Kumpulan Artikel dan Berita

Keuskupan Padang: Tahbisan Dua Imam di Katedral Padang

Sesawi.net - 3 hours 12 min ago
KABAR bungah terjadi di Keuskupan Padang. Dari Vikjen Keuskupan Padang Romo Alex Suwandi Pr, Redaksi menerima kabar bungah tersebut. Baca juga: Imam Baru KAS tentang Sejarah Panggilannya: Tak Berani Masuk, karena Miskin (2) Imam Baru KAS tentang Sejarah Panggilannya: Ikutlah Aku (1) Pada hari Rabu petang tanggal 26 Juli 2017 kemarin, Bapak Uskup Keuskupan Padang […]

Seumpama Harta dan Mutiara Terpendam

Mirifica.net - 3 hours 12 min ago

SEUMPAMA HARTA DAN MUTIARA…


Rekan-rekan yang budiman!
Kerajaan Surga menjadi pokok pengajaran dalam serangkaian perumpamaan  yang disampaikan dalam Mat 13. Ketiga yang pertama dibacakan sebagai Injil Minggu Biasa XVI/A, yakni perumpamaan mengenai penabur beserta penjelasan khusus bagi para murid; perumpamaan mengenai lalang dan gandum dan penjelasannya yang mengapit perumpamaan biji sesawi dan ragi. Sesudah itu masih ada tiga perumpamaan lagi, yakni yang disampaikan sebagai  Injil Minggu Biasa XVII A (Mat 13:44-52). Dua yang pertama mengumpamakan Kerajaan Surga sebagai harta yang ditemukan di sebuah ladang (Mat 13:44) dan sebagai mutiara yang dicari saudagar (13:46). Yang menemukannya menjual seluruh miliknya agar dapat membeli ladang atau mutiara yang diinginkan itu. Dalam perumpaan yang ketiga (13:47-52), Kerajaan Surga diumpamakan sebagai jala besar yang menangkap macam-macam ikan. Nanti ikan yang baik dimasukkan dalam tempayan dan yang tak baik dibuang. Begitu pula, dikatakan di situ, orang jahat nanti akan dipisahkan para malaikat dari kumpulan orang baik. Tujuh perumpamaan ini dimaksud untuk memberi gambaran yang penuh mengenai Kerajaan Surga. Bagaimana tafsir keseluruhannnya? .

HARTA DAN MUTIARA
Minggu lalu disarankan untuk mengerti perumpamaan mengenai sesawi dan ragi begini: lha biji yang sekecil sesawi saja atau ragi sedikit saja sudah bisa mengembang besar, apalagi Kerajaan Surga! Dapat juga cara ini diterapkan pada perumpamaan mengenai harta yang ditemukan di ladang dan mutiara indah yang sejak lama diinginkan seorang saudagar. Namun demikian, bila dalam kedua perumpaan sebelumnya tadi pusat perhatian terletak pada kekuatan yang ada dalam Kerajaan Surga, kini pusat perhatian beralih kepada orang yang mencari kehadiran ilahi. Baik orang yang kaya seperti sang saudagar maupun orang yang boleh jadi hanya buruh tani saja menjual semua yang ada pada mereka agar dapat membeli barang yang diinginkannya. Bila harta di ladang dan mutiara indah dapat membuat orang sedia mempertaruhkan semua yang mereka miliki, apalagi Kerajaan Surga! Wajar bila orang merelakan apa saja yang dipegang hingga kini agar bisa masuk ke dalam Kerajaan itu.

Sebuah kotbah untuk merelakan segala milik kita demi yang lebih luhur? Sisi ini kadang-kadang terlalu digarisbawahi. Tetapi rasa-rasanya bukan itulah yang hendak disampaikan kedua perumpaan tadi. Pendengar yang menikmati kedua perumpaan tadi sudah rela dan sudah “menjual seluruh milik” mereka! Mereka yang menceritakan kembali perumpaan tadi juga tidak bermaksud meyakin-yakinkan orang banyak agar menjadi seperti kedua orang tadi. Bukan ajaran muluk-muluk yang cepat gembos bila menghadapi kenyataan-kenyataan di dunia ini. Tak banyak artinya bila perumpaan itu dianggap cuma menyerukan komitmen tunggal pada Kerajaan Surga. Ini sudah diandaikan. Lalu, apa warta yang dapat diperdengarkan bagi orang-orang pada zaman ini?

MERAIH YANG DINGINKAN
Apa inti kedua perumpaan kali ini? Orang yang menemukan harta di ladang dan kemudian memendamnya lagi di situ boleh jadi hanya buruh harian yang menggarap ladang yang bukan miliknya. Ia tidak memiliki tanah. Ia memang memiliki beberapa barang, tak banyak, tapi kiranya cukup untuk “menebus” ladang yang ada hartanya tadi. Tak perlu kita lanjutkan ke soal yuridik – ini kan perumpaan untuk mengajak pendengar berpikir. Apa yang membuat orang tadi bersukacita? Bukan semata-mata karena menemukan harta, melainkan karena melihat sebentar lagi ia bisa menjadi pemilik ladang yang ada harta karunnya! Dari sewaan menjadi milik, dari hidup kais pagi agi makan pagi menjadi orang yang terpandang. Ini cita-cita orang pada umumnya. Nah, menemukan Kerajaan Surga itu akan membuat orang menjadi pribadi yang terpandangm jadi orang yang mampu melaksanakan keinginan dan hasrat-hasrat.

Bagaimana dengan saudagar yang tentunya sudah jadi orang terpandang? Jangkauannya lain. Ia mencari yang terindah. Di situlah sumber kepuasannya. Begitulah nanti ia akan dikenal sebagai dia yang punya mutiara langka! Saudagar mana yang tidak ingin demikian? Orang yang sebetulnya sudah tidak butuh apa pun dalam hidup ini masih dapat juga menginginkan sesuatu yang langka. Begitulah daya tarik Kerajaan Surga digambarkan. Masih patut dicita-citakan, juga oleh orang yang serba berkecukupan.

Dalam tafsiran di atas Kerajaan Surga tidak lagi tampil sebagai tempat yang nun ada “di sana”, tak bergerak, sudah jadi. Yang tampil dalam perumpamaan itu ialah diri orang yang mencarinya dengan sungguh. Dan dalam menjalani ia mendapatkannya. Bila demikian maka Kerajaan Surga bisa menjadi bagian kehidupan. Juga keanekaan akan ikut termasuk di dalamnya. Jadi apa saja boleh, apa saja bisa? Wah ini perkara yang baru terjawab dengan perumpamaan mengenai jala yang besar. Marilah kita tanya Matt sendiri. Hanya dialah di antara para penulis Injil yang menceritakannya.

MACAM-MACAM TAPI…
GUS: Matt, mau tanya. Ini satu-satunya perumpamaan yang diangkap dari kehidupan nelayan. Mark dan Luc tak menyebutnya. Oom Hans juga tidak mencatatnya. Dapat dari mana?
MATT: Dari murid-murid Yesus yang mendengarnya dari dia sendiri. Kan juga begitu kata ilmu tafsir kalian.
GUS: Gini nih, apa bisa dikatakan perumpamaan jala ini gema perumpamaan lalang dan gandum?
MATT: Memang! Yang baik pada mulanya ada bersama dengan yang tak baik, semuanya diambil dan dipisahkan pada akhir. Dan malaikat-malaikatlah yang nanti mengerjakannya.
GUS: Jadi kekuatan dari atas sana sendiri. Dan kita diam saja?
MATT: Persis! Tapi diam itu bukan tak peduli lho.
GUS: Kalau begitu sebaiknya embiarkan diri dikenali sebagai yang baik oleh kekuatan-kekuatan ilahi tadi. Ya kan?
MATT: Kalau tidak terburu-buru, perumpamaan itu jadi jelas dengan sendirinya.
GUS: Masih penasaran. Jadi ikan yang tak baik itu mereka yang tidak mau dikenali Tuhan sebagai orang baik-baik? Boleh dibaca begitu?
MATT: Tentu saja perumpamaan baru berguna bila makin dipikirkan maknanya.
GUS: Kalau begitu, tak ada hitam putih begitu saja di jagad ini?
MATT: Lha iya, mana ada hidup yang hitam putih, kayak berselancar ikut instink rohani. Nggak asyik.
GUS: Kembali nih, bagaimana sikap tidak bersedia dikenali sebagai yang baik itu bisa digambarkan lebih jelas?
MATT: Kawan, ini soal pilihan. Orang kan bisa memilih begini atau begitu dan menjalaninya. Yang mau memilih Kerajaan Surga selamat. Yang tidak mau, ya tahu sendiri nanti, getun meratap sambil kertak gigi.
GUS: Kok serem amat. Boleh pula kan dikatakan, Kerajaan Surga itu dapat dimasuki oleh orang meluangkan diri bagi Yang Ilahi – menjadi orang baik – dikenali sebagai yang baik.
MATT: Lha mau penjelasan apa lagi. Kalau orang menjadi tempat hadirnya Tuhan, apa malaikat-malaikat tidak bakal mengenalinya sebagai orang yang baik?

BELAJAR DARI MATT
Terhenyak saya oleh penegasan Matt tadi. Tak nyana perumpamaan itu memuat ajaran kebatinan yang amat dalam, tapi juga yang tetap berpijak di bumi. Baik buruk ditampilkan dalam kaitan kesediaan manusia membiarkan diri didiami Yang Ilahi sendiri. Kita kadang-kadang lebih biasa berbicara mengenai kekuatan jahat merasuki orang. Kok tidak mengenai kekuatan ilahi yang mendiami batin ya? Berpikir ke situ maka pertanyaan yang diucapkan Yesus dalam ayat 51, “Mengertikah kamu semuanya itu?” tentu juga dimaksud bagi kita. Dan pembicaraan dengan Matt tadi boleh membuat kita ikut berani menjawab, “Ya kami mengerti.” Bila demikian maka kita bakal siap menerima ajaran yang termuat dalam ayat 52. “Setiap ahli Taurat yang menerima pelajaran tentang Kerajaan Surga akan mengeluarkan itu seumpama tuan rumah yang mengeluarkan harta yang baru dan yang lama.”

GUS: Matt, kau bicara mengenai ahli Taurat yang “menerima pelajaran” mengenai Kerajaan Surga. Di situ kaupakai kata Yunani “matheeteutheis”. Tentunya belajar dari guru yang hadir dalam batin dan bukan hanya mendengar dari orang-orang lain kan?
MATT: Ehm!
GUS: Kepegang nih. Kata “matheeteutheis” itu bunyinya membuat orang ingat akan namamu “Maththaios”. Kayak tanda tangan. Kau mengaku sebagai ahli Taurat yang telah banyak berguru tentang Kerajaan Surga dan mau mengundang siapa saja datang mendengarkan. Kepada tamu-tamu itu akan kauceritakan yang kauketahui sejak dulu dan yang baru saja kaupahami kini. Begitu kan maksudnya harta yang lama dan yang baru?
MATT: You’re the exegete!

Matt mau memberikan semua yang diketahuinya tentang Kerajaan Surga, baik dari khazanah Taurat maupun dari pengetahuan yang diperolehnya dari pergaulan dengan para murid Yesus sendiri. Dan tentu saja dari pengalaman rohani yang makin tumbuh. Ia sendiri bersedia diajari dan telah menerima pelajaran mengenai kehadiran Yang Ilahi dalam diri Yesus dan mau meneruskan semuanya kepada kita yang membaca Injilnya. Ini harta yang kedapatan terpendam di ladang. Ini mutiara indah yang menunggu.

Salam dari Leiden,

Kredit Foto: http://www.hoahocngaynay.com

Imam Baru KAS tentang Sejarah Panggilannya: Si Kertas Kusut (3)

Sesawi.net - 3 hours 34 min ago
Romo Markus “Nanung” Januharka Pr: Si Kertas Kusut LALU pergilah aku ke rumah tukang periuk, dan kebetulan ia sedang bekerja dengan pelarikan. Apabila bejana, yang sedang dibuatnya dari tanah liat di tangannya itu, rusak, maka tukang periuk itu mengerjakannya kembali menjadi bejana lain menurut apa yang baik pada pemandangannya. “Masakan Aku tidak dapat bertindak kepada […]

Kerendahan Hati, Kunci Untuk Memahami SabdaNya

Sesawi.net - 4 hours 10 min ago
YESUS memberikan pengajaran tentang Kerajaan Allah dengan menggunakan berbagai perumpamaan agar lebih mudah dipahami oleh para pendengarnya. Namun, para ahli Taurat dan orang Farisi yang memiliki pengetahuan luas tentang hukum Taurat, justru gagal menangkap pesan yang disampaikanNya. Hanya kepada pribadi yang memiliki kerendahan hati, Tuhan menganugerahkan karunia pemahaman akan sabdaNya. Karena orang-orang seperti inilah yang […]

Kata Mutiara – Kamis 27 Juli 2017

Sesawi.net - 4 hours 13 min ago
ORANG yang berpikiran terbuka melihat hidup tanpa batas, sedangkan orang yang berpikiran tertutup hanya melihat sebatas pandangan mereka. Kaoru Shinmon Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

Lentera Keluarga – Kamis 27 Juli 2017: Melangkah dalam iman, mengalahkan ketakutan

Sesawi.net - 4 hours 16 min ago
Bacaan: Kel 19:1-2.9-11.16-20b; T.Dan 3:52.53.54.56; Mat  13:10-17 Renungan Perjumpaan Allah dengan Musa dan umat Israel di Gunung Sinai menjadi puncak peristiwa iman bangsa Israel : Allah menjumpai dan berbicara dengan umatNya. Peristiwanya kehadiran Allat dahsyat dan menakutkan: awan gelap, guntur, kilat, sangkakala, gempa dan api. Hanya Musa yang tahan dan mampu berdialog dengan Allah. Dalam […]

Mencuci Pakaian

Sesawi.net - 4 hours 18 min ago
“Maka bersabdalah Tuhan kepada Musa, ‘Pergilah kepada bangsa itu. Suruhlah mereka menguduskan diri hari ini dan esok, dan mereka harus mencuci pakaiannya.’” (Kel 19,10) MENCUCI pakaian merupakan kegiatan yang tidak asing bagi saya. Saat masih di desa, saya mencuci pakaian di sungai secara manual dan mempergunakan sabun batangan. Pakaian direndam di air, disabun, dikucek-kucek sampai […]

Brevir Pagi, Kamis: 27 Juli 2017, PEKAN BIASA XVI – O PEKAN IV, HARI BIASA

Mirifica.net - 5 hours 35 min ago

PEMBUKAAN
P: Ya Tuhan, sudilah membuka hatiku.
U: Supaya mulutku mewartakan pujianMu.

Pembukaan: Ant. Marilah menghadap Tuhan dengan sukacita.

MAZMUR 94 (95)

Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan,
bersorak-sorai bagi penyelamat kita.
Menghadap wajahNya dengan lagu syukur,
menghormatiNya dengan pujian.

Tuhanlah Allah yang agung,
merajai segala dewa.
Dasar bumi terletak di tanganNya,
puncak gunungpun milikNya.
MilikNyalah laut, Dia membuatnya,
daratanpun buatan tanganNya.

Mari bersujud dan menyembah,
berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kita.
Dialah Allah kita, kita umatNya,
Dialah gembala kita, kita kawananNya.

Hari ini dengarkanlah suaraNya:
“Jangan bertegar hati seperti di Meriba,
seperti di Masa, di padang gurun;
ketika leluhurmu mencobai Aku,
walau menyaksikan karya Ku yang agung.

Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;
maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,
mereka tidak mengerti maksud bimbinganKu.
Sebab itu Aku bersumpah dalam murkaKu:
Mereka takkan beristirahat bersama Aku”.

Kemuliaan kepada Bapa…
Seperti pada…

Ant. Marilah menghadap Tuhan dengan sukacita.

Madah

Bapa penguasa waktu
Lihat kini fajar baru
Mulai memancarkan sinar
Lambang cahaya yang benar.

Rahmat baru ditawarkan
Terselubung kejadian
Yang menyampaikan undangan
Untuk berbakti berkurban.

Kami sambut kesempatan
Melayani Kristus Tuhan
Yang hadir dalam sesama
Tersembunyi namun nyata.

S’moga pengabdian kami
Dijiwai Roh ilahi
Dijadikan karya Putra
Demi kemulyaan Bapa. Amin.

Ant.1: Semoga aku mengalami kasih setiaMu di waktu fajar, ya Tuhan.

Mazmur 142 (143),1-11

Ya Tuhan, dengarkanlah doaku,*
perhatikanlah permohonanku.

Demi kesetiaanMu jawablah aku,*
kabulkanlah doaku demi keadilanMu.

Janganlah mengajukan daku ke pengadilanMu,*
karena tak seorangpun dapat dibenarkan di hadapanMu.

Sebab musuh mengejar aku,*
dan mencampakkan nyawaku ke alam maut.

Ia menjebloskan daku ke dalam kegelapan,*
tiada bedanya aku dengan orang mati.

Semangatku lemah lesu dalam batinku,*
hatiku membeku dalam diriku.

Maka teringatlah aku akan masa lampau,+
aku mengenangkan segala karyaMu,*
dan merenungkan perbuatan tanganMu.

Aku menadahkan tanganku kepadaMu,*
aku haus akan Dikau bagaikan tanah yang tandus.

Ya Tuhan, datanglah segera dan jawablah aku,*
sebab habislah semangatku, ya Allah.

Janganlah wajahMu Kaupalingkan dari padaku,*
jangan sampai aku turun ke liang kubur.

Semoga aku mengalami kasih setiaMu di waktu fajar,*
sebab kepadaMu aku percaya.

Tunjukkanlah jalan yang harus kutempuh,*
sebab kepadaMu kuarahkan hatiku.

Bebaskanlah aku dari musuh, ya Tuhan,*
sebab padaMu aku berteduh.

Ajarlah aku melaksanakan kehendakMu,*
sebab Engkaulah Allahku.

Semoga kebaikan hatiMu menuntun daku,*
di jalan yang rata.

Demi namaMu, ya Tuhan, hidupkanlah aku,*
demi keadilanMu bebaskanlah aku dari musuh.

Ant.1: Semoga aku mengalami kasih setiaMu di waktu fajar, ya Tuhan.

Ant.2: Tuhan mengalirkan kesejahteraan ke Yerusalem bagaikan sungai.

Yes 66,10-14a

Bersukacitalah atas Yerusalem,+
bersorak-sorailah karena Sion,*
hai kamu semua yang mencintai dia.

Bergirang dan bergembiralah,*
hai kamu semua yang dulu berkabung bersama dia.

Semoga kamu dihibur dalam pelukannya yang mesra,*
dan dipuaskan dalam luapan kemuliaannya.

Sebab, demikianlah firman Tuhan,+
kesejahteraan Kualirkan ke Yerusalem bagaikan sungai,*
dan kemuliaan para bangsa Kulimpahkan kepadanya bagaikan bengawan.

Bagaikan bayi kamu akan digendong,*
kamu akan dibelai-belai dan dipangku.

Seperti seorang ibu menghibur anaknya,*
demikianpun Aku akan menghibur kamu.

Mengalami itu, kamu akan bersukaria,*
dan kamu akan mekar laksana bunga.

Ant.2: Tuhan mengalirkan kesejahteraan ke Yerusalem bagaikan sungai.

Ant.3: Betapa indahnya memuji Allah kita.

Mazmur 146 (147A)

Betapa indahnya memuji Allah kita,*
betapa manisnya meluhurkan Tuhan yang mulia.

Tuhan membangun kembali Yerusalem,*
Tuhan menghimpunkan umat Israel yang tercerai-berai.

Tuhan menghibur orang yang patah hati,*
dan menyembuhkan luka mereka.

Tuhan menentukan jumlah bintang,*
dan memberi nama kepada masing-masing.

Agunglah Tuhan kita dan mahakuasa,*
kearifanNya tidak terhingga.

Tuhanlah yang memberi hati kepada yang hina-dina,*
Ia menundukkan orang berdosa sampai ke debu.

Bernyanyilah bagi Tuhan dengan ucapan syukur,*
bermazmurlah bagi Allah dengan iringan kecapi.

Tuhanlah yang menutupi langit dengan awan,+
Ia menyediakan hujan bagi bumi,*
dan menumbuhkan rumput di lereng gunung.

Tuhanlah yang memberi makan kepada ternak,*
dan rezeki kepada burung gaggak.

Tuhan berkenan pada orang bukan karena kudanya yang cepat,*
bukan pula karena ototnya yang kuat,

tetapi Tuhan berkenan pada orang takwa,*
yang berharap pada kasih setiaNya.

Ant.3: Betapa indahnya memuji Allah kita.

Bacaan Singkat (Rom 8,18-21)

Sengsara zaman ini tidak sebanding dengan kemuliaan, yang akan dinyatakan kepada kita. Segala makhluk dengan rindu menantikan saat kemuliaan anak-anak Allah dinyatakan. Karena semua makhluk takluk kepada kesia-siaan, bukan karena kehendaknya sendiri, melainkan karena Dia yang telah menaklukkannya. Tetapi semua makhluk masih mempunyhai pengharapan akan dibebaskan dari belenggu kebinasaan, untuk memperoleh kebebasan mulia anak-anak Allah.

Lagu Singkat

P: Pagi hari, ya Tuhan,* Aku mengingat Engkau. U: Pagi. P: Sebab Engkau telah menjadi penolongku. U: Aku mengingat Engkau. P: Kemuliaan. U: Pagi.

Ant.Kidung: Tanamkanlah pengertian akan keselamatan dalam umatMu, ya Tuhan, dan ampunilah dosa kami.

KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)

Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*
sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umatNya.

Ia mengangkat bagi kita seorang penyelamat yang gagah perkasa,*
putera Daud, hambaNya.

Seperti dijanjikanNya dari sediakala,*
dengan perantaraan para nabiNya yang kudus.

Untuk menyelamatkan kita dari musuh-musuh kita,*
dan dari tangan semua lawan yang membenci kita.

Untuk menunjukkan rahmatNya kepada leluhur kita,*
dan mengindahkan perjanjianNya yang kudus.

Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kita,*
akan membebaskan kita dari tangan musuh.

Agar kita dapat mengabdi kepadaNya tanpa takut,*
dan berlaku kudus dan jujur di hadapanNya seumur hidup.

Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah yang mahatinggi,*
sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalanNya.

Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umatNya,*
berkat pengampunan dosa mereka.

Sebab Allah kita penuh rahmat dan belaskasihan,*
Ia mengunjungi kita laksana fajar cemerlang.

Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,*
dan membimbing kita ke jalan damai sejahtera.

Ant.Kidung: Tanamkanlah pengertian akan keselamatan dalam umatMu, ya Tuhan, dan ampunilah dosa kami.

Doa Permohonan

Allah menyelamatkan umatNya. Marilah kita memuji Dia dan berkata:
U: Engkaulah kehidupan kami, ya Tuhan.
P: Terpujilah Engkau, Bapa tuhan kami Yesus Kristus, sebab dalam rahmatMu yang berlimpah Engkau melahirkan kami kembali kepada suatu hidup penuh pengharapan,* karena kebangkitan Yesus Kristus dari alam maut.
P: Manusia telah Kauciptakan menurut citraMu dan Kauperbaharui dalam Kristus,* maka ciptakanlah kami kembali menjadi serupa dengan PuteraMu.
P: Hati kami sering menaruh kedengkian dan kebencian,* curahkanlah ke dalamnya cinta kasih, karunia Roh kudus.
P: Berikanlah pada hari ini pekerjaan kepada para penganggur, rezeki kepada orang yang lapar, kegembiraan kepada yang berduka,* rahmat dan keselamatan kepada semua orang.

Bapa Kami

Doa Penutup

Ya Tuhan, berilah kami pengertian sejati akan keselamatan, agar kami dapat mengabdi kepadaMu tanpa takut dan berlaku kudus dan jujur di hadapanMu seumur hidup. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup…

PENUTUP
P: Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita kehidup yang kekal.
U: Amin.

Sumber Brevir Harian: Ibadat Harian Komisi Liturgi KWI

 

AYD 2017: Uskup Agung KAS Ajak Sambut Asian Youth Day ke-7 di Yogyakarta

Sesawi.net - Wed, 26/07/2017 - 22:56
Surat pastoral ini telah disampaikan pada hari Sabtu/Minggu, 15/16 Juli 2017. PARA Rama, Bruder, Suster, Prater dan Saudara-saudari, seluruh umat katolik di Keuskupan Agung Semarang yang terkasih. Berkah Dalem. Bagaimana kabar Anda? Semoga selalu dalam keadaan sukacita dan berpengharapan. Pada tanggal 2 sampai dengan 6 Agustus 2017 nanti, kita akan menjadi tuan rumah untuk peristiwa […]

Buruan, Kesempatan Masuk Unika Atma Jaya Tanpa Tes Sampai 30 Juli

Sesawi.net - Wed, 26/07/2017 - 22:18
UNIVERSITAS Katolik Indonesia Atma Jaya memberi peluang emas kepada para lulusan SMA dan sederajat untuk menempuh perkuliahan di salah satu dari 50 perguruan tinggi yang mampu mencapai akreditasi institusi A ini. Menjawab Sesawi.Net, Ketua Bagian Admisi Unika Atma Jaya, Nina Efriliana,  dengan ramah menjelaskan prosedur jalur bebas tes ini. “Peserta cukup menunjukkan nilai UN dengan […]

AYD 2017: Kerjasama Sinergi Dokpen KWI, Sesawi.Net, AsiaNews untuk Liputan Holistik

Sesawi.net - Wed, 26/07/2017 - 21:56
SEBUAH pertemuan penting untuk meretas embrio jaringan kerjasama sinergis dalam liputan hal-ikwal  seputar pertemuan OMK se-Asia berlabel  7th Asian Youth Day (AYD) 2017 telah digelar di Kantor Departemen Dokumentasi dan Penerangan (Dokpen) KWI di Jl. Cut Meutia, Jakarta Pusat.  Pertemuan yang berlangsung pada hari Rabu tanggal 26 Juli 2017 ini digawangi oleh para awak media […]

Delegasi India ingin berbagi pengalaman iman di AYD Yogyakarta

UCAN Indonesia - Wed, 26/07/2017 - 20:53

Orang muda ​​Katolik India yang akan berpartisipasi dalam Asian Youth Day ketujuh di Indonesia yang akan datang mengharapkan acara tersebut mengubah perspektif iman mereka.

Pastor Deepak K.J. Thomas, sekretaris eksekutif Dewan Pemuda Konferensi Waligereja India, mengatakan bahwa 84 orang muda adalah bagian dari delegasi India yang akan menghadiri Hari Pemuda Asia ketujuh di Yogyakarta pada 2-6 Agustus.

Mereka akan bergabung dengan sekitar 3.000 orang muda dari 26 negara Asia di yogyakarta untuk pertemuan puncak yang bertemakan “Joyful Asian Youth! Living the Gospel in Multicultural Asia,

Para peserta dari India kebanyakan adalah pemimpin Mudika yang menyadari “apa yang terjadi dalam gereja, strukturnya, cara berfungsinya,” kata Pastor Thomas.

“Berinteraksi dengan pemuda lain tentang peran mereka dalam gereja dan cara bekerja dan bertukar pengalaman, akan sangat membantu kehidupan mereka,” katanya.

Anggota delegasi berasal dari berbagai wilayah di India dan dipilih oleh keuskupan mereka. Semua akan menanggung biayanya sendiri, kata Pastor Thomas.

Leon Pereira, wakil presiden Gerakan Pemuda Katolik India, mengatakan bahwa dia termasuk di antara 12 orang yang dipilih dari Keuskupan Vasai, India barat yang ikut ke acara tersebut di mana mereka berharap dapat bertemu dengan orang muda katolik dari berbagai negara.

“Mereka datang dari berbagai latar belakang – peran mereka di gereja, kehidupan rohani, dan budaya yang berbeda,” kata Pereira. “Berinteraksi dengan mereka, saya yakin akan memperkuat iman, kehidupan doa dan peran kami dalam masyarakat,” katanya.

Pria berusia 24 tahun itu mengatakan bahwa dia ingin memahami bagaimana orang-orang Katolik dari negara lain mempraktikkan iman mereka.

Jenny Joy, 26, dari Keuskupan Agung Delhi mengatakan bahwa orang India sendiri berasal dari daerah yang berbeda, ini akan menjadi “pengalaman” karena “kami berbeda dalam kebiasan budaya, bahasa dan makanan.”

Joy mengatakan keragaman India akan menjadi sebuah tantangan bagi delegasi mereka untuk menceritakan semuanya.

“Situasi kehidupan, budaya dan bahasa orang Kristen dari berbagai wilayah di India sangat bervariasi sehingga hampir sulit untuk menggeneralisasi situasi orang Kristen India,” katanya.

Sebagai bagian dari acara Asian Youth Day, delegasi India akan menampilkan pertunjukan musik dansa selama 10 menit.

Asian Youth Day akan memasukkan tiga hari program live-in di 11 keuskupan serta perayaan tiga hari dan pertemuan satu hari para delegasi orang muda.

ucanews.com

53 mahasiswa Universitas Ma Chung tinggal dan menjaga tujuh pusat keagamaan

Pen@ Katolik - Wed, 26/07/2017 - 20:11

Untuk meningkatkan nilai persatuan di tengah kebhinekaan dan merekatkan persatuan dan kesatuan antarsesama anak bangsa dalam menjaga Pancasila, Kebhinekaan, NKRI, dan UUD 1945, sebanyak 53 mahasiswa-mahasiswi Universitas Ma Chung Malang bekerjasama dengan Polres Batu melakukan kegiatan Orientation Based on Reflection, Lintas Iman Obor 2, di Kota Batu.

Selama tiga hari, para mahasiswa-mahasiswi itu tinggal dan menjaga tujuh pusat keagamaan yang ada di Kota Batu yakni Vihara Dhammadipa Arama, Klenteng Kwam Im Tong, Pondok Pesantren Darus Solichin, Seminari Tinggi SVD, Biara Suster SSpS Santa Maria, Komunitas Hindu di Pura Giri Arjuna, dan Komunitas Institute Injil Indonesia.

Dengan didampingi dosen, staf, alumni dan mahasiswa fasilitator, mereka diberangkkan tanggal 24 Juli 2017 Kapolres Batu AKBP Budi Hermanto dari ruang pertemuan utama (Rupatama) Polres Batu.

“Setiap agama pasti mengajari toleransi, saya minta selama dalam kegiatan, peserta menjaga dan menghormati setiap kegiatan yang dilaksanakan pada masing-masing tempat ibadah,” kata Kapolres Kota Batu Budi Hermanto.

Budi Hermanto memberikan apresiasi kepada Universitas Ma Chung yang sudah melakukan kegiatan untuk memperteguh kebhinekaan kepada mahasiswa dan mengacu pada Nawacita Presiden Jokowi, dan berharap kegiatan itu dikembangkan dan dilaporkan dengan bagus, “hingga bisa mendorong toleransi umat beragama di mana pun.”

Felik Sadwindu Wisnu Broto, Kepala Pusat Pendidikan Karakter dan Kepemimpinan, Universitas Ma Chung mengatakan, kegiatan itu merupakan acara tahunan yang diimplementasikan lembaganya “untuk membentuk karakter mahasiswa yang berdaya cipta pada masyarakat dan menghidupkan karakter toleransi antar umat beragama.”

Kegiatan itu dilaksanakan bekerjasama dengan kapolres karena memiliki visi sama. “Kita mendapatkan dukungan dari Kapolres Batu, karena visi kita sama,” ujar Felik. Tiga lalu, kegiatan dilaksanakan di Kabupaten Malang, tahun 2016 di Kota Malang dan tahun ini dilaksanakan di Kota Batu.

Dengan menginap selama tiga hari di pusat peribadatan, diharapkan mahasiswa menjadi tahu ajaran serta kegiatan rohani di tempat ibadat itu. Mahasiswa menginap di tempat peribadatan yang berbeda dengan keyakinannya.

“Kita berharap mahasiswa kita berpikiran luas, karena dulu ada yang mengira salah satu pusat keagamaan itu mengajarkan ajaran radikal, ketika mereka hidup di sana selama beberapa hari, baru mereka paham bahwa anggapan mereka selama ini salah,” ujar Felik.

Selain itu, lanjutnya, diharapkan usai dari kegiatan itu, para mahasiswa membuat tulisan refleksi yang akan dibukukan, “hingga menjadi kekayaan keilmuan untuk mahasiswa atau pun untuk masyarakat.” (Felixianus Ali)

 

 

 

Renungan Harian, Kamis: 27 Juli 2017, Mat. 13:10-17

Mirifica.net - Wed, 26/07/2017 - 19:00

MAN tidak muncul begitu saja dari dalam hati manusia. Setelah beberapa kali orang Israel mempertanyakan kepemimpinan Musa, Tuhan menampakkan diri di depan bangsa itu “supaya mereka senantiasa percaya” kepada Musa (bdk. Kel. 19:9). Yesus memilih menggunakan perumpamaan untuk berbicara kepada banyak orang. Ketika para murid menanyakan hal itu kepada-Nya, Yesus mengingatkan pada nubuat Yesaya (bdk. 6:10) bahwa “hati bangsa ini telah menebal, telinganya berat mendengar. Dan matanya melekat tertutup” (Mat. 13:15).

Ketika kata-kata yang langsung tidak diindahkan, diperlukan kesadaran yang tumbuh dari dalam diri seseorang. Kesadaran dan pertobatan memang tidak bisa didesakkan dari laur, melainkan harus ditentukan sendiri dari dalam. Iman kepada Tuhan dan kepercayaan pada kepemimpinan orang lain mesti dipupuk dari hati manusia. Mendengar dan melihat pesan ilahi di balik pengalaman dan peristiwa kehidupan juga tidak dengan sadar kita lakukan. Betapa banyak kejadian terlewati begitu saja tanpa kesan. Padahal semua itu dipakai Tuhan untuk mengarahkan diri kita agar siap mengalami hal-hal di depan kita. Kita seharusnya berusaha mendengar dan melihat dengan baik, sebab kesempatan untuk itu tidak akan datang dua kali.

Yesus. Tuhan dan Guru, Engkau menyebut berbahagia para pengikut-Mu yang setia mendengarkan sabda-Mu. Semoga aku dapat melihat dan mendengar dengan baik pesan-Mu dalam berbagai peristiwa hidupku. Amin.

Sumber: Ziarah Batin 2017

Kredit Foto: Ilustrasi (Ist)

Imam Baru KAS tentang Sejarah Panggilannya: Tak Berani Masuk, karena Miskin (2)

Sesawi.net - Wed, 26/07/2017 - 16:52
Romo Martinus Sutomo Pr INILAH kisah hidup Romo Martinus Sutomo Pr. Catatan ringan ini berkisah tentang liku-liku perjalanan hidupnya sepanjang berusaha menanggapi panggilan Tuhan. Awal tumbuhnya benih panggilan seperti ini. Kata orang, hidup adalah sebuah peziarahan atau perjalanan. Bagi saya, panggilan juga adalah sebuah perjalanan. Merenungkan perjalanan panggilan ini saya teringat saat awal tumbuhnya benih […]

Imam Baru KAS tentang Sejarah Panggilannya: Ikutlah Aku (1)

Sesawi.net - Wed, 26/07/2017 - 16:39
HARI Selasa tanggal 25 Juli 2017 kemarin telah berlangsung acara tahbisan imam diosesan (praja) KAS di Kapel Seminari Tinggi St. Paulus Kentungan, Yogyakarta.  Hari ini, marilah kita simak perjalanan sejarah panggilan mereka masing-masing. Unik dan menarik. Berikut ini adalah kisah-kisah mereka sebagaimana materinya dikirim ke Redaksi oleh Rektor Seminari Tinggi St. Paulus di Kentungan, Yogyakarta: […]

Brevir Sore, Rabu: 26 Juli 2017, PEKAN BIASA XVI – O PEKAN IV

Mirifica.net - Wed, 26/07/2017 - 16:00

PEMBUKAAN
P: Ya, Allah, bersegeralah menolong aku.
U: Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Madah

Pada waktu senja ini
Malam mulai mendekat
Kami menyerahkan diri
Penuh pasrah dan hormat
KepadaMu Bapa kami
Sumber segala rahmat.

Kami bersyukur padaMu
Atas kurnia hari
Yang kini akan berlalu
Dan atas kasih suci
Yang Kaucurahkan selalu
Ke dalam hati kami.

Semoga kami semua
Yang khidmat menghadapMu
Siap menanggapi cinta
Dengan tiada ragu
Membaktikan jiwa raga
Demi kerajaanMu.

Terpujilah Allah Bapa
Tuhan mahakuasa
Terpujilah Yesus Kristus
Yang menjadi penebus
Terpujilah Roh ilahi
Penghibur yang sejati. Amin.

Ant.1: Terlalu ajaiblah bagiku pengetahuanMu, ya Tuhan.

Mazmur 138 (139),1-18.23-24 – I

Tuhan, Engkau menyelami dan mengenal aku,+
Engkau tahu bila aku duduk atau berdiri,*
dari jauh Engkau mengerti pikiranku.

Engkau tahu, bila aku berjalan atau berbaring,*
segala tingkah lakuku Kaumaklumi.

sebelum aku sempat mengucapkan sepatah katapun,*
Engkau telah mengetahui semuanya, ya Tuhan.

Engkau melingkungi aku dari muka dan dari belakang,*
dan menaruh tanganMu di atasku.

Terlalu ajaiblah bagiku pengetahuanMu,*
terlalu tinggi untuk kupahami.

Ke mana aku dapat pergi menjauhi RohMu,*
ke mana aku dapat lari menyingkiri wajahMu?

Kalaupun aku naik ke langit, Engkau ada di sana,*
kalaupun aku turun ke alam maut, di situpun Engkau ada.

Kalaupun aku terbang jauh dari timur,*
dan mendarat di ujung barat,

di sanapun lenganMu menuntun daku,*
dan tanganMu memegang aku.

Maka sadarlah aku,+
bahkan dalam kegelapan, Tuhan memperhatikan daku,*
dan di tengah malam aku bermandikan cahaya.

Kegelapanpun tidak gelap bagiMu,+
sebab malam bercahaya bagiMu bagaikan siang,*
dan kegelapan bagaikan terang.

Ant.1: Terlalu ajaiblah bagiku pengetahuanMu, ya Tuhan.

Ant.2: Aku, Tuhan, menyelidiki isi hati dan menguji sanubari. Aku menganugerahi setiap orang sesuai dengan hidupnya.

Mazmur 138 (139) – II

Engkaulah yang membentuk lubuk hatiku,*
Engkau melindungi aku sedari kandung ibuku.

Aku bersyukur kepadaMu, Allah yang mahatinggi,*
sebab agunglah Engkau.

Aku bersembah sujud di hadapanMu,*
sebab dahsyatlah karyaMu.

Dari dahulu Engkau mengenal isi hatiku,*
sanubariku tak tersembunyi bagiMu,

sejak aku dibentuk dalam selubung rahasia,*
dan diciptakan secara tak terselami.

PerhatianMu mengikuti hidupku tahap demi tahap,*
dan semuanya tercatat dalam kitabMu.

Segala hari hidupku sudah Kautentukan,*
sebelum aku dilahirkan.

Betapa mendalam pikiranMu, ya Allah,*
betapa padat maknanya.

Sekiranya kuhitung, banyaknya melebihi pasir,*
dan akhirnya aku belum juga menangkap sedikitpun.

Selamilah aku, ya Allah, dan ajuklah isi hatiku,*
ujilah aku dan dalamilah pikiranku.

Jagalah, jangan sampai jalan hidupku menyimpang,*
dan tuntunlah aku ke hidup abadi.

Ant.2: Aku, Tuhan, menyelidiki isi hati dan menguji sanubari. Aku menganugerahi setiap orang sesuai dengan hidupnya.

Ant.3: Dalam Kristus telah diciptakan segala sesuatu, dan segala sesuatu ada dalam Dia.

Kol 1,12-20

Marilah kita dengan sukacita mengucap syukur kepada Bapa,+
yang membuat kita layak mendapat bagian,*
dalam warisan gemilang para kudus.

Ia telah merebut kita dari kuasa kegelapan,*
dan memindahkan kita ke dalam kerajaan PuteraNya yang terkasih.

Dalam Kristus, kita mendapat penebusan,*
yaitu pengampunan dosa.

Kristuslah gambar Allah, Ia menampakkan yang tak kelihatan,*
Dialah yang pertama dari segala ciptaan.

Sebab dalam Kristus telah diciptakan segala sesuatu,*
baik di angkasa maupun di bumi;

Baik yang kelihatan maupun yang tak kelihatan,*
singgasana, kerajaan, pemerintah dan penguasa.

Segala sesuatu diciptakan dengan perantaraanNya dan untuk Dia,+
Ia mendahului segala sesuatu,*
dan segala sesuatu ada dalam Dia.

Kristuslah kepala tubuh, yaitu Gereja,+
Ia yang awal, yang pertama bangkit dari alam maut,*
supaya Ia lebih utama dalam segala sesuatu.

Sebab Allah berkenan bahwa seluruh kepenuhanNya diam dalam Kristus,+
dan dengan perantaraan Kristus,*
Allah memperdamaikan segala sesuatu dengan diriNya.

Baik yang di bumi maupun di angkasa,*
segala sesuatu diperdamaikan dalam darah Kristus yang tersalib.

Ant.3: Dalam Kristus telah diciptakan segala sesuatu, dan segala sesuatu ada dalam Dia.

Bacaan Singkat (1Yoh 2,3-6)

Tandanya kita mengenal Kristus ialah, bahwa kita mentaati perintahNya. Orang yang mengatakan bahwa ia mengenal Kristus, tetapi tidak mentaati perintahNya, ia itu pendusta, dan tidak ada kebenaran padanya. Akan tetapi orang yang memelihara sabda Yesus, benar-benar memiliki kasih Allah dengan sempurna. Dengan itulah kita ketahui bahwa kita berada di dalam Kristus. Barang siapa berkata, bahwa ia berada dalam Kristus, harus juga hidup seperti Kristus.

Lagu Singkat

P: Peliharalah kami, ya Tuhan,* Seperti biji mata. U: Peliharalah. P: Lindungilah kami di bawah naungan sayapmu. U: Seperti biji mata. P: Kemuliaan. U: Peliharalah.

Ant.Kidung: Ulurkanlah tanganMu yang perkasa, ya Tuhan; cerai-beraikanlah orang yang angkuh dan angkatlah yang hina-dina.

KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)

Aku mengagungkan Tuhan,*
hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.

Sebab Ia memperhatikan daku,*
hambaNya yang hina ini.

Mulai sekarang aku disebut: yang bahagia,*
oleh sekalian bangsa.

Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang mahakuasa,*
kuduslah namaNya.

Kasih sayangNya turun-temurun,*
kepada orang yang takwa.

Perkasalah perbuatan tanganNya,*
dicerai-beraikanNya orang yang angkuh hatinya

Orang yang berkuasa diturunkanNya dari takhta,*
yang hina-dina diangkatnya.

Orang lapar dikenyangkanNya dengan kebaikan,*
orang kaya diusirNya pergi dengan tangan kosong

Menurut janjiNya kepada leluhur kita,*
Allah telah menolong Israel, hambaNya.

Demi kasih sayangNya kepada Abraham serta keturunannya,*
untuk selama-lamanya.

Ant.Kidung: Ulurkanlah tanganMu yang perkasa, ya Tuhan; cerai-beraikanlah orang yang angkuh dan angkatlah yang hina-dina.

Doa Permohonan

Amat besarlah kemurahan hati Bapa abadi terhadap umatnya. Maka hendaklah kita bersukacita dan berkata:
U: Gembirakanlah orang yang berharap kepadaMu, ya Tuhan.
P: Tuhan, Engkau telah mengutus PuteraMu bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya,* semoga kematian Kristus menghasilkan buah berlimpah dalam diri kami.
P: Engkau menetapkan para imam menjadi hamba Kristus dan pembagi rahmatMu,* semoga mereka setia, bijaksana dan penuh cinta kasih.
P: Engkau memanggil orang yang Kaucintai untuk hidup membiara demi kerajaan surga,* semoga mereka mengikuti PuteraMu dalam kesetiaan sempurna.
P: Engkau telah menciptakan manusia sebagai pria dan wanita,* peliharalah kiranya semua keluarga dalam cinta sejati.
P: Engkau telah menghapus dosa manusia berkat kurban Kristus,* maka ampunilah dosa semua orang yang telah meninggal.

Bapa Kami

Doa Penutup

Tuhan yang mahamurah, Engkau suka memuaskan dengan anugerah surgawi orang yang haus akan kebenaran. Maka kami mohon, hendaklah Engkau bermurah hati dan melimpahkan kemewahan hartaMu kepada kami yang miskin ini. Demi Yesus Kristus, pengantara kami, yang hidup…

PENUTUP
P: Semoga Tuhan memberkati Kita, melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita ke hidup yang kekal.
U: Amin.

Sumber Brevir Harian: Ibadat Harian Komisi Liturgi KWI

 

Rabu, 26 Juli 2017

Pen@ Katolik - Wed, 26/07/2017 - 14:02

PEKAN BIASA XVI

Santo Yoakim dan Santa Anna, orangtua Santa Peawan Maria (P)

Bacaan I: Sir. 44:1. 10-15

Mazmur: 132:11.13-14.17-18

Bacaan Injil: Mat. 13:16-17

Sekali peristiwa Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Berbahagialah matamu karena melihat dan telingamu karena mendengar. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya banyak nabi dan orang benar ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya.”

Renungan

“Mereka adalah orang-orang kesayangan, yang kebajikannya tidak sampai terlupa” (Sir. 44:10). Kata-kata itu tepat untuk mengungkapkan penghormatan kepada Yoakim dan Anna, yang adalah orangtua Maria, ibu Yesus. Tradisi mengisahkan bahwa mereka tidak henti-hentinya memohon kepada Tuhan agar dikaruniai anak, hingga lahirlah Maria yang kelak mengandung Yesus Kristus, Mesias. Allah mempersiapkan kelahiran Yesus di dunia melalui orang-orang yang patut dipuji karena kesalehan dan iman mereka. Ketika bersabda, ”Berbahagialah matamu karena melihat dan telingamu karena mendengar” (Mat. 13:16), Yesus mengacu kepada mereka yang telah dipakai oleh Allah untuk mendatangkan keselamatan bagi umat manusia di muka bumi. Orang-orang yang mau bekerja sama dengan rencana Allah ini pantas disebut ’berbahagia’ karena telah diizinkan melihat dan mendengar bagaimana firman Allah benar-benar terlaksana dalam sejarah melalui diri mereka.

Apakah kita juga pantas disebut ’berbahagia’ karena bersedia dipergunakan Tuhan dalam rencana penyelamatan-Nya? Kita, dengan panggilan dan jalan hidup masing-masing, diundang untuk setia melakukan kebajikan dan karenanya menjadi orang-orang kesayangan Tuhan yang selalu siap ketika dibutuhkan.

Tuhan, Engkau memerlukan peran serta manusia dalam pemenuhan janji kese­lamatan-Mu. Semoga aku dengan sukacita mempersiapkan dan menyediakan diri untuk Kaupergunakan sesuai dengan rencana-Mu. Amin.

Renungan Ziarah Batin 2017

 

Surat Dari Roma: Pemecatan prefek Kongregasi Ajaran Iman

UCAN Indonesia - Wed, 26/07/2017 - 13:28

Gerhard Ludwig Muller tidak akan pergi dengan tenang. Dia belum berhenti mengeluh di forum publik sejak 30 Juni ketika Paus Fransiskus secara pribadi memberi tahu kardinal berusia 69 tahun itu bahwa dia tidak akan dipertahankan sebagai prefek Kongregasi Ajaran Iman (CDF).

Dia dengan segera membocorkan berita pemecatannya itu kepada teman-teman di media bahkan sebelum Kantor Berita Tahta Suci secara resmi mengumumkannya keesokan harinya.

Itu adalah reaksi dari orang yang terkejut dan marah.

Seseorang bisa bersimpati. Karena tidak seorang pun kardinal yang memimpin kantor berusia 475 tahun ini – yang sebelumnya disebut Kongregasi Agung dan Inkuisisi Universal (dan kemudian Kantor Suci) – dilepaskan begitu saja.

Paus tidak mengucapkan terima kasih secara publik atau mengakui Muller atas pelayanannya selam lima tahun, membiarkannya pergi enam tahun sebelum usia pensiun kanonik. Kardinal itu mengklaim bahwa dia sama sekali tidak tahu alasan Fransiskus mengakhiri pelayanannya, meskipun hampir semua orang tahu itu akan terjadi.

Tidak tahu, memang. Dan ternyata, Kardinal Muller juga tidak mengetahui alsannya.

Seperti ditulis Christa Pongratz-Lippitt – koresponden spesial LCI tentang urusan gereja di negeri yang berbahasa Jerman – dia terus menggali lubang yang lebih besar setiap kali dia melakukan wawancara publik.

Kantor berita Deutsche Presse Agentur (dpa) menerbitkan sebuah artikel pada tanggal 19 Juni di mana kardinal tersebut bahkan menyindir bahwa Paus Yesuit berusia 80 tahun tersebut mengijinkan pemuja kepribadian kepausan dengan menempatkan para penjilat di sekelilingnya.

Agar adil, kritiknya terselubung, tapi hanya sedikit. Muller mempekerjakan semua kelemahlembutan Schlittenhammer. (Ngomong-ngomon itu “palu godam” dalam istilah Jerman.)

Jika ini adalah hal yang kardinal katakan kepada kita secara publik, orang hanya bisa bertanya-tanya apa lagi yang dia katakan kepada orang lain secara pribadi.

Pada saat tulisan ini, penampilannya yang paling baru di depan lampu sorot yaitu pada 21 Juli di harian sosial dan politik yang paling konservatif Italia, Il Foglio.

Wawancara dapat digambarkan sebagai pembelaan diri dari seorang pria yang percaya bahwa talenta-talentanya diremehkan dan yang dicangkokkan tanpa alasan yang jelas.

“Saya telah memenuhi semua tugas saya – bahkan lebih dari yang diminta,” menunjukkan bahwa dia mencoba menawarkan Paus Fransiskus “nasihat teologis” esensial yang dibutuhkan paus untuk memastikan “ortodoksi gereja.”

Jelas Muller percaya bahwa paus menolak bantuannya. Jadi dia terus berargumentasi.

“Tidak ada yang meragukan kredensial teologis saya,” kata kardinal tersebut.

“Saya selalu setia kepada paus, seperti yang diminta oleh iman Katolik dan eklesiologi kita. Kesetiaan ini selalu disertai dengan kompetensi teologis, dan karenanya tidak pernah tentang kesetiaan yang dikurangi menjadi pujian belaka,” tegas Muller.

Ini adalah sebuah pernyataan menarik dan bisa mengungkap karena dalam wawancara berikutnya dengan Il Foglio, ketika ditanyai tentang perbedaan antara pandangan klasiknya tentang persatuan kembali bagi yang bercerai dan menikah lagi dengan sikap Kardinal Christoph Schonborn dari Wina yang lebih terbuka (yang sejalan dengan Paus), Muller berkata:

“Mungkin Kardinal Schonborn memiliki sudut pandang yang berlawanan dengan saya, atau mungkin bertentangan dengan apa yang dia sendiri pernah pikirkan, melihat bahwa dia telah mengubah posisinya.”

(Begitu banyak ungkapan John Henry Newman, “Hidup adalah untuk berubah, dan menjadi sempurna adalah dengan sering berubah.”)

Beberapa orang mengatakan bahwa Paus Fransiskus tidak senang dengan Kardinal Muller yang mengumbar kehebatan pribadi untuk dirinya sendiri di media melalui wawancara dan kuliah umum yang terus menerus.

“Saya pikir saya dapat mengatakan kehadiran media Kardinal Ratzinger (saat dia menjabat prefek CDF) cukup jelas … Ini adalah bagian dari pekerjaan prefek, bahwa itu bukan pekerjaan yang murni dan hanya birokratis,” katanya membenarkan dirinya sendiri.

Tapi dia tidak bisa berhenti di situ.

“Bagaimanapun, saya sudah dikenal sebelum (menjadi prefek CDF) sebagai teolog karena banyak tulisan saya. Dan, bagaimanapun, tampaknya bagi saya bahwa bahkan paus pun memberikan wawancara,” katanya.

Apakah rahang mu sudah jatuh?

Semakin membaik. Atau lebih buruk lagi.

“Iman, gereja, dan para uskup tidak dikukuhkan oleh tepuk tangan dari massa yang tidak mendapat informasi,” lanjut Kardinal Muller.

Ini adalah pernyataan lain yang aneh, mengingat bahwa kebanyakan orang, dengan mengesampingkan politik konservatif politik dan doktrin yang kaku, pada umumnya memuji posisi yang lebih fleksibel dan kurang kaku yang ditunjukkan paus dan uskup seperti Christoph Schonborn, Karl Lehman, Walter Kasper dan Reinhard Marx kepada “massa yang kurang informasi.”

Ya, Muller mengkritik semua pria yang disebutkan di atas dalam wawancara Italia baru-baru ini.

Menunjukkan betapa sulitnya waktu yang dia miliki untuk meninggalkan jabatannya sebagai pewaris Inkuisitor Agung, dia mengeluarkan sebuah kutukan yang samar-samar ketika dia menyindir bahwa beberapa uskup telah melepaskan tugas mereka membawa semua orang kepada Kristus.

“Hari ini mereka berbicara tentang tanggung jawab atas budaya dan lingkungan?” tanyanya retoris. “Baiklah, tapi ada banyak orang awam yang kompeten di bidang ini,” katanya.

Dia mengklaim bahwa ini adalah urusan politik yang tidak menjadi tanggung jawab para uskup.

Jelas, Kardinal Muller tidak terlalu senang dengan Laudato Si ‘, ensiklik yang dikeluarkan Uskup Roma saat ini tentang merawat bumi dan ciptaan. Tapi dia sepertinya sudah lupa bahwa Benediktus XVI – dan kardinalnya juga – juga menggunakan kantor episkopal mereka untuk mencoba mempengaruhi sejumlah topik sosial, budaya dan politik.

Hal ini membawa kita ke masalah lain yaitu Benediktus yang sekarang sudah pensiun dan peran yang terus dimainkannya dalam kehidupan Gereja Katolik.

Muller mengungkapkan dalam wawancara 21 Juni dengan DPA bahwa mantan paus itu “kecewa” dengan Fransiskus yang belum juga memperbarui mandat kardinal sebagai prefek CDF.

Mengapa kardinal mengungkap ini ke publik? Dia harus tahu bahwa itu hanya akan mengintensifkan narasi bahwa Benediktus dan sekutunya adalah bagian dari oposisi – yang setia atau sebaliknya – kepada Paus Fransiskus.

Cukup buruk bahwa pada tanggal 6 Juli dia memberikan wawancara lagi ke sebuah surat kabar Jerman yang mengungkapkan bahwa Kardinal Joachim Meisner, dua hari sebelumnya, juga telah menyuarakan kekhawatiran pada pemecatan mantan prefek tersebut.

“Ini menyentuhnya dan menyakitinya secara pribadi. Menurutnya ini akan membahayakan gereja,” kata Muller, “yang tentu saja berbicara untuk saya, tapi ini adalah fakta, begitulah cara dia mengungkapkannya.”

Meisner meninggal malam itu. Tapi kami kemudian menemukan bahwa itu bukan satu-satunya percakapan yang disampaikan mantan Uskup Agung Cologne malam itu dengan seorang tokoh terkemuka gereja.

Kebetulan Benediktus XVI juga berbicara dengan Meisner pada malam yang sama. Hal ini terungkap dalam sebuah pesan yang dikirim paus emeritus itu dengan sekretaris pribadinya, Uskup Agung Georg Ganswein, untuk pemakaman Meisner pada tanggal 15 Juli.

Terlepas dari beberapa upaya beberapa orang untuk mempolitisir isi pesan tersebut, seseorang dibuat agak bingung mengenai deskripsi Benediktus XVI mengenai suasana hati dan disposisi Meisner pada malam kematiannya sangat berbeda dengan akun Muller.

Mantan paus itu menggambarkan seseorang yang sangat jauh dari “kecewa” dan khawatir seperti yang diceritakan Muller tentang orang yang berbicara dengannya pada malam yang sama.

“Yang mengejutkan saya terutama dalam percakapan terakhir dengan kardinal, yang sekarang telah berpulang adalah keceriaan alami, kedamaian batin dan kepastian yang dia temukan,” tulis Benediktus dalam pesannya.

Benarkah kebetulan saja bahwa Benediktus dan Kardinal Muller berbicara via telepon dengan Meisner – yang sedang berlibur – pada malam yang sama?

Meisner yang berusia 83 tahun memiliki beberapa masalah kesehatan ringan, tapi dia bukan orang yang sekarat. Kematiannya tiba-tiba dan tak terduga.

Topik utama percakapan segitiga yang paling mungkin adalah pemecatan Muller, meski belum terungkap siapa yang memprakarsainya. Apakah Muller pertama kali menelpon Meisner untuk mengeluh tentang pemberhentian dirinya dan kemudian, setelah itu, Meisner menelpon Benediktus untuk terus mendiskusikan situasi “mencemaskan” ini?

Dan berapa uskup atau tokoh gereja lain yang bersimpati kepada Muller yang menelepon malam itu – atau pada hari-hari sebelum dan sesudahnya – ke biara yang sudah diperbaharui di Taman Vatikan tempat mantan paus sekarang tinggal?

Dapat dipahami bahwa orang-orang yang lebih dekat dengan pemikiran dan gaya Paus Fransiskus dan beberapa yang lebih selaras dengan Benediktus sangat ingin menghilangkan setiap pembicaraan tentang pertentangan antara kedua pria tersebut. Tidak dapat disangkal bahwa mantan paus itu telah menjadi tokoh sentral dan titik temu bagi mereka yang sangat tidak nyaman dengan dan kritis terhadap kepausan saat ini.

Benediktus tidak harus disalahkan untuk ini. Dan dia pastinya bukan arsiteknya.

Tapi seseorang harus menghentikan ‘kebijakan pintu terbuka” yang terkenal, yang dengan senang hati diperluas oleh Uskup Agung Ganswein ke kalangan politik konservatif, kaum ultra-tradisionalis Katolik dan bagi kelompok lainnya yang tidak begitu menerima Paus Fransiskus.

Atau mungkin mantan paus itu setidaknya harus mengikuti contoh penggantinya dan memberi tanda di luar pintunya, “Dilarang merengek!”

Robert Mickens, Vatican City

 

Lentera Keluarga – Rabu, 26 Juli 2017: Hormat kepada orang tua dan lelulur kita

Sesawi.net - Wed, 26/07/2017 - 13:23
PW S. Yoakim dan Ana, Orangtua SP Maria Bacaan: Sir 44:1.10-15; Mzm 132:11.13-14.17-18; Mat 13:16-17. Renungan KITAB Sirakh memuji dan menghormati para leluhur. Mereka dipandang sebagai orang-orang bijaksana. Orang-orang yang memberikan warisan baik kepada anak-anak dan keturunannya. Walaupun jenazah mereka sudah dimakamkan tetapi nama mereka dan kebijaksanaan mereka dikenangkan turun temurun. Kehadiran orang tua di […]

Pages

Subscribe to KomKat KWI aggregator