Kumpulan Artikel dan Berita

Jambi – Gereja St. Paulus Paroki Muara Bungo: Merayakan Minggu Kerahiman Ilahi

Sesawi.net - 1 hour 16 min ago
HUJAN deras mengguyur Kota Muara Bungo di Jambi, sejak malam hingga pagi. Awan putih tampak rata menggantung di langit. Rintik hujan tak juga berhenti. Syukur pada Tuhan, menjelang Pkl. 07.30 WIB, hujan pun reda. Tampak umat mulai berdatangan ke Gereja St. Paulus Paroki Muara Bungo, Jambi. Hari ini, Minggu (23/4), bersama seluruh Gereja, umat di […]

Empat Jenis Wawancara

Mirifica.net - 1 hour 17 min ago

MIRIFICA.NEWS, BENGKULU – Wawancari dibagi menjadi empat jenis berdasarkan produk yang ingin dicapai.

  1. Wawancara  untuk mendapat fakta (factual interview): jenis wawancara ini lazim dilakukan untuk berita media.
  2. Wawancara untuk mendapat opini (opinion research interview): untuk mengetahui pandangan subjektif seseorang terhadap suatu isu.
  3. Wawancara untuk mendapat informasi kredibel dari ahli (a well known personality interview): dipakai untuk memperkuat suatu topik yang ditulis.
  4. Wawancara khalayak umum tentang topik tertentu (vox pop): wawancara yang dipandu satu pertanyaan besar kepada beberapa orang untuk suatu isu.

“Vox pop tidak perlu menanyakan identitas interviewee secara mendalam. Kita cukup berfokus dengan satu pertanyaan tanpa perlu menyimpulkan pendapat yang telah diterima,” ujar Errol.

Setelah mengupas seluk beluk wawancara, peserta berlanjut membahas talkshow.

Sembilan Tujuan Dasar Wawancara

Mirifica.net - 2 hours 17 min ago

MIRIFICA.NEWS, BENGKULU – Menjelang bagian praktik dari penyiaran pewartaan via radio, peserta diajak Errol Jonathans untuk menelaah wawancara. “Wawancara adalah proses tanya jawab,” ujar Errol yang lalu meminta peserta berdua-dua melakukan proses wawancara. Yang satu menjadi interviewer, penanya informasi; yang satunya menjadi interviewee, yang diwawancarai. Selama lima menit, penanya diberi kesempatan untuk mengenali objek wawancara lebih dalam. “Yang ditanyakan boleh apapun,” jelas Errol. Setelah itu, mereka berganti posisi.

Wawancara selesai, para peserta lantas membagikan kesan dan kesulitan yang mereka alami: tidak dapat memahami pertanyaan, bingung konteks untuk memulai pertanyaan, improvisasi pertanyaan, penguasaan bahasa lokal saja, dll. “Ternyata, wawancara tidak mudah,” Errol menyimpulkan demikian dari sharing para peserta pelatihan.

“Inilah basis dari seluruh kegiatan jurnalisme, wawancara itu kegiatan bertanya dan menjawab,” tegas Errol. Berikut tujuan wawancara:

  1. Mendapatkan informasi awal.
  2. Membutuhkan suara ‘insert’ (voice actuality) bagi program radio.
  3. Untuk memperjelas informasi.
  4. Menegaskan jawaban sumber.
  5. Kebutuhan data yang ditel.
  6. Kebutuhan jawaban ringkas.
  7. Mendorong sumber bicara terus terang.
  8. Menyambung kesenjangan relasi dengan media.
  9. Sebagai informasi.

 

 

Brevir Sore 2, Minggu: 23 April 2017, Hari Senin Paskah II

Mirifica.net - 2 hours 42 min ago

Madah

Mari kita bergembira
Merayakan hari Paska
Sambil bernyanyi memuji
Dengan hati tulus murni.

Kristus sudah disalibkan
Dan tubuhNya dikurbankan
DarahNya yang kita trima
Sungguh menghidupkan kita.

Kristus bangkit dari kubur
Maut kalah hancur lebur
Musuh takluk terbelenggu
Firdaus membukakan pintu.

Terpujilah Kristus Tuhan
Kaukalahkan kematian
Engkau dibangkitkan Bapa
Dengan kekuatan RohNya. Amin.

Ant.1: Maria dari Magdala dan Maria yang lain pergi mengunjungi kubur Yesus, alleluya.

Mazmur 109,1-5.7

Tuhan berfirman kepada baginda: “Duduklah di sisi kananKu,*
sampai musuh musuhmu Kujadikan tumpuan kakimu.”

Tuhan meluaskan kekuasaan baginda dari kediamanNya di Sion:*
“Berkuasalah atas para musuh.

Engkau berkuasa sejak kelahiranmu, di atas gunung yang suci,*
sejak engkau terkandung, sejak fajar masa mudamu”.

Tuhan telah bersumpah dan tidak menyesal:*
“Engkaulah imam seperti Melkisedek, untuk selama-lamanya”.

Tuhan mendampingi baginda,*
pada hari kemurkaanNya raja-raja dihancurkanNya.

Tuhan menyertai baginda dalam segala usaha,*
agar baginda berlangkah maju dengan gagah perkasa.

Ant.1: Maria dari Magdala dan Maria yang lain pergi mengunjungi kubur Yesus, alleluya.

Ant.2: Marilah dan lihatlah tempat Tuhan dibaringkan, alleluya.

Mazmur 113

Ketika Israel keluar dari Mesir,*
keluarga Yakub dari bangsa asing,

Maka Yehuda menjadi wilayah Tuhan,*
Israel daerah kekuasaanNya.

Laut melihat, lalu menyingkir,*
sungai Yordan berbalik ke hulu.

Gunung melompat bagaikan kijang,*
dan bukit laksana anakdomba.

Ada apa, hai laut, sehingga menyingkir,*
hai Yordan, sehingga berbalik ke hulu?

Hai gunung, mengapa melompat bagaikan kijang,*
hai bukit, mengapa laksana anakdomba?

Gemetarlah, hai bumi, di hadapan Tuhan,*
di hadirat Allah Yakub.

Ia mengubah wadas menjadi danau,*
dan batu menjadi mata air.

Ant.2: Marilah dan lihatlah tempat Tuhan dibaringkan, alleluya.

Ant.3: Yesus bersabda: Jangan takut! Pergilah dan katakanlah kepada saudara-saudaraKu, supaya berangkat ke Galilea; di sana mereka akan melihat Aku, alleluya.

Why 19,1-7

Alleluya.
Pokok keselamatan, kemuliaan dan kekuasaan ialah Allah kita,*
karena benar dan adillah segala keputusanNya.
Alleluya.

Alleluya.
Pujilah Allah kita, hai sekalian hambaNya,*
semua yang takwa, baik kecil maupun besar.
Alleluya.

Alleluya.
Sebab Tuhan, Allah kita yang mahakuasa,*
sudah menjadi raja.
Alleluya.

Alleluya.
Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai,*
marilah kita memuliakan Tuhan.
Alleluya.

Alleluya.
Hari pernikahan Anakdomba telah tiba,*
dan mempelaiNya sudah siap berhias.
Alleluya.

Ant.3: Yesus bersabda: Jangan takut! Pergilah dan katakanlah kepada saudara-saudaraKu, supaya berangkat ke Galilea; di sana mereka akan melihat Aku, alleluya.

Bacaan singkat: (Ibr 10,12-14)

Kristus mempersembahkan hanya satu kurban demi dosa-dosa. Lalu Ia duduk di sebelah kanan Allah sampai selama-lamanya, sambil menantikan saat musuh-musuhNya dijadikan tumpuan kakiNya. Dengan satu kurban Ia menyempurnakan orang yang dikuduskanNya untuk selama-lamanya.

Ganti lagu singkat:
Ant. Pada hari inilah Tuhan bertindak, mari kita rayakan dengan gembira, alleluya.

Ant.Kidung: Hai Tomas, karena melihat Aku, engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya, alleluya.

KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)

Aku mengagungkan Tuhan,*
hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.

Sebab Ia memperhatikan daku,*
hambaNya yang hina ini.

Mulai sekarang aku disebut: yang bahagia,*
oleh sekalian bangsa.

Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang mahakuasa;*
kuduslah namaNya.

Kasih sayangNya turun-temurun,*
kepada orang yang takwa.

Perkasalah perbuatan tanganNya:*
dicerai-beraikanNya orang yang angkuh hatinya

Orang yang berkuasa diturunkanNya dari takhta;*
yang hina-dina diangkatnya.

Orang lapar dikenyangkanNya dengan kebaikan;*
orang kaya diusirNya pergi dengan tangan kosong

Menurut janjiNya kepada leluhur kita,*
Allah telah menolong Israel, hambaNya.

Demi kasih sayangNya kepada Abraham serta keturunannya,*
untuk selama-lamanya.

Ant.Kidung: Hai Tomas, karena melihat Aku, engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya, alleluya.

Doa Permohonan

Kristus telah menghancurkan kematian dengan kebangkitanNya dari alam maut, dan telah memperbaharui kehidupan. Marilah kita mohon kepadaNya:
U: Kristus, sumber kehidupan, dengarkanlah kami.
P: Engkaulah batu yang dibuang oleh para tukang bangunan, tetapi yang dipilih menjadi batu sendi,* semoga kami sebagai batu yang hidup Kaupergunakan dalam membangun GerejaMu.
P: Engkaulah saksi Allah yang setia dan benar, manusia pertama yang bangkit dari mati,* semoga GerejaMu tetap memberi kesaksian tentang Engkau.
P: Engkaulah pengantin tunggal Gereja yang lahir dari lambungMu,* semoga kami menjadi saksi pernikahan yang luhur itu.
P: Engkaulah awal dan akhir, Engkau telah mati dan hidup kembali,* semoga orang yang telah dibaptis tetap setia sampai mati, sehingga layak menerima mahkota kemuliaan.
P: Engkaulah cahaya yang menyinari kota suci Allah, Yerusalem surgawi,* terangilah arwah kaum kerabat kami, agar mereka dapat memerintah bersama Engkau tanpa akhir.

Bapa Kami

Doa Penutup

Allah maharahim, pada hari raya Paska Engkau membaharui iman umatMu. Tambahkanlah rahmat dalam hati kami, supaya kami mengerti betapa agungnya sakramen pembaptisan, betapa luhurnya Roh yang melahirkan kami kembali dan betapa indahnya darah yang telah menebus kami. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup …

Pembubaran umat

P: Saudara sekalian, dengan ini ibadat sore sudah selesai, alleluya, alleluya.
U: Syukur kepada Allah, alleluya, alleluya.

 

Sumber: Buku Ibadat Harian Ofisi Menurut Ritus Roma Diterbitkan Oleh PWI-Liturgi, 1995, Penerbit Nusa Indah Ende.

 

10 Karakter Radio Ini Bisa Buat Anda Ketagihan Dengar Siaran Radio

Mirifica.net - 5 hours 51 min ago

MIRIFICA.NEWS, Bengkulu – Terus bertahannya radio hingga saat ini tidak lepas dari karakter yang menggambarkan keunggulan radio di mata para pendengar. Banyak pendengar pun dibuat ketagiahn hanya karena radio. Lantas, seperti apa 10 karakter radio?

Berikut ini kami sajikan 10 karakter yang menjadi keunggulan radio berdasarkan materi yang disampaikan Errol Jonathans pada hari kedua acara “Talk Show Radio”, Minggu (23/4/2017) di Gedung Serbaguna Paroki Santo Yohanes Penginjil, Bengkulu:

  1. Melulu suara

Modal utama dalam bersiaran di radio adalah suara yang keluar, suara yang tertangkap oleh pendengar. Tidak perlu penyiarnya adalah orang pintar, tapi orang yang kedengarannya pintar. Faktanya banyak orang pintar tapi kalau bicara tidak menarik sama sekali.

Coba saja anda bandingkan dengan penjual obat di Monas, di Lapangan Banten, apakah dia orang pintar berpendidikan?  Bukan!  Tapi bagaimana dia membuat anda percaya akan apa yang disampaikannya. Hal itu dimulai dari suaranya. Suara penjual obat  yang mampu menciptakan rasa,  mengajak pendengar untuk membeli jualannya.

  1. Medium dengan mobilitas tinggi

Mendengar siaran radio sambil melakukan sesuatu bagi sebagian orang merupakan hal yang sangat menyenangkan. Jangan heran jika ada orang kedapatan sedang asik mendengar  siaran radio memasak di dapur, sambil mandi di kamar mandi dan tempat-tempat lainnya.

  1. Kecepatan Aktualitas

Radio itu bisa disiarkan darimanapun. Apalagi sekarang ini siapa saja bisa melakukan siaran radio dengan memanfaatkan handphone. Hal ini tentu berbeda dengan koran. Kecepatan dan aktualitas siaran radio dapat didengar saat ini, detik ini juga.

  1. Serentak –Simultan

Kekuatan siaran radio dapat didengar secara serentak dan simultan oleh para pendengar.

  1. Operasional yang fleksibel

Radio relatif lebih murah ongkosnya dibandingkan kalau kita main di tv atau koran. Errol membandingkan hal ini dengan cara radio “Komunitas” milik Komsos Keuskupan Agung Palembang dikelola.

  1. Mudah, Murah dan Praktis

Saat ini radio sudah masuk ke handphone, alat rekam dan sebagainya. Sangat praktis, murah dan mudah dijangkau.

  1. Imajinatif

Radio sering diibaratkan sebagai  “theater of  mind” yang mampu membangkitkan daya imajinasi pendengar. Pembaca mungkin pernah dengar siaran sebuah radio di Amerika pada tahun 1938. Siaran secara live itu berkisah tentang sebuah makhluk dari planet Mars yang akan menyerang bumi. Beberapa petani yang sedang bekerja di sawah sambil mendengar siaran itu begitu terpukau. Imajinasi mereka seketika muncul dan membuat mereka ketakutan seolah-olah serangan makhluk dari planet mars itu benar adanya. Mereka ketakutan dan segera berlari pulang ke kampung, memberitahu warga lain di sana. Apa yang terjadi kemudian?  Seluruh warga di kampung itu akhirnya ramai-ramai eksodus.

“Radio tidak sepenuhnya menggambarkan realita, tapi lebih sering menggambarkan imajinasi,” ujar Errol yang disambut gelak tawa dari peserta Talk Show Radio.

  1. Lokal ke Global

Berkat perkembangan teknologi , siaran melalui radio dapat didengar di manapun. Yang teranyar adalan  konsep penyiaran melalui radio streaming.

  1. Selintas dan lalu Menghilang

Siaran di radio tidak dapat diulang kembali. Bahkan untuk pendengar yang belum mengerti. Inilah alasan mengapa radio disebut sebagai komunikasi satu arah. Ternyata siaran di radio tidak sesederhana yang kita bayangkan karena dibutuhkan suara yang bagus.

  1. Radio itu anti-detil

Siaran radio disukai banyak pendengar karena tampilan materinya tidak rumit. Istilah-istilah yang digunakan pun mudah dimengerti khalayak ramai.  “Jangan menggunakan terminologi atau istilah-istilah yang tidak lazim dimengerti oleh pendengar,”

Apabila anda pendengar setia radio, kini waktunya bagi anda untuk mengidentifikasi satu dari 10 karakter radio di atas mengapa siaran radio selalu ingin didengarkan di mana saja: di kamar tidur, kamar mandi, dapur, ruang makan hingga saat menyetir mobil.

 

Catatan: Artikel ini dibuat berdasarkan naskah yang disiapkan oleh Errol Jonathan, Narasumber Utama Acara Talk Show Radio di Bengkulu, Keuskupan Agung Palembang

Rangkaian Acara Tahbisan Uskup Agung KAS Mgr. Robertus Rubiyatmoko: 18,19, 20 Mei 2017

Sesawi.net - 5 hours 58 min ago
BERIKUT ini rangkaian program acara tahbisan episkopal Uskup Agung KAS Terpilih Mgr. Robertus Rubiyatmoko yang kami terima dari Sekretaris Panitia Tahbisan Lena Siandayanti sebagai berikut: Kamis, 18 Mei 2017 pukul 18.00 WIB di Gereja St. Perawan Maria Ratu Rosario Suci – Paroki Katedral Randusari Semarang: Salve dan pemberkata semua insignia (lamban) Keuskupann dan lainnya. Jumat, […]

Pastoral di Pedalaman Stasi Progo, Keuskupan Timika: Misa Minggu Palma tapi pada Hari Senin (3)

Sesawi.net - 7 hours 26 min ago
INI kisah perjalanan yang menguji nyali dan menantang adrenalin saat menyusuri  Laut Arafuru menuju Stasi Pronggo, wilayah pedalaman pesisir di tepi Laut Arafuru di Keuskupan Timika, Papua. Sekitar pukul 17.30  WITA saya melanjutkan perjalanan menuju Stasi Pronggo dengan perahu fiber milik paroki. Perjalanan kali ini terasa lebih menyeramkan lagi bagi saya. Kami harus melalui Laut […]

Pewartaaan Nilai Katolik Tersirat di Komsos Bengkulu

Mirifica.net - 7 hours 46 min ago

MIRIFICA.NEWS, Bengkulu – Beberapa kali sudah Komsos KWI mengadakan pelatihan bersama dengan Komisi Komsos Keuskupan Agung Palembang (KAPal), tapi baru kali ini pelatihan diadakan di sudut Bengkulu.

Dimulai kemarin malam (22/4), pelatihan kali ini mengajak para aktivis Komsos Bengkulu untuk mengelaborasi pewartaan melalui talkshow pada radio. “Di luar talkshow, saya juga mengajak Anda sekalian belajar mengenai air magazine (majalah udara), di mana terdapat juga renungan, talkshow, musik, wawancara, dan sebagainya,” kata Errol Jonathans, fasilitator pelatihan ini semalam.

Sampai besok, peserta akan diajak untuk menyusun sebuah program pewartaan yang akan disiapkan sebagai materi siaran rutin Komisi Komsos KAPal; bekerja sama dengan Radio Republik Indonesia (RRI).

32 aktivis -termasuk biarawan/ti- mewakili sekitar 5.000 umat di Bengkulu ini akan mulai praktik talkshow dan penyiaran radio per siang ini.

“Saya akan menyesuaikan juga pelatihan ini menurut kebutuhan Anda. Bilamana ada yang belum dipahami, biar kita pelajari kembali sebelum melanjutkan,” ujar Errol seraya menginventarisasi kebutuhan dan masukan para peserta.

Terdapat di antaranya angan para aktivis komsos KAPal untuk belajar:
– Menjadi penyiar yang memukau pendengar.
– Teknik public speaking.
– Strategi wawancara dan mengatasi gugup.
– Teknik reportase.
– Bahasa dan dialek lokal untuk penyiaran.
– Penyusunan program yang menarik.
– Story-telling.
– Pewartaan tersirat nilai-nilai Katolik.

“Gereja Katolik dikenal dengan apa yang tersirat, bukan apa yang tersurat,” tukas Errol menanggapi masukan para peserta. Adalah suatu cita-cita bagi mereka supaya dapat mewartakan nilai Kekatolikan tanpa harus menyebutkan secara eksplisit bahwa inilah identitas Gereja.

Brevir Siang, Minggu: 23 April 2017, HARI MINGGU PASKAH II

Mirifica.net - 8 hours 43 min ago

Madah

Ya Roh kudus sumber cinta
Serta Bapa dan Putera
Datanglah di tengah kami
Membawa hidup Ilahi

Gerakkanlah hati kami
Agar giat penuh bakti
Menyanyikan lagu puji
Mengamalkan cinta suci

Kabulkanlah doa kami
Ya Allah Bapa surgawi
Bersama Putera dan RohMu
Sekarang serta selalu. Amin.

Ant.1: Kristus sudah bangkit dan menerangi umat yang ditebus dengan darahNya, alleluya.

Mazmur 117 (118)

Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik,*
kekal abadi kasih setiaNya.

Hendaklah Israel berkata:*
kekal abadi kasih setiaNya.

Hendaklah kaum Harun berkata:*
kekal abadi kasih setiaNya.

Hendaklah orang yang takwa berkata:*
kekal abadi kasih setiaNya.

Dalam kesesakan aku berseru kepada Tuhan,*
Ia menjawab dan melegakan daku.

Tuhan di pihakku, aku tidak takut.*
Apa yang dapat dilakukan manusia terhadapku?

Tuhan di pihakku, Ia penolongku.*
Aku melihat pembenciku tersipu-sipu.

Lebih baik berlindung pada Tuhan,*
dari pada percaya kepada manusia.

Lebih baik berlindung pada Tuhan,*
dari pada percaya kepada bangsawan.

Ant.1: Kristus sudah bangkit dan menerangi umat yang ditebus dengan darahNya, alleluya.

Ant.2: Penebus kita sudah bangkit dari kubur, marilah kita menyanyikan madah bagi Tuhan Allah kita, alleluya.

Segala bangsa mengepung aku,*
tapi berkat nama Tuhan mereka kubinasakan.

Mereka mengepung aku rapat-rapat,*
tapi berkat nama Tuhan mereka kubinasakan.

Mereka mengepung aku seperti lebah,+
seperti nyala api yang menjilat-jilat,*
tapi berkat nama Tuhan mereka kubinasakan.

Aku didesak-desak sampai terjatuh,*
tetapi Tuhan menolong aku.

Tuhanlah kekuatan dan pelindungku,*
Dialah kemenanganku

Suara gembira dan sorak-sorai,*
terdengar di perkemahan para pemenang.

“Tuhan bertindak dengan tangan kuat,*
tangan Tuhan mahakuasa.”

Aku tidak akan mati, aku tetap hidup,*
untuk mewartakan karya-karya Tuhan.

Tuhan sering menyiksa aku,*
namun tidak menyerahkan daku kepada maut.

Ant.2: Penebus kita sudah bangkit dari kubur, marilah kita menyanyikan madah bagi Tuhan Allah kita, alleluya.

Ant.3: Alleluya, Tuhan bangkit seperti sudah dikatakanNya kepadamu, alleluya.

Bukalah bagiku gerbang kemenangan,*
supaya aku masuk dan bersyukur kepada Tuhan.

Inilah pintu gerbang Tuhan,*
para pemenang masuk ke dalamnya.

Syukur kepadaMu, sebab Engkau memenangkan daku,*
dan menjadi penyelamatku.

Batu yang dibuang oleh para pembangun,*
telah menjadi batu sendi.

Karya Tuhanlah itu,*
sangat mengagumkan kita.

Pada hari inilah Tuhan bertindak,*
mari kita rayakan dengan gembira.

Ya Tuhan, berilah kami keselamatan!*
Ya Tuhan, berilah kami kesejahteraan!

Terberkatilah yang datang demi nama Tuhan;+
kami memberkati kamu dari dalam rumah Tuhan,*
Tuhanlah Allah, Dia menerangi kita.

Beraraklah dengan membawa ranting berdaun,*
hiasilah tanduk-tanduk mesbah.

Allahkulah Engkau, Engkau kupuji,*
Allahku, Engkau kuagungkan.

Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik,*
kekal abadi kasih setiaNya.

Ant.3: Alleluya, Tuhan bangkit seperti sudah dikatakanNya kepadamu, alleluya.

Bacaan singkat: (1 Kor 15,3b-5)

Kristus telah mati karena dosa kita, sesuai dengan Kitab suci. Ia dimakamkan, dan Ia dibangkitkan pada hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab suci. Ia telah dilihat oleh Kefas, dan kemudian oleh kesebelas muridNya.

P: Pada hari inilah Tuhan bertindak, alleluya.
U: Mari kita rayakan dengan gembira, alleluya.

Doa penutup.

Allah maharahim, pada hari raya Paska Engkau membaharui iman umatMu. Tambahkanlah rahmat dalam hati kami, supaya kami mengerti betapa agungnya sakramen pembaptisan, betapa luhurnya Roh yang melahirkan kami kembali dan betapa indahnya darah yang telah menebus kami. Demi
Kristus, Tuhan kami. Amin.

Sumber: Buku Ibadat Harian Ofisi Menurut Ritus Roma Diterbitkan Oleh PWI-Liturgi, 1995, Penerbit Nusa Indah Ende.

 

RIP Sr. M. Caecilia FCh di Palembang, Requiem dan Pemakaman Senin 24 April 2017

Sesawi.net - 8 hours 55 min ago
KABAR duka kali ini datang dari Kongregasi Suster Fransiskus Charitas Palembang sebagaimana telah dirilis oleh Sr. Arsenia FCh, Sekretaris Tarekat Suster FCh Palembang. Telah meninggal dunia pada hari Minggu tanggal 23 April 2017 pukul 03.00 WIB di RS RK Charitas Palembang: Sr. M. Caecilia FCh pada usia 60 tahun. Berikut ini sekilas riwayat hidup almarhumah […]

Pastoral di Pedalaman: Ganasnya Ombak Laut Arafuru, Misa Bercelana Kolor di Kokonau, Keuskupan Timika (2)

Sesawi.net - 9 hours 36 min ago
INI perjalanan sangat menegangkan karena uji nyali dan menantang adrenalin, setelah sebelumnya gagal berangkat sesuai jadwal karena kendala alam. Sedianya kami akan memulai perjalanan turney pada hari Sabtu dini hari. Akan tetapi karena debit air yang tidak memungkinkan karena air sungai tengah surut, kami harus menunda perjalanan. Pelayanan di stasi-stasi pedalaman di Keuskupan Timika di […]

Pastoral di Pedalaman: Pekan Suci bersama Umat Katolik di Kokonau, Keuskupan Timika, Papua (1)

Sesawi.net - 10 hours 6 min ago
INI merupakan catatan ringan tentang misi pelayanan pastoral kami selama Pekan Suci di sebuah wilayah pedalaman di Papua. Tujuannya adalah untuk menemui umat katolik –mereka juga anggota Gereja Katolik—di sebuah kawasan pedalaman yang sungguh tidak mudah dijangkau, selain harus mengandalkan aliran sungai untuk mencapai kawasan terpencil ini. Anti malaria “Dua pekan sebelum ke Papua, minumlah […]

Pelita Hati 24.04.2017: Lahir dalam Roh

Sesawi.net - 10 hours 41 min ago
Bac. Yoh. 3:1-8 KATA Nikodemus kepada-Nya: “Bagaimanakah mungkin seorang dilahirkan, kalau ia sudah tua? Dapatkah ia masuk kembali ke dalam rahim ibunya dan dilahirkan lagi?” Jawab Yesus: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah.” (Yoh. 3:4-5) Baptis yang kita terima menjadikan kita […]

Sabda Hidup: Minggu, 23 April 2017

Sesawi.net - 11 hours 52 min ago
HARI MINGGU PASKAH II Hari Minggu Kerahiman Ilahi warna liturgi Putih Bacaan Kis. 2:42-47; Mzm. 118:2-4,13-15,22-24; 1Ptr. 1:3-9; Yoh. 20:19-31. BcO Kol 3:1-17 Bacaan Injil: Yoh 20:19-31 19Ketika hari sudah malam pada hari pertama minggu itu berkumpullah murid-murid Yesus di suatu tempat dengan pintu-pintu yang terkunci karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi. Pada waktu itu datanglah Yesus dan berdiri […]

Brevir Pagi, Minggu: 23 April 2017, HARI MINGGU PASKAH II

Mirifica.net - 14 hours 43 min ago

Pembukaan: Ant. Tuhan sungguh bangkit, alleluya.

MAZMUR 94 (95)

Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan,
bersorak-sorai bagi penyelamat kita.
Menghadap wajahNya dengan lagu syukur,
menghormatiNya dengan pujian.

Tuhanlah Allah yang agung,
merajai segala dewa.
Dasar bumi terletak di tanganNya,
puncak gunungpun milikNya.
MilikNyalah laut, Dia membuatnya,
daratanpun buatan tanganNya.

Mari bersujud dan menyembah,
berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kita.
Dialah Allah kita, kita umatNya,
Dialah gembala kita, kita kawananNya.

Hari ini dengarkanlah suaraNya:
“Jangan bertegar hati seperti di Meriba,
seperti di Masa, di padang gurun;
ketika leluhurmu mencobai Aku,
walau menyaksikan karya Ku yang agung.

Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;
maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,
mereka tidak mengerti maksud bimbinganKu.
Sebab itu Aku bersumpah dalam murkaKu:
Mereka takkan beristirahat bersama Aku.”

Ant. Tuhan sungguh bangkit, alleluya.

Madah

Fajar menyingsinglah sudah
Langit menggemakan madah
Bumi bersorak-sorailah
Neraka mengaduh kalah.

Kala raja nan perkasa
Menggempur markas neraka
Menggilas kuasa maut
Dengan gagah tanpa takut.

Meskipun tertutup batu
Dijaga banyak serdadu
Namun pemenang yang luhur
Bangkit mulya dari kubur.

Mulyalah Engkau ya Tuhan
Yang bangkit tak terkalahkan
Serta Bapa dan Roh suci
Mulyalah kekal abadi. Amin.

Ant.1: Kristus sudah bangkit dan menerangi umat yang ditebus dengan darahNya, alleluya.

Mazmur 62

Ya Allah, Engkaulah Allahku,*
aku mencari Engkau.

Hatiku haus dan rindu akan Dikau,*
seperti tanah kering dan tandus merindukan air.

Demikian aku ingin memandang Engkau di tempat kediamanMu,*
untuk merasakan kekuatan dan kemuliaanMu.

Sebab kasih setiaMu lebih baik dari pada hidup,*
bibirku memegahkan Dikau

Aku akan memuji Engkau seumur hidupku,*
menadahkan tangan kepadaMu.

Hatiku Kaukenyangkan dengan santapan lezat,*
mulutku memuji Engkau sambil bersyukur.

Di tempat tidurku aku memuji Engkau,*
aku merenungkan Dikau sepanjang malam.

Sebab Engkau yang menolong aku,*
di bawah naungan sayapMu aku bersorak.

Jiwaku melekat padaMu,*
tangan kananMu menopang aku.

Ant.1: Kristus sudah bangkit dan menerangi umat yang ditebus dengan darahNya, alleluya.

Ant.2: Penebus kita sudah bangkit dari kubur, marilah kita menyanyikan madah bagi Tuhan Allah kita, alleluya.

Dan 3,57-88.56

Pujilah Tuhan, segala karya Tuhan,*
pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan, semua malaikat Tuhan,*
pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan seluruh isi surga,*
pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan, segala air di atas langit,*
angkasa raya Tuhan, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, matahari dan bulan,*
segala bintang di langit, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, hujan dan embun,*
angin dan taufan, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, api dan panas-terik,*
hawa sejuk dan dingin, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, kabut dan gerimis,*
halilintar dan awan, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, siang dan malam,*
terang dan gelap, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, seluruh bumi,*
pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan, gunung dan bukit,*
segala yang tumbuh di bumi, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, segala mata air,*
lautan dan sungai, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, segala yang hidup di dalam air,*
unggas di udara, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, binatang buas dan jinak,*
semua manusia, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, umat Israel,*
pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan, para Imam,*
semua pelayanNya, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, orang yang takwa,*
semua yang suci dan rendah hati, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, Ananya, Azarya dan Misael,*
pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Marilah kita memuji Bapa, Putera dan Roh kudus,*
memuji dan meluhurkan Dia selama-lamanya.

Kidung ini tidak ditutup dengan ‘Kemuliaan’.

Ant.2: Penebus kita sudah bangkit dari kubur, marilah kita menyanyikan madah bagi Tuhan Allah kita, alleluya.

Ant.3: Alleluya, Tuhan bangkit seperti sudah dikatakanNya kepadamu, alleluya.

Mazmur 149

Nyanyikanlah bagi Tuhan lagu baru,*
pujilah Dia dalam himpunan umatNya.

Hendaknya Israel bergembira atas Penciptanya,*
dan warga Sion bersuka-cita atas Rajanya.

Hendaknya mereka memuji namaNya dengan tari-tarian,*
bermazmur bagiNya dengan rebana dan kecapi.

Sebab Tuhan berkenan kepada umatNya,*
memahkotai yang hina-dina dengan keselamatan.

Hendaknya orang takwa bersukaria atas kejayaannya,*
bersorak-sorai dengan gembira.

Hendaknya mereka memuji Tuhan dengan suara lantang,*
sambil memegang pedang yang tajam.

Begitu hendaklah mereka membalas kejahatan para bangsa,*
dan menjatuhkan hukuman kepada mereka;

Membelenggu para rajanya,*
dan mengikat pemukanya dengan rantai besi.

Dengan demikian terlaksana keputusan Allah;*
tugas terhormat bagi umatNya.

Ant.3: Alleluya, Tuhan bangkit seperti sudah dikatakanNya kepadamu, alleluya.

Bacaan singkat: (Kis 10,40-43)

Allah telah membangkitkan Yesus pada hari yang ketiga, dan dengan kuasa Allah, Yesus menampakkan diri, bukan kepada seluruh bangsa, tetapi kepada saksi-saksi, yang sebelumnya telah ditunjuk oleh Allah. Kamilah saksi-saksi itu, kami yang telah makan dan minum bersama-sama dengan Dia, setelah Ia bangkit dari alam maut. Kepada kami ditugaskan oleh Allah mewartakan kepada seluruh bangsa dan memberi kesaksian bahwa Yesuslah yang ditentukan Allah menjadi hakim atas orang yang hidup dan yang mati. Tentang Dialah semua nabi memberi kesaksian, bahwa barang siapa percaya kepadaNya akan mendapat pengampunan dosa demi namaNya.

Ganti lagu singkat:
Ant. Pada hari inilah Tuhan bertindak, mari kita rayakan dengan gembira, alleluya.

Ant.Kidung: Masukkanlah tanganmu ke dalam lambungKu. Jangan sangsi lagi, tetapi percayalah, alleluya.

KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)

Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*
sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umatNya.

Ia mengangkat bagi kita seorang penyelamat yang gagah perkasa,*
putera Daud, hambaNya.

Seperti dijanjikanNya dari sediakala,*
dengan perantaraan para nabiNya yang kudus.

Untuk menyelamatkan kita dari musuh-musuh kita,*
dan dari tangan semua lawan yang membenci kita.

Untuk menunjukkan rahmatNya kepada leluhur kita,*
dan mengindahkan perjanjianNya yang kudus.

Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kita,*
akan membebaskan kita dari tangan musuh.

Agar kita dapat mengabdi kepadaNya tanpa takut,*
dan berlaku kudus dan jujur di hadapanNya seumur hidup.

Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah yang mahatinggi,*
sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalanNya.

Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umatNya,*
berkat pengampunan dosa mereka.

Sebab Allah kita penuh rahmat dan belaskasihan;*
Ia mengunjungi kita laksana fajar cemerlang.

Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,*
dan membimbing kita ke jalan damai sejahtera.

Ant.Kidung: Masukkanlah tanganmu ke dalam lambungKu. Jangan sangsi lagi, tetapi percayalah, alleluya.

Doa Permohonan

Kristus, sumber kehidupan, telah dibangkitkan oleh Allah. Kristus juga akan membangkitkan kita dengan kekuatanNya. Marilah kita berdoa:
U: Kristus, kehidupan kami, selamatkanlah kami.
P: Ya Kristus, cahaya yang cemerlang dalam kegelapan, raja kehidupan dan pemberi kesucian kepada semua insan,* semoga kami menjalani hari ini demi kemuliaanMu.
P: Tuhan, Engkau telah menempuh jalan penderitaan dan salib,* semoga kami menderita dan mati bersama Engkau, supaya dibangkitkan pula bersama Engkau.
P: Putera Bapa, guru dan saudara kami, Engkau telah mengangkat kami menjadi raja dan imam bagi Allah,* semoga kami dengan gembira hati menyampaikan kurban pujian kepadaMu.
P: Raja yang mulia, kami menantikan hari penampakanMu yang megah,* agar dapat memandang wajahMu dan menjadi serupa dengan Dikau.

Bapa Kami

Doa Penutup

Allah maharahim, pada hari raya Paska Engkau membaharui iman umatMu. Tambahkanlah rahmat dalam hati kami, supaya kami mengerti betapa agungnya sakramen pembaptisan, betapa luhurnya Roh yang melahirkan kami kembali dan betapa indahnya darah yang telah menebus kami. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup …

Pembubaran umat

P: Saudara sekalian, dengan ini ibadat pagi sudah selesai, alleluya, alleluya.
U: Syukur kepada Allah, alleluya, alleluya.

 

Sumber: Buku Ibadat Harian Ofisi Menurut Ritus Roma Diterbitkan Oleh PWI-Liturgi, 1995, Penerbit Nusa Indah Ende.

 

Minggu, 23 April 2017

Pen@ Katolik - 16 hours 47 min ago

PEKAN PASKAH II (P)

Minggu Kerahiman Ilahi

Santo Adalbertus; Santo Georgius; Beata Helena dari Udin

Beata Maria Gabriella Saghedu; Egidius dari Assisi

Bacaan I: Kis. 2:42-47

Mazmur: 118:2-4.13-15.22–24; R:1

Bacaan II: 1Ptr. 1:3-9

Bacaan Injil: Yoh. 20:19-31

Setelah Yesus wafat di salib, ketika hari sudah malam pada hari pertama minggu itu, berkumpullah murid-murid Yesus di suatu tempat dengan pintu-pintu yang terkunci karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi. Pada waktu itu datanglah Yesus dan berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: “Damai sejahtera bagi kamu!” Dan sesudah berkata demikian, Ia menunjukkan tangan-Nya dan lambung-Nya kepada mereka. Murid-murid itu bersukacita ketika mereka melihat Tuhan. Maka kata Yesus sekali lagi: “Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu.” Dan sesudah berkata demikian, Ia mengembusi mereka dan berkata: “Terimalah Roh Kudus. Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada.” Tetapi Tomas, seorang dari kedua belas murid itu, yang disebut Didimus, tidak ada bersama-sama mereka, ketika Yesus datang ke situ. Maka kata murid-murid yang lain itu kepadanya: “Kami telah melihat Tuhan!” Tetapi Tomas berkata kepada mereka: “Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya.” Delapan hari kemudian murid-murid Yesus berada kembali dalam rumah itu dan Tomas bersama-sama dengan mereka. Sementara pintu-pintu terkunci, Yesus datang dan Ia berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: “Damai sejahtera bagi kamu!” Kemudian Ia berkata kepada Tomas: “Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah.” Tomas menjawab Dia: “Ya Tuhanku dan Allahku!” Kata Yesus kepadanya: “Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.”

Renungan

Menarik kita perhatikan di sini dalam penampakan kepada para murid, Yesus menunjukkan luka-lukanya (bdk. Yoh. 20:20), malah kepada Tomas, sesuai permintaannya, Yesus menyuruhnya menyentuh luka-luka tersebut (bdk. Yoh. 20:27) agar dia percaya. Luka-luka adalah bukti pengorbanan, bukti kasih. Seorang anak tukang cuci, terharu ketika meraba dan melihat tangan ibunya yang kasar, bahkan juga bekas-bekas luka karena kerja keras mencuci. Dia sadar bahwa hanya karena pengorbanan ibunya itu, dia bisa hidup dan sekolah. Tangan kasar dan bekas luka itu juga kesaksian bagi si anak, bahwa hidup ini penuh perjuangan, dan kita tak boleh menyerah. Luka-luka Yesus menunjukkan pengorbanan-Nya bagi keselamatan kita. Luka-luka itu juga menunjukkan solidaritasnya dengan suka duka hidup kita (bdk. Ibr. 4:15).

Lebih dari itu, luka-luka menunjukkan ketaatan-Nya kepada Bapa: Dan sekalipun Ia adalah Anak, Ia telah belajar menjadi taat dari apa yang diderita-Nya (Ibr. 5:8). Menjadi anak Allah dalam Yesus, kita tak boleh hanya bangga dan ikut mulia bersama-Nya. Kita juga diajak untuk ikut berjuang bagi keselamatan umat manusia dengan segala pengorbanan kita.

Ya Tuhan, demi luka-luka-Mu pulihkanlah iman kepercayaanku dan seluruh dunia. Amin.

Katedral Kristus Raja Sintang, Kalimantan Barat

Pen@ Katolik - 17 hours 45 min ago

Katedral Kristus Raja Sintang, Kalimantan Barat

23 April, St. George

Mirifica.net - 18 hours 42 min ago
Kapadokia abad III – Lydda, sekitar 303 George digambarkan sebagai seorang ksatria yang melawan naga: menggambarkan imannya yang tidak gentar melawan kejahatan. Ia dimakamkan di Tel Aviv, Israel. sumber dan gambar: #santibeatiit

Sekali Lagi, Suara Tetap Jadi Kekuatan Utama Radio!

Mirifica.net - Sat, 22/04/2017 - 23:31

Melalui suara anda mampu mengubah hidup banyak orang. Karena itu, suara tetap jadi kekuatan utama radio.

MIRIFICA.NEWS, Bengkulu-Sekalipun ada orang mengatakan radio sudah tidak lagi menarik, hingga saat ini belum ada media canggih manapun yang mampu menggantikan radio.

Pendapat itu disampaikan Errol Jonathans ketika memberi pengantar singkat pada hari pertama acara talk show radio yang dikhususkan bagi para pegiat karya kerasulan komunikasi sosial Paroki Santo Yohanes Penginjil, Bengkulu, Keuskupan Agung Palembang, Sabtu (22/4/2017).

“Melalui suara anda mampu mengubah hidup banyak orang. Karena itu suara tetap jadi kekuatan utama radio,” ujar Errol

Karena begitu bergantungnya radio pada kekuatan suara, demikian Errol menjelaskan , banyak orang di Barat akhirnya punya kebiasaan membawa dan mendengarkan radio ke kamar mandi. Menurut Errol, radio merupakan medium yang mampu membawa si penyiar kepada lingkup pribadi pendengar.

Meski saat ini orang bisa dengan mudah melakukan siaran melalui hp, Errol tak menampik jika media komunikasi radio mampu membuat setiap informasi  menjadi sangat up to date, menjangkau audiens secara luas dan dalam hitungan waktu yang singkat.

Di hadapan 32 peserta Talk Show Radio yang terdiri dari Orang Muda Katolik, para guru, katekis, suster dan Frater yang bekerja di wilayah Bengkulu dan sekitarnya, Direktur Radio “Suara Surabaya” itu juga meyakini peserta alasan lain mengapa suara menjadi kekuatan yang tak tergantikan di media radio.

Mengutip sebuah pernyataan dari chanel BBC Inggris, Erol mengatakan suara merupakan peradaban paling tua di dunia. “Wajar jika suara menjadi kekuatan tak tergantikan di radio.”

Acara Talk Show Radio ini diselenggarakan berkat kerja sama Komisi Komunikasi Sosial KWI dan Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Palembang. Selain 32 peserta Talk Show, hadir pula Pastor Frans de Sales, SCJ, Ketua Komisi KOMSOS Keuskupan Palembang dan Pastor Sukmanto, SCJ, Pastor Paroki Santo Yohanes Penginjil, Bengkulu.

 

 

 

Pesta Kerahiman Ilahi: Mengalami Kerahiman Allah dan Menularkannya

Sesawi.net - Sat, 22/04/2017 - 18:49
SEORANG ibu memiliki peran bagai sebuah jangkar bagi kapal yang berlabuh. Ia menjadi ‘suh’ pengikat dan pemersatu bagi ratusan lidi supaya menjadi satu, kokoh sebagai sapu. Bernarlah ungkapan itu. Keluarga-keluarga yang anaknya mulai berpencar ke luar kota karena pekerjaan dan perkawinan, tetap sering menyempatkan pulang ke rumah asal karena ada ibu. Sebab pada diri ibu, […]

Pages

Subscribe to KomKat KWI aggregator