Kumpulan Artikel dan Berita

Partai Khunto Mundur, Timor-Leste Dipimpin Koalisi Minoritas

UCAN Indonesia - Thu, 21/09/2017 - 21:00

Timor-Leste menghadapi ketidakpastian politik setelah Partai Khunto keluar dari koalisi tiga partai dua hari sebelum pelantikan kabinet 15 September.

Langkah tersebut memunculkan pertanyaan apakah pemerintah sekarang yang minoritas dapat bertahan dalam masa lima tahun penuh.

Pemerintah sekarang harus mendapatkan suara anggota dari partai lain untuk bisa meloloskan anggaran belanja negara, jika ditolak dua kali, pemilu baru harus segera dilakukan.

Penasehat senior partai Khunto Jose Dos Santos Naimori mengatakan bahwa partainya memutuskan bahwa pihaknya tidak dapat bekerja sama dengan mitra seniornya yang memimpin koalisi, Fretilin, yang menjadi pemenang pemilu pada 22 Juli.

Namun perdana menteri baru negara kecil itu, Mari Alkatiri yang telah memulai masa jabatan kedua setelah memimpin negara mayoritas Katolik tersebut pada tahun 2002-2006, mengatakan bahwa Khunto memiliki masalah internal yang perlu diselesaikan segera agar tidak mengganggu koalisi.

“Kami telah bekerja selama satu bulan untuk koalisi, tapi harus berakhir saat Fretilin tidak bekerja sama,” kata Naimori kepada wartawan.

Itu berarti Khunto sekarang akan berada dibarisan oposisi bersama dengan partai Kongres Nasional untuk Rekonstruksi Timor Leste dan Partai Pembebasan Populer.

Profesor Damien Kingsbury dari Deakin University di Melbourne mempertanyakan apakah koalisi Alkatiri bisa bertahan lama. “Sekarang kembali ke pemerintahan minoritas, antara Fretilin dan PD [Partai Demokrat] yang, sampai kesepakatan terakhir ini, memiliki hubungan antagonistik yang sudah berlangsung lama (PD meninggalkan pemerintah pada tahun 2015 setelah Fretilin diundang untuk bergabung), “katanya kepada ucanews.com.

“Ini akan menarik untuk melihat bagaimana mereka bisa berkomunikasi, dan berapa lama mereka bertahan. Ini mungkin cukup pragmatis agar bisa diterapkan, jika pemeritah minoritas bisa begitu.”

Alkatiri yang menjadi perdana menteri pertama di negara itu pada tahun 2002 dan mengundurkan diri pada 2006 karena ketidakstabilan politik, meyakinkan publik bahwa pemerintah akan bertahan selama lima tahun.

“Saya jamin pemerintah ini akan bertahan selama lima tahun,” kata Alkatiri dalam sebuah jumpa pers sebelum pelantikannya pada 15 September.

Dia juga berjanji untuk memasukkan orang-orang terbaik negara tersebut untuk memegang jabatan penting berdasarkan kompetensi mereka, bahkan dari partai oposisi.

Dua mantan perdana menteri berada di urutan pertama dari 12 menteri kabinet yang dilantik pada 15 September.

Presiden Francisco ‘Lu-Olo’ Guterres melantik Alkatiri, 68 tahun, sebagai PM; Jose Ramos Horta sebagai Menteri Negara dan Penasihat Keamanan Nasional; dan Rui Maria de Araujo sebagai Menteri Kesehatan, dan seorang politikus independen, Rui Gomes, diangkat sebagai Menteri Perencanaan dan Keuangan.

18 anggota kabinet lainnya akan dilantik bulan Oktober.

Direktur Eksekutif Yayasan HAK, Manuel Monteiro Fernandes, seorang pengamat politik Timor-Leste yang berpengalaman, percaya pada pemerintahan baru yang ditunjukkan melalui pengangkatan orang-orang penting ke kabinet.

“Saya yakin ini akan berlangsung selama lima tahun,” kata Monteiro kepada ucanews.com, pada 19 September.

Dia mengatakan bahwa Alkatiri telah menerapkan prinsip “orang yang tepat di tempat yang tepat” dengan menunjuk menteri berdasarkan kompetensi mereka, bukan pada pembagian kekuasaan. Inilah yang ditunggu orang-orang. ”

“Jika Alkatiri melakukan hal yang sama dengan 18 pos lainnya, saya pikir orang-orang akan bahagia, Fretilin akan mendapat banyak dukungan, dan tidak mungkin berhenti di tengah jalan,” tambahnya.

Camilo Ximenes, seorang analis politik dari Universitas Negeri Timor-Leste memperingatkan bahwa pemerintah minoritas menghadapi masalah serius dalam hal meloloskan undang-undang, khususnya anggaran negara.

Pasal 112 Konstitusi Timor-Leste menyatakan bahwa kegagalan untuk meloloskan anggaran dua kali berturut-turut, berarti pemilihan lain harus diadakan.

“Tapi bisa dipecahkan dengan membangun komunikasi strategis dan intensif dengan semua faksi politik di parlemen,” katanya.

Uskup Norberto do Amaral dari Maliana memohon kepada umat Katolik Timor-Leste, khususnya elit politik, dan 65 anggota Dewan Perwakilan Rakyat, untuk mempersatukan dan menjamin stabilitas.

“Saya mendesak semua elit politik untuk bersikap rendah hati dan terlibat dalam dialog bersama untuk memecahkan kebutuhan dasar masyarakat,” kata Uskup Amaral kepada Jornal Nasional Diario Timor.

ucanews.com

Pelita Hati: 22.09.2017 – Derma Para Wanita

Sesawi.net - Thu, 21/09/2017 - 17:00
Bacaan Lukas 8:1-3 TIDAK lama sesudah itu Yesus berjalan berkeliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa memberitakan Injil Kerajaan Allah. Kedua belas murid-Nya bersama-sama dengan Dia, dan juga beberapa orang perempuan yang telah disembuhkan dari roh-roh jahat atau berbagai penyakit, yaitu Maria yang disebut Magdalena, yang telah dibebaskan dari tujuh roh jahat, […]

Kamis, 21 September 2017

Pen@ Katolik - Thu, 21/09/2017 - 14:46

PEKAN BIASA XXIV

Pesta Santo Matius, Rasul dan Pengarang Injil (M)

Bacaan I: Ef. 4:1-7.11-13

Mazmur: 19:2-3.4-5; R: 5a

Bacaan Injil: Mat. 9:9-13

Pada suatu hari, Yesus melihat seorang yang bernama Matius duduk di rumah cukai. Yesus berkata kepadanya, “Ikutlah Aku!” Maka berdirilah Matius, lalu mengikuti Dia.Kemudian, ketika Yesus makan di rumah Matius, datanglah banyak pemungut cukai dan orang berdosa, makan bersama-sama dengan Dia dan murid-murid-Nya. Melihat itu, berkatalah orang-orang Farisi kepada murid-murid Yesus, “Mengapa gurumu makan bersama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?” Yesus mendengarnya dan berkata, “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, melainkan orang sakit. Maka pergilah dan pelajarilah arti firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas-kasihan dan bukan persembahan, karena Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa.”

Renungan

Suatu kali ada pertemuan bapak-bapak selama seminggu. Direncanakan akan berakhir pada hari minggu, tetapi panitia berubah pikiran. Supaya bisa bersama keluarga di akhir pekan, maka pertemuan dipadatkan. Di tempat itu jadwal penerbangan tidak selalu ada setiap hari, maka mereka tergesa-gesa agar tidak tertinggal pesawat. Bapak A menyenggol seorang anak yang jualan buah dan buahnya berceceran di lantai. Tetapi, karena terburu mengejar pesawat, Bapak A meninggalkan anak itu tanpa minta maaf dan membantu. Ada peserta lain, yakni Bapak B yang melihat kejadian itu, ia berbalik dan dari jauh ia melihat anak itu sedang meraba-raba di lantai berusaha mengumpulkan buah. Ternyata ia buta. Bapak B segera mendekat dan berkata: “Maaf Nak, pasti ini hari yang buruk bagimu.” Sambil mengumpulkan semua buah dalam keranjang, ia menghitung jumlah yang rusak dan memberikan uang kepada anak itu.

Tindakan Bapak B di atas merupakan perwujudan dari nasehat Paulus hari ini: “Hendaklah hidupmu sebagai orang yang dipanggil berpadanan dengan panggilan itu” Ef. 4:1). Matius juga menjadi teladan bagi kita dalam hal berpadanan dengan panggilan Yesus: “Ikutlah Aku!” dan Matius sungguh mengikuti Yesus dalam kata dan tindakan menjadi seorang pewarta Injil. Pertanyaan yang patut kita refleksikan sekarang adalah “apakah hidup kita sudah sepadan dengan kehendak Tuhan?”

Tuhan Yesus, jadikanlah aku terjemahan Injil yang hidup bagi sesamaku. Amin.

Renungan Ziarah Batin 2017

Mgr Adrianus Sunarko Ditahbiskan Uskup Pangkalpinang Akhir Pekan Ini

UCAN Indonesia - Thu, 21/09/2017 - 13:37

Umat Katolik Keuskupan Pangkalpinang yang meliputi Provinsi Bangka Belitung dan Provinsi Riau-Kepri akan merayakan peristiwa iman pentahbisan Uskup Pangkalpinang, Mgr Adrianus Sunarko, OFM.

Kegiatan tahbisan akan dipusatkan di Stadion Depati Amir Pangkalpinang, Sabtu (23/9) mulai sekitar pukul 10.00 WIB.

Sebanyak 12.000 umat diperkirakan akan memadati stadion untuk mengikuti secara langsung peristiwa iman tahbisan Pimpinan Gereja Katolik Keuskupan Pangkalpinang.

Rangkaian perayaan akan menampilkan budaya melayu mulai dari lagu yang bergaya melayu, busana uskup bermotig cual bangka, panggung atau altar utama bergaya melayu.

Ketua Umum Panitia Tahbisan, Pastor Agustinus Dwi Pramodo menjelaskan bahwa segala bentuk persiapan sudah dilakukan.

Karena itu, dirinya mengajak seluruh umat katolik dan seluruh elemen masyarakat untuk bersama menyukseskan perayaan tahbisan uskup Pangkalpinang.

“Ini peristiwa iman umat Katolik di Provinsi Bangka Belitung dan Riau. Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan dari pemerintah Provinsi, Kota Pangkalpinang dan kabupaten lainnya, dukungan pihak kepolisian, TNI dan seluruh elemen masyarakat selama masa persiapan. Tinggal hitungan hari acara tahbisan akan dilakukan. Karena itu, mari kita bersama mendoakan, bekerja bersama menyukseskan perayaan peristiwa iman tahbisan uskup Pangkalpinang,” ungkap Pastor Pramodo, Selasa (19/9).

Pastor Pramodo juga memohon pengertian dari seluruh masyarakat yang mungkin akan terganggu arus lalu lintas di beberapa lokasi perayaan seperti Stadioan Depati Amir, Gereja Katolik Bernadeth, Gereja Katolik Katedral Pangkalpinang.

“Kami panitia meminta pengertian dari seluruh masyarakat yang mungkin arus lalu lintas di sekitar lokasi kegiatan akan terganggu. Kami mohon dukungan dan doanya, semoga semuanya berjalan lancar dan penuh hikmad,” harap Pastor Pramodo.

Lebih lanjut Pastor Pramodo menegaskan bahwa semua umat katolik diundang dan diajak untuk mengikuti perayaan tahbisan Uskup Pangkalpinang.

“Semua umat diundang untuk mengikuti kegiatan Salve Agung, Perayaan Tahbisan dan Misa Perdana Bapak Uskup. Karena itu, diharapkan umat untuk mengikuti semua petunjuk dan arahan yang sudah disampaikan kepada masing-masing komunitas basis dan paroki. Sekali lagi mari kita berdoa bersama, bekerja bersama agar acara tahbisan uskup berjalan lancar , memberikan peneguhan iman bagi umat,” harap Pastor Pramodo.

Kegiatan tahbisan akan dihadiri duta vatikan, 37 uskup, 8 uskup emeritus, 200 pastor konselebran, 100 biarawati, 700 anggota paduan suara, 200 orang penari dan atraksi barongsai.

 

Sumber: Bersama Sukseskan Tahbisan Uskup Pangkalpinang (Tribunnews.com)

 

Paus Ingatkan Uskup Jepang agar Tidak Melupakan Martir

UCAN Indonesia - Thu, 21/09/2017 - 11:43

Banyak tantangan di Jepang membuat panggilan gereja menjadi garam dan cahaya serta harapan menjadi lebih mendesak dari sebelumnya, Paus Fransiskus mengatakan kepada para uskup di negara itu.

Kenyataannya, sejarah panjang bangsa ini dimana keberanian para martir menunjukkan “kekuatan penginjilan yang sebenarnya dari gereja kalian,” katanya, dan mereka adalah harta besar yang harus selalu diingat, dihargai dan menjadi fundasi.

Ucapan paus disampaikan dalam sebuah surat yang ditujukan kepada semua uskup di Jepang, dan  disampaikan oleh Kardinal Fernando Filoni, prefek Kongregasi untuk Evangelisasi, yang mengunjungi Jepang pada tanggal 17-26 September.

Beberapa dari sederetan masalah yang mengkhawatirkan yang dihadapi negara termasuk tingkat perceraian yang tinggi, bunuh diri, ketidakpedulian pada agama dan “obsesi untuk pekerjaan dan pendapatan,” kata paus dalam surat tertanggal 14 September, pada hari raya Salib Suci.

Negara yang sangat maju bisa menghasilkan kekayaan material, tapi juga kemiskinan material, spiritual, moral dan eksklusi, tulisnya.

Itulah mengapa ia mendesak gereja di Jepang agar terus-menerus “menjadi garam dan cahaya” di dunia, katanya.

Seperti garam asli, katanya, gereja harus mencegah “pembusukan dan memberi rasa,” dan seperti cahaya, “menjaga agar tidak terjadi kegelapan.”

Seperti benih sesawi yang kecil, Gereja Katolik menjadi minoritas di Jepang telah dipercayakan dengan sebuah misi besar, dan kurangnya pastor dan agama di sana tidak boleh menghalangi panggilan untuk menginjil, katanya.

Sebaliknya, hal itu harus mengilhami mereka untuk tanpa lelah mencari pekerja baru untuk kebun anggur Tuhan.

 

Baca juga: Pope tells Japanese bishops not to forget early martyrs

Tidak Diperhatikan, Milisi Ancam Tutup Perbatasan RI-Timor Leste

UCAN Indonesia - Thu, 21/09/2017 - 10:49

Sebanyak 13 ribu milisi atau mantan pejuang pro-Indonesia yang menetap di Nusa Tenggara Timur atau NTT mengancam akan menutup pintu perbatasan Indonesia- Timor Leste, jika tetap tidak mendapat perhatian dari pemerintah Indonesia.

“Kami akan menggelar unjuk rasa dan menutup pintu perbatasan negara agar tidak dilintasi hingga tuntutan kami ditanggapi pemerintah,” kata Mantan Milisi Angelino da Costa kepada Tempo, Rabu, 20 September 2017.

Menurut da Costa,  masyarakat warga baru  atau eks Timtim ada 2 yakni, masyarakat umum dan mantan penjuang. Masyarakat umum, telah mendapat perhatian dari pemerintah Indonesia dengan memberikan sejumlah bantuan, seperti MBR dan lainnya. “Walaupun masih menyisahkan masalah yang belum terselesaikan,” katanya.

Namun, masyarakat miliisi sudah 18 tahun berada di Indonesia tidak pernah mendapat perhatian dari pemerintah Indonesia. Karena itu, 13 ribu milisi atau satu kabupaten  berjumalh 1000 orang akan menggelar aksi unjuk rasa, dan menutup pintu perbatasan.

“Kami juga akan duduki Kantor Gubernur NTT hingga pemerintah pusat memberikan penjelasan nasib para milisi,” ujar da Costa.

Aksi unjuk rasa dan penutupan pintu perbatasan itu akan dilakukan pada 25 September 2017 dengan melibatkan 13 ribu milisi bersama keluarga. “Diperkirakan aksi itu akan diikuti 35 ribu milisi beserta keluarga,” katanya.

Da Costa  mempertanyakan kenapa tidak ada perhatian dari pemerintah terhadap milisi. Jika tuntutan ini tidak dipenuhi, maka pintu perbatasan akan ditutup. Dia mencontohkan tentang kelompok separatis di Aceh mendapat perhatian pemerintah. Sedangkan milisi yang bela negara diabaikan. “Separatis di Aceh diperhatikan dari ujung kaki sampai kepala,” tegasnya.

Dia mengaku pihaknya telah menyurati Kementerian Koordinator Politik, Hukum dan Pertahanan serta Polisi Daerah NTT terkait aksi unjuk rasa dan rencana penutupan pintu perbatasan Indonesia – Timor Leste. “Surat sudah dimasukkan dari tingkat pusat hingga daerah,” tegasnya.

 

SELENGKAPNYA: 13 Ribu Milisi Ancam Tutup Perbatasan Indonesia-Timor Leste

Pastor Polce Pitoy MSC dari Indonesia menjadi anggota Dewan Umum MSC sedunia

Pen@ Katolik - Thu, 21/09/2017 - 05:12

Pastor Paulus ‘Polce’ Laurentius Pitoy MSC dari Indonesia terpilih sebagai anggota Dewan Umum Tarekat Misionaris Hati Kudus Yesus (MSC) sedunia yang berbasis di Roma. Anggota Dewan Pimpinan Umum MSC yang terbentuk tanggal 20 September 2017 adalah (dari kiri ke kanan) Pastor Humberto Henrique da Silva MSC (Rio de Janeiro), Pastor Paulus ‘Polce’ Pitoy MSC (Indonesia), Pastor Absalón Alvarado Tovar MSC (Superior General – Guatemala, Amerika Tengah), Pastor Andre Claessens MSC (Belgia) and Pastor Christopher Chaplin MSC (Australia).(pcp)

 

21 September St. Eusebius

Mirifica.net - Thu, 21/09/2017 - 00:00

 

Secara sukarela, ia menghadap pemerintah yang menyalahkan Eusebius karena mengikut Kristus. Ia dihukum; darahnya dibiarkan mengalir lewat luka hukuman; banyak siksaan yang akhirnya tidak menggoyahkan imannya.

Sumber dan gambar: Sfair, Pietro. 9 September 2001. Dalam santiebeati.it. Diakses pada 19 September 2017

Hidup Yang Dipulihkan

Sesawi.net - Wed, 20/09/2017 - 23:12
MATIUS dikenal sebagai seorang pemungut pajak. Profesinya membuat dia dijauhi masyarakat Yahudi karena dianggap sebagai orang berdosa. Namun Yesus justru memilih dan memanggilnya untuk dijadikan muridNya. Tindakan Yesus yang kurang lazim, menyentuh hatinya, sehingga ia memutuskan untuk meninggalkan hidup yang lama dan menjalani hidup bersama Yesus. Banyak orang yang merasa dirinya lebih baik, lebih saleh […]

Kata Mutiara – Kamis 21 September 2017

Sesawi.net - Wed, 20/09/2017 - 23:09
KETIKA Tuhan memanggil anda untuk sesuatu, Ia tidak selalu memanggil anda untuk berhasil, Ia memanggil anda untuk taat! Keberhasilan panggilan tergantung kepadaNya, ketaatan tergantung anda. David Wilkerson Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

Laporan dari Roma: Susunan Anggota Dewan Umum MSC

Sesawi.net - Wed, 20/09/2017 - 22:32
KABAR bungah tersiar mendunia dari Generalat Kongregasi Imam Misionaris Hati Kudus Yesus (MSC) di Roma pada hari Rabu malam waktu Indonesia. Melalui Sekretaris Provinsi MSC Indonesia –Pastor Yance Mangkey MSC—di Jakarta diperoleh informasi terkini sebagai berikut: Telah terbentuk Dewan Umum  MSC dengan para anggotanya sebagai berikut: Andre Claessens (Belgia). Poltje Pitoy (Indonesia). Christopher Chaplin (Australia). […]

Uskup baru Manado kunjungi masyarakat, pemerintah dan umat di Kotamobagu

Pen@ Katolik - Wed, 20/09/2017 - 22:28
Mgr Rolly Untu MSC mendoakan Walikota Kotamobagu Tatong Bara

Wakil-wakil umat dari Paroki Kristus Raja Kotamobagu nampak berkumpul di pintu masuk Kota Kotamobagu pada hari Sabtu 16 September 2017. Mereka menantikan kedatangan Uskup Manado Mgr  Rolly Untu MSC. Sekitar pukul 5 sore rombongan uskup baru itu tiba di gerbang Kota Kotamobagu, dan Dewan Pastoral Paroki Inti Paroki Kotamobagu mengalungkan bunga kepadanya.

Mgr Rolly lalu diarak mengelilingi Kotamobagu menggunakan mobil jeep terbuka. Sepanjang jalan Uskup Manado memberikan salam kepada seluruh masyarakat Kota Kotamobagu. Kunjungan pastoral pertama uskup itu di Kotamobagu disambut hangat oleh masyarakat termasuk Walikota Kota Kotamobagu Tatong Bara.

Perjalanan berakhir di rumah dinas walikota. Di sana Mgr Rolly disambut tarian adat dan drumband SMP Katolik Theodorus Kotamobagu. “Saya sangat terharu melihat kebersamaan umat Katolik dengan umat Muslim di sini. Saat menuju ke rumah dinas ini, saya melewati dua mesjid besar, gereja Kristen dan terahkir Gereja Katolik. Itu tanda bahwa Kota Kotamobagu adalah kota yang terberkati,” kata Mgr Rolly.

Di sepanjang jalan mengitari Kota Kotamobagu, Uskup Manado mengaku tidak lupa memberkati seluruh Kota Kotamobagu, “semoga Kotamobagu bisa menjadi kota yang penuh cinta kasih, sehingga tidak ada perbedaan antara umat beragama,” kata Mgr Rolly di depan seluruh jajaran Pemkot Kotamobagu yang hadir di rumah dinas itu.

Uskup menjelaskan bahwa kedatangannya ke Kota Kotamobagu sebagai penyambung cerita dan tugas Mgr Josef Suwatan MSC, uskup emeritus Manado, yang lebih dulu dekat dan menyapa masyarakat kota kotamobagu. Mgr Rolly berharap seluruh umat Katolik di Kotamobagu selalu mendukung dan membantu program pemerintah.

Tatong Bara berharap kehadiran Mgr Rolly Untu MSC bisa membawa kedamaian dan kebersamaan di antara kita, dan umat masing-masing lebih dalam memahami agamanya. “Yang tidak paham agamanya, tidak akan mampu memahami agama orang lain. Yang ingin merusak persaudaraan, menjadi musuh kita bersama,” tegas Walikota.

Mengakhiri kunjungan di rumah dinas walikota itu, Mgr Rolly mendoakan agar “Walikota Ir Hj Tatong Bara selalu diberikan kesehatan dan kekuatan dalam memimpin pemerintahan.”

Keesokan harinya, 17 September 2017, Mgr Rolly Untu MSC merayakan Misa Pertama di Paroki Kotamobagu dan kunjungan pastoralnya ke paroki itu. Sedangkan di malam harinya, uskup baru mengadakan tatap muka dengan umat. Dan dalam rangka memperingati hari pelindung Kristus Raja Semesta Alam, Mgr Rolly dan Kepala Paroki Kotamobagu Pastor Canisius Rumondor MSC membuka berbagai macam lomba yang akan dijalankan umat.

Pembukaan perlombaan itu dilakukan dengan pemukulan tetengkoran, alat komunikasi dan musik tradisional  dari bambu, secara bersama oleh uskup, pastor paroki dan ketua panitia.

Dalam tatap muka bersama umat, Mgr Rolly menjelaskan mengenai mottonya, “Dalam terang-Mu kami melihat cahaya,” seraya mengajak semua umat untuk menjadi terang dan berharap motto itu bisa menjadi visi para pastor paroki se-Keuskupan Manado dan “terus melanjutkan cerita ini kepada seluruh umat paroki.”

Tidak sulit melihat cahaya Tuhan, kata Mgr Rolly seraya mengajak umat untuk sering berdoa, menjaga persatuan antarumat beragama, dan meningkatkan iman Katolik. Uskup juga berpesan agar umat selalu menjaga harta benda Gereja dalam hati dan diri kita. “Jika kita bisa melakukannya dengan sungguh-sungguh, pasti kita akan melihat terang-Mu, sehingga kita semua bisa melihat masa depan Gereja Katolik,” kata Uskup Manado.

Pastor Canisius Rumondor mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan karena Mgr Rolly Untu MSC bisa bersama-sama dengan umat Paroki Kristus Raja Kota Kotamobagu untuk menceritakan motto Mgr Rolly “yang bisa ditanamkan dalam diri kita menjadi visi bersama demi kemajuan Paroki Kristus Raja Kotamobagu. (michael)

Uskup mengitari Kota Kotamobagu dengan jip terbuka

Pemukulan tetengkoran membuka berbagi lomba menjelang pesta nama poroki

“Paris Can Wait”, Hidup Jadi Lebih Sumringah di Jalanan Rute Cannes-Paris

Sesawi.net - Wed, 20/09/2017 - 21:21
SIAPA PUN yang pernah ke Perancis –utamanya berkendara dengan  mobil menyusuri kawasan French Riviera yang membentang dari La Seyne-sur-Mer  menuju Nice  melewati Cannes  di bagian selatan Negeri Anggur ini— maka yang tersisa di benak adalah kesan tentang indahnya pemandangan di sepanjang garis pantai Côte d’Azur ini. Menyebut nama Cannes, maka yang membekas di hati adalah […]

Renungan Harian, Kamis: 21 September 2017, Mat. 9: 9-13

Mirifica.net - Wed, 20/09/2017 - 19:00

UATU kali ada pertemuan bapak-bapak selama seminggu. Direncanakan akan berakhir pada hari minggu, tetapi panitia berubah pikiran. Supaya bisa bersama keluarga di akhir pecan, maka pertemuan dipadatkan. Di tempat itu jadwal penerbangan tidak selalu ada setiap hari, maka mereka tergesa-gesa agar tidak tertinggal pesawat.Bapak A menyenggol seorang anak yang jualan buah dan buahnya berceceran di lantai.Tetapi, karena terburu mengejar pesawat, Bapak A meninggalkan anak itu tanpa minta maaf dan membantu. Ada peserta lain, yakni Bapak B yang melihat kejadian itu, ia berbalik dan dari jauh ia melihat anak itu sedang meraba-raba di lantai berusaha mengumpulkan buah. Ternyata ia buta. Bapak B segera mendekat dan berkata: “Maaf Nak, pasti ini hari yang buruk bagimu.” Sambil mengumpulkan semua buah dalam keranjang, ia menghitung jumlah yang rusak dan memberikan uang kepada anak itu.

Tindakan Bapak B di atas merupakan perwujudan dari nasehat Paulus hari ini: “Hendaklah hidupmu sebagai orang yang dipanggil berpadanan dengan panggilan itu” Ef. 4:1). Matius juga menjadi teladan bagi kita dalam hal berpadanan dengan panggilan Yesus: “Ikutlah Aku!” dan Matius sungguh mengikuti Yesus dalam kata dan tindakan menjadi seorang pewarta Injil. Pertanyaan yang patut kita refleksikan sekarang adalah “apakah hidup kita sudah sepadan dengan kehendak Tuhan?”

Tuhan Yesus, jadikanlah aku terjemahan Injil yang hidup bagi sesamaku. Amin.

Sumber: Ziarah Batin 2017

Kredit Foto:

Pelita Hati: 21.09.2017 – Belas Kasih bukan Persembahan

Sesawi.net - Wed, 20/09/2017 - 17:00
Bacaan Matius 9:9-13 PADA waktu orang Farisi melihat hal itu, berkatalah mereka kepada murid-murid Yesus: “Mengapa gurumu makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?” Yesus mendengarnya dan berkata: “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit. Jadi pergilah dan pelajarilah arti firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, karena Aku […]

Percik Firman: Katolik Sejati atau Katolik KTP

Sesawi.net - Wed, 20/09/2017 - 16:04
Rabu, 20 September 2017 Peringatan Wajib Santo Andreas Kim Tae Gon (imam) dan Santo Paulus Chong Ha Sang dkk. Martir Korea Bacaan: Lukas 7:31-35 “Mereka itu seumpama anak-anak yang duduk di pasar dan yang saling menyerukan: Kami meniup seruling bagimu, tetapi kamu tidak menari, kami menyanyikan kidung duka, tetapi kamu tidak menangis” (Luk 7:32) Saudari/a […]

Brevir Sore, Rabu: 20 September 2017 Pekan Biasa XXIV – O Pekan IV Pw S. Andreas Kim Taegon, Imam dan Paulus Chong Hasang, dkkMrt – Korea (M)

Mirifica.net - Wed, 20/09/2017 - 16:00

PEMBUKAAN

P: Ya, Allah, bersegeralah menolong aku.

U: Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus, seperti pada permulaan, sekarang dan sepanjang segala abad. Amin

Alleluya.

MADAH

Kawan sekalian mari melambungkan

Nyanyian pujian untuk memulyakan

Angkatan pahlawan yang tak terkalahkan

Rela mati demi Tuhan.

Mereka dihina dibenci dunia.

Akhirnya disiksa hingga tak bernyawa

Namun sesungguhnya mereka berjaya

Hidup mulya selamanya.

Sungguh mengagumkan semangat pahlawan

Yang tak tergoncangkan di tengah siksaan

Di mana gerangan sumber ketabahan

Jika bukan dalam Tuhan?

Terpujilah Bapa Allah mahaesa

Terpujilah Putra penebus dunia

Yang mengutus RohNya di tengah Gereja

Untuk selama-lamanya. Amin.

PENDARASAN MAZMUR

Antifon

Terlalu ajaiblah bagiku pengetahuanMu, ya Tuhan.

Mazmur 138 (139),1-18.23-24 – I

Tuhan, Engkau menyelami dan mengenal aku,†

Engkau tahu bila aku duduk atau berdiri,*

dari jauh Engkau mengerti pikiranku.

Engkau tahu, bila aku berjalan atau berbaring,*

segala tingkah lakuku Kaumaklumi.

sebelum aku sempat mengucapkan sepatah katapun,*

Engkau telah mengetahui semuanya, ya Tuhan.

Engkau melingkungi aku dari muka dan dari belakang,*

dan menaruh tanganMu di atasku.

Terlalu ajaiblah bagiku pengetahuanMu,*

terlalu tinggi untuk kupahami.

Ke mana aku dapat pergi menjauhi RohMu,*

ke mana aku dapat lari menyingkiri wajahMu?

Kalaupun aku naik ke langit, Engkau ada di sana,*

kalaupun aku turun ke alam maut, di situpun Engkau ada.

Kalaupun aku terbang jauh dari timur,*

dan mendarat di ujung barat,

di sanapun lenganMu menuntun daku,*

dan tanganMu memegang aku.

Maka sadarlah aku,†

bahkan dalam kegelapan, Tuhan memperhatikan daku,*

dan di tengah malam aku bermandikan cahaya.

Kegelapanpun tidak gelap bagiMu,†

sebab malam bercahaya bagiMu bagaikan siang,*

dan kegelapan bagaikan terang.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus, seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang segala abad. Amin

Antifon

Terlalu ajaiblah bagiku pengetahuanMu, ya Tuhan.

Antifon

Aku, Tuhan, menyelidiki isi hati dan menguji sanubari. Aku menganugerahi setiap orang sesuai dengan hidupnya.

Mazmur 138 (139) – II

Engkaulah yang membentuk lubuk hatiku,*

Engkau melindungi aku sedari kandung ibuku.

Aku bersyukur kepadaMu, Allah yang mahatinggi,*

sebab agunglah Engkau.

Aku bersembah sujud di hadapanMu,*

sebab dahsyatlah karyaMu.

Dari dahulu Engkau mengenal isi hatiku,*

sanubariku tak tersembunyi bagiMu,

sejak aku dibentuk dalam selubung rahasia,*

dan diciptakan secara tak terselami.

PerhatianMu mengikuti hidupku tahap demi tahap,*

dan semuanya tercatat dalam kitabMu.

Segala hari hidupku sudah Kautentukan,*

sebelum aku dilahirkan.

Betapa mendalam pikiranMu, ya Allah,*

betapa padat maknanya.

Sekiranya kuhitung, banyaknya melebihi pasir,*

dan akhirnya aku belum juga menangkap sedikitpun.

Selamilah aku, ya Allah, dan ajuklah isi hatiku,*

ujilah aku dan dalamilah pikiranku.

Jagalah, jangan sampai jalan hidupku menyimpang,*

dan tuntunlah aku ke hidup abadi.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus, seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang segala abad. Amin

Antifon

Aku, Tuhan, menyelidiki isi hati dan menguji sanubari. Aku menganugerahi setiap orang sesuai dengan hidupnya.

Antifon

Dalam Kristus telah diciptakan segala sesuatu, dan segala sesuatu ada dalam Dia.

Kol 1,12-20

Marilah kita dengan sukacita mengucap syukur kepada Bapa,†

yang membuat kita layak mendapat bagian,*

dalam warisan gemilang para kudus.

Ia telah merebut kita dari kuasa kegelapan,*

dan memindahkan kita ke dalam kerajaan PuteraNya yang terkasih.

Dalam Kristus, kita mendapat penebusan,*

yaitu pengampunan dosa.

Kristuslah gambar Allah, Ia menampakkan yang tak kelihatan,*

Dialah yang pertama dari segala ciptaan.

Sebab dalam Kristus telah diciptakan segala sesuatu,*

baik di angkasa maupun di bumi;

Baik yang kelihatan maupun yang tak kelihatan,*

singgasana, kerajaan, pemerintah dan penguasa.

Segala sesuatu diciptakan dengan perantaraanNya dan untuk Dia,†

Ia mendahului segala sesuatu,*

dan segala sesuatu ada dalam Dia.

Kristuslah kepala tubuh, yaitu Gereja,†

Ia yang awal, yang pertama bangkit dari alam maut,*

supaya Ia lebih utama dalam segala sesuatu.

Sebab Allah berkenan bahwa seluruh kepenuhanNya diam dalam Kristus,†

dan dengan perantaraan Kristus,*

Allah memperdamaikan segala sesuatu dengan diriNya.

Baik yang di bumi maupun di angkasa,*

segala sesuatu diperdamaikan dalam darah Kristus yang tersalib.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus, seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang segala abad. Amin

Antifon

Dalam Kristus telah diciptakan segala sesuatu, dan segala sesuatu ada dalam Dia.

BACAAN SINGKAT

(1Ptr 4,13-14)

Saudara-saudara, sebenarnya kamu harus bersuka hati, bila turut memikul sebagian dari penderitaan Kristus, sebab dengan demikian kamupun akan turut bersukacita, bila Kristus akan tampak dalam kemuliaanNya. Alangkah bahagia kamu, kalau dicaci maki karena menjadi pengikut Kristus; sebab dengan demikian Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah, ada padamu.

LAGU SINGKAT

P: Bersukacitalah, hai orang-orang suci,* Dan bergembiralah dalam Tuhan.

U: Bersukacitalah, hai orang-orang suci,* Dan bergembiralah dalam Tuhan.

P: Bermadah-madahlah, hai orang jujur.

U: Dan bergembiralah dalam Tuhan.

P: Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh kudus.

U: Bersukacitalah, hai orang-orang suci,* Dan bergembiralah dalam Tuhan.

Ant.Kidung: Para kudus bergembira di surga, sebab mereka mengikuti jejak Kristus. Mereka mempertaruhkan nyawa demi Kristus, sehingga kini bertakhta di surga bersama Dia.

KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)

Aku mengagungkan Tuhan,*

hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.

Sebab Ia memperhatikan daku,*

hambaNya yang hina ini.

Mulai sekarang aku disebut: yang bahagia,*

oleh sekalian bangsa.

Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang mahakuasa,*

kuduslah namaNya.

Kasih sayangNya turun-temurun,*

kepada orang yang takwa.

Perkasalah perbuatan tanganNya,*

dicerai-beraikanNya orang yang angkuh hatinya

Orang yang berkuasa diturunkanNya dari takhta,*

yang hina-dina diangkatnya.

Orang lapar dikenyangkanNya dengan kebaikan,*

orang kaya diusirNya pergi dengan tangan kosong

Menurut janjiNya kepada leluhur kita,*

Allah telah menolong Israel, hambaNya.

Demi kasih sayangNya kepada Abraham serta keturunannya,*

untuk selama-lamanya.

Ant.Kidung: Para kudus bergembira di surga, sebab mereka mengikuti jejak Kristus. Mereka mempertaruhkan nyawa demi Kristus, sehingga kini bertakhta di surga bersama Dia.

DOA PERMOHONAN

Raja para martir sudah mempersembahkan diri dalam perjamuan malam terakhir dan menyerahkan hidupNya di salib. Marilah kita mengucap syukur kepadaNya dengan berkata:

U: Kami memuliakan Dikau, ya Tuhan.

P: Kami memuliakan Dikau, ya Tuhan, sebab Engkau telah mengasihi kami sampai akhir. Engkaulah penyelamat kami, Engkaulah sumber kekuatan dan teladan bagi setiap martir.

U: Kami memuliakan Dikau, ya Tuhan.

P: Engkau memanggil semua orang berdosa yang bertobat, kepada kehidupan abadi.

U: Kami memuliakan Dikau, ya Tuhan.

P: Hari ini kami mempersembahkan darah perjanjian baru yang Kaucurahkan demi pengampunan dosa.

U: Kami memuliakan Dikau, ya Tuhan.

P: Berkat rahmatMu kami tetap bertekun dalam iman sampai pada hari ini.

U: Kami memuliakan Dikau, ya Tuhan.

P: Kami percaya bahwa arwah orang beriman Kauterima dalam kemuliaanMu.

U: Kami memuliakan Dikau, ya Tuhan.

BAPA KAMI

Bapa kami yang ada di surga,

dimuliakanlah namaMu.

Datanglah kerajaanMu.

Jadilah kehendakMu di atas bumi seperti di dalam surga.

Berilah kami rezeki pada hari ini.

Dan ampunilah kesalahan kami,

seperti kamipun mengampuni yang bersalah kepada kami.

Dan janganlah masukkan kami ke dalam percobaan,

Tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat. Amin

DOA PENUTUP

Ya Allah, Engkaulah cahaya orang beriman dan gembala umat manusia. Santo Andreas Kim Taegon, santo Paulus Chong Hasang dan kawan-kawan martir, Kautetapkan dalam Gereja untuk menggembalakan domba-dombaMu dengan perkataan, dan membimbing mereka dengan teladan. Semoga dengan bantuannya kami berpegang pada iman yang diajarkannya dengan perkataan, dan berpijak pada jalan yang dirintisnya dengan teladan.

Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan  pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persekutuan Roh Kudus, sepanjang segala masa. Amin

PENUTUP

P: (+) Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita ke hidup yang kekal.

 

U: Amin.

Sumber: Ibadat Harian Komisi Liturgi KWI

 

Tiga Pengembang Besar Raih Penghargaan di Ajang “BTN Golden Property Awards 2017”

Sesawi.net - Wed, 20/09/2017 - 14:21
TAHUN 2017 ini, gelar acara “BTN Golden Property Awards 2017”  sampai menyebut tiga nama pengembang kawasan yang layak diberi penghargaan “Lifetime Achievement Awards”.  Apresiasi itu jatuh kepada pundak tiga pengusaha super kakap di bidang pengembangan kawasan. Penyebutan tiga nama pengembang kawasan super kakap ini terjadi di ajang acara “BTN Golden Property Awards 2017”.  Di situ […]

Uskup Hong Kong Beberkan Cara Menghadapi China

UCAN Indonesia - Wed, 20/09/2017 - 14:03

Uskup baru Hong Kong, Mgr  Michael Yeung, menggambarkan pendekatannya dalam berurusan dengan rezim yang menekan kebebasan beragama di China sebagai satu pendekatan yang sehat, yang mempertimbangkan pembicaraan yang sedang berlangsung antara Vatikan dan Beijing.

Dalam sebuah wawancara dengan ucanews.com, Uskup Yeung ingin mengingatkan orang bahwa dia bukan seorang diplomat atau terlibat dalam negosiasi Vatikan-Beijing, dan dia tidak akan mengganggu hubungan antara gereja dan China daratan.

“Seandainya saya bukan uskup Hong Kong dan hanya seorang imam, mungkin saya akan bergabung dalam banyak demonstrasi. Tapi sebagai uskup Hong Kong, orang akan melihat saya secara berbeda. Saya harus memikirkan hubungan Vatikan-China, “kata Uskup Yeung di ruang kerjanya di Hong Kong.

“Saya tidak mau mengganggu situasi. Jika ada kemungkinan untuk mempertahankan dialog, saya akan dengan segala cara melakukannya jika itu mungkin,” katanya.

Uskup Yeung, 71, dan pendahulunya, Kardinal John Tong, 78, yang mengundurkan diri pada bulan Juli, dikritik oleh beberapa kalangan Katolik karena tidak cukup banyak berbicara mengenai isu-isu yang mempengaruhi umat Katolik di daratan.

Misalnya soal nasib para uskup dan imam yang ditahan secara tidak sah atau ditempatkan di bawah tahanan rumah, atau kampanye anti-agama resmi seperti kampanye penurunan salib dan pembongkaran gereja di provinsi Zhejiang dan tempat lain.

Uskup Yeung percaya selalu ada tempat dalam situasi seperti itu. “Dalam bahasa China, ada pepatah ‘jangan pernah mengejar seseorang yang lari ke jalan buntu, karena tidak ada tempat baginya untuk lewat dan kemudian dia akan balik dan berkelahir dengan anda,” lanjutnya.

“Saya mencoba melihat isu-isu itu sebagai masalah lokal, bukan untuk meningkatkannya menjadi isu politik utama,” katanya.

“Jika pemerintah Wenzhou menurunkan salib dan hanya terjadi di Wenzhou maka ini adalah masalah lokal dan jika itu adalah satu gereja, sebuah gereja Protestan, maka anda harus menjaganya tetap kecil,” katanya. Uskup tersebut mengaku bahwa  tidak banyak gereja Katolik yang terkena imbas dalam kampanye pemindahan salib dan pembongkaran gereja.

Uskup Yeung mengatakan pemerintah China tidak mau kehilangan muka. “Jika anda mengatakan anda melawannya, maka mereka akan mengatakan, baiklah, mari berkelahi,” katanya.

Uskup Yeung mengatakan bahwa Gereja China menghadapi situasi tiga tingkat: pemerintah, Asosiasi Patriotik Katolik China (CPA), dan gereja.

“CPA sebenarnya (bekerja) sebagai jembatan antara pemerintah dan gereja. Pemerintah tidak akan menangani apa yang disebut Konferensi Waligereja  China (walaupun itu juga tidak disetujui secara resmi oleh Roma dan merupakan organisasi yang dikelola oleh Partai) mereka memberi tahu CPA apa yang harus dilakukan, “katanya.

Uskup Yeung menyatakan dengan tegas  bahwa Gereja Katolik bukanlah sebuah organisasi politik, tetapi jika situasi itu muncul yang bertentangan dengan keadilan sosial dan ajaran Katolik, maka gereja harus berbicara.

Uskup juga mengambil kesempatan untuk menanggapi berita media yang mencirikan dia sebagai orang yang mendesak untuk menghindari peristiwa 4 Juni yang mengingatkan penindasan keras Beijing terhadap demonstran pro-demokrasi damai yang berlangsung di dan sekitar Lapangan Tiananmen pada tahun 1989.

“Untuk 4 Juni, saya merasa sangat sedih, saya pernah melakukan demonstrasi tahunan [di Hong Kong] beberapa kali saja. Tapi setelah 28 tahun, saya bertanya pada diri sendiri apa lagi yang bisa saya lakukan?” Ujarnya.

“Untuk memberikan penilaian adil pada tanggal 4 Juni, saya rasa tidak masalah, itu tertulis dalam sejarah,” katanya. “Tapi jika Anda, pada saat yang sama, katakanlah menyelesaikan negara satu partai, ada pepatah yang dimiliki orang Tionghoa: ‘Anda meminta harimau itu untuk memberi kulitnya.'”

 

Baca juga: Hong Kong’s new bishop admits to a realistic approach to China

Pastor Salesian Ini Mengisahkan Penangkapan dan Pembebasannya

UCAN Indonesia - Wed, 20/09/2017 - 12:00

Pastor Tom Uzhunnalil -dari kongregasi Salesian Don Bosco (SDB)- sedang duduk di sebuah ruangan di lokasi yang tidak dia ketahui, salah satu dari sejumlah lokasi dia ditahan selama 18 bulan- ketika dia menerima kabar yang menggembirakan.

“Mereka yang menawan saya datang ke tempat saya tidur (dan berkata), ‘Saya membawa kabar baik untuk kamu. Kami akan mengirim kamu pulang. Kalau mau pergi ke kamar mandi, lakukan sekarang. Mandi, tapi cepat!” kata Pastor Tom kepada wartawan pada 16 September di kantor pusat Salesian di Roma.

Imam asal India itu diculik pada tanggal 4 Maret 2016, dari sebuah panti jompo dan penyandang disabilitas yang dikelola oleh Misionaris Cinta Kasih di Aden, Yaman. Pada hari itu, empat Misionaris Cinta Kasih dan 12 lainnya dibunuh dalam serangan oleh orang-orang bersenjata.

“Saya bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa untuk hari ini, karena sudah membuat saya aman, sehat, berpikiran jernih. Emosi saya terkendali sampai sekarang,” katanya setelah mendapatkan ketenangannya.

“Saya tidak ingin berbicara terlalu banyak tentang para suster [Misionaris Cinta Kasih] karena saya terlalu emosional,” katanya.

Meskipun laporan setelah penculikannya menunjukkan bahwa serangan tersebut dilakukan oleh ISIS, namun Pastor Uzhunnalil mengatakan bahwa para penculiknya tidak pernah mengidentifikasi siapa mereka.

“Mengapa mereka tidak membunuhku, mengapa mereka tidak mengikat tanganku, aku tidak tahu,” katanya. “Mungkin mereka menginginkan uang tebusan atau apa pun itu.”

Dia bercerita bahwa setelah meninggalkan dia di bagasi mobil, para militan menggeledah kapel, mengambil tabernakel, membungkusnya dengan kain altar dan meletakkannya di dekat imam yang diculik tersebut. Dengan tangannya yang tidak terikat, Pastor Uzhunnalil dengan hati-hati memindahkan linen dan menemukan empat atau lima hostia kecil, yang dia simpan untuk merayakan Ekaristi pada beberapa hari pertama setelah penangkapan.

Setelah persediaannya habis habis, dia berkata, dia terus melafalkan doa-doa Misa saat sendirian meski tidak memiliki roti dan anggur.

Dia menghabiskan sebagian besar waktunya untuk berdoa bagi paus, uskupnya, saudara-saudara Salesian, dan para suster dan semua orang yang sudah dipanggil Tuhan pada hari penculikannya.

Pada 11 September, Pastor Uzhunnalil diberi kabar tentang pembebasannya.

Meskipun dia hanya mengetahui sedikit tentang persiapan pembebasannya, Pastor Uzhunnalil mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada mereka yang membantu pembebasannya, termasuk Sultan Qaboos bin Said al Said dari Oman, pemerintah India, dan Vatikan, termasuk Paus Fransiskus yang dia temui sehari setelah pembebasannya.

 

Baca juga: Indian Salesian priest recounts tale of capture, liberation

Pages

Subscribe to KomKat KWI aggregator