Kumpulan Artikel dan Berita

26 Maret, St. Ludger

Mirifica.net - 4 hours 10 min ago

 

Lahir di Belanda, ia dididik oleh St. Gregorius dari Utrecht. Kemudian pergi ke Inggris, belajar kepada Beato Alcuin dari York. Ditahbiskan sebagai Benediktin pada usia 35 tahun, ia bermisi selama tujuh tahun, sampai ia diberi kepercayaan oleh Charlemagne untuk membimbing kerohanian lima provinsi. Ia kemudian diangkat sebagai uskup Munster pada usia 62 tahun dan melayani lima tahun sampai meninggal.

sumber dan gambar: #catholicorg

Kapolda Metro Jaya Irjenpol M. Iriawan Sambangi Gereja St. Clara Bekasi

Sesawi.net - Sat, 25/03/2017 - 20:04
TAK diduga,  Kapolda Metro Jaya Irjenpol Mohamad Iriawan bersama jajarannya disertai para petinggi Polres Mertro Bekasi Kota melakukan kunjungan menyambangi lokasi dimana tengah berlangsung projek pembangunan Gereja Katolik St. Clara di Bekasi Utara, Jabar. Kedatangan jajaran petinggi Polda Metro Jaya beserta petinggi Polres Metro Bekasi Kota ini terjadi pada hari Sabtu siang sekitar pukul 14.30 […]

Sabda Hidup: Minggu, 26 Maret 2017

Sesawi.net - Sat, 25/03/2017 - 20:00
HARI MINGGU PRAPASKAH IV warna liturgi Ungu Bacaan 1Sam. 16:1b,6-7,10-13a; Mzm. 23:1-3a,3b-4,5,6; Ef. 5:8-14; Yoh. 9:1-41. BcOIbr 7:1-11 Bacaan Injil: Yoh. 9:1-41 1 Waktu Yesus sedang lewat, Ia melihat seorang yang buta sejak lahirnya. 2 Murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya: “Rabi, siapakah yang berbuat dosa, orang ini sendiri atau orang tuanya, sehingga ia dilahirkan buta?” 3 Jawab […]

Earth Hour, Mari Matikan Listrik Satu Jam Malam ini 20.30-21.30

Sesawi.net - Sat, 25/03/2017 - 19:26
HARI ini (25/3) merupakan Earth Hour 2017. Earth Hour adalah gerakan global yang diorganisir oleh World Wide Fund for Nature (WWF). Gerakan ini mendorong individu, komunitas, rumah tangga dan bisnis untuk mematikan lampu yang tidak esensial selama satu jam, dari pukul 20.30 sampai 21.30 di Sabtu terakhir di bulan Maret, sebagai simbol komitmen terhadap planet […]

Riau: Lewat Ibadat Sabda, OMK Paroki Hati Kudus Yesus Pangkalan Kerinci Jalin Keakraban

Sesawi.net - Sat, 25/03/2017 - 19:18
KAMIS, 23 Maret 2017 lalu. Kesunyian malam sekitar kompleks Gereja Hati Kudus Yesus Pangkalan Kerinci di Riau tiba-tiba berubah suasananya. Sunyi hilang dan kemudian terdengar alunan lembut puji-pujian yang dilakukan oleh sekelompok Orang Muda Katolik (OMK). Mereka tengah menggelar ibadat Sabda OMK. Ibadat ini dihadiri oleh 15 orang. Ini menjadi kegiatan rutin. Ibadat ini dilaksanakan […]

RIP Sr. M. Ignatia Manurung FCJM di Pematang Siantar, Senin Pemakaman

Sesawi.net - Sat, 25/03/2017 - 16:31
KABAR duka berhembus di Pematang Siantar, Sumatera Utara. Pada hari Sabtu pagi pukul 07.50 WIB tanggal 25 Maret 2017 telah meninggal dunia dengan tenang: M Ignatia Manurung FCJM pada usia 77 tahun. Almarhum Sr. M. Ignatia Manurung FCJM meninggal dunia di Komunitas FCJM St. Clara, Jl. Viyata Yudha, Pematang Siantar. Jenazah akan disemayamkan di Susteran […]

Mgr. Paskalis Bruno Syukur OFM Tinggalkan RS, Senin 27 Maret 2017 ke Jakarta

Sesawi.net - Sat, 25/03/2017 - 15:41
KABAR bungah kembali datang dari Sintang, Kalbar. Dari Romo Hary, imam Keuskupan Bogor, mengatakan bahwa pada hari Sabtu siang tanggal 25 Maret 2017 Bapak Uskup Keuskupan Bogor Mgr. Paskalis Bruno Syukur OFM telah meninggalkan RSUD Ade Mohammad Djoen Sintang. “Bapak Uskup sekarang tinggal di rumah keluarga dokter agar bisa dilakukan monitoring lebih dekat,” terang Romo […]

Festival Air, Cara Unika Atma Jaya Peringati Hari Air Sedunia

Sesawi.net - Sat, 25/03/2017 - 15:00
HARI Air Sedunia 2017 (22/3) diperingati dengan segudang kegiatan yang dikemas sebagai Festival Air oleh Unika Atma Jaya (UAJ) selama dua hari 23-24 Maret 2107. Serangkaian acara menarik terlaksana di bawah koordinasi unit Pusat Pemberdayaan Masyarakat (PPM). Tema Air Sedunia adalah air limbah, tetapi UAJ mengangkat topik Air Hujan sebagai fokus festival air tahun ini. […]

Minggu Prapaskah 4, Tahun A 26.03.17: 1Sam. 16:1-13; Ef. 5:8-14; Yoh.

Sesawi.net - Sat, 25/03/2017 - 14:44
Melihat dan Percaya, Keberanian untuk Tumbuh dalam Iman KITA hari ini belajar melihat pertumbuhan iman dalam pengalaman orang buta yang dimelekkan. Kata penting yang dipakai Yesus berulang-ulang ialah terang dan melihat. Prinsip yang mendasari sikap kita dalam pertumbuhan iman ialah jawaban Yesus atas pertanyaan para murid: dosa siapa? Kita sering mempermasalahkan kesulitan yang terjadi: mengapa? […]

Sejuk di Wisma Unio Weetebula

Mirifica.net - Sat, 25/03/2017 - 12:15

HUJAN baru saja turun, tapi kemudian mentari terlihat memancar begitu teriknya. Udara yang terasa sedikit menyejuk kembali membuat gerah para Seminaris Sinar Buana di ruang Aula Wisma Unio, Keuskupan Weetebula, Sumba, NTT, Sabtu (25/3/2017).

Meski begitu, semangat 30-an seminaris tak lantas padam. Satu per satu berebut menjawab tantangan yang diberi pemateri tentang membuat intro sebuah berita.

“Gara-gara ditingal selingkuh suaminya seorang ibu tega membunuh ketiga Anak nya,”jawab Evan, salah satu siswa kelas 8 (2 SMP) dengan lantang.

Hingga lewat pukul 12.00 Wita para peserta Pelatihan Menulis Produktif ini masih melanjutkan tugas menulis materi Majalah Dinding.

Tiga hari para seminaris mengikuti pelatihan. Mulai Kamis (23/3) sore, mereka sudah siap-siap berkamar di Wisma Unio milik para Romo Projo Keuskupan Weetebula, Sumba, NTT. Budi Sutedjo Dharma Oetomo berpasangan dengan Maria Herjani mengawali pelatihan menulis dilanjutkan Gabriel Abdi Susanto di Hari Sabtu.

Tak lama lagi kegiatan pelatihan menulis ini berakhir disambut deru hujan yang kembali menyejukkan udara siang itu.

Tanggapi Demo Anarkis, Gereja St. Clara Bekasi Katakan Punya IMB dan bukan Liar

Sesawi.net - Sat, 25/03/2017 - 11:19
PADA hari Jumat tanggal 24 Maret 2017 kemarin, kurang lebih sebanyak 1.000-an pendemo kembali datang menyambangi lokasi keberadaan projek pembangunan Gereja Katolik Santa Clara di Bekasi Utara, Jawa Barat. Seperti biasa, kelompok ini kembali menyuarakan penolakannya terhadap keberadaan bangunan Gereja Katolik St. Clara yang sampai hari ini proses pembangunannya baru mencapai 50% pembangunan struktur. Semula, […]

Balada Ketikan Dua Jari dan Save-an Hilang Seminaris Sinar Buana

Mirifica.net - Sat, 25/03/2017 - 10:28

WEETEBULA – Enam komputer disiapkan dengan susunan 3 x 2 meja, meramaikan teras aula Wisma UNIO, Weetebula dengan perangkat keras dan kabel-kabel. Lima desktop dan satu laptop yang beroperasi dengan Windows XP ini dipakai 30 seminaris Sinar Buana yang mengikuti pelatihan jurnalistik kerjasama Seminari Sinar Buana dan Komsos KWI. Para peserta dibagi lima orang per kelompok; satu kelompok satu komputer. Bergantian, mereka mengetik hasil tulisan dari pelatihan berjeniskan opini, berita fakta, dan feature. Rencananya, ketikan ini akan dicetak dan dipakai sebagai bahan majalah dinding di Seminari.

“Mading di seminaris mati hidup mati hidup. Setelah pelatihan, tugas kalian adalah membangkitkannya kembali,” ujar RD Yustinus Guru Kedi, kepala sekolah Seminari Menengah Sinar Buana dalam pembukaan pelatihan yang dimulai Kamis (23/3) sampai hari ini. Dari dua hari pertama pelatihan; bersama Budi Sutedjo dan Maria Herjani, mereka bergulat dengan ilmu jurnalistik yang belum pernah dipelajari sebelumnya.

“Meski masih kecil (usia SMP dan SMA) dan baru pertama pelatihan, tulisan mereka banyak yang bagus. Mereka kebanyakan menulis tentang budaya lokal Sumba,” kata Maria Herjani, tim Indonesia Menulis fasilitator pelatihan ini.

Setelah tiga jenis tulisan mereka diperiksa, mereka diizinkan mengetiknya di komputer. Siapa cepat, dia dapat menggunakan komputer lebih dulu. Pelajaran di laboratorium komputer seminari membekali para seminaris untuk mengoperasikan Microsoft Word, sehingga mengetik bukanlah hal baru. Beberapa seminaris terlihat mengetik menggunakan dua jari secara perlahan dan hati-hati; ditemani teman sekelompok di sampingnya yang membantu membacakan tulisan yang mau diketik.

Enam komputer ini mulai disiapkan siang kemarin (24/3), ketika peserta masih diarahkan untuk menulis di kertas. Teras aula wisma UNIO setengah terbuka, sehingga para peserta nantinya akan mengetik sambil bisa menikmati pemandangan barisan pohon kelapa dan rumah penduduk (Itu kalau kelihatan, karena pengetikan direncanakan pada senja hari).

Lima desktop dan satu laptop yang baru selesai diinstalasi

Setelah jalan salib, satu dua komputer mulai terisi, sampai enam komputer semua digunakan. Tidak lama, empat komputer tiba-tiba padam. Para seminaris kebingungan; ternyata kabel listriknya tersenggol. Untunglah tulisan mereka ter-recover sehingga tidak perlu mengulang lagi. Nasib Boston Suru, seorang seminaris, lebih menantang lagi. “Saya sudah ketik, sudah di-save, tapi hilang,” ujarnya sambil terheran-heran. Setelah diselidiki, ternyata ketikannya tertimpa tulisan lain dengan judul yang sama.

Boston, korban ketikan hilang

Di sudut komputer kelompok lain, tiga seminaris bekerjasama menyelesaikan ketikan satu per satu. Yang seorang mengetik, kanannya membacakan, yang kirinya mengomentari font yang kurang cocok dengan seleranya. Faktanya, mayoritas menghabiskan waktu 5-10 menit untuk memilih font dan warna yang disukai. “Seharusnya diselesaikan dulu tulisannya, baru memilih font dan warna,” kata Maria. Ada pula yang kesulitan menggunakan mousepad laptop. 10 menit pertama dihabiskan bersama teman-temannya untuk menerka penggunaan mouse tanpa kabel itu.

Semua seminaris bersemangat mengetik tulisan mereka

Mereka mulai aktivitas mengetik dari 20.30 WITA, sampai 21.00 WITA -seharusnya. Setelah diizinkan mengetik sampai 22.00 WITA, suasana semakin memanas. Satu per satu tertawa lega setelah ketikannya selesai. Ada juga yang selesai mengetik, tiba-tiba kembali lagi ke komputer ketika temannya mengetik. “Ada yang salah nama pastor di tulisanku,” ucap Sairo Meo Ngai, seminaris SMP yang selesai lebih dulu itu.

Ternyata, sampai pukul 23.30 WITA pun, masih ada yang mengetik. Satu komputer sudah dimatikan, duanya sudah dipakai untuk main games oleh mereka yang sepertinya sudah cukup penat, tiganya masih dipakai berjuang. Rekan yang menemani di samping juru ketik jatuh tertidur di kursi meja itu. Mereka mulai ‘bertobat’ ketika jam menunjukkan pukul 00.00 WITA.

Hari ini, para seminaris belajar mengenai jurnalisme online. Beberapa dari mereka belum menyelesaikan ketikan yang mau dicetak untuk mading itu. Sampai tadi pagi sebelum sesi dimulai pun, mereka mencuri waktu untuk mengetik. Di tengah kehijauan tanah Sumba Barat Daya ini, para calon imam mengakrabkan diri dengan komputer; mendekatkan diri kepada dunia tulis-menulis; mengejar mimpi untuk berkarya bagi Gereja Katolik Indonesia lewat torehan tinta dan ketikan dua jari. Ad Majorem Dei Gloriam.

Greget: Ketika Pegiat Menulis ‘Kedapatan’ Pelatihan Menulis

Seminaris Sinar Buana Mengakrabkan Diri dengan Jurnalisme Online

Mirifica.net - Sat, 25/03/2017 - 09:21

WEETEBULA – Sebagai rangkaian perayaan 50 tahun Seminari Sinar Buana, diadakanlah seminar nasional “Peran Gereja Memerangi Hoax” dan pelatihan menulis bagi para seminarisnya. Bertempat di Wisma UNIO, 30 seminaris tingkat SMP dan SMA belajar jurnalistik dari Kamis (23/3) sampai siang ini. Setelah belajar ilmu menulis dengan Tim Indonesia Menulis, mereka belajar ilmu web dan penulisan materi web bersama Gabriel Abdi Susanto, wartawan.

Dalam sesi pengantarnya, Abdi berbicara mengenai jurnalistik daring (online). Ada beberapa kiat untuk menulis di media daring secara praktis:

  1. Gunakan format piramida terbalik. “Informasi yang paling penting diletakkan lebih dulu, baru mengikuti informasi yang kurang penting,” kata Abdi.
  2. Pendek. Berita daring tidak perlu panjang-panjang. Pembaca daring cenderung kepada berita yang singkat, padat, dan jelas.
  3. Sesuai fakta. Bukan hanya di jurnalistik online, menulis sesuai fakta adalah kewajiban. “Bilamana tidak sesuai, itu namanya fiktif,” ujar Abdi. Beliau menyarankan, sebuah wawancara atau peristiwa bisa direkam dan dicatat seluruh informasi pentingnya, barulah nanti bisa dipakai untuk menulis berita.
  4. Kredibilitas narasumber. “Seorang yang sekolah keperawatan tentu tidak cocok menjadi narasumber untuk isu politik. Harus dicari yang memang ahli di bidangnya,” jelas Abdi.
  5. Kohesivitas. Ada keterpaduan antara kalimat pertama dan kalimat kedua dst. pada berita. Caranya: sebuah kalimat setelahnya, menjelaskan kalimat sebelumnya.

Kemudian, peserta diajak mempraktikkan materi yang dibagikan. Nantinya, pembekalan ini diharapkan bermanfaat untuk penyusunan mading di Seminari Sinar Buana.

Greget: Ketika Pegiat Menulis ‘Kedapatan’ Pelatihan Menulis

Mirifica.net - Sat, 25/03/2017 - 08:12

“Saya sebenarnya menulis sudah lama…” ucap Hildebertus P. M. Wawo dalam suara kecil. Seminaris tingkat SMA Sinar Buana, Weetebula ini sudah menulis lusinan puisi dan fragmen sejak beberapa tahun silam. “Saya buat jadi buku, tapi saya simpan karena tidak tahu mau kirim ke mana…”

Perbincangan singkat dengan lelaki muda yang akrab disapa Deri ini berlangsung di sela pelatihan jurnalistik untuk Seminari Menengah Sinar Buana. Pelatihan ini sendiri diadakan sebagai bagian dari rangkaian besar perayaan ulang tahun emas (50 tahun) Seminari Sinar Buana. Sebagai salah satu siswa, Deri bersyukur bisa termasuk dalam 30 orang yang mewakili 300 seminaris seluruh angkatan, yang boleh ikut pada pelatihan ini.

Deri namanya, menulis dunianya…

Pupil mata Deri serentak melebar ketika ditanya soal menulis. Suaranya pun menjadi kalem, tapi tiba-tiba naik dan bertempo cepat. “Ada yang saya simpan sampai kertasnya robek,” cerita Deri. Bagi penulis muda ini, pelatihan jurnalistik ini menjadi jawaban hobinya. Deri mengaku belum pernah mengikuti pelatihan serupa sebelumnya. “Seminar sudah ikut (menanggapi seminar nasional yang diadakan sebelum pelatihan ini) sebelumnya, tapi membahas genre, narkoba, dll. Belum pernah ada yang tentang jurnalistik. Maka itu, saya pikir pelatihan ini pas sekali untuk diikuti.”

Meski hobi Deri belum mendapat wadah rutin, ia tetap berkarya. “Saya minta masukan dari teman-teman dan frater di seminari; respon mereka positif. Ada pula satu fragmen karya saya yang dipentaskan menjadi drama dan sudah ditampilkan di beberapa tempat,” tukas Deri. “Drama 20 menit!” potong seorang adik kelas yang menyimak wawancara ini.

Fragmen yang dipentaskan itu bercerita mengenai isu budaya lokal Sumba yang agak bertolak belakang dengan anak lelaki yang berminat menjadi kaum berjubah. Tradisi menjunjung anak lelaki sebagai kepala keluarga, harus mencari nafkah. Lantas, hidup selibat mengambil hidup yang semacam itu. Tidak ada yang bisa disalahkan, selain mencari jalan tengah terbaik. Para pastor yang berkarya di Sumba punya misi mengedukasi para orangtua dan anak-anak bahwa tradisi dan agama tidak perlu dipertentangkan; bahwa menjadi imam adalah suatu panggilan Allah yang mulia, kudus, dan alangkah baiknya bila dipenuhi dengan sukacita dan penuh dukungan. “Setelah pastor berbicara, akhirnya para orangtua mengerti dan melepas anaknya bila mereka mau jadi imam,” kata Deri.

Bahkan sebelum mengikuti pelatihan menulis, pementasan fragmen ini membuktikkan Deri punya jalan di bidang tulis-menulis. “Saya dapat sesuatu setelah ikut pelatihan dua hari ini (23-24/3), bahwa setelah ini saya harus keluarkan seluruh tulisan saya dan berbuat sesuatu,” tegas Deri.

Anak muda ini belum terpikir untuk menulis sebuah buku, karena ia lebih tertarik untuk mengembangkan karya sastra puisi dan fragmen. “Paling banyak saya menulis tentang hari Valentine, tentang cinta-cintaan. Orang muda betul,” kata calon imam tersebut sambil tersenyum lebar.

Pelita Hati 26.03.2017: Tak Ada Yang Mustahil

Sesawi.net - Sat, 25/03/2017 - 08:10
Bacaan: Yoh 9:1-41 WAKTU Yesus sedang lewat, Ia melihat seorang yang buta sejak lahirnya. Murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya: “Rabi, siapakah yang berbuat dosa, orang ini sendiri atau orang tuanya, sehingga ia dilahirkan buta?” Jawab Yesus: “Bukan dia dan bukan juga orang tuanya, tetapi karena pekerjaan-pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam dia. Kita harus mengerjakan pekerjaan Dia […]

Kesediaan Menanggapi Panggilan Allah

Sesawi.net - Sat, 25/03/2017 - 05:30
SAAT menerima kabar dari malaikat Gabriel, Bunda Maria terkejut; namun dengan imannya yang teguh dan disertai kerendahan hatinya, Bunda menerima tugas perutusannya dengan tulus. Sungguhpun Bunda tidak memahami rencana Allah, namun ia bersedia mengesampingkan kepentingan pribadinya dan mengutamakan kehendakNya. Berkat pengurbanannya, Juru Selamat lahir ke dunia, untuk membebaskan manusia dari belenggu dosa. Hari Raya Kabar […]

Kata Mutiara – Sabtu 25 Maret 2017

Sesawi.net - Sat, 25/03/2017 - 05:17
TIDAK ada ketaatan tanpa kerendahan hati, tidak ada kerendahan hati tanpa amal kasih St. Katarina dari Siena Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

Mgr Agus lantik DPP Santo Yusuf Karangan yang dipimpin imam Oblat Santo Joseph (OSJ)

Pen@ Katolik - Sat, 25/03/2017 - 01:55

“Umat Paroki Santo Yusuf yang berbahagia, saya selaku Uskup di Keuskupan Agung Pontianak, turut bergembira atas proses pemilihan pengurus Dewan Pastoral Paroki (DPP) ini. Sebelum memenuhi permintaan umat untuk melantik kepengurusan ini, saya akan bertanya kepada  pengurus DPP terpilih, tentang kesediaan dan kesiapannya untuk menerima dan mengemban tugas suci ini.”

Uskup Agung Pontianak Mgr Agustinus Agus mengatakan hal ini dalam Misa Syukur Paroki Baru dan DPP Pelantikan DPP Paroki Santo Yusuf Karangan Mempamah Bulu, Kalimantan Barat, yang berlangsung di gereja Santo Yusuf, 19 Maret 2017.

“Saudara-saudari terkasih, bersediakah saudara-saudari menerima dan mengemban tugas suci sebagai pengurus DPP masa bakti 2017-2020?” tanya Mgr Agus. “Ya, kami bersedia,” jawab 24 anggota pengurus DPP terpilih yang diketuai oleh Pastor Ray Sales OSJ (Oblates of Saint Joseph) sebagai ketua umum atau kepala paroki dan wakil ketua umum atau pastor rekan, Pastor Eliodoro Tubesa OSJ.

Pastor Ray Sales dan Pastor Eliodoro Tubesa adalah dua imam pertama dari Oblat Santo Joseph di Indonesia bersama Bruder Josh Bart Cancio OSJ yang ditugaskan sebagai ketua seksi kepemudaan dan panggilan di DPP paroki baru itu.

OSJ didirikan oleh Santo Joseph Marello (1844-1895). Menurut sayoka.org, Superior OSJ Filipina Pastor Jayson Endanya OSJ dan dua imam lainnya datang ke gereja stasi itu, Gereja Santo Hieronimus Karangan, 29 November 2016, karena “penanganan, pengelolaan dan pembinaannya nantinya akan diserahkan kepada biarawan-biarawan Santo Yosef dari Filipina.”

Paroki yang baru diresmikan di tanggal yang sama dengan pelantikan DPP itu adalah pemekaran dari Paroki Petrus dan Paulus Menjalin yang sebelum pemekaran umatnya berjumlah sekitar 42.000 orang. Sebelum menjadi paroki, gereja dari stasi yang didirikan tahun 1977 itu.

Uskup meresmikan paroki dan gereja baru itu dengan meletakkan reliqui orang kudus di tempat yang disediakan di altar dengan berkata, “Para Kudus Allah, engkau telah menerima tahta di bawah altar Allah, Doakanlah kami kepada Tuhan Yesus Kristus.”

Menurut seorang imam yang berkarya di Keuskupan Agung Pontianak, Uskup Agus akan secara berkala menambah paroki dengan memekarkan paroki yang ada “agar umat bisa sering dikunjungi, karena banyak paroki di keuskupan itu memiliki puluhan stasi yang sangat jarang dikunjungi pastor dan hanya mengandalkan pemuka stasi untuk pelayanan ibadat minggu dan ibadat lainnya.”

Atas nama Gereja yang selaras dengan kebutuhan umat paroki ini, Mgr Agus mengukuhkan dan meneguhkan pengurus DPP itu disaksikan oleh Superior Jenderal OSJ Pastor Michele Piscopo OSJ yang mengadakan kunjungan kanonik pertama ke provinsi OSJ Filipina 17-28 Maret 2017.

“Tunaikan tugas pelayanan ini seturut tanggung jawab yang sudah diberikan kepada kalian, dengan semangat berkobar-kobar oleh cinta kasih persaudaraan,” kata Mgr Agus. (paul c pati)

Bruder Josh Bart Cancio OSJ. Foto Dokumentasi Sayoka

Renungan Harian Sabtu, 25 Maret 2017 (Lukas 1: 26 – 38)

Mirifica.net - Sat, 25/03/2017 - 00:00

 

Tema:  Kabar Sukacita Yang Mendatangkan Keselamatan

(Lukas 1: 26 – 38)

 

Saudara-saudari…. Hari ini kita merayakan Pesta Maria diberi kabar oleh Malaikat Tuhan. Satu perayaan peringatan yang membuka babak baru dalam sejarah keselamatan umat manusia. Pesta ini mengingatkan kita akan beberapa hal penting yang patut kita syukuri.

  1. Tuhan mau mewujudkan rencanaNya untuk menyelamatkan umat manusia dengan mengutus PuteraNya. Kita harus bersyukur kepada Tuhan karena Tuhan sudah mewujud-nyatakan apa yang sudah direncanakannya dari abad-ke abad.
  2. Tuhan mau memenuhi janji-Nya, yang sudah disampaikanNya kepada toko -toko iman dan para nabi dari jaman ke jaman. Kita harus bersyukur kepada Tuhan karena Ia sangat setia memenuhi janjiNya.
  3. Tuhan mau tunjukkan keikutsertaan-Nya dalam sejarah keselamatan manusia. Bahwa Tuhan samasekali tidak acuh tak acuh akan penderitaan manusia, tetapi secara aktip dan partisipatip terlibat dalam sejarah keselamatan manusia. Dia tidak hanya menonton dari jauh kesengsaraan manusia, tetapi turun ke dunia dalam diri PuteraNya, hadir dan secara aktip dan partisipatip menyelamatkan manusia lewat pengajaran dan penyembuhan dari bermacam-macam penyakit serta membebaskan manusia dari kungkungan setan. Kita harus bersyukur kepada Tuhan karena Dia sangat prihatin dengan keadaan manusia berdosa, keprihatinanNya bukan bersifat pasif tetapi sangat bersifat aktip, Ia turun ke dunia merasakan penderitaan manusia dan karena cintaNya akan manusia, Ia berani berkorban, mati di kayu salib.
  4. Lewat peristiwa sukacita ini, Tuhan tunjukkan mujizat yang sangat luar biasa kepada manusia, bahwa kelahiran PuteraNya, Yesus Kristus tidak melewati hukum alam yaitu perkawinan antara suami istri, tetapi Roh Kudus sendiri yang menaungi Bunda Maria, dan dari persatuan Roh Kudus dengan Bunda Maria mengandunglah Bunda Maria, yang kemudian sesudah 9 bulan seorang bayi mungil dilahirkannya ke dunia ini, yang kemudian diberi-nya nama Yesus.
  5. Peristiwa sukacita ini bukan hanya aktivitas Tuhan semata, tetapi keterlibatan manusia pun sangat nampak. Maria, mewakili umat manusia di dunia ini, memberikan satu tanggapan yang sangat bagus kepada Tuhan dengan demikian karya keselamatan Tuhan pun bisa terjadi di dunia ini. Kalau Maria tidak menanggapinya dengan positip, kita tidak tahu apa yang akan terjadi. Kita harus berterima kasih kepada Bunda Maria karena ia menanggapi tawaran Allah sehingga kita pun boleh alami keselamatan.

Pertanyaan untuk kita: Apakah kita selalu mewujud-nyatakan apa yang sudah kita rencanakan dalam hidup kita? Apakah kita selalu setia menepati janji kita? Dengan menerima Sakramen permandian kita sudah menjadi anggota Gereja yang sah. Apakah kita selalu bekerja sama dengan Tuhan agar keselamatan itu sungguh menjadi satu kenyataan bagi kita? Sadarkah kita bahwa mujizat selalu terjadi dalam hidup kita? Apa saja usaha pribadi kita agar Tuhan selalu kita rasakan dan sungguh hadir bersama kita setiap saat dalam hidup kita?

Marilah saudara-saudari… Kita harus bersyukur kepada Tuhan karena Ia sangat mencintai kita. Kabar sukacita yang disampaikanNya kepada Bunda Maria sudah mendatangkan keselamatan bagi kita. Kita berdoa semoga keselamatan yang sudah kita terima selalu kita jaga dengan baik dan kita pupuki setiap saat sehingga mendatangkan keselamatan abadi bagi jiwa kita di saat kita kembali kepada Bapa.

Kita memohon Bunda Maria untuk selalu mendoakan kita. Amen.

oleh: Rm Fredy Jehadin SVD

25 Maret, Bapa Isai

Mirifica.net - Sat, 25/03/2017 - 00:00

 

Isai dalam bahasa Ibrani berarti “senyum Tuhan” ; “keselamatan dari Tuhan”. Putra Abraham dan Sarah di usia tuanya. Isai akan memperanakkan Esau dan Yakub. Ketika Sarah meninggal, Isai sangat terpukul dan menghabiskan setiap malamnya dengan menyendiri di pinggir kota; ia bersedih sekaligus bermeditasi untuk memulihkan kehancurannya.

sumber dan gambar: #santibeatiit

Pages

Subscribe to KomKat KWI aggregator