Kumpulan Artikel dan Berita

Memperbincangkan Semangat Antikorupsi bersama Imam, Suster dan Awam Katolik di Bandung

Sesawi.net - Fri, 24/11/2017 - 22:15
SEBUAH ajang belajar bersama tentang apa itu korupsi dan menggerakkan semangat antikorupsi digelar di Bandung pada tanggal 21-23 November 2017 lalu. Prakarsa pertemuan ini adalah Komisi Keadilan, Perdamaian dan Pastoral Migran Perantau se Regio Jawa. Semua utusan dari seluruh Keuskupan di Jawa (KAJ, KAS, Bogor, Bandung, Purwokerto, dan Malang) hadir, kecuali dari Keuskupan Surabaya. Semua […]

Pelita Hati: 25.11.2017 – Dunia Lain

Sesawi.net - Fri, 24/11/2017 - 17:00
Bacaan Lukas 20:27-40 Jawab Yesus kepada mereka: “Orang-orang dunia ini kawin dan dikawinkan, tetapi mereka yang dianggap layak untuk mendapat bagian dalam dunia yang lain itu dan dalam kebangkitan dari antara orang mati, tidak kawin dan tidak dikawinkan. Sebab mereka tidak dapat mati lagi; mereka sama seperti malaikat-malaikat dan mereka adalah anak-anak Allah, karena mereka […]

Lentera Keluarga – Kebebasan Beribadah

Sesawi.net - Fri, 24/11/2017 - 16:33
Jumat, 24 November 2017. PW. Para Martir Vietnam. Bacaan: 1Mak 4:36-37.52-59; 1Taw 29:10-12d: Luk 19:45-48 Renungan SALAH satu kerinduan yang muncul selama masa pendudukian Anthiokus adalah kebebasan untuk beribadah. Pemaksaan  budaya Yunani dan penyembahan berhala telah membawa orang pada “pemurtatan” dari banyak kalangan Yahudi. Maka dengan kemenangan Makabe bersaudara, mereka dapat menikmati kebebasan mereka dalam […]

Sikapi Perkembangan Zaman, Persekolahan Suster Pontianak Ditantang untuk Senantiasa Berubah dan Berinovasi

Sesawi.net - Fri, 24/11/2017 - 15:57
SEBANYAK 63 tenaga pendidik dan staf  –termasuk para suster SFIC– Persekolahan Suster Pontianak tingkatan  SD dan SMP pada hari Kamis tanggal 23 November 2017 kemarin berkumpul di Wisma Immaculata. Mereka hadir  guna mengikuti seminar pendidikan dalam rangka memperingati Hari Guru. Seminar ini mengusung tema “Persekolahan Suster Menyikapi Perubahan  Zaman”. Tujuan diadakannya seminar ini adalah agar […]

68 Th Mgr. Agustinus Agus, Uskup Anak Kampung Ditandu Keliling Kampung

Sesawi.net - Fri, 24/11/2017 - 15:00
HARI Rabu  tanggal 22 November 2017 lalu, Uskup Agung “Si Anak Kampung” Keuskupan Agung Pontianak Mgr. Agustinus Agus Pr genap merangkai umur 68 tahun. Perayaan mensyukuri rahmat kehidupan ini dilakukan dengan Perayaan Ekaristi, acara ramah tamah di Wisma Keuskupan dan kemudian di sebuah permukiman penduduk di desa di luar Pontianak. Misa syukur berlangsung di Gedung […]

Uskup Memimpin Pencarian Orang Hilang di Marawi

UCAN Indonesia - Fri, 24/11/2017 - 12:37

Sejumlah orang Kristen masih hilang di Marawi sebulan setelah militer Filipina membebaskan kota tersebut dari serangan teroris menyusul pengepungan selama lima bulan yang menewaskan lebih dari seribu orang.

Tim Aksi Tanggap Darurat Kemanusiaan di Daerah Otonom Muslim Mindanao  melaporkan bahwa pada minggu lalu setidaknya 293 orang dalam daftar Palang Merah masih belum diketahui keberadaannya, walaupun belum jelas berapa banyak orang Kristen.

Jumlah yang hilang bisa jauh lebih tinggi, menurut LSM yang bekerja di wilayah ini. Komite manajemen orang yang meninggal dan hilang dari LSM “Task Force Bangon Marawi” tidak memiliki daftar resmi orang hilang.

“Mereka tidak ingin keluar dan mencatat nama mereka secara resmi,” kata Revie Sani, ketua komite tersebut, dan menambahkan bahwa kleuarga yang hilang “takut ditandai sebagai saudara seorang ekstremis.”

“Tantangannya di sini adalah bahwa orang-orang dengan keluarga yang hilang tidak ingin menggunakan jalur resmi. Mereka mencari sanak keluarga mereka yang hilang menggunakan media sosial namun mereka tidak meminta bantuan kami,” katanya.

Uskup Edwin de la Pena dari Marawi, mengatakan bahwa dia terus mencoba dan menemukan orang-orang Kristen yang hilang yang diduga melarikan diri saat orang-orang bersenjata kelompok Maute menyerang dan menduduki kota tersebut pada tanggal 23 Mei.

“Sebagai seorang uskup, adalah kewajiban bagi saya untuk mencari umat saya, menemukan mereka dan bagimana keadaan kehidupan, bagaimana mengatasi keadaan mereka,” kata prelatus tersebut dalam sebuah jumpa pers di Manila pada 21 November.

Uskup mengatakan bahwa pencarian difokuskan untuk menemukan kelompok orang Kristen “karena sangat penting membangun masyarakat sebelum membangun struktur.”

“Prioritas kami adalah membantu pengungsi sesuai dengan koridor perdamaian,” katanya, seraya menambahkan bahwa sudah ada relawan yang menjelajahi provinsi-provinsi sekitarnya untuk menemukan keluarga-keluarga Kristen pengungsi dari Marawi.

Pada puncak pertempuran di bulan Juni, pemerintah Filipina dan Front Pembebasan Islam Moro menetapkan “koridor perdamaian” untuk membantu warga sipil yang terkena dampak perang di Marawi.

Koridor perdamaian yang disebut mencakup beberapa kota di provinsi Lanao Del Sur, Cotabato dan Davao di wilayah selatan Mindanao.

Uskup de la Pena mengatakan bahwa kelompok Gereja Katolik dari Marawi sedang melakukan “penjangkauan solidaritas” dan program rehabilitasi pembangunan perdamaian di masyarakat di sepanjang koridor.

Dia mengatakan bahwa para relawan juga memperhatikan kebutuhan sandera yang dibebaskan oleh militer selama akhir konflik. “Tidak ada kelompok lain yang melihat kebutuhan para mantan sandera tersebut,” kata uskup tersebut.

“Mendengarkan cerita mereka membuat Anda merasa … maaf, bagi mereka bahwa mereka harus melalui [cobaan berat],” kata Uskup de la Pena. “Bagaimana mereka bisa keluar dari neraka jika tidak ada keajaibannya,” tambahnya.

Pada 20 November, militer Filipina menyerahkan kepada Uskup de la Pena, Pastor Teresito Soganub, vikjen Marawi yang disandera oleh para teroris bersama beberapa pekerja gereja.

Uskup mengatakan bahwa pastor tersebut “baik-baik saja” dan badannya bertambah berat selama dua bulan dia melakukan pembekalan dengan militer setelah dibebaskan pada bulan September.

Pastor Soganub menghadiri retret minggu ini di lokasi yang tidak diungkapkan.

Prelatus tersebut mengatakan bahwa pastor tersebut harus “menjalani sebuah proses” sebelum diberi tugas paroki lagi. “Mungkin butuh waktu lama,” kata Uskup Dela Pena. “Kita akan menyeberangi jembatan itu sampai kita sampai di sana,” tambahnya.

Sekitar 10.000 warga kembali ke rumah mereka di Marawi minggu ini setelah tinggal di tempat penampungan sementara dan di tempat-tempat evakuasi di luar kota selama enam bulan terakhir. Hampir 400.000 orang mengungsi akibat pertempuran tersebut.

Umat Katolik Filipina Mengalami ‘Persekusi Media Sosial’

UCAN Indonesia - Fri, 24/11/2017 - 11:37

Umat Katolik di Filipina tetap mengalami persekusi meskipun mereka adalah kelompok mayoritas di Filipina, kata seorang imam pada serangkaian kegiatan yang diadakan untuk merayakan Red Wednesday.

Red Wednesday merupakan kampanye global yang bertujuan untuk menunjukkan solidaritas kepada umat Kristiani yang mengalami persekusi.

Meski “tidak ada siksaan fisik” di kalangan umat Kristiani di negara itu, Pastor Alvin Platon dari Keuskupan Lingayen-Dagupan mengatakan bahwa persekusi bisa dilihat di media sosial.

“Ini bentuk baru persekusi,” katanya. Persekusi ini tidak seperti apa yang terjadi di masa lalu ketika persekusi “lebih pada fisik, seperti penganiayaan.”

Sementara itu, Ketua Konferensi Waligereja Filipina Uskup Agung Socrates Villegas mengatakan bahwa para pemimpin Gereja menjadi “martir” di media sosial karena mengkritik kebijakan pemerintah.

Para pemimpin Gereja, katanya, diserang di media sosial karena bertindak sebagai “kompas moral bagi masyarakat.”

“Kapan pun kami mengimbau penghormatan kepada kehidupan dan martabat manusia, kami dicap sebagai musuh dan menjadi target paratroll,” lanjutnya.

“Troll” adalah istilah gaul untuk seseorang yang menabur perselisihan dengan mengunggah pesan-pesan yang berisi hasutan, tidak relevan atau di luar topik di internet.

Menurut Pastor Platon, umat Katolik di negara itu menghadapi “perang kata” yang menguji iman mereka.

“Kami berharap dan berdoa semoga umat Kristiani yang mengalami persekusi lewat media sosial tetap teguh dalam iman dan tidak menyerah,” katanya.

Untuk melawan perang kata, katanya, Gereja terlibat dalam evangelisasi melalui media sosial “di mana umat berada.”

Sebanyak 45 katedral, 24 tempat ziarah dan lima basilika di Filipina ikut dalam serangkaian kegiatan Red Wednesday tahun ini. Mereka berdoa dan menghiasi bagian depan gedung gereja dengan warna merah.

Kampanye Red Wednesday diluncurkan oleh Bantuan untuk Gereja yang Membutuhkan dan bertujuan untuk menciptakan kesadaran tentang persekusi terhadap umat Kristiani di seluruh dunia.

Di Manila, Uskup Marawi Mgr Edwin de la Pena mengatakan kepada umat Katolik yang berkumpul di Katedral Manila bahwa ia tidak mengharapkan adanya serangan teroris di wilayah prelaturnya yang berakibat pada konflik selama lima bulan.

Sekitar 400.000 orang terkena dampak dari pertempuran yang mulai terjadi sejak 23 Mei lalu ketika kelompok bersenjata yang diiinspirasi oleh ISIS menyerang dan menduduki Kota Marawi di Filipina bagian selatan.

“Kami tidak pernah menyangka bahwa persekusi umat Kristiani yang bermula dari Timur Tengah, sebagai akibat dari meningkatnya terorisme dan ektstremisme Islam radikal, akan sampai ke Filipina,” katanya.

Uskup de la Pena mengambil kesempatan itu untuk berterima kasih kepada umat Katolik yang turut membangun kembali Kota Marawi “dengan berbagi tugas yang berat dalam membangun kembali kehidupan yang hancur.”

Tahun ini, bagian dari misi Bantuan untuk Gereja yang Membutuhkan, sebuah kelompok karitatif Katolik internasional, adalah mencari dana untuk rehabilitasi dan rekonstruksi Kota Marawi.

Prelatus itu berjanji akan melakukan berbagai upaya guna menghentikan persekusi umat Kristiani “dengan kekuatan Injil tentang cinta kasih, pengampunan dan belas kasih Allah.”

Jumat, 24 November 2017

Pen@ Katolik - Fri, 24/11/2017 - 11:22

PEKAN BIASA XXXIII

Peringtatan Wajib Santo Andreas Dung Lac, Imam dan kawan kawam Martir Vietnam (M)
Santo Krisogonus; Santo Vinsensius Liem; Santo Ignasius Delgado; Santo Dominikus An-Kham

Bacaan I: 1Mak. 4:36-37.52-59

Mazmur: 1Taw. 29:10-12d; R:13b

Bacaan Injil: Luk. 19:45-48

Pada waktu itu Yesus tiba di Yerusalem dan masuk ke Bait Allah. Maka mulailah Ia mengusir semua pedagang di situ, kata-Nya kepada mereka: ”Ada tertulis: Rumah-Ku adalah rumah doa. Tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun.” Tiap-tiap hari Ia mengajar di dalam Bait Allah. Imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat serta orang-orang terkemuka dari bangsa Israel berusaha untuk membinasakan Dia, tetapi mereka tidak tahu, bagaimana harus melakukannya, sebab seluruh rakyat terpikat kepada-Nya dan ingin mendengarkan Dia.

Renungan

Tindakan revolusioner itu harganya mahal. Keberanian Yesus untuk membersihkan Bait Allah dari praktik-praktik kecurangan dan ketidakadilan membuat Ia semakin dibenci oleh para Imam dan pemimpin bangsa Yahudi. Tindakan Yesus mengganggu stabilitas kenyamanan dan kemapanan para pemimpin tersebut. Sementara nuansa yang sangat berbeda ditampilkan oleh Kitab Makabe. Di sana digambarkan sukacita bangsa Israel karena Bait Allah yang telah selesai dibangun dan betapa mereka penuh semangat untuk menghias Bait Allah tersebut dengan ornamen-ornamen indah sebagai persembahan bagi Allah.

Dulu orang Israel penuh sukacita atas Bait Allah karena itu berarti Allah berdiam bersama mereka. Di zaman Yesus, sukacita itu berganti dengan ketidakadilan dan kecurangan yang membuat Bait Allah bagaikan sarang penyamun.

Yesus mengingatkan orang Israel supaya bertobat dan kembali kepada sukacita yang pada masa lalu dialami leluhur mereka. Tetapi, pertobatan memang bukan perkara sederhana. Ketika manusia berniat untuk bertobat, ia harus berani mengubah dirinya secara revolusioner. Masalahnya, itu berarti harus mengubah situasi nyaman dan aman, ketenangan dan kenikmatan yang selama ini terbiasa dialami. Di sinilah tantangan bagi orang beriman. Beranikah kita mengubah cara hidup, membangun habitus baru untuk hidup seturut kehendak Allah? Atau kita memilih bertahan dengan segala kenyamanan seperti mereka yang menolak Yesus?

Tuhan Yesus, cairkanlah hatiku yang beku dan tuntunlah aku kepada pertobatan yang sejati. Amin.

Renungan Ziarah Batin 2017

 

Mgr Agus rayakan HUT ke-68 sambil ajak umat gunakan talenta yang diberikan Tuhan

Pen@ Katolik - Fri, 24/11/2017 - 11:12

Tuhan itu baik. Kita lahir ke dunia ini karena kemauan Tuhan dan ketika lahir kita diberi talenta masing-masing. Tugas kita adalah menggunakan talenta itu dengan dengan baik dan sepenuh hati, meski hanya satu talenta.  “Walaupun kita punya talenta yang hebat dan tinggi, tetapi jika kita tidak menggunakannya dengan baik, itu merupakan kesalahan.”

Pesan itu disampaikan Uskup Agung Pontianak Mgr Agustinus Agus Pr dalam Misa yang dipimpinnya bersama 10 imam konselebran di Gedung Pasifikus milik Paroki Santo Yoseph Katedral Pontianak, 22 November 2017, untuk merayakan HUT ke-68 dari uskup agung itu. Mgr Agus lahir di Lintang, Kapuas, Sanggau, Kalimantan Barat, 22 November 1949.

Homili Misa yang dihadiri banyak umat, pastor, suster, bruder dan frater itu menekankan perumpamaan tentang talenta yang menurut uskup itu harus dipertanggungjawabkan oleh semua orang yang sudah menerimanya dari Tuhan.

“Saya ingat betul, waktu itu tanggal 21 Mei 2014 saya dipanggil oleh Duta Vatikan untuk menghadap. Dalam pertemuan itu saya ungkapkan isi hati saya, bahwa saya baru saja merasa “enak” di Keuskupan Sintang, mengapa sudah harus dipindah ke Keuskupan Agung Pontianak. Siapakah saya ini hanya seorang uskup pedalaman, anak kampung. Saya tahu bahwa tugas sebagai Uskup Agung Pontianak itu berat,” kenang Mgr Agung.

Ungkapan itu, menurut Mgr Agus, diungkapkan karena kesadaran bahwa sebagai manusia pasti punya kelemahan. Namun, uskup itu percaya bahwa semuanya itu adalah kemauan Tuhan dan Tuhan sanggup melengkapi kekurangan dan kelemahan yang ada dalam dirinya.

Bahkan Mgr Agus bangga mengatakan dirinya adalah anak kampung karena dia yakin akan kebaikan Tuhan, yang mau memakai dirinya meskipun dia anak kampung. Ungkapan refleksi Mgr Agus yang menceritakan perjalanan panggilannya sebagai anak kampung tertulis dalam buku Otobiografi Mgr Agustinus Agus berjudul “Anak Kampung Jadi Uskup Agung, yang diluncurkan bulan Juni 2017 pada pesta 40 tahun imamatnya.

Setelah Misa, seluruh umat yang hadir diundang menuju Wisma Keuskupan Agung Pontianak untuk melanjutkan acara yang Mgr Agus sebut sebagai acara kekeluargaan. Di sana ada lagu-lagu selamat ulang tahun, peniupan lilin, pemotongan kue ulang tahun, pembagian kue ulang tahun dan makan bersama. (aop/mssfic)

 

Pemuda Myanmar, Bangladesh Temukan Makna Kunjungan Paus

UCAN Indonesia - Fri, 24/11/2017 - 10:02

Banyak orang muda di Myanmar dan Bangladesh percaya bahwa kunjungan Paus Fransiskus akan membantu mereka menghadapi tantangan hidup.

Paus Fransiskus, yang akan berada di dua negara bertetangga itu dari 27 November-2 Desember, bermaksud untuk fokus pada pertemuan kaum muda dari berbagai agama dan denominasi.

Paus diharapkan menggunakan kesempatan untuk mengambil “detak jantung” kaum muda menjelang Sinode Pemuda tahun depan di Vatikan.

Pada 29 November, paus akan merayakan sebuah misa khusus untuk sekitar 5.000 pemuda Kristen dan non-Kristen di Katedral St. Maria di Yangon, pusat komersial Myanmar.

Di ibu kota Bangladesh, Dhaka, Paus Fransiskus pada tanggal 2 Desember menghadiri pertemuan antaragama dan ekumenis dengan 8.000-10.000 pemuda di Notre Dame College yang dikelola gereja.

Sebuah hak istimewa

Jacinta Lu Seng, 20, dari Negara Bagian Kachin di Myanmar utara, mengharapkan pertemuan paus dengan kaum muda akan memperdalam kepercayaan mereka dan memotivasi mereka untuk berpartisipasi dalam urusan gereja.

Di negara Bagian Kachin bagian utara, para pemuda termasuk anak perempuan menghadapi tantangan besar karena kecanduan narkoba, katanya, dengan alasan pengangguran dan kurangnya kesempatan pendidikan.

“Saya berharap paus akan mengangkat isu-isu penting yang dihadapi pemuda Myanmar selama kunjungannya dan dia juga akan menangani masalah perdamaian,” kata Lu Seng, salah seorang dari ribuan etnis Kachin yang mengungsi karena konflik sipil.

Manik Willver D’Costa, mantan koordinator pemuda di Keuskupan Agung Chittagong di Bangladesh, mengharapkan paus untuk merujuk pada masalah keluarga dan sosial yang berkontribusi pada kurangnya spiritualitas di kalangan kaum muda.

Banyak orang tua tidak punya waktu untuk berdoa atau untuk mengajar anak-anak mereka tentang agama di dunia yang semakin dipengaruhi oleh ateisme, katanya.

Tuntutan akademik yang mengharuskan untuk menghadiri ibadah keagamaan hari Minggu dapat dikesampingkan, tambahnya.

D’Costa menunjukkan bahwa paus dapat membimbing gereja untuk menjangkau orang muda dengan lebih efektif.

Pastor Patrick Simon Gomes, mantan sekretaris Komisi Pemuda Uskup Bangladesh, mengatakan bahwa struktur keluarga dan sosial telah dilemahkan oleh budaya digital.

Ini termasuk memberi status pahlawan pada hubungan pribadi yang tidak bermoral.

Pastor Gomes mencatat bahwa Paus Fransiskus memprioritaskan kehidupan keluarga karena di sinilah karakter anak terbentuk.

Promosikan harmoni di tengah ekstremisme

Meskipun secara keseluruhan menjadi negara Muslim moderat, Bangladesh telah mengalami peningkatan tajam dalam ekstremisme agama dan kekerasan terhadap kaum minoritas belakangan ini.

Afsara Azim, 22, seorang mahasiswa keuangan Muslim, mengatakan bahwa kunjungan Paus Fransiskus dapat membantu kaum muda mengupayakan toleransi.

“Kebanyakan orang Bangladesh percaya pada harmoni agama dan komunal, tapi juga ada beberapa fanatik agama di negara ini,” kata Azim.

Baik Myanmar dan Bangladesh menderita kekurangan fasilitas pendidikan dan bimbingan karir serta tingginya tingkat pengangguran.

Sekitar 40 persen orang muda dari Myanmar telah pindah ke Thailand dan Malaysia untuk bekerja sebagai buruh atau pekerja pabrik dalam beberapa tahun terakhir, menurut sebuah survei.

Di Bangladesh, sekitar satu juta pemuda, atau 25 persen dari kelompok usia 15-29 tahun, menganggur pada 2015-2016, menurut Biro Statistik.

Pastor Gomes, yang memiliki pengalaman panjang sebagai pekerja muda, mengatakan bahwa orang muda harus keluar dari “zona nyaman” mereka untuk mencari pekerjaan di luar negeri dan di LSM atau mungkin mempertimbangkan peluang bisnis kecil.

Krisis Rohingya

Priyangka Debnath, 21, seorang mahasiswa ekonomi Hindu, berharap Paus Fransiskus akan menyoroti penderitaan pengungsi Rohingya di Bangladesh.

Bangladesh saat ini sedang berjuang untuk mengatasi masuknya ratusan ribu orang Rohingya dari negara tetangga Myanmar.

Debnath, yang akan menghadiri pertemuan pemuda di Dhaka, mencatat reputasi Paus Fransiskus sebagai pembawa damai.

Dia juga mengharapkan paus untuk mengatasi ketidakadilan ekonomi di Bangladesh dimana sekitar seperempat dari 160 juta penduduk hidup di bawah garis kemiskinan.

Meningkatkan hubungan ekumenis

Saikat Sarker, 26, pemimpin pemuda gereja Baptis di Bangladesh, percaya bahwa Paus Fransiskus dapat mendorong hubungan yang lebih baik antara pemuda Katolik dan Protestan.

Hubungan saat ini tidak kuat karena penekanan pada doktrin dan mentalitas yang berbeda, kata Sarker.

Namun, Paus Fransiskus bisa mendorong generasi muda untuk mencari rasa persatuan yang lebih besar diantara orang kristen, tambahnya.

Harapan pada pemuda

Maximilian Menu, presiden Komisi Keuskupan Agung Mandalay di Myanmar, mengatakan bahwa orang-orang muda bersemangat dan termotivasi oleh dorongan yang diberikan Paus Fransiskus kepada kaum muda sebagai masa depan gereja.

Ini bagian dari “kekecewaan” karena kurangnya kolaborasi dan dorongan oleh para pemimpin gereja seperti para uskup dan imam.

Suara pemuda terlalu sering diabaikan, tambah Menu.

William Nokrek, 25, seorang Katolik dari suku Garo Bangladesh, mengatakan bahwa Paus Fransiskus dapat membantu mempromosikan kaum muda sebagai pengambil keputusan gereja.

Nokrek, yang adalah presiden Gerakan Mahasiswa Katolik Bangladesh, juga mengatakan bahwa kaum muda sendiri perlu lebih sadar akan peran mereka di gereja dan masyarakat.

Kardinal Charles Bo dari Yangon meminta perhatian lebih besar di Myanmar untuk mengatasi konflik, kemiskinan, nasib para pemuda yang bekerja sebagai budak modern di negara-negara terdekat dan ancaman obat-obatan terlarang.

16 Hari Penuh Cinta: “Kampanye Kesetaraan Antara Laki-Laki dan Perempuan Sebagai Citra Allah”

Mirifica.net - Fri, 24/11/2017 - 09:11
Kesetaraan antara laki-laki dan perempuan sebagai Citra Allah adalah kehendak Allah. Tapi dalam praktek kehidupan sehari-hari, sering berbeda dengan rencana Allah. Butuh kesadaran yang harus dimulai dari keluarga untuk mempraktekkan kesetaraan.

HARGAI SETIAP PEKERJAAN

Setiap jenis kerja adalah sama pentingnya. Kerja rumah tangga dan kerja kantor memiliki nilai yang setara dalam menunjang keberlangsungan hidup keluarga. Namun kerja rumah tangga seringkali dianggap remeh dan menjadi tanggung jawab perempuan saja. Bukankah pekerjaan merawat anak-anak , dan segala macam kerja rumah tangga adalah bagian dari karya merawat dan mengembangkan kehidupan? Tuhan pasti tidak bermaksud bahwa pekerjaan tersebut hanya untuk kaum perempuan. Jika jumlah jam kerja rumah tangga dihitung secara profesional maka nilai rupiah yang harus dibayarkan menjadi dua kali lipat dari UMR. Dalam Kampanye Kesetaraan Perempuan dan Laki-Laki sebagai Citra Allah, Suami-Isteri, dan anak-anak diajak untuk berbagi peran dalam melaksanakan kerja rumah tangga. Lewat kerja rumah tangga, anggota keluarga saling melayani dan belajar mengharagai pekerjaan Rumah Tangga.

HARGAI PASANGAN & ANAK

Tuhan menciptakan laki-laki, ketika Dia menjadi perempuan dari tulang rusuk manusia. Penciptaan dari tulang rusuk tidak dapat menjadi alasan untuk merendahkan perempuan dan menempatkannya di bawah laki-laki.

Perjalanan hidup berkeluarga pada umumnya penuh dengan tantangan. Menghargai pasangan dan anak adalah  salaah satu  kunci yang membuat keluarga tetap mampu bertahan menghadapi segala tantangan. Untuk menguat saling menghargai  antar anggota keluarga maka kami mengajak keluarga-keluarga membiasakan mempraktekkan 3 bahasa cinta dalam kehidupan sehari-hari di dalam dan di luar rumah. Ketiga bahasa cinta itu adalah, TERIMA KASIH, MINTA TOLONG, DAN MINTA MAAF. Maaf adalah kata sakti yang perlu dibiasakan dalam komunikasi sehari-hari dengan pasangan dan anak sebagai wujud saling menghargai.

PUASA GADGET UNTUK DIALOG KELUARGA

Keluarga di era digital menghadapi tantangan yang beragam. Salah satunya dalah sulitnya terjalin komunikasi yang berkwalitas dalam keluarga, karean masing-masing sibuk dengan HP dan gadgetnya. Maka dalah gerakan bersama ini, Sekretariat Gender KWI mengajak keluarga-keluarga untuk menyisihkan waktu guna mengadakan dialog di dalam keluarga. Untuk itu, dianjurkan setiap anggota keluarga dapat meluangkan satu hari dengan berpuasa HP atau Gadget.

TENTANG 16 HARI KAMPANYE ANTI KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN

Kampanye 156 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan (16 Days of Activism Against Violence ) adalah kampanye Internasional gender. Kampanye ini dimulai pada tanggal 25 November yang bertepatan dengan Hari Internasional untuk Penghapusan Kekerasan terhadap Perempuan sampai dengan 10 Desember sebagai Hari Hak Asasi Manusia (HAM) Internasional. Pemilihan tanggal ini sebagai strategi untuk menghubungkan antara kekerasan berbasis gender sebagai pelanggaran hak asasi manusia.

Indonesia adalah salah satu dari 192 negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa yang menandatangani berbagai dokumen konvensi Internasional yang artinya bersedia untuk mengadakan berbagai upaya untuk memperbaiki kualitas hidup warganya. Sembilan konvensi sudah ditandatangani bahkan diratifikasi dalam undang-undang oleh Negara dan semua pihak yang bersentuhan langsung dengan masyarakat khususnya perempuan dan anak.

Gereja, ahli dalam kemanusiaan, mempunyai minat abadi terhadap apapun yang menyangkut laki-laki dan perempuan. Setelah Konsili Vatikan II, ajaran-ajaran Gereja senantiasa menekankan bahwa laki-laki dan perempuan diciptakan setara menurut citra Allah (Bdk. Kej 1:26-27). Perbedaan laki-laki dan perempuan dikehendaki Allah karena mempunyai makna yang dalam dan tujuan yang khas, yakni untuk mengembangkan kehidupan. Laki-laki dan perempuan diciptakan untuk saling melengkapi dan memperkaya serta dipanggil untuk membangun relasi yang penuh kasih (Surat Gembal KWI Tahun 2004).

Dengan tema kampanye tahun 2017 “Kedamaian di Rumah Membawa Kedamaian Dunia”  (From Peace in The Home to Peace in The World: Make Education Safe for All), kami mengajak seluruh umat beriman untuk ikut terlibat dalam kampanye di Keuskupan, Paroki dan Lingkungan sesuai dengan konteks permasalahan yang dihadapi. Tujuannya adalah untuk meningkatkan pemahaman mengenai kekerasan berbasis gender sebagai isu HAM; meningkatkan kerjasama untuk mengupayakan penghapusan kekerasan terhadap perempuan dan anak; menunjukkan solidaritas kelompok perempuan sedunia dalam melakukan upaya penghapusan segala bentuk kekerasan terhadap perempuan.

Artikel ini dikirim oleh Sekretariat Gender dan Pemberdayaan Perempuan (SGPP) Konferensi Waligereja Indonesia

 

 

Hari Orang Miskin Sedunia, Mgr. Robertus Rubiyatmoko Dukung Terbentuknya Paguyuban Difabel “Kinasih”

Sesawi.net - Fri, 24/11/2017 - 06:53
PERINGATAN Hari Orang Miskin Sedunia (HOMS) yang pertama di Paroki Santa Maria Bunda Kristus Wedi, Kabupaten Klaten diisi dengan serangkaian kegiatan di hari Minggu (19/11/2017). Peringatan Hari Orang Miskin Sedunia yang pertama ini mengusung tema “Marilah kita mencintai bukan dengan kata-kata, melainkan dengan perbuatan”. Dicanangkan Paus Pastor Paroki Wedi Rama Andrianus Maradiyo,Pr menyampaikan, Hari Orang […]

Raih Keselamatan Dengan Hidup Kudus

Sesawi.net - Fri, 24/11/2017 - 06:47
YESUS amat marah ketika didapatiNya orang-orang tidak menghormati Bait Allah sebagai rumah doa. Ia mengusir mereka karena mereka menggunakannya sebagai tempat untuk memperkaya diri, mengeruk keuntungan berlipat ganda dengan cara memeras uang rakyat. Mereka bersukacita di atas penderitaan rakyat. Injil pada hari ini mengundang kita semua untuk menilik hati kita. Sadari bahwa kualitas hidup kita […]

Kata Mutiara – Jumat 24 November 2017

Sesawi.net - Fri, 24/11/2017 - 06:44
KETIKA anda tahu betapa Tuhan mengasihi anda, maka anda hanya dapat menjalani hidup anda dengan memancarkan kasih tersebut St. Teresa Dari Kalkuta Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

Brevir Pagi, Jumat, 24 November 2017 PEKAN BIASA XXXIII – O PEKAN I Pw S. Andreas Dung Lac, ImdkkMrt (M)

Mirifica.net - Fri, 24/11/2017 - 04:00
PEMBUKAAN
P: Ya, Allah, bersegeralah menolong aku.
U: Tuhan, perhatikanlah hambaMu.
Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus, seperti pada permulaan, sekarang dan sepanjang segala abad. Amin
Alleluya.MADAH
Marilah kita bernyanyi
Dengan gembira memuji
Kejayaan para kudus
Yang dibunuh demi Kristus.

Berkat imannya yang kuat
Dan dibantu oleh rahmat
Mereka bertekad bulat
Setya sampai akhir hayat.

Meskipun diancam maut
Tidaklah mereka takut
Sebab Tuhan mendampingi
Dengan kuasa ilahi.

Mari mohon pada Tuhan
Agar kita digabungkan
Pada rombongan pahlawan
Sepanjang segala zaman. Amin.

PENDARASAN MAZMUR

Antifon
Ya Tuhan, terimalah kurban sejati di atas mesbahMu.

Mazmur 50 (51)

Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setiaMu,*
menurut besarnya rahmatMu, hapuskanlah kesalahanku.

Bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku,*
dan cucilah aku dari dosaku.

Kusadari pelanggaranku,*
dosaku selalu membayang di hadapan mataku.

Terhadap Engkau, terhadap Engkaulah aku berdosa,*
yang jahat di hadapanMu kulakukan.

Jadi ternyata Engkau adil bila menghukum aku,*
dan tepatlah keputusanMu.

Sungguh aku dilahirkan dalam kesalahan,*
dan dalam dosa aku dikandung ibu.

Sungguh Engkau berkenan akan ketulusan hati,*
Engkau meresapkan kebijaksanaan ke dalam batinku.

Bersihkanlah aku, agar aku jadi murni,*
basuhlah aku agar jadi putih melebihi salju.

Sampaikanlah kabar sukacita kepadaku,*
semoga hati yang Kauremukkan bersorak gembira.

Palingkanlah wajahMu dari dosaku,*
hapuskanlah segala kesalahanku.

Ciptakanlah hati murni bagiku, ya Allah,*
baharuilah semangat tabah dalam batinku.

Janganlah Kaubuang aku dari hadapanMu,*
janganlah Kauambil rohMu yang kudus dari padaku.

Kembalikanlah kepadaku kegembiraan atas keselamatanMu,*
dan berilah aku semangat yang rela.

Maka aku akan mengajarkan sikap hatiMu kepada orang berdosa,*
supaya mereka kembali kepadaMu.

Lepaskanlah aku dari dosa pembunuhan, ya Allah penyelamatku,*
maka aku akan memashyurkan keadilanMu.

Ya Tuhan, sudilah membuka bibirku,*
supaya mulutku mewartakan pujianMu.

Engkau tak berkenan akan kurban sembelihan,*
kurban bakar yang kupersembahkan, tidak Kausukai.

Persembahan kepada Allah, ialah jiwa yang menyesal,*
hati remuk redam takkan Kautolak.

Kemuliaan kepada Bapa dan putera dan Roh Kudus.
Seperti pada permulaan sekarang, selalu dan sepanjang segala abad. Amin.

Antifon
Ya Tuhan, terimalah kurban sejati di atas mesbahMu.

Antifon
Seluruh keturunan Israel dinyatakan benar oleh Tuhan dan dimuliakan.

Yes 45,15-26

Sungguh, Engkaulah Allah yang tersembunyi,*
Allah Israel, penyelamat.

Semua penyembah berhala malu tersipu-sipu,*
pergilah mereka penuh kehinaan.

Tetapi Israel diselamatkan Tuhan,*
dengan keselamatan kekal.

Kamu tak akan malu tersipu-sipu,*
untuk selama-lamanya.

Sebab demikianlah firman Tuhan, pencipta langit,*
Dialah Allah yang membentuk dan mengalaskan bumi.

Ia tidak menciptakan bumi kosong.*
tetapi sebagai kediaman manusia:

“Akulah Tuhan, tiada yang lain,†
Aku tidak berbicara sembunyi-sembunyi,*
tidak pernah di tempat yang gelap.

Tidak pernah Aku berkata kepada keturunan Yakub,†
‘sia-sialah kamu mencari Aku’.*
Akulah Tuhan yang berkata benar dan memberitahukan yang lurus.

Berhimpun dan marilah, kamu semua,*
yang diselamatkan dari antara sekalian bangsa.

Bodohlah orang, yang mengusung berhala dari kayu,*
yang berseru kepada dewa yang tidak mampu menyelamatkan.

Beritahukanlah dan kemukakanlah buktinya, bermufakatlah bersama,†
‘Siapakah dari sediakala memaklumkan masa depan?*
Siapa yang sudah lama memberitahukannya?’

Bukankah Aku, Tuhanmu yang memberitahukannya,†
tiada Allah lain kecuali Aku,*
kecuali Aku tak ada Allah yang benar dan menyelamatkan.

Bertobatlah kepadaKu untuk diselamatkan,*
hai segala ujung bumi.

Akulah Allah, tiada yang lain,†
Aku bersumpah demi diriKu sendiri,*
dari mulutKu keluarlah sabda jujur yang tak terbatalkan ini:

‘KepadaKu segala lutut bertekuk,*
demi Aku semua lidah bersumpah’.

Setiap orang akan berkata: Hanya pada Tuhanlah,*
kemenangan dan kekuatan.

KepadaNya kembali dengan malu,*
yang dulu melawan Dia.

Oleh Tuhan seluruh keturunan Israel,*
dinyatakan benar dan dimuliakan”.

Kemuliaan kepada Bapa dan putera dan Roh Kudus.
Seperti pada permulaan sekarang, selalu dan sepanjang segala abad. Amin.

Antifon
Seluruh keturunan Israel dinyatakan benar oleh Tuhan dan dimuliakan.

Antifon
Marilah menghadap Tuhan dengan sukaria.

Mazmur 99 (100)

Bersorak-sorailah bagi Tuhan, hai seluruh bumi,*
berbaktilah kepadaNya dengan gembira.

Marilah menghadap Tuhan dengan sukaria,*
ketahuilah bahwa Tuhan itu Allah.

Dialah pencipta, dan kita milikNya,*
kita umatNya, domba penggembalaanNya.

Masukilah pintu gerbangNya dengan lagu syukur,*
pelataranNya dengan puji-pujian.

Bersyukurlah kepadaNya, pujilah namaNya,*
sebab Tuhan itu baik.

Cinta kasihNya tetap selama-lamanya,*
dan kesetiaanNya turun-temurun.

Kemuliaan kepada Bapa dan putera dan Roh Kudus.
Seperti pada permulaan sekarang, selalu dan sepanjang segala abad. Amin.

Antifon
Marilah menghadap Tuhan dengan sukaria.

BACAAN SINGKAT
(2Kor 1,3-5)

Terpujilah Allah Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, Bapa yang penuh belaskasihan dan Allah sumber segala penghiburan. Ia menghibur kita dalam segala penderitaan, sehingga kita sanggup menghibur semua orang yang ditimpa bermacam-macam penderitaan, dengan penghiburan yang kita terima sendiri dari Allah. Sebab sebagaimana penderitaan Kristus melimpah dalam diri kita, demikian pula berlimpahlah penghiburan kita demi Kristus.

LAGU SINGKAT
P: Orang-orang jujur hidup,* Untuk selama-lamanya.
U: Orang-orang jujur hidup,* Untuk selama-lamanya.
P: Dan Tuhanlah ganjaran mereka.
U: Untuk selama-lamanya.
P: Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh kudus.
U: Orang-orang jujur hidup,* Untuk selama-lamanya.

Ant.Kidung: Berbahagialah orang yang dianiaya karena taat kepada Tuhan, sebab bagi mereka kerajaan Allah.

KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)

Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*
sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umatNya.

Ia mengangkat bagi kita seorang penyelamat yang gagah perkasa,*
putera Daud, hambaNya.

Seperti dijanjikanNya dari sediakala,*
dengan perantaraan para nabiNya yang kudus.

Untuk menyelamatkan kita dari musuh-musuh kita,*
dan dari tangan semua lawan yang membenci kita.

Untuk menunjukkan rahmatNya kepada leluhur kita,*
dan mengindahkan perjanjianNya yang kudus.

Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kita,*
akan membebaskan kita dari tangan musuh.

Agar kita dapat mengabdi kepadaNya tanpa takut,*
dan berlaku kudus dan jujur di hadapanNya seumur hidup.

Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah yang mahatinggi,*
sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalanNya.

Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umatNya,*
berkat pengampunan dosa mereka.

Sebab Allah kita penuh rahmat dan belaskasihan,*
Ia mengunjungi kita laksana fajar cemerlang.

Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,*
dan membimbing kita ke jalan damai sejahtera.

Ant.Kidung: Berbahagialah orang yang dianiaya karena taat kepada Tuhan, sebab bagi mereka kerajaan Allah.

DOA PERMOHONAN
Saudara-saudara, para martir wafat demi sabda Allah. Marilah kita memuji penebus kita, saksi yang setia, dan berkata:
U: Engkau telah menebus kami dengan darahMu.

Ya Tuhan, para martirMu rela mati untuk memberi kesaksian tentang iman mereka,* berikanlah kebebasan rohani kepada kami.

Para martirMu mengakui iman mereka sampai menumpahkan darahnya,* berilah kami kemurnian dan keteguhan iman.

Para martirMu mengikuti jejakMu dengan memanggul salib mereka,* semoga kami dengan berani menanggung kesukaran-kesukaran hidup.

Para martirMu membasuh pakaian mereka dalam darah Anakdomba,* semoga kami mengalahkan serangan hawa nafsu dan bujukan dosa.

BAPA KAMI
Bapa kami yang ada di surga,
dimuliakanlah namaMu.
Datanglah kerajaanMu.
Jadilah kehendakMu di atas bumi seperti di dalam surga.
Berilah kami rezeki pada hari ini.
Dan ampunilah kesalahan kami,
seperti kamipun mengampuni yang bersalah kepada kami.
Dan janganlah masukkan kami ke dalam percobaan,
Tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat. Amin

DOA PENUTUP
Allah yang kekal dan kuasa, berkat rahmatMu, santo Andreas Dung Lac dan kawan-kawan sudah rela menderita sengsara dan berani mati demi Kristus. Tolonglah kami, orang yang lemah ini, agar kamipun seumur hidup berani mengakui namaMu yang kudus. Demi Yesus Kristus, Puteramu dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persekutuan Roh kudus, sepanjang segala masa. Amin.

PENUTUP
P: (+) Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita ke hidup yang kekal.
U: Amin.

Sumber : Ibadat Harian Komisi Liturgi KWI

  

24 November St. Protasius

Mirifica.net - Fri, 24/11/2017 - 00:00

 

Uskup kedelapan Milan ini dibunuh bersama saudaranya, Gervasius.

Sumber dan gambar: Rimoldi, Antonio. 24 November 2008. Dalam santiebeati.it. Diakses pada 12 November 2017

Paroki Hati Kudus Kramat Jakarta: Sabtu (25/11/17), Panen Raya Tahbisan Enam Imam Baru

Sesawi.net - Thu, 23/11/2017 - 20:25
KABAR bungah kali ini ditorehkan oleh Ordo Fransiskan (Ordo Fratrum Minorum, OFM). Hal ini langsung dibenarkan  oleh dua pastor OFM yakni Romo Vincentius Darmin Mbula OFM –Ketua MNPK (Majelis Nasional Pendidikan Katolik)– dan yuniornya Romo Kristo Tara OFM yang kini berkarya di sebuah paroki di tapal batas RI dan Timor Leste di Keuskupan Atambua, Timor […]

KWI-PGI Berbagi Pesan Natal Bersama Tahun 2017

Sesawi.net - Thu, 23/11/2017 - 19:23
“Hendaklah Damai Sejahtera Kristus Memerintah dalam Hatimu.” (Kol. 3: 15a) Saudara-saudari terkasih dalam Kristus, Natal adalah perayaan kelahiran Sang Juru Selamat dan Raja Damai. Perayaan ini mengajak kita untuk menyimak kembali pesan utamanya. Karena kasih-Nya yang begitu besar kepada manusia, Allah telah mengutus Putera-Nya ke dunia (bdk. Yoh 3:16). Putera-Nya itu mengosongkan diri sehabis-habisnya dan […]

Renungan Harian, Jumat: 24 November 2017, Luk. 19: 45-46

Mirifica.net - Thu, 23/11/2017 - 19:00

INDAKAN revolusioner itu harganya mahal. Keberanian Yesus untuk membersihkan Bait Allah dari praktik-praktik kecurangan dan ketidakadilan membuat Ia semakin dibenci oleh para Imam dan pemimpin bangsa Yahudi. Tindakan Yesus mengganggu stabilitas kenyamanan dan kemapanan para pemimpin tersebut. Sementara nuansa yang sangat berbeda ditampilkan oleh Kitab Makabe. Di sana digambarkan sukacita bangsa Israel karena Bait Allah yang telah selesai dibangun dan betapa mereka penuh semangat untuk menghias Bait Allah tersebut dengan ornamen-ornamen indah sebagai persembahan bagi Allah.

Dulu orang Israel penuh sukacita atas Bait Allah karena itu berarti Allah berdiam bersama mereka. Di zaman Yesus, sukacita itu berganti dengan ketidakadilan dan kecurangan yang membuat Bait Allah bagaikan sarang penyamun.

Yesus mengingatkan orang Israel supaya bertobat dan kembali kepada sukacita yang pada masa lalu dialami leluhur mereka. Tetapi pertobatan memang bukan perkara sederhana. Ketika manusia berniat untuk bertobat, ia harus berani mengubah dirinya secara revolusioner. Masalahnya, itu berarti harus mengorbankan kemapanan dan kenyamanan diri. Di sinilah tantangan bagi orang beriman. Beranikah kita mengubah cara hidup, membangun habitus baru untuk hidup seturut kehendak Allah? Atau kita memilih bertahan dengan segala kenyamanan seperti mereka yang menolak Yesus?

Tuhan Yesus, cairkanlah hatiku yang beku dan tuntunlah aku kepada pertobatan yang sejati. Amin.

Renungan Harian ini diambil dari Buku “Ziarah Batin 2017”, Diterbitkan oleh Penerbit OBOR, Jakarta

 

 

Pages

Subscribe to KomKat KWI aggregator