Kumpulan Artikel dan Berita

Puncta 18.08.18. Matius 19:13-15: Menghambat Iman Anak

Sesawi.net - 1 hour 4 min ago
PADA suatu kali,  saya misa di lingkungan pedalaman. Rumah ketua umat yang dipakai sebagai tempat misa tidak terlalu luas. Umatnya banyak berdesak-desak. Ada seorang ibu mempunyai anak masih kecil. Anak itu menangis terus. “Mungkin karena pengap kepanasan” pikir saya. Supaya tidak mengganggu misa, saya bilang, “Keluarkan saja biar tenang”. Ibu muda itu “thingak-thinguk” ragu-ragu. Saya […]

Jadi Teladan Bagi Anak-anak

Sesawi.net - Fri, 17/08/2018 - 22:42
MELALUI  bacaan Injil pada hari ini, kita disadarkan agar tidak menjadi penghalang bagi anak-anak untuk datang kepada Yesus. Sebagai orang tua, kita memiliki tanggung jawab atas pembinaan iman anak-anak kita. Sejak dini mereka harus dibimbing untuk mengenal Dia. Tidak hanya mengajarkan mereka untuk berdoa, membawa mereka ke gereja, tapi terutama adalah dengan memberikan teladan yang […]

Kata Mutiara – Sabtu 18 Agustus 2018

Sesawi.net - Fri, 17/08/2018 - 22:39
PELAJARAN terbesar dalam hidup, untuk belajar merunduk dan merendahkan hati, kita belajar bukan dari orang dewasa yang terpelajar, tetapi dari anak-anak yang tidak tahu apa-apa Mahatma Gandhi     Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

Mengapa Jihad Berujung Terorisme?

Sesawi.net - Fri, 17/08/2018 - 19:00
Di lantai 3 Gedung Karya Pastora l Katedral Jakarta Lantai 3 tampak sedikit berbeda akhir pekan itu. Tepat di samping ruang Komunikasi Sosial (Komsos) Keuskupan Agung Jakarta (KAJ), ada kue-kue yang terjejer rapi. Bukan acara kondangan atau acara ramah-tamah, melainkan pertemuan kedua Kelas Mengenal yang Lain. Kali ini, Sabtu, 11 Agustus 2018, topik yang diangkat […]

Renungan Harian, Sabtu: 18 Agustus 2018, Mat. 19:13 – 15

Mirifica.net - Fri, 17/08/2018 - 19:00
ALAH satu kebiasaan yang baik yang dihidupi dalam perayaan gereja Katolik adalah memberikan berkat kepada anak-anak yang menghadiri Ekaristi pada hari minggu. Namun, membawa anak-anak pada Yesus untuk didoakan dan diberkati tidak hanya berhenti pada perayaan Ekaristi. Orangtua harus lebih aktif dan tidak menunggu anak untuk berinisiatif. Inisiatif dan keaktifan itu bisa dengan melibatkan anak …

Pelita Hati: 18.08.2018 – Yang Empunya Kerajaan Surga

Sesawi.net - Fri, 17/08/2018 - 17:00
Bacaan Matius 19:13-15 Lalu  orang membawa anak-anak kecil kepada Yesus, supaya Ia meletakkan tangan-Nya atas mereka dan mendoakan mereka; akan tetapi murid-murid-Nya memarahi orang-orang itu. Tetapi Yesus berkata: “Biarkanlah anak-anak itu, janganlah menghalang-halangi mereka datang kepada-Ku; sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Sorga.” Lalu Ia meletakkan tangan-Nya atas mereka dan kemudian Ia berangkat […]

Sejumlah Ulama di Pakistan Beri Penghormatan untuk Mendiang Kardinal Tauran 

UCAN Indonesia - Fri, 17/08/2018 - 15:44

Sejumlah ulama di Propinsi Punjab, Pakistan, memberi penghormatan kepada mendiang Kardinal Jean-Louis Tauran asal Perancis dalam sebuah peringatan arwah yang diadakan di Lahore pada Minggu (12/8).

Kardinal Tauran, mantan ketua Dewan Kepausan untuk Dialog Antarumat Beragama, meninggal di Amerika Serikat pada 5 Juli pada usia 75 tahun setelah sekian tahun berjuang melawan penyakit Parkinson yang dideritanya.

Ia mengunjungi Republik Islam itu delapan tahun sebelumnya dan memberi dampak yang kuat dalam upayanya untuk mempromosikan kerukunan antaragama.

“Ini kehilangan bagi kami. Kami sedih atas kematian Kardinal yang mengisi hidupnya di antara orang-orang seperti kami,” kata Allama Zubair Abid dalam acara itu.

“Sekitar 15 tahun lalu pertemuan-pertemuan antaragama seperti ini tidak mungkin dilakukan di Pakistan. Kami menghormati siapa saja yang mempromosikan perdamaian dan menolak ekstremisme tanpa memandang agama mereka,” lanjutnya.

Allamu adalah satu dari sekitar 12 umat Islam yang mengikuti acara yang digelar di Katedral Hati Kudus di kota itu.

Upacara khusuk itu dimulai dengan pembacaan Alquran oleh Qari Khalid Mehmood dari Dewan Punjab dan diakhiri dengan pembacaan Doa Damai dari St. Fransiskus.

Kardinal Tauran, mantan ketua Dewan Kepausan untuk Dialog Antarumat Beragama, nampak dalam sebuah seminar tentang intoleransi agama, ekstremisme dan kekerasan di Kairo, Mesir, dalam foto yang diambil pada 22 Februari 2017 ini. (Foto: Ahmed Ismail/AFP)

 

Dalam kunjungannya ke Pakistan pada 2010, Kardinal Tauran bertemu mantan Presiden Asif Ali Zardari di Islamabad. Ia mendesak Zardari untuk mengampuni Asia Bibi, seorang ibu beragama Nasrani yang dihukum mati di bawah UU Penodaan Agama di negara itu.

Dua tahun kemudian, ia menyuarakan dukungannya untuk Rimsha Masih, seorang gadis asal Pakistan yang menderita keterbelakangan mental dan ditahan karena diduga membakar sebuah Alquran.

Di Lahore, prelatus itu meresmikan Pusat Perdamaian Dominikan dalam sebuah upacara yang dihadiri oleh para pemimpin Gereja Katolik dan Gereja (Protestan) Pakistan serta beberapa tokoh agama Bahai, Hindu, Islam dan Sikh.

Ia kemudian bertemu dengan para ulama dan tokoh agama lain dalam sebuah pertemuan yang diselenggarakan oleh Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Keuskupan Agung Lahore.

Setelah pertemuan itu, seorang staf dari pusat perdamaian secara rutin mengirim ucapan melalui email yang diterjemahkan ke dalam Bahasa Urdu untuk para pemimpin Muslim saat Hari Raya Idul Fitri.

Kardinal Tauran juga memberi beasiswa selama enam bulan kepada tiga guru Muslim yang belajar tentang agama Kristen di Vatikan.

Sohail Ahmad Raza, direktur hubungan antaragama Minhaj-ul-Quran International, sebuah LSM yang didirikan pada 1980, membagikan kenangan akan pertemuannya dengan Kardinal.

“Suatu hari saya berjalan memasuki sebuah gereja dengan mengenakan sebuah topi. Umat minta saya untuk melepas topi untuk menghormati Kardinal. Tapi Kardinal melihat apa yang sedang terjadi dan mengijinkan saya untuk tetap memakai topi,” katanya kepada ucanews.com.

“Ia adalah orang yang penuh kasih sayang dan rendah hati. Kita tentunya merindukan pesan cinta kasihnya untuk Hari Raya Idul Fitri,” katanya.

Uskup Agung Lahore Mgr Sebastian Shaw mengatakan mendiang Kardinal Tauran adalah orang yang terkenal karena tidak pernah melupakan nama beberapa orang. Ia mengingat semua tamu Muslim yang diterimanya dari Pakistan bahkan saat ia sudah menginjak tua dan berjuang melawan penyakitnya.

“Saya tahu ia juga merasa sangat sakit atas penderitaan warga Muslim Rohingya (di Myanmar dan di kamp-kamp pengungsi di Banglades),” kata prelatus itu.

“Kunjungannya yang terakhir ke Arab Saudi berfokus pada peletakan landasan yang kuat untuk hubungan yang lebih dekat antara Tahta Suci dan Riyadh. Kita telah kehilangan seorang pemenang sejati dialog anataragama,” katanya.

 

Aktivis Katolik di Vietnam Divonis 20 Tahun Penjara

UCAN Indonesia - Fri, 17/08/2018 - 14:58

Sebuah pengadilan di Vietnam bagian tengah menjatuhkan hukuman penjara selama 20 tahun kepada seorang aktivis beragama Katolik karena melakukan berbagai kegiatan yang berusaha “menggulingkan pemerintahan rakyat.”

Pada Kamis (16/8) Pengadilan Negeri Propinsi Nghe An juga menjatuhkan hukuman tahanan kota selama lima tahun kepada Le Dinh Luong setelah ia menyelesaikan hukuman penjara, demikan laporan surat kabar Nghe An milik pemerintah.

Menurut surat kabar itu, Luong adalah orang yang “reaksioner dan sangat berbahaya” yang dituduh “melakukan tindakan untuk menggulingkan pemerintahan rakyat.”

Surat kabar itu juga menyebutkan bahwa Luong, 53, terbukti bersalah telah menjadi anggota Viet Tan yang berbasis di Amerika Serikat. Vietnam menganggap kelompok ini sebagai kelompok teroris.

Selain itu, Luong terbukti bersalah telah membujuk sejumlah aktivis lain untuk bergabung dengan Viet Tan, memancing warga untuk menentang pemerintahan komunis dan memboikot pemilihan nasional pada 2016 serta memimpin aksi protes menentang polusi laut yang sangat parah.

Gedung pengadilan dijaga ketat oleh polisi. Hanya isteri Luong yang diperbolehkan menghadiri persidangan.

Ketika Luong – yang adalah mantan tentara – mengikuti persidangan, 17 imam dari Dekenat Ke Dua merayakan Misa khusus yang dihadiri oleh ratusan umat Katolik di paroki asal Luong, Vinh Hoa. Mereka berdoa bagi Luong agar ia tetap tenang saat persidangan.

Berbagai sumber Gereja mengatakan banyak aparat polisi dan militer dikerahkan di tempat-tempat umum.

Nguyen Xoan, anak tiri Luong, mengatakan ia bangga terhadap ayah tirinya yang “berani dan bangga akan ‘kejahatannya.’”

Ia mengatakan ayah tirinya tetap tenang selama persidangan dan tersenyum ketika hukuman dijatuhkan. “Saya tidak bersalah. Bebaskan saya segera,” katanya, seraya mengutip ayah tirinya di akhir persidangan.

Dang Dinh Manh, seorang pengacara, mengatakan di Facebook bahwa “kita sangat mengagumi dan memuji apa yang telah dilakukannya dan menjadi perhatiannya serta sikap tenang dan santainya di persidangan.”

Persaudaraan untuk Demokrasi yang berbasis di Vietnam mengatakan penahanan Luong dan persidangannya merupakan pukulan bagi hak asasi manusia dan politik.

“Semua kegiatannya hanya menunjukkan (rasa hormat kepada) kebebasan bertindak partai politik, berbicara dan pers,” Nguyen Van Dai, seorang pengacara beragama Protestan dan pendiri kelompok itu, mengatakan dalam sebuah pernyataan.

Dai – yang dihukum 15 tahun penjara karena berusaha menggulingkan pemerintah pada April tetapi dibebaskan dan diasingkan ke Jerman pada Juni lalu – mengatakan tidak ada “pemerintahan rakyat” tetapi “hanya pemerintahan otoriter komunis yang anti-demokrasi, anti-revolusi dan reaksioner” yang ada di Vietnam sejak 1975.

Pengacara itu mengecam hukuman yang diberikan kepada Luong dan menggambarkan hukuman itu sebagai “tindakan kasar, jahat dan keji dari pemerintah.” Ia meminta pemerintah untuk segera dan tanpa syarat membebaskan Luong.

Pada Rabu (15/8), Pengadilan Tinggi Negeri Hanoi juga menjatuhkan hukuman penjara selama enam tahun dan hukuman percobaan selama lima tahun kepada aktivis berusia 32 tahun, Nguyen Viet Dung, karena melakukan kampanye menentang negara itu.

 

Paus Berdoa bagi Para Penderita pada Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga

UCAN Indonesia - Fri, 17/08/2018 - 10:41

Pesta Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga adalah tanda khusus akan kemurahan hati Tuhan, tetapi juga menunjukkan keinginan Tuhan untuk menyelamatkan semua orang, tubuh dan jiwa, kata Paus Fransiskus.

Melantunkan doa Angelus pada Pesta Santa Perawan  Maria Diangkat ke Surga pada  15 Agustus, Paus Fransiskus juga meminta orang banyak di Lapangan Santo Petrus untuk bergabung dengannya dalam doa bagi 38 orang yang meninggal pada 14 Agustus ketika sebuah jembatan besar di jalan raya di Genoa, Italia, runtuh.

Tetapi, dia juga berdoa untuk semua orang yang menderita di seluruh dunia. “Kepada Bunda  Maria, penghibur orang yang menderita, yang kita renungkan hari ini dalam kemuliaan surga, aku ingin berdoa dan menyerahkan penderitaan dan kesengsaraan dari mereka  di banyak bagian dunia, yang menderita secara fisik dan jiwa.”

“Mari kita berdoa bahwa Bunda Maria, dengan sifat keibuannya, akan membantu kita melewati perjalanan harian kita dengan harapan yang pasti untuk bergabung dengannya suatu hari nanti dengan semua orang kudus dan orang yang kita cintai di surga,” kata Sri Paus.

Maria diangkat, tubuh dan jiwa, ke surga adalah “hak istimewa ilahi” yang diberikan kepadanya karena persatuan eratnya dengan Yesus sejak awal, kata Paus. “Itu adalah persatuan fisik dan spiritual yang dimulai pada Kabar Sukacita dan sepanjang hidup Maria,” yang akhirnya menuju ke kaki salib.

Bila Maria diberi rahmat khusus, kata Sri Paus, hari raya ini harus mengingatkan umat Katolik bahwa Gereja mengakui iman akan “kebangkitan tubuh” bagi semua yang diselamatkan oleh Kristus.

“Pengangkatan Maria ke surga memanifestasikan dan menegaskan kesatuan pribadi manusia dan mengingatkan kita bahwa kita dipanggil untuk melayani dan memuliakan Tuhan dengan seluruh tubuh, jiwa dan raga kita,” katanya.

“Melayani Tuhan hanya dengan tubuh kita akan menjadi tindakan seorang budak; melayani Tuhan hanya dengan jiwa akan bertentangan dengan sifat manusia kita.”

 

Peziarah Desak Mengevangelisasi  lagi di Vietnam

UCAN Indonesia - Fri, 17/08/2018 - 10:25

Konferensi Waligereja Vietnam mengajak  para peziarah  mencontohi para martir  membagi kasih Tuhan kepada sesama pada Hari Raya Santa Perawan Maria Di Angkat ke Surga di sebuah Gua  Maria negara itu.

Ribuan devosan kepada Bunda Maria berkumpul pada Hari Raya santa Perawan  Maria Diangkat ke Surga pada 14-15 Agustus di tempat suci negara itu yang  berusia 220 tahun, Santa Perawan Maria  La Vang di provinsi Quang Tri, Vietnam Tengah.

Empat uskup dan ratusan imam mengadakan Misa khusus dan pelayanan lainnya selama pertemuan tahunan tersebut.

Mgr Peter Nguyen Van De SDB, uskup Keuskupan Thai Binh mengatakan kepada umat yang hadir bahwa Bunda Maria dan leluhur mereka menerima karunia rahmat Ilahi dan menghidupi dalam hidup sehari-hari.

“Para martir Vietnam dengan berani memberikan kesaksian tentang Rahmat Ilahi atas pengorbanan hidup mereka sendiri sehingga kita dapat menikmati hidup yang kekal,” katanya.

Sekitar  300.000 umat Katolik mengalami penderitaan dan mati terbunuh karena iman mereka selama abad ke-17, 18 dan 19. Di antara mereka, 117 martir dikanonisasi pada 19 Juni 1988, oleh Paus St. Yohanes Paulus II.

Tempat suci nasional itu  adalah salah satu tempat utama bagi umat Katolik di seluruh Vietnam untuk  berziarah selama Tahun Yubelium untuk merayakan ulang tahun ke-30 kanonisasi yang berakhir pada 24 November, hari raya para martir.

“Kita seharusnya tidak merayakan kehidupan kekal untuk diri sendiri tetapi membaginya kepada orang lain karena itu adalah pesan Yesus,” kata Uskup De dalam kotbahnya.

Uskup Salesian itu mengatakan keuskupannya yang mencakup provinsi Thai Binh dan Hung Yen hanya memiliki 145.000 umat Katolik dari total populasi 5,2 juta. Gereja Katolik  Vietnam melayani 7 juta umat Katolik di antara 95 juta penduduk negara itu.

“Ini karena hanya sedikit orang saja dari kita yang melakukan evangelisasi, bukan karena orang membenci Yesus. Saya seorang uskup dan memberitakan Firman Tuhan di gereja. Saya tidak pernah berbicara tentang Yesus kepada pengikut agama lain,” diakui oleh Uskup De, Gereja lokal tidak memiliki rencana konkret untuk menginjili orang-orang non-Katolik.

Uskup  Emeritus Fransiskus Xaverius Le Van Hong, uskup Keuskupan Agung Hue mengatakan Santa Prawn Maria  La Vang adalah ibu dari mereka yang menngalami penderitaan.

Selama ziarah dua hari, para devosan Bunda  Maria menghadiri Misa, berdoa rosario, meletakan bunga kepada Bunda Maria, mengaku dosa, melakukan doa tuguran dan berbaris dalam prosesi di belakang patung Maria yang dihiasi dengan bunga dan lilin.

Mgr Joseph Nguyen Chi Linh, uskup keuskupan agung  Hue memimpin layanan untuk mempersembahkan dupa di depan relik-relik para martir dan merenungkan kemartiran mereka di masyarakat saat ini. Mereka juga berdoa kepada Bunda Maria untuk menyembuhkan mereka yang sakit dan mereka yang terluka dalam kecelakaan dan mewartakan perdamaian kepada para korban ketidakadilan, orang-orang yang terlantar dan tunawisma.

 

Empat Bruder MTB Berkaul Kekal, Jadilah Religius Seturut Teladan Maria Tak Bernoda

Sesawi.net - Fri, 17/08/2018 - 10:16
KABAR gembira kali ini datang dari keluarga besar Kongregasi Bruder Maria Tak Bernoda (MTB) di Pontianak. Bertepatan dengan Hari Raya Santa Maria Diangkat ke Surga, berlangsunglah upacara meriah pengikraran kaul kekal empat bruder dan pembaharuan kaul tiga bruder MTB di Gereja St. Yosef Paroki Katedral Pontianak, Rabu tanggal 15 Agustus 2018. Hadir di altar sebagai […]

Album Tahbisan Imam di Gereja St. Petrus Pekalongan – Keuskupan Purwokerto, Jateng

Sesawi.net - Fri, 17/08/2018 - 09:24
BERIKUT ini kami paparkan sejumlah foto kenangan misa tahbisan imam di Gereja St. Petrus Paroki Pekalongan, Jateng. Paroki Pekalongan masuk wilayah administratif gerejani Keuskupan Purwokerto.    

Mempertahankan Kemerdekaan

Sesawi.net - Thu, 16/08/2018 - 23:23
YESUS mengatakan: “Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah.” SabdaNya pada hari ini mengundang kita untuk merenungkan kembali sejauh mana kita sudah menjadi warga negara dan sekaligus warga kerajaan Allah yang baik. Sebagai warga negara Indonesia yang hidup di tengah masyarakat yang […]

Kata Mutiara – Jumat 17 Agustus 2018

Sesawi.net - Thu, 16/08/2018 - 23:18
HIDUP tanpa kebebasan bagaikan sebuah tubuh tanpa jiwa Khalil Gibran Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

Puncta 17.08.18. Matius 22:15-22: Pekik Merdeka

Sesawi.net - Thu, 16/08/2018 - 22:42
APA yang menjadi hak kaisar berikan kepada kaisar. Apa yang menjadi hak Allah berikan kepada Allah. Selamat Hari Ulang Tahun Kemerdekaan ke-73 Republik Indonesia. Kera Kita, prestasi bangsa. Kita jaga Pancasila, UUD 1945. NKRI harga mati dan Bhinneka Tunggal Ika. Salam Pekik Merdeka.

Artikel Kesehatan: FHC Menuju UHC

Sesawi.net - Thu, 16/08/2018 - 20:43
KEBIJAKAN Perawatan Kesehatan Gratis atau ‘Free Health Care’ (FHC) dirancang untuk dapat membantu tercapainya cakupan kesehatan semesta atau ‘Universal Health Couverage’ (UHC). Apa yang harus dilakukan? Pada tahun 2015, PBB mengadopsi 17 tujuan pembangunan berkelanjutan atau ‘Sustainable Development Goals’ (SDG) yang berkomitmen untuk mengakhiri kemiskinan dalam segala bentuknya pada tahun 2030. Tujuan ketiga (SDG 3) […]

Kunci Utama di Balik Setia dan Bahagia Menjadi Suster Fransiskan Sukabumi SFS (6)

Sesawi.net - Thu, 16/08/2018 - 19:32
USIA 50 tahun dan 25 tahun itu bukanlah rentang waktu yang pendek. Untuk kategori umur manusia, angka 50 tahun dan 25 tahun adalah perjalanan hidup yang begitu panjang, penuh onak duri dan liku-liku hidup. Ibarat perjalanan kapal yang memulai pelayarannya pertama dari sebuah titik keberangkatan di pelabuhan bernama Novisiat SFS dan kini –setelah 50 tahun […]

Renungan Harian, Jumat: 17 Agustus 2018, Mat.22:15 – 21

Mirifica.net - Thu, 16/08/2018 - 19:00
ADA Hari Raya Kemerdekaan Indonesia ini, sabda Tuhan hari ini mengingatkan kita untuk tidak memisahkan antara hidup keagamaan dan hidup harian. Sebagai umat yang taat kepada Tuhan, kita juga harus taat kepada pemerintah (bdk. 1Ptr. 2:13) dengan memenuhi apa yang menjadi kewajiban sebagai warga, seperti membayar pajak, terlibat dalam kegiatan membangun masyarakat yang lebih harmonis, adil, …

Politik Timor-Leste Menemui Jalan Buntu Akibat Tuduhan Korupsi

UCAN Indonesia - Thu, 16/08/2018 - 17:57

Timor-Leste terus berada dalam krisis politik. Partai terbesar dalam pemerintah koalisi Aliansi untuk Kemajuan dan Perubahan (AMP) mengancam  mendakwa Presiden Francisco Guterres jika dia tidak menyetujui sembilan kandidat menteri yang terindekasi korupsi.

Guterres menolak menerima para kandidat setelah mengirim nama-nama itu ke Komisi Pemberantasan  Korupsi  (CAC) dan jaksa umum untuk penyelidikan.

Dipimpin oleh pahlawan revolusioner dan mantan presiden, Xanana Gusmao, Kongres Nasional untuk Rekonstruksi Timor (CNRT) adalah mitra terbesar dalam koalisi AMP tiga partai dengan 23 kursi.

Sementara itu, Partai Pembebasan Rakyat hanya memiliki delapan kursi. Partai yang dipimpin oleh Jose Maria de Vasconcelos, salah satu mantan pejuang kemerdekaan yang dilantik sebagai perdana menteri pada 23 Juni dan yang dikenal dengan  panggilan Taur Matan Ruak.

Partai Khunto, anggota ketiga dari koalisi yang memiliki hubungan kuat dengan kelompok seni bela diri, memiliki lima kursi.

Partai-partai oposisi mengisi sisa kursi legislatif dengan 65 kursi, yang dipimpin oleh Front Revolusioner untuk Timor-Leste Merdeka (Fretilin) ​​dengan 23 kursi.

Fretilin menjadi cikal bakal  gerakan perlawanan dan menjadi bagian dari pemerintah di Timor-Leste ketika negara itu memperoleh kemerdekaannya dari Indonesia  tahun 2002. Ia tetap berkuasa hingga 2007.

CNRT membela sembilan kandidat menteri dalam sebuah surat kepada Guterres yang  menjamin bila mereka harus diadili jika ada tuduhan korupsi atau kesalahan lain yang ditujukan kepada mereka.

Ketika surat ini gagal menggoyahkan presiden, partai itu meningkatkan tekanan mereka dengan mengeluarkan pernyataan pada 7 Agustus yang mengancamnya untuk diimpesment jika dia gagal menyetujui para kandidat “dalam 10 hari.”

“Kami ingin mengatakan … bahwa orang-orang ini adalah pimpinan puncak CNRT yang telah dipilih dan dipercaya oleh rakyat negara kami,” katanya.

“Dan hanya pada orang-orang inilah kami, struktur organisasi CNRT di kota-kota, telah menaruh kepercayaan kami,” lanjut pernyataan itu, yang dirilis tak lama setelah kongres partai.

“Ada klaim konstitusional untuk peran kepresidenan itu sebagai penjamin kelancaran fungsi lembaga-lembaga demokratis pada pasal 74,” kata Michael Leach, seorang profesor politik di Universitas Swinburne Melbourne.

“Pertanyaannya, apakah harus ada uji hukum yang ketat pada kandidat menteri  dan pemerintah telah mendepak dua kandidat yang saat ini menghadapi dakwaan  atau apakah presiden berhak  membuat penilaian pada kemampuan politik mereka untuk jabatan menteri.”

Sejak kemerdekaan Timor-Leste, lebih dari $ 14 milyar telah dihabiskan dari Dana Minyak yang menyumbang  sebagian besar pendapatan negara, namun hanya sedikit pembangunan yang kelihatan kecuali untuk beberapa proyek infrastruktur besar.

Hampir tidak ada uang yang mengalir ke masyarakat biasa di negara ini, salah satu negara termiskin di dunia dengan PDB per kapita hanya US $ 1.239. Sekitar 30 persen dari bangsa ini terperosok dalam kemiskinan dan orangtua harus berjuang dengan tingkat kekurangan gizi pada anak yang sangat tinggi sebesar 40 persen.

Timor-Leste menduduki peringkat ke-91 dari 180 negara yang dinilai oleh Transparency International tahun 2017. Sementara itu, laporan “kemudahan berusaha” Bank Dunia menempatkannya di peringkat 178 dari 190 negara.

CAC telah menghadapi beban kerja yang terus meningkat dan kepercayaan para pemegang jabatan publik senior terus meningkat. Sekarang orang-orang Timor dan pengusaha biasa semakin kecewa, sementara kedua partai besar bersumpah untuk fokus pada langkah-langkah anti-korupsi dalam kampanye mereka.

“Kami telah diserang oleh korupsi endemik ini, yang juga merupakan masalah moral dan etis. Jika kita tidak dapat membunuh ini, itu akan membunuh kita sebagai sebuah negara,” kata Dominginos Suares, 24 tahun, yang belajar  ilmu politik di ibukota Dili, kepada ucanews.com.

“Para pemimpin korup itu tidak mencintai Timor-Leste. Mereka akan menghancurkan masa depan kita. Korupsi berkembang pesat. Lihatlah berapa banyak orang yang dipenjara sementara yang lain melarikan diri dari negara ini,” katanya, mengacu pada daftar mantan menteri yang terus bertambah dan birokrat senior.

Rui Castro memiliki Ruvik, sebuah bisnis jasa menengah, dan menjabat sebagai wakil presiden Kamar Dagang dan Industri Timor-Leste.

“Kami telah hidup dengan masalah semacam ini selama 10 tahun,” kata Castro. “Kita harus mengatasi mereka.”

Masalah utamanya adalah CAC yang diluncurkan tahun 2010 tidak memiliki gigi. Semua komisioner telah mengeluh bahwa lembaga itu membutuhkan kekuatan terpisah dari yang ditetapkan dalam KUHP, itu artinya di butuhkan undang-undang baru untuk disahkan, kata Leach, sebuah proposal yang didukung oleh jaksa penuntut umum.

“Timor-Leste, sebagai masyarakat pasca-konflik, sedang menghadapi masalah korupsi dan menyiapkan sejumlah mekanisme untuk mengatasi masalah akuntabilitas dan transparansi,” kata Aderito de Jesus Soares, komisioner anti-korupsi Timor-Leste, kepada ucanews.com.

“Masih ada sejumlah faktor penting yang membuat Timor-Leste paling tidak berpotensi rentan terhadap korupsi. Di antaranya adalah sifat lembaga-lembaga negara yang ruwet, dan kerangka hukum yang masih dalam proses, dan itu yang terlemah.”

“Masyarakat sering mengharapkan komisi melakukan mukjizat dalam memerangi korupsi. Mereka mengharapkan (komisi) bertindak cepat dalam waktu sesingkat mungkin,” tambahnya.

“Namun, harapan seperti itu pasti tidak akan terpenuhi jika dukungan negara untuk komisi yang lebih baik tidak memadai.”

Pada 10 Juli, Fretilin memperkenalkan kembali RUU itu ke parlemen baru. Ucanews.com mengetahaui RUU itu telah mendapat dukungan dari beberapa legislator tetapi di Timor-Leste kabinet terpisah dari parlemen, mengilustrasikan beberapa celah dalam aliansi yang berkuasa.

RUU baru akan memperluas ketentuan pidana di bidang-bidang seperti memperdagangkan pengaruh, praktik korupsi kolusif, penipuan konstruksi dan pemasok, dan kekayaan yang tidak dapat dibuktikan.

Ini juga memberi lebih banyak wewenang kepada pihak berwenang untuk menyelidiki, menyita dan memegang aset dan bukti serta dapat menyelidiki laporan anonim tentang sebuah kasus korupsi. RUU itu juga menciptakan tanggung jawab perusahaan untuk tindakan kriminal, serta mengkriminalisasi tindakan korup oleh pejabat yang dilakukan di luar negeri.

Satu bagaian dari RUU itu yang menimbulkan kontroversi berkaitan dengan seperangkat ketentuan yang diusulkan yang akan memungkinkan pihak berwenang untuk memulai penyelidikan dan mempertanyakan tersangka ketika ada indikasi perolehan kekayaan yang melanggar hukum.

Ini mengacu pada kasus-kasus di mana orang memiliki banyak aset tetapi tidak memiliki sarana keuangan untuk mendapatkannya. Tetapi para ahli hukum pengadilan berpendapat bahwa ini akan menjadi pelanggaran praduga tak bersalah yang diabadikan secara konstitusional.

Masalah yang lebih rumit, kata orang dalam, adalah bahwa baik presiden dan perdana menteri secara efektif bekerja sama untuk mendepak sembilan kandidadat menteri keluar dari kabinet.

Selain itu, setiap upaya untuk impeachment presiden akan membutuhkan dua pertiga mayoritas di parlemen, yang merupakan sesuatu yang CNRT tidak dapat lakukan.

Para pengamat mengatakan keputusan Guamao pada Juli untuk tidak bergabung dengan pemerintah bertujuan memberikan ruang yang cukup besar untuk menyelesaikan krisis.

Jika negarawan senior negara itu menyetujui RUU antikorupsi, bagaimanapun, itu bisa memberi kabar baik bagi semua orang.

 

Pages

Subscribe to KomKat KWI aggregator