sebuah konstitusi baru yang disahkan oleh pemerintah Nepal pada tahun 2015.

Konstitusi untuk pertama kalinya mengamanatkan sebuah republik yang direstrukturisasi, federal dan sekuler.

Namun, Partai Praseantra Rastriya, partai terbesar keempat di parlemen telah memutuskan untuk mengkampanyekan pemulihan kembali sebuah negara Hindu dalam pemilihan yang akan datang.

“Kami sangat menantikan pemilihan lokal yang akan datang di negara ini dan kami sedang dalam proses dengan pemerintah. Insiden ini, jika bermotif politik tidak akan membahayakan situasi damai di negara ini,” kata Pastor Bogati.

Katedral Assumpta, yang dapat menampung 1.000 orang, menggabungkan unsur-unsur Buddha dan Hindu dalam gaya pagoda-gotik. Gereja Katolik Nepal pertama yang dibangun setelah sebuah konstitusi baru yang diumumkan pada tahun 1991 memberi kebebasan kepada Nepal untuk mempraktikkan agama apapun di depan umum asalkan tidak ada upaya untuk mengkristenkan orang lain.

Sebelum itu, pelayanan Katolik di kerajaan Hindu itu hanya diadakan di kapel sekolah Katolik, biara dan pusat-pusat sosial.

Umat Katolik merupakan bagian kecil populasi Kristen di Nepal, dengan mayoritas Protestan. Umat Katolik Nepal berjumlah sekitar 8.000. Umat Katolik di Nepal, kebanyakan di wilayah timur di mana parokinya didirikan pada tahun 1999. Nepal memiliki populasi sekitar 28 juta orang, 80 persen di antaranya adalah orang-orang Hindu.

 

Baca juga: Arson attack on church in Nepal

Keuskupan Ruteng menolak tambang di lokasi wisata

Thu, 20/04/2017 - 12:59

Keuskupan Ruteng di Flores, Nusa Tenggara Timur, telah berjanji untuk meningkatkan perjuangan melawan pemberian lisensi pertambangan emas oleh pemerintah kepada perusahaan China di tempat tujuan wisata yang popular, Labuan Bajo.

Grand Nusantara memenangkan lisensi pada tahun 2016 dari pemerintah provinsi Nusa Tenggara Timur untuk menambang 2.831 hektar wilayah pesisir di Batu Gosok, Labuan Bajo. Menurut Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral ada 300.000 ton emas yang terkandung di sana.

Perusahaan baru-baru ini mengadakan pertemuan di Labuan Bajo dengan penduduk setempat dan aktivis, sebuah proses yang harus mereka lalui sebelum mulai menambang. Namun, warga setempat keluar dari tempat rapat dan menolak rencana perusahaan tersebut.

Acep, salah seorang perwakilan Grand Nusantara Group, mengatakan ingin mengadakan pertemuan lagi dan berharap usaha mereka akan disambut baik.

Namun, Uskup Ruteng, Hubertus Leteng, yang populer karena penolakannya yang sudah lama terhadap proyek tersebut, mendesak pemerintah untuk mencabut lisensi tersebut. “Keuntungan pertambangan tidak bisa membayar kerugian akibat degradasi lingkungan, kerusakan keanekaragaman hayati dan merugikan objek wisata Labuan Bajo.”

“Tidak mungkin daerah wisata ditambang. Pertambangan akan membawa kehancuran dan polusi udara, darat dan laut,” katanya kepada ucanews.com pada 19 April.

Dia mengatakan, kebijakan penambangan tersebut bertentangan dengan upaya pemerintah menjadikan Labuan Bajo sebagai daerah tujuan wisata utama. Mereka telah menghabiskan sekitar US $ 225 juta untuk mengembangkan industri ini di dalam dan di sekitar kota kecil ini.

“Jika izin tersebut tidak dicabut, gereja akan mendorong dan memobilisasi seluruh masyarakat untuk bertindak,” tambahnya.

Pastor Marthen Jenarut, direktur Komisi Keadilan, Perdamaian dan Keutuhan Ciptaan (JPIC) Keuskupan Ruteng mengatakan bahwa pertambangan akan menjadi “bencana dan tidak akan membantu masyarakat setempat, yang sebagian besar adalah petani dan nelayan.”

Dia mengatakan akan meminta dialog dengan pemerintah dalam waktu dekat. “Jika ada kebuntuan komunikasi kita akan mengadakan demonstrasi besar-besaran,” katanya.

Doni Parera, yang tinggal di Labuan Bajo mengatakan bahwa pemerintah tidak boleh memprioritaskan uang tapi memikirkan masa depan lingkungan dan masyarakat setempat.

“Tambang bisa dengan cepat mendatangkan uang, akan tetapi yang akan menanggung akibat selamanya adalah kita, anak-anak kita dan cucu-cucu kita,” katanya.

Ini bukan pertama kalinya perusahaan pertambangan melirik Labuan Bajo. Pada tahun 2009 pemerintah daerah mengeluarkan izin yang dicabut setahun kemudian setelah gereja dan masyarakat menempati lokasi tambang.

Gereja Katolik telah membantu penduduk setempat dalam perjuangan mereka sejak saat itu. Pada tahun 2010, Uskup Leteng merayakan Misa di tempat penambangan, sebagai tanda keputusan gereja untuk berdiri dengan penduduk setempat.

Kampanye mereka berhasil menghentikan perusahaan pertambangan, Aditya Bumi Pertambangan mulai beroperasi di desa Tumbak, Manggarai Timur, dan Manggarai Manganese yang beroperasi di desa Legurlai, keduanya pada tahun 2014.

Berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Flores Barat memiliki mineral emas, perak, tembaga, bijih besi, timbal dan deposit mangan.

Baca juga: Indonesian Catholics stand up to mining firm

Uskup dukung rencana Presiden Duterte untuk pekerja migran

Thu, 20/04/2017 - 11:48

Rencana Presiden Rodrigo Duterte untuk membentuk departmen khusus bagi para pekerja migran Filipina mendapat dukungan dari seorang uskup yang terkenal di negara tersebut.

Uskup Balanga Ruperto Santos mengatakan pembentukan departemen untuk pekerja migran sangat dibutuhkan untuk mengakomodasi kebutuhan mereka.

“Sudah saatnya memberikan perhatian lebih dan perlindungan bagi para pekerja migran kita di luarga negeri,” kata Uskup Santos, ketua Komisi Pastoral Migran dan Perantauan.

Prelatus itu juga mengatakan bahwa pembentukan departemen tersebut akan mengakomodasi keperluan mendasar dari para pekerja di luar negeri dan melindungi hak-hak mereka.”

Uskup Santos mengatakan bahwa kantor urusan pekerja migran yang ada saat ini bisa ditempatkan di bawah departemen tersebut.

“Upaya bersama dan yang terpadukan untuk kesejahteraan para pekerja migran harus ditangani secara benar dan adil,” kata uskup.

Presiden Duterte mengumumkan rencana pembangunan departemen pekerja migran minggu lalu untuk menangani para pekerja migran Filipina di luar negeri yang mencapai jutaan orang.

 

Baca juga: Govt plan for Filipino migrants wins bishop’s support

Kekhawatiran atas kemenangan Anies Baswedan

Thu, 20/04/2017 - 09:57

Agama telah berhasil menjadi pusat politik Indonesia dengan kemenangan Anies Baswedan yang mendapat dukungan dari Partai Gerindra, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan kelompok radikal, mengalahkan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama.

Pemilih dari kelompok minoritas -termasuk Kristen- mengungkapkan kekhawatiran bahwa kemenangan tersebut bisa menciptakan ketidakpastian bagi kelompok minoritas.

Retno Setyawati, seorang Katolik berusia 53 tahun, yang memilih Ahok mengatakan bahwa ia kecewa karena Ahok telah menjadikan Jakarta lebih baik selama kepemimpinannya.

“Apa yang bisa saya lakukan? Saya harus menerima hasil pemilihan,” kata Retno. Ia juga masih ragu apakah Anies bisa mewujudkan janjinya untuk Jakarta yang lebih baik.

“Saya khawatir dia akan lebih memperhatikan pendukungnya dan radikalisme akan tumbuh di Jakarta,” katanya.

Berdasarkan hitungan cepat (quick count) dari berbagai lembaga survei Anies memimpin sekitar 57 persen suara di atas Ahok 43 persen. Perhitungan resmi komisi pemilihan Jakarta akan diumumkan pada 1 Mei.

Para pendukung Anies di posko pemenangan di Menteng, Jakarta Pusat, kemarin dengan bersemangat berbicara tentang tentang hal-hal yang berkaitan dengan agama dan jati diri Ahok sebagai keturunan Tionghoa.

“Sekarang kita memenangkan pemilihan dan kita telah mengalahkan gubernur China yang sudah lama berkuasa dan tidak memperlakukan kita sebagai Muslim, sekarang kita memiliki lebih banyak kesempatan untuk menerapkan apa yang kita inginkan,” kata mantan perwira militer Mohammad Saleh kepada pendukungnya.

“Ini termasuk bagaimana memprioritaskan orang Indonesia atas orang asing termasuk orang Tionghoa. Sudah lama mereka mendominasi kita, kita coba juga untuk menang dalam pemilihan presiden tahun 2019,” katanya.

Mesin politik Anies dan jaringan masjid

Pengamat mengatakan kemenangan Anies Baswedan disebabkan karena kemamampuan mesin politik Anies dan kemampuannya untuk menengelola sentimen agama dan anti-Cina ke pusat kampanye.

Kelompok radikal seperti Front Pembela Islam (FPI) menggelar serangkaian demonstrasi sektarian di bulan menjelang pemilihan, yang menarik ratusan ribu orang ke jalan-jalan.

Yohanes Handoyo Budhisedjati, pendiri Vox Point Indonesia, mengakui bahwa partai politik dan kelompok agama di belakang Anies sangat hebat dan telah berhasil memaksimalkan jaringan masjid sebagai basis untuk mendapatkan dukungan Muslim.

“Kekuatan mereka terletak pada kemampuan mereka untuk memobilisasi orang-orang di masjid-masjid di sekitar Jakarta,” kata Handoyo.

Dia mengatakan bahwa kemenangan tersebut juga mengkhawatirkan kelompok minoritas agama karena hubungan dekat Anies dengan kelompok radikal, seperti FPI, yang sering melakukan kekerasan dan tindakan intoleransi.

“Saya bisa mengerti jika minoritas agama khawatir dan takut setelah kemenangannya,” kata Handoyo.

“Tapi kita berharap dia akan menyingkirkan semua masalah agama selama masa kampanye dan merangkul semua elemen masyarakat,” katanya.

Meydie Early, seorang Protestan berusia 27 tahun, juga kecewa setelah Ahok dikalahkan namun menyambut kemenangan Anies.

“Pak Anies juga bagus, jadi biarkan dia bekerja,” katanya.

Kevin R. Hidayat, seorang umat di salah satu paroki di Jakarta Pusat mengatakan bahwa dia memilih Ahok karena dia khawatir jika kelompok ekstremis akan mendapatkan kekuasaan.

Dia mengatakan bahwa sebagai warga keturunan Tionghoa, dia sekarang khawatir dengan kemenangan Anies bisa menjadi momentum bagi kaum radikal untuk tumbuh.

“Kita tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi, karena kelompok radikal yang mendukungnya juga membuat pernyataan anti-Cina,” kata Kevin.

Di sisi lain, Eko Suwarno, seorang pengusaha Katolik, yang memilih Ahok mengatakan bahwa tidak masalah Anies menang.

“Kami akan mendukungnya dan kami berharap dia melanjutkan apa yang telah Ahok lakukan,” katanya.

Sementara itu Sofie Kartini mengatakan dia memilih Anies karena dia seorang Muslim.

“Al Quran mengajarkan bahwa kami harus memilih pemimpin Muslim,” kata Sofie dan menambahkan bahwa Ahok telah melukai Quran dan para ulama.

Pada 20 April, Ahok akan kembali menjalani sidang kasus penistaan untuk mendengarkan tuntutan hukuman dari jaksa penuntut.

Ahok akan tetap menjadi gubernur sampai Oktober ketika Anies akan dilantik.

Sementara itu, Anies, mantan menteri pendidikan, mengatakan dalam sebuah konferensi pers yang mengumumkan kemenangannya bahwa dia berkomitmen untuk menyatukan kembali Jakarta.

“Mari lupakan ketegangan selama kampanye dan bersama-sama membangun persatuan dan perdamaian di Jakarta,” kata Anies.

Dalam pidato kekalahan Ahok meminta kepada para pendukungnya agar menerima hasil pilkada dengan lapang dada.

“Mari lupakan semua masalah yang kita hadapi selama kampanye karena Jakarta adalah rumah bagi kita,” kata Ahok.

 

Baca juga: Sectarianism looms as Anies wins Jakarta polls

Mgr Suharyo tekankan kesejahteraan sosial dalam pesan Paskah

Tue, 18/04/2017 - 17:18

 

Uskup Agung Jakarta Mgr Ignatius Suharyo Hardjoatmodjo menekankan kesejahteraan sosial bagi seluruh masyarakat dalam pesan Paskah yang disampaikan beberapa hari menjelang Pilkada DKI Jakarta putaran kedua.

Dalam pemilihan kepala daerah yang akan digelar 19 April tersebut, Gubernur Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok akan berhadapan dengan Anies Rasyid Baswedan, mantan menteri pendidikan dan kebudayaan.

Sebagian besar survei yang dilakukan oleh sejumlah lembaga menunjukkan bahwa Anies dan pasangannya, Sandiaga Salahuddin Uno, memiliki elektabilitas lebih tinggi dibanding Ahok dan Djarot Saiful Hidayat.

Misalnya, hasil survei yang dirilis minggu lalu oleh Media Survei Nasional (Median) menunjukkan bahwa pasangan Anies-Sandiaga memperoleh 49,8 persen, sementara pasangan Ahok-Djarot mendapatkan 43,5 persen.

Namun, survei yang dilakukan oleh Charta Politika menunjukkan hasil yang berbeda. Menurut hasil survei ini, pasangan Ahok-Djarot memperoleh 47,3 persen, sementara pasangan Anies-Sandiaga mendapat 44,8 persen.

“Harapan Gereja Katolik pasti sama dengan harapan seluruh masyarakat. (Pemenang) mengusahakan kesejahteraan sosial bagi seluruh warga Jakarta ini. Itu saya kira cita-cita dari kita semua, khususnya yang terumus dalam sila kelima Pancasila,” kata Mgr Suharyo pada konferensi pers di Gedung Karya Pastoral Keuskupan Agung Jakarta (KAJ), Minggu (16/4).

Mgr Suharyo kemudian menyebut contoh kasus mega korupsi e-KTP.

“Pertanyaannya, untuk apa semua itu? Jawabannya moga-moga tidak salah, semuanya itu adalah demi kekuasaan termasuk dalam rangka Pilkada … ,” katanya.

“Padahal sebetulnya kekuasaan itu adalah demi kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia. Kalau kekuasaan yang diperebutkan sekarang ini, saya duga tidak dalam rangka kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia, tetapi kekuassan demi kekuasaan. Kalau seperti itu, jenis kemanusiaannya langsung bertentangan dengan sila kedua Pancasila: kemanusiaan yang adil dan beradab,” lanjutnya.

Menurut Mgr Suharyo, kesejahteraan sosial masih belum terwujud dengan baik.

“Saya sebagai umat Katolik, berilah hak-hak dasar umat beragama misalnya tempat ibadah. Karena bagi umat Kristiani, seringkali mendapat ijin (untuk membangun) tempat ibadah itu butuh waktu 10 tahun, 15 tahun, bahkan ada yang sepanjang 50 tahun juga susah. Karena apa? Karena pemerintah rupa-rupanya kurang berani memberikan hak warga negara,” kata Mgr Suharyo, juga ketua Konferensi Waligereja Indonesia (KWI).

Sementara itu, Pendeta Gomar Gultom, sekretaris umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI), menghimbau umat Protestan di propinsi tersebut untuk menggunakan hak pilih mereka pada Pilkada putaran kedua nanti.

“Kami menghimbau Saudara untuk menggunakan hak pilih Saudara sebagai bentuk tanggung jawab iman percaya Saudara. Dengan memilih, Saudara bisa menentukan orang yang tepat untuk memimpin Jakarta untuk jangka waktu lima tahun ke depan,” katanya.

Ia juga mengingat umat Protestan agar tidak terjebak pada janji-janji manis yang belum teruji kebenarannya.

“Kami mengajak Saudara untuk sungguh-sungguh memilih di antara calon yang sudah teruji kecakapannya dalam mengabdikan diri kepada masyarakat. Perhatikan jejak para calon, apakah memang sudah memiliki rekam jejak yang berprestasi,” lanjutnya.

Pendeta Gultom juga menekankan pentingnya menjadikan Pancasila sebagai pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Katharina R. Lestari, Jakarta

Sumber: ucanews.com

 

 

Kardinal Kolombo kritik film tentang imam Anglikan jadi pembunuh

Tue, 18/04/2017 - 17:07

 

Kardinal Malcolm Ranjith, Uskup Agung Kolombo, Sri Lanka, telah mengingatkan demi mengantisipasi film According to Matthew yang menggambarkan kisah nyata seorang imam Anglikan yang membunuh dua orang.

Disutradarai oleh pembuat film veteran Chandran Rutnam, film ini dijadwalkan akan rilis pada April dalam bahasa Inggris, bahasa Sinhala dan bahasa Tamil.

Film ini tentang seorang Pastor Anglikan Mathew Peiris yang berselingkuh dengan sekretarisnya, membunuh Russel Ingram tahun 1978 dan istrinya Eunica tahun 1979 dengan membuat keduanya overdosis dengan obat anti-diabetes.

Imam dan kekasihnya diputuskan bersalah atas pembunuhan ganda dan dihukum mati tahun 1984. Namun, tahun 1997 Peiris mendapat amnesti umum.

“Di negara di mana mayoritas Buddha, film ini mungkin memberikan kesan yang salah tentang umat Katolik,” kata Kardinal Malcolm Ranjith.

“Dalam film ini, imam Anglikan berpakaian seperti imam lain dan ini mungkin memberikan pesan yang salah jadi kami harus mengeluarkan pernyataan kepada media menyatakan bahwa imam Katolik tidak menikah dan film ini tidak berhubungan dengan orang Katolik atau Gereja Katolik,” kata kardinal.

Dia juga prihatin tentang judulnya, According to Matthew, meskipun nama penulis Injil dieja dengan dua “t.” Ini adalah ungkapan terkenal yang digunakan dalam liturgi dan kami memiliki masalah dalam hal itu juga, kata Kardinal Ranjith.

Namun, semua ini adalah promosi yang bagus untuk pembuat film Rutnam. “Ini juga merupakan publisitas yang baik untuk film ini,” kata Rutnam, seraya menambahkan bahwa ini adalah pertama kalinya sebuah film akan dirilis dalam bahasa Inggris dan bahasa Sinhala di Sri Lanka.

“Ini bukan film tentang Katolik atau Gereja Anglikan. Ini adalah film tentang seorang individu. Saya sendiri seorang Kristen yang takut akan Allah dan saya tidak akan menghina Gereja atau Kristiani,” kata Rutnam.

Penyanyi Alston Koch, seorang Kristen Sri Lanka, tinggal di Austrlia, yang berperan sebagai Pastor Mathew mengatakan apa yang digambarkan dalam film ini adalah fakta sejarah dan tidak ada alasan untuk khawatir.

“Saya percaya kita tidak harus menyembunyikan hal-hal di bawah karpet. Umat Kristiani tidak perlu khawatir karena ini kisah seorang pria yang ‘keliru’ dan dihukum oleh tiga hakim Mahkamah Agung,” kata Koch.

Sumber: ucanews.com

 

 

Biarawati lansia di India melamar untuk mendapat dana pensiun negara

Tue, 18/04/2017 - 16:48

 

Sepuluh biarawati Katolik lansia yang melamar untuk mendapat dana pensiun dari pemerintah di Negara Bagian Kerala, India, menuduh bahwa Gereja tidak mendukung mereka secara memadai.

Para biarawati itu melamar guna mendapat dana pensiun bulanan sebesar 1.100 rupee (16 dolar AS) yang tersedia bagi perempuan lansia yang belum menikah di Negara Bagian Kerala. Mereka adalah milik Kongregasi Suster-suster St Anne dari Tiruchirapalli yang berbasis di Trivandrum, ritus Latin, keuskupan agung itu. Para biarawati itu berusia di atas 60 tahun, demikian superior kongregasi itu yang tidak mau menyebutkan namanya.

Media lokal melaporkan bahwa aplikasi para biarawati itu diabaikan.

Sebuah laporan di Times of India mengutip Suster Agnes, 63, salah satu pelamar, mengatakan bahwa mereka tidak memiliki uang, bahkan untuk membeli obat. Namun, kepala biara mereka mengatakan kepada ucanews.com bahwa media salah melaporkan.

“Mereka mengajukan dana pensiun karena mereka merasa memiliki hak karena mereka belum menikah. Mereka mendekati pemerintah untuk meminta hak mereka sebagai warga negara dan bukan karena mereka memiliki masalah keuangan,” kata superior.

Ketua Komite Kesejahteraan Perusahaan Thiruvananthapuram, Geetha Gopal mengatakan aplikasi pensiun di kementerian keuangan bagi “pensiunan normal” tidak tersedia untuk para religius.

Pastor Eugene Pereira, vikjen Keuskupan Agung Trivandrum, mengatakan para biarawati itu salah memahami. Pensiun itu ditujukan kepada wanita lansia tanpa sistem pendukung atau tidak menikah karena kemiskinan keuangan.

“Biarawati tidak dapat dimasukkan ke dalam kategori tersebut karena mereka telah memilih hidup selibat berdasarkan kehidupan religius. Mereka telah membuat pilihan mereka sesuai dengan komitmen mereka dan mereka tidak bisa sekarang mencari keuntungan disisihkan karena wanita rentan,” katanya.

Imam itu mengatakan para biarawati tidak menghadapi kesulitan keuangan. “Jika mereka mendekati keuskupan sebelum mendekati pemerintah negara kami bisa membimbing mereka dengan baik,” katanya.

Kongregasi Suster-suster St Anne dari Tiruchirapalli didirikan tahun 1880 di India untuk bekerja di antara orang miskin, lemah, terpinggirkan dan perempuan muda yang melarat, khususnya para janda, dalam sistem sosial yang mengabaikan dan menindas para janda dan perempuan miskin. Sekarang ordo itu telah menjadi kongregasi internasional dengan lebih dari 1.000 biarawati.

Sementara itu, sebuah forum mantan pastor dan suster mengatakan perawatan yang diberikan kepada biarawati lansia itu, pada kenyataannya, tidak memadai. “Biara menggunakan biarawati selama mereka sehat dan kemudian mereka dibuang setelah mereka menjadi tua dan kehilangan kesehatan mereka,” kata Reji Njallani, ketua forum itu kepada ucanews.com.

“(Forum kami) siap membantu mereka jika Gereja mengakui ketidakmampuan mereka untuk mengurus biarawati lansia dan imam,” katanya.

Skema kesejahteraan negara bagian itu, diperkenalkan tahun 2004, saat ini disediakan untuk sekitar 71.500 perempuan di Kerala.

Sumber: ucanews.com

 

 

Katolik di Korea Selatan ikut kampanye anti nuklir

Mon, 17/04/2017 - 15:07

Konferensi Waligereja Korea ikut bergabung dalam kampanye untuk mengumpulkan tandatangan untuk menjadikan Korea Selatan bebas energi nuklir.

Solidaritas Katolik Menentang Energi Nuklir menyelenggarakan konferensi pers pekan lalu di Gwanghwamun Plaza untuk mengumumkan upaya bergabung dalam kampanye Selamat Tinggal Pembangkit Listrik Nuklir yang pertama kali diluncurkan pada September 2016.

“Kami, dengan mengakui iman kepada Tuhan, pencipta langit dan bumi, secara tegas menolak teknologi nuklir yang tidak bermoral dan melawan kehidupan. Kami menghendaki Korea yang bebas nuklir dan mengajak masyarakat untuk bergabung dalam kampanye ini,” demikian pernyataan deklarasi mereka.

Deklarasi itu ditandatangani oleh Konferensi Waligereja Korea, komisi keadilan dan perdamaian keuskupan, lembaga gereja, gerakan Woorinong Saligi (Selamatkan Tanah Pertanian) dan lembaga-lembaga gereja lainnya.

Tandatangan yang dikumpulkan akan dikirim ke para calon presiden.

Kampanye itu dimulai oleh kelompok agama dan sosial, meminta masyarakat untuk mendukung penggunaan energi terbarukan dan menolak penggunaan energi nuklir.

Gereja India sambut baik UU anti diskriminasi terhadap pengidap HIV

Mon, 17/04/2017 - 11:11

Parlemen India pada 11 April mengesahkan undang-undang yang melarang diskriminasi terhadap orang yang menderita HIV, yang dianggap para aktivis akan membantu mereka menjalani kehidupan yang bermartabat.

Undang-undang tersebut melarang diskriminasi dalam bidang pekerjaan, pendidikan, perumahan dan perawatan kesehatan dan mengakhiri praktek tes HIV sebagai prasyarat untuk akses ke pekerjaan dan lingkungan sosial lainnya.

“Diskriminasi yang mereka hadapi melampaui kata-kata,” kata Pastor Roby Kannanchira, yang mengkoordinasi perawatan dan pendidikan anak-anak yang hidup dengan HIV di Negara Bagian Kerala.

“Bahkan dokter-dokter di fasilitas pemerintah menolak untuk menerima mereka. Sekolah menolak untuk mengakui mereka. Mereka menelan diskriminasi ini dan menjadi manusia yang terpinggirkan,” kata imam yang secara berkala menyelenggarakan kemah bagi 200 anak-anak tersebut untuk membantu mereka mendukung satu sama lain.

“Undang-undang itu diharapkan membantu kami untuk beranjak ke tingkat berikutnya dalam mengambil tindakan hukum terhadap mereka yang melakukan diskriminasi terhadap anak-anak kita,” katanya.

Ini akan membuat “orang sadar bahwa diskriminasi adalah kejahatan dan menyebabkan masyarakat umum mengakui dan menerima orang yang hidup dengan penyakit itu,” katanya.

Dengan undang-undang ini, “kita memiliki satu senjata yang lebih untuk melawan diskriminasi. Ini juga menunjukkan bahwa pemerintah berkomitmen untuk menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi orang yang hidup dengan HIV,” kata Pastor Mathew Perumpil, sekretaris kantor Konferensi Waligereja India untuk kesehatan.

Gereja Katolik menjalankan ratusan rumah perawatan khusus bagi orang yang hidup dengan HIV dan sebagian besar pengguna layanan secara rutin berbicara tentang diskriminasi sosial yang mereka hadapi.

Menteri Kesehatan Federal J.P. nadda mengatakan undang-undang  “bersejarah” dan “berdirinya komitmen untuk perlakuan yang sama bagi orang dengan HIV.”

“Itu bukan mau menunjukkan sebelum RUU ini orang-orang ini tidak diberdayakan tetapi dengan berlalunya RUU ini mereka akan mendapatkan kekuatan lebih,” kata Nadda.

Organisasi-organisasi internasional yang bergabung dengan Program PBB untuk HIV / AIDS (UNAIDS) menyambut gembira undang-undang ini.

“Ini merupakan langkah maju yang penting bagi orang yang hidup dan terkena dampak HIV di India dan di seluruh dunia,” kata Steve Kraus, Direktur Tim Dukungan Regional UNAIDS untuk Asia dan Pasifik dalam sebuah pernyataan.

“Peraturan ini mulai menghilangkan hambatan dan memberdayakan masyarakat untuk menantang pelanggaran hak asasi manusia ,” kata Kraus.

Aktivis yang bekerja untuk orang yang hidup dengan HIV mengatakan undang-undang baru ini akan membantu orang-orang untuk hidup normal.

Menurut National AIDS Control Organization, India memiliki kira-kira 2,1 juta penderita dengan penyakit ini pada tahun 2015. Mereka telah dipaksa untuk menyembunyikan kondisi mereka karena prasangka.

Baca juga: India’s landmark law for people living with HIV

Pemimpin Gereja Filipina kecam tindakan  ‘berdarah’ pada Pekan Suci

Fri, 14/04/2017 - 07:00

 

Pemimpin gereja Katolik di Filipina memperingatkan umat yang merelakan dirinya untuk disalibkan atau yang mencambuk diri sebagai tanda ketaatan dalam Pekan Suci.

“Jika ingin diampuni  sesalilah dosa-dosamu, buatlah pengakuan dosa yang baik dan mengubah  hidupmu,” kata Pastor Jerome Secillano dari kantor urusan publik Konferensi Waligereja.

Pekan Suci di Filipina dianggap sebagai salah satu minggu tersibuk dalam setahun untuk orang Filipina, dengan banyak warna dan arak-arakan.

Orang yang mengaku dosanya dan  tunduk pada salib atau menyerahkan diri pada hari Kamis Putih dan pada Jumat Agung memohan ampun atas dosa-dosa mereka dan bersyukur kepada Tuhan atas berkat-berkat yang mereka terima sepanjang tahun.

Pastor Secillano mengingatkan orang-orang yang ingin berbagi penderitaan Yesus Kristus  “hidup kita di Bumi sudah penuh penderitaan.”

“Apakah mereka tidak menderita ketika mereka tidak ada makan, tidak ada pekerjaan, atau kehidupan mereka sengsara?” kata imam itu. Ia menambahkan bahwa tidak ada kebutuhan untuk menimbulkan rasa sakit pada diri sendiri untuk diselamatkan “karena Allah sudah melakukan itu untuk kita.”

Uskup Agung Socrates Villegas dari Lingayen-Dagupan, ketua Konferensi Waligereja, mengatakan ada banyak cara untuk menaati Pekan Suci.

“Anda harus ingat bahwa minggu ini suci bukan karena darah Yesus Kristus, minggu ini  suci bukan karena pengorbanan yang kita buat,” kata prelatus itu.

“Minggu ini suci karena di antara semua hari dalam seminggu, Allah telah mencurahkan begitu banyak cinta ke hari ini,” kata Uskup Agung Villegas.

Dia mendesak umat Katolik untuk mengunjungi rumah sakit dan orang sakit selain mengunjungi gereja-gereja. “Bawakan mereka makan seperti yang biasanya kita lakukan selama Natal. Itu adalah ziarah,” kata prelatus itu.

Untuk mereka yang mencambuki diri dan penyaliban, Uskup Agung Villegas mengatakan “itu tidak lagi diperlukan untuk menumpahkan darah karena penumpahan darah dilakukan oleh Yesus Kristus bagi kita.”

“Kita tidak harus menyakiti diri kita sendiri lagi karena kita tidak dapat menambah gairah kita mengikuti kristus,” katanya.

Di Filipina, awal peringatan Triduum Paskah pada Kamis Putih  diawali oleh Misa Perjamuan Tuhan.

Mencuci kaki para rasul adalah kembali diberlakukan di banyak gereja, diikuti dengan prosesi Sakramen Mahakudus ke “Altar of Repose.”

Tradisi Visita Iglesia atau mengunjungi gereja dimulai setelah ritual Kamis Putih. Orang mengunjungi setidaknya tujuh gereja di sekitar kota, konon untuk merenungkan Jalan Salib.

Jumat Agung biasanya diawali dengan Jalan Salib dan refleksi tentang Tujuh kata terakhir, yang disampaikan oleh orang terbaik dan  paling fasih dalam bicara, termasuk politisi, aktor, dan imam.

Drama tentang penderitaan  yang sebut Senakulo dipentaskan di sore hari, diikuti dengan prosesi umat dan Flagellant (orang yang dicambuk) yang kadang-kadang dirinya dipaku pada salib, sebagai ungkapan penebusan dosa.

Baca juga: Philippine church leaders criticize ‘bloody’ Holy Week acts

Umat  bentrok dengan polisi di ‘Yerusalem Cina’

Thu, 13/04/2017 - 14:32

Orang Kristen di China bentrok dengan polisi atas pemasangan kamera pengintai di sebuah gereja di kota Wenzhou provinsi Zhejiang, yang dikenal sebagai Yerusalem di Cina, menurut laporan sebuah media.

Konfrontasi terjadi di Wenzhou, rumah bagi sekitar satu juta orang Kristen, menyusul pelaksanaan perintah pemerintah untuk memasang kamera di gereja-gereja, demikian India Today  mengutip laporan South China Morning Post.

Pemerintah Zhejiang mengeluarkan perintah untuk gereja-gereja di Wenzhou akhir tahun lalu untuk tujuan  “melawan terorisme dan keamanan” dan mulai diterapkan sebelum liburan Tahun Baru Imlek pada bulan Januari.

Konfrontasi dengan komunitas Kristen dimulai tiga tahun lalu setelah pihak berwenang memerintahkan salib yang berada diatap gedung gereja diturunkan, dengan alasan bahwa  bangunan   itu ilegal.

“Pejabat pemerintah datang ke gereja dan memasang kamera. Beberapa imam dan umat yang tidak setuju dengan gerakan itu  diseret pergi,” demikian laporan South China Morning Post mengutip seorang saksi mata tanpa menyebutkan kapan itu terjadi.

“Beberapa orang perlu dirawat di rumah sakit setelah melawan para petugas,” kata saksi itu.

Pastor Yan Xiaojie, seorang misionaris di kota itu, mengatakan kamera  telah dipasang di sejumlah gereja.

Di samping agama Buddha, agama Kristen dianggap sebagai agama paling cepat berkembang di komunis Cina.

Menurut perkiraan tidak resmi, Cina memiliki lebih 65 juta orang Kristen termasuk Katolik, Protestan serta kelompok-kelompok gereja lainnya.

Sumber: UCAN

 

 

Pastor Benedictus Rolly Untu diangkat menjadi uskup Manado

Thu, 13/04/2017 - 14:13

Paus Fransiskus pada hari Rabu mengangkat Provinsial tarekat Misionaris Hati Kudus (MSC) Indonesia, Pastor Benedictus Estephanus Rolly Untu, 60, menjadi Uskup Manado, menggatikan Uskup Joseph Theodorus Suwatan, MSC yang pensiun setelah mencapai usia 77 tahun.

Menurut Hukum Gereja, usia normal seorang uskup untuk pensiun adalah 75 tahun, namun bisa diperpanjang jika diminta oleh Paus.

Pastor Mgr. Benedictus lahir pada  4 Januari, 1957 di ‎Lembean, Keuskupan Manado. Setelah menyelesaikan pendidikan di Seminari St. Fransiskus Xaverius di Kakaskasen, ia melanjutkan pendidikan filsafat dan teologi di Seminari Tinggi Pineleng. Setelah mengucapkan kaul kekal pada 15 Januari, 1983, ia ditahbiskan imam pada 29 Juni pada tahun yang sama.

Keuskupan Manado, sebuah keuskupan sufragan Keuskupan Agung Makassar, menjadi keuskupan pada tahun 1961. Jumlah umatnya mencapai sekitar  138.000 orang, dari total populasi Sulawesi  Utara. Keuskupan Manado terdiri dari 63 paroki dan memiliki 139 imam, 176 biarawati, dan 59 frater.

Setelah ditahbiskan tahun 1983, Pastor Benedictus menjalankan tugas sebagai berikut:

‎1983-1984:‎      Pastor Pembantu Paroki Katedral Manado

‎1984-1985: ‎     Pastor Paroki Gereja Ratur Rosari, Tuminting, ‎Manado

‎1985-1986: ‎     Menyelesaikan diploma bidang spiritualitas di Adhyatma Vidya Pitha, Bangalore, India ‎

‎1986-1991: ‎     Pendamping di novisiat MSC di Karangayar, Keuskupan Purwokerto, Jawa Tengah

‎1989-1990: ‎     Magister novisiat MSC, Karanganyar

‎1987-1991: ‎     Pastor paroki Gereja St. Joseph Pekerja, Karanganyar ‎

‎1991-1994: ‎     Mendapat lisensiat teologi dogmatik dari Catholic University of Louvain, Belgium

‎1995-2005:‎      Formator di Seminari Tinggi Hati Kudus, Pineleng, Manado dan menjadi anggota dewan imamat dan konsultor keuskupan manado

‎1996-1997: ‎    Wakil provinsial MSC Indonesia

‎1998-2002: ‎     Wakil direktur Seminari Tinggi Pineleng

‎2003-2005: ‎     Superior skolastikat MSC di Pineleng ‎

‎2005-2011: ‎     Asisten Provinsial MSC Indonesia

‎2011-2016: ‎     Provinsial MSC Indonesia

Sumber: Pope appoints new bishop in Manado, Indonesia

Ini gereja-gereja di Jakarta yang dijaga ketat selama Paskah 2017

Thu, 13/04/2017 - 13:35

Kepolisian Resor Metro Jakarta Pusat melakukan pengamanan ketat terhadap sejumlah gereja di Jakarta Pusat.

Kepala Bagian Operasi Polres Metro Jakarta Pusat Ajun Komisaris Besar Polisi Sucipto, kepada CNN Indonesia mengatakan, enam gereja tersebut adalah Gereja Katedral, GPIB Paulus, Gereja Anglikan Indonesia, Gereja Santa Theresia, Kapel Kolese Kanisius dan Gereja Immanuel.

Sucipto mengatakan, jumlah personel kepolisian dikerahkan tidak sama pada setiap gereja. Penentuan jumlah ini disesuaikan pada besar dan kapasitas gereja.

Untuk Gereja Katedral dan Gereja Immanuel, Polres Metro Jakarta Pusat menurunkan 178 personel polisi. Adapun, pada empat gereja lainnya, mereka menurunkan 117 personel.

Tak hanya enam gereja, Sucipto juga memastikan, kepolisian juga akan mengamankan jalannya ibadah peringatan wafatnya Yesus Kristus di 152 gereja di seluruh wilayah ibukota.

Pada setiap gereja yang kapasitas umatnya tidak besar itu, kepolisian akan menurunkan lima hingga sepuluh personel.

Sementara itu, panitia perayaan Paskah Gereja Katedral Jakarta juga menerapkan pengamanan internal. Panitia meminta umat tidak keberatan untuk menjalani pemeriksaan sebelum masuk ke gereja.

Selengkapnya: 6 Gereja di Jakarta Pusat Dijaga Ketat Polisi Selama Paskah

Satuan Gegana sterilkan lokasi prosesi di Larantuka

Thu, 13/04/2017 - 10:00

Satuan Gegana Polda NTT melakukan sterilisasi di sejumlah gereja di Kota Larantuka, Kabupaten Flores Timur jelang Prosesi Semana Santa, sebagai rangkaian dari Perayaan Paskah.

“Ada bantuan satu unit personel Gegana yang berjumlah 10 personel yang diturunkan untuk lakukan sterilisasi di sejumlah gereja yang menjadi lokasi Prosesi Semana Santa nanti,” kata Kapolres Flores Timur AKBP Arri Vaviriyanto saat ditemui di Larantuka, Kamis.

Di Posko Pengamanan, Kapolres mengaku anggota Gegana sudah melakukan penyisiran sejumlah gereja di antaranya di Kapela Tuan Ana, Gereja Katedral Flores Timur, serta kapela Tuan Ma dan Tuan Menino.

Sterilisasi itu lanjutnya dilakukan untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada para peziarah serta umat Katolik yang akan merayakan hari raya Paskah.

“Setelah dari sini, ada beberapa gereja lagi yang akan kita sisir, yang menjadi lokasi berkumpulnya umat Katolik merayakan prosesi Semana Santa dan Paskah,” tambahnya.

Tim Gegana Polda NTT juga, lanjutnya usai mensterilisasi sejumlah gereja di Larantuka akan kembali melakukan sterilisasi di gereja Wureh Pulau Adonara.

“Kita berharap keamanan di Kota ini tetap terjaga sehingga umat Katolik serta para peziarah yang datang bisa nyaman dalam beribadah,” tambah Imanuel.

Kapolres juga mengaku sampai sejauh ini kondisi keamanan di Kota Reinha Rosari Larantuka itu masih dalam kondisi yang kondusif.

“Kita turunkan 220 personel untuk amankan prosesi Semana Santa dan Paskah di Kota ini. Kita berharap masyarakat dapat bekerja sama untuk menjaga keamanan di wilayah ini,” katanya.

Selengkapnya: Satuan Gegana sterilkan sejumlah gereja di Larantuka

Peziarah berdatangan untuk Semana Santa di Larantuka

Thu, 13/04/2017 - 09:42

Para peziarah yang akan mengikuti prosesi Semana Santa sudah mulai berdatangan. Sebagian bahkan sudah tiba sejak awal Pekan Suci agar bisa mengikuti seluruh rangkaian perayaan yang sudah berusia lebih dari setengah abad di Keuskupan Larantuka.

Sejak awal April, umat Katolik dan pegawai pemerintahan sudah membersihkan berbagai fasilitas di Larantuka seperti gereja katedral, kapela, kuburan, dan tempat ziarah lainnya yang akan dikunjungi peziarah selama Pekan Suci.

Antonius Tonce Matutina, Sekretaris Kabupaten Flores Timur, mengatakan pemerintah memberikan perhatian khusus pada Semana Santa karena even ini menarik bukan hanya peziarah tapi juga wisatawan yang ingin menyaksikan kegiatan Semana Santa.

“Setiap tahun ada ribuan peziarah dan turis yang mengikuti prosesi pada Jumat Agung, sehingga kami harus memastikan bahwa semuanya berjalan dengan baik,” kata Antonius.

“Kita harus mempersiapkannya dengan baik,” tambah Antonius.

Semana Santa biasanya dimulai pada hari Rabu dalam Pekan Suci di mana jalan-jalan utama di kota Larantuka ditutup untuk menciptakan suasana hening. Kemudian pada Kamis Putih, para peziarah mengunjungi tiga kapela berbeda di mana arca Tuan Ma (Bunda Maria), Tuan Meninu (Bayi Yesus) dan Tuan Anna (Yesus) ditempatkan.

Puncak acara terjadi pada Jumat Agung, ketika Tuan Meninu ditempatkan di dalam perahu motor tanpa mesin dan diarak dan diikuti oleh ratusan perahu yang memuat para peziarah untuk bertemu dengan Bunda Maria (Tuan Ma).

Romo Hendrikus Leni, Pastor Paroki Katedral Reinha Rosari Larantuka, mengatakan persiapan sudah dilakukan yang mencakup antara lain pendaftaran para peziarah, akomodasi, serta keamanan.

“Untuk keamanan, pemerintah Flores Timur sudah berkoordinasi dengan polisi dan militer,”kata Romo Hendrikus.

Gereja juga mempersiapkan penginapan untuk mereka yang datang dalam kelompok, misalnya mempersiapkan asrama, ruang-ruang gedung pemerintah dan swasta serta biara.

Yohanes Jodi Fernandez, jurubicara panitia pelaksana Semana Santa, mengatakan sama seperti tahun-tahun sebelumnya, peziarah tahun ini juga diperkirakan mencapai ribuan orang untuk mengikuti Jumat Agung.

“Kami memperkirakan 10.000 perziarah akan menghadiri prosesi Jumat Agung tahun ini,” kata Fernandez.

Hingga 10 April, semua hotel, biara dan asrama di Larantuka sudah dipesan oleh para peziarah yang datang tidak hanya dari kabupaten tetangga tapi juga dari daerah lain di Indonesia, bahkan dari luar negeri.

“Tantangan kami yang terbesar adalah kekurangan hotel untuk mengakomodasi para tamu untuk even ini,” lanjut Fernandez.

Sementara itu Erna Romakia, seorang polisi dan umat Paroki Katedral mengatakan dari segi keamanan, polisi sudah siap untuk melakukan pengamanan perayaan tahun ini.

“Polisi dengan dibantu TNI sudah siap,” kata Erna, termasuk juga mendatangkan personel tambahan dari kabupaten tetangga. (UCAN/Melky Baran)

Pages